Beranda blog Halaman 160

Pupuk Indonesia Bakal Bangun Pabrik Metanol di Bontang

0
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi saat menghadiri groundbreaking pabrik soda ash PT Pupuk Kaltim. (Ist)

JAKARTA – Bontang menjadi salahsatu dari 2 kota yang akan dibangun pabrik metanol, bersama Lhokseumawe, Aceh. Pembangunan akan dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (persero).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4) menjelaskan, pembangunan pabrik ini bertujuan mencegah lonjakan impor metanol.

Saat ini impor metanol Indonesia mencapai sekitar 1,5 juta ton dan berpotensi meningkat menjadi 2,5 juta ton tanpa pembangunan fasilitas baru.

“Tanpa pembangunan (pabrik) ini kita akan meningkat impornya menjadi 2,5 (juta ton),” ujar Rahmad mengutip dari CNNIndonesia.com.

Rahmad mengatakan, kedua lokasi pembangunan dipilih karena sudah memiliki kawasan industri dan akses pelabuhan. Studi kelayakan proyek juga telah selesai dilakukan.

Untuk kebutuhan gas pabrik di Aceh, Pupuk Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Mubadala Energy.

Sementara pasokan gas untuk pabrik di Kalimantan Timur masih dalam proses pengamanan.

Selain itu, pembangunan ini dilakukan untuk mendukung implementasi biodiesel B50 yang direncanakan berlaku mulai 1 Juli 2026.

“Dua pabrik metanol supaya bisa mengkonversi dari CPO menjadi biofuel,” kata Rahmad Pribadi.

Diperkirakan, durasi pembangunan dua fasilitas tersebut menghabiskan waktu sekitar 40 bulan.

Editor: Yusva Alam

Asti Mazar Soroti Belum Meratanya Pos Damkar di Kutim

0
Anggota DPRD Kutim, Asti Mazar. (Istimewa)

SANGATTA – Layanan pemadam kebakaran di Kutai Timur (Kutim) belum sepenuhnya merata. Anggota DPRD Kutim, Asti Mazar, menyoroti masih terbatasnya keberadaan pos damkar di sejumlah kecamatan.

Dalam rapat pembahasan, Asti yang juga Wakil Ketua Pansus mengungkapkan, saat ini pos Damkar baru tersedia di 9 kecamatan. Sementara itu, 2 kecamatan lainnya masih dalam tahap proses.

“Artinya belum semua wilayah ter-cover. Ini harus jadi perhatian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Dengan kondisi geografis Kutim yang luas, keterbatasan pos Damkar dinilai berpotensi memperlambat penanganan saat terjadi kebakaran. Padahal, kecepatan respon menjadi faktor krusial dalam meminimalkan kerugian.

Namun, Asti tak hanya menyoroti soal infrastruktur. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas Damkar.

Menurutnya, pelatihan atau diklat menjadi kebutuhan mendesak. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar untuk mengasah kemampuan teknis, memperkuat mental, hingga kesiapan fisik petugas di lapangan.

“Diklat SDM sangat diperlukan agar petugas lebih siap, baik secara teknis, mental, maupun fisik dalam penanggulangan kebakaran dan penyelamatan,” tegasnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa bergerak seimbang dalam membangun fasilitas sekaligus memperkuat kapasitas personel. Sebab, tanpa SDM yang mumpuni, keberadaan pos Damkar juga tidak akan optimal.

“Harus jalan beriringan. Infrastruktur ada, SDM juga siap,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Guru SD DIbegal di Jalan Pipa, Polisi Terkendala Minim Penerangan & CCTV

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb8apr2026/mobile/

Perang Narkoba di Ibu Kota, Ribuan Kasus Dibongkar Polisi

0
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba dalam tiga bulan terakhir. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap 1.833 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita barang bukti dengan total mencapai 712,01 kilogram dari berbagai jenis narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja intensif bersama jajaran Polres di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Selama kurun waktu tiga bulan terakhir, kami mengungkap 1.833 kasus narkoba,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).

Dari jumlah tersebut, polisi mengamankan 2.485 tersangka yang terdiri dari 2.283 laki-laki dan 202 perempuan. Di antaranya terdapat 14 warga negara asing serta tujuh orang yang masih berstatus anak di bawah umur.

Para tersangka memiliki peran yang beragam, mulai dari produsen, pengedar, hingga pengguna. Rinciannya, sembilan orang berperan sebagai produsen, 972 sebagai pengedar, dan 1.504 sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika.

“Peran masing-masing berbeda, mulai dari produsen hingga pemakai,” jelasnya.

Untuk pengguna, kepolisian menerapkan pendekatan rehabilitasi melalui mekanisme restorative justice, baik secara medis maupun sosial.

Sementara itu, barang bukti yang disita mencakup berbagai jenis narkotika seperti sabu, ganja, ekstasi, obat berbahaya, hingga zat sintetis, termasuk cairan vape yang mengandung etomidate dan kokain.

Secara keseluruhan, nilai ekonomis barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp280 miliar di pasar gelap. Polisi juga menyebut pengungkapan ini telah menyelamatkan jutaan masyarakat dari potensi penyalahgunaan narkoba.

“Diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 5,1 juta jiwa dari bahaya narkoba,” ungkapnya.

Polda Metro Jaya menegaskan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkotika sebagai bentuk komitmen melindungi masyarakat dari ancaman peredaran barang terlarang yang masih tinggi. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Kaltim Maksimalkan Peluang Ekonomi Kreatif

0
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, saat menyampaikan pesan kepada generasi muda dan pekerja seni di Aula Makodam VI/Mlw.

BALIKPAPAN — Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk memanfaatkan media sosial secara bijak sekaligus memperkuat karakter di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pesan itu disampaikan Raffi saat melakukan kunjungan kerja ke Kodam VI/Mulawarman, Rabu (8/4/2026), dalam rangka memberikan motivasi kepada pemuda dan pekerja seni di daerah.

Dalam pemaparannya, Raffi menekankan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi peluang, bukan ancaman. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, dengan lebih dari 26 juta tenaga kerja yang terlibat serta sekitar 190 juta pengguna aktif media sosial.

“Biasanya seminggu sekali saya berkeliling ke berbagai kegiatan. Bahkan bisa sampai lima kali dalam seminggu, berkolaborasi dengan TNI, kepolisian, mahasiswa, dan komunitas kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, bahkan secara langsung kepada pemimpin negara. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan mental.

“Anak muda harus punya mental yang kuat. Jangan sampai media sosial membuat kita mudah tersinggung atau terbawa emosi,” tegasnya.

Raffi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan institusi negara, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menilai nilai disiplin dan nasionalisme yang dimiliki TNI dapat menjadi contoh positif bagi anak muda.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan. Namun, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter.

“Sekolah setinggi mungkin, cari ilmu sebanyak-banyaknya. Tapi jangan lupakan adab. Percuma pintar kalau tidak jujur dan tidak bisa menghargai orang lain,” pesannya.

Melalui kunjungan ini, Raffi berharap generasi muda di Kaltim mampu memanfaatkan peluang digital secara maksimal, sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Kaltim Maksimalkan Peluang Ekonomi Kreatif

0
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, saat menyampaikan pesan kepada generasi muda dan pekerja seni di Aula Makodam VI/Mlw.

BALIKPAPAN — Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk memanfaatkan media sosial secara bijak sekaligus memperkuat karakter di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pesan itu disampaikan Raffi saat melakukan kunjungan kerja ke Kodam VI/Mulawarman, Rabu (8/4/2026), dalam rangka memberikan motivasi kepada pemuda dan pekerja seni di daerah.

Dalam pemaparannya, Raffi menekankan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi peluang, bukan ancaman. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, dengan lebih dari 26 juta tenaga kerja yang terlibat serta sekitar 190 juta pengguna aktif media sosial.

“Biasanya seminggu sekali saya berkeliling ke berbagai kegiatan. Bahkan bisa sampai lima kali dalam seminggu, berkolaborasi dengan TNI, kepolisian, mahasiswa, dan komunitas kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, bahkan secara langsung kepada pemimpin negara. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan mental.

“Anak muda harus punya mental yang kuat. Jangan sampai media sosial membuat kita mudah tersinggung atau terbawa emosi,” tegasnya.

Raffi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan institusi negara, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menilai nilai disiplin dan nasionalisme yang dimiliki TNI dapat menjadi contoh positif bagi anak muda.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan. Namun, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter.

“Sekolah setinggi mungkin, cari ilmu sebanyak-banyaknya. Tapi jangan lupakan adab. Percuma pintar kalau tidak jujur dan tidak bisa menghargai orang lain,” pesannya.

Melalui kunjungan ini, Raffi berharap generasi muda di Kaltim mampu memanfaatkan peluang digital secara maksimal, sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Isu 70 Ribu Motor Listrik Dibantah, BGN Tegaskan Masih Tahap Administrasi

0
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. (Dok. BGN)

JAKARTA — Video yang memperlihatkan deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi, termasuk soal jumlah pengadaan yang disebut mencapai puluhan ribu unit.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi bahwa pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari anggaran pemerintah tahun 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kendaraan tersebut akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya untuk mendukung mobilitas program.

Namun demikian, Dadan menegaskan bahwa motor listrik tersebut hingga kini belum didistribusikan. Prosesnya masih berada pada tahap administrasi, termasuk pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap sejak akhir 2025, dimulai pada Desember.

Menanggapi isu yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan dengan tegas membantahnya. Ia memastikan angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” tegasnya.

BGN juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi data dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman, terutama terkait program pemerintah yang sedang berjalan.

Dengan klarifikasi ini, BGN berharap publik memperoleh gambaran utuh terkait pengadaan motor listrik yang ditujukan untuk mendukung program peningkatan gizi masyarakat secara nasional. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Operasi Satpol PP Samarinda Bongkar Penjualan Miras Online

0
Puluhan botol miras dijajarkan di atas meja saat konferensi pers di Kantor Satpol PP Kota Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda mengamankan sedikitnya 300 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek dalam operasi penertiban yang digelar Selasa (7/4/2026). Penindakan ini sekaligus membongkar modus baru penjualan miras secara daring dengan penyimpanan di dalam kendaraan.

Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswanti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli rutin untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan menjaga ketertiban umum.

“Kami tidak pernah berhenti melakukan pengawasan. Hari ini kami menyasar beberapa titik rawan,” ujarnya.

Operasi diawali dengan penertiban di kawasan Islamic Center, lalu dilanjutkan ke Samarinda Seberang, Teluk Bajo, hingga Palaran. Hasil signifikan diperoleh di Jalan Tengkawang, lokasi yang sebelumnya kerap luput dari pengawasan.

“Selama ini sering zonk, tapi kami yakin hanya soal waktu dan strategi. Hari ini akhirnya berhasil,” ungkapnya.

Temuan menarik terjadi di Jalan M. Said, di mana petugas mengungkap praktik penjualan miras secara online. Pelaku menyimpan barang bukti di dalam mobil yang diparkir di halaman rumah untuk menghindari kecurigaan.

“Tadi hampir saja mereka menutup gerbang. Tapi kami gunakan strategi pecah personel, jadi tim sudah lebih dulu masuk,” jelas Anis.

Selain itu, penindakan juga dilakukan di Jalan KS Tubun. Secara keseluruhan, terdapat empat lokasi yang menjadi sasaran dalam operasi tersebut.

Seluruh barang bukti kini diamankan di Kantor Satpol PP Samarinda. Para pemilik juga telah diberikan surat pemanggilan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Selanjutnya akan diproses oleh PPNS untuk pemberkasan, kemudian dilimpahkan ke kejaksaan dan pengadilan,” tegasnya.

Satpol PP memastikan akan terus meningkatkan pengawasan, terutama terhadap modus-modus baru yang digunakan pelaku dalam mengedarkan miras ilegal di Kota Samarinda. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Jalan Poros Nasional Dibiarkan Rusak, Warga Pilih Bertindak

0
Suasana perbaikan jalan secara swadaya oleh warga. (Istimewa)

TENGGARONG — Warga Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), memilih bertindak di tengah lambannya penanganan jalan rusak berstatus nasional. Melalui gotong royong, mereka melakukan perbaikan secara swadaya di sejumlah titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rijali, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari banyaknya laporan masyarakat yang masuk melalui Ketua RT hingga pemerintah desa. Keluhan itu kemudian dibahas dalam rembuk warga, khususnya di RT 12.

“Namanya ada laporan masyarakat, ya kita tanggapi. Dari RT 12 mengusulkan gotong royong, saya bilang silakan, tapi kita harus paham status jalannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa karena status jalan merupakan jalan nasional, warga tidak diperbolehkan melakukan perubahan struktur secara permanen. Karena itu, metode yang dipilih hanya sebatas perbaikan sementara berupa penambalan di permukaan.

“Awalnya ada yang mau mengupas aspal supaya lebih kuat, tapi saya bilang jangan. Kita hanya bisa menambal di atasnya,” jelasnya.

Pendanaan dilakukan secara iuran terbuka yang diumumkan melalui media sosial RT. Selain kontribusi dana, warga juga menyumbangkan material seperti semen serta tenaga kerja secara sukarela.

“Dana yang terkumpul di luar material sekitar Rp3,7 juta. Untuk konsumsi dibantu ibu-ibu PKK,” tambahnya.

Perbaikan dilakukan selama tiga hari dengan memanfaatkan waktu akhir pekan. Hingga kini, pengerjaan di wilayah Saratika telah selesai dilakukan.

Namun, Rijali mengingatkan bahwa persoalan utama bukan hanya lubang di jalan. Struktur badan jalan yang menurun, ditambah buruknya sistem drainase dan gorong-gorong yang tertutup, mempercepat kerusakan.

“Air dari atas tidak punya saluran. Jadi melimpas ke jalan dan merusak aspal,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, mengingat ruas jalan itu kerap dilintasi kendaraan berat. Warga khawatir jika tidak segera ditangani secara permanen, potensi kecelakaan akan terus terjadi.

Meski telah melakukan langkah swadaya, pemerintah desa tetap berharap ada penanganan serius dari instansi terkait. Rijali mengaku telah melaporkan sejumlah titik kerusakan, termasuk gorong-gorong yang ambles di depan kantor desa.

“Alhamdulillah sudah ada respons dari balai. Artinya laporan kita sampai,” ujarnya.

Ia pun mengimbau warga di wilayah lain, khususnya yang berada di jalur provinsi dan nasional, untuk tidak hanya menunggu penanganan pemerintah, tetapi mulai mengambil langkah yang bisa dilakukan secara bersama.

“Kalau hanya menunggu, lubang di pinggir jalan itu bisa membahayakan. Paling tidak kita mulai dari yang bisa kita lakukan,” tegasnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

11 Kg Sabu Terungkap, Polda Kaltim Perketat Pengawasan

0
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

BALIKPAPAN — Polda Kalimantan Timur memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya peredaran narkotika jenis sabu di sejumlah wilayah di Kaltim.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Romylus Tamtelahitu, mengungkapkan bahwa terdapat lima daerah yang kini menjadi fokus pengawasan karena menunjukkan tren peningkatan kasus, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau.

“Kami memberikan atensi khusus pada lima daerah ini karena peredarannya cukup tinggi. Upaya pencegahan dan penegakan hukum akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, sebelumnya Ditresnarkoba Polda Kaltim berhasil mengungkap kasus peredaran sabu seberat 11 kilogram di wilayah Kutai Timur. Pengungkapan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa Kalimantan Timur masih menjadi target jaringan peredaran narkotika.

Menurutnya, peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga masa depan generasi muda.

Karena itu, selain penindakan hukum, pihak kepolisian juga terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi serta kerja sama dengan berbagai pihak.

Romylus juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberantas peredaran narkotika dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

“Keberhasilan pengungkapan kasus juga tidak lepas dari dukungan masyarakat. Ini menunjukkan kolaborasi menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkoba,” tegasnya.

Polda Kaltim memastikan akan terus memperketat pengawasan dan mempersempit ruang gerak jaringan narkoba guna melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S