Beranda blog Halaman 25

TMA Bendungan Lempake Turun Jadi 7,05 Meter, Petani Mulai Cemas

0
Supriadi, petani di Lempake, menunjukkan tanah sawah yang mulai retak akibat minimnya pasokan air. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tanah di sejumlah persawahan Lempake mulai retak. Parit yang selama ini mengalirkan air ke lahan pertanian ikut menyusut seiring turunnya muka air Bendungan Benanga Lempake.

Data profil pertanian 2026 mencatat Kelurahan Lempake memiliki 530 petani aktif dengan luas baku area irigasi pertanian mencapai 714,56 hektare. Di tengah kemarau, ratusan petani tersebut kini bergantung pada cadangan air bendungan yang terus berkurang.

Data Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV per 29 Agustus 2026 menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) Bendungan Lempake berada pada elevasi 7,05 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Posisi itu turun lima sentimeter dibandingkan 26 Agustus yang masih 7,10 mdpl. Dengan elevasi normal 7,20 mdpl, muka air bendungan kini berada sekitar 15 sentimeter di bawah batas normal.

Berdasarkan perhitungan dalam rencana tahunan operasi waduk, pelayanan air baku dan irigasi diperkirakan masih dapat bertahan sekitar 10 hari apabila tidak ada tambahan air dari hujan.

Kondisi itu mulai dirasakan petani. Paniyem, salah seorang petani Lempake, mengatakan berkurangnya debit bendungan membuat aliran air menuju parit persawahan ikut menyusut.

Selama air masih tersedia di parit, petani dapat menggunakan mesin penyedot atau alkon untuk mengairi tanaman. Namun, ketika parit mengering, pilihan petani semakin terbatas.

Paniyem telah puluhan tahun menjadi petani. Saat ini ia bersama keluarganya mengelola lahan sekitar satu hektare yang dibagi menjadi lima bagian. Hasil panen terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Petani lainnya, Supriadi (54), menilai persoalan tidak hanya terletak pada menurunnya cadangan air bendungan. Kondisi jaringan irigasi, terutama parit induk yang menyalurkan air menuju persawahan, juga perlu segera dibenahi.

“Intinya satu saja, irigasi. Kalau parit induk itu dibagusin, direhab, kemungkinan enggak semua, cuma ya petani itu balik asal,” ujar Supriadi.

Menurut dia, rehabilitasi parit induk dibutuhkan agar air yang masih tersedia dapat dialirkan lebih optimal ke persawahan. Pemerintah juga diharapkan menyiapkan alternatif sumber air apabila kemarau berlanjut dan kondisi bendungan terus menurun.

Kekhawatiran petani semakin besar karena modal sudah dikeluarkan sejak pengolahan lahan hingga masa tanam. Kekurangan air yang berlangsung lama berisiko mengganggu pertumbuhan padi dan memicu gagal panen.

Supriadi saat ini menggarap lahan berukuran 25 x 100 meter atau sekitar 2.500 meter persegi. Dalam kondisi normal, lahan tersebut menghasilkan sekitar sembilan karung padi basah dengan berat masing-masing 75 kilogram.

Dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram, satu kali panen menghasilkan sekitar 675 kilogram padi basah atau senilai Rp4,38 juta sebelum dikurangi biaya produksi.

Kini petani berusaha mempertahankan tanaman dengan memanfaatkan air yang masih tersedia di parit sambil menunggu hujan. Bendungan Benanga tetap menjadi tumpuan utama pengairan.

Dengan TMA 7,05 mdpl dan perkiraan pelayanan air baku serta irigasi sekitar 10 hari apabila tidak turun hujan, keberlangsungan pasokan air menjadi penentu bagi ratusan petani dan ratusan hektare persawahan Lempake. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Pembangunan Jangan Hanya Kejar Ekonomi, Ruang Ekologis Harus Dilindungi

0
Pegiat lingkungan Samarinda, Misman. (Dok Misman)

SAMARINDA – Pegiat lingkungan Samarinda Misman mengkritik pembangunan dan pemanfaatan ruang yang dinilainya masih terlalu berorientasi pada kepentingan ekonomi. Fungsi ekologis kawasan, menurut dia, harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan agar pembangunan tidak memperbesar risiko banjir dan kekeringan.

Misman mengatakan pemerintah tidak cukup hanya bergerak ketika bencana terjadi. Pencegahan harus dilakukan dengan menjaga ruang-ruang yang memiliki fungsi ekologis, mulai dari hutan, bukit, lembah, rawa, sungai hingga daerah aliran sungai (DAS).

“Karena kemarau dan kebanjiran secara alami akan datang. Saran saya untuk pemerintah dan masyarakat, kalau menggunakan ruang untuk pembangunan seperti hutan, bukit, lembah, rawa, sungai harus mempertimbangkan kompensasi ekologi,” ujar Misman, Sabtu (29/8/2026).

Menurut dia, kompensasi ekologi tidak boleh berhenti sebagai konsep. Pemerintah perlu menerjemahkannya ke dalam kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di lapangan.

“Mungkin begitu secara umumnya. Kemudian memang harus direalisasikan secara teknis atau faktual di lapangan,” katanya.

Salah satu yang menjadi perhatian Misman adalah pengelolaan Sungai Karang Mumus (SKM). Penanganan sungai, menurut dia, tidak cukup dilakukan pada badan sungai, tetapi harus mencakup seluruh ruang sungai dan DAS.

Misman menyebut DAS Karang Mumus memiliki luas sekitar 322 kilometer persegi. Kondisi kawasan tersebut perlu dijaga karena berperan dalam mengatur tata air.

“Dalam merawat sungai, tidak hanya badan sungainya yang diperhatikan, tetapi juga harus memperhatikan ruang sungai atau DAS. Misalnya Sungai Karang Mumus luas DAS-nya sekitar 322 kilometer persegi, apakah DAS tersebut masih utuh,” ujarnya.

Ia mengingatkan kerusakan DAS tidak hanya berdampak pada kondisi sungai. Berkurangnya kemampuan kawasan menyerap, menyimpan dan mengatur air juga dapat meningkatkan risiko kekeringan saat kemarau dan banjir ketika curah hujan tinggi.

“Sebab rusaknya DAS akan berdampak kekeringan dan kebanjiran,” tegasnya.

Karena itu, Misman meminta pemerintah melihat banjir dan kekeringan sebagai bagian dari persoalan tata ruang dan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh. Pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi tetap harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Misman selama ini aktif dalam upaya menjaga Sungai Karang Mumus melalui Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) sejak 2015. Wartawan senior tersebut menerima Anugerah Kalpataru 2023 kategori Perintis Lingkungan.

Menurut Misman, pemanfaatan kawasan yang memiliki fungsi ekologis harus disertai upaya mempertahankan atau mengganti fungsi lingkungan yang hilang. Tanpa langkah tersebut, dampak perubahan tata ruang pada akhirnya akan dirasakan masyarakat. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

PB Djarum Juara Umum Bayan Open 2026, Terpadu Balikpapan Rebut Dua Emas

0

BALIKPAPAN – Sirkuit Nasional C Bayan Open 2026 tuntas, Sabtu (29/8/2026). PB Djarum Kudus keluar sebagai juara umum dengan empat emas, sementara Terpadu Balikpapan membawa pulang dua emas dan menempati posisi kelima klasemen medali.

Berdasarkan hasil resmi Tournament Planner PBSI, PB Djarum mengumpulkan empat emas, dua perak dan enam perunggu.

Jaya Raya Jakarta berada di posisi kedua dengan tiga emas, empat perak dan 7,5 perunggu. Mutiara Cardinal Bandung menempati urutan ketiga dengan tiga emas, satu perak dan dua perunggu.

Jaya Raya Ragunan berada di posisi keempat dengan 2,5 emas, satu perak dan 2,5 perunggu. Terpadu Balikpapan menyusul di urutan kelima dengan dua emas, 0,5 perak dan satu perunggu.

Dua emas Terpadu Balikpapan datang dari nomor tunggal.

Mikhayla Almira Sakhi Arifin merebut gelar Tunggal Usia Dini Putri. Nadhifa Qiana Zulkarnaim dari Hollywood menjadi runner-up, sedangkan Aisyah Ayudia Inara dari Terpadu Balikpapan dan Jeanne Filosofi Senja dari Putra Bun Yamin menempati posisi ketiga.

Emas kedua diraih Muhammad Abidzar Alghifari pada Tunggal Anak Putra. Abidzar mengungguli Keanu Al Fathir Rahadi dari Cahaya Indonesia Badminton Club.

Nibras Mahardika Anggono dari Jholin Badminton Club dan Ratchanok Azarya Tumarar dari Hollywood menempati posisi ketiga.

Terpadu Balikpapan juga menambah medali dari Ganda Pemula Putra. Muhammad Habbil Benzema/Wijdan Rafid Hartoko menjadi juara. Karena merupakan pasangan gabungan Jaya Raya Ragunan/Terpadu Balikpapan, emas dibagi masing-masing 0,5 untuk kedua klub.

Di nomor yang sama, Azka Aldric Achmad/Muhammad Dhiafakrhi menjadi runner-up. Pasangan gabungan Terpadu Balikpapan/Pengairan Samarinda itu menyumbangkan masing-masing 0,5 perak untuk kedua klub.

Klub Balikpapan lainnya, Hevindo, juga masuk daftar peraih medali dengan satu perak dan 3,5 perunggu.

Perak Hevindo datang dari Ganda Pemula Putri melalui Alika Nur Naila Putri/Daniesha Aquilla Pranindya. Mereka menjadi runner-up setelah Laura Leydisya/Ni Kadek Marcia Putri Arisanthi dari PB Djarum keluar sebagai juara.

Hevindo juga mendapat perunggu melalui Retna Calya Gayatri di Tunggal Remaja Putri. Ananda Aditya/Kevin Rasatya Putra menempati posisi ketiga Ganda Remaja Putra, sedangkan Arzefa Adinata Wijaya/Zahraatunnesa berada di posisi ketiga Ganda Remaja Campuran.

PB Djarum memastikan gelar juara umum dengan empat emas. Salah satunya disumbangkan Aqila Talita Shaki di Tunggal Anak Putri. Kresensia Lembayung Ubung Mering dari Champion Klaten menjadi runner-up.

Aqila sebelumnya menyingkirkan wakil Hevindo Balikpapan, Inara Anindita Irawan, pada perempat final dengan skor 21-12, 21-6.

Aqila mengatakan pelatih memintanya menekan lawan dan mengurangi kesalahan sendiri.

“Pesan dari pelatih supaya ga banyak mati sendiri dan mau maksa di lapangan,” kata Aqila seperti dikutip dari laman resmi PB Djarum.

PB Djarum juga merebut emas Ganda Pemula Putri melalui Laura Leydisya/Ni Kadek Marcia Putri Arisanthi.

Laura bahkan membawa pulang dua medali. Selain emas di nomor ganda, ia meraih perak Tunggal Pemula Putri. Gelar tunggal nomor tersebut direbut rekan satu klubnya, Hafizah Hasanah Zahra.

Sejak babak awal, Laura harus membagi tenaga karena turun di nomor tunggal dan ganda.

“Habis main cepat-cepat makan terus tidur sebentar di bawah,” ujar Laura.

Ia juga melakukan evaluasi terhadap permainannya selama turnamen.

“Besok harus lebih bisa ngontrol badan di lapangan sama langkahnya harus diperbaiki lagi,” katanya.

Di Tunggal Remaja Putra, Jaya Raya Jakarta menempatkan dua pemain di posisi teratas. Muhammad Ziqrullah keluar sebagai juara dan Ahmad Rayhandra Darsyaf menjadi runner-up.

Dua pemain PB Djarum, Muhammad Ilham Pratama Tuansyah dan Revan Adrilleo Saputra, sama-sama meraih perunggu.

Secara keseluruhan, 18 nomor Sirnas C menghasilkan 18 emas, 18 perak dan 36 perunggu. Sebanyak 26 klub tercatat masuk daftar peraih medali.

Bayan Open 2026 berlangsung 24–29 Agustus di Balikpapan. Selain 18 kategori Sirkuit Nasional C, turnamen tahun kelima tersebut mempertandingkan empat kategori Open dengan pertandingan tersebar di BSCC Dome, Hevindo Arena dan GOR BJBJ. (MK)

Pewarta: Insan/Aprianto
Editor: Agus S.

Karhutla Belum Ganggu Mayoritas IKN, Indeks Udara Bertahan 30–40

0
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Kualitas udara di sebagian besar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) masih dalam kondisi aman di tengah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah kawasan. Indeks kualitas udara di beberapa titik pemantauan berada di kisaran 30–40.

Kondisi berbeda terpantau di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang masuk delineasi IKN. Indeks di kawasan tersebut tercatat berada di atas 100.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri mengatakan pemantauan kualitas udara dilakukan secara rutin untuk mendeteksi dampak karhutla.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Plaza Bhinneka, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), kawasan hunian ASN dan Hankam, area konstruksi aktif, koridor hijau serta batas kawasan IKN.

“Sebagian besar lokasinya masih dalam kondisi yang aman. Indeks polusi udaranya masih berada di bawah 100, bahkan di area sini rata-rata 30 sampai 40,” kata Myrna di IKN, Jumat (28/8/2026).

Hasil alat pemantau kualitas udara menunjukkan mayoritas wilayah IKN masih berada dalam kategori aman. Namun, kondisi Wonotirto menjadi perhatian karena indeksnya telah berada di atas 100.

Kawasan tersebut memiliki lahan gambut dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter. Karakter lahan gambut membuat penanganan kebakaran membutuhkan perhatian lebih karena api dapat bertahan di bawah permukaan.

Salah satu area terdampak berada di sekitar Sungai Serayu. Luas lahan gambut yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut sekitar tujuh hektare.

Penanganan difokuskan pada proses pendinginan atau cooling down secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul ke permukaan.

Menurut Myrna, pemantauan kualitas udara tidak bisa dipisahkan dari penanganan karhutla. Otorita IKN telah membentuk satuan reaksi cepat multipihak yang bekerja di tujuh kluster wilayah IKN.

Tim melibatkan Otorita IKN, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, masyarakat, kelompok masyarakat peduli api, pelaku usaha, organisasi lingkungan hidup, TNI dan Polri.

Sistem tersebut dibentuk untuk mempercepat penyampaian informasi ketika muncul titik api sekaligus memungkinkan pemadaman dilakukan sejak dini.

“Pengendalian karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemantauan, penanganan hingga evaluasi,” ujar Myrna. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Platinum Borong Dua Gelar, Kenas-Hafiz Menangi Duel Tiga Gim

0
Para juara Ganda Dewasa Putra Bayan Open 2026 berfoto bersama setelah partai final. (Insan/Media Kaltim)

BALIKPAPAN – PB Platinum menutup Bayan Open 2026 dengan dua gelar. Kenas Adi Haryanto/Hafiz Faizal menjuarai Ganda Dewasa Putra setelah mengalahkan pasangan Bayan, Moh. Reza Pahlevi/Sabar Karyaman Gutama, dalam pertandingan tiga gim di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (29/8/2026) malam.

Final tersebut menjadi pertandingan terakhir Bayan Open 2026. Laga berlangsung ketat hingga lewat tengah malam dan baru selesai sekitar pukul 00.10 WITA, Minggu (30/8).

Kemenangan Kenas/Hafiz juga menuntaskan penantian PB Platinum. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Platinum sudah mencapai final, tetapi belum berhasil membawa pulang gelar.

2606f5ba 7809 41b6 b19e b073d08d2a71

Soegianto, Direktur Operasional Platinum Hotel Indonesia Group, mengatakan pertandingan terakhir berlangsung seru dan menghibur penonton.

“Betul-betul menghibur untuk seluruh penonton. Everybody happy, semuanya bahagia. Terutama Platinum lebih bahagia lagi karena bisa juara,” kata Soegianto.

ebb9da71 6713 4141 bbc8 a3932f7e909c
Soegianto, Direktur Operasional Platinum Hotel Indonesia Group

Menurut dia, hasil tahun ini menjadi jawaban setelah Platinum hanya menjadi runner-up pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Tahun lalu kita juga masuk final, tapi belum bisa juara, masih jadi runner-up. Kali ini kita buktikan bisa juara,” ujarnya.

Perjalanan Kenas/Hafiz menuju gelar tidak mudah. Sebelum bertemu Reza/Sabar di final, mereka harus melewati pasangan-pasangan kuat. Di semifinal, Kenas/Hafiz menyingkirkan Marcus Fernaldi Gideon/Rahmat Hidayat dari PB Karunia Group.

Soegianto mengatakan persiapan dilakukan serius karena mereka sudah mengetahui Bayan akan menurunkan Reza/Sabar.

“Mereka memang hampir tiap hari mengikuti turnamen-turnamen di mana-mana. Otomatis mereka sudah siap. Mereka tahu Bayan akan mendatangkan Reza/Sabar, makanya latihannya betul-betul serius untuk bisa masuk final dan menang,” katanya.

Hasil tersebut melampaui target awal PB Platinum.

“Target tercapai, malah melampaui. Targetnya final saja,” ujar Soegianto.

ad0ed1c2 2c0e 4d92 acac e6e90b010f4b
MAXPLAY A keluar sebagai juara Beregu Putra Bayan Open 2026. (Insan/Media Kaltim)
577e3f54 528b 42cc 98b8 279007a419d7
PB Harfanas A meraih posisi runner-up Beregu Putra Bayan Open 2026. (Insan/Media Kaltim)

PB Platinum juga memastikan akan kembali mengikuti Bayan Open tahun depan. Soegianto berharap komposisi pemain yang ada tetap dipertahankan.

“Tahun depan pasti kita turun kembali dengan kekuatan yang sama. Mudah-mudahan masih bisa juara,” katanya.

Kenas sendiri mengaku tidak menyangka bisa mengalahkan Reza/Sabar. Menurut dia, kesiapan pemain di lapangan menjadi penentu.

“Yang pasti enggak nyangka bisa ngalahin Reza/Sabar. Ya hoki lah. Mungkin mereka enggak tampil maksimal,” kata Kenas.

Kenas/Hafiz sempat kesulitan pada gim pertama. Servis dan permainan cepat lawan membuat keduanya terlambat menemukan pola.

“Game pertama kegrebek. Mereka kan memang dua-duanya servisnya tipis-tipis bagus, jadi bingung kita mau main apa,” ujarnya.

Permainan berubah pada gim kedua. Kenas/Hafiz memilih bermain lebih lepas dan meningkatkan tekanan.

“Gim kedua kita coba main all out saja, sudah enggak usah mikirin. Alhamdulillah bisa balik, terus diterusin sampai set ketiga,” katanya.

Kenas mengaku persiapannya menjelang Bayan Open juga tidak seluruhnya dihabiskan dengan bermain bulu tangkis. Ia bahkan sempat lebih banyak bermain padel. Namun ketika masuk turnamen, targetnya tetap juara.

“Kalau target pasti juara. Tapi kalau sudah main, siapa yang siap, dia yang menang,” ujarnya.

f8ae42a2 6889 4358 b33a 15ab29b82c62
Para juara Ganda Veteran Bayan Open 2026 berfoto bersama usai pertandingan final. (Insan/Media Kaltim)

DUA GELAR UNTUK PLATINUM

PB Platinum tidak hanya berjaya di Ganda Dewasa Putra. Unang Rahmat/Eko Hamiseno juga merebut gelar Ganda Veteran.

Unang/Eko mengungguli Flandy Limpele/Dedy Sardiana dari PB Mulia Baru Sangatta yang menjadi runner-up. Herman Laksono/Ignatius Rudy dari Bayan serta Suhaendi Noor/Marley Mario Mainaky dari Bankaltimtara/Keshab Timur Samarinda berhenti di semifinal.

Di Ganda Dewasa Putri, gelar menjadi milik Anggia Shitta Awanda/Debby Susanto dari Bayan. Nella Puspita Dewi/Arisma Nur Rahmadani dari Pengairan Kaltim menjadi runner-up.

Dua pasangan lainnya, Priskila Venus Elsadai/Valentine Dionny Mesdila dari Hevindo Balikpapan dan Gabriela Meilani Moningka/Jenna Gozali dari Jenna Gozali Badminton Club, mencapai semifinal.

Persaingan Beregu Putra dimenangi MAXPLAY A. Harfanas A menjadi runner-up, sedangkan Bayan B dan PB Karunia Primatama Group berhenti di semifinal.

Pada Ganda Dewasa Putra, selain Kenas/Hafiz dan Reza/Sabar, dua pasangan yang mencapai semifinal adalah Gilang Krisandi Toyo Pramana/Erwin Rendana Purnomo dari MAXPLAY BC serta Marcus Fernaldi Gideon/Rahmat Hidayat dari PB Karunia Group.

9731027f c980 432d 8d44 1037b3344afb
Para juara Ganda Dewasa Putri Bayan Open 2026 usai pertandingan final di BSCC Dome Balikpapan. (Insan/Media Kaltim)

Dengan hasil tersebut, PB Platinum menguasai dua dari empat kategori Open melalui Ganda Veteran dan Ganda Dewasa Putra. Bayan meraih gelar Ganda Dewasa Putri, sedangkan MAXPLAY A menjadi juara Beregu Putra.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan Cokro Ratih Kusuma menutup secara resmi turnamen setelah seluruh pertandingan selesai.

“Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh rangkaian Bayan Open 2026 secara resmi kami nyatakan ditutup. Kami mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, klub, panitia, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Ratih.

Empat final kategori Open melengkapi 18 final Sirkuit Nasional C yang lebih dulu diselesaikan. PB Djarum Kudus keluar sebagai juara umum Sirnas C dengan empat emas, dua perak dan enam perunggu.

Jaya Raya Jakarta menjadi runner-up dengan tiga emas, empat perak dan tujuh setengah perunggu. Mutiara Cardinal Bandung berada di posisi ketiga dengan tiga emas, satu perak dan dua perunggu.

Tuan rumah juga membawa pulang gelar. Terpadu Balikpapan menempati posisi kelima klasemen medali dengan dua emas, setengah perak dan satu perunggu.

Dua emas Terpadu Balikpapan diraih Mikhayla Almira Sakhi Arifin di Tunggal Usia Dini Putri dan Muhammad Abidzar Alghifari di Tunggal Anak Putra.

Bayan Open 2026 berlangsung sejak 24 Agustus dengan pertandingan di BSCC Dome, Hevindo Arena dan GOR BJBJ. Final Kenas/Hafiz melawan Reza/Sabar menjadi laga terakhir sebelum rangkaian pertandingan berakhir sekitar pukul 00.10 WITA, Minggu (30/8).

Reporter: Insan
Editor: Agus S.

Antrean Panjang BBM, Ini Langkah Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Benahi Distribusi di Bontang

0
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun. (Ist)

BONTANG – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan terus memperkuat penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Bontang. Langkah tersebut dilakukan menyusul peningkatan aktivitas pembelian yang menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa Pertamina telah mengevaluasi pola penyaluran, dan menyiapkan sejumlah langkah operasional untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pada periode 29 hingga 31 Agustus 2026, Pertamina menambah pengiriman Pertalite sebanyak empat mobil tangki berkapasitas masing-masing 16 kiloliter atau total 64 kiloliter. Penguatan suplai ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan produk sekaligus membantu mengurai antrean di SPBU,” ujar Edi.

Selain menambah pengiriman, Pertamina akan melakukan uji coba pola distribusi dua kali sehari mulai 1 September 2026. Pengiriman dilakukan pada pagi hari untuk kebutuhan penyaluran pada hari berjalan, dan sore hari untuk memperkuat persediaan SPBU pada hari berikutnya. Melalui pola tersebut, ketersediaan BBM di SPBU diharapkan lebih terjaga sejak awal jam pelayanan.

Edi menjelaskan, antrean turut dipengaruhi oleh penerapan sanksi terhadap salah satu SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran berat, dalam penyaluran BBM bersubsidi. Penghentian sementara pelayanan dilakukan, sebagai bagian dari upaya Pertamina memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

“Selama penghentian sementara pelayanan, alokasi BBM SPBU tersebut telah dialihkan ke SPBU lain di Kota Bontang. Pertamina terus memantau stok dan pola pelayanan, agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” jelas Edi.

Pertamina juga mengingatkan seluruh pengelola SPBU untuk melakukan verifikasi kesesuaian QR Code dengan fisik kendaraan, serta mencegah pembelian berulang yang tidak sesuai ketentuan. Pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan, menggunakan QR Code yang sesuai dengan kendaraan, serta tidak melakukan pembelian berulang untuk diperjualbelikan kembali. SPBU merupakan titik akhir penyaluran BBM kepada konsumen, dan bukan tempat pengambilan produk untuk dijual kembali,” tutup Edi.

Pewarta: Aprianto
Editor: Yusva Alam

Pertalite di SPBU Tanjung Laut Kosong Sejak Pagi hingga Siang, Antrean Tetap Mengular

0
Antrian di SPBU Tanjung Laut. (Syakurah)

BONTANG – Stok Pertalite di SPBU Tanjung Laut, Kota Bontang, sempat kosong sejak pagi hingga siang, Minggu (30/8/2026).

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara tetap mendatangi SPBU, dan menunggu kedatangan mobil tangki pembawa pasokan Pertalite.

Salah seorang pengendara motor, Talib, mengaku sempat mengantri di pagi menuju siang hari. Tapi karena kehabisan ia kembali pada malam.

“Saya dapat kabar malam pertalite ada, jadi kembali lagi mengantri dari sore,” tandasnya.

Kekosongan stok sejak pagi hingga siang itu, turut menyebabkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat di sekitar SPBU Tanjung Laut.

Sebelumnya, SPBU tersebut sempat mendapat sanksi penghentian pasokan Pertalite selama satu pekan. Sanksi diberikan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara QR barcode yang digunakan saat pembelian BBM subsidi dengan nomor polisi kendaraan roda empat.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan penghentian pasokan tersebut turut berdampak pada SPBU lain.

Pengendara yang biasa mengisi BBM di SPBU Tanjung Laut beralih ke sejumlah SPBU lain, seperti Lang-Lang dan Akawi, sehingga antrean di lokasi tersebut ikut meningkat.

“Warga yang biasa isi di SPBU Tanjung Laut beralih ke SPBU lain, jadinya menyebabkan antrean di sana makin menumpuk,” katanya.

Ia mengatakan, sanksi penghentian pasokan di SPBU Tanjung Laut kini telah berakhir. Pemkot Bontang pun meminta seluruh operator SPBU lebih teliti dalam melayani pembelian Pertalite.

QR barcode yang digunakan konsumen harus dipastikan sesuai dengan nomor polisi kendaraan. Hal itu untuk mencegah pelanggaran serupa yang dapat berujung pada penghentian pasokan.

“Sanksi sudah kami minta untuk diberhentikan, jadi stok pertalite di SPBU Tanjung Laut diadakan kembali,” lanjutnya.

Diketahui, terdapat lima SPBU di Kota Bontang yang menerima kuota Pertalite dengan jumlah berbeda. Khusus SPBU Tanjung Laut, pasokan diberikan secara bergantian sebanyak 8 kiloliter dan 16 kiloliter setiap hari.

Pemkot berharap distribusi Pertalite di SPBU Tanjung Laut kembali berjalan normal, sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU dapat berangsur terurai.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Padel Masuk Bontang, DPMPTSP Sebut Perizinan Telah Rampung

0
Gedung Padel yang berada di Jalan Pattimura. (ist)

BONTANG – Warga Kota Bontang kini memiliki pilihan baru untuk berolahraga. Gedung padel pertama di kota ini, Vamos Arena Fit, telah berdiri di Jalan Pattimura, Kecamatan Bontang Utara.

Kehadiran fasilitas tersebut menandai berkembangnya investasi di sektor olahraga di Kota Taman. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, memastikan usaha tersebut kini telah melengkapi dokumen perizinan yang diperlukan.

Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspiannur mengatakan, pengelola telah mengurus sejumlah persyaratan administrasi untuk menjalankan usaha tersebut, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB).

Selain itu, terdapat pula pengurusan kewajiban yang berkaitan dengan bangunan dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), lantaran pihaknya mendirikan bangunan baru.

Ia mengungkapkan, proses pembangunan gedung sempat dilakukan ketika pengurusan perizinan masih berjalan. Padahal, secara ketentuan, dokumen perizinan seharusnya diselesaikan sebelum pembangunan dimulai.

“Seharusnya selesaikan izin dulu, baru ada pembangunan. Tapi kadang pelaku usaha sambil membangun, sambil mengurus izin juga,” katanya.

Meski begitu, Aspiannur menegaskan seluruh pelaku usaha tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku, sebelum menjalankan kegiatan operasional. Hal itu penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap investasi yang masuk ke Bontang.

Saat ini, kata dia, seluruh proses perizinan Vamos Arena Fit telah diselesaikan.

Dengan hadirnya fasilitas tersebut, masyarakat Bontang kini tidak perlu lagi bepergian ke daerah lain, untuk mencoba olahraga padel yang belakangan semakin diminati.

“Izinnya sudah selesai. Warga Bontang, sudah bisa bermain di arena tersebut,” pungkasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Turnamen Biliar Piala Ketua PWI Kaltim: Atlet PWI Bontang Terhenti di 8 Besar, Evaluasi Menuju Porwada

0
Dua atlet biliar PWI Bontang saat bertanding di Turnamen Biliar Piala Ketua PWI Kaltim. (Ist)

BONTANG. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menjadikan Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 Piala Ketua PWI Kalimantan Timur, sebagai ajang evaluasi kemampuan atlet sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim mendatang.

Dalam turnamen yang berlangsung di RA De’Ale Billiard, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Sabtu (29/8/2026) malam tersebut, PWI Bontang menurunkan dua pebiliarnya, Rudy dan Fergie. Keduanya mampu bersaing di tengah ketatnya turnamen, yang diikuti peserta eksternal dan wartawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Rudy harus terhenti langkahnya di babak 16 besar, sementara Fergie berhasil melaju hingga babak 8 besar. Meski belum mampu menembus semifinal, capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengukur kemampuan pebiliar PWI Bontang menghadapi kompetisi di tingkat regional.

Ketua PWI Kota Bontang, Kusnadi Said, mengatakan keikutsertaan dalam turnamen tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perolehan trofi. Kompetisi menjadi kesempatan bagi PWI Bontang untuk mengetahui sejauh mana kemampuan atlet, sekaligus mengevaluasi aspek yang masih perlu diperbaiki.

“Kami menjadikan ajang Turnamen Biliar 9 Ball Piala Ketua PWI Kaltim ini sebagai tolak ukur kemampuan tim Bontang, terutama dalam rangka mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim mendatang,” ujarnya.

Ia mengakui, cabang olahraga biliar di lingkungan PWI Bontang masih minim prestasi. Karena itu, capaian Rudy dan Fergie yang mampu bersaing hingga babak 16 dan 8 besar diharapkan menjadi pemicu bagi atlet-atlet biliar PWI Bontang, untuk meningkatkan kemampuan.

“Bontang selama ini memang masih minim prestasi di cabang olahraga biliar. Namun, capaian hingga babak 16 dan 8 besar ini harus dijadikan pemicu. Kami berharap hasil ini dapat membangkitkan semangat para atlet biliar Bontang, untuk semakin giat berlatih dan lebih bersaing dalam setiap event kewartawanan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menegaskan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antara wartawan dengan mitra eksternal.

“Turnamen ini kita harapkan bukan hanya menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga mempererat silaturahmi dengan mitra-mitra kita. Di sisi lain, ini menjadi ruang bagi teman-teman wartawan untuk membangun atmosfer kompetitif,” ujar Abdurrahman Amin.

Menurut Amin, turnamen biliar tersebut juga diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan PWI Kaltim. Kompetisi ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan para wartawan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), yang dijadwalkan berlangsung di Lampung pada April 2027.

“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Harapannya, kemampuan teman-teman wartawan di bidang olahraga semakin terasah, dan bisa menjadi bekal menghadapi Porwanas 2027 di Lampung,” katanya.

Sementara itu, Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 Piala Ketua PWI Kaltim ditutup dengan M. Husaini dari Lapas Narkotika sebagai juara pertama, setelah menumbangkan Muslim Hidayat (Lim) dari PWI Kaltim di partai final. Juara tiga bersama diraih Didda Satrya (Dimas) dari PWI Kaltim. (Rls)

Editor: Yusva Alam

PLN Perkuat Ekonomi dan Ekosistem Pesisir melalui Program Desa Berdaya Tanjung Seloka

0
Pelajar bersama masyarakat turut melakukan penanaman mangrove sebagai bagian dari aksi pelestarian lingkungan pesisir Desa Tanjung Seloka.

KOTA BARU — PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (PLN UPP KLT 4) kembali melanjutkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Tanjung Seloka di Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru. Memasuki periode ketiga, program ini bertujuan untuk menjawab tantangan lingkungan perairan sekaligus mendorong penguatan potensi ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan program tahun ini diisi dengan edukasi mengenai dampak sampah plastik dan sampah rumah tangga, restorasi terumbu karang, serta penanaman mangrove yang melibatkan pelajar dan masyarakat Desa Tanjung Seloka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Kegiatan turut dihadiri Manager PLN UPP KLT 4 Ismail Hartanto Kartojo beserta Tim TJSL UPP KLT 4, Camat Pulau Laut Selatan, Pemerintah Desa Tanjung Seloka, Ketua BPD Tanjung Seloka, Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, pelajar, dan masyarakat Desa Tanjung Seloka. Kegiatan juga menghadirkan Prof. Frans Tony, Dr. Rina Iskandar, S.Pi., M.S., Yulius Kisworo, S.Pi., M.Si., serta Aminah, S.Pi., M.Pi., sebagai narasumber.

Salah satu fokus edukasi dalam kegiatan tersebut adalah pengelolaan sampah yang tepat. Materi yang disampaikan mengajak masyarakat memulai pengelolaan sampah dari rumah dengan memilah sampah organik dan residu. Sampah organik seperti sisa sayur, kulit buah, ampas kopi atau teh, dan daun diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sementara sampah yang tidak dapat diolah dipisahkan sebagai residu.

Edukasi juga memperkenalkan pengolahan sampah organik menggunakan aktivator EM4 sebagai salah satu metode yang dapat diterapkan masyarakat. Melalui langkah sederhana mulai dari memilih bahan organik, mencacah, melapisi bahan, memberikan aktivator, memantau proses, hingga menghasilkan kompos matang, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang dapat dilakukan secara bertahap dari lingkungan rumah.

Dr. Rina Iskandar, S.Pi., M.S., salah satu narasumber kegiatan, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di wilayah pesisir dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

“Pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita bisa mulai dari rumah dengan memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Kalau dilakukan bersama dan konsisten, kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga lingkungan pesisir tetap bersih,” ujar Rina.

Selain pengolahan sampah, materi juga menekankan pentingnya pemantauan selama proses pengomposan. Kondisi seperti bau busuk, banyak lalat, terlalu becek, maupun proses yang terlalu lambat menjadi bagian dari hal yang perlu diperhatikan agar proses pengolahan dapat berjalan dengan baik. Kompos yang telah matang diharapkan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung lingkungan dan tanaman masyarakat.

Yulius Kisworo, S.Pi., M.Si., dan Aminah, S.Pi., M.Pi., dari Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru turut menyampaikan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai dampak sampah plastik maupun sampah rumah tangga terhadap lingkungan perairan. Edukasi tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.

Upaya pengelolaan sampah tersebut diharapkan dapat mendukung terjaganya kualitas lingkungan perairan sekaligus keberlanjutan ekosistem pesisir Desa Tanjung Seloka.

Manager PLN UPP KLT 4 Ismail Hartanto Kartojo mengatakan, keberlanjutan program menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan Desa Berdaya Tanjung Seloka.

“Memasuki periode ketiga, kami berharap Program Desa Berdaya Tanjung Seloka terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Tahun ini kami fokus pada lingkungan pesisir melalui edukasi pengelolaan sampah, restorasi terumbu karang, dan penanaman mangrove yang dilakukan bersama masyarakat dan pelajar,” ujar Ismail.

Sebagai bagian dari aksi nyata, PLN UPP KLT 4 bersama masyarakat dan pelajar melaksanakan restorasi terumbu karang dan penanaman mangrove dengan arahan Prof. Frans Tony dan tim. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus pembelajaran langsung bagi masyarakat dan generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan di wilayah pesisir.

Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Sementara bagi masyarakat, keberlanjutan program diarahkan untuk memperkuat kapasitas dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi desa secara bertahap dan berkelanjutan.

Program Desa Berdaya Tanjung Seloka telah berjalan selama tiga periode sebagai bagian dari upaya PLN menghadirkan program TJSL yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan setempat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, PLN berharap manfaat program dapat terus dirasakan dan dikembangkan secara berkelanjutan. (Bom)