Beranda blog Halaman 157

Kasus Viral di Jalan Pipa Bukan Begal Tapi Penganiayaan, Ini Motif Pelaku

0
Kasus Dugaan Begal di Teluk Pandan Berakhir Damai. (Ist)

SANGATTA – Kabar dugaan pembegalan terhadap seorang guru di Kutai Timur sempat menghebohkan masyarakat. Informasi yang telanjur viral di media sosial itu memicu kekhawatiran publik. Namun, fakta yang terungkap justru berkata lain.

Peristiwa yang terjadi pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 WITA di Jalan Pipa Bukit Kusnodo, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, ternyata bukan aksi begal. Insiden tersebut dipicu kesalahpahaman antar pihak.

Korban berinisial CT mengalami sejumlah luka, di antaranya robekan di alis kiri, lebam di mata kiri, luka di bibir bawah, serta cedera di pelipis dan lutut. Kondisi itu sempat memperkuat dugaan publik bahwa telah terjadi tindak kriminal serius.

Namun, penyelidikan aparat kepolisian mengungkap fakta berbeda.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menjelaskan bahwa pada awalnya korban mengaku diserang oleh orang tak dikenal. Ia bahkan menyebut para pelaku menggunakan penutup wajah.

Seiring pendalaman kasus, keterangan tersebut berubah.

“Setelah kami dalami, korban mengakui mengenal para pelaku,” jelas Fauzan kepada media ini.

Dari pengakuan itu, penyelidikan berkembang. Polisi menelusuri jejak komunikasi hingga akhirnya berhasil mengamankan tiga pelaku di lokasi berbeda. Mereka adalah AA (20), warga Bontang, serta dua remaja, AK (17) dan MA (16), yang berasal dari Teluk Pandan, Kutai Timur.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap motif di balik kejadian tersebut. Aksi pengeroyokan dipicu emosi karena para pelaku merasa tersinggung oleh perlakuan korban.

“Jadi bukan begal, tapi penganiayaan. Mereka mengeroyok korban,” tegas Fauzan.

Meski demikian, kasus ini tidak berlanjut ke meja hijau. Polsek Teluk Pandan memilih pendekatan restorative justice dengan mempertemukan korban dan para pelaku dalam proses mediasi.

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat berdamai. Para pelaku mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf, yang kemudian diterima oleh korban. Penyelesaian secara kekeluargaan dipilih dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan serta masa depan para pelaku yang masih muda.

Dalam kesepakatan tersebut, pelaku bertanggung jawab memperbaiki handphone korban yang rusak dan menanggung seluruh biaya pengobatan, baik yang telah dikeluarkan maupun perawatan lanjutan. Kedua pihak juga sepakat untuk tidak mengungkit kembali kejadian tersebut serta menjaga hubungan baik ke depan.

Tak hanya itu, korban bersedia memberikan klarifikasi kepada publik bahwa peristiwa yang sempat viral sebagai aksi pembegalan merupakan kesalahpahaman.

Kapolres Fauzan menegaskan, pendekatan humanis menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengedepankan penyelesaian yang humanis melalui mediasi, selama semua pihak sepakat dan tidak menimbulkan keresahan lanjutan. Ini bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Percayakan setiap penanganan kasus kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secara profesional,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Sembilan Dapur MBG di Bontang Ditutup Sementara, 13 Ribu Pelajar Terdampak

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Sebanyak sembilan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang dikenai sanksi penghentian sementara. Akibatnya, ada sekitar 13 ribu pelajar untuk sementara waktu, tidak mendapatkan layanan program tersebut.

Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan bahwa langkah tegas ini diambil berdasarkan hasil inspeksi yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dimana telah ditemukannya sejumlah dapur yang belum memenuhi standar teknis, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Padahal, aspek tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam operasional dapur MBG.

“Semua penyedia layanan harus memenuhi standar teknis yang ada, termasuk dalam pengelolaan limbah. Karena itu sangat penting,” ucapnya, Rabu (8/4/2026).

Sanksi penghentian sementara ini diberlakukan selama 14 hari. Selama masa itu, untuk pengelola dapur diwajibkan melakukan pembenahan, termasuk penggunaan biofiller sesuai standar yang telah ditetapkan.

Penghentian ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap program MBG harus diperketat. Setiap pelaksana diminta lebih serius memperhatikan aspek kesehatannya dan lingkungan, agar layanan yang diberikan tetap aman bagi penerima manfaat.

“Jadi untuk dapur yang belum memenuhi standar, kami tidak akan diizinkan untuk beroperasi,” paparnya.

Sebab menjaga kualitas program MBG merupakan hal yang sangat krusial, mengingat program ini menjadi salah satu prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden, Prabowo Subianto.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bupati Kutim Kukuhkan APPISTA, Pasar Induk Diharap Jadi Motor Ekonomi Rakyat

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengukuhkan pengurus APPISTA di Pasar Induk Sangatta. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi mengukuhkan APPISTA (Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta), sebagai wadah pedagang dalam memperkuat peran pasar sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pembentukan asosiasi ini bukan sekadar formalitas. Ke depan, APPISTA diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis kerakyatan, khususnya di lingkungan Pasar Induk Sangatta.

“Pengurusnya berasal dari pedagang lapak sendiri. Ini yang kita harapkan, mereka bisa menjadi barometer peningkatan ekonomi kerakyatan,” ujar Ardiansyah usai mengukuhkan pengurus APPISTA, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, keberadaan organisasi pedagang penting untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan pelaku usaha di pasar.

Di balik pengukuhan tersebut, persoalan sarana dan prasarana (sarpras) pasar masih menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengeluhkan fasilitas yang belum optimal.

Menanggapi hal itu, Bupati mengaku telah meminta dinas terkait segera melakukan pendataan ulang terhadap kondisi di lapangan.

“Kita sudah minta untuk diinventarisasi kembali. Kalau masih ada yang kurang, tentu akan kita benahi,” tegasnya.

Sementara itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Induk juga disinggung. Bupati memastikan seluruh pemasukan tersebut masuk ke kas daerah.

“PAD itu masuk ke APBD dan digunakan untuk pembangunan. Bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Dengan terbentuknya APPISTA, ia berharap pengelolaan pasar menjadi lebih tertata dan profesional. Selain itu, pedagang diharapkan lebih aktif dalam menyampaikan aspirasi dan ikut menjaga ketertiban pasar.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Terkendala IPAL, BGN Hentikan Sementara 9 Dapur Program MBG di Bontang

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb9apr2026/mobile/

Pemaparan Hasil Survei Perilaku Remaja Sepanjang 2025, Neni Soroti Kesehatan Mental

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat kegiatan pemaparan mental remaja, di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Dok Humas Pemkot Bontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri kegiatan pemaparan Hasil Survei Perilaku Remaja Kota Bontang sepanjang 2025, yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (8/4/2026).

Saat kegiatan berlangsung, Neni menegaskan bahwa hasil survei ini menjadi dasar penting, untuk memahami kondisi nyata yang dihadapi remaja di Bontang. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi besar yang perlu dijaga dan dikembangkan secara optimal.

“Potensi anak itu ibarat sebutir biji. Jika dirawat dan dipelihara dengan baik, maka akan tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk di masa depannya,” ucapnya.

Hasil survei menunjukkan adanya sejumlah persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Ditemukan bahwa sebagian remaja di Bontang, mengalami kecemasan dan ketakutan berlebih. Selain itu, berbagai perilaku berisiko juga mulai muncul di kalangan remaja.

“Persoalan kesehatan mental menjadi isu utama yang harus segera ditangani, seperti kondisi keluarga yang kurang harmonis, minimnya komunikasi berkualitas antara orang tua dan anak, serta pengaruh media sosial menjadi faktor yang turut mempengaruhi kondisi itu,” jelasnya.

Selain dari lingkungan keluarga, peran sekolah juga dinilai sangat penting sebagai garda terdepan, dalam mendeteksi dan menangani permasalahan remaja.

Sehingga para guru sangat diharapkan, untuk bisa lebih peka terhadap perubahan perilaku siswa dan mampu memberikan pendampingan yang tepat.

“Pastinya kami akan terus berupaya mendorong penguatan edukasi bagi pelajar, termasuk pendidikan kesehatan reproduksi, serta peningkatan pengawasan terhadap penggunaan media sosial di kalangan remaja,” paparnya.

Adanya hasil survei tersebut, Neni mengajak seluruh pihak mulai dari orang tua, tenaga pendidik, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi tumbuh kembang anak di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Diduga Ngantuk, Mobil Kijang Seruduk Barbershop di Jalan Simon Tampubolon Hop 4

0
Kondisi mobil yang mengalami hilang kendali. (Ist).

BONTANG – Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Simon Tampubolon, kawasan HOP 4, Kamis (9/4/2026), sekitar pukul 14.10 WITA. Mobil jenis kijang melaju dari arah jembatan, hendak menuju ke arah Yabis, tiba-tiba saja keluar jalur dan menabrak sebuah barbershop di pinggir jalan.

Wasil Fadhilah, pemilik Barbershop Confidante mengungkapkan dari pemantauannya lewat CCTV, awalnya kendaraan melaju dengan kecepatan normal. Namun, tak berselang lama pengemudi tidak terdapat upaya pengereman sebelum kendaraan menghantam bangunan.

Kejadian tersebut diduga sang supir mengalami kelelahan atau microsleep saat sedang melintas, sehingga pandangannya menjadi gelap dan tidak terkontrol.

“Dari pengakuan sopir, pandangannya tiba-tiba gelap. Kemungkinan karena kelelahan atau mengantuk jadinya hilang konsentrasi,” ucapnya.

Pengemudi yang diperkirakan berusia sekitar 24 tahun itu selamat dari kejadian tersebut, akan tetapi dirinya sempat mengalami syok, namun masih dalam kondisi sadar dan mampu berdiri.

“Untuk luka-lukanya pengemudi mungkin ada seperti luka dalam, tapi tadi pas di lokasi kejadian sopirnya masih mampu berdiri. Ada dua orang di dalam mobil tersebut,” tambahnya.

Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan fasilitas Barbershop milik Wasil yang terbilang cukup parah. Beberapa bagian yang terdampak antara lainnya seperti kanopi, tiang barber pole, neon box, serta instalasi kelistrikan di area teras.

“Katanya, Insyaallah sang sopir bakal bertanggung jawab seutuhnya untuk kerugian yang saya alami,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dewan Sentil Mandeknya Program Asuransi Gagal Panen

0
Ilustrasi DPRD Menyoroti Program unggulan yang ditunggu petani Kutai Timur justru mandek di 2025. (AI)

SANGATTA – Di Kutai Timur (Kutim), program asuransi gagal panen yang digadang-gadang jadi pelindung petani justru mandek di 2025. Padahal, program ini masuk dalam daftar prioritas kepala daerah.

Fakta ini langsung disorot DPRD Kutim. Anggota DPRD, Asti Mazar, menilai ada yang tidak beres dalam perencanaan hingga penganggaran.

“Ini program unggulan bupati dan wakil bupati. Harusnya jadi prioritas. Tapi di 2025 malah tidak jalan,” tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Dengan APBD Kutim yang mencapai Rp9,8 triliun, Asti menilai alasan tidak adanya anggaran sulit diterima. Apalagi, kebutuhan perlindungan bagi petani sangat nyata.

“Kenapa bisa tidak ada anggaran? Petani kita banyak, yang gagal panen pasti ada. Program ini jelas ditunggu masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, alasan yang disampaikan pemerintah daerah mulai dari belum siapnya skema hingga kerja sama dengan pihak asuransi tidak bisa terus dijadikan pembenaran.

Masalah ini pun masuk dalam catatan evaluasi DPRD saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). DPRD ingin, di 2026, program ini benar-benar bukan sekadar janji di atas kertas.

Namun, harapan itu masih dibayangi tanda tanya. Pasalnya, alokasi anggaran 2026 untuk program ini hanya sekitar Rp500 juta.

“Angka itu masih sangat bisa ditingkatkan kalau memang ada keseriusan,” kata Asti.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran Bappeda, TAPD, hingga dinas teknis dalam menyusun perencanaan yang matang. Jangan sampai program prioritas kembali tumbang sebelum berjalan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, memastikan program tersebut belum berhenti.

“Masih on progress. Kami sudah komunikasi dengan Jasindo. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa direalisasikan,” jelasnya.

Saat ini, draf kerja sama dengan PT Jasa Asuransi Indonesia masih dalam tahap evaluasi. Jika rampung, akan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara pemerintah daerah dan pihak asuransi.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa clear, lalu dilanjutkan MoU dan program bisa segera berjalan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Kompetensi Pengamanan, PLN UIP KLT Gelar Sertifikasi Gada Utama Bareng Baharkam POLRI

0
Peserta Pelatihan dan Sertifikasi Gada Utama berfoto bersama usai pembukaan kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Korbinmas Baharkam POLRI dan PT Panglima Siaga Bangsa.

BALIKPAPAN – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) dalam menjaga aset vital negara tidak hanya berpaku pada aspek teknis, namun juga penguatan aspek keamanan yang mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman personel K3L dan Keamanan untuk mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Gada Utama yang berlangsung di Palm Royal Hotel Cengkareng, 29 Maret hingga 4 April 2026.

Kegiatan strategis ini menggandeng Korbinmas Baharkam POLRI sebagai pemateri utama dan PT Panglima Siaga Bangsa sebagai penyelenggara. Langkah ini diambil guna memastikan personel PLN UIP KLT memiliki kompetensi manajerial di bidang pengamanan yang selaras dengan regulasi terbaru.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan investasi krusial dalam memitigasi risiko di lingkungan kerja. Dengan mengantongi sertifikasi Gada Utama, personel diharapkan mampu mengorganisasi protokol keamanan secara komprehensif, mulai dari deteksi dini hingga penanganan konflik di lapangan.

“Keamanan adalah fondasi utama dalam kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Melalui pelatihan ini, kita ingin personel keamanan bukan sekadar penjaga, tapi menjadi manajer keamanan yang ahli dalam menyusun strategi dan SOP sesuai standar kepolisian,” ujar Basuki, Kamis (9/4/2026).

Senada dengan hal tersebut, Manager K3L dan Keamanan PLN UIP KLT, Fajar Putra, menekankan bahwa tantangan pengamanan di lapangan semakin kompleks. Menurutnya, sertifikasi ini menjadi standar wajib untuk meningkatkan profesionalisme personel dalam mengawal proyek strategis nasional.

“Pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Kami fokus pada peningkatan kompetensi dalam mengorganisasi protokol keamanan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan bimbingan langsung dari Korbinmas Baharkam POLRI, kami memastikan setiap langkah pengamanan di PLN UIP KLT selalu presisi dan terukur,” tambah Fajar.

Selama sepekan, para peserta menjalani intensif sharing session dan pembekalan materi dari para pakar Korbinmas Baharkam POLRI serta praktisi expert di bidangnya. Materi yang dipelajari mencakup manajemen risiko, penegakan hukum terbatas, hingga kepemimpinan operasional keamanan.

Dengan personel yang tersertifikasi Gada Utama, PLN UIP KLT optimis dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan aman. Hal ini menjadi kunci penting bagi PLN dalam menjalankan mandatnya menerangi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tanpa kendala gangguan keamanan yang berarti. (Bom)

Ratusan Hektare Sawah Rusak, 153 KK Terdampak Banjir di Kukar

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat menyalurkan bantuan di Desa Rapak Lambur. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Banjir yang berulang di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyebabkan gagal panen (puso) di ratusan hektare lahan sawah.

Pemerintah Kabupaten Kukar bergerak cepat merespons kondisi tersebut. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, turun langsung menyalurkan bantuan pangan dan benih kepada warga terdampak.

Berdasarkan data pemerintah, bencana ini berdampak pada 153 kepala keluarga atau 542 jiwa. Dari total 342,25 hektare lahan yang ditanami, sekitar 148 hektare mengalami puso dan kerusakan berat.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar menyalurkan bantuan beras sebanyak 9.756 kilogram atau setara 1.084 karung untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat.

“Bantuan ini tentunya untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang mendapat musibah gagal panen ini,” ujar Aulia.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan 1.250 kilogram benih padi guna mendukung pemulihan dan memastikan petani dapat kembali menanam pada musim berikutnya.

“Harapan kita bantuan ini bisa membantu masyarakat untuk kembali recovery dan melaksanakan penanaman siklus selanjutnya,” tambahnya.

Aulia menegaskan, pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan petani yang masih menjadi kendala, termasuk sarana pendukung pertanian.

Di tingkat desa, Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa wilayahnya memang rawan banjir akibat luapan Sungai Mahakam.

Ia menyebut, ketinggian air bisa mencapai 50 hingga 80 sentimeter dan mampu merendam lahan hanya dalam waktu satu malam. Bahkan, genangan dapat bertahan hingga empat bulan.

“Dalam satu malam pasti terendam, karena air pasang langsung tinggi. Bahkan bisa bertahan sampai empat bulan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat siklus tanam terganggu, bahkan menyebabkan petani mengalami gagal panen dua kali berturut-turut. Dampaknya, banyak petani kini tidak memiliki cadangan pangan maupun benih untuk musim berikutnya.

Menurut Yusuf, kebutuhan mendesak saat ini tidak hanya bantuan pangan, tetapi juga pembenahan infrastruktur seperti irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan tanggul pengendali banjir.

Ia juga menyoroti kondisi pompa air yang sudah tua dan tidak optimal karena merupakan bantuan lama sejak awal 2000-an.

Meski sejumlah upaya seperti normalisasi irigasi dan pembangunan jalan usaha tani telah dilakukan, ia menilai penanganan masih belum maksimal.

“Mungkin ke depan bisa dibantu peninggian tanggul agar bisa menghindari luapan banjir dari Sungai Mahakam,” katanya.

Di tengah tekanan gagal panen, bantuan yang disalurkan pemerintah menjadi penopang utama bagi petani untuk bertahan sekaligus memulai kembali siklus tanam.

Sekitar 80 persen warga Rapak Lambur diketahui menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, keberlanjutan program bantuan dan perbaikan infrastruktur menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi masyarakat setempat.

“Semoga bantuan ini bisa dimaksimalkan dan berkelanjutan ke depannya,” tutup Yusuf. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Ribuan Kasus Terungkap, 712 Kg Narkoba Dimusnahkan

0
Barang bukti ratusan kilogram narkotika yang berhasil diamankan oleh Polda Metro Jaya. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Kepolisian melalui Polda Metro Jaya memusnahkan barang bukti narkotika sebanyak 712,01 kilogram hasil pengungkapan kasus sepanjang Januari hingga Maret 2026. Nilai barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp280 miliar.

Pemusnahan dilakukan menggunakan insinerator bersuhu tinggi sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David, menjelaskan bahwa barang bukti tersebut berasal dari 1.833 kasus yang berhasil diungkap bersama jajaran Polres.

Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan 2.485 tersangka dengan berbagai peran, mulai dari produsen, pengedar, hingga pengguna.

“Peran masing-masing antara lain sembilan sebagai produsen, 972 sebagai pengedar, dan 1.504 sebagai pemakai atau korban yang dilakukan rehabilitasi,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).

Penanganan terhadap pengguna, termasuk anak di bawah umur, dilakukan melalui pendekatan rehabilitasi dengan mekanisme restorative justice.

Jenis narkotika yang dimusnahkan pun beragam, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, hingga zat sintetis lain seperti kokain dan cairan vape yang mengandung etomidate.

Menurut David, jika dikonversikan ke nilai pasar gelap, total barang bukti tersebut tidak hanya mencerminkan kerugian ekonomi, tetapi juga potensi dampak sosial yang berhasil dicegah.

“Nilai total sekitar Rp280 miliar dan telah menyelamatkan lebih dari 5,1 juta jiwa masyarakat,” jelasnya.

Dalam proses pemusnahan, sebagian barang bukti dihancurkan secara simbolis, di antaranya sabu, ganja, ekstasi, dan kokain dengan jumlah tertentu sesuai prosedur hukum.

Ia menegaskan, seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan diawasi oleh berbagai pihak, termasuk inspektorat, propam, serta penyidik, guna memastikan akuntabilitas.

“Semua dilakukan dengan pencatatan, penimbangan ulang, dan pengawasan ketat sebelum dimusnahkan,” tegasnya.

Polda Metro Jaya memastikan upaya pemberantasan narkoba akan terus diperkuat untuk menekan peredaran sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S