Beranda blog Halaman 224

Penyegaran Organisasi, Posisi Kapolsek Sangatta Utara Berpindah Kepemimpinan

0
Kapolres Kutai Timur (Kutim), Fauzan Arianto, memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Sangatta Utara. (Ist)

SANGATTA — Tongkat komando di Polsek Sangatta Utara resmi berganti. Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto, memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sebagai bagian dari penyegaran organisasi di tubuh Polri.

Dalam prosesi tersebut, jabatan Kapolsek Sangatta Utara diserahterimakan dari Alan Firdaus kepada Bambang. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat utama Polres Kutim serta jajaran anggota.

Kapolres menegaskan, rotasi jabatan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier sekaligus upaya menjaga performa organisasi tetap optimal.

“Mutasi ini bagian dari kebutuhan organisasi. Saya minta pejabat baru tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Langsung tancap gas, lanjutkan program yang sudah berjalan, dan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Fauzan, Kamis (30/4/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Alan Firdaus atas dedikasi selama menjabat di wilayah Kutai Timur. Diketahui, Alan selanjutnya akan mengemban tugas sebagai Kapolsek Gunung Tabur di Polres Berau.

“Terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga pengalaman selama bertugas di Kutai Timur menjadi bekal berharga di tempat yang baru,” ujarnya.

Kepada Kapolsek yang baru, Fauzan berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Hal itu dinilai penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, Polsek Sangatta Utara diharapkan semakin solid, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan tugas ke depan, khususnya dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Terkendala Administrasi, Dana Hibah KONI Bontang 2026 Belum Bisa Cair

0
Ilustrasi hibah KONI Bontang yang belum bisa cair. (Ist).

BONTANG – Pencairan anggaran hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang tahun 2026, hingga kini belum dapat direalisasikan. Hal ini disebabkan, masih adanya kewajiban administrasi yang belum diselesaikan oleh pihak KONI.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) menyatakan bahwa, secara prinsip anggaran hibah telah tersedia. Namun, pencairannya masih menunggu penyelesaian sejumlah tanggung jawab administrasi dari KONI.

“Anggaran sebenarnya sudah siap untuk dicairkan. Tapi di KONI masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan, khususnya terkait administrasi,” ucap Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).

Akibat kondisi tersebut, Dispopar belum dapat menyalurkan dana hibah KONI untuk anggaran 2026. Padahal, anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung kegiatan cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Bontang.

Sementara itu, terkait dengan kebutuhan anggaran untuk keberangkatan kontingen atlet Bontang, di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII 2026 ini, akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang, dipastikan belum masuk dalam anggaran berjalan.

Sehingga pemerintah telah merencanakan kebutuhan biaya tersebut, meliputi transportasi, akomodasi, uang saku, konsumsi, hingga perlengkapan atlet akan diusulkan dan dibahas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.

“Untuk kebutuhan keberangkatan dan pelaksanaan Porprov nanti, akan diusulkan dan direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026,” jelasnya.

Meskipun anggaran hibah untuk KONI telah tersedia, pencairannya masih bergantung, pada penyelesaian kewajiban internal.

Sementara dukungan anggaran untuk keikutsertaan atlet dalam Porprov VIII, akan diproses melalui mekanisme perubahan anggaran di pertengahan tahun.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Persiapan 100 Persen, 112 CJH Bontang Siap Berangkat di Pertengahan Mei 2026

0
Ilustrasi keberangkatan jemaah haji di Bontang. (AI).

BONTANG – Persiapan keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Bontang di 2026, dipastikan telah rampung sepenuhnya. Seluruh jemaah kini dalam kondisi siap untuk diberangkatkan ke tanah suci, pada pertengahan Mei mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bontang, Najmuddin Tamini menyampaikan bahwa untuk jemaah haji dari Bontang sudah dalam persiapan 100 persen.

“Insyaallah untuk keberangkatan jemaah, di pertengahan Mei 2026 ini,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).

Pada musim haji tahun ini, jemaah asal Bontang tergabung dalam gelombang kedua dengan rute penerbangan langsung menuju Jeddah. Total jemaah yang akan berangkat berjumlah 112 orang, terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter).

“Jadi, sebanyak 111 jemaah tergabung dalam Kloter 14, sementara satu jemaah lainnya masuk dalam Kloter 17. Sehingga total keseluruhan ada 112 jemaah,” jelasnya.

Untuk kategori usia, mayoritas jemaah berada dalam kategori usia dewasa hingga lanjut usia. Meski demikian, jumlah jemaah lanjut usia (lansia) yang menjadi prioritas pelayanan tercatat hanya dua orang.

Terkait adanya efisiensi anggaran dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, pihak terkait memastikan bahwa hal tersebut tidak akan mempengaruhi kualitas layanan kepada para jemaah.

“Kami akan bekerja maksimal untuk melayani Dhuyufur Rahman, tamu-tamu Allah yang Maha Pengasih,” tegasnya.

Dengan kesiapan yang telah mencapai 100 persen, diharapkan seluruh jemaah haji asal Bontang dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, aman, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kisah Mandala yang Bertahan dalam Keterbatasan hingga Akhir Hayat

0
Ketua TRC PPA Kaltim mengunjungi rumah duka Mandala Risky Syahputra. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Isak tangis menyelimuti sebuah rumah sederhana di RT 13, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. Mandala Risky Syahputra, remaja berusia 16 tahun yang dikenal gigih dan pendiam, mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat dini hari (24/4/2026).

Kepergian siswa SMKN 4 Samarinda itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan menjadi sorotan publik terkait kepedulian sosial serta empati dunia pendidikan terhadap siswa dari keluarga kurang mampu.

Kisah pilu Mandala bermula dari sepasang sepatu sekolah ukuran 41 yang telah dipakainya sejak duduk di bangku kelas 1 SMK. Seiring pertumbuhan fisiknya, ukuran kaki Mandala berubah menjadi 44 hingga 45. Namun, karena memahami kondisi ekonomi keluarganya, ia memilih bertahan menggunakan sepatu sempit tersebut.

Untuk mengurangi rasa sakit akibat gesekan, Mandala bahkan mengganjal bagian dalam sepatunya menggunakan busa pembungkus buah agar tetap bisa beraktivitas.

Sebagai anak sulung yang ingin membantu ekonomi keluarga, Mandala mengikuti program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan besar di Samarinda. Pekerjaan yang mengharuskannya berdiri seharian membuat kondisi kakinya semakin parah hingga membengkak.

Rasa sakit yang terus dirasakan menjalar hingga ke punggung. Kondisinya semakin melemah, nafsu makan menurun, dan berat badannya terus menyusut.

Ratnasari, ibu Mandala, mengenang percakapan terakhir yang hingga kini masih membekas di hatinya. Saat itu, Mandala sempat meminta dibelikan sepatu baru karena sudah tidak kuat menahan sakit.

“Bu, bisa nggak belikan Mandala sepatu? Eh iya Bu, Mandala lupa kalau Mandala ini anak yatim,” ucapnya lirih.

Kalimat sederhana itu kini menjadi luka yang sulit dilupakan sang ibu.

Di tengah kondisinya yang semakin lemah, Mandala justru berusaha menguatkan ibunya agar tetap tegar menjaga adik-adiknya.

“Mandala ini lemah, cuman Mandala lihat Mama ini kuat. Mama harus kuat buat jaga adik,” tuturnya sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam tidurnya sekitar pukul 02.00 WITA.

Kematian Mandala memicu reaksi dari berbagai pihak. Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, menilai tragedi tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan kepedulian sosial terhadap siswa kurang mampu.

“Ini tamparan buat semua. Untuk apa ada data gaji orang tua jika komite hanya sibuk mengurusi iuran atau perpisahan, tapi tidak tahu ada siswa yang menderita karena tidak mampu beli sepatu. Ini mencederai pendidikan kita,” tegasnya saat mengunjungi rumah duka.

Jenazah Mandala sempat disalatkan di sekolahnya sebelum dimakamkan di Kuburan Merdeka pada Jumat siang. Kepergian remaja 16 tahun itu meninggalkan pesan mendalam tentang perjuangan, pengorbanan, dan kerasnya kehidupan yang harus dihadapi sebagian anak-anak dari keluarga sederhana.

Keluarga berharap kisah Mandala menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi dan kurangnya kepedulian lingkungan sekitar. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Bontang Perkuat Program “Kelurahan Cantik” 2026, Warga Diharapkan Ikut Dukung Data Akurat

0
Saat kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) Tahun 2026. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang resmi mencanangkan Sosialisasi dan Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) Tahun 2026 di Gedung BPU Kecamatan Bontang Utara, Rabu (29/4/2026).

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan pentingnya data yang akurat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, program pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan data yang valid.

“Data ini fondasi. Dengan data yang akurat, perencanaan pembangunan dan evaluasi program akan jauh lebih terukur dan efektif,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan Satu Data Indonesia (SDI) menjadi kunci agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Bontang Nur Wahid menjelaskan, program Kelurahan Cantik bertujuan meningkatkan kemampuan aparat kelurahan dalam mengelola data sesuai standar nasional. Dengan begitu, data yang dihasilkan bisa digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat.

“Jika data di tingkat kelurahan sudah baik, maka keputusan di tingkat kota hingga pusat akan lebih akurat dan berdampak nyata,” jelasnya.

Pada 2026, terdapat tiga kelurahan yang menjadi fokus pembinaan, yakni Kelurahan Kanaan, Kelurahan Belimbing, dan Kelurahan Satimpo.

Manfaat untuk warga dari program ini tidak hanya menyasar aparatur pemerintah, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan data yang lebih akurat, untuk bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran, program pembangunan sesuai kebutuhan warga, pelayanan publik menjadi lebih cepat dan efisien, data kependudukan dan kondisi wilayah lebih tertata.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan data yang benar saat pendataan dilakukan, baik oleh kelurahan maupun petugas terkait.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

0
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
Penemuan pria yang gantung diri di rumahnya. (Dwi S).

BONTANG – Warga di Jalan KS. Tubun, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang bunuh diri, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 00.15 Wita.

Korban yang diperkirakan berusia 28-29 tahun ini, ditemukan dalam kondisi gantung diri di dalam rumahnya, tepatnya di kamar mandi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui, setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi korban sudah tergantung dengan seutas tali. Ibu korban yang pertama kali mengetahui hal tersebut.

Salah satu kerabat korban mengaku, mengetahui kejadian itu sekitar pukul 01.00 Wita setelah menerima kiriman video dari rekannya. Untuk membenarkan hal tersebut, dirinya langsng pergi ke lokasi kejadian.

“Saya tahunya dari teman, pas teman saya lagi mengirimkan video. Ternyata, teman saya ini sudah posisi gantung diri di dalam rumahnya,” ucapnya saat ditemui.

Di kesempatan yang sama, petugas dari tim Inafis Polres Bontang setelah menerima laporan masuk, langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Hingga saat ini, proses evakuasi masih menunggu kedatangan ambulans.

“Ini kami masih menunggu ambulans datang, baru jenazahnya dibawa ke RSUD. Kondisi jenazah juga belum membiru karena masih terbilang baru. Korban gantung diri di kamar mandi,” ungkap salah satu petugas di lokasi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif di balik peristiwa tersebut. Ambulans datang sekitar pukul 03.00 Wita, jenazah pun langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Percepat Listrik Andal untuk Kaltara, PLN Gandeng Kejaksaan Kawal SUTT 150 kV Tidang Pale–Malinau

0
Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng (tengah), bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bulungan, Yopy Adriansyah, dalam pertemuan koordinasi pengawalan proyek SUTT 150 kV Tidang Pale–Malinau di Kantor Kejaksaan Negeri Bulungan.

BULUNGAN – Akselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Utara terus dipacu demi menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Guna memastikan proyek berjalan tanpa hambatan hukum dan teknis, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) memperkuat kolaborasi strategis bersama Kejaksaan Negeri Bulungan dan Kejaksaan Negeri Malinau.

Langkah ini diambil untuk mengawal percepatan proyek strategis Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Tidang Pale menuju GI Malinau. Kehadiran infrastruktur ini menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah perbatasan dan sekitarnya.

Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, mengatakan bahwa orientasi utama dari kerja sama ini adalah demi kepentingan masyarakat luas. Pengawalan hukum oleh Kejaksaan diperlukan agar pembangunan fisik di lapangan tidak terhambat oleh kendala administratif atau sengketa lahan.

“Tujuan akhir kami adalah masyarakat segera menikmati listrik yang lebih stabil dan andal. Dengan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Bulungan dan Kejaksaan Negeri Malinau, kami dapat melakukan mitigasi risiko hukum secara dini dan memastikan aset negara diamankan dengan benar, sehingga pembangunan terus berjalan sesuai target,” ujar Jefry dalam koordinasi yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Bulungan.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Basuki Widodo, menegaskan bahwa kolaborasi dengan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam memastikan keberhasilan proyek strategis nasional di sektor ketenagalistrikan.

“Sinergi dengan Kejaksaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat aspek legal sekaligus mitigasi risiko. Kami ingin memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, aman, dan tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Bulungan, Yopy Adriansyah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Kejaksaan siap mendukung penuh upaya percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui sinergi yang kuat bersama PLN.

“Kejaksaan Negeri Bulungan mendukung sinergi dan kolaborasi dengan PLN agar penyelesaian proyek strategis nasional SUTT 150 kV Tidang Pale–Malinau dapat berjalan lancar dan segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Malinau, Dr. Fathur Rohman, S.H., M.H., yang menegaskan komitmen Kejaksaan dalam mengawal proyek strategis nasional.

“Kejaksaan Negeri Malinau siap mendukung dan mengawal pelaksanaan proyek ini melalui pendekatan yang profesional dan sesuai koridor hukum, sehingga pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Proyek SUTT 150 kV GI Tidang Pale–GI Malinau merupakan bagian dari interkoneksi besar sistem kelistrikan Kalimantan. Selain meningkatkan keandalan pasokan, proyek ini juga diproyeksikan mampu mendukung hilirisasi industri dan memperkuat kedaulatan energi di wilayah utara Kalimantan.

Melalui kerja sama yang erat antara PLN dan Kejaksaan, hambatan-hambatan di lapangan dapat diselesaikan melalui pendekatan yang humanis namun tetap sesuai koridor hukum, demi mewujudkan mimpi masyarakat Kaltara menikmati energi hijau yang berkelanjutan. (Bom)

Polisi Gerebek Transaksi Narkoba Dini Hari di Teluk Pandan, 32 Paket Sabu Diamankan

0
AWH (43) saat diamankan di Mapolres Kutim. (Ist)

SANGATTA – Peredaran narkotika di Kutai Timur (Kutim) kembali diguncang. Satuan Reserse Narkoba Polres Kutim membongkar praktik transaksi sabu di Kecamatan Teluk Pandan. Seorang pria tak berkutik saat diringkus bersama puluhan paket barang haram seberat total 15,53 gram.

Pengungkapan ini bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas transaksi narkoba di kawasan Jalan Poros Bontang–Samarinda KM 10, Desa Suka Damai. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti tim Opsnal dengan penyelidikan intensif.

Hasilnya, pada Rabu dini hari (29/4/2026) sekitar pukul 03.00 Wita, petugas menggerebek lokasi dan mengamankan AWH (43), pria asal Tembilahan, Riau, yang kini bermukim di Sangatta Utara.

Saat digeledah, polisi menemukan 32 bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga sabu yang disembunyikan di kantong celana pelaku. Tak hanya itu, sejumlah barang bukti lain turut diamankan, mulai dari ponsel, plastik pembungkus, lakban, tisu, hingga bungkus makanan ringan yang digunakan sebagai kamuflase.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial F melalui sistem jejak di Samarinda. Polisi kini masih memburu pemasok tersebut sekaligus mengembangkan kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memerangi narkotika.

“Ini hasil kerja keras anggota di lapangan dan dukungan masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku narkoba di Kutai Timur,” tegasnya.

Ia juga memastikan penyelidikan akan terus berlanjut untuk membongkar jaringan di balik peredaran tersebut. Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Kini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kutai Timur. AWH dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Final Lomba Bertutur 2026, Wali Kota Tekankan Pentingnya Literasi Digital

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri final di lomba bertutur se-Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan kecerdasan dan budaya literasi masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Final Lomba Bertutur bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Bontang, yang berlangsung di Mini Theater DPK Kota Bontang, Rabu (29/04/2026).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengapresiasi seluruh peserta yang berani tampil dan menunjukkan kemampuan komunikasi verbal. Ia menegaskan bahwa konsep literasi saat ini telah berkembang pesat, seiring dengan era globalisasi.

Terlebih lagi, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan juga menulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk memahami, memformulasikan, dan memanfaatkan informasi secara cerdas.

“Selain buku yang menjadi jendela dunia, penguasaan literasi digital kini menjadi kompetensi mutlak, agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas, pintar, dan tangguh,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan dasar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang turut memastikan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan peserta didik.

“Insyaallah tahun ini pemerintah tetap memberikan program bantuan berupa seragam, sepatu, tas, dan buku gratis. Anak-anak harus terus semangat belajar dan meraih asa,” tambahnya.

Sebanyak 10 finalis berkompetisi dalam ajang ini. Nantinya, juara pertama akan mewakili Kota Bontang, untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Evaluasi Kinerja Triwulan I di 2026, Neni Tekankan Efektivitas Program dan Percepatan Realisasi

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat rapat koordinasi. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Bagian Administrasi Pembangunan Setda, menggelar rapat koordinasi guna memperkuat sinergi penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026.

Pembahasan difokuskan pada tujuh program unggulan daerah dengan total 121 kegiatan, yakni Bontang Sehat, Bontang Pintar, Gerakan Ekonomi Bontang, Pelayanan Publik Prima, Menata Bontang, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang.

Di pemaparan awal, terungkap masih terdapat sejumlah program yang belum berjalan optimal. Selain itu, kualitas data dan pelaporan juga dinilai perlu ditingkatkan kembali, termasuk dalam pencapaian penghargaan daerah.

“Realisasi keuangan dan fisik pada Triwulan I pun masih berada di bawah target, sehingga diperlukan percepatan pelaksanaan kegiatan,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Rabu (29/4/2026).

Optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Proyek juga menjadi perhatian, khususnya untuk mendukung monitoring berbasis data yang lebih akurat dan terintegrasi.

Sehingga dalam arahannya, Neni menegaskan pentingnya efektivitas program di tengah keterbatasan anggaran. Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap fokus pada solusi praktis, efisiensi penggunaan anggaran, serta memastikan program memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Program harus tetap berjalan dengan fokus pada solusi praktis, efisiensi anggaran, dan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan penguatan sektor kesehatan dan pendidikan, percepatan pembangunan sekolah rakyat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan dukungan digitalisasi layanan.

Rakor ini diharapkan menjadi wadah evaluasi rutin sekaligus mendorong percepatan implementasi berbagai program prioritas daerah agar lebih optimal dan tepat sasaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam