Beranda blog Halaman 182

Ada 16 Dapur MBG yang Aktif Beroperasi di Bontang

0
Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025. (Syakurah)

BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa dampaknya di Kota Bontang. Hingga 2026, sudah ada 16 dapur layanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi dan menyalurkan makanan ke siswa sekolah.

Bagi banyak orang tua, program ini cukup membantu. Selain memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang layak, MBG juga sedikit meringankan pengeluaran harian.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut program ini memang ditujukan untuk mendukung kebutuhan dasar anak, khususnya saat berada di sekolah.

“Pemerintah kota turut berperan dalam memastikan pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran, terutama siswa,” ujarnya saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025.

Di lapangan, makanan dibagikan secara terjadwal melalui dapur-dapur yang sudah ditunjuk. Menu yang disiapkan pun diupayakan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, hingga sayur.

Program ini juga dinilai berdampak langsung pada aktivitas belajar siswa. Anak-anak yang sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan, kini bisa lebih fokus karena sudah mendapatkan asupan makanan.

Tidak hanya itu, keberadaan dapur MBG juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Penyediaan bahan makanan dalam beberapa kasus melibatkan pemasok dari daerah sekitar, seperti pedagang sayur, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Meski begitu, pelaksanaan di lapangan tetap menjadi perhatian. Pemerintah kota disebut terus melakukan pemantauan, terutama terkait kualitas makanan, kebersihan, serta ketepatan distribusi.

“Program ini akan terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

100 Persen Warga Bontang Dipastikan Sudah Terdaftar di Sistem Jaminan Kesehatan

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan seluruh warganya kini telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Hal ini ditandai dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 100 persen pada 2025.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkapkan dengan UHC 100 persen, seluruh masyarakat Bontang telah terdaftar dalam sistem jaminan kesehatan, sehingga bisa mengakses layanan medis tanpa terkendala biaya dasar.

“Seluruh masyarakat Kota Bontang telah memiliki akses terhadap jaminan pelayanan kesehatan,” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD.

Menurut Neni, capaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperluas kepesertaan jaminan kesehatan, termasuk bagi masyarakat kurang mampu yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Dengan cakupan yang sudah menyeluruh, masyarakat kini tidak hanya bisa mengakses layanan kesehatan dasar di puskesmas, tetapi juga layanan rujukan di rumah sakit sesuai kebutuhan medis.

Namun demikian, Neni menegaskan bahwa pekerjaan pemerintah tidak berhenti pada capaian angka semata. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga dan semakin baik.

“Tidak hanya cakupan, kami juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Pemerintah juga melakukan pembenahan dari sisi pelayanan, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, hingga percepatan pelayanan administrasi bagi pasien.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan layanan jaminan kesehatan juga terus digencarkan. Hal ini penting agar masyarakat memahami hak dan prosedur layanan yang bisa diakses.

Neni berharap, dengan UHC 100 persen ini, derajat kesehatan masyarakat Bontang dapat terus meningkat, sekaligus menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan.

“Ini adalah komitmen kami untuk memastikan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kota Bontang,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Siapkan Cadangan Beras 29.885 Ton, Bontang Perkuat Ketahanan Pangan

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memperkuat ketahanan pangan daerah, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis dan fluktuasi harga di pasaran.

Sepanjang 2025, pemkot telah menyiapkan cadangan pangan berupa beras sebanyak 29.885 ton. Jumlah ini dinilai cukup strategis untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama saat terjadi gangguan distribusi maupun kondisi darurat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas ketersediaan pangan, termasuk saat kondisi darurat, bencana, maupun ketika terjadi fluktuasi pasokan dan harga,” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD, Senin (30/3/2026)

Selain penyediaan cadangan beras, Pemkot Bontang juga menjalin kerja sama dengan Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan. Kehadiran gudang ini nantinya diharapkan mampu memperkuat sistem logistik pangan di daerah.

Menurut Neni, keberadaan infrastruktur penyimpanan menjadi faktor penting agar stok pangan dapat dikelola dengan baik, baik dari sisi kualitas maupun distribusi.

Tidak hanya fokus pada ketersediaan, pemerintah juga memperhatikan aspek keterjangkauan harga. Melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemantauan harga komoditas strategis terus dilakukan secara berkala.

Langkah ini bertujuan agar gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Neni menegaskan, ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan lembaga terkait.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal stok, tetapi juga bagaimana memastikan distribusi berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang wajar,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perjuangan di Tengah Penurunan APBD, Wali Kota Bontang Berhasil Tambah 2.000 Sambungan Jargas

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri pertemuan di Kantor Direktorat Migas, Jakarta. (Ist).

BONTANG – Di tengah tantangan penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbilang cukup drastis, langkah Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, tak surut dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakatnya.

Tepatnya di Selasa (31/3/2026), Neni melakukan pertemuan di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta.

Bukan hanya sekadar kunjungan kerja biasa, akan tetapi dirinya membawa misi penting untuk memastikan bahwa warga Bontang bisa mendapatkan akses energi yang lebih murah dan ramah lingkungan melalui Jaringan (Jargas) rumah tangga.

Upaya tersebut membuahkan hasil yang positif, dimana Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berhasil mendapatkan tambahan 2.000 Sambungan Rumah (SR) jargas, dengan total kuota sambungan jargas untuk Kota Bontang sendiri, meningkat menjadi 12.553 SR, yang sebelumnya hanya 10.553 SR saja.

“Alhamdulillah perjuangan di awal tahun untuk warga Bontang, dimana warga Bontang telah mendapatkan tambahan jargas 2.000. Walaupun APBD kita sedang turun drastis, Insya Allah program prioritas tetap berjalan,” paparnya.

Penambahan kuota tersebut diperoleh melalui optimalisasi anggaran, serta hasil validasi lapangan dan verifikasi atas pengajuan tambahan yang disampaikan kepada pemerintah pusat.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk turut berperan dalam pengelolaan jaringan gas di masa mendatang. Hal ini seiring dengan rencana perubahan regulasi terkait pengalihan pengelolaan dari badan usaha ke Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian.

“Dengan adanya tambahan sambungan ini, sangat diharapkan ke depan semakin banyak warga Bontang yang dapat menikmati akses energi yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih di sektor rumah tangga,” jelasnya.

Dalam pertemuan kali ini, Wali Kota Bontang juga didampingi oleh Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda, Andi Kurniawansah, serta Kabag Perekonomian dan SDA Bontang, Moch Arif Rochman.

Rombongan diterima baik oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas, Noor Arifin Muhammad bersama jajaran Kementerian ESDM.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Air PDAM di Kampung Jawa Hanya Mengalir Malam Hari, Warga Keluhkan Gangguan Seminggu Terakhir

0
Kondisi air mengalir sangat kecil di wilayah Kampung Jawa. (Dwi S).

BONTANG – Warga di wilayah Kampung Jawa, tepatnya di Jalan Awang Long, Gang. II, RT.19, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, mengeluhkan distribusi air PDAM yang tidak normal dalam sepekan terakhir.

Pasalnya, pasokan air bersih disebut hanya mengalir pada malam hari saja dengan waktu yang tidak menentu. Terkadang ketika di malam hari pun, air mengalir sangat kecil bahkan tidak mengalir sama sekali.

Arif, salah satu warga sekitar menyampaikan bahwa kondisi tersebut menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama untuk kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, hingga mandi.

“Air biasanya baru hidup pas malam hari, itu pun tidak pasti jamnya. Kadang tengah malam baru keluar airnya, di waktu-waktu subuh,” ucapnya, Selasa (31/3/2026).

Situasi ini memaksa warga harus menampung air pada malam hari, untuk digunakan keesokan harinya. Namun, tidak semua warga memiliki penampungan yang memadai, sehingga sebagian harus mencari alternatif sumber air lainnya.

“Kadang mereka ada juga yang beli air tangki, karena air PDAM yang tidak sama sekali mengalir. Kita sebagai warga disini, cukup kesulitan. Soalnya air kan sangat dibutuhkan untuk keseharian kita,” bebernya.

Warga berharap pihak PDAM Bontang bisa segera memberikan penjelasan, terkait dengan penyebab gangguan distribusi tersebut serta melakukan perbaikan agar pasokan air kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Bontang, dengan kendala yang terjadi di wilayah tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Sungai Bengalon

0
Jenazah anak SD yang diterkam buaya di Sungai Bengalon Kutim. (Dok Polres Kutim)

SANGATTA – Tragedi serangan buaya kembali terjadi di Kutai Timur (Kutim). Seorang bocah berusia 10 tahun, Muhamad Isam, tewas setelah diterkam saat mandi di Sungai Jembatan 6 Kudung, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Bengalon AKP Asriadi menegaskan, lokasi tersebut memang dikenal sebagai kawasan rawan serangan buaya. Masyarakat pun diminta tidak lagi beraktivitas di sekitar sungai demi keselamatan.

“Lokasi tersebut merupakan daerah rawan serangan buaya. Kami minta masyarakat mematuhi imbauan yang sudah dipasang dan tidak melakukan aktivitas di sungai,” tegasnya.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban mandi bersama sejumlah rekannya di pinggir sungai. Tiba-tiba, korban berteriak meminta tolong. Salah satu temannya sempat mencoba menarik tubuh korban, namun gagal karena kuatnya tarikan dari dalam air.

Tak lama berselang, seekor buaya muncul dan terlihat menggigit bagian pundak korban sebelum menyeretnya ke arah semak bambu di tepi sungai.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian. Setelah lebih dari tiga jam, sekitar pukul 17.30 WITA, korban ditemukan sekitar 40 meter dari lokasi awal.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Salah seorang warga nekat melempar tombak ke arah buaya hingga korban akhirnya bisa dilepaskan.

Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Bengalon kembali mengingatkan, sebelumnya sudah ada larangan beraktivitas di sungai tersebut karena potensi bahaya satwa liar yang kerap muncul di kawasan itu.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami harap masyarakat benar-benar mematuhi larangan beraktivitas di sungai tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Bontang Capai Zero Kemiskinan Ekstrem 2025

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb31mar2026/mobile/

Wali Kota Imbau Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget ke Anak SD

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui. (Dwi S).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak memberikan gadget secara berlebihan, ke anak usia sekolah. Khususnya anak di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Imbauan tersebut disampaikan secara lagsung, setelah pihaknya menemukan kasus seorang anak masih menduduki bangku SD yang putus sekolah, akibat tinggal kelas serta belum lancar membaca dan berhitung.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pendidikan dasar di Kota Bontang. Terlebih lagi, bagi pengguna gadget yang tidak terkontrol dinilai dapat berdampak negatif terhadap kemampuan belajar anak.

“Ibu kalau sayang anaknya jangan dikasih main handphone terus, anak-anak harus belajar demi masa depannya,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi tumbuh kembang anak, termasuk dalam membatasi penggunaan gadget.

Selain itu, Neni juga menegaskan bahwa untuk kebiasaan bermain gawai secara berlebihan, dapat menurunkan daya tangkap serta minat belajar anak. Sebab sudah terbiasa bermain gadget tanpa batasan waktu.

Sehingga, Neni sangat meminta kepada orang tua untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak, dan memastikan mereka tetap aktif dalam kegiatan belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

“Lebih baik kembali sekolah, mengaji, daripada di rumah saja. Banyak beraktivitas dengan belajar, jangan memberikan gadget terus-menerus,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Neni telah meminta orang tua anak tersebut untuk kembali menyekolahkan anaknya. Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, guna menangani persoalan tersebut, sehingga anak yang bersangkutan dapat kembali melanjutkan pendidikannya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mudahkan ASN Kutim, Urus Dokumen Kependudukan Bisa Lewat BKPSDM

0
Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disdukcapil dan BKPSDM, layanan administrasi kependudukan bagi ASN resmi dibuat lebih praktis dan terintegrasi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kabar baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kutai Timur (Kutim). Kini, pengurusan dokumen kependudukan tak lagi harus antre di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disdukcapil dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), layanan administrasi kependudukan bagi ASN resmi dibuat lebih praktis dan terintegrasi. Penandatanganan dilakukan pada Selasa (31/3/2026) di Kantor BKPSDM.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa kerja sama ini memungkinkan ASN mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke Disdukcapil. Seluruh proses kini dapat difasilitasi melalui BKPSDM.

Terutama untuk kebutuhan yang berkaitan dengan perubahan status kepegawaian, seperti pasca pensiun, baik karena batas usia pensiun (BUP) maupun karena meninggal dunia.

“Ini bentuk komitmen kami untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik. Kami ingin memastikan masyarakat, termasuk ASN, bisa merasakan kemudahan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan,” ujar Jumeah.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang cepat, efisien, dan tidak membebani masyarakat.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kutim menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung implementasi kerja sama tersebut. Menurutnya, integrasi layanan ini akan sangat membantu ASN, terutama dalam situasi administratif yang membutuhkan kecepatan dan kepastian dokumen.

“ASN tidak perlu lagi meninggalkan pekerjaan hanya untuk mengurus dokumen. Semua bisa difasilitasi melalui BKPSDM,” tegasnya.

Dengan adanya PKS ini, Pemkab Kutim berharap pelayanan administrasi kependudukan semakin responsif dan praktis. ASN pun kini bisa lebih fokus menjalankan tugas, tanpa direpotkan urusan birokrasi yang berbelit.

“Harapannya, kemudahan ini benar-benar dirasakan dan memberi dampak nyata bagi ASN di Kutai Timur,” pungkas Jumeah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Halal Bihalal Alumni HIPMA-KT: Wacana Asrama Mahasiswa Menguat

0
Momentum HIPMA-KT menggelar Halal bihalal. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Halal bihalal alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) yang digelar di Ruang Panel DPRD Kutai Timur, tak berhenti pada seremoni tahunan. Forum ini menjelma menjadi ruang konsolidasi lintas generasi yang memunculkan agenda strategis, terutama di sektor pendidikan.

Salah satu isu yang mengemuka adalah kebutuhan mendesak pembangunan asrama mahasiswa bagi pelajar Kutai Timur yang menempuh pendidikan di luar daerah. Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menilai keberadaan asrama merupakan bentuk dukungan konkret yang selama ini belum terpenuhi.

“Ini bisa kita wujudkan secara bertahap, termasuk melalui pemanfaatan dana CSR. Kuncinya kolaborasi,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Ia menyebut sejumlah kota tujuan utama mahasiswa Kutim seperti Samarinda, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, hingga Malang sebagai prioritas pembangunan. Tingginya jumlah mahasiswa Kutim di kota-kota tersebut dinilai menjadi alasan kuat perlunya fasilitas penunjang yang representatif.

Gagasan ini langsung mendapat sambutan positif dari para alumni. Selain membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa, asrama juga dinilai strategis sebagai pusat pembinaan karakter dan penguatan jejaring antar mahasiswa Kutai Timur di perantauan.

Di sisi lain, forum halal bihalal ini juga menjadi pintu masuk menuju agenda besar organisasi, yakni Musyawarah Besar (Mubes) HIPMA-KT yang dijadwalkan pada 15 April 2026. Agenda tersebut disebut-sebut akan menjadi penentu arah gerak organisasi ke depan.

Ketua panitia kegiatan, Arif Bolly, menegaskan bahwa momentum halal bihalal harus dimaknai lebih dari sekadar ajang temu kangen.

“Kami ingin ini jadi titik awal kolaborasi nyata. Bukan hanya kumpul, tapi bergerak untuk daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Ikatan Alumni (IKA) dalam membina mahasiswa aktif agar potensi yang dimiliki bisa berkembang secara terarah dan berkelanjutan.

“Potensi adik-adik kita besar. Tinggal bagaimana alumni hadir untuk mengarahkan dan membuka jalan,” tambahnya.

Arif berharap dukungan penuh dari seluruh alumni untuk menyukseskan Mubes mendatang. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting yang berkaitan langsung dengan masa depan HIPMA-KT.

Suasana keakraban yang terasa sepanjang kegiatan menjadi modal awal terbentuknya konsolidasi yang lebih kuat. Alumni lintas generasi yang hadir sepakat, sinergi yang terbangun harus berujung pada kontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Timur khususnya dalam memperkuat sektor pendidikan.

“Kalau kita solid, bukan tidak mungkin asrama ini benar-benar terwujud dan jadi legacy untuk generasi berikutnya,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam