Beranda blog Halaman 168

PLN Sambut Groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW, Perkuat Energi Bersih untuk Sistem Kalimantan

0
Jajaran tamu undangan berfoto bersama usai prosesi groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW dan Access Road Kaltara, Senin (25/5). Kegiatan ini menegaskan kolaborasi lintas pihak dalam mendukung transisi energi bersih dan penguatan sistem kelistrikan Kalimantan. (ist)

BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) menyambut positif pelaksanaan Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 Mega Watt (MW) di Kalimantan Timur, Senin (25/5/2026). Kehadiran pembangkit berbasis energi terbarukan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pasokan listrik bersih, andal, dan berkelanjutan pada sistem kelistrikan Kalimantan.

PLTA Batoq Kelo 300 MW dikembangkan oleh PT Tujuan Mulia Makmur (PT TMM) sebagai proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang menjadi bagian dari penguatan pasokan listrik bersih di Kalimantan. Kehadiran proyek ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat, memperkuat ketahanan listrik daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

Berdasarkan rencana pengembangan, PLTA Batoq Kelo berada di Sungai Bo, anak Sungai Mahakam, dengan cakupan daerah tangkapan air sekitar 5.756,2 kilometer persegi. Proyek ini menjadi salah satu potensi energi terbarukan strategis yang dapat mendukung peningkatan bauran energi bersih di Kalimantan Timur.

Kehadiran PLTA Batoq Kelo dinilai penting karena sejalan dengan penguatan sistem interkoneksi Kalimantan. Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, energi bersih yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat terserap dan tersalurkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengapresiasi pembangunan proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan tersebut. Ia menilai proyek ini memiliki peran strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional, memperkuat kemandirian energi, serta mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060.

“Proyek seperti ini semakin penting karena Indonesia harus menuju kemandirian energi. Kita harus memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya alam kita sendiri, termasuk tenaga air. Dengan begitu, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat langkah menuju Net Zero Emission 2060,” ujar Hashim.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Menurutnya, kekayaan alam, kemajuan ekonomi, serta semangat masyarakat Kalimantan Timur menjadi modal penting untuk menghadirkan energi domestik yang mampu menggerakkan pertumbuhan Kalimantan.

“Hati saya selalu tertambat di Kaltim. Indah alamnya luar biasa, kemajuan bisnisnya luar biasa, semangat masyarakatnya luar biasa. Semua ditopang dengan potensi alam yang bisa menjadi EBT yang mampu menggerakkan seluruh Kalimantan dengan energi domestik. Tepat satu tahun lalu kita tandatangan PJBL, sekarang kita melakukan groundbreaking dan pembangunannya akan dipercepat. Ini menandakan walaupun banyak tantangannya, kalau semua solid dalam barisan maka semuanya tetap bisa berjalan dengan sangat cepat,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada konsorsium PT TMM dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan PLTA Batoq Kelo. Ia menilai proyek ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan energi bersih untuk mendukung pertumbuhan daerah dan nasional.

“Ini adalah ekosistem luar biasa. Ini adalah persatuan, persahabatan, dan persaudaraan untuk saling menguatkan. Semua ini menunjukkan transformasi cara berpikir dan peran PLN dalam pembangunan nasional. Kalau dulu PLN fokus pada selling electricity and minimizing cost, sekarang dan ke depan PLN menjadi orchestrator green and digital growth of Indonesia. Semoga pembangunan pembangkit dimudahkan dan semoga ini akan menjadi jalan menuju kemakmuran Kalimantan dan Indonesia,” tutup Darmawan.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa Groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW menjadi momentum penting dalam pengembangan energi baru terbarukan di Kalimantan Timur, khususnya untuk mendorong manfaat nyata bagi masyarakat Mahakam Ulu.

“PLTA Batoq Kelo 300 MW ini bukan hanya proyek listrik, tetapi proyek masa depan. Kami berharap kehadirannya tidak hanya melahirkan pembangkit listrik, tetapi juga menjadi pembangkit harapan bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Mahakam Ulu,” ujar Rudy.

General Manager PLN UIP KLT Basuki Widodo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa PLN UIP KLT menyambut baik hadirnya PLTA Batoq Kelo sebagai bagian dari penguatan ekosistem energi bersih di Kalimantan Timur. Menurutnya, potensi energi terbarukan tersebut perlu didukung dengan sistem kelistrikan yang semakin kuat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“PLN UIP KLT menyambut baik Groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW sebagai bagian dari penguatan ekosistem energi bersih di Kalimantan Timur. Kehadiran pembangkit berbasis energi terbarukan ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu dan Kalimantan Timur secara luas,” ujar Basuki.

Basuki menambahkan, integrasi energi bersih ke dalam sistem kelistrikan memerlukan kesiapan infrastruktur penyaluran yang kuat. Untuk itu, PLN UIP KLT terus berperan dalam mendukung keandalan sistem melalui pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk, sehingga pasokan listrik dari berbagai sumber energi dapat tersalurkan secara optimal kepada masyarakat.

PLN UIP KLT terus mendukung penguatan sistem kelistrikan Kalimantan melalui pembangunan infrastruktur jaringan dan gardu induk yang andal. Dengan sistem yang semakin kuat, setiap potensi energi, termasuk energi terbarukan, dapat tersalurkan optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Bom)

Diduga Akibat Kelebihan Beban, Rumah di Berebas Tengah Roboh

0
Rumah di Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan mengalami roboh. (Ist).

BONTANG – Sebuah rumah di atas air yang berada di Jalan Tipalayo, RT.36, Nomor 55, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, mengalami roboh akibat diduga kelebihan beban, Sabtu (23/5/2026), sekitar pukul 11.00 Wita.

Peristiwa tersebut baru saja dilaporkan oleh warga ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Minggu (24/5/2026), sekitaran pukul 00.38 Wita.

Setelah menerima laporan, tim BPBD Bontang langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan kaji cepat terhadap kondisi bangunan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, rumah yang berdiri di atas perairan itu roboh karena tiang pondasi tidak mampu menopang beban bangunan. Akibatnya, bagian rumah ambruk dan turut menyebabkan teras rumah yang berada tepat di sebelahnya mengalami kerusakan.

“Tim yang bertugas sigap menuju lokasi kejadian dan melakukan kaji cepat setibanya di lokasi,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, Senin (25/52026).

Diketahui, rumah tersebut adalah milik Hatija (48), akan tetapi rumah itu dihuni oleh Musafir (27), Musahir (26), M. Agus (20), dan Asmaul Husna (15). Sementara satu rumah yang turut terdampak, ialah milik warga bernama Munding.

“Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Saat ini BPBD Bontang masih melakukan pemantauan di lokasi, guna memastikan kondisi bangunan sekitar tetap aman. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Sosial (Dinsos) Bontang untuk langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak.

“Kami menerima laporan terkait rumah roboh ini dari Bhabinkamtibmas Berbas Tengah, adapun konfirmasi lanjutan di lapangan, korban rumah roboh tersebut sementara waktu mengungsi di kediaman kakaknya, yang terletak tepat di sebelah rumah korban,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rumah Kosong di Kampung Jawa Dilalap Api, Warga Panik Selamatkan Diri

0
Rumah yang terbakar di wilayah Kampung Jawa. (Dwi S).

BONTANG – Kebakaran melanda sebuah rumah di kawasan Gang Pemula, Kampung Jawa, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Kobaran api yang membesar membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Menurut keterangan salah satu saksi mata, kejadian bermula saat warga melihat kepulan asap hitam pekat muncul dari rumah tersebut. Tidak lama kemudian, api langsung membesar dan melahap bangunan.

“Saya tidak tahu asalnya, tiba-tiba saja muncul asap tebal pas saya keluar rumah,” ucap saksi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Warga yang melihat api mulai membesar langsung berusaha menjauh, dari area kebakaran sambil memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lainnya.

Suasana sempat dipenuhi kepanikan, karena kobaran api terlihat cukup besar dan dikhawatirkan merembet ke rumah di sekitarnya.

Diketahui, rumah yang terbakar tersebut dalam keadaan kosong tanpa penghuni saat peristiwa terjadi. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu mudah terbakar, membuat api dengan cepat menghanguskan rumah.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman, agar api tidak meluas ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih berlangsung dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Usulkan Penataan Ulang Lampu Jalan, Nursalam Ingin Suasana Malam Kota Lebih Estetik

0
Anggota Komisi B DPRD Bontang, Nursalam. (Syakurah)

BONTANG – Penataan pencahayaan jalan di Kota Bontang mendapat sorotan dari Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam. Ia menilai suasana malam di sejumlah ruas jalan utama masih perlu ditingkatkan agar kota terlihat lebih hidup dan menarik.

Masukan tersebut, kata Nursalam, muncul setelah rekannya dari Jakarta berkunjung ke Kota Bontang beberapa hari lalu. Menurutnya, tamu tersebut menilai Bontang sebagai kota yang tertata rapi dan nyaman, namun pencahayaan malam hari dianggap belum memberikan kesan kota modern.

“Dia bilang Bontang ini sebenarnya bagus, cuma suasananya terasa agak gelap kalau malam,” ujarnya.

Nursalam mengaku sempat mengajak rekannya berkeliling pada malam hari melewati sejumlah jalan protokol, termasuk kawasan Jalan Ahmad Yani di sekitar Tugu Rudal. Meski penerangan jalan dinilai cukup terang, pencahayaan yang ada disebut masih kurang memiliki nilai estetika.

“Sepanjang jalan memang terang, tapi kesannya seperti deretan lapak-lapak. Jadi mungkin jenis atau warna lampunya perlu disesuaikan lagi,” katanya.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penggunaan lampu jalan dengan warna lebih hangat, seperti kuning atau kuning kemerahan. Menurutnya, pilihan warna tersebut dapat menciptakan suasana kota yang lebih nyaman sekaligus mempercantik tampilan Bontang pada malam hari.

“Kalau memakai warna yang lebih hangat, suasana kota bisa terasa lebih hidup dan indah dipandang,” tandasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

PAW Anggota DPRD Bontang Masih Berproses, Komposisi AKD Belum Berubah

0
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Syakurah)

BONTANG – DPRD Kota Bontang memastikan belum ada perubahan dalam susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), meski proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk menggantikan almarhum H. Maming tengah berlangsung.

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menjelaskan, mekanisme PAW masih berada pada tahapan administrasi yang melibatkan partai politik, Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan sebelum anggota pengganti dapat resmi dilantik.

“Usulan dari partai nanti diverifikasi KPU terlebih dahulu. Setelah itu disampaikan ke gubernur sampai akhirnya dilakukan pelantikan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Ia mengatakan, anggota DPRD yang nantinya masuk melalui mekanisme PAW hanya melanjutkan posisi yang sebelumnya ditempati anggota lama, sehingga tidak berdampak pada susunan AKD yang telah berjalan saat ini.

Karena itu, DPRD Bontang belum membahas agenda perubahan komposisi AKD dalam waktu dekat. Perubahan struktur, kata dia, baru dimungkinkan setelah DPRD memasuki masa jabatan dua setengah tahun.

“Perombakan AKD ada waktunya sendiri, jadi sekarang belum ada perubahan,” katanya.

Andi Faiz menambahkan, seluruh struktur AKD saat ini masih berjalan normal sebagaimana hasil pembentukan pada awal masa jabatan DPRD.

Ia memastikan pergantian anggota melalui PAW, tidak otomatis mengubah posisi maupun komposisi yang sudah ada di internal DPRD. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Agen Perjalanan Keluhkan Penurunan Pemesanan Pasca Naiknya Harga Tiket Pesawat

0
Ilustrasi kenaikan harga tiket pesawat yang berdampak ke agen travel. (AI).

BONTANG – Kenaikan harga tiket pesawat dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan dampak signifikan terhadap beberapa agen perjalanan. Salah satunya agen usaha travel yang mengaku penjualan tiket mengalami penurunan, terutama untuk rute-rute domestik yang selama ini menjadi tujuan masyarakat.

Bayu, salah satu Perwakilan Asosiasi Travel Agent menyebutkan kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi bisnis agen perjalanan mereka, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor pariwisata, perhotelan, hingga pelaku usaha UMKM di Bontang yang bergantung pada mobilitas wisatawan.

Menurut mereka, kenaikan tarif penerbangan membuat masyarakat kini lebih selektif dalam merencanakan perjalanan. Banyak pelanggan memilih menunda keberangkatan, mengurangi frekuensi bepergian, bahkan beralih menggunakan transportasi darat untuk tujuan tertentu.

“Dampaknya sangat terasa bagi kami sebagai agen perjalanan. Pemesanan tiket menurun dibandingkan periode sebelumnya, karena masyarakat mempertimbangkan ulang biaya perjalanan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Penurunan pemesanan paling banyak terjadi pada perjalanan wisata dan perjalanan keluarga. Sementara perjalanan dinas dan kebutuhan mendesak dinilai masih tetap berjalan, meski jumlahnya tidak sebesar sebelumnya.

Rute-rute menuju kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar disebut menjadi yang paling terdampak akibat tingginya harga tiket. Selain itu, daerah dengan konektivitas penerbangan terbatas juga mengalami penurunan jumlah penumpang.

Sehingga Bayu menilai respons pelanggan saat ini cenderung mengeluh dan membandingkan, harga tiket dengan kondisi beberapa tahun lalu. Banyak pelanggan mempertanyakan lonjakan tarif yang dianggap terlalu tinggi, terutama saat musim liburan atau akhir pekan.

“Sebagian pelanggan mengaku harus mengurangi anggaran perjalanan mereka. Bahkan beberapa waktu lalu, ada yang membatalkan rencana liburan ke Bontang karena harga tiket dinilai tidak lagi terjangkau,” tambahnya.

Kondisi ini dinilai berpotensi sangat mempengaruhi bagi sektor wisata secara keseluruhan. Jika mobilitas masyarakat menurun, maka tingkat kunjungan wisata juga ikut terdampak. Pelaku usaha hotel, restoran, hingga destinasi wisata diperkirakan turut merasakan penurunan jumlah pengunjung.

Untuk menjaga minat masyarakat bepergian, agen travel mulai menerapkan berbagai strategi, seperti menawarkan promo bundling tiket dan hotel, sistem cicilan pembayaran, hingga paket wisata dengan harga ekonomis.

“Kami berusaha menyesuaikan kebutuhan pasar. Sekarang pelanggan lebih sensitif terhadap harga, jadi agen perjalanan juga harus kreatif memberikan pilihan,” jelasnya.

Asosiasi travel berharap pemerintah dan maskapai penerbangan dapat mencari solusi agar harga tiket lebih stabil dan terjangkau. Mereka menilai keberlanjutan industri perjalanan sangat bergantung pada kemampuan masyarakat, untuk tetap melakukan mobilitas.

“Kalau kondisi ini berlangsung cukup lama, tentu dampaknya akan semakin luas. Bukan hanya kami di bagian agen travel saja, tetapi seluruh sektor pendukung pariwisata juga bisa terdampak,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Mahasiswa Asal Bontang Terpaksa Kurangi Pulang Kampung

0
Ilustrasi mahasiswa Kaltim yang mulai mengurangi perjalanan mudik karena harga tiket pesawat yang naik. (AI).

BONTANG – Kenaikan harga tiket pesawat mulai dirasakan mahasiswa rantau asal Bontang. Mahalnya biaya perjalanan tersebut, membuat banyak mahasiswa harus mengurangi frekuensi pulang kampung, mengatur ulang pengeluaran bulanan, hingga menahan keinginan bertemu keluarga demi menghemat biaya.

Mira, Salah seorang mahasiswa asal Bontang yang menempuh pendidikan di Jogja mengatakan, kenaikan tiket pesawat sangat mempengaruhi kondisi keuangannya. Biaya perjalanan yang sebelumnya masih bisa dijangkau, kini meningkat cukup signifikan.

Selain itu, Mira juga mengaku kondisi tersebut cukup memberatkan dirinya, karena biaya transportasi pesawat baginya menjadi salah satu kebutuhan penting, bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikannya di luar daerah.

“Kalau dulu masih bisa pulang satu atau dua kali dalam setahun, sekarang sudah tidak bisa. Karena tiket bisa sama dengan biaya hidup disana untuk beberapa bulan,” ucapnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, kondisi itu membuat banyak mahasiswa kini lebih jarang pulang kampung, terutama saat bukan musim libur panjang. Sebagian dari mereka, memilih tetap tinggal di daerah perantauan, karena biaya perjalanan dianggap terlalu mahal.

Kalaupun harus pulang, Mira mulai mencari tiket harga promo, memesan jauh hari sebelum keberangkatan, hingga memilih transit agar biaya lebih murah. Namun baginya sama saja, biar terhitung di hari biasa pun, harga tiket masih terbilang mahal.

“Kalau mendekati Lebaran atau akhir tahun biasanya tiket cepat habis dan harganya melonjak. Kadang kami kesulitan dapat tiket yang sesuai budget,” tambahnya.

Tidak hanya itu saja, untuk harga tiket juga dinilai berdampak pada aktivitas akademik. Sebagian mahasiswa mengaku harus menunda kepulangannya, meski ada keperluan keluarga agar tidak mengganggu biaya kuliah dan kebutuhan pendidikan lainnya.

Sehingga bagi mahasiswa rantau, transportasi udara dinilai sangat penting karena jarak antar wilayah cukup jauh dan akses perjalanan darat, ke daerah asal tidak selalu memungkinkan.

“Pesawat jadi pilihan utama karena lebih cepat dan tidak terlalu capek. Kalau tiket mahal, tentu sangat menyulitkan kami sebagai mahasiswa rantau,” bebernya.

Mahasiswa berharap ada solusi dari pemerintah maupun maskapai penerbangan, agar harga tiket lebih terjangkau, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa. Mereka menilai perlu ada perhatian khusus mengingat transportasi udara menjadi kebutuhan penting bagi para mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Kalau ada potongan harga khusus mahasiswa tentu sangat membantu. Minimal kami tetap punya kesempatan pulang, bertemu keluarga tanpa harus terbebani biaya besar,” ujarnya.

Dampak paling terasa dari kenaikan tiket pesawat saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berkurangnya kesempatan mahasiswa rantau untuk berkumpul bersama keluarga karena mahalnya biaya perjalanan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polisi Kawal Ketat Logistik Pemilihan Petinggi di Mahulu

0

UJOH BILANG — Polres Mahakam Ulu (Mahulu) melakukan pengawalan ketat dalam pendistribusian logistik pemilihan Petinggi serentak di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026. Pergeseran logistik tersebut dilakukan selama dua hari menuju sejumlah kecamatan di wilayah hulu hingga kawasan terdekat ibu kota kabupaten.

Pada hari pertama, Sabtu (23/5/2026), distribusi dilakukan menuju Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Sementara pada Minggu (24/5/2026), logistik dikirim ke Kecamatan Laham dan Long Hubung melalui jalur sungai menggunakan speedboat. Adapun distribusi menuju Kecamatan Long Bagun dilakukan melalui jalur darat.

Dalam proses distribusi tersebut, Polres Mahulu menerjunkan personel untuk memastikan seluruh perlengkapan pemungutan suara tiba dengan aman di setiap kampung.

Logistik yang didistribusikan meliputi kotak suara, surat suara, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan pemungutan suara pemilihan petinggi di 24 kampung di Mahakam Ulu.

Kabag Ops Polres Mahulu, Kompol Sugiharto, mengatakan personel kepolisian bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) telah diberangkatkan untuk mengawal distribusi logistik ke wilayah hulu.

Kabag Ops Polres Mahulu Kompol Sugiharto. Foto: Istimewa

“Hari ini kita melepas personel Polres Mahulu bersama DPMK yang berangkat membawa kotak logistik ke wilayah hulu. Karena pada Senin 25 Mei 2026 akan dilaksanakan pencoblosan suara dalam pemilihan Petinggi serentak Tahun 2026,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menggunakan hak pilih demi menyukseskan pesta demokrasi tingkat kampung tersebut.

Sementara itu, Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto menegaskan pihaknya mulai melakukan pengawalan distribusi logistik sejak Sabtu dengan melibatkan personel yang telah disiagakan sebelumnya.

Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto. Foto: Istimewa

“Pengawalan dilakukan sejak pergeseran kotak suara hingga kembali ke panitia pemilihan tingkat kabupaten,” ujar Djoko Purwanto kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, pengamanan dilakukan secara melekat hingga ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Setiap TPS nantinya dijaga satu personel kepolisian dibantu dua anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat.

“Selain personel kepolisian, pengamanan di tingkat TPS juga akan dibantu oleh Linmas yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah kampung dan panitia pemilihan,” katanya.

Djoko menambahkan, kondisi geografis Mahakam Ulu yang sebagian wilayahnya sulit dijangkau membuat pengamanan distribusi logistik menjadi perhatian khusus.

“Pengiriman logistik dilakukan secara bertahap menuju kecamatan-kecamatan yang menjadi lokasi TPS. Mengingat kondisi geografis Mahakam Ulu yang sebagian wilayahnya sulit dijangkau, pengamanan dan pengawasan distribusi menjadi perhatian khusus,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Program MBG di Perbatasan Malaysia Disorot Komnas HAM

0
Siswa membantu mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan. (Dok. BGN)

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Temuan tersebut dinilai berpotensi mengganggu pemenuhan hak anak atas pangan dan gizi.

Kajian lapangan dilakukan Komnas HAM melalui fungsi pengkajian dan penelitian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kabupaten Sanggau dipilih karena merupakan wilayah perbatasan dengan Malaysia yang memiliki tantangan infrastruktur dan akses pelayanan dasar.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan wilayah 3T di Kabupaten Sanggau masih menjadi daerah rentan stunting sehingga membutuhkan perhatian serius negara.

“Wilayah 3T di Kabupaten Sanggau khususnya di perbatasan dengan Malaysia merupakan wilayah rentan stunting. Absennya tanggung jawab negara dalam penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan kelompok rentan khususnya anak-anak atas stunting di wilayah 3T berpotensi pelanggaran HAM,” kata Uli dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kajian tersebut, Komnas HAM meninjau sejumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Entikong, Sekayam, dan Kapuas. Komnas HAM juga melakukan pendalaman bersama Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Sanggau.

Dari hasil pemantauan, Komnas HAM menemukan baru 10 SPPG yang beroperasi dari total rencana 102 dapur MBG yang akan dibangun di wilayah 3T Kabupaten Sanggau pada 2026.

“Direncanakan pembangunan 102 SPPG di wilayah 3T Kabupaten Sanggau pada 2026, namun hanya 10 yang sudah beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam tahap perencanaan pembangunan atau proses pembangunan,” ujarnya.

Komnas HAM juga menyoroti persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Sejumlah dapur MBG disebut belum memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sehat (SLHS), sertifikat halal, serta instrumen pengawasan lain untuk menjamin kualitas makanan.

“Belum semua SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sanggau mempunyai SLHS, sertifikat halal, dan instrumen-instrumen lainnya untuk memastikan keamanan dan kualitas pangan mulai dari produksi sampai distribusi,” jelas Uli.

Selain itu, Komnas HAM menemukan adanya SPPG yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah memadai. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi keamanan pangan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat MBG.

Komnas HAM juga mencatat pengawasan keamanan pangan belum berjalan optimal karena keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi antarlembaga terkait.

“Pengawasan keamanan pangan belum dilakukan optimal karena ada permasalahan belum adanya sumber daya yang layak dan koordinasi,” katanya.

Persoalan distribusi turut menjadi perhatian karena kondisi geografis wilayah 3T dinilai berpotensi menyebabkan keterlambatan penyaluran makanan kepada penerima manfaat.

Selain itu, Komnas HAM menilai menu MBG di Kabupaten Sanggau belum memanfaatkan potensi pangan lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

“Belum adanya pangan lokal di Sanggau yang menjadi bagian menu MBG. Anak-anak dan kelompok rentan lainnya berhak atas pangan yang sesuai dengan budaya dan kondisi lokal,” tegas Uli.

Atas berbagai temuan tersebut, Komnas HAM mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera memperbaiki tata kelola MBG, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pengawasan program berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Komnas HAM juga meminta implementasi MBG di wilayah 3T dan daerah rentan stunting diprioritaskan untuk memastikan hak anak atas pangan dan gizi dapat terpenuhi secara optimal. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Pemuda Tenggelam Setelah Berhasil Selamatkan Pacarnya di Air Terjun

0
Proses evakuasi korban tenggelam di kawasan Air Terjun Perjiwa, Kutai Kartanegara. Foto: Istimewa

TENGGARONG — Tragedi terjadi di kawasan wisata Air Terjun Perjiwa, Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat berusaha menyelamatkan pacarnya yang lebih dulu terjatuh ke aliran air.

Korban sempat berhasil menolong sang pacar ke tempat aman. Namun nahas, setelah perempuan tersebut selamat, korban justru hilang terseret derasnya arus di lokasi wisata itu.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pada Jumat (23/5/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Proses penanganan sempat mengalami kendala lantaran kondisi jaringan komunikasi di lokasi kejadian hampir tidak tersedia.

Koordinator Lapangan BPBD Kutai Kartanegara, Eko Suryawinata, mengatakan informasi awal diterima dari saksi mata yang juga merupakan pacar korban.

“Korban ingin menyelamatkan pacarnya yang terjatuh. Saat pacar korban selamat, korban terseret arus,” ujar Eko.

Menurut keterangan saksi, korban langsung berusaha menolong ketika pacarnya terjatuh ke aliran air di kawasan Air Terjun Perjiwa. Namun derasnya arus membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam.

Peristiwa tersebut bahkan sempat terekam dalam video ponsel milik pacar korban. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu petunjuk awal bagi petugas saat menerima laporan kejadian.

Selain medan yang cukup sulit dijangkau, proses pelaporan juga terkendala minimnya sinyal komunikasi di kawasan wisata tersebut.

“Kondisi jaringan di TKP nol,” katanya.

Setelah laporan diterima, tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Penyisiran dilakukan di aliran air dan titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.

Beberapa waktu kemudian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan bersama warga di lokasi kejadian.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tutup Eko. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S