Beranda blog Halaman 27

Satgas TMMD Rampungkan Tempat Pengambilan Air Bersih

0
Anggota Satgas TMMD membangun fasilitas tempat pengambilan air bersih bagi warga di Kampung Tering Lama. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Pengerjaan sasaran TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat (Kubar) kini memasuki tahap finishing. Anggota Satgas TMMD bersama masyarakat terus mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan membangun tempat pengambilan air bersih bagi warga.

Fasilitas tersebut dibangun di Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, Senin (9/3/2026). Pembuatan tempat pengambilan air ini bertujuan agar masyarakat lebih mudah dan nyaman saat mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain mempermudah akses air bersih, pembangunan fasilitas tersebut juga dilakukan agar area sekitar sumber air tetap tertata rapi dan aman digunakan oleh masyarakat.

Dalam proses pengerjaan, anggota Satgas TMMD terlihat bekerja bersama warga dengan penuh semangat. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terbangun selama pelaksanaan program TMMD.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912 Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan bahwa pembangunan fasilitas pengambilan air tersebut merupakan bagian dari tahap akhir pengerjaan sasaran TMAB yang nantinya akan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Dengan dibuatnya tempat pengambilan air ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program TMAB merupakan salah satu sasaran penting dalam kegiatan TMMD, karena ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Dengan hampir rampungnya pembangunan fasilitas tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan serta menjaga sarana air bersih tersebut secara bersama-sama sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Harapannya fasilitas ini bisa dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak warga di kampung ini,” tandasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Sentuhan Akhir Satgas TMMD, Rumah Warga Kini Lebih Layak

0
Anggota Satgas TMMD melakukan tahap finishing pada pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Linggang Amer. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat (Kubar) kini memasuki tahap akhir. Anggota Satgas TMMD bersama masyarakat melakukan berbagai pekerjaan finishing agar rumah yang dibangun tampak lebih rapi, cantik, dan nyaman untuk ditempati.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Senin (9/3/2026). Pada tahap akhir ini, anggota Satgas TMMD terlihat melakukan pengecatan, merapikan bagian dalam maupun luar rumah, serta memastikan setiap bagian bangunan telah terpasang dengan baik.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, personel Satgas TMMD bersama warga setempat berupaya menyelesaikan pengerjaan rumah tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh penerima bantuan.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912 Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan bahwa pengerjaan RTLH saat ini telah mencapai tahap finishing dan hanya tinggal melakukan penyempurnaan pada beberapa bagian bangunan.

“Pengerjaan RTLH saat ini sudah memasuki tahap finishing. Anggota Satgas bersama warga terus bekerja agar hasil pembangunan ini benar-benar maksimal dan rumah bisa segera ditempati oleh pemiliknya,” ujar Doni Fransisco.

Ia menambahkan, program RTLH merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menyediakan hunian yang lebih layak bagi warga yang membutuhkan.

Menurutnya, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong dalam setiap kegiatan pembangunan.

“Melalui program TMMD ini kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung. Kebersamaan antara TNI dan rakyat inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan pembangunan di wilayah,” tambahnya.

Dengan semangat kerja sama antara Satgas TMMD dan masyarakat, pengerjaan RTLH tersebut diharapkan segera rampung sesuai target. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi penghuninya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kapal SPOB Hantam Jembatan Mahakam I, Pelaku Diduga Kabur

0
Video amatir pengunjung Hotel Harris Samarinda dari lantai 4 yang merekam momen kapal menabrak Jembatan Mahakam I. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Jembatan Mahakam I di Samarinda kembali dilaporkan tertabrak kapal pada Minggu sore (8/3/2026). Insiden tersebut menambah panjang daftar kecelakaan yang melibatkan jembatan tertua di ibu kota Kalimantan Timur itu.

Kali ini, kapal yang terlibat merupakan jenis SPOB (Self Propelled Oil Barge) yang diketahui mengangkut bahan bakar minyak (BBM). Kapal tersebut dilaporkan menghantam salah satu pilar jembatan sebelum kemudian melanjutkan pelayaran.

Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang diambil oleh seorang pengunjung dari lantai empat Hotel Harris Samarinda. Dalam rekaman yang beredar, terlihat kapal melintas di bawah jembatan sebelum akhirnya menabrak bagian struktur pilar.

Setelah benturan terjadi, kapal tampak tetap melaju meninggalkan lokasi kejadian. Rekaman video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan menjadi perhatian warga Samarinda.

Insiden ini menambah catatan panjang kecelakaan yang menimpa Jembatan Mahakam I. Berdasarkan data yang dihimpun, hingga April 2025 jembatan tersebut telah mengalami sedikitnya 23 kali insiden tabrakan yang sebagian besar melibatkan tongkang pengangkut batu bara maupun kayu.

Kerusakan signifikan terakhir tercatat pada April 2025 ketika pilar keempat jembatan mengalami dampak cukup serius akibat hantaman kapal yang melintas di alur Sungai Mahakam.

Dengan kejadian terbaru pada 8 Maret 2026 ini, jumlah insiden tabrakan terhadap Jembatan Mahakam I tercatat telah mencapai 24 kali.

Hingga Minggu malam, pihak otoritas terkait seperti kepolisian perairan maupun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda belum memberikan keterangan resmi terkait tingkat kerusakan pada pilar jembatan maupun identitas kapal yang terlibat.

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa kapal SPOB yang diduga menabrak jembatan sudah tidak berada di sekitar lokasi tidak lama setelah kejadian, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab pihak pemilik kapal.

Berulangnya insiden ini kembali memunculkan sorotan terhadap sistem pengawasan lalu lintas kapal di Sungai Mahakam, terutama pada area yang melintasi Jembatan Mahakam I. Sejumlah pihak menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengaturan alur pelayaran, termasuk kemungkinan penerapan kewajiban penggunaan kapal pandu atau assist tug bagi kapal yang melintas di bawah jembatan.

Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga keamanan infrastruktur strategis yang telah menjadi penghubung utama aktivitas transportasi di Kota Samarinda selama puluhan tahun.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Geopolitik Memanas, DPRD Kaltim Ingatkan Ancaman Krisis Energi

0
Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda. Foto: K. Irul Umam

SAMARINDA — Memanasnya situasi geopolitik global akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai mendapat perhatian di daerah. Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, mengingatkan bahwa dampak konflik internasional dapat menjalar hingga ke stabilitas ekonomi dan ketahanan energi di Indonesia.

Sabaruddin menilai eskalasi konflik global yang kini ramai diberitakan media internasional merupakan peringatan serius bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ia menyebut dinamika geopolitik yang memanas sebenarnya telah lama diprediksi sebagai potensi ancaman global.

“Kita sudah menyaksikan bahwa media internasional sudah memberikan pemberitaan. Geopolitik ini sebenarnya sudah diprediksi sejak beberapa bulan bahkan beberapa tahun lalu,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung E Kompleks DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, jika konflik besar benar-benar terjadi dan meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia, terutama sektor energi dan cadangan logistik.

Ia menyinggung pernyataan pemerintah pusat yang pernah menyebut cadangan energi nasional hanya mampu bertahan dalam waktu relatif singkat jika terjadi krisis global.

“Cadangan kita disebut hanya berlaku sekitar 21 sampai 22 hari. Ini tentu perlu diwaspadai,” kata Sabaruddin.

Ketua komisi yang membidangi sektor ekonomi dan sumber daya ini menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional, termasuk kesiapan cadangan strategis.

Ia juga mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki sistem penyimpanan cadangan energi berskala besar seperti bunker atau fasilitas penimbunan strategis yang mampu menopang kebutuhan nasional dalam kondisi darurat.

“Pertanyaannya kenapa tidak disiapkan bunker besar atau tempat cadangan yang memadai. Artinya memang kesiapan itu masih perlu dipikirkan lebih serius,” ujarnya.

Meski demikian, Sabaruddin menegaskan pemerintah Indonesia sejauh ini telah berupaya mengambil peran diplomatik untuk mendorong perdamaian di tengah konflik global tersebut.

Sebagai wakil rakyat di daerah, ia mengatakan DPRD hanya bisa berharap agar konflik tidak meluas hingga berdampak langsung ke Indonesia.

“Kita di daerah ini hanya bisa banyak berdoa dan berikhtiar semoga tidak terjadi dampak besar di Indonesia,” tuturnya.

Di tengah bulan Ramadan, ia juga mengajak semua pihak mendoakan masyarakat yang terdampak konflik agar situasi internasional dapat segera mereda.

“Kita mendoakan saudara-saudara kita di sana. Mudah-mudahan dunia ini bisa sama-sama menahan diri dan mencari jalan damai,” tutupnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

DPRD Kaltim Wanti-wanti Daerah Bisa Kehilangan Bantuan Keuangan

0
Ketua Pansus Pokir DPRD Kalimantan Timur, H. Baba saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda. Foto: K. Irul Umam

SAMARINDA — Panitia Khusus (Pansus) Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kalimantan Timur mengingatkan potensi berkurangnya bahkan hilangnya bantuan keuangan (Bankeu) bagi daerah pada tahun anggaran mendatang. Kekhawatiran ini muncul dalam pembahasan awal kamus usulan pokir yang saat ini masih berada pada tahap penyusunan program.

Ketua Pansus Pokir DPRD Kaltim, H. Baba, menyebut kondisi fiskal daerah ke depan diperkirakan semakin ketat, terutama jika kebijakan efisiensi anggaran masih berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.

“Tidak menutup kemungkinan efisiensi anggaran ini masih akan melanda sampai 2027. Ini tentu akan sangat berdampak,” ujar Baba saat diwawancarai usai rapat pembahasan pokir bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, dari sekitar 160 usulan pokir yang saat ini sedang dihimpun, sebagian program berpotensi terdampak karena keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah. Selain itu, sejumlah kewenangan sektor tertentu juga telah ditarik ke pemerintah pusat sehingga tidak lagi menjadi bagian dari perencanaan program pemerintah provinsi.

Baba mencontohkan sektor pertanian yang sebagian kewenangannya kini tidak lagi berada di tingkat provinsi, termasuk terkait penyediaan pupuk dan sarana prasarana pertanian.

“Yang berkaitan dengan pupuk dan sarana prasarana pertanian itu sudah di luar. Jadi dari 160 usulan itu kita sudah keluarkan yang bukan kewenangan daerah,” jelasnya.

Meski demikian, Pansus Pokir DPRD Kaltim tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi, termasuk dengan Gubernur Kalimantan Timur, terkait arah kebijakan anggaran yang akan diambil ke depan.

Dalam pembahasan sementara, pemerintah provinsi disebut ingin memfokuskan pembiayaan pada program-program prioritas yang menjadi tanggung jawab utama pemerintah provinsi. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi skema bantuan keuangan yang selama ini menjadi sumber dukungan pembangunan bagi kabupaten dan kota.

“Pak Gubernur menyampaikan agar kita fokus dulu pada pembiayaan prioritas yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” kata Baba.

Namun hingga saat ini, Pansus Pokir DPRD Kaltim belum membahas besaran anggaran secara rinci. Seluruh usulan yang dibahas masih sebatas daftar program atau kamus usulan, dan belum memasuki tahap penghitungan nilai anggaran.

“Untuk angkanya belum ada. Ini masih sebatas program, baru kamus usulan saja,” tegasnya.

Kondisi tersebut membuat DPRD Kaltim memperkirakan sejumlah daerah berpotensi kehilangan dukungan Bankeu jika kemampuan fiskal pemerintah provinsi semakin terbatas pada tahun-tahun mendatang.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Komisi IV DPRD Kaltim Tegaskan THR Hak Pekerja

0
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur H. Baba saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda. Foto: K. Irul Umam

SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur mengingatkan seluruh perusahaan di Benua Etam untuk memenuhi kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan hak pekerja yang telah diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan. Karena itu, perusahaan diminta menyalurkan THR tepat waktu sebelum perayaan Lebaran.

“Biasanya sesuai koridornya. Sebelum hari H, mungkin sekitar satu minggu sebelumnya, THR itu sudah harus disalurkan,” kata Baba saat diwawancarai di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, hingga saat ini Komisi IV DPRD Kaltim memang belum melakukan koordinasi khusus terkait penyaluran THR tahun ini. Namun demikian, ia meyakini mekanisme yang berjalan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Selain kewajiban pembayaran THR, Baba juga menegaskan bahwa hak cuti Hari Raya Idul Fitri bagi para pekerja tidak boleh diabaikan oleh perusahaan. Ia menilai sebagian besar perusahaan telah memahami kewajiban tersebut.

“Kalau cuti tetap cuti. Itu sudah ada aturan dari Disnaker,” ujarnya.

Baba bahkan menyebut kecil kemungkinan ada perusahaan yang sengaja tidak membayarkan THR kepada pekerjanya. Pasalnya, kewajiban tersebut telah diatur secara tegas dalam regulasi ketenagakerjaan.

“Rasanya tidak mungkin ada perusahaan yang tidak membayar. Itu kan sudah kewajiban,” tegasnya.

Meski demikian, Komisi IV DPRD Kaltim tetap membuka ruang pengawasan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan. Jika ada perusahaan yang tidak menunaikan kewajiban tersebut, maka pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dapat mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Tentu akan dipanggil. Ada Disnaker yang menangani itu,” katanya.

Sejauh ini, Baba mengaku belum menerima laporan adanya perusahaan di Kalimantan Timur yang tidak membayarkan THR kepada pekerja pada tahun-tahun sebelumnya.

“Setahu saya belum ada laporan,” sahutnya.

Komisi IV DPRD Kaltim berharap seluruh perusahaan tetap mematuhi aturan ketenagakerjaan, terutama dalam memenuhi hak pekerja menjelang perayaan Idul Fitri, sehingga suasana Lebaran dapat dirasakan secara layak oleh para pekerja dan keluarganya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Momen Kebersamaan Warga dan Satgas TMMD di Linggang Amer

0
Warga Kampung Linggang Amer bersama anggota Satgas TMMD memasak bersama menjelang penutupan program TMMD. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Menjelang berakhirnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, suasana penuh keakraban terlihat di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung. Warga bersama personel Satgas TMMD memanfaatkan waktu dengan memasak bersama dalam suasana penuh kebersamaan, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan sederhana tersebut menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat dan anggota Satgas TMMD yang selama ini bekerja bersama dalam berbagai pembangunan di kampung tersebut. Warga dan prajurit tampak saling membantu menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga menikmati hidangan bersama.

Keceriaan dan rasa kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Canda tawa warga bersama anggota Satgas TMMD menghiasi suasana, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama pelaksanaan program TMMD di Kampung Linggang Amer.

Salah satu warga, Seri Wahyuni (45), mengungkapkan rasa senangnya dapat berkumpul dan memasak bersama para prajurit. Menurutnya, kehadiran anggota Satgas TMMD tidak hanya membantu pembangunan kampung, tetapi juga membawa kebersamaan yang sangat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami merasa senang bisa memasak dan berkumpul bersama anggota Satgas TMMD. Kehadiran mereka bukan hanya membantu pembangunan kampung, tetapi juga sudah seperti bagian dari keluarga bagi masyarakat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu tujuan utama dari program TMMD.

“Melalui kegiatan seperti ini kita bisa melihat betapa kuatnya kebersamaan antara anggota Satgas dan masyarakat. Walaupun kegiatan TMMD akan segera selesai, kami berharap hubungan silaturahmi ini tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong yang tercipta selama pelaksanaan TMMD menjadi salah satu nilai penting dalam memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dengan suasana penuh kehangatan tersebut, kegiatan memasak bersama menjadi kenangan tersendiri bagi warga maupun personel Satgas TMMD. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat yang telah terjalin selama pelaksanaan program TMMD di Kampung Linggang Amer.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Momen Kebersamaan Warga dan Satgas TMMD di Linggang Amer

0
Warga Kampung Linggang Amer bersama anggota Satgas TMMD memasak bersama menjelang penutupan program TMMD. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Menjelang berakhirnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, suasana penuh keakraban terlihat di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung. Warga bersama personel Satgas TMMD memanfaatkan waktu dengan memasak bersama dalam suasana penuh kebersamaan, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan sederhana tersebut menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat dan anggota Satgas TMMD yang selama ini bekerja bersama dalam berbagai pembangunan di kampung tersebut. Warga dan prajurit tampak saling membantu menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga menikmati hidangan bersama.

Keceriaan dan rasa kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Canda tawa warga bersama anggota Satgas TMMD menghiasi suasana, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama pelaksanaan program TMMD di Kampung Linggang Amer.

Salah satu warga, Seri Wahyuni (45), mengungkapkan rasa senangnya dapat berkumpul dan memasak bersama para prajurit. Menurutnya, kehadiran anggota Satgas TMMD tidak hanya membantu pembangunan kampung, tetapi juga membawa kebersamaan yang sangat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami merasa senang bisa memasak dan berkumpul bersama anggota Satgas TMMD. Kehadiran mereka bukan hanya membantu pembangunan kampung, tetapi juga sudah seperti bagian dari keluarga bagi masyarakat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu tujuan utama dari program TMMD.

“Melalui kegiatan seperti ini kita bisa melihat betapa kuatnya kebersamaan antara anggota Satgas dan masyarakat. Walaupun kegiatan TMMD akan segera selesai, kami berharap hubungan silaturahmi ini tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong yang tercipta selama pelaksanaan TMMD menjadi salah satu nilai penting dalam memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dengan suasana penuh kehangatan tersebut, kegiatan memasak bersama menjadi kenangan tersendiri bagi warga maupun personel Satgas TMMD. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat yang telah terjalin selama pelaksanaan program TMMD di Kampung Linggang Amer.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Momen Haru, Warga Tering Lama Anggap Satgas TMMD Seperti Keluarga

0
Warga Kampung Tering Lama memasangkan gelang kepada anggota Satgas TMMD sebagai simbol kekeluargaan. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Menjelang berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, warga Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, menunjukkan rasa haru dan kedekatan mereka dengan anggota Satgas TMMD. Warga secara simbolis memasangkan gelang kepada para prajurit sebagai tanda kekeluargaan dan kebersamaan, Minggu (8/3/2026).

Momen tersebut terjadi saat anggota Satgas TMMD berkunjung ke rumah warga di Kampung Tering Lama. Warga yang tidak ingin melewatkan kesempatan kebersamaan itu kemudian memasangkan gelang kepada para prajurit sebagai tanda bahwa mereka telah diterima sebagai bagian dari keluarga di kampung tersebut.

Kampung Tering Lama sendiri menjadi salah satu lokasi sasaran program TMMD, khususnya pembangunan fasilitas MCK serta program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) yang sangat membantu kebutuhan masyarakat setempat.

Dengan penuh kehangatan, warga secara bergantian memasangkan gelang kepada anggota Satgas. Gelang tersebut menjadi simbol bahwa hubungan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD bukan sekadar hubungan antara prajurit dan masyarakat, tetapi sudah seperti keluarga sendiri.

Salah seorang warga Kampung Tering Lama, Syaipulah, menyampaikan bahwa kehadiran Satgas TMMD selama ini tidak hanya membantu pembangunan fasilitas bagi masyarakat, tetapi juga membawa suasana kebersamaan yang sangat dirasakan oleh warga.

“Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membantu pembangunan fasilitas bagi masyarakat, tetapi juga membawa kebersamaan dan kedekatan yang sangat dirasakan oleh warga Kampung Tering Lama,” ungkapnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dan perhatian yang diberikan masyarakat kepada anggota Satgas.

“Pemasangan gelang ini menjadi simbol bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat sudah terjalin sangat erat. Kami merasa bangga dan terharu karena diterima sebagai bagian dari keluarga di Kampung Tering Lama,” ujarnya.

Ia juga berharap meskipun program TMMD nantinya telah selesai, hubungan silaturahmi antara anggota TNI dan masyarakat Kampung Tering Lama tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD diharapkan menjadi kenangan indah sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap hubungan silaturahmi ini tetap terjaga meskipun kegiatan TMMD telah selesai,” tandasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Satgas TMMD Mulai Pasang Jendela Rumah Warga di Linggang Amer

0
Anggota Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar memasang jendela pada rumah sasaran program RTLH di Kampung Linggang Amer. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Memasuki tahap akhir pengerjaan, anggota Satgas TMMD mulai melakukan pemasangan jendela pada rumah warga yang menjadi sasaran program di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Minggu (8/3/2026).

Pemasangan jendela tersebut menjadi bagian dari tahap finishing pembangunan rumah agar bangunan dapat segera ditempati dengan layak oleh pemiliknya. Anggota Satgas TMMD terlihat bekerja dengan penuh semangat untuk memastikan setiap bagian rumah terpasang dengan baik dan rapi.

Salah satu anggota Satgas TMMD mengatakan bahwa saat ini pembangunan rumah sudah hampir selesai. Pekerjaan yang tersisa hanya beberapa bagian kecil, seperti pemasangan jendela serta perapian pada bagian bangunan lainnya.

“Kami terus kebut pengerjaan agar rumah ini segera selesai dan bisa ditempati oleh warga. Saat ini sudah memasuki tahap pemasangan jendela,” ujarnya.

Selain anggota Satgas TMMD, warga sekitar juga turut membantu proses pengerjaan rumah tersebut. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini memperlihatkan semangat kebersamaan serta gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan program TMMD di berbagai daerah.

Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan RTLH ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga setempat.

Program TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat sendiri bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur desa, termasuk perbaikan rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni.

Dengan progres pembangunan yang sudah hampir rampung, diharapkan rumah tersebut segera selesai sehingga dapat memberikan kenyamanan dan manfaat bagi warga yang menerima bantuan tersebut.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S