Beranda blog Halaman 172

Komunitas Ojol Samarinda Tanggung Iuran BPJS Ratusan Driver

0
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Zeki Patrianto saat melakukan sosialisasi di Cafe Busam, Samarinda. Foto: Dimas/MKN

SAMARINDA — Guna memberikan rasa aman saat mengaspal di jalan raya, perkumpulan Bubuhan Driver Gojek Samarinda berkomitmen menjamin keselamatan ratusan anggotanya. Organisasi ini meluncurkan program jaminan sosial dengan menanggung penuh iuran BPJS Ketenagakerjaan para driver secara kolektif setiap bulannya.

Langkah nyata ini diawali lewat agenda sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan Samarinda yang digelar di Cafe Busam, Samarinda, Kamis (21/5/2026) sore.

Ketua Umum Bubuhan Driver Gojek Samarinda, Ivan Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahap pertama ini tercatat ada 100 driver ojek online (ojol) yang iurannya langsung ditanggung 100 persen oleh pihak perkumpulan.

Ivan membeberkan program jaminan sosial ini lahir dari evaluasi mendalam selama satu dekade terakhir mendampingi para driver ojol di Samarinda. Selama kurun waktu tersebut, tidak sedikit rekan sejawat yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia tanpa adanya proteksi.

“Kita punya pengalaman yang cukup pahit selama 10 tahun mengurusi teman-teman driver. Banyak rekan-rekan yang kecelakaan bahkan meninggal dunia, tapi mereka tidak memiliki jaminan keselamatan kerja sama sekali,” ungkap Ivan.

Dampaknya, kata Ivan, ketika ada driver yang harus dirawat di rumah sakit, mereka kesulitan biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah. Begitu pula saat ada yang meninggal dunia, pihak keluarga tidak mendapatkan kompensasi apa pun untuk melanjutkan hidup.

“Kondisi itu yang membuat kami berkomitmen. Jangan sampai kita kerja di jalan yang penuh risiko, malah tidak punya asuransi apa pun. Ini bahaya untuk diri kita dan keluarga di rumah,” tegasnya.

Ivan menerangkan kuota perlindungan ini akan terus diperbarui dan ditambah setiap bulan demi menyasar seluruh anggota perkumpulan. Namun demikian, pihak organisasi terlebih dahulu melakukan pendataan agar program tepat sasaran.

“Kita data dulu agar tidak mubazir. Jangan sampai yang bersangkutan ternyata sudah dicover oleh perusahaan aplikasi atau sudah membayar secara mandiri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pendanaan program tersebut murni berasal dari internal perkumpulan tanpa melibatkan pihak aplikator.

“Ini tidak ada sedikit pun dari aplikator. Pendanaan ini murni gerakan 100 persen dari perkumpulan, di mana dana kami kumpulkan secara kolektif dari iuran korwil-korwil, ditambah sedikit sumbangsih dari para donatur,” tambah Ivan.

Langkah mandiri yang diinisiasi komunitas ojol itu mendapat apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan Samarinda. Sektor pekerja informal atau Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) memang menjadi fokus utama perlindungan sosial karena tingkat kerentanannya cukup tinggi.

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Zeki Patrianto, menjelaskan para pengemudi ojol saat ini mendapat kemudahan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025.

Melalui aturan tersebut, pemerintah memberikan stimulus berupa pemotongan iuran hingga 50 persen bagi pekerja mandiri di sektor transportasi.

“Melalui PP 50 Tahun 2025, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian didiskon pemerintah sebesar 50 persen. Jadi, yang seharusnya membayar Rp16.800 sekarang hanya perlu membayar Rp8.400 saja per bulan,” urainya.

Menurut Zeki, nominal tersebut sangat terjangkau jika dibandingkan manfaat perlindungan yang diterima peserta.

“Jika terjadi risiko terburuk seperti meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, ahli waris otomatis akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp42 juta yang bisa digunakan untuk modal melanjutkan hidup atau biaya pendidikan anak,” paparnya.

Zeki berharap skema kemandirian yang ditunjukkan Bubuhan Driver Gojek Samarinda ini dapat menjadi contoh bagi pekerja informal lainnya di Samarinda, mulai dari buruh tani, nelayan, hingga pedagang keliling untuk memiliki perlindungan kerja yang memadai. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Refleksi Reformasi di Samarinda Singgung Pembatasan Ruang Demokrasi

0
Peringatan 28 tahun Reformasi digelar di depan Gerbang Universitas Mulawarman, Samarinda. Foto: K. Irul Umam/MKN

SAMARINDA — Momentum 28 tahun Reformasi 1998 diperingati dengan nada kritis oleh mahasiswa, komunitas sipil hingga akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Kamis (21/5/2026).

Mengusung tajuk “Reformasi Tak Pernah Ada” dan “Indonesia Baru Tanpa Orba”, sejumlah elemen seperti BEM FH Unmul, Aksi Kamisan Kaltim, Kelompok Belajar Anak Muda, Sambaliung Corner hingga komunitas lainnya menggelar refleksi di depan Gerbang Universitas Mulawarman, Jalan M. Yamin, Samarinda.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Kastrad FH Unmul, Fauzan Yuzzaki menegaskan agenda refleksi reformasi digelar untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan rakyat Indonesia menggulingkan rezim Orde Baru.

“Kami ingin mengenang kembali bagaimana dulu perlawanan-perlawanan rakyat Indonesia untuk menumbangkan orde baru tersebut. Jadi kami ingin merawat ingatan kolektif,” ujarnya.

Menurut Fauzan, situasi demokrasi saat ini menunjukkan berbagai kemiripan dengan praktik pembatasan kebebasan di era Orde Baru. Ia menyebut sebagian kelompok masyarakat menilai rezim hari ini hanya merupakan wajah baru Orde Baru atau yang disebut “Neo-Orba”.

“Kami dari kawan-kawan Kamisan, KBAM dan lainnya berpendapat bahwa hari ini orde baru itu tidak pernah mati, tapi hanya berubah menjadi neo orba,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah pembubaran kegiatan diskusi dan pemutaran film sebagai bentuk pembatasan ruang kebebasan berekspresi.

“Seperti yang kita tahu akhir-akhir ini ada pemutaran film dibubarkan, ada bedah buku juga dibubarkan. Jadi hari ini dengan adanya rezim sekarang itu mengingatkan kembali bahwa orde baru tidak pernah mati, hanya dalam bentuk bungkusan terbaru,” tegasnya.

Fauzan pun mengajak masyarakat untuk tidak diam melihat berbagai bentuk pembatasan hak sipil yang dinilai semakin menguat.

“Pesan kami adalah teruslah melawan, jangan pernah diam karena hak-hak kita sedang dibatasi dan sedang diambil,” ujarnya.

Sorotan serupa juga datang dari Pusat Studi Konstitusi (PUSDIKSI) Fakultas Hukum Unmul. Dalam Webinar Nasional bertajuk “Refleksi 28 Tahun Reformasi Ketatanegaraan Indonesia”, Ketua PUSDIKSI FH Unmul, Harry Setya Nugraha menilai demokrasi Indonesia mengalami kemunduran serius.

Menurut Harry, demokrasi saat ini bergerak semakin prosedural dan elitis akibat dominasi oligarki politik dan ekonomi dalam proses pengambilan keputusan publik.

“Demokrasi kita semakin bergerak ke arah prosedural dan elitis akibat dominasi oligarki politik dan ekonomi dalam proses pengambilan keputusan publik,” ujarnya.

Ia menyoroti melemahnya mekanisme checks and balances antar lembaga negara hingga kecenderungan menjadikan konstitusi sebagai alat legitimasi kekuasaan politik.

Tak hanya di tingkat nasional, Harry juga mengkritik arah tata kelola pemerintahan di daerah, khususnya Kalimantan Timur. Menurutnya, semangat desentralisasi yang menjadi ruh Reformasi kini justru mengalami resentralisasi.

Berbagai kewenangan strategis seperti investasi, perizinan hingga pengelolaan sumber daya alam disebut semakin banyak ditarik kembali ke pemerintah pusat.

Akibatnya, daerah dinilai semakin terbatas menjalankan otonomi secara efektif dan sangat bergantung pada kebijakan fiskal pemerintah pusat.

PUSDIKSI juga menyoroti ketidakadilan fiskal yang dialami Kalimantan Timur. Meski menjadi salah satu daerah penyumbang besar penerimaan negara melalui sektor ekstraktif, Kaltim dinilai belum memperoleh ruang fiskal yang memadai untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publiknya sendiri.

Selain itu, persoalan eksploitasi sumber daya alam yang lebih berpihak pada kepentingan investasi ketimbang perlindungan lingkungan turut menjadi perhatian. Dampaknya terlihat dari kerusakan lingkungan, konflik lahan hingga banyaknya lubang tambang yang belum direklamasi.

“Masyarakat lokal justru menjadi pihak yang paling dirugikan tanpa memperoleh manfaat yang sebanding,” tegas Harry.

PUSDIKSI FH Unmul juga menyampaikan sembilan sikap akademik ketatanegaraan, di antaranya mendesak pemerintah kembali menempatkan konstitusi sebagai pedoman etik dan hukum tertinggi, menolak politisasi hukum, memperkuat pengawasan antar lembaga negara, hingga mendorong reformasi tata kelola SDA yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah pusat membangun kebijakan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang lebih adil bagi daerah penghasil seperti Kalimantan Timur serta menyerukan perlawanan terhadap praktik politik dinasti yang dinilai melemahkan kualitas demokrasi daerah.

“PUSDIKSI FH Unmul menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi melalui kajian akademik, advokasi, dan pendidikan publik demi menjaga arah reformasi tetap berada di koridor negara hukum yang demokratis dan berkeadilan,” tutup Harry. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Rakornas Pariwisata Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Kembangkan Destinasi

0
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat pembukaan bimbingan teknis keamanan pangan bagi pengelola SPPG yang digelar Kemenperin, Kamis (21/5/2026). Foto: Dok. Antara MediaKaltim: Kemenperin Bekali Pengelola SPPG soal Keamanan Pangan untuk Program Gizi RadarBontang: Pengelola SPPG Diajari Sistem Keamanan Pangan Berbasis HACCP RadarBalikpapan: Agus Gumiwang Tekankan Pentingnya Standar Mutu Produk Pangan RadarPaser: Kemenperin Dorong Penyediaan Makanan Aman dan Higienis untuk Masyarakat RadarIbukota: BSPJI Pontianak Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Pengelola SPPG RadarSamarinda: Emmy Suryandari: Jaminan Mutu Pangan Harus Terus Diperkuat Koranusantara: Sistem HACCP Jadi Fokus Pembekalan Pengelola Pemenuhan Gizi RadarKukar: Penguatan Standar Keamanan Pangan Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Publik RadarKutim: Pelatihan SPPG Bahas Pengendalian Titik Kritis Keamanan Pangan RadarBerau: Kemenperin Dorong Layanan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar Kesehatan RadarKubarMahulu: Pengelola Pemenuhan Gizi Dibekali Identifikasi Bahaya Pangan MediaKaltimTara: Kemenperin Perkuat Sistem Jaminan Mutu Produk Pangan Nasional Eventnusantara: Bimtek Keamanan Pangan Kemenperin Bahas Standar HACCP untuk SPPG JAKARTA — Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak memberikan pembekalan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait penerapan sistem keamanan pangan berbasis Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Pelatihan tersebut dilakukan untuk mendukung penyediaan makanan yang aman, higienis, dan berkualitas dalam layanan pemenuhan gizi masyarakat. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penerapan standar mutu dan keamanan pangan menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. “Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Agus, Kamis (21/5/2026). Dalam bimbingan teknis tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya pangan, pengendalian titik kritis, hingga penerapan prosedur keamanan pangan secara konsisten dalam proses penyediaan makanan. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menegaskan penguatan sistem keamanan pangan menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas produk sekaligus perlindungan bagi konsumen. “Penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelas Emmy. Melalui pelatihan tersebut, Kemenperin berharap pengelola layanan pemenuhan gizi dapat menerapkan standar keamanan pangan secara optimal sehingga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan. (MK) Pewarta: Fajri Editor: Agus S

JAKARTA — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 dengan fokus pembahasan pengembangan pariwisata daerah, inovasi destinasi, hingga penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kamis (21/5/2026), menghadirkan sejumlah kepala dinas pariwisata dari berbagai daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga.

Kepala Bidang Data Informasi dan Pengembangan Destinasi Disparekraf DKI Jakarta, Bima Agung, mengatakan Jakarta tengah mendorong transformasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata nasional dan internasional.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan sinergi baik dengan kementerian maupun secara internal dalam pengembangan destinasi dan penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan pariwisata Jakarta diarahkan pada wisata urban, heritage, kawasan pesisir dan kepulauan, penguatan industri MICE, hingga pembangunan creative hub untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya, menyebut sektor pariwisata masih menjadi penopang utama ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025.

Namun demikian, Bali juga menghadapi sejumlah tantangan seperti alih fungsi lahan, peningkatan sampah, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan pembangunan pariwisata antardaerah.

“Jika dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pusat, maka ini sudah sesuai dengan pembangunan pariwisata regeneratif,” katanya.

Di Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan jumlah desa wisata meningkat menjadi 734 desa pada 2025.

Menurut Evy, pengembangan desa wisata dan revitalisasi budaya lokal akan menjadi fokus utama penguatan sektor wisata berbasis budaya di Jawa Timur.

“Pelestarian kesenian tradisi akan menjadi fondasi atraksi reguler yang menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa Timur di panggung pariwisata nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur, Doris Alexander Rihi, mengatakan NTT akan diarahkan menjadi destinasi wisata bernilai tinggi dan berkelanjutan berbasis alam, budaya, serta masyarakat lokal.

“NTT perlu diposisikan sebagai Indonesia’s special tourism frontier,” katanya.

Dalam sesi terpisah, Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Bappenas, Wahyu Wijayanto, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan destinasi prioritas nasional.

“Kolaborasi lintas sektor kementerian/lembaga juga harus diperkuat kembali, khususnya dalam pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif,” ujarnya.

Rakornas Pariwisata 2026 juga membahas penguatan digitalisasi sektor wisata, pembiayaan kreatif, pengembangan UMKM pariwisata, hingga kesiapsiagaan keselamatan destinasi wisata melalui kolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan BASARNAS. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Otorita IKN Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

0
Semangat HUT ke-76 IGTKI-PGRI di IKN menguatkan peran pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan. Foto: Dok. Otorita

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara menegaskan pentingnya peran pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi masa depan dalam peringatan HUT ke-76 IGTKI-PGRI yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (21/5/2026).

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, memberikan apresiasi kepada seluruh guru taman kanak-kanak yang selama ini mengabdikan diri mendidik anak-anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran sangat penting karena menjadi tahap awal pembentukan karakter, perilaku, serta nilai-nilai dasar kehidupan seorang anak.

“Anak usia dini adalah fondasi dasar pembentukan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini memiliki peranan yang sangat penting,” ujarnya.

Mantan Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara itu juga menilai guru TK memegang peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan memiliki akhlak baik.

Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD dan TK dinilai perlu terus didorong melalui penguatan kompetensi akademik maupun dukungan pendidikan lanjutan.

“Kami berharap seluruh guru TK terus meningkatkan kompetensi, disiplin, dan profesionalisme dalam mendidik generasi penerus bangsa. Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi membangun pendidikan anak usia dini yang sehat, aman, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara, Maya Murtiasih, menyampaikan selama 76 tahun IGTKI-PGRI telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia, khususnya dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Menurut Maya, pendidikan taman kanak-kanak bukan sekadar tahap awal pendidikan formal, tetapi menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, moral, kemandirian, hingga kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, tetapi merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya,” ujarnya.

Pada peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 tahun ini, organisasi mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun.”

Tema tersebut dinilai mencerminkan pentingnya penguatan peran guru TK sebagai bagian dari pembangunan pendidikan nasional.

Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan kolaborasi seluruh pihak dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia di masa depan. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

BPA Fair 2026 Lampaui Target, 300 Aset Berhasil Terjual

0
Penutupan BPA Fair 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI mencatat total hasil lelang mencapai Rp997,4 miliar. Foto: Dok. Kejagung

JAKARTA — ST Burhanuddin resmi menutup rangkaian kegiatan BPA Fair 2026 yang digelar Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI di Kantor BPA Kebagusan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ajang lelang aset rampasan negara yang berlangsung sejak 18 Mei 2026 itu mencatat total hasil lelang mencapai Rp997,4 miliar dan dinilai menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemulihan aset negara yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan paradigma penegakan hukum Kejaksaan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pemidanaan pelaku tindak pidana, melainkan juga pada pengembalian kerugian negara melalui optimalisasi pemulihan aset.

“Keberhasilan penegakan hukum tidak cukup diukur dari lamanya hukuman penjara, melainkan dari seberapa besar kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan,” ujar Burhanuddin.

Ia menambahkan seluruh hasil lelang nantinya akan disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi, menyampaikan capaian BPA Fair 2026 berhasil melampaui target awal yang telah ditetapkan.

“Nilai total limit aset yang laku adalah Rp922.267.070.000. Nilai kenaikan harga hasil lelang dapat kami raih Rp74.758.949.000, sehingga nilai total hasil lelang mencapai Rp997.479.436.000,” kata Kuntadi.

Menurutnya, capaian tersebut meningkat tajam dibandingkan hasil lelang konvensional nasional sebelumnya dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap proses lelang aset negara yang dilakukan secara terbuka.

Ia mengatakan sinergi antara BPA Kejaksaan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya partisipasi masyarakat dalam gelaran tersebut.

“Sehingga persentase keberhasilan lelang kali ini adalah 88,64 persen. Ini merupakan capaian yang di atas target kami 75 persen,” ujar Kuntadi.

Selain melelang barang rampasan negara, BPA Fair 2026 juga menghadirkan karya seni lukis dan instrumen musik sebagai objek lelang bernilai investasi. Berdasarkan data pelaksanaan, sebanyak 308 aset dilelang dan 300 di antaranya berhasil terjual.

Adapun aset dengan kenaikan harga tertinggi adalah Harley-Davidson Road Glide yang mengalami kenaikan hingga 930,86 persen sekaligus menjadi aset dengan jumlah peminat terbanyak, yakni mencapai 349 peserta.

Secara keseluruhan, BPA Fair 2026 diikuti lebih dari 1.900 pengunjung dan sekitar 1.700 peserta lelang. Seluruh hasil lelang dipastikan akan masuk ke kas negara sebagai bagian dari optimalisasi penerimaan negara dan penguatan stabilitas fiskal nasional.

Acara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Pujiyono Suwadi, Rahayu Puspasari, serta Donny Oskaria. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Kursi Bergaya Kerajaan Mesir Jadi Sorotan Lelang BPA Fair 2026

0
Replika kursi bergaya kerajaan Mesir menjadi salah satu aset sitaan yang dilelang dalam BPA Fair 2026. Foto: Dok. BPA Fair

JAKARTA — Replika kursi bergaya kerajaan Mesir milik terpidana kasus korupsi ASABRI, Jimmy Sutopo, menjadi salah satu aset yang paling menyita perhatian dalam gelaran BPA Fair 2026 yang diselenggarakan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI.

Aset bernama “King Tutankhamen’s Egyptian Throne Chair” Replica itu berhasil terjual sekitar Rp63 juta, lebih tinggi dari harga limit awal sebesar Rp43,9 juta.

Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi, mengatakan hasil penjualan kursi tersebut cukup baik karena melampaui nilai pembukaan lelang.

“Kursi Firaun Alhamdulillah terjual. Harganya Rp63 juta sekian dan itu cukup bagus nilainya,” ujar Kuntadi saat penutupan BPA Fair 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Kursi berlapis emas itu menjadi salah satu barang sitaan yang menarik perhatian pengunjung selama pameran dan proses pelelangan berlangsung. Untuk mengikuti lelang aset tersebut, peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sekitar Rp9 juta.

Secara keseluruhan, BPA Fair 2026 mencatat capaian lelang yang tinggi. Dari total 308 aset yang dilelang, sebanyak 300 unit berhasil terjual dengan nilai total hasil lelang mencapai Rp997,4 miliar.

“Total aset yang kami lelang pada kegiatan ini adalah 308 unit. Total aset yang terjual 300 unit. Artinya hanya 8 unit yang tidak terjual,” kata Kuntadi.

Ia menyebut tingginya hasil lelang tidak lepas dari antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Tercatat lebih dari 1.900 pengunjung hadir dan sekitar 1.700 peserta ikut dalam proses lelang.

Seluruh hasil lelang BPA Fair 2026 nantinya akan disetorkan ke kas negara sebagai bagian dari optimalisasi pemulihan aset dan penguatan penerimaan negara melalui barang rampasan hasil tindak pidana. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Massa APMK Desak Hak Angket Dugaan KKN di DPRD Kaltim

0
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima audiensi sekitar 30 perwakilan massa aksi APMK di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim. Foto: Hanafi/MKN

SAMARINDA — Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APMK) akhirnya diterima langsung oleh Gubernur Rudy Mas’ud usai menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Kamis.

Ratusan massa yang sejak siang menyuarakan tuntutan terkait dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) meminta pemerintah daerah mendukung jalannya hak angket di DPRD Kalimantan Timur. Sekitar 30 perwakilan massa kemudian diterima berdialog di Ruang Ruhui Rahayu sekitar pukul 17.00 Wita.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Dialog berlangsung terbuka dan sempat berjalan alot karena masing-masing pihak mempertahankan pandangan mereka, meski hingga akhir pertemuan belum ditemukan titik temu.

Dalam penjelasannya kepada massa, Rudy Mas’ud menegaskan bahwa hak angket merupakan kewenangan DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap pemerintah daerah.

“Fungsi DPRD adalah satu legislasi, dua hak budgeting, yang ketiga hak kontrol pengawasan. Di dalamnya baru diberikan hak istimewa, yaitu hak menyatakan pendapat, interpelasi, dan hak angket,” ujar Rudy Mas’ud.

Ia juga menegaskan proses hak angket berada sepenuhnya di ranah legislatif, bukan pemerintah daerah sebagai pihak eksekutif.

“Hak angket itu ada di DPR, bukan ada di sini. Saya setuju, silakan mereka melaksanakan angket,” tegasnya di hadapan peserta aksi.

Meski demikian, massa aksi tetap mendesak Rudy Mas’ud agar menggunakan pengaruh politiknya untuk mendorong dukungan terhadap hak angket tersebut. Jenderal Lapangan APMK, Jofan Ardiansyah, meminta Rudy selaku Ketua Partai Golkar Kaltim dapat mendorong fraksi Golkar di DPRD mendukung hak angket.

“Mengantar bahwasannya untuk hak angket dilakukan, Bapak sebagai Ketua Partai Golkar bisa lah untuk menyetujui hak angket tersebut. Karena teman-teman Bapak di fraksi Partai Golkar ketika demo 21 April mendukung hak angket dan menaruh tangan di Bapak,” kata Jofan.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP. Setelah dialog selesai, massa sempat membubarkan diri secara tertib sambil menegaskan akan terus mengawal proses hak angket di DPRD Kalimantan Timur.

Namun menjelang akhir dialog, suasana kembali memanas setelah perwakilan massa meminta hasil pertemuan dituangkan dalam bentuk tanda tangan kesepakatan atau berita acara. Permintaan tersebut ditolak pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Situasi itu membuat suasana audiensi kembali tegang hingga akhirnya pihak Pemprov meninggalkan ruangan. Massa kemudian kembali turun ke jalan dan melanjutkan orasi beberapa saat di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi menegaskan akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat tindak lanjut. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

DLH Kutai Barat Gelar Gladi Kedaruratan Limbah B3 Tahun 2026

0
Apel siaga gladi kedaruratan Limbah B3 skala Kabupaten Kutai Barat digelar di Alun-Alun Itho, kompleks perkantoran Pemkab Kutai Barat. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Dinas Lingkungan Hidup Kutai Barat menggelar apel siaga gladi kedaruratan Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) skala Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 di Alun-Alun Itho, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Frederick Edwin, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Diskominfo Kutai Barat Yuli Permata Mora, Kepala DLH Kutai Barat Robertus Leopold Bandarsyah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kutai Barat.

Dalam simulasi tersebut, para petugas memperagakan prosedur cepat penanggulangan kebocoran dan kontaminasi zat berbahaya guna menguji kesiapan personel serta peralatan keselamatan yang dimiliki daerah.

Dalam sambutannya, Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada DLH Kutai Barat atas terselenggaranya kegiatan tersebut melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama kita dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat akibat bahan berbahaya dan beracun maupun limbah B3,” ujarnya.

Menurutnya, gladi kedaruratan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, kesiapan, dan koordinasi lintas sektor di tengah pesatnya perkembangan sektor pertambangan, perkebunan, dan industri lainnya di Kutai Barat.

Ia menegaskan, keberhasilan penanggulangan keadaan darurat sangat ditentukan oleh tiga aspek utama, yakni kecepatan tindakan, ketepatan prosedur, dan koordinasi yang kuat antarinstansi.

“Untuk itu, kegiatan gladi seperti ini jangan dianggap sebagai formalitas semata. Namun harus dilaksanakan secara serius dan profesional, seolah-olah kita sedang menghadapi kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.

Bupati berharap seluruh elemen di Kutai Barat semakin siap bertindak cepat, tepat, dan aman apabila sewaktu-waktu terjadi insiden lingkungan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan penahan minyak (oil boom) secara simbolis serta penghargaan kepada sejumlah pelaku usaha yang dinilai berkomitmen dan tertib dalam pengelolaan B3 dan limbah B3. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Kubar Dukung Penuh Implementasi Zero ODOL 2027

0
Sosialisasi kendaraan angkutan barang dan keselamatan transportasi digelar Dinas Perhubungan Kutai Barat di Lamin Kenyah, Taman Budaya Sendawar. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat melalui Dinas Perhubungan Kutai Barat menggelar kegiatan sosialisasi kendaraan angkutan barang yang berkeselamatan serta sistem dan tata cara pengereman pada kendaraan berukuran besar untuk sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, dan sektor lainnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lamin Kenyah Taman Budaya Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (21/5/2026), dan secara resmi dibuka Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Diskominfo Kutai Barat, Yuli Permata Mora.

Dalam sambutannya, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat, Yusuf Nugroho melalui Kepala BPTD Kelas II Kaltim, Renhard Ronald mengungkapkan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan barang masih cukup tinggi.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, keterlibatan angkutan barang dalam kecelakaan lalu lintas mencapai 29.174 unit sepanjang 2025. Jenis kendaraan yang paling dominan yakni medium truck dan pick-up.

“Pelanggaran dimensi dan muatan kendaraan serta kegagalan sistem pengereman menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Renhard Ronald menyebut hampir 11 persen kecelakaan pada 2024 dipicu kegagalan sistem pengereman atau rem blong. Karena itu, perusahaan angkutan diminta lebih serius menerapkan pemeriksaan kendaraan, uji berkala atau KIR, hingga pelatihan bagi pengemudi.

“Keselamatan bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi investasi untuk melindungi aset usaha dan nyawa manusia,” jelasnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin yang dibacakan Yuli Permata Mora menyampaikan bahwa beberapa ruas jalan mengalami kerusakan lebih cepat akibat kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas.

Hal tersebut menjadi perhatian bersama karena jalan dibangun menggunakan anggaran negara dan daerah.

Aktivitas kendaraan besar di Kutai Barat terus meningkat seiring berkembangnya sektor pertambangan, perkebunan, industri, dan distribusi logistik. Di sisi lain, tingginya intensitas kendaraan berat di jalan umum memunculkan persoalan keselamatan dan ketahanan infrastruktur.

“Pemerintah daerah mendukung penuh implementasi Zero ODOL 2027 karena program tersebut bertujuan menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih aman, tertib dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain persoalan muatan berlebihan, Pemkab Kutai Barat juga menyoroti lemahnya aspek keselamatan teknis kendaraan, khususnya sistem pengereman kendaraan besar. Kegagalan rem dinilai masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur menanjak dan menurun.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai orientasi keuntungan ekonomi mengabaikan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kepala Daerah se-Kaltim Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN

0
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2026–2031 di Samarinda. Foto: Istimewa

UJOH BILANG — Bupati Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan menghadiri kegiatan pengukuhan Dewan Pengurus (DP) KORPRI Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2026–2031 yang dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama pembangunan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah se-Kaltim, serta pejabat instansi vertikal dan perangkat daerah itu diawali dengan pembacaan keputusan pengukuhan dan prosesi pengukuhan Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Kaltim masa bakti 2026–2031.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama pembangunan manajemen talenta oleh para kepala daerah se-Kaltim sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem manajemen ASN yang berbasis kompetensi dan kinerja.

Rangkaian acara juga diisi dengan arahan dari Badan Kepegawaian Negara serta sosialisasi terkait penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Kehadiran Bupati Mahulu dan jajaran dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari partisipasi aktif pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kelembagaan KORPRI sekaligus implementasi manajemen talenta ASN di wilayah Kalimantan Timur. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S