Beranda blog Halaman 192

Waspadai Modus Aktivasi IKD, Disdukcapil Minta Warga Datang Langsung ke Petugas Resmi

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang mengingatkan masyarakat, agar lebih waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kepala Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Bontang, Muhammad Thamrin, mengungkapkan adanya oknum yang memanfaatkan program IKD untuk melakukan penipuan dengan menyasar warga secara langsung.

Pelaku biasanya menghubungi korban melalui sambungan telepon atau aplikasi pesan instan seperti WhatsApp. Mereka mengaku sebagai petugas Disdukcapil maupun pihak kecamatan, lalu menawarkan bantuan aktivasi IKD.

Dalam aksinya, pelaku meminta sejumlah data penting, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), hingga informasi pribadi lainnya yang bersifat sensitif.

“Jika ada pihak yang menghubungi dan menawarkan aktivasi IKD tanpa tatap muka, itu patut dicurigai. Jangan ditanggapi,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses aktivasi IKD hanya dapat dilakukan secara langsung dengan petugas resmi. Hal ini merupakan bagian dari prosedur untuk memastikan keamanan data serta mencegah penyalahgunaan identitas.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa tidak ada layanan aktivasi IKD yang dilakukan secara jarak jauh atau melalui perantara. Verifikasi identitas wajib dilakukan secara tatap muka.

“Ini untuk memastikan bahwa data yang digunakan benar milik yang bersangkutan, sehingga tidak disalahgunakan oleh pihak lain,” jelasnya.

Disdukcapil juga menilai, rendahnya kewaspadaan dalam menjaga data pribadi menjadi celah yang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Oleh karena itu, warga diimbau untuk tidak memberikan informasi kependudukan kepada pihak yang tidak jelas identitasnya, serta memastikan setiap layanan administrasi dilakukan melalui jalur resmi.

Masyarakat yang ingin mengaktifkan IKD dapat mendatangi langsung kantor Disdukcapil, kantor kecamatan, Mal Pelayanan Publik (MPP), maupun memanfaatkan layanan jemput bola yang disediakan pemerintah.

“Pastikan hanya berurusan dengan petugas resmi. Jangan sampai data pribadi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ardiansyah – Fecho Kompak Bidik Dana Pusat, Target Infrastruktur Kutim hingga Pesisir

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Kutai Timur (Kutim) kian menemukan momentum. Bupati Ardiansyah Sulaiman kini tak hanya mengandalkan kekuatan anggaran daerah, tetapi juga membidik dukungan dari pemerintah pusat.

Langkah tersebut diperkuat dengan kunjungan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Irwan Fecho, ke Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (25/3/2026) lalu. Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus membuka ruang diskusi terkait peluang kolaborasi pembangunan.

“Tadi silaturahmi sekaligus membicarakan program-program pembangunan yang bisa kita dukung,” ujar Irwan.

Menurut Ardiansyah, komunikasi dengan pihak yang memiliki akses ke pemerintah pusat menjadi peluang strategis bagi daerah. Terutama untuk mendapatkan arahan program nasional yang relevan dengan kebutuhan Kutim, khususnya di sektor infrastruktur.

“Ini peluang besar. Kita bisa mendapatkan arahan program dari pusat, terutama untuk pembangunan infrastruktur,” ujarnya kepada awak media, Jum’at (27/3/2026).

Meski demikian, ia menegaskan kemampuan fiskal daerah masih cukup untuk menjalankan sejumlah proyek, termasuk skema multiyears. Namun, untuk percepatan pembangunan berskala besar, dukungan pusat tetap diperlukan.

“Kalau hanya mengandalkan daerah tetap jalan. Tapi untuk lebih cepat dan luas, tentu perlu dukungan tambahan,” jelasnya.

Sejumlah proyek strategis pun mulai disiapkan. Mulai dari pembangunan rumah sakit di Muara Wahau, pengembangan penangkaran buaya, hingga rencana kawasan waterfront city yang kini masih dalam tahap kajian.

Tak kalah penting, pembangunan infrastruktur jalan menjadi fokus utama. Pemkab Kutim menargetkan konektivitas hingga ke wilayah pesisir, termasuk membuka akses jalan menuju Sandaran.

“Kita ingin jalan bisa tembus sampai ke Sandaran. Kalau jalur pesisir ini terbuka, potensi Tanjung Mangkalihat dan Manubar bisa berkembang pesat,” tegas Ardiansyah.

Di sisi lain, Irwan menilai di tengah efisiensi anggaran daerah, pemerintah perlu lebih jeli membaca peluang dari pusat. Ia menyebut, anggaran kementerian masih terbuka lebar, selama daerah aktif membangun komunikasi.

“Selain efisiensi, kita juga harus jeli melihat peluang. Anggaran di kementerian itu banyak. Tinggal bagaimana kita aktif berkomunikasi agar program pusat bisa diarahkan ke Kutai Timur,” ungkapnya.

Dengan sinergi ini, Pemkab Kutim optimistis pembangunan infrastruktur bisa dipercepat, sekaligus membuka akses dan potensi ekonomi baru, terutama di wilayah pesisir.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Harga Cabai di Kutim Mulai Melandai, Jatuh ke Rp75 Ribu per Kg

0
Harga Cabai di Pasar tradisional terpantau turun dari Rp200 ribu jadi Rp75 ribu per Kg. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Harga cabai di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akhirnya berbalik arah. Setelah sempat “pedas” di kantong warga dengan harga menembus Rp200 ribu per kilogram, kini komoditas ini turun drastis hingga menyentuh Rp75 ribu per kilogram.

Penurunan tajam tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dari pantauan di pasar tradisional, stok cabai yang sebelumnya langka kini mulai melimpah seiring masuknya pasokan dari luar daerah serta meningkatnya produksi petani lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadhani, mengungkapkan bahwa lonjakan harga sebelumnya dipicu oleh kosongnya pasokan dari daerah penghasil seperti Jawa dan Sulawesi akibat gagal panen.

“Memang sempat melonjak hingga di atas Rp200 ribu per kilogram karena pasokan luar daerah kosong. Sementara produksi lokal kita hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Namun kini, kondisi tersebut mulai berangsur normal. Jalur distribusi kembali lancar dan kiriman cabai mulai memenuhi lapak pedagang, baik di pasar induk maupun pasar satelit.

Petugas Bapokting Pasar Induk Sangatta, Yeni, menyebut penurunan harga terjadi cukup cepat. Pada 25 Maret 2026, harga cabai rawit masih berada di angka Rp150 ribu per kilogram, sementara cabai tiung di kisaran Rp115 ribu per kilogram.

“Hari ini sudah turun jadi Rp75 ribu per kilogram. Stok sudah banyak, jadi harga ikut turun,” jelasnya.

Turunnya harga ini langsung berdampak pada aktivitas pasar. Jika sebelumnya pembeli menahan belanja akibat harga tinggi, kini transaksi mulai kembali ramai. Pedagang pun lebih berani menambah stok karena risiko kerugian akibat pembusukan semakin kecil.

Disperindag Kutim memastikan akan terus memantau pergerakan harga bahan pokok setiap hari. Pengawasan dilakukan untuk mencegah adanya spekulasi harga serta menjaga stabilitas pasar.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan sektor pertanian lokal sebagai solusi jangka panjang agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kalau ada gejolak harga lagi, kami siap lakukan intervensi seperti operasi pasar murah agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegas Nora.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tarif Air Bersih PDAM Tirta Taman Resmi Naik Mulai April 2026

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi menaikkan tarif air bersih yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Taman. Kebijakan ini mulai diberlakukan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penyesuaian tarif tersebut telah tertuang dalam surat pemberitahuan resmi, kepada pelanggan dan mengacu pada Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 100.3.3.3/895/2025 tentang Tarif Air Minum Perumda Tirta Taman.

Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin mengatakan bahwa penyesuaian telah dilakukan sesuai berdasarkan evaluasi berkala, terhadap biaya operasional serta kebutuhan peningkatan layanan.

“Maka dengan adanya penyesuaian pemberlakuan tarif ini, kami berharap pelayanan kepada pelanggan dapat semakin optimal,” ucapnya, Jumat (27/3/2026).

Selain itu, sangat perlu diketahui untuk kenaikan tarif yang akan diberlakukan terdapat pada tiga kelompok pelanggan utama, yakni sosial, rumah tangga, serta usaha dan niaga.

Untuk kelompok sosial yang mencakup bagian umum, terminal air, rumah ibadah hingga rumah tangga sangat sederhana, tarif pemakaian 0–10 meter kubik naik menjadi Rp2.000 – Rp2.375 per meter kubik. Sementara pemakaian di atas 31 meter kubik, bakal dikenakan Rp3.500 hingga Rp3.850 per meter kubik.

Kelompok rumah tangga, termasuk rumah sewa, kios, dan warung dengan tarif pemakaian 0–10 meter kubik berada di kisaran Rp2.750 – Rp4.375 per meter kubik. Adapun pemakaian di atas 31 meter kubik, mencapai hingga Rp8.885 per meter kubik.

Sedangkan bagian kelompok usaha dan niaga, termasuk dengan pelaku usaha dan depot air minum, akan dikenakan tarif Rp5.250 – Rp6.500 per meter kubik untuk pemakaian 0–10 meter kubik. Untuk pemakaian di atas 31 meter kubik, tarifnya mencapai Rp11.750 per meter kubik.

Perumda juga menerapkan denda bagi pelanggan yang menunggak dalam proses pembayaran, yang dimana denda ditetapkan mulai Rp10 ribu untuk tunggakan satu bulan, meningkat menjadi Rp20 ribu pada bulan kedua, dan Rp30 ribu pada bulan ketiga.

Adapun seperti biaya administrasi yang naik dari Rp1.500 menjadi Rp2.500 per rekening per bulan. Sementara biaya pemeliharaan water meter disesuaikan berdasarkan ukuran pipa, mulai dari Rp9 ribu hingga Rp615 ribu.

“Penyesuaian tarif dan denda ini dilakukan agar pelanggan lebih tertib dalam melakukan pembayaran di setiap bulannya. Sehingga kalau pun ada yang pembayarannya telat, maka ada denda yang ditanggung,” tambahnya.

Kebijakan ini bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan, melainkan langkah strategis menjaga kualitas distribusi air bersih.

Sebab, biaya operasional seperti listrik dan bahan bakar terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir, sementara tarif air relatif tidak berubah.

Dengan adanya penyesuaian ini, Perumda diharapkan mampu melakukan berbagai pengembangan, mulai dari perbaikan infrastruktur, perluasan jangkauan layanan, hingga peningkatan respons terhadap keluhan pelanggan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disdukcapil Mahulu Catat 39.962 Jiwa, Didominasi Penduduk Lokal

0
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Mahakam Ulu, Alfonsius Belawan. (Istimewa)

UJOH BILANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mencatat jumlah penduduk saat ini mencapai 39.962 jiwa berdasarkan rekapitulasi semester pertama tahun 2025.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Mahulu, Alfonsius Belawan, menyampaikan bahwa angka tersebut terdiri dari 21.328 laki-laki dan 18.634 perempuan.

“Data ini merupakan hasil rekapitulasi semester pertama tahun 2025, mencakup periode Januari hingga Juli,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah penduduk tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, seperti perekaman E-KTP, pembaruan Kartu Keluarga (KK), hingga pelaporan peristiwa kependudukan.

Menurutnya, pelaporan kelahiran, kematian, serta perpindahan domisili menjadi faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan data kependudukan di Mahulu.

“Kesadaran masyarakat untuk melaporkan setiap peristiwa kependudukan semakin meningkat. Ini berdampak pada akurasi data yang kita miliki saat ini,” jelasnya.

Alfonsius menambahkan, mayoritas data yang tercatat masih didominasi oleh penduduk lokal yang tersebar di berbagai wilayah di Mahakam Ulu.

Dengan semakin mutakhirnya data kependudukan, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam bidang pelayanan publik dan pembangunan.

“Administrasi yang tertib sangat penting untuk mendukung berbagai layanan publik. Data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam merancang program yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, peningkatan jumlah warga yang melakukan perekaman dan pembaruan data menjadi indikator positif terhadap kesadaran masyarakat dalam mengelola dokumen kependudukan.

“Ini menunjukkan perubahan yang baik. Masyarakat semakin memahami pentingnya dokumen kependudukan untuk berbagai keperluan,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kadistan Kubar: Produksi Padi 2025 Capai 5.957 Ton, Panen 2026 Terus Berjalan

0
Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kubar, Stepanus Alexander Samson saat menjelaskan kepada pewarta hasil pertanian di Kutai Barat. (Istimewa)

SENDAWAR – Produksi sektor pertanian di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menunjukkan tren positif hingga triwulan pertama tahun 2026. Perkembangan tersebut terlihat pada komoditas padi maupun hortikultura yang terus mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, mengungkapkan berdasarkan data tahun 2025, total produksi padi di Kubar mencapai 5.957 ton dari luas lahan 1.985 hektare, dengan produktivitas rata-rata sebesar 3,01 ton per hektare.

“Luas lahan tersebut terdiri dari sekitar 500 hektare sawah dan 1.485 hektare ladang,” ujarnya usai mengikuti kegiatan panen padi di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kamis (26/3/2026).

Memasuki tahun 2026, capaian panen terus menunjukkan peningkatan. Hingga Maret, luas panen tercatat sebesar 101,93 hektare pada Januari, 411,78 hektare pada Februari, dan meningkat signifikan menjadi 779,59 hektare pada Maret.

“Puncak panen memang terjadi pada bulan Maret dan masih akan berlanjut hingga April mendatang,” jelasnya.

Dari capaian tersebut, diperkirakan sekitar 3.890 ton beras telah terserap dan dimanfaatkan oleh masyarakat, menandakan kontribusi nyata sektor pertanian dalam mendukung kebutuhan pangan daerah.

Selain padi, sektor hortikultura di Kubar juga mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Hingga Maret 2026, produksi berbagai komoditas sayuran menunjukkan hasil yang signifikan.

Produksi kangkung tercatat mencapai 528 kuintal, bayam 450 kuintal, sawi 419 kuintal, buncis 170 kuintal, cabai besar 60 kuintal, cabai keriting 16,5 kuintal, cabai rawit 65,2 kuintal, timun 168 kuintal, serta terong ungu dan putih sebesar 93,6 kuintal.

Menurut Stepanus, capaian tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan sayur dan cabai masyarakat Kutai Barat secara bertahap telah mampu dipenuhi dari produksi lokal.

“Ini menjadi indikator bahwa sektor pertanian kita terus berkembang dan mampu mendukung kemandirian pangan daerah,” ungkapnya.

Dengan tren positif ini, Dinas Pertanian Kutai Barat optimistis produksi pertanian akan terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Bupati Kubar Tegaskan Swasembada Beras Jadi Prioritas Daerah

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin didampingi Wakil Bupati Nanang Adriani saat menunjukkan padi hasil panen di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer. (Istimewa)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menegaskan komitmennya dalam mendorong swasembada pangan sebagai strategi menghadapi dinamika geopolitik global yang menuntut kemandirian produksi, khususnya beras.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin saat menghadiri panen bersama padi varietas Inpara 02 di lahan seluas lima hektare di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (26/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menekankan bahwa semangat petani sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga hasil pertanian di pasaran.

“Seperti usaha sarang burung walet dan kelapa sawit, ketika harga baik, masyarakat akan bersemangat mengembangkan usaha tersebut. Itu hukum ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan finalisasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) agar lahan sawah tidak beralih fungsi ke komoditas lain.

“Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa,” katanya.

Nanang turut mengapresiasi hasil kaji terap pertanian yang menunjukkan produktivitas sekitar 4,8 ton per hektare. Ia meminta para penyuluh pertanian terus aktif mendampingi petani di lapangan.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa harga gabah di wilayah Kecamatan Bongan saat ini telah mencapai sekitar Rp6.500 per kilogram, yang dinilai cukup baik untuk mendorong peningkatan produksi.

“Dalam sektor pertanian, kuncinya ada pada harga. Jika harga baik, maka petani pasti semakin bersemangat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa swasembada pangan telah menjadi prioritas pembangunan sejak awal berdirinya Kabupaten Kutai Barat pada 1999.

Ia juga menanggapi aspirasi petani terkait kondisi infrastruktur jalan menuju kawasan pertanian yang dinilai masih perlu perbaikan.

“Kami akan memperhatikan dan mengupayakan perbaikan jalan di sekitar Rapak Oros agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih baik,” jelasnya.

Terkait potensi tumpang tindih lahan sawah dengan perkebunan kelapa sawit, Bupati menegaskan bahwa lahan persawahan harus tetap diprioritaskan sebagai kawasan produksi pangan.

“Kami akan mencari dasar regulasi untuk memastikan lahan sawah tetap difungsikan untuk menanam padi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali program bapak asuh petani sebagai upaya memperkuat pendampingan serta meningkatkan motivasi petani di lapangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Kubar optimistis sektor pertanian akan semakin kuat dan mampu menopang kebutuhan pangan daerah secara mandiri di tengah ketidakpastian global. (MK)

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Rapak Oros Jadi Bukti Keberhasilan Petani, Produksi Padi Terus Didorong

0
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin saat memberikan sambutan dalam kegiatan panen padi bersama Gapoktan Maju Bersama Kampung Linggang Amer. (Istimewa)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat sektor pertanian melalui kegiatan panen padi bersama di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Petani Tangguh, Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan” ini menjadi bukti keberhasilan penerapan inovasi teknologi pertanian oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama dengan dukungan Dinas Pertanian dan berbagai pihak terkait.

Panen bersama tersebut turut dihadiri Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, Pj Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, Kapolres AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Dandim 0912 Letkol Inf Doni Frabsisco, Ketua TP-PKK Maria Christina Mosez Edwin, Wakil Ketua TP-PKK Dewi Hairiah Nanang, Kepala Dinas Pertanian Stepanus Alexander Samson, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rion, serta Camat Linggang Bigung Christian.

Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, menyampaikan apresiasi kepada Gapoktan Maju Bersama yang dinilai berperan aktif dalam mendukung peningkatan produksi padi di daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi padi di Kutai Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, petani diharapkan terus terbuka terhadap inovasi dan teknologi pertanian, termasuk penggunaan varietas Inpara 02 yang mampu menghasilkan sekitar 4,8 ton per hektare serta berpotensi ditanam dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Para penyuluh pertanian juga diharapkan terus aktif mendampingi petani dalam penerapan teknologi di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa keberhasilan panen di Rapak Oros menunjukkan meningkatnya kesadaran dan ketekunan petani dalam mengembangkan sektor pangan daerah.

“Momentum panen bersama ini diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan produksi padi di Kubar sebagai wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program inovasi pertanian yang berfokus pada optimalisasi lahan serta penguatan ketahanan pangan lokal. Berdasarkan hasil kaji terap, varietas Inpara 02 dinilai cocok dikembangkan pada lahan seluas lima hektare di kawasan Rapak Oros.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga diperlukan sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang kuat antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Selain sebagai kawasan produksi padi, Rapak Oros juga berpotensi dikembangkan melalui diversifikasi usaha pertanian untuk menambah pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Pemkab Kubar pun berkomitmen terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, pendampingan teknis, serta pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong kemandirian sektor pertanian di Kutai Barat. (MK)

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Harga Ayam Naik Drastis, Pedagang Keluhkan Pasokan

0
Pedagang ayam potong, Faisal. (Deddy/MKNN)

PENAJAM PASER UTARA – Harga ayam potong di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) mengalami kenaikan signifikan pasca Lebaran. Dari sebelumnya berkisar Rp40 ribu per kilogram, kini harga mencapai Rp55 ribu per kilogram di tingkat pedagang.

Kenaikan harga tersebut disebut bukan berasal dari pedagang, melainkan dipicu oleh naiknya harga dari pemasok akibat berkurangnya hasil panen ayam potong.

Salah satu pedagang ayam potong, Faisal, mengatakan para pedagang hanya menyesuaikan harga sesuai pasokan yang diterima.

“Harga ini bukan dari pedagang. Kami juga sempat mempertanyakan kenapa harga naik padahal sudah pasca Lebaran. Namun pemasok menyampaikan bahwa hasil panen ayam potong sedang sedikit, sehingga harga ikut naik,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, kenaikan harga ini tidak diharapkan oleh pedagang karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Dalam kondisi normal, harga ayam potong biasanya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga cukup memberatkan pembeli, terutama pelaku usaha kecil yang membeli ayam untuk dijual kembali.

“Dengan harga sekarang tentu memberatkan pembeli, terutama yang membeli untuk diperdagangkan kembali,” ungkapnya.

Selain itu, pedagang juga menghadapi persaingan dengan ayam potong beku yang dijual dengan harga lebih murah. Ayam beku tersebut dijual dengan kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per ekor, dengan berat rata-rata sekitar 1,5 kilogram.

Kondisi ini membuat pedagang ayam segar harus bersaing ketat di tengah kenaikan harga bahan baku.

Para pedagang berharap pemerintah dapat turun langsung memantau kondisi harga di pasar serta melakukan pengawasan terhadap pemasok agar harga tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat maupun pedagang.

“Ini juga menjadi tantangan bagi kami karena harga ayam beku relatif lebih murah. Kami berharap ada peran pemerintah agar harga bisa stabil dan tidak memberatkan semua pihak,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Deddypz
Editor: Agus S

Spesialis Bobol Rumah Siang Hari Ditangkap Polisi

0
Pelaku ketangkep saat berada di rumah. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Aksi pencurian yang menyasar rumah warga di siang hari akhirnya terungkap. Tiga pelaku yang diduga merupakan komplotan spesialis pencurian peralatan rumah tangga berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang.

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksar, menjelaskan pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut laporan pencurian yang terjadi di Jalan Lubuk Sawah, Gang Bahari, RT 15, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, pada Sabtu (28/2/2026).

Pelaku ketangkep saat baru sampai dirumah. (Dimas/Media Kaltim)

Korban, Riza Reynaldy, awalnya tidak menyadari rumahnya telah dibobol. Peristiwa tersebut terungkap setelah rekannya, Andrian, datang ke rumah dan mendapati pintu belakang dalam kondisi rusak dan terbuka.

“Saat diperiksa, satu unit AC merek LG yang sebelumnya terpasang di kamar sudah hilang. Selain itu, pintu teralis samping dan jendela belakang rumah juga dirusak pelaku,” ungkap Kapolsek.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp4,2 juta dan langsung melaporkannya ke Polsek Sungai Pinang.

Berbekal laporan tersebut, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, petugas berhasil mengamankan pelaku utama, Fatri Andika alias Aji, di kawasan Mugirejo.

Pengembangan dilakukan dengan cepat, dan dua pelaku lainnya, yakni Amat dan Nor Efendi, berhasil diringkus dalam selang waktu kurang dari satu jam di lokasi yang sama.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit AC merek LG dan satu buah kunci ukuran 14. Sementara satu unit outdoor AC dan kunci pas lainnya masih dalam pencarian.

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa komplotan ini telah berulang kali melakukan aksi pencurian sejak Januari 2026 dengan berbagai target, mulai dari aki excavator, kabel instalasi rumah, hingga komponen AC.

Barang curian tersebut kemudian dijual ke penampung barang bekas, bahkan dipasarkan melalui media sosial dengan harga jauh di bawah nilai aslinya.

“Para tersangka mengakui melakukan pencurian secara bersama-sama di beberapa lokasi. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat,” tegas AKP Aksar.

Ketiga tersangka kini telah diamankan di Polsek Sungai Pinang dan dijerat dengan Pasal 477 subsider Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S