Beranda blog Halaman 150

FKMS Tunda Aksi, Otorita Siap Rapat Internal Soal Jalan Rusak

0
Suasana rapat koordinasi sejumlah elemen masyarakat bersama Otorita IKN atas jalan rusak wilayah Pemaluan–Maridan. (Dok. FKMS)

NUSANTARA — Rencana aksi damai masyarakat di Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dijadwalkan pada Rabu (15/4/2026) resmi ditiadakan. Keputusan ini diambil usai rapat koordinasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dengan pihak Otorita IKN pada 10 April lalu.

Rapat tersebut difasilitasi Forum Kesepakatan Masyarakat Sepaku (FKMS) dan dihadiri perwakilan dua desa dan dua kelurahan di Kecamatan Sepaku, unsur kecamatan, aparat TNI-Polri, hingga tokoh adat dan masyarakat.

Ketua FKMS, Supian Nur, memastikan keputusan pembatalan aksi tersebut.
“Ditiadakan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Meski aksi dibatalkan, aspirasi masyarakat tetap disuarakan dalam forum tersebut. Koordinator aksi sekaligus Humas FKMS, Dedi Saidi, menegaskan bahwa persoalan jalan rusak menjadi keluhan utama warga.

“Ini bukan sekadar tuntutan, tapi jeritan masyarakat. Kami tidak minta jalan diaspal, minimal bisa dilalui dengan aman, terutama anak-anak ke sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan ini telah berulang kali disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), namun belum menemukan solusi konkret karena status wilayah yang masuk dalam delineasi IKN.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Telemow, Munip, yang menyebut adanya komitmen awal dari Otorita untuk segera menindaklanjuti perbaikan sementara.

“Dijanjikan segera ditindaklanjuti untuk perbaikan sementara,” ujarnya.

Dalam hasil rapat, Otorita IKN melalui Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana disebut akan segera menggelar rapat internal guna membahas langkah pemeliharaan jalan utama yang melintasi Kelurahan Pemaluan, Desa Binuang, Desa Telemow, hingga Kelurahan Maridan.

Masyarakat berharap komitmen tersebut tidak berhenti di forum, melainkan segera diwujudkan di lapangan. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak telah berdampak langsung pada aktivitas harian warga, termasuk akses pendidikan dan ekonomi.

Dengan dibatalkannya aksi, FKMS kini menunggu realisasi konkret dari Otorita IKN sebagai bentuk keseriusan dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah penyangga IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Arus Balik Dominan, Pelindo Catat 1,3 Juta Penumpang

0
Suasana arus balik Lebaran di Tanjung Balai. (Istimewa)

SAMARINDA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Total pergerakan penumpang mencapai 2,6 juta orang dalam periode H-15 hingga H+15, meningkat 14,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, arus balik menjadi penyumbang terbesar dengan total 1,3 juta penumpang, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyebut capaian ini sebagai hasil sinergi berbagai pihak serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian arus mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini merupakan hasil kerja keras tim dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kenaikan signifikan juga terjadi di sejumlah pelabuhan. Di Tanjung Balai Karimun, jumlah penumpang melonjak hingga 79,83 persen. Sementara itu, aktivitas kendaraan di Pelabuhan Tanjung Wangi meningkat 68,23 persen.

General Manager Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menyebut lonjakan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk memperkuat pelayanan, baik dari sisi fasilitas maupun keselamatan penumpang,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari pengguna jasa. Salah satu penumpang, Andi, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Pelayanannya sangat baik dan tertib. Petugas sigap, fasilitas bersih, dan proses naik kapal lebih cepat,” ungkapnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai persiapan yang dilakukan sebelum musim mudik. Pelindo telah membenahi 63 terminal penumpang di seluruh Indonesia, termasuk optimalisasi Pelabuhan Ciwandan sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan jalur Merak–Bakauheni.

Dengan capaian tersebut, Pelindo memastikan akan terus meningkatkan standar pelayanan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang di masa mendatang. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Dadan Hindayana Buka Suara Soal Anggaran EO Rp113 Miliar

0
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. (Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran sekitar Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.

Menurutnya, penggunaan EO merupakan bagian dari kebutuhan strategis, mengingat BGN masih berada dalam tahap awal pembentukan sebagai lembaga baru.

“Sebagai lembaga baru, kami masih dalam fase pembangunan sistem, struktur organisasi, dan tata kelola operasional. Kami belum sepenuhnya memiliki sumber daya internal untuk menangani kegiatan berskala besar,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, program BGN mencakup berbagai kegiatan berskala nasional, seperti sosialisasi, kampanye publik, hingga pelatihan teknis yang membutuhkan dukungan profesional di bidang manajemen acara.

Menurutnya, kehadiran EO membantu memastikan seluruh kegiatan berjalan terstruktur, tepat waktu, serta sesuai standar pelaksanaan.

“EO memiliki keahlian dalam perencanaan, koordinasi, hingga mitigasi risiko. Ini penting agar kegiatan berjalan optimal,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan jasa EO juga dinilai mendukung sistem administrasi yang lebih tertata, sehingga memudahkan proses pengawasan dan audit anggaran.

Dadan menegaskan, peran EO tidak hanya pada aspek teknis acara, tetapi juga sebagai bagian dari strategi komunikasi pemerintah dalam menyampaikan isu gizi kepada masyarakat secara lebih efektif.

“Pesan yang disampaikan bisa lebih menarik dan berdampak luas, sehingga tujuan program tercapai,” katanya.

Ia juga menilai penggunaan EO sebagai solusi sementara selama BGN belum memiliki sumber daya internal yang memadai. Membangun tim sendiri, menurutnya, membutuhkan waktu panjang mulai dari proses rekrutmen hingga pelatihan.

Dengan demikian, keterlibatan pihak ketiga dianggap sebagai langkah realistis agar program tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas.

Meski demikian, BGN memastikan seluruh penggunaan anggaran, termasuk untuk jasa EO, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga terkait.

“Semua mekanisme pengeluaran mengikuti aturan yang berlaku dan dapat diawasi secara transparan,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Api Lahap Dealer Yamaha di Antasari, Diduga Korsleting

0
Pemadam berusaha memadamkan api yang tersisa di bangunan dealer Yamaha. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Kebakaran melanda sebuah dealer sepeda motor Yamaha di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (12/4/2026) sore. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga setelah terdengar suara ledakan dari dalam bangunan.

Ketua RT 01 setempat, Jefri, menyebut informasi awal berasal dari warga yang tinggal di samping lokasi. Ledakan terdengar sesaat sebelum asap tebal membumbung dari dalam gedung.

“Ada suara ledakan dulu, baru asap keluar tebal. Saya langsung hubungi pemadam,” ujarnya di lokasi.

Situasi terkini di dalam dealer Yamaha di Jalan Antasari. (Dimas/Media Kaltim)

Saat kejadian, kondisi dealer dalam keadaan tertutup karena hari libur, sehingga tidak ada aktivitas di dalam bangunan.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda langsung dikerahkan dari beberapa posko, dibantu relawan dan unit pemadam swasta untuk melakukan penanganan.

Komandan Posko 3 Disdamkarmat Samarinda, Tri Indarto, menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat terkendala asap tebal yang memenuhi ruangan.

“Material plafon membuat asap menumpuk di dalam. Petugas harus menggunakan breathing apparatus untuk masuk mencari titik api,” jelasnya.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam. Dari sekitar 20 unit sepeda motor yang berada di dalam dealer, sedikitnya tiga unit dilaporkan hangus terbakar.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian merembet ke kendaraan di dalam bangunan.

“Diduga dari arus pendek yang menyambar ke motor. Ada sekitar tiga unit terbakar total,” tambahnya.

Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi oleh aparat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menghitung total kerugian material akibat kebakaran tersebut. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Isu Pemangkasan Bankeu, Kukar Tegaskan Bukan Ranah Kabupaten

0
Aulia Rahman Basri. (Ady/MKN)

TENGGARONG — Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa polemik rencana pemangkasan Bantuan Keuangan (Bankeu) bukan merupakan ranah Pemerintah Kabupaten Kukar, melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Aulia menanggapi isu yang berkembang terkait kemungkinan pengurangan alokasi Bankeu untuk 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Ia menegaskan, Pemkab Kukar tidak memiliki ruang intervensi dalam kebijakan tersebut, karena Bankeu merupakan bagian dari kewenangan fiskal pemerintah provinsi.

“Tidak ada tanggapan kalau Bankeu. Itu kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim,” ujarnya.

Menurutnya, setiap pemerintahan di tingkat provinsi memiliki rencana strategis masing-masing sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan, termasuk kebijakan penganggaran.

“Setiap era pemerintahan memiliki rencana strategis dalam proses pemerintahan lima tahunan. Masing-masing punya strategi untuk mewujudkan janji-janji politik kepada masyarakat,” jelasnya.

Aulia menegaskan kembali bahwa fokus Pemkab Kukar saat ini adalah pada pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tingkat kabupaten.

“Kalau urusan Bankeu itu di provinsi. Kami fokus mengelola APBD Kabupaten Kukar,” singkatnya.

Sikap ini sekaligus menunjukkan batas kewenangan antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam pengelolaan anggaran, di tengah dinamika kebijakan fiskal yang tengah berkembang di Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Pembayaran SPP di Sekolah Swasta Bakal Digratiskan, Begini Langkah Pemkot Bontang

0
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Setda Kota Bontang, Lukman, saat menghadiri Lepas Kenang dan Kelulusan Angkatan XXXI Tahun 2026 SMA IT Yabis. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan merata bagi seluruh masyarakat.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Daerah Kota Bontang, Lukman, saat menghadiri kegiatan Lepas Kenang dan Kelulusan Angkatan XXXI Tahun 2026 SMA IT Yabis, Minggu (12/04/2026) pagi di Auditorium 3 Dimensi.

“Salah satu langkah nyata yang kami lakukan adalah dengan meluncurkan program percontohan berupa pembebasan biaya SPP bulanan di sejumlah sekolah swasta,” ungkap Lukman.

Program pembebasan SPP tersebut dilaksanakan sebagai pilot project di empat sekolah swasta, yakni Monamas, YPPI, MTs Al-Amin, serta satu sekolah swasta di wilayah Guntung.

Kebijakan ini bertujuan memberikan kesetaraan pembiayaan pendidikan antara siswa di sekolah negeri dan swasta.
“Kebijakan ini bukan dimaksudkan untuk mengalihkan minat masyarakat dari sekolah negeri ke sekolah swasta. Sebaliknya, ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pilihan pendidikan yang adil, serta memastikan bahwa sekolah swasta juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” lanjutnya.

Selain pembebasan SPP, program ini juga mendorong kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta, khususnya dalam pemenuhan tenaga pendidik. Sinergi antar satuan pendidikan diharapkan mampu memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan secara optimal meskipun terdapat kekurangan guru di suatu sekolah.

Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran baru dan akan berlaku untuk seluruh jenjang kelas, baik bagi siswa baru maupun siswa yang telah terdaftar sebelumnya.

Pemerintah Kota Bontang juga berkomitmen untuk memperluas program ini ke lebih banyak sekolah swasta apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak yang positif.

Editor: Yusva Alam

Jembatan SMPN 5 Bontang Masih Gunakan Skema Pinjam Pakai, Pihak Sekolah Ingin Ada Perbaikan

0
Jembatan SMPN 5 Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Kondisi jembatan SMPN Negeri 5 Bontang hingga kini masih berstatus pinjam pakai. Namun saat ini kondisi jembatan tersebut perlu dilakukan perbaikan.

Jembatan tersebut berada di tanah milik PT Kaltim Industrial Estate (KIE), sehingga Pemerintah Kota Bontang tidak dapat melakukan perbaikan sarana tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 5, Muhiddin menyatakan hingga saat ini, upaya perbaikan masih terkendala karena belum adanya respons dari pihak perusahaan.

Muhiddin menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan permohonan kepada KIE untuk perbaikan jembatan tersebut. Bahkan, pengajuan itu sudah dilakukan sejak tahun 2025 lalu.

“Untuk perbaikan sebenarnya kami sudah minta bantuan ke KIE, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain permohonan perbaikan, pihak sekolah juga telah mengajukan perpanjangan izin pinjam pakai jembatan yang berdiri di atas lahan milik perusahaan tersebut. Namun, hingga kini belum ada balasan resmi terkait kedua permohonan tersebut.

“Kami sudah ajukan juga permohonan ke KIE, tapi belum dibalas. Sudah cukup lama, bahkan sejak tahun lalu,” katanya.

Meski begitu, Muhiddin menyebut bahwa untuk sementara waktu, jembatan tersebut masih tetap digunakan dengan status pinjam pakai. Hal ini dilakukan karena jembatan tersebut masih menjadi akses penting bagi aktivitas sekolah.

“Sementara ini masih kami gunakan dulu dengan status pinjam pakai,” tambahnya.

Pihak sekolah berharap, dalam waktu dekat, perusahaan dapat memberikan respons terkait permohonan yang telah diajukan. Adapun ia telah berkoordinasi dengan Disdikbud Bontang, agar dapat mendorong pembangunan jembatan dengan menggunakan CSR.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mantan Wali Kota Bontang Basri Rase Resmi Berseragam Demokrat

0
Basri Rase menerima kartu anggota Partai Demokrat pada Rakorda di Hotel Puri Senyiur, Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA — Dinamika politik di Kalimantan Timur kembali bergerak setelah Basri Rase resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Keputusan tersebut diumumkan dalam momentum Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Demokrat Kaltim di Hotel Puri Senyiur, Sabtu (11/4/2026).

Penyerahan kartu tanda anggota (KTA) dilakukan langsung di hadapan jajaran pengurus dan kader Demokrat se-Kaltim. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan politik Basri di Partai Perindo.

Dalam keterangannya, Basri menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Demokrat bukan sekadar langkah politik sesaat, melainkan hasil pertimbangan matang atas kesamaan visi dan arah perjuangan.

“Ini bukan manuver. Saya melihat ada kesamaan visi dan misi yang sejalan dengan apa yang saya yakini,” ujarnya.

Masuknya Basri dinilai menjadi tambahan kekuatan bagi Demokrat Kaltim. Rekam jejaknya di pemerintahan cukup panjang, mulai dari Wakil Wali Kota hingga Wali Kota Bontang, menjadikannya figur berpengalaman di birokrasi dan politik lokal.

Selain itu, perjalanan politiknya yang pernah berkiprah di beberapa partai juga dianggap memperkaya dinamika internal Demokrat, sekaligus memperluas jaringan dukungan di daerah, khususnya wilayah pesisir seperti Bontang dan sekitarnya.

Pengurus Demokrat Kaltim menyambut kehadiran Basri sebagai energi baru dalam memperkuat konsolidasi partai menghadapi agenda politik ke depan.

Rakorda Demokrat sendiri menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah organisasi di tingkat daerah. Momentum Halal Bihalal yang digelar bersamaan juga dimanfaatkan untuk mempererat soliditas kader.

Dengan bergabungnya Basri Rase, Demokrat Kaltim kini memiliki tambahan figur yang tidak hanya kuat secara pengalaman pemerintahan, tetapi juga memiliki basis dukungan yang cukup luas di masyarakat. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Produksi Air Terancam Turun, PTMB Siapkan Strategi Antisipasi

0
Kondisi Sungai Wain saat ini. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Direktur PTMB Balikpapan, Yudhi Sabaruddin, menyebut pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Sungai Wain serta tiga bendali (bendungan pengendali) sebagai sumber utama cadangan air.

“Pemanfaatan Bendungan Sungai Wain dan bendali akan dimaksimalkan untuk menjaga suplai air selama El Nino,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul potensi penurunan produksi air bersih yang cukup signifikan. Berdasarkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, produksi air di Balikpapan diperkirakan bisa turun hingga 75 persen jika El Nino mencapai puncaknya.

Meski demikian, kondisi di Kalimantan Timur dinilai masih lebih terkendali dibandingkan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Jika daerah lain mulai terdampak sejak April, Balikpapan diperkirakan memasuki fase kritis pada Juni 2026.

Selain mengandalkan sumber air yang ada, PTMB juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan izin pemanfaatan Bendungan Sungai Wain yang berada di kawasan hutan lindung.

Di sisi lain, tiga bendali akan dioperasikan secara maksimal guna menjaga stabilitas debit air baku. PTMB juga telah menyiapkan skenario darurat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki jika terjadi gangguan pasokan.

“Dengan asumsi penurunan produksi hingga 75 persen, cadangan air di waduk diperkirakan masih cukup hingga akhir 2026, selama El Nino tidak berlanjut ke awal 2027,” tambahnya.

Fenomena El Nino diprediksi berlangsung dari April hingga Oktober 2026 dan berpotensi menurunkan curah hujan hingga 45 persen di wilayah Kalimantan Timur. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan menjadi faktor penting agar krisis air bersih tidak terjadi di Kota Balikpapan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Penemuan Mengerikan di Samarinda, Jari Manusia Disimpan dalam Toples

0
Pamapta I melihat sebuah toples di kebun warga. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Warga Jalan Rimbauan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, dibuat geger dengan penemuan sebuah toples berisi tiga potongan jari manusia di lahan kebun sayur, Sabtu pagi (11/4/2026).

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ansarif, seorang petani setempat, sekitar pukul 09.30 WITA saat tengah membersihkan lahan miliknya.

Ansarif mengaku awalnya tidak menaruh curiga. Ia hanya melihat bungkusan kain di area kebun. Namun setelah tersenggol parang saat menebas rumput, kain tersebut robek dan memperlihatkan isi di dalam toples.

Pamapta I membawa barang bukti toples ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Hospital. (Dimas/Media Kaltim)

“Awalnya terbungkus kain. Waktu kena parang, kainnya robek. Pas saya lihat, saya kaget, ini tangan atau apa,” ujarnya.

Merasa takut, ia tidak berani membuka lebih jauh dan langsung memanggil Ketua RT serta warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas dari Polresta Samarinda yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pengecekan, dipastikan bahwa isi toples tersebut merupakan potongan jari manusia.

Pamapta I Polresta Samarinda, Mat Bahri, membenarkan temuan tersebut. Ia menyebut ada tiga jenis jari yang ditemukan.

“Potongan tersebut terdiri dari jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk,” jelasnya.

Secara fisik, kondisi potongan jari masih relatif utuh, namun diduga telah berada di dalam toples dalam waktu cukup lama.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah temuan ini berkaitan dengan tindak pidana, termasuk dugaan pembunuhan. Proses penyelidikan masih terus dilakukan.

Barang bukti berupa toples berisi potongan jari tersebut telah diamankan dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan forensik oleh tim Inafis.

“Untuk sementara kami masih mendalami. Identitas pemilik jari dan motifnya akan diketahui setelah pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian guna mengungkap asal-usul potongan jari tersebut serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan peristiwa lain. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S