Beranda blog Halaman 171

Miliki Riwayat Penyakit Jantung, Wakil Ketua DPRD Bontang Tutup Usia di RSUD Taman Husada

0
Kediaman rumah duka. (Dwi S).

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Taman Husada, Sabtu (4/4/2026) malam. Almarhum menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 22.15 Wita, akibat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.

Pihak keluarga, melalui anak menantu almarhum mengungkapkan bahwa riwayat penyakit jantung tersebut sudah dialami sejak lama, bahkan saat almarhum masih aktif bekerja di sektor pertambangan. Saat itu, almarhum sempat mengalami serangan jantung dan menjalani pemasangan ring sebagai tindakan medis.

“Untuk penyakitnya memang sudah lama. Dulu waktu masih aktif di tambang, bahkan pas sudah kena serangan jantung, bapak juga sudah dipasangkan ring di jantungnya,” ucapnya saat ditemui.

Sebelumnya, tepat di hari Sabtu siang, kondisi almarhum menurun di sekitar pukul 12.30 Wita usai salat dzuhur, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Amalia. Namun, karena keterbatasan dokter spesialis jantung di rumah sakit tersebut, almarhum kemudian dirujuk ke RSUD Taman Husada, sekitar pukul 17.00 Wita.

Meski sempat mendapatkan penanganan intensif, termasuk dua kali tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP), nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan.

“Dokter menyampaikan bahwa bapak meninggal sekitar jam 22.15 wita. Sempat dua kali RJP, tapi saat pemeriksaan pupil mata, ternyata sudah tidak merespon dan langsung dinyatakan meninggal,” tambahnya.

Diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, almarhum memiliki perjalanan karier panjang di perusahaan tambang, yakni di Indominco. Ia memulai dari posisi sebagai petugas keamanan, kemudian naik menjadi kepala keamanan, hingga bagian eksternal sebelum akhirnya pensiun dini.

Di karir politiknya pun terbilang mentereng. Almarhum telah menjabat sebagai Anggota DPRD Bontang, selama dua periode dan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang merintis karir dari bawah.

“Biasanya bapak kalau kontrol ke AWS Samarinda, kadang juga ke RSUD kalau jadwal di RSUD tidak penuh,” paparnya.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan Minggu (5/4/2026), usai salat dzuhur di kawasan Pisangan. Sebelum pemakaman, akan dilakukan rangkaian pelepasan dari PDI Perjuangan Bontang, setelah proses pengkafanan dan salat jenazah selesai.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Belasungkawa, Anggota Dewan Berbondong-bondong Melayat ke Kediaman Almarhum Maming

0
Suasana di kediaman rumah duka, almarhum Maming di Tanjung Laut. (Dwi S).

BONTANG – Kabar duka datang dari Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming, dimana almarhum meninggal dunia Sabtu (4/4/2026) malam. Kepergian almarhum sontak mengundang duka yang mendalam dari berbagai kalangan, baik pejabat daerah maupun masyarakat.

Sejak adanya kabar wafat almarhum tersebar, di kediaman almarhum langsung dipenuhi ratusan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Terpantau di lokasi, sejumlah anggota DPRD Bontang turut hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Bontang, Siti Yara, Ketua Komisi A, Heri Keswanto, Ketua Komisi C, Alfin Rausan Rifky, serta anggota dewan lainnya seperti Winardi, Sarful Rizal, Joni Alla Padang, Sumardi, hingga Muhammad Irfan.

Saat ditemui di kediaman almarhum, Wakil Ketua DPRD Bontang, Siti Yara, mengaku dirinya baru saja menerima kabar terkait meninggalnya almarhum Maming, dan langsung bergegas menuju rumah duka.

“Saya juga baru saja mendapatkan kabar. Meninggalnya karena sakit jantung. Sudah sempat pemasangan ring di jantungnya, banyak. Tapi lebih baik, coba untuk konfirmasi ke pihak keluarganya saja,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung, bahkan sebelumnya almarhum telah menjalani tindakan medis berupa pemasangan ring di jantungnya.

Hingga saat ini, suasana di rumah duka masih dipadati pelayat yang terus berdatangan, baik dari kalangan pejabat, kolega, maupun masyarakat yang ingin memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kepergian Maming menjadi kehilangan besar bagi DPRD Bontang dan masyarakat luas, mengingat dedikasinya selama menjabat sebagai wakil rakyat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kabar Duka! Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Meninggal Dunia

0
Kabar Duka! Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Meninggal Dunia
Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Maming. (Ist).

BONTANG – Kabar duka datang dari dunia politik Kota Bontang. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Maming, dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (4/4/2026).

Informasi wafatnya Maming dengan cepat menyebar di kalangan pejabat wilayah Bontang hingga masyarakat. Sejumlah pejabat, salah satunya Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam membenarkan hal tersebut.

“Iya benar kabar meninggalnya H. Maming,” ucapnya saat dihubungi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya almarhum, maupun jadwal prosesi pemakaman.

Suasana di rumah duka pun saat ini, tepatnya di pukul 23.21 Wita, telah dipenuhi pelayat, termasuk para jajaran anggota DPRD Bontang dan masyarakat sekitar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sempat Dilaporkan Hilang, Nelayan Berbas Pantai Kembali Sendirian

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb4apr2026/mobile/

KPC Sebut Banjir Road 9A Dipicu Gorong-Gorong Tersumbat

0
Manager External Relation KPC, Nanang Supriyadi. (Istimewa)

SANGATTA – Banjir yang merendam kawasan Jalan Road 9A, poros Sangatta–Bengalon, Jumat (23/4/2026) malam, dipastikan bukan akibat jebolnya tanggul. PT Kaltim Prima Coal (KPC) memberikan klarifikasi bahwa genangan terjadi karena sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, khususnya gorong-gorong yang tersumbat.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga. Air menggenangi permukiman hingga setinggi lutut orang dewasa dan berdampak pada sekitar 25 kepala keluarga (KK).

Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku pihak desa telah memonitor kondisi di lapangan, termasuk adanya aktivitas pembukaan aliran gorong-gorong oleh pihak KPC.

Namun, menurutnya, informasi terkait potensi dampak ke permukiman warga baru dirasakan setelah genangan terjadi.

“Kami mendapat informasi sore hari akan ada dampak, tapi kondisi riilnya baru terlihat setelah air mulai naik,” ujarnya.

Pemerintah desa bersama pihak terkait langsung bergerak melakukan penanganan darurat dengan menutup kembali aliran air pada malam hari.

“Kami tutup sekitar pukul 20.00. Air sudah tidak mengalir ke bawah, tapi dampaknya masih terasa sampai sekitar pukul 00.00,” jelasnya.

Sementara itu, Manager External Relation KPC, Nanang Supriyadi, menjelaskan bahwa luapan air dipicu oleh tingginya curah hujan di daerah tangkapan air (DTA) lokal yang diperparah oleh tersumbatnya gorong-gorong penghubung di bawah jalan.

“Hambatan pada saluran menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal hingga terjadi penumpukan. Tim kami segera melakukan koordinasi dan pemulihan fungsi gorong-gorong,” terangnya kepada media, Sabtu (4/4/2026).

Dalam proses normalisasi, debit air yang sempat tertahan akhirnya meluap ke badan jalan secara sementara sebelum kembali mengalir ke saluran pembuangan.

Nanang menambahkan, KPC sebenarnya telah menyiapkan langkah pengendalian debit air melalui pemasangan pipa berdiameter lebih kecil sebagai kontrol aliran. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya penolakan dari masyarakat.

“Rencana kami menggunakan pipa kontrol debit berukuran 40 cm, sementara gorong-gorong yang tersumbat berdiameter 60 cm. Namun belum dilakukan karena ada penolakan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, luapan air tersebut murni berasal dari limpasan air hujan (runoff) setempat dan tidak berkaitan dengan aktivitas tambang maupun kolam tambang.

“Ini bukan akibat tanggul jebol atau aktivitas operasional tambang. Murni karena limpasan air hujan lokal,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, KPC berkomitmen meningkatkan pemantauan serta pemeliharaan sistem drainase secara berkala guna mencegah kejadian serupa terulang.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Insiden di Bengkel HINO KM 25 Balikpapan, Samator Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

0
Kondisi truk tanki Samator dan bengkel Hino pasca ledakan. (Ist)

BALIKPAPAN – Pihak Samator Grup mengkonfirmasi insiden yang terjadi di Bengkel HINO Jalan Soekarno Hatta KM 25, Balikpapan Utara, yang mengakibatkan kerusakan kendaraan tangki milik Samator Gas Industri (SGI) Kutai pada Jumat, 3 April 2026.

Ame Hutami, Head of Corporate Communication and Government Relation
Samator Group menjelaskan kronologis kejadian. Berdasarkan informasi awal, kendaraan tersebut merupakan truk tangki LOX (liquid oxygen) dan sedang berada dalam proses perbaikan di bengkel HINO sejak 27 Maret 2026.

“Kami bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini. Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh pihak, serta melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwenang dan manajemen bengkel untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Ditambahkannya, perusahaan saat ini tengah mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam tahap penyelidikan.

“Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak,” pungkasnya. (Rilis)

Editor: Yusva Alam

Tak Ada Hujan, Warga di Jalan Roud 9A Dikagetkan Banjir Mendadak

0
Air sudah merendam rumah warga. (Tangkapan Layar)

SANGATTA – Warga di Jalan Roud 9A, poros Sangatta–Bengalon, dikejutkan banjir mendadak pada Jum’at malam (3/4/2026). Tanpa hujan, air tiba-tiba meluap dan merendam permukiman hingga setinggi lutut orang dewasa.

Sedikitnya 25 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut. Kepanikan warga tak terhindarkan karena air datang secara tiba-tiba pada malam hari.

Pantauan di lapangan, Sabtu (4/4/2026) pukul 13.00 Wita, menunjukkan sumber genangan berasal dari cekungan di lahan milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Area seluas sekitar 4–5 hektare dengan kedalaman 3–4 meter itu selama ini menjadi tampungan air hujan.

Air meluap setelah gorong-gorong yang sebelumnya tersumbat dibuka. Debit air yang telah lama tertahan tidak mampu dikendalikan saat saluran dialirkan, sehingga mengalir deras ke permukiman warga.

Meski sempat merendam rumah, luapan air berlangsung singkat, sekitar satu jam sebelum berangsur surut. Isu yang menyebut adanya tanggul jebol dipastikan tidak benar.

Kepala BPBD Kutai Timur, Sulastin, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (RC) begitu menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu ada laporan dari masyarakat, kami langsung turunkan tim RC ke lokasi di Kampung Tator,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan, banjir diduga dipicu tanggul air di area genangan lahan KPC. Namun kondisi tersebut segera ditangani dan situasi kini telah kembali normal.

“Sudah aman, aktivitas masyarakat sudah kembali seperti biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, mengaku pihak desa tidak mendapat informasi sebelumnya terkait pembukaan gorong-gorong.

“Sore itu sebenarnya sudah disampaikan akan ada efek ke warga kalau dibuka, tapi kami tidak tahu. Kami tahunya setelah kejadian,” ungkapnya.

Menurutnya, pembukaan saluran dilakukan untuk mengurai genangan air yang mengarah ke jalan nasional. Namun, aliran justru masuk ke permukiman warga.

“Dari mereka membuka supaya air tidak masuk ke jalan nasional, tapi malah masuk ke kami. Sementara kami tidak ada hujan, itu yang jadi pertanyaan masyarakat,” tegasnya.

Upaya penanganan langsung dilakukan. Pemerintah desa bersama pihak terkait menutup kembali aliran air sekitar pukul 20.00 Wita. Meski demikian, dampak genangan masih terasa hingga sekitar tengah malam.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak kolam ikan milik masyarakat. Saat ini, pemerintah desa masih menunggu konfirmasi dari pihak KPC terkait penanganan lanjutan atas dampak yang ditimbulkan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Bupati Tekankan Kemampuan Kandidat Terjemahkan visi dan misi Kepala Daerah ke Program Nyata

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat diwawancara. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diserbu peserta. Sebanyak 26 pendaftar ambil bagian dalam proses perebutan kursi strategis kepala perangkat daerah.

Di tengah dinamika tersebut, isu kepentingan politik ikut mencuat. Namun, Bupati Kutim memilih tidak larut dalam polemik. Ia menegaskan, yang terpenting adalah kemampuan kandidat dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program nyata.

“Saya tidak ingin masuk pada apakah ini terkait kepentingan politik atau tidak. Yang jelas, bupati membutuhkan kepala perangkat daerah yang mampu menerjemahkan visi dan misi,” tegasnya saat diwawancara Media Kaltim, Rabu (4/4/2026).

Menurutnya, visi-misi kepala daerah merupakan hasil dari proses politik yang sah dan harus diwujudkan dalam kerja pembangunan. Karena itu, pejabat yang terpilih nantinya dituntut memiliki kapasitas dan komitmen kuat.

“Itu sudah menjadi tanggung jawab. Apa jadinya kalau ada kepala satker yang tidak mampu menerjemahkan visi tersebut?” ujarnya.

Ia mengingatkan, jabatan bukan sekadar posisi administratif. Lebih dari itu, jabatan adalah amanah yang harus dijawab dengan kinerja dan inovasi.

Bupati juga menekankan pentingnya percepatan kerja bagi pejabat yang terpilih. Tidak boleh ada waktu terbuang hanya untuk beradaptasi tanpa hasil.

“Yang penting sekarang, mereka yang terpilih harus segera bekerja dan menjalankan tugas dengan baik,” tandasnya.

Melalui seleksi ini, diharapkan lahir figur-figur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah, sejalan dengan visi besar Kutai Timur ke depan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kabar Gembira Buat Warga Pedalaman! RSUD Muara Bengkal Kini Bisa Operasi Sendiri

0
Operasi Perdana Sukses, RSUD Muara Bengkal Kini Miliki Layanan Bedah Sendiri. (Dok. RSUD Muara Bengkal)

SANGATTA – Kabar baik bagi masyarakat pedalaman. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bengkal kini sudah mampu melakukan tindakan operasi secara mandiri. Layanan ini resmi berjalan setelah operasi perdana sukses dilaksanakan pada Rabu (1/4/2026).

Dengan hadirnya ruang bedah tersebut, masyarakat Muara Bengkal dan wilayah sekitar tak lagi harus dirujuk ke Sangatta maupun Samarinda hanya untuk menjalani tindakan operasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyebutkan kesiapan layanan ini didukung kelengkapan tenaga medis spesialis yang kini bertugas di RSUD Muara Bengkal.

RSUD Muara Bengkal. (Istimewa)

“RSUD Muara Bengkal kini sudah memiliki tujuh dokter spesialis, meliputi penyakit dalam, anak, bedah, kandungan, anestesi, radiologi, dan patologi klinik,” ujarnya saat dihubungi, Jum’at (3/4/2026).

Menurutnya, pemenuhan dokter spesialis tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil.

Selama ini, lanjut dia, masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Kondisi tersebut tentu berdampak pada waktu penanganan hingga keselamatan pasien.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga tidak perlu lagi dirujuk jauh hanya untuk mendapatkan layanan dasar spesialis,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, tenaga medis spesialis didukung melalui skema kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Pola sharing cost ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan layanan meski membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Pembiayaan dilakukan melalui sharing cost antara provinsi dan kabupaten, sehingga pelayanan bisa berjalan optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ke depan, RSUD Muara Bengkal ditargetkan menjadi pusat rujukan layanan kesehatan bagi sejumlah kecamatan di wilayah pedalaman. Kehadiran fasilitas ruang bedah menjadi salah satu langkah strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan rujukan.

Sementara itu, Direktur RSUD Muara Bengkal, dr. Andriansyah, menegaskan keberhasilan operasi perdana menjadi bukti kesiapan fasilitas dan tim medis.

“Ini adalah langkah besar bagi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan berdampak langsung terhadap keselamatan pasien,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

26 Pendaftar Empat Posisi Kepala Perangkat Daerah, 23 Lolos Seleksi Administrasi

0
Rangkaian Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kutim yang dibuka Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diserbu peminat. Sebanyak 26 peserta mendaftar untuk memperebutkan empat posisi kepala perangkat daerah. Dari jumlah tersebut, 23 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan, tingginya jumlah pendaftar merupakan hal yang wajar. Namun, yang dibutuhkan bukan sekadar banyaknya peserta, melainkan kualitas dan kesiapan dalam memimpin.

“Silakan saja mau berapa yang mendaftar, itu hak mereka. Tapi yang kita butuhkan hanya empat,” ujarnya.

Ia mengingatkan, jabatan pimpinan tinggi tidak boleh dipandang sebagai posisi “duduk nyaman”. Seorang kepala satker harus memiliki kompetensi, inovasi, kecerdasan, serta kemampuan manajerial yang mumpuni.

“Jangan sekadar duduk jabatan. Harus punya inovasi, kemampuan, dan kecerdasan. ASN juga wajib menguasai core value BerAKHLAK, itu sudah menjadi standar nasional,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan pembangunan di Kutim masih cukup besar. Dengan wilayah yang luas dan usia daerah yang baru menginjak 27 tahun, berbagai sektor masih membutuhkan percepatan, terutama infrastruktur dasar.

“Jalan kita tingkat kematangannya masih di bawah 40 persen. Artinya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Belum lagi fasilitas perhubungan, kantor kecamatan, hingga desa,” jelasnya.

Di sisi lain, Kutim memiliki modal kuat dari sektor sumber daya alam dan kemampuan fiskal daerah. Hal tersebut harus mampu dimaksimalkan oleh para pimpinan OPD untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam.

“Kita sudah mulai dorong ekonomi di luar batu bara, dan ini sudah on the track. Kontribusinya masih besar, meskipun secara agregat ikut terpengaruh,” katanya.

Bupati juga menyoroti pentingnya kecepatan dalam menerjemahkan visi-misi kepala daerah, termasuk 50 program prioritas yang telah dicanangkan.

“Jangan sampai bupati kerja sendiri. Program seperti UMKM dan rumah ibadah itu harus segera diterjemahkan dalam bentuk kegiatan nyata. Jangan hanya konsep,” sindirnya.

Selain itu, ia memastikan penguatan disiplin ASN akan terus dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan sistem pengawasan kehadiran dan kinerja yang terintegrasi.

“Absensi akan kita perketat. Ini bagian dari memastikan ASN benar-benar bekerja dengan baik. Tidak bisa sendiri, harus kolaborasi, termasuk dengan Kominfo,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam