Beranda blog Halaman 169

Rahman Toha Soroti Dugaan Broker dan Jual Beli Titik Dapur MBG

0
Aktivis 98 Rahman Toha mengingatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan dijadikan ajang permainan proyek dan kepentingan rente. Foto: Fajri/MKN

JAKARTA — Aktivis 98 sekaligus mantan Ketua Umum PP KAMMI 2008, Rahman Toha, mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyalahgunakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Menurut Rahman, MBG merupakan program kerakyatan besar yang lahir dari komitmen negara membantu masyarakat kecil, terutama anak-anak Indonesia agar memperoleh asupan gizi yang layak demi menunjang masa depan generasi bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu program kerakyatan terbesar yang lahir dari keinginan kuat negara untuk membantu rakyat kecil. Utamanya untuk anak-anak Indonesia agar memperoleh asupan gizi yang layak,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan program tersebut tidak boleh dijadikan alat mencari keuntungan dengan memanfaatkan kedekatan terhadap kekuasaan, termasuk melalui praktik permainan proyek, broker anggaran, hingga jual beli pengaruh di lapangan.

“Karena itu, kepada para pejabat terkait, aparat pelaksana, pengelola program, vendor, yayasan, mitra kerja, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam MBG, jangan menjadikan program kerakyatan pemerintah ini sebagai sarana mencari keuntungan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.

Rahman menilai pemerintah sebenarnya telah memberikan ruang luas kepada masyarakat untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan MBG, mulai dari UMKM, koperasi, pengusaha lokal, yayasan sosial hingga pelaku katering daerah.

Namun di sisi lain, ia mengaku mulai melihat adanya indikasi penyimpangan di lapangan, seperti jual beli titik dapur MBG, kemunculan yayasan dadakan, permainan vendor, hingga oknum yang mengaku dekat dengan pejabat demi mendapatkan proyek tertentu.

“Belakangan mulai muncul berbagai catatan penyimpangan yang dilakukan oknum di lapangan. Misalnya penyimpangan jual beli titik dapur MBG, munculnya broker proyek, yayasan dadakan, permainan vendor, hingga oknum yang mengaku dekat dengan kekuasaan untuk memperoleh akses tertentu,” katanya.

Menurut Rahman, praktik seperti itu sangat berbahaya karena berpotensi merusak tata kelola program sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan Presiden.

“Sikap kita tegas. Program rakyat seperti MBG, jangan dijadikan bancakan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti mulai munculnya persoalan kualitas makanan di sejumlah tempat, seperti dugaan makanan basi, bahan pangan tidak layak, hingga pengurangan kualitas menu demi mengejar keuntungan lebih besar.

“Kalau hal seperti ini dibiarkan, maka yang dikorbankan bukan hanya uang negara, tetapi juga kesehatan anak-anak Indonesia,” ucap Rahman.

Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba menjadikan program MBG sebagai ladang rente dan permainan proyek.

Rahman menambahkan pengawasan program MBG perlu diperkuat dari hulu hingga hilir, mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi makanan, penunjukan vendor, pembangunan dapur, hingga laporan administrasi agar tetap transparan dan dapat diawasi publik. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

KKSS PPU Diminta Jadi Perekat Masyarakat Multietnis di Penyangga IKN

0
Suasana pelantikan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Penajam Paser Utara masa bhakti 2026–2031. Foto: Istimewa

PENAJAM PASER UTARA — Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, resmi memimpin Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten PPU masa bhakti 2026–2031 dalam pelantikan yang berlangsung penuh nuansa kekeluargaan dan persaudaraan, Sabtu (23/5/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kalimantan Timur, H. Alimuddin Latief, bersama tokoh masyarakat dan berbagai elemen paguyuban di PPU.

Dalam sambutannya, Abdul Waris Muin menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan antar suku di tengah perubahan besar yang tengah dihadapi Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, keberadaan IKN akan membawa arus perpindahan masyarakat dari berbagai daerah ke PPU sehingga seluruh elemen masyarakat dituntut mampu menjaga toleransi dan memperkuat kolaborasi sosial.

“Saat ini Penajam Paser Utara memiliki magnet yang sangat kuat karena keberadaan IKN. Ini membuka peluang besar sekaligus tantangan besar karena akan banyak suku dan etnis datang ke daerah ini,” ujar Waris.

Ia menegaskan warga Sulawesi Selatan di perantauan harus tetap memegang prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan keberagaman masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya falsafah Bugis “Sipakatau dan Sipakalebbi” yang berarti saling menghormati dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, KKSS harus menjadi contoh organisasi paguyuban yang mampu menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat multietnis.

“Saya mengajak seluruh saudara-saudaraku untuk terus menjalin persaudaraan dan berkolaborasi membangun Penajam Paser Utara yang unggul, berkeadilan, sejahtera, dan berdaya saing sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tema pelantikan yang mengangkat falsafah “Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge” yang bermakna saling membantu, saling menopang, dan saling mengingatkan.

Menurutnya, nilai tersebut menjadi penting di tengah dinamika sosial dan pembangunan yang terus berkembang di PPU.

Selain berbicara soal persatuan, Abdul Waris Muin juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi dan peluang kerja akibat hadirnya IKN.

Ia meminta warga KKSS terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan agar mampu bersaing di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat.

Di sisi lain, ia turut mengapresiasi kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan dalam pembangunan PPU sejak awal proses pemekaran daerah hingga saat ini.

Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor yang diwakili Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan KKSS memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial masyarakat.

“Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam mempererat persaudaraan, menjaga nilai budaya, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujar Tohar.

Pemerintah Kabupaten PPU berharap KKSS dapat terus berkontribusi menjaga stabilitas sosial, memperkuat toleransi, serta menjadi perekat antar kelompok masyarakat di tengah percepatan pembangunan kawasan strategis nasional IKN.

“Jika hanyut saling menolong, jika jatuh saling menegakkan, dan jika khilaf saling mengingatkan. Nilai-nilai ini harus terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S

Mariano Peralta Jadi Motor Serangan Saat Pesut Etam Mengamuk

0
Mariano Peralta saat menggiring bola dalam laga Borneo FC kontra Malut United di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Instagram Borneo FC

SAMARINDA — Borneo FC Samarinda tampil menggila saat menjamu Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Pesut Etam sukses membantai tamunya dengan skor telak 7-1 dalam laga yang berlangsung penuh dominasi.

Berbekal keunggulan 4-0 di babak pertama, Borneo FC tetap tampil agresif selepas turun minum. Pelatih langsung melakukan penyegaran dengan memasukkan M. Sihran menggantikan Ikhsan Nul Zikrak.

Serangan demi serangan terus mengalir ke pertahanan Malut United. Pada menit ke-52, Mariano Peralta kembali memperlihatkan aksi individu memukau saat melewati dua pemain lawan dari sisi lapangan. Umpan silang yang dilepaskannya nyaris berbuah gol bunuh diri setelah membentur pemain bertahan Malut United, namun kiper lawan masih mampu mengamankan bola.

Meski mencoba bermain lebih terbuka di babak kedua, Malut United tetap kesulitan membendung agresivitas tuan rumah. Ketajaman Borneo FC kembali terlihat pada menit ke-62 saat Koldo Obieta mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut usai menyambut umpan matang dari Caxambu. Skor berubah menjadi 5-0.

Memasuki menit ke-71, Obieta ditarik keluar dan digantikan Kaio Nunez. Penyerang anyar Borneo FC itu sebenarnya sempat mencetak gol indah lewat tendangan cungkil pada menit ke-75, namun wasit menganulir gol tersebut karena offside.

Malut United akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 melalui skema tiki-taka cepat yang sukses menembus lini pertahanan Pesut Etam sekaligus memperdaya Nadeo Argawinata. Skor berubah menjadi 5-1.

Namun, Borneo FC langsung merespons cepat. Hanya berselang satu menit, M. Sihran sukses memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper lawan setelah tendangan keras Mariano Peralta dari luar kotak penalti. Gol tersebut membawa Borneo FC kembali menjauh dengan skor 6-1.

Di menit-menit akhir pertandingan, pelatih Borneo FC melakukan rotasi dengan memasukkan Diego Michiels menggantikan Mariano Peralta pada menit ke-90. Sementara itu, Nadeo Argawinata juga tampil impresif dengan melakukan penyelamatan gemilang di masa injury time untuk menggagalkan peluang Malut United.

Pesta gol Pesut Etam akhirnya ditutup Kaio Nunez pada menit ke-90+4. Gol tersebut memastikan Borneo FC Samarinda menang telak 7-1 di hadapan ribuan pendukungnya sendiri di Stadion Segiri. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Batik Pewarna Mangrove dari Mentawir Dilirik Otorita IKN

0
Batik Mentawir model syal shibori dikenakan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono oleh Ketua Kelompok Bawe Regok Mentawir, Rusnah. Foto: Atmaja Riski/MKN

NUSANTARA — Kelurahan Mentawir kini bukan hanya dikenal lewat kopi dan sirup mangrovenya. Warga setempat mulai mengembangkan produk batik berbahan pewarna alami dari buah mangrove yang kini mendapat perhatian langsung dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Dalam agenda penyerahan Surat Keputusan Pengakuan Kearifan Lokal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki bahkan meminta jajaran Otorita IKN menjadikan batik Mentawir sebagai cinderamata resmi dalam berbagai kegiatan jamuan tamu.

Produk batik tersebut diperkenalkan saat penyerahan Surat Keputusan Kepala Otorita IKN Nomor 84 Tahun 2026 tentang Pengakuan dan Pelindungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Paser di Mentawir yang berlangsung di Gedung Kemenko 3 Tower 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Basuki secara langsung meminta agar produk lokal Mentawir digunakan dalam seremoni pertukaran cinderamata resmi Otorita IKN.

“Buat apa itu, e, angsul-angsul dari Otorita. Daripada beli di tempat lain (kain batik), kita ambil dari Mentawir, ya Bu,” ujar Basuki sambil menoleh ke Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Savitri.

Batik tersebut diproduksi warga Mentawir yang tergabung dalam kelompok Bawe Regok Mentawir. Kelompok ini mengembangkan berbagai produk kain seperti ecoprint, shibori hingga batik tulis dengan pewarna alami berbahan mangrove.

Sekretaris Kelompok Bawe Regok Mentawir, Dewi, menjelaskan proses produksi kain dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu cukup panjang, terutama untuk batik tulis.

“Kalau untuk ecoprint sekali produksi bisa enam sampai sepuluh kain. Kalau shibori sekitar enam kain. Tapi untuk batik tulis pewarna alami bisa sampai satu minggu pengerjaannya,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Produk-produk tersebut kini mulai dipasarkan dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per kain, tergantung jenis dan tingkat kerumitan pengerjaan.

Dalam acara penyerahan SK kearifan lokal tersebut, syal shibori produksi Bawe Regok Mentawir turut diberikan kepada sejumlah tamu dan pejabat yang hadir. Produk tersebut disebut mendapat respons positif sekaligus menjadi simbol penguatan produk lokal masyarakat sekitar IKN.

Kehadiran batik Mentawir di forum resmi Otorita IKN dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan UMKM lokal sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat adat di kawasan penyangga ibu kota baru. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pelatih Muaythai Kutim Soroti Dampak Pembekuan Pengurus Daerah

0
Asisten Pelatih Muaythai Kutai Timur, Brandon Anto, menyoroti kebijakan pembekuan pengurus Muaythai daerah di Kaltim. Foto: Ramlah/Media Kaltim

SANGATTA — Kebijakan Plt Pengurus Provinsi Muaythai Kalimantan Timur (Kaltim) yang membekukan seluruh pengurus cabang olahraga Muaythai kabupaten/kota se-Kaltim menuai kritik dari daerah. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengganggu pembinaan atlet dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Sorotan datang dari Asisten Pelatih Muaythai Kutai Timur, Brandon Anto. Ia menilai pembekuan pengurus daerah tidak tepat dilakukan apabila persoalan yang terjadi berada di tingkat pusat organisasi.

Menurut Brandon, pengurus daerah selama ini tetap aktif menjalankan pembinaan atlet dan tidak terlibat dalam konflik internal organisasi di tingkat atas. Karena itu, ia menyayangkan daerah justru ikut terdampak.

“Kalau persoalannya terjadi di tingkat pusat, seharusnya penyelesaiannya juga dilakukan di pusat. Jangan sampai daerah yang selama ini aktif membina atlet justru ikut dikorbankan,” ujar Brandon, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan fokus utama pelatih dan atlet saat ini adalah meningkatkan prestasi serta mempersiapkan diri menghadapi Porprov. Di tengah persiapan tersebut, kebijakan pembekuan justru menimbulkan keresahan di daerah.

“Atlet dan pelatih di daerah ini fokusnya latihan, membangun prestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov. Mereka bukan bagian dari konflik internal organisasi, jadi jangan sampai pembinaan yang sudah berjalan terganggu,” katanya.

Brandon juga mempertanyakan dasar dan urgensi pembekuan seluruh pengurus kabupaten/kota, termasuk daerah yang dinilai masih aktif menjalankan program pembinaan atlet. Apalagi, sejumlah daerah tengah mempersiapkan atlet secara intensif, termasuk Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov.

“Kami mempertanyakan apa dasar dan urgensinya pengurus kabupaten/kota yang masih aktif menjalankan pembinaan harus di-Plt-kan. Apalagi saat ini daerah sedang mempersiapkan atlet untuk Porprov,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan pelaksana tugas (Plt) semestinya bertujuan menjaga stabilitas organisasi dalam kondisi tertentu. Namun jika penunjukan dilakukan secara sepihak hingga berdampak pada pembinaan atlet, maka kebijakan tersebut dinilai justru merugikan daerah.

“Plt itu seharusnya hadir untuk membantu menjaga stabilitas organisasi, bukan malah mematikan pembinaan yang sudah berjalan. Jangan sampai keputusan organisasi justru membuat atlet menjadi korban,” ucapnya.

Ia berharap persoalan internal organisasi Muaythai dapat segera diselesaikan secara bijak tanpa mengorbankan kepentingan atlet di daerah. Brandon menegaskan pembinaan dan masa depan atlet harus tetap menjadi prioritas utama menjelang pelaksanaan Porprov.

“Harapan kami, masalah organisasi ini diselesaikan dengan kepala dingin. Yang paling penting, jangan ganggu persiapan atlet. Prestasi daerah dan masa depan atlet harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Mariano Peralta Menggila, Cetak Dua Gol untuk Pesut Etam

0
Mariano Peralta melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Malut United di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Instagram/Borneo FC

SAMARINDA — Borneo FC Samarinda tampil impresif dan mendominasi jalannya pertandingan saat menjamu Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Pesut Etam sukses menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0.

Pertandingan baru berjalan dua menit, Malut United sempat menebar ancaman melalui tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil sigap menepis bola dengan gemilang.

Borneo FC langsung merespons melalui serangan balik cepat. Mariano Peralta mempertontonkan aksi individu memukau dengan melewati empat pemain lawan sebelum melepaskan tendangan yang masih melambung di atas mistar.

Pada menit ke-5, tuan rumah kembali mengancam lewat tendangan jarak jauh yang masih tipis di atas mistar gawang Malut United.

Kerja keras Borneo FC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-7. Melalui skema tiki-taka yang rapi, Mariano Peralta berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuka keunggulan 1-0 untuk Pesut Etam.

Tak butuh waktu lama, Peralta kembali menggandakan keunggulan pada menit ke-11 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Malut United.

Dominasi tuan rumah terus berlanjut. Juan Villa kemudian memperbesar keunggulan menjadi 3-0 dan membuat atmosfer Stadion Segiri semakin bergemuruh.

Meski Borneo FC terus menguasai jalannya laga, Malut United sempat mencoba keluar dari tekanan. Namun serangan balik cepat Pesut Etam justru kembali menghadirkan ancaman berbahaya.

Pada menit ke-27, Koldo Obieta sukses mencetak gol keempat setelah menerima umpan matang dari Mariano Peralta. Skor berubah menjadi 4-0 untuk Borneo FC.

Memasuki menit ke-35, Nadeo Argawinata kembali menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan penting atas tendangan keras David Da Silva.

Sebelum turun minum, Malut United sempat melepaskan sundulan tajam ke arah gawang pada menit ke-45. Namun Nadeo dengan tenang mampu mengamankan bola.

Setelah tambahan waktu dua menit, wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama dengan keunggulan telak 4-0 untuk Borneo FC Samarinda. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Anggy Umbara Sebut Film Keluarga Suami Adalah Hama Angkat Realita Generasi Sandwich

0
Para pengunjung CGV Go Mall Samarinda antusias menyambut kedatangan sutradara Anggy Umbara dan artis Fairuz A Rafiq usai pemutaran film. Foto: Hanafi

SAMARINDA — Suasana CGV Go Mall Samarinda mendadak riuh usai pemutaran film pada Sabtu (23/5/2026) siang. Para pengunjung yang baru selesai menonton langsung dikejutkan dengan kedatangan sutradara Anggy Umbara bersama artis Fairuz A Rafiq yang hadir menyapa langsung para penggemar dalam rangka promosi film terbaru mereka, Keluarga Suami Adalah Hama.

Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak keduanya memasuki area bioskop. Penonton berebut mengabadikan momen, berswafoto, hingga berbincang langsung dengan para pemeran dan sutradara film tersebut.

Dalam kesempatan itu, Anggy Umbara menjelaskan bahwa film tersebut mengangkat realitas kehidupan keluarga masa kini, khususnya fenomena “generasi sandwich” yang harus menopang kebutuhan banyak pihak sekaligus.

“Yang sekarang kita rasakan adalah generasi yang harus menopang kehidupan orang tua, menafkahi anak-anak, bahkan kadang juga saudara dan keluarga lainnya. Jadi terhimpit secara ekonomi untuk membiayai banyak orang,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan ekonomi tersebut kerap memicu konflik dalam rumah tangga. Melalui film ini, ia mencoba menggambarkan bagaimana pasangan suami istri dan keluarga dapat saling memahami agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik besar.

“Film ini mencoba menggambarkan potret kehidupan generasi sandwich di Indonesia. Jadi kita bisa mengetahui batas-batasnya, saling mengerti satu sama lain, dan melihat dari sudut pandang masing-masing,” katanya.

Antusiasme penonton Samarinda pun mendapat apresiasi dari Anggy. Ia mengaku senang melihat respons masyarakat yang begitu hangat selama kegiatan promosi berlangsung.

“Rame ya, animonya bagus, responsnya luar biasa positif. Dari awal sampai akhir emosinya campur aduk, ada yang nangis juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Fairuz A Rafiq mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Samarinda. Ia bahkan menyebut kuliner khas daerah menjadi salah satu hal yang dirindukannya saat kembali berkunjung ke Kota Tepian.

“Sudah kedua kali ke Samarinda. Yang dikangenin itu kepitingnya, enak,” ucap Fairuz sambil tersenyum.

Fairuz juga menilai film Keluarga Suami Adalah Hama memiliki banyak pesan moral yang dapat menjadi pelajaran bagi penonton dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

“Menurut aku setiap scene ada banyak hal yang bisa kita ambil. Jadi penonton pulang membawa banyak bekal ilmu untuk rumah tangga,” katanya.

Ia menambahkan, kekuatan dialog dalam film garapan Anggy Umbara tersebut menjadi salah satu alasan emosi penonton begitu terasa selama pemutaran berlangsung.

“Setiap dialog artinya dalam banget. Makanya banyak orang emosinya campur aduk. Tapi intinya setiap orang yang menonton akan membawa sesuatu hal yang baik setelah melihat film ini,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Distanak Kukar Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak

0
Plt Kepala Distanak Kukar, Rifani, memastikan penyebaran virus Jembrana di Kukar berhasil dikendalikan. Foto: Ady/MKN

TENGGARONG — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan penyebaran virus Jembrana yang sempat ditemukan pada sapi di wilayah Loa Janan dan Loa Kulu berhasil dikendalikan. Pemerintah daerah kini memperkuat pengawasan lalu lintas ternak untuk mencegah kasus serupa kembali muncul.

Temuan virus tersebut sempat membuat pemerintah waspada. Terlebih, Kabupaten Kutai Kartanegara sebelumnya baru dinyatakan aman dari kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan penanganan cepat langsung dilakukan begitu laporan kasus diterima. Tim dokter hewan diterjunkan untuk melakukan vaksinasi dan pengobatan terhadap sapi yang terpapar.

“Kemarin sempat ditemukan kasus sapi yang terkena virus wabah Jembrana, tapi sekarang sudah clear. Sudah ditangani oleh teman-teman dokter hewan, Loa Janan dan Loa Kulu Alhamdulillah aman,” ujarnya.

Rifani menjelaskan jumlah sapi yang terpapar virus Jembrana tidak banyak. Kasus hanya ditemukan pada satu hingga dua ekor sapi, namun langkah penanganan langsung dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Sapi yang berada satu kandang dengan ternak terinfeksi langsung diberikan vaksin. Sementara hewan yang mengalami kondisi parah telah dipotong untuk menghindari risiko penularan.

“Yang kena paling satu atau dua ekor saja. Semua langsung divaksin, yang sakit diobati. Yang parah juga sudah dipotong, tapi sejauh ini tidak ada yang sampai meluas,” katanya.

Menurut Rifani, penyebaran virus diduga berasal dari lalu lintas ternak antar daerah yang belum terpantau maksimal. Karena itu, Distanak Kukar berencana mengaktifkan kembali pos pengawasan ternak di sejumlah titik strategis.

Selama ini, distribusi ternak keluar dan masuk Kukar dinilai belum memiliki pendataan yang jelas. Padahal, arus pengiriman ternak dari Kukar menuju Samarinda, Balikpapan hingga Bontang cukup tinggi.

“Kita tahu ada ternak keluar ke beberapa daerah, tapi jumlah pastinya belum terdata. Makanya pos lalu lintas ternak ini penting supaya kita punya data yang jelas,” jelas Rifani.

Beberapa titik yang direncanakan menjadi lokasi pengawasan berada di Marangkayu untuk jalur menuju Bontang, Samboja sebagai akses keluar masuk Kukar, serta Kota Bangun yang berbatasan dengan Kutai Barat.

Selain memperketat pengawasan, Distanak Kukar memastikan vaksinasi rutin terhadap ternak terus dilakukan. Pemerintah juga menyiagakan dokter hewan untuk merespons laporan masyarakat di lapangan.

Rifani menegaskan virus Jembrana memang tidak menular ke manusia. Namun penyakit tersebut tetap berbahaya bagi ternak dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak jika tidak cepat ditangani.

Ia meminta peternak segera melapor apabila menemukan sapi sakit atau mengalami gangguan kesehatan, termasuk kesulitan melahirkan.

“Kalau tidak ada laporan, kami juga sulit mengetahui kondisi di lapangan. Jadi kami harap peternak cepat melapor supaya bisa segera ditangani,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Pedagang Soroti Ancaman Penarikan Kios karena Tunggakan Retribusi

0
Sejumlah pedagang Pasar Tangga Arung Square mengikuti forum pembahasan kontrak baru kios di Tenggarong. Foto: Ady/MKN

TENGGARONG — Polemik kontrak baru kios di Pasar Tangga Arung Square, Kutai Kartanegara, memicu keresahan di kalangan pedagang. Sejumlah klausul dalam surat perjanjian yang diedarkan pengelola pasar dinilai belum memberikan kepastian hukum dan berpotensi merugikan penyewa kios.

Keberatan itu mencuat dalam forum pertemuan antara pedagang dan Forum Pasar Pedagang Kaki Lima (FPPKL) yang digelar pada Sabtu (23/5/2026). Dalam forum tersebut, pedagang diberikan penjelasan terkait isi kontrak baru yang wajib ditandatangani menggunakan materai dan dilengkapi fotokopi KTP serta KK.

Salah satu poin yang paling dipersoalkan pedagang terdapat pada klausul sanksi penarikan kios apabila penyewa menunggak pembayaran retribusi selama lebih dari tiga bulan.

Perwakilan pedagang, Zainudin, mengatakan para pedagang sebenarnya tidak menolak aturan baru. Namun mereka meminta adanya transparansi dan penjelasan rinci sebelum kontrak ditandatangani.

Menurutnya, keresahan muncul karena masa berlaku perjanjian tertulis dimulai sejak Januari 2026. Sementara dokumen baru disodorkan kepada pedagang pada Mei 2026.

“Yang menjadi pertanyaan kami, perjanjian ini baru diminta ditandatangani sekarang, tetapi masa berlakunya tertulis sejak Januari 2026. Itu yang membuat pedagang khawatir dianggap sudah menunggak,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Pedagang menilai penerapan masa berlaku surut dapat memunculkan ketidakpastian terhadap status kios mereka. Kekhawatiran itu muncul karena kios menjadi sumber utama penghasilan sebagian besar pedagang di pasar tersebut.

Selain persoalan tunggakan, pedagang juga mempertanyakan klausul yang menyebut penandatangan dianggap telah memahami seluruh isi perjanjian. Mereka merasa belum menerima sosialisasi menyeluruh terkait isi kontrak.

Para pedagang meminta pengelola pasar lebih terbuka menjelaskan seluruh poin dalam perjanjian sebelum dokumen ditandatangani.

“Kami berharap ada penjelasan detail dulu, supaya semua pedagang benar-benar memahami isi perjanjian sebelum menandatangani,” katanya.

Tak hanya klausul tunggakan, besaran retribusi sebesar Rp600 ribu yang tercantum dalam kontrak juga dipersoalkan pedagang. Mereka meminta dasar hukum dan regulasi penetapan tarif tersebut dijelaskan secara terbuka.

Beberapa ketentuan tambahan lain juga dinilai masih multitafsir karena belum dijabarkan secara rinci dalam perjanjian.

Pedagang turut menyoroti masa berlaku kontrak yang hanya satu tahun. Mereka berharap ada kepastian mengenai mekanisme perpanjangan agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih tenang dalam jangka panjang.

Dalam forum tersebut, suasana sempat berlangsung tegang ketika sejumlah pedagang menyampaikan keberatan secara langsung kepada pihak terkait. Meski demikian, pertemuan tetap berlangsung hingga selesai dengan harapan adanya dialog lanjutan.

Pedagang juga meminta pemerintah daerah dan dinas terkait turun melakukan evaluasi terhadap isi perjanjian agar aturan yang diterapkan tetap berpihak pada kepastian usaha dan perlindungan hak pedagang.

“Kami hanya ingin aturan yang jelas dan adil bagi semua pihak, supaya pedagang juga merasa aman menjalankan usaha,” pungkas Zainudin. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

BPBD Balikpapan Tarik Selang 150 Meter untuk Jinakkan Api

0
Kebakaran menghanguskan dua rumah di kawasan RT 30 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, Sabtu (23/5/2026). Foto: Istimewa

BALIKPAPAN — Dua rumah di kawasan padat penduduk RT 30, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, terbakar pada Sabtu (23/5/2026) siang. Proses pemadaman sempat terkendala akses gang yang sempit sehingga unit pemadam kebakaran tidak dapat masuk langsung ke lokasi kejadian.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.50 WITA. Api dengan cepat membesar karena lokasi berada di area permukiman padat penduduk. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dan membuat warga sekitar panik.

Pemilik rumah, Andika mengaku mengetahui adanya kebakaran saat dirinya melintas di jalan. Ia mulai curiga setelah melihat asap tebal berasal dari arah rumah miliknya.

Menurut Andika, rumah yang terbakar merupakan rumah kontrakan yang masih ditempati penghuni. Saat api membesar, seluruh barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.

“Saya lihat asap tebal dari arah rumah, ternyata sudah terbakar. Penghuninya masih tinggal di situ dan barang-barang tidak sempat diselamatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan proses pemadaman sempat mengalami hambatan akibat akses jalan menuju lokasi yang sangat sempit.

Petugas BPBD terpaksa menarik lima rangkai selang dengan total panjang sekitar 150 meter agar semprotan air dapat menjangkau titik api.

“Karena gang sempit, mobil pemadam tidak bisa masuk mendekati lokasi. Petugas harus menarik selang cukup jauh untuk proses pemadaman,” jelas Usman Ali.

Hingga saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa di lokasi kebakaran.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S