Beranda blog Halaman 265

Raffi Ahmad Ajak Anak Muda Kaltim Maksimalkan Peluang Ekonomi Kreatif

0
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, saat menyampaikan pesan kepada generasi muda dan pekerja seni di Aula Makodam VI/Mlw.

BALIKPAPAN — Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk memanfaatkan media sosial secara bijak sekaligus memperkuat karakter di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pesan itu disampaikan Raffi saat melakukan kunjungan kerja ke Kodam VI/Mulawarman, Rabu (8/4/2026), dalam rangka memberikan motivasi kepada pemuda dan pekerja seni di daerah.

Dalam pemaparannya, Raffi menekankan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi peluang, bukan ancaman. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, dengan lebih dari 26 juta tenaga kerja yang terlibat serta sekitar 190 juta pengguna aktif media sosial.

“Biasanya seminggu sekali saya berkeliling ke berbagai kegiatan. Bahkan bisa sampai lima kali dalam seminggu, berkolaborasi dengan TNI, kepolisian, mahasiswa, dan komunitas kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, bahkan secara langsung kepada pemimpin negara. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan mental.

“Anak muda harus punya mental yang kuat. Jangan sampai media sosial membuat kita mudah tersinggung atau terbawa emosi,” tegasnya.

Raffi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan institusi negara, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menilai nilai disiplin dan nasionalisme yang dimiliki TNI dapat menjadi contoh positif bagi anak muda.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan. Namun, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter.

“Sekolah setinggi mungkin, cari ilmu sebanyak-banyaknya. Tapi jangan lupakan adab. Percuma pintar kalau tidak jujur dan tidak bisa menghargai orang lain,” pesannya.

Melalui kunjungan ini, Raffi berharap generasi muda di Kaltim mampu memanfaatkan peluang digital secara maksimal, sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Isu 70 Ribu Motor Listrik Dibantah, BGN Tegaskan Masih Tahap Administrasi

0
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. (Dok. BGN)

JAKARTA — Video yang memperlihatkan deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi, termasuk soal jumlah pengadaan yang disebut mencapai puluhan ribu unit.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi bahwa pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari anggaran pemerintah tahun 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kendaraan tersebut akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya untuk mendukung mobilitas program.

Namun demikian, Dadan menegaskan bahwa motor listrik tersebut hingga kini belum didistribusikan. Prosesnya masih berada pada tahap administrasi, termasuk pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap sejak akhir 2025, dimulai pada Desember.

Menanggapi isu yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan dengan tegas membantahnya. Ia memastikan angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” tegasnya.

BGN juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi data dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman, terutama terkait program pemerintah yang sedang berjalan.

Dengan klarifikasi ini, BGN berharap publik memperoleh gambaran utuh terkait pengadaan motor listrik yang ditujukan untuk mendukung program peningkatan gizi masyarakat secara nasional. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Operasi Satpol PP Samarinda Bongkar Penjualan Miras Online

0
Puluhan botol miras dijajarkan di atas meja saat konferensi pers di Kantor Satpol PP Kota Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda mengamankan sedikitnya 300 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek dalam operasi penertiban yang digelar Selasa (7/4/2026). Penindakan ini sekaligus membongkar modus baru penjualan miras secara daring dengan penyimpanan di dalam kendaraan.

Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswanti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli rutin untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan menjaga ketertiban umum.

“Kami tidak pernah berhenti melakukan pengawasan. Hari ini kami menyasar beberapa titik rawan,” ujarnya.

Operasi diawali dengan penertiban di kawasan Islamic Center, lalu dilanjutkan ke Samarinda Seberang, Teluk Bajo, hingga Palaran. Hasil signifikan diperoleh di Jalan Tengkawang, lokasi yang sebelumnya kerap luput dari pengawasan.

“Selama ini sering zonk, tapi kami yakin hanya soal waktu dan strategi. Hari ini akhirnya berhasil,” ungkapnya.

Temuan menarik terjadi di Jalan M. Said, di mana petugas mengungkap praktik penjualan miras secara online. Pelaku menyimpan barang bukti di dalam mobil yang diparkir di halaman rumah untuk menghindari kecurigaan.

“Tadi hampir saja mereka menutup gerbang. Tapi kami gunakan strategi pecah personel, jadi tim sudah lebih dulu masuk,” jelas Anis.

Selain itu, penindakan juga dilakukan di Jalan KS Tubun. Secara keseluruhan, terdapat empat lokasi yang menjadi sasaran dalam operasi tersebut.

Seluruh barang bukti kini diamankan di Kantor Satpol PP Samarinda. Para pemilik juga telah diberikan surat pemanggilan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Selanjutnya akan diproses oleh PPNS untuk pemberkasan, kemudian dilimpahkan ke kejaksaan dan pengadilan,” tegasnya.

Satpol PP memastikan akan terus meningkatkan pengawasan, terutama terhadap modus-modus baru yang digunakan pelaku dalam mengedarkan miras ilegal di Kota Samarinda. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Jalan Poros Nasional Dibiarkan Rusak, Warga Pilih Bertindak

0
Suasana perbaikan jalan secara swadaya oleh warga. (Istimewa)

TENGGARONG — Warga Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), memilih bertindak di tengah lambannya penanganan jalan rusak berstatus nasional. Melalui gotong royong, mereka melakukan perbaikan secara swadaya di sejumlah titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rijali, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari banyaknya laporan masyarakat yang masuk melalui Ketua RT hingga pemerintah desa. Keluhan itu kemudian dibahas dalam rembuk warga, khususnya di RT 12.

“Namanya ada laporan masyarakat, ya kita tanggapi. Dari RT 12 mengusulkan gotong royong, saya bilang silakan, tapi kita harus paham status jalannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa karena status jalan merupakan jalan nasional, warga tidak diperbolehkan melakukan perubahan struktur secara permanen. Karena itu, metode yang dipilih hanya sebatas perbaikan sementara berupa penambalan di permukaan.

“Awalnya ada yang mau mengupas aspal supaya lebih kuat, tapi saya bilang jangan. Kita hanya bisa menambal di atasnya,” jelasnya.

Pendanaan dilakukan secara iuran terbuka yang diumumkan melalui media sosial RT. Selain kontribusi dana, warga juga menyumbangkan material seperti semen serta tenaga kerja secara sukarela.

“Dana yang terkumpul di luar material sekitar Rp3,7 juta. Untuk konsumsi dibantu ibu-ibu PKK,” tambahnya.

Perbaikan dilakukan selama tiga hari dengan memanfaatkan waktu akhir pekan. Hingga kini, pengerjaan di wilayah Saratika telah selesai dilakukan.

Namun, Rijali mengingatkan bahwa persoalan utama bukan hanya lubang di jalan. Struktur badan jalan yang menurun, ditambah buruknya sistem drainase dan gorong-gorong yang tertutup, mempercepat kerusakan.

“Air dari atas tidak punya saluran. Jadi melimpas ke jalan dan merusak aspal,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, mengingat ruas jalan itu kerap dilintasi kendaraan berat. Warga khawatir jika tidak segera ditangani secara permanen, potensi kecelakaan akan terus terjadi.

Meski telah melakukan langkah swadaya, pemerintah desa tetap berharap ada penanganan serius dari instansi terkait. Rijali mengaku telah melaporkan sejumlah titik kerusakan, termasuk gorong-gorong yang ambles di depan kantor desa.

“Alhamdulillah sudah ada respons dari balai. Artinya laporan kita sampai,” ujarnya.

Ia pun mengimbau warga di wilayah lain, khususnya yang berada di jalur provinsi dan nasional, untuk tidak hanya menunggu penanganan pemerintah, tetapi mulai mengambil langkah yang bisa dilakukan secara bersama.

“Kalau hanya menunggu, lubang di pinggir jalan itu bisa membahayakan. Paling tidak kita mulai dari yang bisa kita lakukan,” tegasnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

11 Kg Sabu Terungkap, Polda Kaltim Perketat Pengawasan

0
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

BALIKPAPAN — Polda Kalimantan Timur memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya peredaran narkotika jenis sabu di sejumlah wilayah di Kaltim.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Romylus Tamtelahitu, mengungkapkan bahwa terdapat lima daerah yang kini menjadi fokus pengawasan karena menunjukkan tren peningkatan kasus, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau.

“Kami memberikan atensi khusus pada lima daerah ini karena peredarannya cukup tinggi. Upaya pencegahan dan penegakan hukum akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, sebelumnya Ditresnarkoba Polda Kaltim berhasil mengungkap kasus peredaran sabu seberat 11 kilogram di wilayah Kutai Timur. Pengungkapan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa Kalimantan Timur masih menjadi target jaringan peredaran narkotika.

Menurutnya, peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga masa depan generasi muda.

Karena itu, selain penindakan hukum, pihak kepolisian juga terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi serta kerja sama dengan berbagai pihak.

Romylus juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberantas peredaran narkotika dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

“Keberhasilan pengungkapan kasus juga tidak lepas dari dukungan masyarakat. Ini menunjukkan kolaborasi menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkoba,” tegasnya.

Polda Kaltim memastikan akan terus memperketat pengawasan dan mempersempit ruang gerak jaringan narkoba guna melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Midtown Hotel Kunjungi Redaksi Media Kaltim Samarinda

0
Salah satu perwakilan dari hotel Midtown ke kantor Media Kaltim. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Redaksi Media Kaltim Biro Samarinda menerima kunjungan perwakilan Midtown Hotel Samarinda dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi antara media dan industri perhotelan.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Media Kaltim, Jalan Pramuka, Gang Perjuangan 1, Samarinda, Selasa (7/4/2026) siang tersebut disambut langsung oleh Kepala Biro Media Kaltim Samarinda, Adhi Abdian.

Dalam suasana penuh keakraban, Adhi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi yang positif antara pelaku usaha dan media massa di Kalimantan Timur.

“Kami sangat terbuka dan senang menerima kedatangan rekan-rekan dari Midtown Hotel. Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi ruang untuk saling mengenal dan memperkuat kolaborasi,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung santai dengan diskusi seputar perkembangan industri media di Kaltim. Pihak Midtown Hotel juga terlihat antusias menggali informasi terkait karakteristik pemberitaan Media Kaltim yang dikenal konsisten mengangkat isu-isu lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Adhi turut memperlihatkan sejumlah karya jurnalistik Media Kaltim, termasuk berita-berita yang sedang menjadi perhatian publik.

“Sebagai media yang terus berkembang, kami berupaya menyajikan informasi yang cepat dan relevan. Kami juga menunjukkan beberapa isu yang tengah viral sebagai gambaran ritme kerja redaksi,” tambahnya.

Melalui kunjungan ini, kedua pihak berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, khususnya dalam mendukung promosi dan penyebaran informasi di Kota Samarinda. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

BBM Subsidi Disalahgunakan, Polisi Sita Ribuan Liter

0
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas serta Kasubdit Indagsi AKBP Haris Kurniawan, saat menunjukkan foto-foto barang bukti kejahatan.

BALIKPAPAN — Polda Kalimantan Timur bersama jajaran polres berhasil mengungkap 11 kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah wilayah, dengan total 12 tersangka diamankan.

Pengungkapan ini mencakup beberapa daerah di Kaltim, di antaranya Balikpapan, Samarinda, Berau, dan Kutai Barat.

Kabid Humas Polda Kaltim, Yuliyanto, dalam konferensi pers bersama Dirreskrimsus Bambang Yugo Pamungkas serta Kasubdit Indagsi Haris Kurniawan, menjelaskan bahwa dua kasus ditangani langsung oleh Polda, sementara sisanya diungkap oleh jajaran polres.

Rinciannya, Polres Berau menangani tiga kasus, Polres Kutai Kartanegara empat kasus, serta beberapa kasus lainnya di wilayah hukum berbeda.

Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan barang bukti dalam jumlah besar, di antaranya delapan unit kendaraan roda empat, dokumen kendaraan, serta total 5.280 liter BBM subsidi yang terdiri dari 3.050 liter Pertalite dan 2.280 liter solar.

Selain itu, polisi juga menemukan empat kendaraan yang telah dimodifikasi, dua unit alat pompa, lima drum besi, serta 201 jeriken yang digunakan untuk menampung BBM.

“Modus operandi para pelaku dengan cara melangsir BBM dari satu SPBU ke SPBU lain menggunakan barcode berbeda,” jelas Bambang.

BBM yang dibeli kemudian dipindahkan ke jeriken dan dikumpulkan di lokasi tertentu sebelum dijual kembali secara ilegal. Para pelaku juga menggunakan barcode atau fuel card berbeda untuk memanipulasi pembelian BBM subsidi.

Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat karena mengganggu distribusi BBM subsidi yang seharusnya tepat sasaran.

Polda Kaltim menegaskan akan terus memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi sebagai bentuk komitmen menjaga hak masyarakat.

Para tersangka dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara dan denda.

“Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi pihak lain agar tidak menyalahgunakan BBM subsidi,” tegasnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Razia Gabungan di Rutan, Benda Tajam Diamankan

0
razia gabungan di hunian warga binaan Rutan Tanah Grogot. (Istimewa)

PASER — Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Tanah Grogot menggelar razia gabungan di hunian warga binaan sebagai langkah sterilisasi menjelang peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026.

Kepala Rutan Kelas II B Tanah Grogot, Yusuf Mukharom, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

“Razia gabungan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan HBP sebagai bagian dari rangkaian kegiatan,” ujarnya, Senin (7/4/2026).

Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang, di antaranya benda tajam seperti pisau rakitan, alat cukur, hingga pecahan kaca.

Selain itu, pihak rutan juga melaksanakan tes urin terhadap warga binaan dan petugas sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam rutan.

Sebanyak 230 warga binaan dan 14 petugas mengikuti tes urin. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara sampling karena keterbatasan alat yang tersedia.

“Keinginan kita sebenarnya semua, tapi karena keterbatasan peralatan, tes dilakukan secara sampling, terutama untuk tahanan kasus narkoba,” jelasnya.

Saat ini, jumlah warga binaan di Rutan Tanah Grogot mencapai sekitar 838 orang, sementara jumlah alat tes yang tersedia terbatas. Bahkan setelah pelaksanaan tes, peralatan yang tersisa hanya sekitar 15 unit.

Yusuf menegaskan, pihaknya sengaja menyisakan sebagian alat tes untuk keperluan pemeriksaan tahanan baru, khususnya yang terlibat kasus narkotika.

“Setiap menerima tahanan baru kasus narkoba, pasti kita lakukan tes urin. Jadi harus ada cadangan alat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, pihak rutan berharap kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, sekaligus memastikan lingkungan rutan bebas dari barang terlarang dan penyalahgunaan narkoba. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Korban Penyiraman Air Keras Minta Pengusutan Tuntas

0
Surat Andrie Yunus meminta pembentukan TGPF untuk mengusut aktor intelektual kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. (Dok. KontraS)

JAKARTA — Aktivis Andrie Yunus menyampaikan permintaan tegas agar kasus penyiraman air keras yang menimpanya diusut secara menyeluruh melalui pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat yang ditulis pada 3 dan 5 April 2026, kemudian dibacakan oleh sejumlah tokoh dalam forum Solidaritas Kebangsaan untuk Andrie Yunus di kantor KontraS, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dalam suratnya, Andrie menilai peristiwa yang dialaminya bukan sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan serangan serius yang diduga memiliki tujuan lebih besar.

“Oleh karena itu, saya meminta kawan-kawan untuk mendorong Tim Gabungan Pencari Fakta independen yang melibatkan banyak unsur,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi harus menelusuri hingga ke aktor intelektual di balik kejadian tersebut.

“Harapannya hasil TGPF independen mampu menelusuri aktor tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, namun juga termasuk aktor intelektual untuk kemudian dimintai pertanggungjawaban hukum melalui peradilan umum,” lanjutnya.

Andrie juga menyoroti pentingnya peran negara dalam menjamin pengungkapan kasus secara transparan dan akuntabel. Ia menyampaikan kekhawatiran apabila proses hukum diarahkan melalui mekanisme peradilan militer.

Dalam surat itu, ia turut mengaitkan kasus yang dialaminya dengan isu yang lebih luas, termasuk gugatan uji materiil terhadap Undang-Undang TNI yang saat ini diajukan bersama koalisi masyarakat sipil.

“Perluasan peranan militer dalam kehidupan sipil hanya akan melahirkan kekerasan dan menciptakan rasa ketakutan di warga sipil,” tulisnya.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah tokoh nasional seperti Sukidi, Karlina Supeli, hingga Busyro Muqoddas turut menyampaikan sikap solidaritas.

Mereka menilai serangan terhadap Andrie bukan hanya menyasar individu, tetapi juga menjadi ancaman terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi.

“Serangan kepada Andrie adalah serangan untuk kita semua. Ini menunjukkan indikasi sistemik dari budaya kekerasan terhadap kritik dan akuntabilitas publik,” ujar mereka.

Sebagai informasi, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada 12 April 2026 usai mengikuti kegiatan diskusi di kantor YLBHI. Dalam perkembangan kasus, aparat telah menetapkan empat pelaku lapangan dari unsur militer, sementara proses hukum kini ditangani oleh Pusat Polisi Militer TNI. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Pasar Rabu Dapat Lokasi Baru, Aktivitas Dagang Tetap Jalan

0
Bisa lega kembali. Para pedagang Pasar Rabu akan berdagang di lokasi baru di RT 21 Desa Suka Raja. (Atmaja Riski/Media Kaltim/Istimewa)

PENAJAM PASER UTARA — Aktivitas Pasar Rabu di Desa Suka Raja kini memiliki lokasi baru setelah difasilitasi pemerintah desa bersama unsur Dusun Semoga Jaya. Mulai pekan ini, puluhan pedagang akan kembali menggelar lapak di area relokasi tersebut.

Lokasi baru pasar tumpah ini berada di lahan kosong milik pemerintah desa di samping PAUD Semoga Jaya, RT 21 Dusun Semoga Jaya, Kecamatan Sepaku. Akses menuju lokasi relatif mudah karena berada sekitar 100 meter dari jalan raya dengan jalan beton.

Ketua RT setempat, Waras Rahmad Abdillah, menyebut lokasi ini dinilai lebih aman karena tidak berada di jalur utama kendaraan.

“Aman dari lalu-lalangnya kendaraan jalan provinsi besar, jadi lebih aman untuk pedagang dan pembeli,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa relokasi pasar ini mendapat dukungan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk camat dan pihak kepolisian.

Pengelolaan pasar tumpah ini berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulya Jaya dengan tetap melibatkan koordinasi bersama masyarakat sekitar.

Menurutnya, keberadaan Pasar Rabu memiliki peran penting dalam menjaga roda ekonomi masyarakat, baik bagi petani sayur maupun pedagang kecil.

“Ini juga urusan perut. Orang lokal dan luar sama-sama cari nafkah. Dengan adanya pasar ini, ekonomi desa bisa terus bergerak,” jelasnya.

Untuk mendukung operasional pasar, warga setempat turut bergotong royong menyiapkan lahan, mulai dari merapikan area hingga menebar rumput agar lebih layak digunakan.

Sebelumnya, sempat muncul rencana pemindahan Pasar Rabu ke wilayah Tengin Baru. Namun, mayoritas pedagang menolak karena ingin tetap berjualan di kawasan Suka Raja yang sudah dikenal sebagai pusat aktivitas pasar.

Kepala Dusun Semoga Jaya, Nurul Hofi, bahkan menyebut Pasar Rabu telah menjadi “brand” ekonomi desa yang tidak mudah dipindahkan ke luar wilayah.

Hal senada disampaikan salah satu pedagang, Abdul Rahman, yang menegaskan keinginan para pedagang untuk tetap berjualan di Suka Raja meski berpindah titik lokasi.

“Kami maunya tetap di Sepaku Dua. Yang penting masih di Suka Raja, walaupun di tempat baru,” ujarnya.

Dengan adanya lokasi baru ini, diharapkan aktivitas Pasar Rabu dapat kembali berjalan normal, sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat tetap hidup di kawasan tersebut. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S