Beranda blog Halaman 191

Disdikbud Kubar: TPP Guru Tetap Aman, Efisiensi Berlaku untuk Pejabat

0
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Kubar, Benediktus. (Istimewa)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan penjelasan terkait kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN), di tengah dinamika yang berkembang di masyarakat.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Kubar, Benediktus, menegaskan bahwa kebijakan TPP tetap mengacu pada kemampuan fiskal daerah serta ketentuan regulasi yang berlaku.

“Untuk kenaikan TPP, itu hanya bisa dilakukan jika ada peningkatan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini rasio belanja pegawai di Kutai Barat telah mendekati batas maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Meski demikian, Benediktus memastikan bahwa TPP bagi guru ASN maupun tenaga kesehatan tidak mengalami pemotongan dibandingkan tahun 2025. Kebijakan efisiensi anggaran justru diterapkan pada pejabat struktural dan tenaga pelaksana lainnya.

“Besaran TPP guru di Kutai Barat masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain,” terangnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

“Pemerintah daerah memahami harapan para guru. Namun setiap kebijakan penganggaran harus tetap berpijak pada regulasi dan kondisi fiskal daerah,” jelasnya.

Benediktus menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, pemerintah daerah wajib menjaga rasio belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen dari total APBD.

Jika ketentuan tersebut dilanggar, pemerintah daerah berpotensi dikenai sanksi berupa penundaan atau pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

Selain itu, tahun 2026 juga menjadi periode yang cukup menantang secara fiskal, seiring adanya penurunan dana transfer serta tuntutan efisiensi anggaran di berbagai sektor.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Kubar menegaskan bahwa kebijakan TPP guru tetap dijaga, namun kenaikan belum dapat dilakukan hingga kondisi keuangan daerah memungkinkan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Koperasi CU Ningkah Olo Diapresiasi, Konsisten Kelola Usaha Berkelanjutan

0
Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar, Mobilala saat membacakan sambutan tertulis Bupati dalam acara RAT ke-XXVI Koperasi CU Ningkah Olo di TBS. (Istimewa)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memberikan apresiasi terhadap konsistensi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Ningkah Olo dalam mengelola organisasi secara berkelanjutan sebagai pilar ekonomi kerakyatan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar, Mobilala, saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXVI Tahun Buku 2025 CU Ningkah Olo.

Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (27/3/2026), dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem yang Kuat Menuju CU Ningkah Olo yang Lebih Sehat”.

Dalam sambutannya yang membacakan pesan tertulis Bupati Kutai Barat, Mobilala menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap penguatan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap momentum RAT ini semakin memperkuat komitmen dalam membangun koperasi yang sehat, mandiri, dan profesional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pengurus, anggota, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan berdaya saing.

“Dengan ekosistem yang solid, koperasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan RAT, koperasi tidak hanya melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi selama satu tahun terakhir, tetapi juga menyusun arah kebijakan dan program ke depan agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi.

Pemkab Kubar berharap CU Ningkah Olo dapat terus menjaga konsistensi dalam tata kelola yang baik, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada anggota sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Kutai Barat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Politisi Ikut Bertanding, WGB Samarinda Tembus Semua Kalangan

0
(Nuzul/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tren permainan Water Gel Blaster (WGB) di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Samarinda, terus menunjukkan peningkatan signifikan. Permainan simulasi tempur menggunakan peluru gel air ini kini tidak hanya digemari kalangan anak muda, tetapi juga mulai menarik perhatian pejabat publik.

Salah satu yang ikut meramaikan adalah Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, yang turun langsung mengikuti kompetisi WGB di Halaman Parkir Honda Astra, Jalan M. Yamin, Jumat (27/3/2026) malam. Dalam debut perdananya, ia bahkan berhasil meraih juara pertama.

Usai pertandingan, Reza mengaku bangga dengan antusiasme komunitas WGB di Samarinda. Ia menilai permainan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai positif dalam membentuk karakter.

“Kami sangat mengapresiasi permainan ini. WGB mampu membangkitkan semangat anak muda melalui aktivitas yang positif. Selain mengasah kemampuan teknis, juga melatih pengendalian emosi, mental, dan strategi,” ujarnya.

Ia mengaku baru membeli perlengkapan WGB beberapa jam sebelum bertanding. Namun hasil yang diraih justru di luar dugaan.

“Alhamdulillah bisa langsung juara. Ke depan, kita berharap olahraga seperti ini bisa berkembang di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Edi, menjelaskan bahwa komunitas WGB Samarinda berkembang dari aktivitas sederhana hingga kini mampu menggelar event yang lebih besar dengan dukungan sponsor.

“Ini event ketiga kami. Awalnya hanya di Taman Bebaya, sekarang sudah mendapat dukungan dari Honda Astra Motor. Ada 40 peserta yang terbagi dalam 8 tim,” jelasnya.

Dalam pertandingan, setiap tim beradu poin dengan menembak tiga target utama yang telah ditentukan panitia.

Edi juga menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan WGB. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung seperti helm, jaket, dan celana panjang.

“Kami selalu mengingatkan agar permainan ini dilakukan di area khusus, bukan di jalan atau tempat umum. Keamanan harus diutamakan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua panitia Andi Imran menyatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar kegiatan ke depan semakin tertata dan profesional.

“Kami akan terus memperbaiki teknis di lapangan. Yang penting tetap menjaga sportifitas dan silaturahmi antar peserta,” ujarnya.

Dengan perkembangan yang pesat, WGB kini mulai dipandang sebagai salah satu alternatif olahraga rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun kebersamaan dan kedisiplinan di kalangan masyarakat. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Kebakaran Terjadi di Pengepul Sampah Jalan AP Mangkunegoro

0
Kebakaran yang terjadi di tempat pengepul sampah di wilayah Tanjung Laut. (Syakurah)

BONTANG – Kebakaran terjadi di salah satu tempat pengepul sampah di Jalan AP. Mangkunegoro, RT 17 Tanjung Laut. Atau tepatnya berada di belakang gedung bekas Maharani Futsal. Kejadian terjadi sekitar pukul 13.30, Sabtu (28/3/2026).

Warga sekitar mengatakan terdapat aktivitas pembakaran sampah di lokasi, yang ternyata api dengan cepat membesar. Untuk itu pihaknya langsung melakukan pelaporan ke damkar.

Danton Damkar Bontang, Jais, mengatakan setelah menerima laporan petugas langsung menuju lokasi karena khawatir api merambat ke bangunan sekitar yang cukup dempet satu sama lain.

Ia mengimbau untuk tidak melakukan pembakaran dengan kondisi cuaca panas ekstrim. Apalagi di tempat tersebut banyak sampah yang bermaterial mudah terbakar.

“Baiknya untuk tidak melakukan pembakaran jika cuaca panas, dan kemungkinan tidak dapat mengendalikan,” pungkasnya. Berdasarkan informasi yang diterima api sempat membesar dan terdengar ledakan.

Damkar mengirimkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Beruntung, bangunan sekitar tidak ada yang terdampak. Warga sekitar juga menyebutkan tiba-tiba melihat api sudah besar.

“Tidak ada korban maupun bangunan terdampak, aman semua,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemuda Batu Ampar Soroti Kebakaran Berulang, Kesiapsiagaan Damkar Dinilai Lemah

0
Hedar, Pemuda Batu Ampar soroti lemahnya kesiapsiagaan Damkar. (Istimewa)

SANGATTA – Kebakaran kembali melanda Kecamatan Batu Ampar. Peristiwa ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan sinyal kuat bahwa sistem penanggulangan bencana di daerah masih perlu pembenahan serius.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, kebakaran terjadi untuk kedua kalinya. Dampaknya tidak main-main. Bangunan warga hangus, kerugian ekonomi membesar, dan trauma masih membekas di tengah masyarakat.

Kritik tajam disampaikan Hedar, pemuda asal Batu Ampar. Ia menilai kebakaran berulang ini tak bisa lagi dianggap sebagai insiden semata. Ada persoalan mendasar yang dinilai belum ditangani dengan maksimal, khususnya terkait kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Menurutnya, keterbatasan armada, sulitnya akses air, hingga lambannya respons saat api mulai membesar menjadi faktor utama yang memperparah kondisi di lapangan.

“Ini sudah kejadian kedua. Harusnya jadi evaluasi besar bagi pemerintah daerah, khususnya dinas pemadam kebakaran. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban karena kurangnya kesiapan,” tegasnya Hedar kepada Media Kaltim, Sabtu (28/3/2026).

Tak hanya itu, Hedar juga menyoroti lemahnya langkah pencegahan. Edukasi mitigasi kebakaran kepada masyarakat dinilai masih minim. Di sisi lain, ketiadaan hidran di titik strategis serta belum adanya pos pemadam dekat permukiman padat turut memperbesar risiko.

Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat menentukan. Namun dengan fasilitas terbatas, penanganan kebakaran kerap tidak optimal.

Hedar bersama pemuda lainnya mendesak pemerintah daerah untuk tidak hanya hadir saat bencana terjadi. Mereka meminta langkah konkret segera dilakukan, mulai dari evaluasi menyeluruh, penambahan armada, peningkatan kapasitas personel, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Kebakaran berulang ini diharapkan menjadi alarm keras bagi pemerintah. Tanpa perbaikan nyata, bukan tidak mungkin peristiwa serupa kembali terjadi dengan dampak yang lebih besar.

“Kami tidak ingin kejadian ini terus berulang. Pemerintah harus benar-benar serius membenahi sistem penanggulangan kebakaran, karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan masyarakat,” pungkas Hedar.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Miliki 23 Poket Seberat 9,40 Gram, Polisi Amankan Terduga Pengedar Sabu di Bontang Selatan

0
Barang bukti yang berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Tim Unit II Satresnarkoba Polres Bontang mengamankan seorang pria berinisial An (26), Jumat (27/3/2026), sekitar pukul 21.30 Wita. Ia diduga terlibat dalam kepemilikan dan peredaran narkotika jenis sabu.

Penangkapan dilakukan di sebuah rumah yang berada di Jalan WR Supratman, RT.58, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, dimana polisi telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas peredaran sabu di lokasi tersebut.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti seperti 23 bungkus plastik bening berisi kristal putih dengan berat bruto 9,40 gram, timbangan digital, alat hisap (bong), sedotan runcing, satu unit ponsel, serta uang tunai sebesar Rp500 ribu.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Bontang, untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Seluruh barang bukti diakui milik yang bersangkutan,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Bontang, Iptu Larto.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Salurkan Bantuan untuk Lansia di Bonles, Wali Kota Tegaskan Komitmen Jaring Pengaman Sosial

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat salurkan bantuan ke lansia di Bonles. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jaring pengaman sosial, serta pemenuhan hak dasar masyarakat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, telah melakukan peninjauan lapangan sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada warga di Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), khususnya ke para lanjut usia (lansia), Jumat (27/3/2026).

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada 10 orang lansia yang berada di RT.05, Bonles. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peninjauan progres program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain menyalurkan bantuan berupa paket bahan pokok dan telur untuk mendukung pemenuhan gizi lansia, Neni juga turut memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat yang berada di Bonles.

“Kami ingin memastikan para lansia kita tetap sehat dan produktif. Saya mengimbau bapak dan ibu, untuk bisa rutin memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas serta menjaga pola makan sehat,” paparnya.

Selain itu, Neni juga menegaskan bahwa meskipun terjadi kontraksi anggaran, program prioritas bagi masyarakat rentan tetap menjadi fokus utama pemerintah, sebagai upaya menekan angka kemiskinan.

“Untuk lurah dan perangkat wilayah, harus menjadi mata dan telinga bagi pemerintah. Pastikan setiap persoalan sosial di lingkungan masing-masing terpantau, dan segera dikoordinasikan agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat,” tambahnya.

Bahkan untuk di sektor pendidikan, Neni kembali menegaskan bahwa Pemkot Bontang telah menjamin akses pendidikan melalui pemberian perlengkapan sekolah gratis, mulai dari seragam, sepatu, tas hingga buku.

“Sebab peran penting orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai anak, serta menghidupkan kembali budaya mengaji dan membaca di rumah,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dapati Anak Putus Sekolah di Bontang Lestari, Wali Kota Instruksikan Penanganan Cepat

0
Saat Pemkot mengunjungi RTLH yang telah rampung. (istimewa)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menemukan adanya anak putus sekolah saat meninjau lokasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (27/3/2026).

Temuan tersebut didapat saat ia mengunjungi salah satu keluarga penerima manfaat program perbaikan rumah di RT 08, Jalan Linmas 2.

Berdasarkan informasi di lapangan, anak tersebut sebelumnya bersekolah di SD Negeri 007 Bontang Selatan, namun harus berhenti setelah dua kali tidak naik kelas karena belum mampu membaca.

Menanggapi hal itu, Neni langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan melakukan pendampingan dan penanganan secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak di Kota Bontang yang putus sekolah, sejalan dengan program Wajib Belajar 13 Tahun yang tengah digencarkan pemerintah.

“Ini tidak boleh terjadi. Ada anak tidak bisa membaca sampai dua kali tidak naik kelas, lalu putus sekolah. OPD harus segera bergerak,” tegasnya.

Selain intervensi dari pemerintah, Pemkot Bontang juga akan melibatkan organisasi lintas sektor serta relawan pendidikan, untuk memberikan bimbingan belajar bagi anak tersebut, agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Neni juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak. Ia menilai kurangnya perhatian dari keluarga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Menurutnya, orang tua harus lebih aktif dalam memberikan bimbingan, terlebih pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas seperti seragam gratis, program makan bergizi, hingga pendidikan tanpa biaya.

“Anak jangan dibiarkan hanya bermain gawai. Harus ada pendampingan belajar di rumah,” ujarnya.

Ia menyebutkan perlunya pemantauan sosial, pemerintah diingatkan untuk selalu hadir untuk melindungi hak anak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Tinjau Pembangunan Hunian di Bontang Lestari, Soroti Standarisasi Rumah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan peninjauan di Bonles. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melakukan peninjauan pembangunan hunian di kawasan Bontang Lestari (Bonles), Jumat (27/03/2026).

Dalam kunjungannya, Neni menyoroti hasil evaluasi program pembangunan hunian yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di tahun 2025 lalu. Dirinya mengungkapkan bahwa prototipe hunian yang telah dibangun sebelumnya belum memiliki keseragaman, baik dari segi ukuran maupun desain.

“Ingin mengevaluasi yang 2025 itu seperti apa, ternyata prototipenya tidak sama. Ini tadi saat meninjau ternyata ada yang besar dan ada yang kecil,” ucapnya.

Menurutnya, ke depan diperlukan standar yang sama untuk setiap unit rumah yang dibangun agar terlihat rapi dan layak, seperti konsep rumah subsidi yang meski sederhana namun tetap memiliki tampilan seragam.

Seperti di kawasan Bonles sendiri, saat ini terdapat 12 unit rumah yang menjadi bagian dari program pembangunan hunian tersebut. Di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkot Bontang tetap berupaya mengoptimalkan pembangunan dengan memanfaatkan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Jadi kita memanfaatkan APBD kita yang turun ini, kita berupaya maksimal untuk minta program-program ke pusat. Memang kalau pemerintah pusat itu hanya atap, lantai, dinding yang nilainya hanya Rp20 juta saja. Tidak apa-apa, nanti itu akan diseragamkan bagaimana modelnya supaya bisa bagus,” jelasnya.

Perlu diketahui untuk tahun ini, Pemkot Bontang mengusulkan pembangunan sebanyak 300 rumah layak huni kepada pemerintah pusat, serta 80 unit kepada pemerintah provinsi. Selain itu, melalui anggaran daerah, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta, untuk pembangunan 30 rumah.

Lebih lanjut, Neni menegaskan bahwa aspek sanitasi menjadi fokus utama dalam program tersebut. Ia menekankan pentingnya penyediaan jamban keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

“WC-nya harus ada, saya tidak ingin ada yang buang air besar sembarangan. Makanya tadi fokus di jamban keluarga. Karena sanitasi penting untuk mencegah stunting,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Siapkan 29 Ribu Seragam Gratis untuk Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027

0
Ilustrasi. (Ai)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali melanjutkan program bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan yang merata bagi seluruh siswa.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mencatat, pada pelaksanaan sebelumnya ribuan paket seragam telah disalurkan kepada siswa baru jenjang SD dan SMP.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, mengungkapkan total kebutuhan seragam untuk tahun ajaran mendatang mencapai 29.820 stel.

“Untuk jenjang SMP sekitar 9.850 stel, sementara SD mencapai 19.970 stel,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengadaan akan segera dimulai dalam waktu dekat. Disdikbud menargetkan tahapan lelang bisa berjalan pada pertengahan April 2026.

“Sistemnya masih sama seperti sebelumnya, yakni melibatkan penjahit lokal dalam proses pembuatan seragam,” jelasnya.

Melalui skema tersebut, pemerintah tidak hanya membantu siswa, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha jasa jahit di Bontang.

Disdikbud juga menargetkan distribusi seragam dapat dilakukan tepat waktu, sehingga siswa sudah menerima bantuan saat memasuki hari pertama sekolah.

“Harapannya, ketika tahun ajaran baru dimulai, siswa sudah bisa langsung menggunakan perlengkapan yang disiapkan,” tambahnya.

Saparudin menegaskan, program ini tidak sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin pemerataan layanan pendidikan.

“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah agar seluruh anak di Bontang mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam