Beranda blog Halaman 26

Parkir Kopi Kenangan Jadi Sorotan, Dishub Pastikan Jukir Resmi Sudah Disiapkan

0
DPMPTSP Tegaskan agar parkiran kopi kenangan tidak di bahu jalan. (Syakurah)

BONTANG – Penataan parkir di gerai Kopi Kenangan yang baru beroperasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-api, menjadi perhatian Tim Pengawasan Terpadu Kota Bontang saat melakukan monitoring lapangan, Selasa (9/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan, sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengeluhkan kendaraan pengunjung parkir di badan jalan, hingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus, mengatakan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti bersama OPD terkait, agar permasalahan dapat diselesaikan sedini mungkin.

“Kami memiliki tim pengawasan terpadu. Setiap ada aduan masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Tujuannya agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujarnya.

Dalam rapat evaluasi, Dinas Perhubungan menyampaikan area parkir Kopi Kenangan telah menjadi lokasi binaan. Juru parkir resmi juga telah ditempatkan, dan dibekali rompi sebagai identitas untuk mengatur kendaraan pengunjung.

Dishub juga telah menginstruksikan, agar kendaraan tidak diparkir di badan jalan dan seluruh aktivitas parkir diarahkan ke area yang telah disediakan.

Selain itu, pihak kelurahan mengusulkan agar pengelolaan parkir memiliki kerja sama yang jelas dengan kelompok juru parkir. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari potensi konflik perebutan lahan parkir yang pernah terjadi di sejumlah lokasi usaha lain di Kota Bontang.

Idrus menegaskan, pemerintah mendukung investasi yang masuk ke Bontang, namun operasional usaha juga harus memperhatikan ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.

“Jangan sampai keberadaan usaha justru menimbulkan keluhan baru. Penataan parkir harus menjadi perhatian bersama, agar aktivitas usaha dan lalu lintas tetap berjalan lancar,” katanya.

Tim Pengawasan Terpadu akan terus melakukan evaluasi terhadap operasional gerai tersebut, sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Dishub saat ini juga menegaskan, bahwa untuk mobil belum bisa parkir, terutama di bahu jalan, berbahaya,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Sidak Gerai Kopi Kenangan Pastikan Perizinan Terlengkapi

0
Kunjungan lapangan yang dilakukan oleh DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang meminta manajemen Coffee Shop Kopi Kenangan segera menunjukkan seluruh dokumen legalitas usaha, setelah dilakukan monitoring bersama Tim Pengawasan Terpadu di gerai Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-api.

Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus, mengatakan pemerintah daerah pada prinsipnya menyambut baik investasi yang masuk ke Kota Bontang. Namun, seluruh pelaku usaha wajib memenuhi ketentuan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami welcome terhadap investor yang ingin berusaha di Kota Bontang. Tetapi seluruh aturan juga harus dipenuhi, agar kegiatan usaha memiliki kepastian hukum,” ujarnya.

Dalam monitoring tersebut, pihak pengelola di lokasi belum dapat menunjukkan seluruh dokumen, karena keputusan berada di manajemen pusat yang berkedudukan di Jakarta, sementara penanggung jawab operasional berada di Samarinda.

Karena itu, DPMPTSP memberikan waktu satu hari kepada pihak perusahaan untuk menyerahkan dokumen perizinan yang dimiliki, agar dapat diverifikasi bersama perangkat daerah terkait.

Hasil rapat juga mengungkap masih ada sejumlah aspek yang perlu dicermati, mulai dari legalitas bangunan, persetujuan bangunan gedung atau Sertifikat Laik Fungsi (SLF), hingga izin teknis lainnya sesuai tingkat risiko usaha.

Menurut Idrus, langkah tersebut merupakan bentuk pembinaan agar investasi dapat berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

“Kami tidak menghambat investasi. Justru kami ingin semua pelaku usaha beroperasi secara legal, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Setelah dokumen diterima, Tim Pengawasan Terpadu akan menginventarisasi seluruh perizinan yang telah dimiliki, maupun yang masih perlu dilengkapi sebelum menentukan tindak lanjut berikutnya.

“Kopi kenangan memang sudah memiliki NIB, tapi karena dia buka cabang dia harus kembali mengurus dengan menambahkan lokasi cabang tersebut di buka,” tuturnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkab Kutim Penyesuaian Belanja, Pasca Rp1,3 Triliun Dana Kurang Salur Masih Tertahan

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Dana kurang salur sebesar Rp1,3 triliun yang menjadi hak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), hingga kini belum juga ditransfer pemerintah pusat. Akibatnya, pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian belanja, dengan mengutamakan program-program yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengatakan pihaknya masih menunggu kejelasan pencairan dana tersebut. Hingga memasuki triwulan II tahun 2026, belum ada informasi pasti terkait kapan dana kurang salur itu akan masuk ke kas daerah.

“Ini yang juga sedang kita tagih. Masih ada sekitar Rp1,3 triliun dana kurang salur yang belum dicairkan,” ujar Jimmi.

Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan fiskal daerah. Meski APBD Kutim tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp5,7 triliun, realisasi sejumlah program harus disesuaikan dengan kondisi keuangan yang tersedia saat ini.

Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja. Program yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat harus tetap berjalan, sementara kegiatan yang sifatnya tidak mendesak dapat ditunda hingga kondisi keuangan membaik.

“Mana yang lebih prioritas itu yang dilaksanakan. Yang tidak prioritas antre dulu. Bukan berarti tidak dilaksanakan, tetapi menyesuaikan kondisi keuangan yang ada,” tegasnya.

Jimmi menilai pelayanan publik tidak boleh terganggu hanya karena keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat. Sektor-sektor yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat harus tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Selain pelayanan publik, DPRD juga menyoroti pentingnya penyelesaian kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga atau kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan. Menurut Jimmi, pembayaran kepada rekanan harus menjadi salah satu prioritas agar tidak menimbulkan persoalan lanjutan serta menjaga kepercayaan dunia usaha terhadap pemerintah daerah.

“Yang paling penting kewajiban kepada pihak ketiga harus segera dilaksanakan. Itu menjadi perhatian utama,” katanya.

Ia menambahkan, keberlangsungan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada perencanaan program, tetapi juga pada kemampuan pemerintah memenuhi kewajiban yang telah muncul dari pekerjaan yang sudah dilaksanakan.

Karena itu, DPRD berharap pemerintah pusat segera merealisasikan pencairan dana kurang salur tersebut. Dengan masuknya dana Rp1,3 triliun itu, ruang fiskal daerah akan lebih longgar sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai target dan kewajiban kepada pihak ketiga dapat segera diselesaikan.

“Harapan kita tentu dana ini segera dicairkan. Dengan begitu program pembangunan bisa berjalan sesuai rencana dan kewajiban daerah juga dapat dituntaskan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Penulis: Yusva Alam

Dapat Bantuan Bedah Rumah Polres Kutim, Ahmad Ali Kini Bisa Bernapas Lega

0
Kado Hari Bhayangkara untuk Ahmad Ali, rumah yang ditempati tiga tahun akhirnya diperbaiki. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Ahmad Ali tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Warga Jalan H. Masdar, Sangatta Utara itu akhirnya mendapat kesempatan memiliki rumah yang lebih layak melalui program bedah rumah yang digelar Polres Kutai Timur (Kutim) menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

Selama ini Ahmad tinggal bersama istri dan tiga anaknya di rumah yang kondisinya jauh dari kata ideal. Bantuan renovasi yang diterimanya menjadi kabar bahagia bagi keluarga kecil tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Dinas Sosial dan Polres Kutim ini,” ujar Ahmad, Senin (8/6/2026).

Rumah yang ditempatinya sejak 2023 itu kini menjadi salah satu dari delapan unit rumah yang masuk dalam program bedah rumah Polres Kutim. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial yang diinisiasi jajaran Polda Kalimantan Timur sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kurang mampu.

Bagi Ahmad, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan. Lebih dari itu, program tersebut menghadirkan harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih nyaman dan aman.

Pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif. Polres Kutim menggandeng Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta sejumlah stakeholder lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Bedah Rumah Polres Kutim AKP Slamet Riyadi menjelaskan pekerjaan dimulai pada 8 Juni dan ditargetkan rampung pada 27 Juni 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan warga yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung program ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Program bedah rumah ini menyasar warga yang dinilai membutuhkan dukungan untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak huni. Delapan rumah yang menjadi sasaran tersebar di sejumlah wilayah di Kutim.

Sementara itu, Ahmad berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang bisa merasakan manfaatnya.

“Harapan saya semoga ke depannya lebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan bantuan seperti ini,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat melalui program tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Kutim atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Saeful Rizal: Putus Sekolah Bukan Berarti Putus Kesempatan Raih Prestasi

0
Saeful Rizal: Putus Sekolah Bukan Berarti Putus Kesempatan Raih Prestasi

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang Saeful Rizal mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap pendidikan nonformal. Menurutnya, anak yang putus sekolah formal masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meraih prestasi melalui jalur pendidikan nonformal.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Lepas Kenang Murid SPNF SKB Kota Bontang Tahun 2026.

“Perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa kalau mereka putus sekolah formal bukan berarti putus pendidikannya. Masih ada jalur pendidikan nonformal melalui Sanggar Kegiatan Belajar,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan SPNF SKB menjadi alternatif yang sangat penting, bagi masyarakat yang terkendala melanjutkan pendidikan di sekolah formal. Karena itu, sosialisasi mengenai pendidikan kesetaraan perlu terus diperluas, agar semakin banyak warga mengetahui adanya layanan pendidikan gratis tersebut.

Saeful juga mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih SPNF SKB Bontang. Tahun ini, dua lulusan Paket C berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yakni Program Studi Teknik Elektro di Institut Teknologi Kalimantan dan Program Studi Peternakan Universitas Mulawarman.

Selain prestasi akademik, peserta didik SPNF SKB juga mencatatkan berbagai pencapaian di bidang nonakademik. Seorang siswa Paket A menjadi peminjam buku terbanyak di Kota Bontang dan memperoleh apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sementara peserta didik lainnya berhasil meraih prestasi sebagai atlet pencak silat tingkat kota dan provinsi serta tergabung dalam marching band yang mengharumkan nama Kota Bontang hingga tingkat internasional.

Menurut Saeful, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pendidikan kesetaraan mampu melahirkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing dengan lulusan sekolah formal.

“Banyak prestasi yang sudah ditorehkan. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal juga bisa mencetak sumber daya manusia yang unggul jika dikelola dengan baik,” katanya.

Tak hanya itu, alumni SPNF SKB Bontang juga telah berkiprah di berbagai bidang. Sejumlah lulusan diketahui berhasil menjadi anggota TNI, aparatur sipil negara, hingga dipercaya masyarakat menjadi ketua RT setelah memperoleh ijazah kesetaraan.

Di tingkat kelembagaan, SPNF SKB Bontang juga terus menorehkan prestasi. Salah satu pamong belajar pernah meraih penghargaan sebagai Pamong Belajar Inspiratif tingkat nasional, dan mengikuti program peningkatan kompetensi di Australia serta Tiongkok.

Bahkan, SPNF SKB Bontang ditetapkan sebagai satu-satunya satuan pendidikan nonformal di Kalimantan Timur yang menjadi sekolah model implementasi pembelajaran mendalam oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Saeful berharap berbagai prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya mereka yang putus sekolah, untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan.

“Jangan pernah menganggap putus sekolah sebagai akhir dari pendidikan. Masih ada kesempatan untuk belajar, berprestasi, dan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan nonformal,” tutupnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPRD Dorong Sosialisasi SPNF SKB Lebih Masif, Banyak Warga Belum Tahu Pendidikan Gratis

0
Sekretaris Komisi A Saeful Rizal. (Syakurah)

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang Saeful Rizal mendorong agar keberadaan Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB), semakin gencar disosialisasikan kepada masyarakat.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa lembaga tersebut menyediakan layanan pendidikan gratis bagi masyarakat yang ingin melanjutkan sekolah melalui jalur nonformal.

“Bisa saja masyarakat tidak memanfaatkan karena mereka tidak tahu, atau mereka mengira sekolah di sini harus membayar, padahal tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Ia mengaku siap ikut terlibat dalam kegiatan sosialisasi, agar informasi mengenai SPNF SKB dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang putus sekolah.

Saeful menilai keberadaan SPNF SKB menjadi solusi bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal, sehingga kesempatan belajar tetap terbuka.

Selain itu, ia mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih SPNF SKB, dan berharap kualitas pendidikan yang diberikan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Dengan prestasi yang dimiliki, lembaga ini layak dikenal lebih luas sehingga semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan pendidikan nonformal,” katanya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Saeful Rizal Siap Jadi Penyambung Informasi Program Pemerintah kepada Masyarakat

0
Sekretaris Komisi A Saeful Rizal. (Syakurah)

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal menyatakan komitmennya untuk terus menjadi jembatan informasi antara pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, banyak program pemerintah yang belum diketahui publik sehingga membutuhkan sosialisasi yang lebih masif.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Lepas Kenang Murid SPNF SKB Kota Bontang Tahun 2026.

Saeful mengatakan, selama ini dirinya aktif membagikan berbagai informasi mengenai program dinas dan lembaga pemerintah melalui media sosial maupun grup komunikasi yang dimilikinya.

“Saya memposisikan diri sebagai penyambung antara dinas dengan masyarakat. Program-program yang bermanfaat saya sebarkan, supaya lebih banyak warga yang mengetahuinya,” ujarnya.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tepat dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan publik sekaligus mendukung kinerja pemerintah.

Ia bahkan mengaku siap membantu instansi pemerintah, yang ingin memperluas jangkauan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau ada informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat, saya siap membantu menyebarkannya agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” katanya.

Saeful menilai sinergi antara pemerintah, legislatif, media, dan masyarakat menjadi kunci agar berbagai program pelayanan publik dapat dimanfaatkan secara optimal.

Contohnya ialah SPNF SKB ini yang turut ia pasarkan melalui template sosial media yang ia miliki. Kemudian ia juga mencontohkan banyaknya penipuan yang berkedok aktivasi IKD Disdukcapil dan sebagainya.

“Mereka semua senang dan merasa cukup terbantu,” tuturnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

UMKM Bontang Hadapi Keluhan Pelanggan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb8juni2026/mobile/

BMKG Imbau Warga Pesisir Tetap Waspada Pascagempa Filipina

0
Titik pusat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah selatan Mindanao, Filipina. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi, turut dirasakan hingga sejumlah wilayah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah pesisir Kalimantan meski pusat gempa berada cukup jauh dari Indonesia.

“Getaran hanya dirasakan di beberapa daerah di Kaltim serta sebagian wilayah Kaltara dan Berau,” ujarnya.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa berpusat di laut pada koordinat 5,80 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Menurut Rasmid, gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng tektonik dengan mekanisme patahan naik atau thrust fault.

“Penyebabnya adalah aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik,” jelasnya.

Meski sempat memicu kepanikan ringan di sejumlah daerah, BMKG memastikan hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat dampak gempa tersebut di wilayah Kaltim maupun Kaltara.

“Sejauh ini tidak ada,” tambahnya.

Gempa berkekuatan besar itu juga memicu peringatan dini tsunami. Hingga pukul 08.20 WIB, BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut atau tsunami minor di sembilan titik pemantauan yang berada di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Ketinggian muka air laut tertinggi tercatat di Talengan, Sulawesi Utara, mencapai 0,75 meter.

Sementara itu, sejumlah wilayah pesisir yang sebelumnya masuk kategori waspada diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kota Bontang di Kaltim, serta Nunukan, Bulungan, dan Tarakan di Kaltara.

BMKG meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengikuti arahan resmi pemerintah dan petugas terkait.

Warga juga diimbau sementara waktu menghindari aktivitas di kawasan pantai maupun tepian sungai hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan normal. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Surat Wasiat hingga Sandal Jadi Petunjuk Dugaan Bunuh Diri di Jembatan Mahakam

0
Jasad pria berkaos hitam saat dievakuasi di kawasan pelabuhan Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Misteri hilangnya seorang pria yang diduga melompat dari Jembatan Mahakam I pada Jumat (5/6/2026) dini hari mulai menemui titik terang.

Sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan mengapung di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Navigasi Samarinda, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 07.15 WITA.

Jasad tersebut pertama kali ditemukan seorang pemulung yang tengah mengais sampah plastik di pinggir sungai. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan relawan untuk dilakukan evakuasi.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, ciri fisik dan pakaian korban memiliki kemiripan kuat dengan pria yang terekam CCTV diduga melompat dari Jembatan Mahakam I dua hari sebelumnya.

“Pagi hari ini kita dapat laporan dari masyarakat adanya penemuan mayat di Sungai Mahakam sekitar pukul 07.15 WITA. Kita asumsikan ini Mister X yang kemungkinan pada Jumat dini hari pukul 02.47 WITA terjun atau melompat ke Sungai Mahakam,” ujar Joko di lokasi kejadian.

Menurutnya, dugaan tersebut diperkuat oleh pakaian korban yang mengenakan kaos dalam hitam dan celana panjang, sama seperti sosok dalam rekaman CCTV yang sempat beredar luas di media sosial.

Selain itu, petugas juga menemukan ciri khusus berupa tato di salah satu lengan korban.

Sebelumnya, warga sempat dihebohkan dengan penemuan sejumlah barang di atas Jembatan Mahakam I pada Jumat dini hari.

Barang-barang tersebut berupa secarik surat wasiat, jaket, dan sepasang sandal yang diduga milik korban.

Meski indikasi awal mengarah pada korban dugaan bunuh diri, pihak kepolisian menegaskan identitas jasad masih berstatus Mister X hingga hasil resmi pemeriksaan medis keluar.

Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk menjalani proses visum dan identifikasi lebih lanjut.

“Kami masih mengasumsikan ini sebagai Mister X sambil menunggu proses investigasi lebih lanjut dari Tim Inafis Polresta Samarinda dan pihak rumah sakit,” jelasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polresta Samarinda atau mendatangi RSUD AWS Samarinda. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S