Beranda blog Halaman 264

DPMK Kubar Tekankan Kinerja dan Kepatuhan Hukum Pemerintahan Kampung

0

SENDAWAR – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kutai Barat, Erik Victory, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh elemen Pemerintahan Kampung (Pemkam) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Petinggi se-Kabupaten Kutai Barat.

Dalam sambutannya di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Rabu (8/4/2026), Erik menegaskan bahwa Rakor ini menjadi wadah strategis untuk menyinkronkan dan mensinergikan program pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah.

“Rakor ini menjadi wadah untuk menyinkronkan dan mensinergikan program pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah,” ujarnya.

Menurutnya, melalui forum tersebut diharapkan seluruh kegiatan pembangunan di tingkat kampung dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah, sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kutai Barat, Erik Victory saat menyampaikan sambutan dalam Rakor Petinggi se-Kutai Barat di Gedung Auditorium ATJ Pemkab Kubar. (Ichal/MK)

“Melalui kegiatan ini diharapkan penyelenggaraan Pemerintahan Kampung semakin baik dan terhindar dari permasalahan hukum,” ungkapnya.

Erik juga menekankan pentingnya transparansi, keterbukaan informasi, serta ketaatan terhadap aturan dalam pengelolaan keuangan kampung. Ia mengingatkan bahwa petinggi kampung memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan tata kelola yang akuntabel.

Selain itu, ia menitipkan pesan kepada seluruh petinggi dan perangkat kampung agar terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap seluruh petinggi dan perangkat kampung terus meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan Rakor tersebut turut dihadiri Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, Pj Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, Asisten I Nopandel, kepala perangkat daerah, para camat, serta seluruh petinggi kampung se-Kutai Barat. (MK)

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

63 Peserta Lolos, Polres Kubar Gelar Rikmin Awal Penerimaan Polri

0
Kabag SDM Polres Kubar, AKP Ahmad Said (duduk kedua kiri) saat memimpin kegiatan Rikmin di Aula Catur Prasetya Polres Kubar. (Istimewa)

SENDAWAR – Kepolisian Resor Kutai Barat melaksanakan Pemeriksaan Administrasi Awal (Rikmin Awal) dalam rangka penerimaan Taruna/Taruni Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Catur Prasetya Polres Kubar, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ahmad Said selaku Pejabat Sementara (Ps) Kabag SDM Polres Kutai Barat. Turut hadir tim kesehatan, tim pemeriksa administrasi, pengawas internal dari Sipropam dan Siwas, serta pengawas eksternal dari Disdukcapil, Disdikbud, dan Kesbangpol Kutai Barat.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pengarahan panitia Rikmin Panbanrim, pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan administrasi peserta seleksi Bintara dan Tamtama Polri, sidang penentuan kelulusan administrasi Akpol, serta pengumuman hasil sidang.

Dari hasil pemeriksaan administrasi, untuk seleksi Bintara Polisi Tugas Umum (PTU) tercatat sebanyak 74 pendaftar, dengan 69 peserta mengikuti verifikasi. Dari jumlah tersebut, 63 peserta dinyatakan memenuhi syarat (MS), sedangkan 6 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dengan alasan mengundurkan diri maupun tidak memenuhi standar tinggi badan.

Sementara pada seleksi Bintara Polair, terdapat 2 peserta yang mengikuti verifikasi, dengan hasil 1 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan 1 peserta tidak memenuhi syarat karena mengundurkan diri.

Adapun pada seleksi Tamtama Brimob, dari 1 peserta yang mengikuti verifikasi, dinyatakan tidak memenuhi syarat karena mengundurkan diri.

AKP Ahmad Said menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan humanis.

“Kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan humanis, guna menjaring calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas,” tegasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan proses seleksi penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polres Kutai Barat dapat berjalan lancar serta menghasilkan calon anggota Polri yang siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (MK)

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Tak Hanya Empat Tersangka, Komnas HAM Dalami Keterlibatan Pihak Lain

0
Komnas HAM menyampaikan update kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan masih terdapat kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, di luar empat prajurit TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menyampaikan bahwa meskipun proses hukum terhadap empat tersangka telah berjalan dan bahkan dilimpahkan ke Oditurat Militer, penyelidikan belum sepenuhnya selesai.

“Namun kita masih berkeyakinan di luar empat orang ini ada pihak lain,” ujarnya di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, peluang tersebut tetap terbuka seiring dengan proses pendalaman yang masih berlangsung. Komnas HAM saat ini terus menghimpun berbagai informasi dan bukti tambahan guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap.

Pramono menegaskan, perpindahan penanganan perkara ke peradilan militer merupakan bagian dari mekanisme hukum yang berlaku dan harus dihormati. Namun demikian, hal tersebut tidak boleh menutup kemungkinan adanya jalur hukum lain.

“Kita tidak boleh menutup ruang bahwa seolah-olah itu hanya satu-satunya pilihan untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku,” tegasnya.

Dalam upaya memperkuat investigasi, Komnas HAM juga mengumpulkan berbagai bukti dari sejumlah pihak, termasuk Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan KontraS. Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan penyelidikan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan pelaku tambahan.

Komnas HAM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

Dengan pendekatan tersebut, Komnas HAM berharap proses penegakan hukum dapat berjalan transparan, akuntabel, serta mampu memenuhi rasa keadilan publik, tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan semata. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Komnas HAM Soroti Transparansi, Tunggu Izin Puspom TNI

0
Komnas HAM menyampaikan update kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih menunggu izin dari Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk memeriksa empat tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.

Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan permohonan pemeriksaan telah diajukan secara resmi. Pihaknya menargetkan dapat bertemu langsung dengan para tersangka dalam waktu dekat, bergantung pada persetujuan dari pihak militer.

“Kita mintanya sih hari Jumat besok, tetapi kita tunggu persetujuan dari Puspom TNI,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).

Selain rencana pemeriksaan, Komnas HAM juga mengungkap adanya indikasi keterlibatan pihak lain di luar empat tersangka yang telah ditetapkan. Dugaan tersebut diperoleh dari hasil pengumpulan informasi awal yang kini masih terus didalami.

“Ada potensi keterlibatan pihak lain. Sedang kami dalami fakta-fakta yang kami kumpulkan saat ini,” jelasnya.

Komnas HAM menilai akses terhadap tersangka menjadi hal krusial untuk memastikan proses pengawasan independen berjalan optimal. Keterbukaan dalam proses hukum, khususnya yang berada di lingkungan militer, juga menjadi perhatian serius lembaga tersebut.

Di sisi lain, tim Komnas HAM terus menghimpun alat bukti tambahan guna memperkuat konstruksi perkara secara menyeluruh. Lembaga ini menegaskan bahwa pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata.

“Pada prinsipnya, kami ingin memastikan siapa pun yang terlibat harus diminta pertanggungjawabannya, tidak hanya empat orang ini,” tegas Pramono.

Dengan langkah ini, Komnas HAM berharap proses penanganan kasus dapat berjalan secara transparan dan mampu mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Rakor Gugus Tugas KLA, Pemda Mahulu Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

0

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menargetkan meraih status Kabupaten Layak Anak (KLA) pada tahun 2027. Target tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan gugus tugas KLA yang dipimpin oleh Plt Sekretaris Daerah Mahulu, Agustinus Teguh Santoso.

Rakor yang digelar oleh Dinas Sosial Mahulu itu dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya, sebagai upaya menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pemenuhan hak anak.

Dalam arahannya, Agustinus menekankan pentingnya kolaborasi antar OPD untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Ia menyebut, percepatan KLA menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Plt. Sekretaris Daerah Mahakam Ulu sekaligus Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agustinus Teguh Santoso, saat memimpin rakor bersama Dinsos dan OPD. (Istimewa)

“Setidaknya tahun 2027 mendatang Kabupaten Mahakam Ulu sudah memiliki status sebagai Kabupaten Layak Anak,” ujarnya saat membuka rakor, Rabu (8/4/2026).

Ia menilai target tersebut realistis jika didukung komitmen seluruh pihak. Terlebih, saat ini Mahulu menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang belum terverifikasi dalam penilaian KLA.

“Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya Mahulu yang belum terverifikasi. Ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan terukur,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, sejumlah indikator penting turut dibahas, mulai dari perlindungan anak, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Seluruh aspek itu menjadi komponen utama dalam penilaian Kabupaten Layak Anak.

Selain peran pemerintah, Agustinus juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui rakor ini, Pemkab Mahulu berharap seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara bertahap dan terukur, sehingga target sebagai Kabupaten Layak Anak pada 2027 dapat tercapai.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari visi pembangunan daerah Mahakam Ulu yang mengusung semangat “Maju, Merata, Berkelanjutan” dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi masa depan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pupuk Indonesia Bakal Bangun Pabrik Metanol di Bontang

0
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi saat menghadiri groundbreaking pabrik soda ash PT Pupuk Kaltim. (Ist)

JAKARTA – Bontang menjadi salahsatu dari 2 kota yang akan dibangun pabrik metanol, bersama Lhokseumawe, Aceh. Pembangunan akan dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (persero).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4) menjelaskan, pembangunan pabrik ini bertujuan mencegah lonjakan impor metanol.

Saat ini impor metanol Indonesia mencapai sekitar 1,5 juta ton dan berpotensi meningkat menjadi 2,5 juta ton tanpa pembangunan fasilitas baru.

“Tanpa pembangunan (pabrik) ini kita akan meningkat impornya menjadi 2,5 (juta ton),” ujar Rahmad mengutip dari CNNIndonesia.com.

Rahmad mengatakan, kedua lokasi pembangunan dipilih karena sudah memiliki kawasan industri dan akses pelabuhan. Studi kelayakan proyek juga telah selesai dilakukan.

Untuk kebutuhan gas pabrik di Aceh, Pupuk Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Mubadala Energy.

Sementara pasokan gas untuk pabrik di Kalimantan Timur masih dalam proses pengamanan.

Selain itu, pembangunan ini dilakukan untuk mendukung implementasi biodiesel B50 yang direncanakan berlaku mulai 1 Juli 2026.

“Dua pabrik metanol supaya bisa mengkonversi dari CPO menjadi biofuel,” kata Rahmad Pribadi.

Diperkirakan, durasi pembangunan dua fasilitas tersebut menghabiskan waktu sekitar 40 bulan.

Editor: Yusva Alam

Asti Mazar Soroti Belum Meratanya Pos Damkar di Kutim

0
Anggota DPRD Kutim, Asti Mazar. (Istimewa)

SANGATTA – Layanan pemadam kebakaran di Kutai Timur (Kutim) belum sepenuhnya merata. Anggota DPRD Kutim, Asti Mazar, menyoroti masih terbatasnya keberadaan pos damkar di sejumlah kecamatan.

Dalam rapat pembahasan, Asti yang juga Wakil Ketua Pansus mengungkapkan, saat ini pos Damkar baru tersedia di 9 kecamatan. Sementara itu, 2 kecamatan lainnya masih dalam tahap proses.

“Artinya belum semua wilayah ter-cover. Ini harus jadi perhatian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Dengan kondisi geografis Kutim yang luas, keterbatasan pos Damkar dinilai berpotensi memperlambat penanganan saat terjadi kebakaran. Padahal, kecepatan respon menjadi faktor krusial dalam meminimalkan kerugian.

Namun, Asti tak hanya menyoroti soal infrastruktur. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas Damkar.

Menurutnya, pelatihan atau diklat menjadi kebutuhan mendesak. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar untuk mengasah kemampuan teknis, memperkuat mental, hingga kesiapan fisik petugas di lapangan.

“Diklat SDM sangat diperlukan agar petugas lebih siap, baik secara teknis, mental, maupun fisik dalam penanggulangan kebakaran dan penyelamatan,” tegasnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa bergerak seimbang dalam membangun fasilitas sekaligus memperkuat kapasitas personel. Sebab, tanpa SDM yang mumpuni, keberadaan pos Damkar juga tidak akan optimal.

“Harus jalan beriringan. Infrastruktur ada, SDM juga siap,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Guru SD DIbegal di Jalan Pipa, Polisi Terkendala Minim Penerangan & CCTV

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb8apr2026/mobile/

Perang Narkoba di Ibu Kota, Ribuan Kasus Dibongkar Polisi

0
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba dalam tiga bulan terakhir. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap 1.833 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita barang bukti dengan total mencapai 712,01 kilogram dari berbagai jenis narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja intensif bersama jajaran Polres di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Selama kurun waktu tiga bulan terakhir, kami mengungkap 1.833 kasus narkoba,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).

Dari jumlah tersebut, polisi mengamankan 2.485 tersangka yang terdiri dari 2.283 laki-laki dan 202 perempuan. Di antaranya terdapat 14 warga negara asing serta tujuh orang yang masih berstatus anak di bawah umur.

Para tersangka memiliki peran yang beragam, mulai dari produsen, pengedar, hingga pengguna. Rinciannya, sembilan orang berperan sebagai produsen, 972 sebagai pengedar, dan 1.504 sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika.

“Peran masing-masing berbeda, mulai dari produsen hingga pemakai,” jelasnya.

Untuk pengguna, kepolisian menerapkan pendekatan rehabilitasi melalui mekanisme restorative justice, baik secara medis maupun sosial.

Sementara itu, barang bukti yang disita mencakup berbagai jenis narkotika seperti sabu, ganja, ekstasi, obat berbahaya, hingga zat sintetis, termasuk cairan vape yang mengandung etomidate dan kokain.

Secara keseluruhan, nilai ekonomis barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp280 miliar di pasar gelap. Polisi juga menyebut pengungkapan ini telah menyelamatkan jutaan masyarakat dari potensi penyalahgunaan narkoba.

“Diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 5,1 juta jiwa dari bahaya narkoba,” ungkapnya.

Polda Metro Jaya menegaskan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkotika sebagai bentuk komitmen melindungi masyarakat dari ancaman peredaran barang terlarang yang masih tinggi. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Kaltim Maksimalkan Peluang Ekonomi Kreatif

0
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, saat menyampaikan pesan kepada generasi muda dan pekerja seni di Aula Makodam VI/Mlw.

BALIKPAPAN — Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk memanfaatkan media sosial secara bijak sekaligus memperkuat karakter di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pesan itu disampaikan Raffi saat melakukan kunjungan kerja ke Kodam VI/Mulawarman, Rabu (8/4/2026), dalam rangka memberikan motivasi kepada pemuda dan pekerja seni di daerah.

Dalam pemaparannya, Raffi menekankan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi peluang, bukan ancaman. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, dengan lebih dari 26 juta tenaga kerja yang terlibat serta sekitar 190 juta pengguna aktif media sosial.

“Biasanya seminggu sekali saya berkeliling ke berbagai kegiatan. Bahkan bisa sampai lima kali dalam seminggu, berkolaborasi dengan TNI, kepolisian, mahasiswa, dan komunitas kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, bahkan secara langsung kepada pemimpin negara. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan mental.

“Anak muda harus punya mental yang kuat. Jangan sampai media sosial membuat kita mudah tersinggung atau terbawa emosi,” tegasnya.

Raffi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan institusi negara, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menilai nilai disiplin dan nasionalisme yang dimiliki TNI dapat menjadi contoh positif bagi anak muda.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan. Namun, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter.

“Sekolah setinggi mungkin, cari ilmu sebanyak-banyaknya. Tapi jangan lupakan adab. Percuma pintar kalau tidak jujur dan tidak bisa menghargai orang lain,” pesannya.

Melalui kunjungan ini, Raffi berharap generasi muda di Kaltim mampu memanfaatkan peluang digital secara maksimal, sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S