Beranda blog Halaman 228

Momen Kebersamaan Warga dan Satgas TMMD di Linggang Amer

0
Warga Kampung Linggang Amer bersama anggota Satgas TMMD memasak bersama menjelang penutupan program TMMD. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Menjelang berakhirnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, suasana penuh keakraban terlihat di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung. Warga bersama personel Satgas TMMD memanfaatkan waktu dengan memasak bersama dalam suasana penuh kebersamaan, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan sederhana tersebut menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat dan anggota Satgas TMMD yang selama ini bekerja bersama dalam berbagai pembangunan di kampung tersebut. Warga dan prajurit tampak saling membantu menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga menikmati hidangan bersama.

Keceriaan dan rasa kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Canda tawa warga bersama anggota Satgas TMMD menghiasi suasana, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama pelaksanaan program TMMD di Kampung Linggang Amer.

Salah satu warga, Seri Wahyuni (45), mengungkapkan rasa senangnya dapat berkumpul dan memasak bersama para prajurit. Menurutnya, kehadiran anggota Satgas TMMD tidak hanya membantu pembangunan kampung, tetapi juga membawa kebersamaan yang sangat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami merasa senang bisa memasak dan berkumpul bersama anggota Satgas TMMD. Kehadiran mereka bukan hanya membantu pembangunan kampung, tetapi juga sudah seperti bagian dari keluarga bagi masyarakat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu tujuan utama dari program TMMD.

“Melalui kegiatan seperti ini kita bisa melihat betapa kuatnya kebersamaan antara anggota Satgas dan masyarakat. Walaupun kegiatan TMMD akan segera selesai, kami berharap hubungan silaturahmi ini tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong yang tercipta selama pelaksanaan TMMD menjadi salah satu nilai penting dalam memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dengan suasana penuh kehangatan tersebut, kegiatan memasak bersama menjadi kenangan tersendiri bagi warga maupun personel Satgas TMMD. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat yang telah terjalin selama pelaksanaan program TMMD di Kampung Linggang Amer.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Momen Haru, Warga Tering Lama Anggap Satgas TMMD Seperti Keluarga

0
Warga Kampung Tering Lama memasangkan gelang kepada anggota Satgas TMMD sebagai simbol kekeluargaan. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Menjelang berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, warga Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, menunjukkan rasa haru dan kedekatan mereka dengan anggota Satgas TMMD. Warga secara simbolis memasangkan gelang kepada para prajurit sebagai tanda kekeluargaan dan kebersamaan, Minggu (8/3/2026).

Momen tersebut terjadi saat anggota Satgas TMMD berkunjung ke rumah warga di Kampung Tering Lama. Warga yang tidak ingin melewatkan kesempatan kebersamaan itu kemudian memasangkan gelang kepada para prajurit sebagai tanda bahwa mereka telah diterima sebagai bagian dari keluarga di kampung tersebut.

Kampung Tering Lama sendiri menjadi salah satu lokasi sasaran program TMMD, khususnya pembangunan fasilitas MCK serta program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) yang sangat membantu kebutuhan masyarakat setempat.

Dengan penuh kehangatan, warga secara bergantian memasangkan gelang kepada anggota Satgas. Gelang tersebut menjadi simbol bahwa hubungan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD bukan sekadar hubungan antara prajurit dan masyarakat, tetapi sudah seperti keluarga sendiri.

Salah seorang warga Kampung Tering Lama, Syaipulah, menyampaikan bahwa kehadiran Satgas TMMD selama ini tidak hanya membantu pembangunan fasilitas bagi masyarakat, tetapi juga membawa suasana kebersamaan yang sangat dirasakan oleh warga.

“Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membantu pembangunan fasilitas bagi masyarakat, tetapi juga membawa kebersamaan dan kedekatan yang sangat dirasakan oleh warga Kampung Tering Lama,” ungkapnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dan perhatian yang diberikan masyarakat kepada anggota Satgas.

“Pemasangan gelang ini menjadi simbol bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat sudah terjalin sangat erat. Kami merasa bangga dan terharu karena diterima sebagai bagian dari keluarga di Kampung Tering Lama,” ujarnya.

Ia juga berharap meskipun program TMMD nantinya telah selesai, hubungan silaturahmi antara anggota TNI dan masyarakat Kampung Tering Lama tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD diharapkan menjadi kenangan indah sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap hubungan silaturahmi ini tetap terjaga meskipun kegiatan TMMD telah selesai,” tandasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Satgas TMMD Mulai Pasang Jendela Rumah Warga di Linggang Amer

0
Anggota Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar memasang jendela pada rumah sasaran program RTLH di Kampung Linggang Amer. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Memasuki tahap akhir pengerjaan, anggota Satgas TMMD mulai melakukan pemasangan jendela pada rumah warga yang menjadi sasaran program di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Minggu (8/3/2026).

Pemasangan jendela tersebut menjadi bagian dari tahap finishing pembangunan rumah agar bangunan dapat segera ditempati dengan layak oleh pemiliknya. Anggota Satgas TMMD terlihat bekerja dengan penuh semangat untuk memastikan setiap bagian rumah terpasang dengan baik dan rapi.

Salah satu anggota Satgas TMMD mengatakan bahwa saat ini pembangunan rumah sudah hampir selesai. Pekerjaan yang tersisa hanya beberapa bagian kecil, seperti pemasangan jendela serta perapian pada bagian bangunan lainnya.

“Kami terus kebut pengerjaan agar rumah ini segera selesai dan bisa ditempati oleh warga. Saat ini sudah memasuki tahap pemasangan jendela,” ujarnya.

Selain anggota Satgas TMMD, warga sekitar juga turut membantu proses pengerjaan rumah tersebut. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini memperlihatkan semangat kebersamaan serta gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan program TMMD di berbagai daerah.

Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan RTLH ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga setempat.

Program TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat sendiri bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur desa, termasuk perbaikan rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni.

Dengan progres pembangunan yang sudah hampir rampung, diharapkan rumah tersebut segera selesai sehingga dapat memberikan kenyamanan dan manfaat bagi warga yang menerima bantuan tersebut.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

DPRD Mahulu Gelar Paripurna Bahas RPJMD 2025–2029

0
Rapat Paripurna DPRD Mahakam Ulu dalam rangka penyampaian Nota Pengantar Ranperda RPJMD Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2025–2029. Foto: Istimewa

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2025–2029 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mahulu.

Penyampaian tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Mahulu yang berlangsung di ruang paripurna lantai II Kantor DPRD Mahulu, Jumat (6/3/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Mahulu Devung Paran, didampingi Wakil Ketua I Nor Lili Bulan dan Wakil Ketua II Desiderius Dalung Lasah. Turut hadir Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahulu Kristina Tening, Wakapolres Mahulu Kompol Ahmad Abdullah, para anggota DPRD, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Mahulu Stephanus Madang membacakan sambutan tertulis Bupati Mahakam Ulu yang menjelaskan bahwa penyusunan RPJMD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selain itu, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah tersebut juga berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan RPJMD Tahun 2025–2029.

“RPJMD Tahun 2025–2029 merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka waktu lima tahun yang merupakan penjabaran dari visi, misi, serta program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih,” ujar Stephanus Madang.

Ia menjelaskan bahwa dokumen RPJMD disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta memperhatikan arah kebijakan pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan kebijakan pembangunan Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, penyusunan dokumen RPJMD dilakukan melalui proses yang sistematis, terukur, dan partisipatif.

“RPJMD ini telah melalui serangkaian proses yang sistematis, terukur, dan partisipatif, mulai dari pengumpulan dan pengolahan data, analisis isu strategis pembangunan daerah, perumusan visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, hingga penetapan tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, serta program prioritas pembangunan daerah,” jelasnya.

Pada tahapan ini, Ranperda RPJMD disampaikan kepada DPRD untuk dibahas bersama guna memperoleh persetujuan dan kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD sebagai bagian dari mekanisme pembentukan peraturan daerah.

“Kesepakatan bersama tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk dilakukan evaluasi dan fasilitasi oleh Pemerintah Provinsi sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,” pungkasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Mahulu Hadiri HLM TPID Kaltim, Bahas Stabilitas Harga Pangan

0
Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk menghadiri Forum High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Samarinda. Foto: Istimewa

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menghadiri kegiatan Forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026. Forum tersebut membahas upaya menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok di daerah.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Menjaga Stabilitas Harga dan Mengakselerasi Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Mewujudkan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” itu dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud secara daring.

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji serta seluruh perwakilan kepala daerah se-Kalimantan Timur, termasuk Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk. Pertemuan berlangsung di Aula Mahakam, Lantai IV Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan diawali dengan pemaparan perkembangan inflasi di Kalimantan Timur oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, dilanjutkan diskusi bersama pemerintah kabupaten dan kota mengenai berbagai langkah pengendalian inflasi serta upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk menyampaikan bahwa harga sejumlah komoditas pokok di wilayah Mahakam Ulu menjelang Idul Fitri 2026 masih relatif tinggi, namun cenderung stabil dalam beberapa minggu terakhir.

“Pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah di sejumlah kecamatan, mulai dari Long Bagun hingga Long Apari,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, dengan selisih harga sekitar 23 persen hingga lebih dari 50 persen lebih murah dibanding harga pasar.

Dalam waktu dekat, Pemkab Mahakam Ulu juga berencana melaksanakan Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Long Pahangai untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah tersebut.

Namun demikian, Suhuk mengakui bahwa pengendalian inflasi di Mahakam Ulu masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait kondisi geografis wilayah pedalaman, keterbatasan akses transportasi, serta tingginya biaya logistik.

“Tantangan utama pengendalian inflasi di Mahakam Ulu adalah kondisi geografis wilayah pedalaman, keterbatasan akses transportasi, serta tingginya biaya logistik karena sebagian besar pasokan masih berasal dari luar daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga berupaya menekan harga melalui kebijakan subsidi ongkos angkut bagi toko yang menyalurkan bahan pokok ke wilayah hulu.

“Hal ini dilakukan agar harga kebutuhan pokok di wilayah hulu tetap terjangkau. Biaya angkut yang tinggi seringkali menyebabkan harga beras di sana bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per karung,” ungkapnya.

Melalui forum tersebut, Pemkab Mahakam Ulu berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat dalam penguatan infrastruktur distribusi pangan, pembangunan gudang logistik, serta peningkatan konektivitas transportasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan harga bahan pokok di wilayah pedalaman Mahakam Ulu.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Mahulu Gelar Asistensi Penyusunan LPPD dan LKPJ 2025

0
Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan membuka kegiatan asistensi penyusunan LPPD, LKPJ, dan RLPPD Tahun Anggaran 2025 di Samarinda. Foto: Istimewa

UJOH BILANG — Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan secara resmi membuka kegiatan asistensi dan pendampingan dalam rangka penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), serta Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Kabupaten Mahakam Ulu Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Puri Samarinda, Kamis (6/3/2026), dan diikuti oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.

Dalam sambutannya, Bupati Angela Idang Belawan menegaskan bahwa penyusunan LPPD, LKPJ, dan RLPPD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang wajib disampaikan kepada pemerintah pusat serta masyarakat setiap tahun.

“Penyusunan LPPD tahun ini mengacu pada pedoman terbaru dari Kementerian Dalam Negeri terkait indikator kinerja dan tata cara penilaian penyelenggaraan pemerintahan daerah. Perubahan tersebut menuntut penyesuaian dalam pengisian data dan dokumen pendukung oleh setiap perangkat daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh OPD harus memastikan data kinerja yang disampaikan benar-benar akurat, lengkap, dan didukung oleh bukti yang valid. Hal tersebut dinilai penting karena kualitas data akan memengaruhi penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah.

Selain itu, Bupati juga meminta Inspektorat Kabupaten Mahakam Ulu untuk melakukan reviu secara cermat serta memberikan pendampingan kepada OPD selama proses penyusunan laporan berlangsung.

“Kualitas data dalam indikator kinerja menjadi faktor penting dalam penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Karena itu, koordinasi dan kerja sama antar perangkat daerah sangat diperlukan agar penyusunan laporan dapat selesai tepat waktu dan berkualitas,” ucapnya.

Melalui kegiatan asistensi tersebut, pemerintah daerah berharap proses penyusunan laporan pemerintahan daerah dapat berjalan lebih terkoordinasi serta menghasilkan dokumen yang transparan dan akuntabel.

Bupati Angela juga kembali mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menyusun laporan dengan penuh tanggung jawab karena laporan tersebut akan menjadi gambaran kinerja Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu selama Tahun Anggaran 2025.

“Ditekankan sekali lagi kepada seluruh perangkat daerah agar menyusun laporan secara akurat, lengkap, dan tepat waktu, karena kualitas data sangat berpengaruh terhadap penilaian kinerja pemerintah daerah. Sehingga proses penyusunan LPPD Kabupaten Mahakam Ulu Tahun Anggaran 2025 dapat berjalan lebih baik, terkoordinasi, serta menghasilkan laporan yang akuntabel dan berkualitas,” pungkasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Kubar Lanjutkan Safari Ramadan di Masjid Baitul Mukaramah

0
Kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat di Masjid Baitul Mukaramah, Kecamatan Muara Pahu. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 dengan mengunjungi Masjid Baitul Mukaramah di Kecamatan Muara Pahu, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Rombongan Safari Ramadan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, didampingi Staf Ahli Bupati Rustam, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gamas Laden, Wakil Ketua TP-PKK Kutai Barat Dewi Rairiah Nanang, serta perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Barat.

Kedatangan rombongan setibanya di Pelabuhan Kecamatan Muara Pahu disambut hangat oleh Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, bersama unsur Forkopimcam, pengurus masjid, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah daerah melalui kegiatan Safari Ramadan di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud perhatian pemerintah sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Ia juga menyampaikan sejumlah harapan masyarakat terkait pembangunan di wilayah tersebut. Salah satunya mengenai kondisi infrastruktur jalan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Masih terdapat sekitar dua kilometer ruas jalan di dalam Kecamatan Muara Pahu yang belum disemenisasi, sehingga diharapkan ke depan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, Mauliddin juga menyoroti keterbatasan pasokan listrik dari PLN di beberapa wilayah, sehingga penerangan jalan masih mengandalkan lampu tenaga surya (solar cell). Ia berharap ke depan infrastruktur kelistrikan dapat ditingkatkan guna menunjang aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menyampaikan amanat Bupati Kutai Barat yang menegaskan bahwa Safari Ramadan merupakan momentum penting untuk membangun kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut pemerintah daerah dapat bertemu langsung dengan masyarakat di berbagai kecamatan sehingga berbagai persoalan dan aspirasi dapat disampaikan secara terbuka.

“Pertemuan langsung ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi yang ada di wilayahnya kepada pemerintah daerah, sehingga dapat menjadi perhatian bersama dalam upaya pembangunan daerah,” ungkapnya.

Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati Nanang Adriani menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berupa dana Safari Ramadan secara simbolis kepada pengurus Masjid Baitul Mukaramah sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan umat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan dan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Safari Ramadan ditutup dengan buka puasa bersama serta salat Magrib berjamaah dalam suasana penuh kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pemkot Bontang Terbitkan Edaran THR 2026: Wajib Dibayar Penuh dan Paling Lambat H-7 Lebaran

0
Posko THR yang berada di kantor Disanaker. (Syakurah)

BONTANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota Bontang secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor B/500.15.12.3/119/DISNAKER/2026 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2026.

Dalam edaran tersebut, pemkot menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

Adapun kriteria penerima dan besaran THR wajib diberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja minimal 1 bulan secara terus-menerus, baik yang berstatus PKWTT (tetap) maupun PKWT (kontrak).

Untuk batas waktu dan metode pembayaran, pemerintah menekankan dua aturan krusial terkait teknis pembayaran. Pertama, THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Namun, perusahaan diimbau untuk membayarnya lebih awal.

Sesuai poin nomor 7 dalam edaran, pengusaha wajib membayar THR secara penuh dan tidak diperbolehkan mengangsur atau mencicil pembayaran tersebut.

Selanjutnya, aturan bagi pekerja harian lepas dan satuan hasil. Bagi pekerja harian lepas yang telah bekerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir. Sedangkan bagi yang kurang dari 12 bulan, dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. Hal serupa juga berlaku bagi pekerja dengan sistem satuan hasil.

Kepala Bidang Hubungan Industrial, Disnaker Bontang, Muhammad Rusdi, mengatakan Posko Konsultasi dan Pengaduan telah terbentuk, untuk memastikan hak pekerja terpenuhi.

“Posko kami buka, Senin hingga Jumat selama jam kerja,” pungkasnya.

Seluruh pengusaha di wilayah Kota Bontang juga diwajibkan melaporkan pelaksanaan pembayaran THR secara tertulis kepada Wali Kota Bontang melalui Disnaker paling lambat 14 hari setelah Hari Raya Idulfitri 2026.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bukan di Bontang! Gempa Magnitudo 2,3 Terjadi di Kutim, Disini Lokasi Tepatnya

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Perencanaan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ismail meluruskan terkait adanya isu gempa di wilayah Bontang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa bumi dengan magnitudo 2,3 terjadi tepat di Senin (9/3/2026) sekitar pukul 07.19 Wib atau sekitar pukul 08.19 Wita.

Berdasarkan dari informasi BMKG, gempa tersebut berada pada koordinat 1.10 Lintang Utara (LU) dan 118.31 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer. Jadi, dalam rilis BMKG, lokasi gempa disebut berada di 142 kilometer timur laut Bontang, Kalimantan Timur.

“Jika mengacu pada titik koordinat tersebut, lokasi gempa sebenarnya berada di wilayah Desa Susuk Dalam, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur. Jadi bukan di Bontang,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Penyebutan jarak dari Kota Bontang oleh BMKG merupakan metode umum untuk memudahkan masyarakat mengenali posisi gempa, berdasarkan kota terdekat yang lebih dikenal.

“Hal ini juga yang kerap menimbulkan kesan seolah gempa terjadi di wilayah Bontang, padahal titik koordinatnya berada di daerah lain,” tambahnya.

BMKG juga mengingatkan bahwa informasi gempa yang dirilis bersifat sementara, dan dapat diperbarui sesuai hasil analisis lanjutan, dengan magnitudo 2,3, gempa tergolong sangat lemah dan umumnya tidak dirasakan oleh masyarakat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warisan Ulama Abad ke-18, Masjid Al Wahhab Tetap Kokoh di Pesisir Bontang Kuala

0

BONTANG — Di tengah permukiman pesisir Bontang Kuala, berdiri sebuah bangunan sederhana dari kayu ulin yang menyimpan jejak panjang perjalanan Islam di Kota Taman. Masjid Tua Al Wahhab bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi awal tumbuhnya peradaban Islam di wilayah pesisir Bontang sejak lebih dari dua abad lalu.

Berdasarkan catatan sejarah yang terpampang di area masjid, rumah ibadah ini telah berdiri sejak tahun 1789 Masehi. Artinya, usia Masjid Al Wahhab kini telah mencapai sekitar 235 tahun. Usia yang menjadikannya sebagai salah satu masjid tertua di wilayah Bontang sekaligus simbol awal perkembangan Islam di kawasan tersebut.

Masjid ini didirikan oleh Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi, seorang ulama yang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di Bontang Kuala pada masa itu. Makam beliau hingga kini berada tidak jauh dari lokasi masjid, menjadi bagian dari jejak sejarah yang terus dihormati masyarakat setempat.

Secara fisik, bangunan utama masjid masih mempertahankan konstruksi awal yang terbuat dari kayu ulin. Material khas Kalimantan ini dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca dan usia. Ukuran bangunan utamanya sekitar 11 x 11 meter, dengan bentuk arsitektur yang memadukan unsur Bugis, Kalimantan, Demak, dan Sumatra.

Bendahara masjid, Rakim, menjelaskan bahwa sebagian besar bagian dalam bangunan masih mempertahankan bentuk asli sejak pertama kali didirikan.

“Yang di dalam ini masih asli. Jendela dan struktur kayunya tetap dipertahankan. Penambahan hanya dilakukan di bagian luar untuk menjaga kayunya tetap awet,” ujarnya.

Keaslian bangunan inilah yang membuat Masjid Al Wahhab tidak hanya bernilai religius, tetapi juga historis.

Suasana masjid ini terasa berbeda setiap memasuki bulan Ramadan. Jamaah yang datang untuk menunaikan salat tarawih meningkat signifikan dibanding hari biasa. Bahkan pada malam-malam tertentu, jamaah meluber hingga ke luar bangunan utama.

“Kalau Ramadan pasti meningkat. Kadang sampai penuh sekali,” kata Rakim.

Tradisi tadarus Al-Qur’an setiap selesai tarawih menjadi kegiatan rutin yang terus dipertahankan. Selain itu, pada sepuluh malam terakhir Ramadan, jamaah juga melaksanakan i’tikaf bersama.

Menariknya, tradisi kebersamaan juga terlihat dari penyediaan menu buka puasa bersama. Makanan untuk jamaah berasal dari sumbangan warga sekitar. Setiap RT di wilayah Bontang Kuala secara bergantian menyediakan hidangan berbuka bagi jamaah masjid.

Efendi, salah seorang jamaah yang telah empat tahun rutin beribadah di masjid tersebut, mengaku merasakan nuansa spiritual yang berbeda saat berada di masjid bersejarah itu.

“Suatu kebanggaan bisa beribadah di masjid tua ini,” ujarnya.

Ia menilai kebersamaan masyarakat di sekitar masjid tetap terjaga meski zaman terus berubah. Warga tetap hadir untuk menjaga tradisi ibadah sekaligus merawat warisan sejarah yang telah berusia ratusan tahun.

Namun di balik nilai sejarahnya yang besar, pengelolaan masjid juga menghadapi tantangan regenerasi. Rakim mengatakan pengurus masjid mulai melibatkan generasi muda melalui pembentukan Ikatan Remaja Masjid (IRMA).

“Kita tidak selamanya yang tua-tua ini yang mengurus. Harus ada penerus,” katanya.

Selama Ramadan, IRMA ikut membantu berbagai kegiatan, mulai dari persiapan buka puasa bersama hingga menjaga kebersihan lingkungan masjid. Meski demikian, sebagian anggota yang merantau membuat keterlibatan generasi muda belum sepenuhnya optimal.

Anggota IRMA, Dika, menjelaskan bahwa pendekatan untuk mengajak anak muda terlibat dalam kegiatan masjid dilakukan secara informal melalui komunikasi langsung dan pertemanan.

“Kami mengajak perlahan, misalnya dengan salat bersama. Alhamdulillah anak-anak di sekitar sini cukup antusias ikut kegiatan,” ujarnya.

Promosi kegiatan masjid hingga kini juga masih dilakukan secara sederhana dari mulut ke mulut dan belum memanfaatkan media sosial secara maksimal.

Di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman, Masjid Tua Al Wahhab tetap berdiri kokoh dengan struktur kayu ulin yang hampir seluruhnya masih asli. Bangunan sederhana itu menjadi pengingat bahwa sejarah dakwah ulama abad ke-18 tidak hanya meninggalkan warisan fisik, tetapi juga identitas spiritual bagi masyarakat Bontang Kuala.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam/Agus S