Beranda blog Halaman 189

Hiburan Budaya Reog Ramaikan Malam Minggu di Sepaku

0
Kelompok seni Singo Joyo Nusontoro IKN Indonesia menampilkan dadak merak menghibur pengunjung. (Atmaja Riski)

NUSANTARA – Suasana akhir pekan di kawasan Bendungan Sepaku-Semoi, Kecamatan Sepaku, berubah semarak. Ribuan warga memadati area tersebut untuk menyaksikan pertunjukan Reog Ponorogo yang digelar kelompok Singo Joyo Nusontoro, Sabtu (28/3/2026) malam.

Sejak pukul 16.00 Wita, suasana sudah mulai hidup. Tembang-tembang Jawa dilantunkan pesinden, disusul penampilan penari yang membawakan gerakan khas reog. Puncaknya, atraksi dadak merak menjadi pusat perhatian, mengundang tepuk tangan meriah dari penonton.

Kelompok Singo Joyo Nusontoro sendiri merupakan komunitas seni yang bermukim di Desa Argomulyo, wilayah yang dihuni banyak transmigran asal Ponorogo, daerah yang dikenal sebagai pusat kesenian reog.

Senen, penasihat kelompok tersebut, mengaku senang melihat antusiasme masyarakat yang memadati lokasi pertunjukan.

“Sampai jam 10 malam. Senang melihat yang hadir di sini semua pada terhibur,” ujarnya.

Kehadiran pertunjukan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara.

Di Kecamatan Sepaku sendiri, sejumlah desa seperti Argomulyo dan Suka Raja dikenal memiliki akar budaya Jawa yang kuat. Meski beberapa kelompok seni sempat vakum, semangat pelestarian budaya tetap bertahan melalui kegiatan seperti ini.

Salah satu warga, Diana, mengaku pertunjukan tersebut menjadi alternatif hiburan yang jarang ditemui di wilayahnya.

“Senang juga ada ini. Malam minggu jadi ada tontonan, rame. Biasanya paling cuma ngafe atau ke IKN,” ungkapnya.

Sementara itu, Panji yang membantu pengaturan parkir menyebut jumlah pengunjung membludak hingga area parkir meluas.

“Rame sekali. Parkirnya sampai jauh ke sana,” katanya.

Pertunjukan ini sekaligus menegaskan bahwa di tengah pembangunan kawasan IKN yang modern, ruang-ruang budaya tetap memiliki tempat. Reog Ponorogo bukan hanya tontonan, tetapi juga menjadi identitas yang terus dijaga oleh masyarakat. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Februari Bebas, Maret Ditangkap Lagi, Kasus IL Masuk Babak Baru

0
Tangkapan layar saat IL berjalan ke luar gedung Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara. (Istimewa)

PENAJAM PASER UTARA – Penanganan kasus dugaan penyelewengan dana kepelabuhanan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Makmur Mandiri, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, memasuki babak baru.

IL, mantan direktur Bumdes yang sebelumnya sempat menang dalam gugatan praperadilan, kembali diamankan oleh pihak Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara pada Jumat (27/3/2026) malam.

Dalam video yang beredar di media sosial, IL terlihat keluar dari gedung Kejari PPU dengan pengawalan petugas. Ia enggan memberikan banyak keterangan kepada wartawan dan hanya menjawab singkat.

“Aman,” ucapnya sebelum masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan petugas.

Kepala Seksi Intelijen Kejari PPU, Eko Purwanto, menjelaskan bahwa penangkapan kembali terhadap IL dilakukan setelah penyidik memperkuat alat bukti melalui pemeriksaan intensif.

Sedikitnya 50 saksi telah dimintai keterangan, disertai hasil audit yang menunjukkan adanya kerugian negara dalam jumlah besar.

“Sudah kita periksa 50 saksi, dan total kerugian negara sudah dihitung melalui audit, kurang lebih Rp9 miliar,” ungkapnya.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada awal 2025 terkait dugaan penyimpangan pengelolaan bongkar muat barang dan jasa di pelabuhan rakyat Desa Bumi Harapan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari PPU, Christopher Bernata, menyebut penyelidikan mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi yang berlangsung sejak 2022 hingga 2024, dengan estimasi awal kerugian mencapai Rp5 miliar.

Dalam perkembangannya, penyidik menetapkan dua tersangka, yakni mantan Kepala Desa Bumi Harapan periode 2018–2024 berinisial K, serta IL selaku mantan Direktur Bumdes periode 2022–2024.

Tak lama kemudian, tersangka lain berinisial MF yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan juga ikut ditahan pada akhir Januari 2026.

Dengan adanya penangkapan kembali IL, Kejari PPU menegaskan proses hukum tetap berjalan dan akan terus dikembangkan untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan pelabuhan desa tersebut. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Diduga Mengantuk, Mobil Innova Tabrak Pohon di Jalan Bhayangkara

0
Diduga Mengantuk, Mobil Innova Tabrak Pohon di Jalan Cipto Mangunkusumo
Mobil yang menabrak pohon di pembatas jalan. (Dwi S).

BONTANG – Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, Sabtu (28/3/2026), sekitar pukul 23.00 Wita. Sebuah mobil jenis Toyota Innova, dilaporkan menabrak pohon yang berada di pembatas jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut diduga terjadi akibat sang pengemudi mengantuk saat berkendara. Akibatnya, kendaraan hilang kendali dan langsung menghantam pohon di median jalan.

Belum diketahui secara pasti, kondisi pengemudi maupun penumpang yang berada di dalam mobil tersebut saat kejadian berlangsung. Namun, mobil mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan. Hingga keadaan mobil ringsek parah.

“Untuk sopir dan penumpang lainnya sudah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Amalia, kami juga belum tahu pasti keadaannya seperti apa. Sepertinya ada penumpang yang mengalami luka serius,” ucap Ridho, salah satu petugas kepolisian.

Petugas yang telah menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan, serta mengamankan arus lalu lintas di sekitar kejadian, agar arus lalu lintas tidak mengalami kemacetan.

“Kejadian sudah berlalu sejak sejam yang lalu, kami saat ini masih mendalami terjadinya kecelakaan tersebut,” paparnya.

Pihak berwenang mengimbau para pengendara, untuk selalu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima saat berkendara, guna menghindari kecelakaan serupa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Andi Harun Pastikan Masjid Ash Shobirin Segera Tuntas

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengunjungi Masjid Ash Shobirin di Samarinda Seberang, Jalan Bung Tomo. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kawasan Samarinda Seberang kini memiliki penanda baru. Masjid Ash Shobirin di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, mulai difungsikan meski pembangunan belum sepenuhnya rampung.

Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau langsung progres pembangunan pada Kamis (26/3/2026). Ia memastikan fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah sudah berjalan sejak Ramadan lalu.

“Pekerjaannya belum seratus persen, mungkin masih butuh sekitar tiga bulan lagi untuk finishing. Tapi sejak 21 Ramadan kemarin sudah mulai dipakai masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan ulang masjid ini dilakukan karena kondisi bangunan lama dinilai tidak lagi layak. Posisi masjid yang lebih rendah dari badan jalan membuat area kerap tergenang air, ditambah keterbatasan ruang parkir.

Menjawab keluhan tersebut, Pemkot Samarinda melakukan perombakan total. Kini, masjid berdiri dengan elevasi lebih tinggi serta penataan ruang yang lebih modern dan representatif.

“Dulu posisinya di bawah, sering tergenang, dan penataan ruangnya kurang mendukung. Karena itu kita bangun ulang agar lebih nyaman bagi jemaah,” jelasnya.

Salah satu daya tarik utama Masjid Ash Shobirin adalah desain arsitekturnya yang berbeda dari masjid pada umumnya. Konsep visual dibuat lebih ikonik agar mudah dikenali sebagai penanda kawasan.

Desain ini tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga fungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan ruang interaksi masyarakat.

“Kita pilih desain yang unik supaya mudah dikenali. Harapannya bisa menjadi kebanggaan sekaligus tujuan wisata religi,” tambahnya.

Pemkot menargetkan seluruh proses finishing dapat diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. Setelah itu, masjid akan diresmikan secara penuh sebagai fasilitas ibadah sekaligus ruang publik baru bagi warga Samarinda Seberang. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Andi Harun Siapkan Penyelesaian Taman Baqa Tahun Depan

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat melakukan tinjauan di TPS Baqa Samarinda Seberang dengan latar Jembatan Mahakam IV. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mempercantik kawasan Samarinda Seberang melalui proyek Taman Baqa terus berlanjut. Wali Kota Andi Harun memastikan penyelesaian sesuai desain utuh akan menjadi prioritas pada tahun anggaran berikutnya.

Hingga kini, progres pembangunan Taman Baqa baru terealisasi sebagian. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang membuat pengerjaan harus dilakukan secara bertahap.

“Kita sudah memiliki full design-nya, tapi karena anggaran terbatas, saat ini baru berjalan separuh,” ujarnya.

Salah satu fokus penataan adalah integrasi ruang terbuka publik dengan fasilitas sanitasi. Untuk menjaga estetika kawasan, akses masuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Sungai Keledang kini dialihkan menghadap ke Sungai Mahakam, tidak lagi ke arah taman.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga tampilan kawasan tetap bersih dan tertata.

Selain itu, konsep penataan tidak hanya mencakup taman, tetapi juga meliputi infrastruktur jalan di sekitar akses jembatan, jalur pedestrian yang ramah bagi warga, hingga penyelarasan lanskap dengan bantaran sungai.

“Penataan ini mencakup jalan, pedestrian, dan lanskap kawasan agar terintegrasi,” jelasnya.

Untuk merealisasikan seluruh konsep tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar. Namun pada tahap awal, Pemkot Samarinda baru mengalokasikan sekitar Rp3 miliar.

“Kalau full design dengan TPS, taman, dan jalannya itu kurang lebih Rp6 miliar. Tapi baru kita anggarkan sekitar Rp3 miliaran. Insyaallah tahun depan kita bangun secara utuh,” tambahnya.

Pemkot optimistis, Taman Baqa dengan konsep baru nantinya dapat menjadi ikon ruang terbuka hijau di Samarinda Seberang sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

“Doakan saja, mudah-mudahan bisa kita selesaikan secara full design tahun depan,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Insinerator Siap Jalan Juni 2026, Beban TPA Sambutan Bakal Berkurang

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun menunjukan seperti apa bentuk insinerator di Jalan Bung Tomo samping Pasar Baqa Samarinda Seberang. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda selangkah lagi merevolusi sistem pengelolaan limbah perkotaan. Wali Kota Andi Harun memastikan 10 unit insinerator berbasis Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai titik strategis telah siap secara fungsional.

Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi penuh paling lambat sebelum Juni 2026. Saat ini, pemerintah fokus pada penyempurnaan detail akhir di lapangan.

“Secara fungsional sudah siap. Tinggal pekerjaan minor seperti penataan taman, pembersihan lokasi, serta penyelesaian administrasi dan uji coba,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (26/3/2026).

Insinerator yang disiapkan memiliki kapasitas pengolahan fleksibel. Dalam satu shift (8 jam) mampu mengolah hingga 20 ton sampah, dua shift mencapai 40 ton, dan maksimal tiga shift hingga 60 ton per unit.

Dengan total 10 unit, kapasitas pengolahan sampah Kota Samarinda diperkirakan mencapai 400 hingga 600 ton per hari. Angka ini diharapkan mampu mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan yang selama ini menjadi titik utama penampungan.

Konsep insinerator berbasis TPS juga mengusung sistem desentralisasi, di mana sampah diolah lebih dekat dari sumbernya seperti permukiman dan pasar. Langkah ini dinilai mampu memangkas waktu angkut serta efisiensi biaya operasional.

Sebelum dioperasikan secara penuh, Pemkot Samarinda akan melakukan tahap commissioning atau uji coba menyeluruh. Aspek keamanan dan keselamatan kerja (K3) juga menjadi perhatian utama.

“Nanti ketika sudah aktif, seluruh fasilitas pendukung seperti keamanan dan perlengkapan keselamatan akan dilengkapi. Pengamanan lokasi juga jadi perhatian,” tambahnya.

Meski produksi sampah harian Samarinda telah mencapai sekitar 600 ton, kehadiran insinerator ini dinilai sebagai langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Ini memang belum sepenuhnya mencakup kebutuhan, tetapi ini langkah besar yang harus dilakukan secara bertahap,” tegasnya.

Dengan beroperasinya fasilitas ini, Pemkot Samarinda berharap mampu mewujudkan kota yang lebih bersih, efisien dalam pengelolaan limbah, serta siap menghadapi tantangan lingkungan ke depan. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Antrean Besuk Lebaran di Rutan Tanah Grogot Tembus Ribuan

0
Keluarga tahanan ramai kunjungi rutan saat jadwal besuk Lebaran. (Istimewa)

PASER – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Tanah Grogot mencatat ribuan pembesuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Rutan Tanah Grogot, Yusuf Mukharom, menyebut jumlah pembesuk yang datang pada periode 21 hingga 24 Maret 2026 mencapai 2.885 orang, dengan sekitar 800 WBP yang menerima kunjungan.

“Pada momen Lebaran tahun ini, jumlah pembesuk mencapai 2.885 orang, terdiri dari 748 laki-laki, 1.333 perempuan, dan 804 anak-anak,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya membuka layanan selama tiga hari, tahun ini Rutan Tanah Grogot menambah jadwal besuk menjadi empat hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wita.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak rutan menerapkan sistem pembagian antrean dalam beberapa kloter. Setiap kloter diberikan waktu kunjungan selama 15 menit untuk bertemu dengan WBP.

“Kami bagi dalam beberapa kloter agar tetap tertib dan semua pembesuk bisa mendapatkan kesempatan,” jelasnya.

Kebijakan penambahan hari layanan besuk ini diterapkan sebagai bentuk pelayanan kepada WBP agar tetap dapat merasakan suasana Lebaran bersama keluarga, meski berada dalam masa pembinaan.

“Kami ingin WBP, khususnya yang beragama Islam, tetap bisa merasakan momen Idulfitri bersama keluarga,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Pantau Wilayah Lebih Mudah, Paser Hadirkan CCTV Berbasis Peta

0
Tampilan laman CCTV Publik Kabupaten Paser. (Nash/Media Kaltim)

PASER – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper) menghadirkan layanan pantauan CCTV publik berbasis peta digital.

Plt Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika), Mulyadi, mengatakan masyarakat kini tidak hanya dapat memantau kondisi wilayah melalui kanal YouTube Diskominfostaper Paser, tetapi juga melalui laman resmi https://cctv-publik.paserkab.go.id/.

Berbeda dengan siaran di YouTube yang hanya menampilkan nama jalan, melalui peta digital ini masyarakat dapat melihat posisi kamera secara lebih presisi dengan bantuan ikon pada peta.

“Cukup klik ikon di peta, tampilan live streaming dari lokasi tersebut akan langsung muncul. Ini memudahkan jika ada kejadian spesifik yang ingin dipantau secara real-time,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Saat ini, sebanyak 35 titik CCTV telah terintegrasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pengelola ruang publik seperti masjid, hingga masyarakat.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari adopsi konsep Smart City yang sebelumnya diterapkan di Yogyakarta, sehingga mampu memperluas jangkauan pengawasan tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

“Kami membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki CCTV di area publik atau pinggir jalan untuk dikoneksikan ke sistem kami,” tambahnya.

Selain untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kriminalitas, sistem ini juga berfungsi memantau aktivitas masyarakat secara real-time serta menyediakan rekaman akurat saat terjadi insiden.

Tak hanya itu, CCTV berbasis peta digital ini juga dimanfaatkan untuk memantau titik-titik rawan banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“Dengan adanya portal CCTV berbasis peta ini, Kabupaten Paser selangkah lebih dekat dalam mewujudkan ekosistem Smart Governance dan Smart Living,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Arus Balik Lebaran, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

0
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengimbau penggunaan energi bijak saat Lebaran 2026, dengan stok BBM dan LPG aman. (Dok. Kementerian ESDM)

JAKARTA — Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman selama arus balik Lebaran 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan hal tersebut usai meninjau langsung sejumlah SPBU di wilayah Jawa Tengah.

Dalam peninjauan itu, Bahlil memastikan ketersediaan BBM, fasilitas pengisian kendaraan listrik (SPKLU), hingga pasokan listrik berada dalam kondisi stabil. Ia menyebut distribusi energi berjalan lancar sejak masa siaga Lebaran hingga arus balik berkat koordinasi berbagai pihak.

“Kami mengecek ketersediaan BBM, baik solar maupun bensin, termasuk SPKLU dan pembangkit listrik. Alhamdulillah semuanya berjalan baik,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Bahlil menegaskan pemerintah menjamin kebutuhan energi masyarakat, termasuk BBM dan LPG, tetap terpenuhi agar perjalanan mudik dan arus balik berlangsung aman dan nyaman.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi dunia, pemerintah tetap memperkuat ketahanan energi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Presiden adalah mencari sumber pasokan dari berbagai negara dan mengoptimalkan energi dalam negeri. Solar ke depan tidak lagi impor, sementara bensin sebagian masih impor tapi terus dicarikan alternatifnya,” tegasnya.

Selain itu, Bahlil juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan energi secara bijak. Ia menekankan bahwa pengelolaan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, kompornya dimatikan. SPBU juga bukan untuk industri, jadi tolong digunakan dengan bijaksana,” ujarnya.

Penggunaan LPG, BBM, hingga fasilitas umum seperti SPBU diharapkan dilakukan secara efisien agar pasokan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh masyarakat. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Lonjakan Kecelakaan Saat Lebaran, Polda Kaltim Imbau Waspada

0
Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan, saat menyampaikan hasil Operasi Ketupat Mahakam 2026.

BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mencatat lonjakan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026. Peningkatan ini terjadi di tengah situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang secara umum tetap kondusif sepanjang periode Lebaran.

Operasi yang berlangsung selama 13 hari, sejak 13 hingga 25 Maret 2026, mencatat total 30 kasus kecelakaan. Jumlah tersebut meningkat 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 19 kejadian.

Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan, mengatakan lonjakan ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Lonjakan angka kecelakaan ini cukup signifikan. Kami mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Dari sisi korban, dampak kecelakaan juga mengalami peningkatan. Korban meninggal dunia tercatat 10 orang atau naik 43 persen. Korban luka berat mencapai 27 orang atau meningkat 80 persen, sedangkan korban luka ringan berjumlah 11 orang, melonjak hingga 120 persen.

Menurutnya, selain faktor kelalaian, tingginya volume kendaraan selama periode Lebaran turut menjadi pemicu meningkatnya angka kecelakaan. Di ruas Tol Balikpapan–Samarinda, tercatat 187.075 kendaraan melintas atau meningkat 23 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, arus kendaraan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara mencapai 53.008 unit dalam periode 13 hingga 23 Maret 2026.

Untuk menekan angka kecelakaan, kepolisian mengintensifkan upaya preemtif, preventif, hingga penegakan hukum. Selama operasi berlangsung, tercatat 9.135 kegiatan telah dilaksanakan, termasuk penindakan pelanggaran lalu lintas.

Penindakan melalui tilang meningkat signifikan hingga 116 persen dengan total 854 kasus. Sementara itu, jumlah teguran menurun 53 persen menjadi 2.936, yang menunjukkan peningkatan ketegasan aparat dalam menindak pelanggaran.

Meski terjadi peningkatan kecelakaan, kondisi kamtibmas di Kalimantan Timur secara umum masih terkendali. Tercatat 229 kejadian gangguan kamtibmas, terdiri dari 205 kasus kejahatan, 2 pelanggaran, 18 gangguan, dan 4 kejadian bencana.

“Situasi kamtibmas secara umum masih aman dan kondusif. Namun peningkatan kecelakaan lalu lintas menjadi bahan evaluasi penting ke depan,” tutupnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S