Beranda blog Halaman 170

Polisi Amankan 466 Barang Bukti dalam Operasi Kejahatan Jalanan

0
Ratusan barang bukti hasil operasi Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya dipamerkan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA — Polda Metro Jaya menyita ratusan barang bukti, termasuk delapan pucuk senjata api rakitan dan puluhan senjata tajam, dalam operasi pemberantasan kejahatan jalanan yang digelar sepanjang Mei 2026.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin mengatakan operasi yang berlangsung sejak 1 hingga 22 Mei 2026 itu berhasil mengamankan 173 tersangka dari berbagai kasus kriminalitas jalanan.

“Dalam periode tersebut, kami sudah melakukan penyitaan terhadap 466 barang bukti,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Ratusan barang bukti yang diamankan terdiri atas 84 unit telepon genggam, 69 sepeda motor, kendaraan roda empat, laptop, hingga delapan pucuk senjata api lengkap dengan amunisi.

“Gawai ada 84 unit, kemudian sepeda motor roda dua 69 unit, ada kendaraan roda empat juga, kemudian laptop, dan 8 pucuk senjata api beserta amunisinya,” katanya.

Menurut Iman, senjata api tersebut diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Selain itu, polisi juga menyita berbagai alat yang biasa digunakan untuk membobol kendaraan bermotor seperti kunci letter T serta 45 bilah senjata tajam.

Tak hanya itu, aparat turut mengamankan sekitar 240 barang bukti lain berupa pakaian, rekaman CCTV, hingga hasil kejahatan para pelaku.

Dalam periode yang sama, Polda Metro Jaya menerima sebanyak 1.283 laporan tindak kejahatan jalanan, mulai dari pencurian dengan pemberatan, pencurian biasa, pencurian kendaraan bermotor, hingga pencurian dengan kekerasan.

Iman menegaskan Tim Pemburu Begal masih terus memburu pelaku lain dan mengembangkan ratusan perkara yang belum sepenuhnya terungkap.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada kepolisian terkait aksi kriminalitas di lingkungan sekitar.

“Peran masyarakat sangat membantu kepolisian dalam penanganan dan pengungkapan perkara,” ujar Budi.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melapor ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan darurat 110 apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan jalanan. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

6 Anak di Bawah Umur Terlibat Narkoba, Meningkat 2 Kali Lipat dari Tahun Sebelumnya

0
Ilustrasi orang yang ketergantungan pada narkoba. (AI).

BONTANG – Kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anak di bawah umur, di wilayah Kota Bontang menjadi perhatian serius, karena peredaran narkoba mulai menyasar kalangan pelajar dan remaja usia sekolah.

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang telah mencatat, ada sebanyak enam anak berusia 13 hingga 17 tahun yang telah menjalani penanganan di 2026 ini. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat, dibandingkan 2025 lalu, yang hanya mencatat tiga kasus anak terpapar narkotika.

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdani mengatakan bahwa peningkatan dalam kasus ini menjadi alarm bagi seluruh pihak, terutama di keluarga dan lingkungan pendidikannya. Total selama di 2026 ini, sudah ada enam anak yang ditangani.

“Tahun lalu hanya ada tiga kasus saja, tetapi di tahun ini malah meningkat. Bahkan yang menjadi permasalahan, anak di bawah umur pun menjadi sasarannya” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Selain itu Lulyana turut menjelaskan, bahwa di tiga kasus pertama ditemukan periode Januari hingga Maret 2026. Kemudian tepatnya di April lalu, kembali lagi ada tiga keluarga yang datang meminta bantuan rehabilitasi, karena anak mereka terindikasi menggunakan sabu dan obat terlarang.

“Jadi mayoritas anak-anak mengenal narkoba dari lingkungan pergaulannya yang di atas usianya, dengan modus paling sering ditemukan seperti mengajak, mencoba narkotika secara gratis sebelum akhirnya mengalami ketergantungan pada yang bersangkutan,” bebernya.

Sehingga kondisi tersebut menunjukkan para pelaku peredaran narkotika, kini mulai menggunakan strategi menyasar remaja dengan memanfaatkan rasa ingin tahu yang tinggi dan tekanan di lingkungan pertemanan, mulai dari yang terdekat.

“Dari sejumlah kasus yang kami tangani, beberapa di antaranya berasal dari keluarga yang mengalami persoalan internal maupun broken home,” ungkapnya.

Terlebih lagi, pihak BNNK Bontang bahkan menemukan kasus anak yang nekat menjual barang miliknya sendiri, demi membeli dan mendapatkan narkoba setelah mengalami ketergantungan yang dialaminya.

“Sampai ada anak yang menjual barang untuk membeli narkoba. Ini yang sangat berbahaya,” ungkap Lulyana.

Ia menegaskan, penyalahgunaan narkotika pada usia anak dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, pendidikan, hingga masa depan mereka. Karena itu, pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan.

Terkait pengungkapan jaringan pemasok narkoba kepada pelajar, Lulyana menjelaskan BNNK Bontang saat ini lebih berfokus pada langkah pencegahan, edukasi, serta rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Sementara penindakan terhadap jaringan pengedar menjadi kewenangan BNN Provinsi.

“Maka kami lebih fokus kepada penyembuhan dan pencegahannya terlebih dahulu ke anak-anak yang sudah ketergantungan dengan narkoba,” terangnya.

BNNK Bontang pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan atau meminta bantuan, apabila menemukan anggota keluarga yang terindikasi terpapar narkotika, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi semakin parah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Neni Prihatin Pelajar di Bontang Terpapar Narkoba, Beri Semangat Jalani Rehabilitasi

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui awak media. (Dwi S).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan keprihatinannya, terhadap kasus pelajar yang mulai terpapar dan mengalami ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang.

Menurutnya, keputusan untuk menjalani rehabilitasi merupakan langkah berani yang patut diapresiasi. Bagi Neni, rehabilitasi bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan gerbang untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan sehat.

Sehingga Neni terus memberikan dukungan secara moral ke anak-anak tersebut, agar mereka yang sedang menjalani masa rehabilitasi, tetap semangat menjalani setiap tahapan pemulihan untuk dirinya sendiri.

“Kalian tidak pernah berjalan sendirian. Ada keluarga, pemerintah, dan doa seluruh masyarakat Bontang yang terus mengiringi setiap proses pemulihan ini,” ungkapnya, Sabtu (23/5/2026).

Selain itu, ia sangat berharap untuk para pelajar dan masyarakat yang saat ini menjalani rehabilitasi, dapat bangkit kembali meninggalkan masa lalu yang telah terjadi dan kembali menjalani kehidupan secara positif.

Neni juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung proses pemulihan para korban penyalahgunaan narkotika. Dukungan emosional dinilai menjadi salah satu faktor penting, agar mereka dapat kembali percaya diri dan beradaptasi di tengah masyarakat.

Ia pun juga berharap untuk seluruh proses kegiatan rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), bisa berjalan dengan lancar hingga para peserta yang menjalaninya benar-benar pulih kembali.

“Tetap kuat, tetap semangat. Kami menantikan kepulangan kalian sebagai pribadi yang baru, sehat, dan siap kembali berkarya untuk kebaikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Truk Tak Kuat Nanjak di Telihan, Pemotor di Belakang Terlindas

0
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi antara truk dan motor di KM.6. (Ist).

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan S. Parman, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat, tepatnya di tanjakan seberang Empek-Empek Anda, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.01 WITA.

Insiden tersebut melibatkan sebuah truk bermuatan, serta satu unit sepeda motor yang berada tepat di belakang kendaraan berat tersebut.

Berdasarkan laporan di lapangan, truk yang tengah melintas di jalur menanjak, diduga tidak mampu menahan beban muatan saat melintasi tanjakan. Kendaraan kemudian kehilangan tenaga dan bergerak mundur secara tiba-tiba.

Di saat bersamaan, seorang pengendara sepeda motor berada tepat di belakang truk tersebut. Karena jarak yang terlalu dekat dan situasi berlangsung cepat, korban tidak sempat menghindar hingga akhirnya tertabrak.

“Sepeda motor korban bahkan sampai terlindas sama badan truk,” ucap Hendra, salah satu relawan IEA, saat dikonfirmasi.

Benturan keras mengakibatkan pengendara mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berupaya memberikan bantuan, sambil menghubungi petugas penanganan darurat.

“Kami saat menerima informasi kejadian, langsung bergerak bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. Guna mencegah kemacetan, serta mengantisipasi risiko kecelakaan susulan di jalur tanjakan tersebut,” jelasnya.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga memberikan pertolongan pertama kepada korban, sebelum dievakuasi menggunakan kendaraan menuju RSUD Taman Husada Bontang.

“Begitu melihat ada korban, kami juga bergerak cepat untuk memberikan penanganan medis sementara,” paparnya.

Proses evakuasi berlangsung cukup cepat dengan bantuan warga sekitar dan tim bantuan lapangan dari relawan. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan, kemudian dipinggirkan agar arus lalu lintas kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Belum diketahui secara pasti identitas lengkap korban maupun tingkat luka yang dialami.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kebijakan Pembekuan Pengurus Muaythai Daerah Mengancam Persiapan Atlet Porprov

0
Asisten Pelatih Muaythai Kutai Timur, Brandon Anto (kiri). (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kebijakan Plt Pengurus Provinsi Muaythai Kalimantan Timur (Kaltim), yang membekukan seluruh pengurus cabang olahraga Muaythai kabupaten/kota se-Kaltim menuai kritik dari daerah. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengganggu pembinaan atlet dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Sorotan datang dari Asisten Pelatih Muaythai Kutai Timur, Brandon Anto. Ia menilai pembekuan pengurus daerah tidak tepat dilakukan apabila persoalan yang terjadi berada di tingkat pusat organisasi.

Menurut Brandon, pengurus daerah selama ini tetap aktif menjalankan pembinaan atlet dan tidak terlibat dalam konflik internal organisasi di tingkat atas. Karena itu, ia menyayangkan daerah justru ikut terdampak.

“Kalau persoalannya terjadi di tingkat pusat, seharusnya penyelesaiannya juga dilakukan di pusat. Jangan sampai daerah yang selama ini aktif membina atlet justru ikut dikorbankan,” ujar Brandon, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan, fokus utama pelatih dan atlet saat ini adalah meningkatkan prestasi serta mempersiapkan diri menghadapi Porprov. Di tengah persiapan tersebut, kebijakan pembekuan justru menimbulkan keresahan di daerah.

“Atlet dan pelatih di daerah ini fokusnya latihan, membangun prestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov. Mereka bukan bagian dari konflik internal organisasi, jadi jangan sampai pembinaan yang sudah berjalan terganggu,” katanya.

Brandon juga mempertanyakan dasar dan urgensi pembekuan seluruh pengurus kabupaten/kota, termasuk daerah yang dinilai masih aktif menjalankan program pembinaan atlet. Apalagi, sejumlah daerah tengah mempersiapkan atlet secara intensif, termasuk Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov.

“Kami mempertanyakan apa dasar dan urgensinya pengurus kabupaten/kota yang masih aktif menjalankan pembinaan harus di-Plt-kan. Apalagi saat ini daerah sedang mempersiapkan atlet untuk Porprov,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan pelaksana tugas (Plt) semestinya bertujuan menjaga stabilitas organisasi dalam kondisi tertentu. Namun jika penunjukan dilakukan secara sepihak hingga berdampak pada pembinaan atlet, maka kebijakan tersebut dinilai justru merugikan daerah.

“Plt itu seharusnya hadir untuk membantu menjaga stabilitas organisasi, bukan malah mematikan pembinaan yang sudah berjalan. Jangan sampai keputusan organisasi justru membuat atlet menjadi korban,” ucapnya.

Ia berharap persoalan internal organisasi Muaythai dapat segera diselesaikan secara bijak tanpa mengorbankan kepentingan atlet di daerah. Brandon menegaskan, pembinaan dan masa depan atlet harus tetap menjadi prioritas utama menjelang pelaksanaan Porprov.

“Harapan kami, masalah organisasi ini diselesaikan dengan kepala dingin. Yang paling penting, jangan ganggu persiapan atlet. Prestasi daerah dan masa depan atlet harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Presentase Anggaran Kas OPD Disorot!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb23mei2026/mobile/

Pelaku Curanmor di Masjid Sangkulirang Dibekuk di Tarakan

0
Barang bukti sepeda motor yang dicuri MI di Masjid, Sangkulirang telah diamankan. (Istimewa)

SANGGATA – Pelarian panjang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Masjid Al-Ikhsan, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur akhirnya terhenti. Pelaku berinisial MI berhasil diringkus aparat kepolisian setelah kabur lintas provinsi hingga ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

MI ditangkap Tim Enggang Sangsaka Polsek Sangkulirang bersama Resmob Polres Tarakan pada Kamis (21/5/2026) di kawasan taman depan Pelabuhan Tarakan. Polisi menduga pelaku hendak melanjutkan perjalanan menuju Kuwandang, Gorontalo.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Sangkulirang Iptu Erik Bastian menjelaskan, kasus tersebut bermula saat korban kehilangan sepeda motor usai melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.

Korban awalnya menyadari motor miliknya tidak lagi berada di lokasi parkir masjid. Selain kendaraan, korban juga kehilangan telepon genggam dan uang tunai yang tersimpan di dalam dompet.

“Setelah dicek melalui rekaman CCTV, terlihat pelaku membawa kabur motor korban sekitar pukul 02.30 Wita saat korban sedang tidur di kamar masjid,” ujar Iptu Erik Bastian.

Motor yang dicuri diketahui merupakan Yamaha Mio Gear warna merah dengan nomor polisi KT 2503 RBC.

Dari hasil penyelidikan polisi, usai melakukan aksi pencurian, pelaku langsung melarikan diri menuju Sangatta menggunakan motor hasil curian. Setelah sempat bermalam di wilayah Sangatta, MI kembali melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Berau.

Di Berau, motor curian tersebut dijual dengan harga Rp3,2 juta. Uang hasil penjualan digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan selama pelarian, mulai dari membeli makanan, rokok hingga membayar penginapan.

Tak berhenti di situ, pelaku kembali berpindah lokasi menuju Tanjung Selor menggunakan travel sebelum akhirnya menyeberang ke Tarakan memakai speed boat.

Tim Enggang Sangsaka yang terus melakukan pengejaran akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku di Tarakan. Penangkapan dilakukan sebelum MI sempat melarikan diri lebih jauh keluar daerah.

“Pelaku berhasil diamankan saat berada di taman depan pelabuhan. Diduga ia hendak menyeberang menuju Gorontalo,” jelasnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus pencurian tersebut. Saat ini tersangka bersama barang bukti sedang dibawa menuju Polsek Sangkulirang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan pelaku selama pelarian lintas provinsi tersebut.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

DPK Perbankan Tumbuh 11,39 Persen di Tengah Tekanan Global

0
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Foto: Dok. OJK

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi industri perbankan nasional masih berada dalam kondisi stabil meski pasar keuangan global tengah dibayangi ketidakpastian geopolitik, lonjakan harga minyak dunia, serta penguatan dolar Amerika Serikat.

OJK menilai ketahanan ekonomi domestik masih cukup kuat dengan dukungan inflasi yang terkendali serta pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap positif di tengah tekanan eksternal.

Berdasarkan pemantauan OJK, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) per April 2026 tercatat mencapai 11,39 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut masih didominasi simpanan berdenominasi rupiah yang meningkat 11,49 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan peningkatan simpanan valuta asing sejak awal tahun masih berada dalam batas yang dinilai wajar.

“Sejak awal 2026, kami melihat bahwa memang terdapat peningkatan porsi DPK Valas terhadap DPK total. Namun demikian, peningkatan DPK Valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK Valas terhadap DPK total sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15 persen-16 persen,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Dian, kenaikan simpanan valas terutama terjadi pada produk deposito karena sejumlah bank menawarkan bunga kompetitif untuk menarik dana eksportir agar tetap ditempatkan di dalam negeri.

Selain itu, kondisi likuiditas perbankan juga dinilai masih memadai. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88 persen, sedangkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga dan non-core deposit masih jauh di atas ambang batas minimum regulator.

OJK juga memastikan eksposur risiko nilai tukar perbankan nasional masih terkendali. Hal tersebut tercermin dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) yang konsisten berada jauh di bawah batas maksimum 20 persen dari modal bank.

Meski demikian, OJK tetap mewaspadai potensi dampak lanjutan akibat imported inflation dan kenaikan biaya produksi seiring lonjakan harga energi global yang dapat memengaruhi sektor riil maupun daya beli masyarakat.

Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, OJK menyatakan terus memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Kementerian Keuangan melalui kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Libur Panjang Iduladha, Kamar Whiz Prime Mulai Rp480 Ribu

0
Whiz Prime Hotel Balikpapan menghadirkan promo spesial “Qurban Festive Stay” untuk menyambut libur Iduladha 2026. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN — Menyambut momen libur panjang dan Hari Raya Iduladha 2026, Whiz Prime Hotel Balikpapan menghadirkan promo spesial bertajuk “Qurban Festive Stay” dengan penawaran harga menginap yang lebih terjangkau bagi masyarakat maupun wisatawan.

Melalui promo tersebut, tamu dapat menikmati kamar Superior mulai Rp480 ribu nett per malam yang sudah termasuk sarapan untuk dua orang.

Sales & Marketing Manager Whiz Prime Hotel Balikpapan, Toni Setiawan mengatakan promo tersebut berlaku mulai 24 Mei hingga 1 Juni 2026 dan diharapkan menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana liburan dengan nyaman di Kota Balikpapan.

“Penawaran spesial ini berlaku mulai 24 Mei hingga 1 Juni 2026 dan menjadi pilihan ideal bagi wisatawan maupun masyarakat yang ingin menikmati suasana liburan dengan kenyamanan maksimal,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Toni, pihak hotel berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang praktis, nyaman, dan memberikan suasana hangat layaknya di rumah sendiri.

Selain menawarkan kamar modern, hotel juga memiliki lokasi strategis yang memudahkan tamu menjangkau pusat bisnis, kawasan kuliner, hingga sejumlah destinasi favorit di Balikpapan.

“Melalui promo Qurban Festive Stay, kami ingin memberikan kesempatan bagi para tamu untuk menikmati momen liburan dengan suasana yang hangat, nyaman, dan penuh ketenangan bersama keluarga maupun orang terdekat,” jelasnya.

Whiz Prime Hotel Balikpapan juga menghadirkan pelayanan khas Intiwhiz Hospitality Management yang mengedepankan kenyamanan dan pengalaman menginap berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

Promo “Qurban Festive Stay” tersedia dalam periode terbatas dan dapat dipesan langsung melalui hotel maupun kanal reservasi resmi.

Informasi dan pemesanan dapat dilakukan melalui layanan telepon 0542 880 0880, WhatsApp 0878 6287 3939, Instagram @whizprimebpn, maupun situs resmi Intiwhiz Hospitality Management. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

TNI-Polri hingga Satpol PP Siap Amankan Pilkakam di Mahulu

0
Wakapolres Mahulu, Kompol Djoko Purwanto memimpin upacara gelar pasukan pengamanan pemilihan Petinggi Kampung 2026 di halaman Mako Polres Mahulu. Foto: Istimewa

UJOH BILANG — Wakapolres Mahakam Ulu, Kompol Djoko Purwanto memimpin langsung upacara gelar pasukan pengamanan Pemilihan Petinggi Kampung Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu yang berlangsung di halaman Mako Polres Mahulu, Jumat (22/5/2026).

Upacara tersebut digelar sebagai bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan pengamanan tahapan pemilihan berlangsung.

Peserta upacara terdiri dari unsur TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Kompol Djoko Purwanto menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi guna menjaga stabilitas keamanan selama proses demokrasi tingkat kampung berlangsung.

Ia juga meminta seluruh personel pengamanan mengedepankan sikap profesional, humanis, serta menjaga netralitas dalam menjalankan tugas pengamanan.

“Pengamanan dilakukan secara maksimal mulai dari tahapan kampanye, pemungutan suara hingga penetapan hasil pemilihan guna menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Mahakam Ulu,” ujarnya.

Selain itu, seluruh personel juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dapat menghambat jalannya pemilihan.

Menurutnya, kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian pemilihan Petinggi Kampung berjalan tertib dan lancar.

Dengan dilaksanakannya gelar pasukan tersebut, diharapkan seluruh tahapan Pemilihan Petinggi Kampung Tahun 2026 di Kabupaten Mahakam Ulu dapat berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat demi terciptanya demokrasi yang sehat dan berkualitas. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S