Beranda blog Halaman 151

Dekan FST UMKT Ingatkan Lulusan Jaga Integritas

0
Suasana Penutupan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Yudisium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur di Samarinda, Sabtu (11/4).

SAMARINDA — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menggelar prosesi yudisium pada Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 153 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan siap memasuki dunia profesional.

Jumlah tersebut terdiri dari 83 lulusan Program Studi Teknik Informatika, 36 Teknik Sipil, 23 Teknik Mesin, serta 11 lulusan dari Program Studi Teknik Geologi yang menjadi angkatan kedua sejak program tersebut dibuka di UMKT.

Momentum yudisium ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan akademik, tetapi juga awal tanggung jawab moral bagi para lulusan untuk mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat.

Dekan FST UMKT, Rusandi Noor, menegaskan bahwa para lulusan memiliki tanggung jawab menjaga nama baik institusi, khususnya sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah.

“Karena kalian lulus dari amal usaha Muhammadiyah, maka kalian wajib membawa nama baik Muhammadiyah, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat luas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana tidak lepas dari peran dosen dan lingkungan akademik yang telah membimbing selama masa studi.

“Harap dijaga integritas dan nama baik ini. Jangan pernah lupa dengan dosen-dosen yang telah membimbing kalian hingga sampai ke tahap ini,” pesannya.

Selain aspek akademik, Rusandi menekankan pentingnya menjaga etika, integritas, serta karakter sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial.

Menurutnya, lulusan UMKT harus mampu menjadi representasi nilai-nilai Muhammadiyah, tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku.

Sebagai penutup, ia menyampaikan doa dan harapan agar seluruh lulusan mampu meraih kesuksesan di masa depan.

“Saya berdoa semoga kalian semua sukses menapaki jalan ke depan,” pungkasnya.

Dengan pelepasan 153 lulusan ini, FST UMKT kembali menegaskan perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (MK)

Penulis: Refi
Editor: Agus S

Konsisten Menabung, Single Mom Ini Menang Undian Emas

0
Penyerahan hadiah emas dilakukan di Caffe The Gade, Jalan Basuki Rahmat, pada Sabtu (11/4). Hadiah diserahkan langsung oleh Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Samarinda, Andika Dwi Prasetyo, didampingi Pemimpin Cabang Pegadaian Samarinda Jalan Basuki Rachmat, Fariz Fauzan. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA — Konsistensi menabung, meski dimulai dari nominal kecil, kembali membuahkan hasil nyata. Dewi Ernawati, seorang ibu rumah tangga di Samarinda, berhasil meraih hadiah emas seberat 124 gram melalui program Badai Emas PT Pegadaian.

Penyerahan hadiah dilakukan di Caffe The Gade, Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (11/4), dan diserahkan langsung oleh Andika Dwi Prasetyo, didampingi Fariz Fauzan.

Dewi mengaku telah menjadi nasabah Pegadaian sejak 2015. Namun, keterlibatannya dalam program undian baru dimulai setelah menggunakan aplikasi digital Tring! yang memudahkan transaksi keuangan.

“Awalnya cuma iseng karena lebih gampang untuk transaksi, terutama pembayaran,” ungkapnya.

Melalui aplikasi tersebut, Dewi rutin menabung emas dengan nominal kecil, bahkan mulai dari sekitar Rp150 ribu per bulan melalui fitur cicilan emas.

“Saya mulai dari kecil, yang penting rutin. Lama-lama jadi banyak,” ujarnya.

Ia juga sempat tidak menyangka ketika dinyatakan sebagai pemenang. Bahkan, awalnya ia mengira pemberitahuan yang diterimanya merupakan penipuan.

“Saya sempat ragu, takut penipuan. Tapi setelah dikonfirmasi Pegadaian, ternyata benar,” katanya.

Sebagai ibu tunggal dengan empat anak, Dewi mengaku menabung emas menjadi salah satu cara untuk menjaga masa depan keluarganya. Hadiah yang diperoleh pun rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak.

“Rencananya untuk pendidikan anak-anak, atau mungkin diputar lagi ke emas,” jelasnya.

Sementara itu, Andika Dwi Prasetyo menyampaikan bahwa Dewi merupakan satu dari 12 nasabah beruntung di seluruh Indonesia yang berhasil meraih hadiah emas batangan Galeri 24.

“Nilainya sangat luar biasa, bahkan setara satu unit mobil. Harapannya bisa menjadi investasi masa depan,” ujarnya.

Program Badai Emas sendiri dirancang untuk mendorong masyarakat lebih aktif berinvestasi, khususnya melalui emas sebagai instrumen yang relatif stabil dan mudah diakses secara digital.

Kisah Dewi menjadi bukti bahwa kebiasaan menabung, meski dimulai dari angka kecil, dapat memberikan hasil signifikan jika dilakukan secara konsisten. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Meski Tanpa Kepala Daerah, Demokrat Diminta Tetap Bantu Masyarakat

0
(Kiri) Basri Rase, Anggota baru Partai Demokrat, (Tengah) Irwan Fecho, (Kanan) Bambang Soepriyadi. (K. Irul Umam/mediakaltim)

SAMARINDA — Partai Demokrat Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk tetap hadir membantu masyarakat, meski tidak memegang kendali pemerintahan di tingkat daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Bendahara Umum Partai Demokrat, Irwan Fecho, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dirangkai dengan halal bihalal di Samarinda, Sabtu (11/4/2026).

Ia meminta seluruh kader, mulai dari anggota DPRD, ketua DPC hingga jajaran pengurus DPD, untuk tetap solid dan aktif membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

“Bagi kami, penting seluruh kader terus bersama membantu masyarakat Kaltim yang sedang susah saat ini,” ujarnya.

Irwan menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat, terutama di tengah kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran.

Menurutnya, koordinasi yang baik dapat membuka peluang optimalisasi pembangunan di berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pengembangan wilayah, ekonomi kreatif, hingga tata ruang dan pertanahan.

“Kalau koordinasi berjalan baik, kita bisa optimalkan pembangunan di berbagai sektor untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan posisi politik bukan menjadi penghalang bagi Demokrat untuk tetap berkontribusi nyata.

“Walaupun Demokrat tidak memiliki kepala daerah di tingkat provinsi, di ruang-ruang lain kami tetap bisa membantu masyarakat,” katanya.

Irwan mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama perjuangan politik.

“Yang penting kita terus dekat dan hadir membantu masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPD Demokrat Kaltim, Bambang Soepriyadi, menyebut Rakorda dan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai.

“Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga bagian dari penguatan organisasi dan pendidikan politik bagi kader,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antar kader sekaligus menyatukan langkah menjelang agenda strategis partai, seperti musyawarah daerah (musda) dan musyawarah cabang (muscab).

Selain itu, Demokrat Kaltim juga menegaskan arah perjuangan politiknya, termasuk komitmen mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bagian dari konsolidasi untuk mendukung dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo,” tutupnya. (MK)

Penulis: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Munas IPSI, Prabowo Sebut Silat Bentuk Karakter Bangsa

0
Prabowo Subianto berpidato di Munas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta International Convention Center, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang sarat nilai budaya dan karakter.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa pencak silat mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan kepribadian bangsa, termasuk ajaran kesatria yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

“Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seorang pendekar tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental, moral, dan spiritual. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi bangsa.

“Ajaran guru-guru kita semakin berisi, semakin menunduk. Kerendahan hati, hormat, sopan santun, itu budaya kita. Pendekar selalu membela yang lemah dan menegakkan keadilan,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kebanggaan terhadap budaya nasional di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menilai identitas bangsa harus terus dijaga melalui simbol dan praktik budaya sehari-hari.

“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya dan leluhurnya,” katanya.

Menurutnya, peran Ikatan Pencak Silat Indonesia sangat strategis dalam menjaga kelestarian pencak silat sekaligus memperkuat karakter bangsa di masa depan.

Ia pun mengajak seluruh insan pencak silat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur tersebut, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia di tengah perubahan zaman.

Dengan demikian, pencak silat tidak hanya akan bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun identitas dan karakter bangsa Indonesia. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Ketua Umum IPSI Dilepas, Prabowo Prioritaskan Jabatan Presiden

0
Prabowo Subianto berpidato di Munas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta International Convention Center, Jakarta. (YT Setpres RI)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan tidak akan melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia untuk periode berikutnya.

Keputusan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/4/2026). Ia menegaskan perlu memprioritaskan tanggung jawab sebagai kepala negara yang menyita waktu dan perhatian.

“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” ujarnya.

Prabowo mengakui, dalam beberapa tahun terakhir dirinya tidak lagi aktif menjalankan peran organisasi secara maksimal.

“Saya pun minta maaf, bisa dikatakan sudah hampir tiga tahun saya tidak terlalu aktif di depan,” katanya.

Meski mundur dari jabatan Ketua Umum, ia memastikan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pencak silat nasional tetap terjaga.

“Apalagi sekarang Presiden, saya kira pembinaan PB IPSI akan lebih dahsyat lagi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung perjalanan panjangnya di dunia pencak silat. Ia mengaku telah mengabdi selama lebih dari tiga dekade, baik sebagai Wakil Ketua Umum maupun Ketua Umum IPSI.

“Kalau dihitung hari ini, bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun. Sebagai Wakil Ketua Umum empat periode, kemudian Ketua Umum lima periode,” ungkapnya.

Keputusan ini menandai berakhirnya kepemimpinan panjang Prabowo di IPSI, sekaligus membuka ruang bagi regenerasi kepemimpinan dalam organisasi pencak silat nasional.

Dengan langkah tersebut, fokus Prabowo kini sepenuhnya diarahkan pada tugas kenegaraan, sembari tetap menjadi bagian dari pengembangan pencak silat Indonesia di masa depan. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Otorita IKN Turun Tangan, Lapo Tuak di Patok 52 Ditertibkan

0
Kedeputian PP turun langsung ke lokasi lapo tuak yang bercokol di RT 22 Suka Raja bersama personel kepolisian. Persuasif namun tegas, Otorita minta pemilik segera bersihkan lokasi. (PP for MKN)

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga ketertiban di kawasan penyangga Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kedeputian Pengendalian Pembangunan (PP) turun langsung menertibkan warung lapo tuak ilegal di RT 22 Dusun Semoga Jaya (Patok 52), Desa Suka Raja, Sabtu (11/4/2026).

Keberadaan lapo tuak tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena dinilai meresahkan. Aktivitas di lokasi disebut kerap berlangsung hingga malam hari, disertai suara musik keras serta dugaan peredaran minuman keras.

Deputi PP Thomas Umbu Pati saat penertiban lapo tuak ilegal dan besi tua pada Februari 2026 lalu. (Dok.Media Kaltim)

“Meresahkan sekali. Suara musik terdengar sampai malam. Ada minuman keras juga,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah ketua RT di sekitar lokasi. Mereka bahkan mensinyalir adanya aktivitas lain di luar sekadar tempat hiburan, yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Merespons laporan tersebut, tim Otorita bergerak cepat dengan pendekatan persuasif namun tegas. Pemilik atau pengelola lapo diminta segera membongkar sendiri bangunan usaha tersebut.

Deputi Pengendalian Pembangunan OIKN, Thomas Umbu Pati, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap aktivitas yang melanggar ketertiban di kawasan IKN.

“Benar, tim kami tadi turun ke lokasi. Kita tidak main-main. Hal-hal yang tidak tertib harus segera ditertibkan,” tegasnya.

Ia juga memberikan ultimatum keras kepada pengelola.

“Segera dibongkar sendiri. Kalau tidak, kami yang akan turun melakukan pembongkaran paksa,” lanjutnya.

Sebelumnya, Otorita IKN telah melakukan operasi serupa pada 15 Januari 2026 dengan menyasar 39 lokasi jual beli besi tua dan 18 lapo tuak ilegal di wilayah Sepaku.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan IKN yang tertib, aman, dan sesuai dengan peruntukan sebagai pusat pemerintahan masa depan.

Otorita menegaskan akan terus menindak setiap aktivitas ilegal yang meresahkan masyarakat, terutama yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di kawasan strategis tersebut. (MK)

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pencak Silat Menuju Olimpiade, Prabowo Tekankan Kualitas

0
Prabowo Subianto berjabat tangan dengan para pimpinan perguruan pencak silat saat menghadiri Munas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta International Convention Center, Jakarta. (BPMI Setpres)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan keyakinannya bahwa pencak silat memiliki peluang besar untuk menjadi cabang olahraga Olimpiade, asalkan kualitas dan kemurnian ajarannya tetap terjaga.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia yang digelar di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/4/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang telah membawa nama Indonesia ke panggung internasional melalui berbagai prestasi.

“Hari ini adalah bagi saya hari penuh kebanggaan dan kebahagiaan, juga penuh kehormatan,” ujarnya.

Ia menilai pencak silat telah berperan sebagai duta bangsa dengan torehan medali di berbagai ajang dunia, sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata internasional.

“Kita telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kita cukup membanggakan di beberapa tempat. Kita menyumbang banyak sekali emas, perak, dan perunggu,” katanya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa perjalanan menuju Olimpiade tidaklah mudah dan membutuhkan konsistensi serta kerja keras seluruh pihak.

“Perjalanan masih jauh, kita berharap pencak silat akan masuk Olimpiade. Kita yakin akan masuk, tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi. Obsesi kita harus menjaga mutu kemurnian daripada pencak silat itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan utama pencak silat justru terletak pada nilai-nilai dan ajaran yang diwariskan secara turun-temurun. Keaslian tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia untuk mempelajarinya.

“Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar,” tambahnya.

Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pencak silat, baik dalam kapasitas sebagai pejabat negara maupun secara pribadi.

“Saya siap terus mendukung. Dengan jabatan ataupun tidak, seorang pendekar adalah sampai nafas terakhir tetap pendekar,” tandasnya.

Dengan menjaga kualitas dan nilai-nilai asli, pencak silat diyakini tidak hanya akan terus berkembang, tetapi juga semakin diakui sebagai bagian penting dari olahraga dunia. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Lukman: Kebijakan Gubernur Tak Berpihak ke Rakyat Kecil

0
Koordinator Aliansi Mitra Kaltim Bersatu, Lukman. (Abi/Media Kaltim)

SAMARINDA — Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur terus menggalang kekuatan menjelang aksi besar yang direncanakan pada 21 April 2026. Kali ini, dukungan datang dari Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB) yang mewakili para pengemudi ojek online (ojol) di Kaltim.

Koordinator AMKB, Lukman, menegaskan bahwa pihaknya siap menurunkan massa dalam aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Gubernur Kaltim yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

“Tentunya gubernur harus bekerja atas nama masyarakat, bukan atas nama keluarga. Kebijakan yang diambil harus melalui mekanisme yang benar,” tegas Lukman dalam konferensi pers di Posko Aliansi, Jalan S. Parman, Samarinda, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, isu nepotisme yang mencuat menjadi perhatian serius, karena berpotensi memicu persoalan yang lebih besar seperti korupsi dan ketimpangan ekonomi.

Ia menilai dampak kebijakan pemerintah daerah turut dirasakan langsung oleh para pengemudi ojek online, terutama dalam menurunnya daya beli masyarakat yang berimbas pada berkurangnya jumlah pesanan.

“Ekonomi daerah terganggu, daya beli masyarakat menurun. Kami sebagai ojol yang bergantung pada aktivitas harian tentu sangat merasakan dampaknya,” ujarnya.

Lukman juga menyoroti ketidakpastian sejumlah program pemerintah yang menyentuh masyarakat, termasuk jaminan sosial dan bantuan pendidikan.

“Sebagian dari kami punya keluarga, anak, dan harapan terhadap kebijakan pemerintah. Tapi kalau tata kelola tidak sehat, tentu berdampak ke semua,” tambahnya.

Ia menyebut, aksi 21 April nanti berpotensi mengganggu layanan transportasi online di Samarinda. Meski keputusan mematikan aplikasi diserahkan kepada masing-masing pengemudi, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dipastikan akan mempengaruhi aktivitas harian.

“Dengan bergabungnya mahasiswa, buruh, dan masyarakat, tentu aktivitas ojol juga akan terdampak,” katanya.

Aksi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu gelombang demonstrasi terbesar di Kaltim dalam beberapa waktu terakhir, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang menyuarakan tuntutan serupa. (MK)

Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S

Generasi Muda Antusias Belajar Tenun Ulap Doyo

0
Saat peserta belajar mengikuti workshop menenun ulap doyo dan sulam tumpar di Aula SDN 008 Samarinda Utara, Sabtu (11/4/2026). (Rachmawati/Media Kaltim)

SAMARINDA – Upaya pelestarian budaya lokal di Kalimantan Timur terus menunjukkan geliat positif. Workshop Menenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar yang digelar di Aula SDN 008 Samarinda Utara, Sabtu (11/4/2026), menjadi bukti nyata bahwa tradisi tidak hanya dijaga, tetapi juga diarahkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif.

Kegiatan ini melibatkan peserta lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tingginya antusiasme generasi muda menjadi sinyal bahwa warisan budaya masih memiliki daya tarik di tengah perkembangan zaman.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kaltim-Kaltara, Lestari, menegaskan bahwa Ulap Doyo merupakan identitas budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan wajib dijaga bersama.

“Ulap Doyo adalah warisan budaya Indonesia asal Kalimantan Timur yang harus dijaga bersama oleh pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda, Barlin Hady Kesuma, menilai workshop ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya. Ia mendorong agar Ulap Doyo dapat dimasukkan dalam muatan lokal di sekolah.

“Dengan begitu, siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu berinovasi dan mengembangkan produk budaya daerah,” katanya.

Menurutnya, potensi Ulap Doyo sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti busana, karpet, hingga dekorasi interior. Ia juga mencontohkan Sarung Samarinda yang telah berhasil menembus pasar internasional.

Di sisi lain, narasumber Imam Rojiki menyoroti pentingnya penguatan ekosistem produksi, terutama dari sisi ketersediaan bahan baku.

“Pengembangan Ulap Doyo harus didukung dengan budidaya tanaman doyo sebagai bahan utama agar produksi tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi upaya Desa Lempake yang konsisten mengembangkan rumah tenun dan wisata budaya berbasis Ulap Doyo.

Dengan dukungan berkelanjutan, Ulap Doyo tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Kades Suka Raja Bantah Izin Pasar Tumpah, Otorita Minta Ditutup

0
Lokasi pasar tumpah (Pasar Rabu) di Patok 52 Suka Raja. Kades belum pernah keluarkan izin, Otorita minta dihentikan dan ditutup. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan tidak ada aktivitas pasar di luar Pasar Segar Sepaku (PSS), khususnya di wilayah Desa Suka Raja. Penegasan ini diperkuat melalui surat edaran Otorita IKN tertanggal 10 April 2026.

Dalam edaran tersebut, Otorita meminta agar aktivitas Pasar Tumpah (Pasar Rabu) yang berlokasi di RT 21 Dusun Semoga Jaya, Patok 52, dihentikan dan ditutup. Kebijakan ini diambil karena Pasar Segar Sepaku telah resmi beroperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Suka Raja, Sugiyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin terhadap aktivitas pasar tumpah di lokasi tersebut. Ia menyebut pemerintah desa telah lebih dulu mengarahkan pedagang untuk pindah ke Pasar Rakyat di Desa Tengin Baru.

“Kami belum pernah memberikan izin. Kami juga masih menunggu konsultasi dengan Otorita,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan Pasar Segar Sepaku bertujuan untuk memperbaiki perekonomian masyarakat sekaligus mengubah pola pikir pedagang agar lebih tertata.

Sugiyanto juga mengakui bahwa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sempat mengajukan proposal pengelolaan pasar tumpah. Namun, permohonan tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

“Bumdes sempat mengajukan, tapi kami tetap tidak mengizinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sepaku, Abimanyu Arliandito, meminta pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) segera mengambil langkah konkret dengan menggelar musyawarah bersama masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, mengingat wilayah Sepaku telah masuk dalam kawasan delineasi IKN yang seluruh perizinannya berada di bawah kewenangan Otorita.

“Kalau memang belum ada izin, jangan sampai aktivitas berjalan di luar kendali. Kita tetap mengakomodasi aspirasi, tapi harus sesuai aturan,” tegasnya.

Diketahui, pasar tumpah di Patok 52 baru beroperasi pada Rabu (8/4/2026) dengan jumlah pedagang hampir mencapai 100 lapak dan mendapat respons cukup ramai dari masyarakat.

Namun, dengan adanya instruksi resmi dari Otorita IKN, pemerintah desa berharap para pedagang dapat memahami kebijakan tersebut dan segera menyesuaikan dengan lokasi yang telah disiapkan.

Langkah penertiban ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola perdagangan yang lebih tertib, sekaligus mendukung optimalisasi Pasar Segar Sepaku sebagai pusat ekonomi baru di kawasan IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S