Beranda blog Halaman 263

Pemkab Mahulu Gelar Gema Ramadan, Pasar Ramadan Jadi Motor Ekonomi Warga

0
Ketua Panitia Gema Ramadan dan Idul Fitri 1447 H Tahun 2026 M sekaligus Kepala BPBD Mahulu, Agus Darmawan. (Dok-Istimewa)

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menggelar Gema Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi sebagai upaya memeriahkan bulan suci sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Pasar Ramadan. Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, pada Kamis (19/2/2026).

Agenda yang berlangsung selama 20 hari, mulai 19 Februari hingga 10 Maret 2026 itu dipusatkan di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Ujoh Bilang serta halaman cor Alun-Alun Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Ketua Panitia Gema Ramadan yang juga Kepala BPBD Mahulu, Agus Darmawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Mahulu atas inisiasi kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan pemerintah daerah tersebut.

“Tujuan Gema Ramadan ini selain memeriahkan bulan suci juga menjadi sarana meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM melalui Pasar Ramadan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk saat meninjau stand Pasar Ramadan di halaman cor Alun-Alun Ujoh Bilang. (Dok-Istimewa)

Ia menjelaskan, Pasar Ramadan menghadirkan 21 stand yang diisi pedagang lokal dari Kampung Ujoh Bilang dan Long Bagun. Beragam menu takjil dan hidangan berbuka puasa disajikan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Selain aspek ekonomi, Gema Ramadan juga diisi berbagai lomba edukatif bagi anak-anak, seperti adzan, tartil Al-Qur’an, da’i cilik, hafalan Juz 30, mewarnai kaligrafi, kostum tokoh Islam, hingga patrol sahur. Peserta berasal dari tingkat TK/PAUD, SD hingga SMP di wilayah Kecamatan Long Bagun.

“Kami berharap tahun depan bisa melibatkan peserta dari lima kecamatan se-Kabupaten Mahakam Ulu,” tambah Agus.

Ia juga menyebut kegiatan ini didukung oleh Pemda Mahulu, Bankaltimtara, perseorangan, dan pelaku usaha. Evaluasi akan dilakukan agar pelaksanaan tahun mendatang lebih optimal.

Sementara itu, Wakil Bupati Suhuk menegaskan bahwa Gema Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki dampak strategis.

“Kegiatan ini bukan hanya memperkuat suasana religius di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” tandasnya.

Pemkab Mahulu berharap Gema Ramadan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD Hadiri Misa Minggu, Pererat Kebersamaan dengan Warga

0
Anggota Satgas TMMD Ke-127 mengikuti ibadah Minggu bersama umat di Gereja Katolik Santo Yoseph, Kampung Linggang Amer. (Dok-Istimewa)

SENDAWAR – Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat melaksanakan ibadah Minggu bersama umat Katolik di Gereja Santo Yoseph, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Minggu (22/2/2026). Ibadah berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan.

Sejak pagi, umat telah memadati gereja untuk mengikuti misa dengan penuh sukacita. Kehadiran anggota Satgas TMMD menjadi simbol kedekatan TNI dengan masyarakat. Para prajurit tidak sekadar hadir, tetapi mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk, menyatu bersama jemaat dalam doa dan pujian.

Di tengah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127, personel Satgas tidak hanya fokus pada sasaran fisik seperti semenisasi jalan, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta fasilitas umum lainnya, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial dan spiritual dengan warga.

Dalam homilinya, pastor mengajak umat untuk terus menjaga iman, mempererat persatuan, dan saling membantu dalam membangun kampung. Ia juga mengapresiasi kehadiran Satgas TMMD yang dinilai membawa dampak positif, baik dalam percepatan pembangunan maupun dalam mempererat tali silaturahmi.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana di halaman gereja. Anggota Satgas dan warga berbincang santai membahas aktivitas sehari-hari serta perkembangan pembangunan di kampung. Suasana kekeluargaan yang terjalin mencerminkan hubungan yang semakin akrab dan penuh kepercayaan.

Momentum ibadah bersama ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat Kampung Linggang Amer. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menyukseskan seluruh program TMMD Ke-127 demi pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan warga. (MK)

Editor: Agus S

Bentuk Syukur, Warga Hadiahi Personel TMMD Pisang Tanduk

0
Warga Kampung Tering Lama menyerahkan pisang tanduk kepada personel Satgas TMMD Wiltas Ke-127 di lokasi pembangunan TMAB dan MCK. (Dok-Istimewa)

SENDAWAR – Rasa syukur dan kebersamaan ditunjukkan warga Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, kepada personel Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar. Helius bersama istrinya menyerahkan satu tandan pisang tanduk kepada prajurit yang tengah mengerjakan pembangunan Sumur Bor TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), Minggu (22/2/2026).

Penyerahan dilakukan langsung di lokasi pekerjaan saat personel Satgas masih sibuk melanjutkan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi. Dengan penuh keikhlasan, Helius menyampaikan bahwa hasil kebun tersebut merupakan ungkapan terima kasih atas dedikasi TNI membantu masyarakat.

Menurutnya, pembangunan sumur bor dan MCK sangat dinantikan warga karena menyangkut kebutuhan dasar air bersih dan kesehatan lingkungan. Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 dinilai membawa manfaat nyata bagi kampung mereka.

Personel Satgas yang menerima pemberian itu mengaku terharu atas perhatian warga. Mereka menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi penyemangat tambahan untuk menyelesaikan seluruh sasaran pembangunan sesuai jadwal.

Program TMMD Ke-127 di Kampung Tering Lama tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat. Kebersamaan sederhana seperti pemberian hasil kebun tersebut menjadi simbol kemanunggalan yang terus terjaga.

Di tengah cuaca panas dan padatnya pekerjaan, perhatian warga menjadi energi moral bagi prajurit untuk terus bekerja demi kesejahteraan masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

Anggota TMMD Wiltas Ke-127 Tetap Bugar Meski Jalani Puasa

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar saat melaksanakan senam pagi di Kampung Linggang Amer. (Dok-Istimewa)

SENDAWAR – Ibadah puasa tidak menjadi penghalang bagi anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat untuk tetap menjaga kebugaran. Di sela pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), para prajurit tetap melaksanakan senam pagi sebelum memulai pekerjaan fisik di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (22/2/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rutinitas menjaga stamina dan kesiapan fisik selama bertugas di lapangan. Dengan penuh semangat, anggota Satgas mengikuti setiap gerakan senam secara bersama-sama, meski dalam kondisi berpuasa.

Program TMMD Wiltas Ke-127 sendiri menyasar sejumlah pembangunan fisik, di antaranya semenisasi jalan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), pembuatan sumur bor (TMAB), serta pembangunan fasilitas MCK. Seluruh pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga dan daya tahan tubuh yang prima agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 yang juga Dandim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa menjaga kebugaran merupakan bagian penting dari disiplin prajurit.

“Walaupun sedang berpuasa, kita tetap harus menjaga kesehatan dan semangat. Puasa bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru ini menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin, kesabaran, dan keikhlasan dalam bekerja membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekompakan dan semangat kebersamaan menjadi kunci utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian program TMMD. Dengan kondisi fisik yang terjaga, anggota Satgas diharapkan mampu menyelesaikan seluruh sasaran pembangunan sesuai jadwal serta memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.

Semangat Ramadan pun menjadi penguat komitmen pengabdian prajurit di lapangan, menunjukkan bahwa tugas kemanusiaan dan pembangunan tetap berjalan optimal meski dalam suasana ibadah. (MK)

Editor: Agus S

Helm Dipesan Penadah, Dua Eksekutor Diringkus Polisi

0
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam saat diwawancarai. (Istimewa)

SAMARINDA – Tim Reskrim Polsek Sungai Pinang akhirnya membongkar sindikat pencurian helm yang selama ini meresahkan warga dan kerap viral di media sosial. Dua pelaku sebagai eksekutor dan satu orang penadah berhasil diringkus di kawasan Jalan Pasundan pada Minggu malam.

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin Adam, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengejaran intensif selama hampir tiga pekan. Identitas para pelaku telah lebih dulu dikantongi polisi melalui hasil penyelidikan dan pemetaan pergerakan mereka di sejumlah titik rawan pencurian helm di Kota Samarinda.

“Pelaku yang sudah kita kejar berhari-hari ini berhasil kami amankan di Jalan Pasundan. Mereka memang sudah kami incar karena setiap aksinya selalu viral,” ujar AKP Aksarudin Adam.

Aksi terakhir komplotan ini terjadi di kawasan Jalan Tekukur. Perbuatan mereka terekam kamera pengawas dan menyebar luas di media sosial, sehingga memperkuat upaya polisi dalam melakukan identifikasi.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa para pelaku tidak beraksi secara acak. Mereka mencuri helm berdasarkan pesanan dari penadah. Jenis dan merek helm yang diambil menyesuaikan permintaan pasar.

Helm hasil curian tersebut kemudian dijual kepada penadah dengan harga berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per unit. Polisi turut mengamankan seorang perempuan berinisial I yang diduga berperan sebagai penadah di sebuah konter helm bekas di Samarinda.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita sedikitnya empat helm sebagai barang bukti, termasuk helm yang dicuri beberapa jam sebelum pelaku diringkus.

Saat ini, ketiga tersangka telah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Kedua pelaku kami kenakan Pasal 476 KUHP Tahun 2023 terkait tindak pidana pencurian,” tegas Kapolsek. (MK)

Editor: Agus S

192 Peserta Ramaikan Gema Ramadan 1447 H di Mahulu

0
(Berdiri ketiga kiri) Ketua Panitia Gema Ramadan sekaligus Kepala BPBD Mahulu, H. Agus Dermawan, foto bersama dewan juri dan peserta lomba di Gedung BPU Kampung Ujoh Bilang. //dok-Ichal-MKN

UJOH BILANG – Kegiatan Gema Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu mendapat sambutan antusias dari kalangan pelajar. Sebanyak 192 peserta dari tingkat TK/PAUD hingga SMP ambil bagian dalam rangkaian lomba yang dipusatkan di Gedung BPU Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Ketua Panitia Gema Ramadan yang juga Kepala BPBD Mahulu, H. Agus Dermawan, menjelaskan bahwa peserta berasal dari sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Long Bagun.

“Total yang mendaftar ada 192 peserta. Tingkat TK/PAUD sebanyak 27 orang, SD 91 orang, dan SMP 14 orang. Selain itu, lomba patrol sahur diikuti enam kelompok, masing-masing 10 orang, jadi total 60 peserta,” ujar Agus, Senin (23/2/2026).

Ia menyebutkan, usia peserta lomba berkisar 8 hingga 12 tahun. Setiap peserta diperbolehkan mengikuti hingga tiga cabang lomba. Pada hari tersebut, panitia telah melaksanakan lomba Tartil Al-Qur’an tingkat SD.

“Peserta Tartil Al-Qur’an didominasi perempuan, hanya satu peserta laki-laki,” jelasnya.

Agus menambahkan, untuk tahun ini kegiatan masih terbatas di Kecamatan Long Bagun. Namun ke depan, panitia berencana melibatkan lima kecamatan se-Kabupaten Mahakam Ulu agar gaung Gema Ramadan semakin luas.

Seluruh rangkaian lomba digelar setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 18.00 Wita menjelang waktu berbuka puasa. Sementara untuk lomba patrol sahur kategori umum dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 16.00–18.00 Wita hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap Gema Ramadan menjadi sarana pembinaan karakter religius generasi muda sekaligus mempererat silaturahmi di bulan suci. (MK)

Editor: Agus S

Duduk di Pinggir Jalan Bawa Badik, Pria Berstatus TO Diciduk

0
Tersangka dan barang bukti yang telah diamankan. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA – Operasi Pekat Mahakam 2026 kembali membuahkan hasil. Satreskrim Polresta Samarinda mengamankan seorang pria berinisial UD yang masuk dalam daftar Target Operasi (TO) karena kedapatan membawa senjata tajam di ruang publik tanpa izin.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, membenarkan penangkapan tersebut pada Senin (23/2/2026). Pelaku diringkus di kawasan Jalan APT Pranoto, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang.

Penangkapan bermula saat Tim Opsnal Unit Jatanras melakukan patroli rutin pada Minggu dini hari (22/2/2026) sekitar pukul 00.40 Wita. Petugas menerima informasi adanya seseorang yang dicurigai membawa senjata tajam.

“Anggota mendapati seorang pria duduk di pinggir jalan dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sebilah badik lengkap dengan sarungnya yang diselipkan di pinggang sebelah kiri,” ungkap AKP Agus Setyawan.

Senjata tajam tersebut memiliki panjang sekitar 30 sentimeter. Dari hasil identifikasi, pria tersebut diketahui merupakan TO Unit Jatanras dalam Operasi Pekat Mahakam 2026.

Saat diamankan, pelaku bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan. Polisi langsung membawa yang bersangkutan beserta barang bukti ke Mapolresta Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 307 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penyalahgunaan senjata tajam,” tegasnya.

Saat ini penyidik tengah melengkapi administrasi penyidikan (Mindik) sebelum berkas perkara dilimpahkan ke tahap selanjutnya.

Operasi Pekat Mahakam 2026 sendiri digelar sebagai langkah preventif dan represif dalam menekan aksi premanisme serta potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kota Samarinda. (MK)

Editor: Agus S

Paksa Pengendara Bayar Rp10 Ribu, Jukir Liar Dibekuk

0
Tersangka beserta barang bukti. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA – Aksi premanisme berkedok juru parkir liar di kawasan Simpang 4 Rapak Dalam akhirnya terhenti. Tim Opsnal Polsek Samarinda Seberang meringkus seorang pria yang diduga melakukan pemerasan terhadap pengguna jalan dalam rangka Operasi Pekat Mahakam 2026.

Kapolsek Samarinda Seberang, AKP A. Baihaki, menyampaikan penindakan tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang merasa terintimidasi oleh pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (21/2/2026) sekitar pukul 22.50 Wita di Jalan Pattimura, Kelurahan Rapak Dalam. Seorang pengendara mobil yang melintas di simpang empat tiba-tiba dihentikan oleh pelaku yang meminta uang secara paksa.

“Karena merasa terancam dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, korban akhirnya memberikan uang sebesar Rp10.000. Setelah itu korban melapor ke Polsek agar tidak ada korban lain,” jelas AKP Baihaki, Senin (23/2/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan di lokasi. Pada Minggu sore (22/2/2026) sekitar pukul 17.00 Wita, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan saat beraksi, yakni satu alat pengatur lalu lintas manual, satu kardus kosong merek Beng-beng, serta uang tunai Rp10.000 hasil pemerasan.

“Pelaku kami jerat dengan dugaan tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 KUHP,” tegas Kapolsek.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Samarinda Seberang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk pungutan liar maupun tindakan premanisme di jalan raya, khususnya di wilayah Samarinda Seberang dan Loa Janan Ilir. (MK)

Editor: Agus S

Spesialis Curi Helm Diciduk, Penadah Ikut Diamankan

0
kedua tersangka yang telah diamankan oleh Polsek Sungai Pinang. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA – Aksi pencurian helm di kawasan Jalan Tekukur, Kelurahan Temindung Permai, berhasil diungkap cepat oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang. Seorang pria berinisial DP (Dany Pranoto) diringkus kurang dari satu jam setelah menjalankan aksinya pada Minggu malam (22/2/2026).

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin Adam, menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 Wita saat korban tengah bersantai di sebuah kafe di Jalan Tekukur. Helm merek INK Dynamic warna hitam milik korban diletakkan di atas spion sepeda motor yang terparkir di depan lokasi.

“Sekitar 15 menit kemudian, saat korban kembali ke parkiran, helm tersebut sudah tidak ada. Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp700 ribu dan langsung membuat laporan,” ujar AKP Aksarudin.

Mendapat laporan tersebut, Tim Opsnal langsung bergerak melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk di lokasi. Sekitar pukul 21.30 Wita, petugas berhasil mengamankan tersangka DP di sebuah rumah kos kawasan Jalan Pasundan, Samarinda Ulu.

Dalam pemeriksaan awal, DP mengakui telah mengambil helm tersebut dan menjualnya kepada seorang wanita berinisial IP di kawasan Jalan AM Sangaji, Kelurahan Bandara. Polisi kemudian bergerak cepat mengamankan IP yang diduga sebagai penadah.

Dari tangan IP, petugas menemukan helm curian beserta nota pembelian milik korban sebagai barang bukti pendukung. Kedua tersangka langsung dibawa ke Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk tersangka utama dan penadah kami sangkakan Pasal 476 dan Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru terkait pencurian dan penadahan,” tegas Kapolsek.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak meninggalkan barang berharga di kendaraan tanpa pengamanan tambahan, meskipun hanya dalam waktu singkat. (MK)

Editor: Agus S

Aksi GERAM Memanas, Rudy Mas’ud Turun Langsung dan Janji Evaluasi

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat menemui mahasiswa di Halaman Kantor Gubernur Kaltim.

SAMARINDA — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Aksi tersebut sempat berlangsung tegang sebelum akhirnya diakhiri dengan dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

Massa membawa spanduk serta membacakan pernyataan sikap dalam bentuk Pakta Integritas yang memuat tujuh tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Isu utama yang disorot adalah implementasi program pendidikan Gratispol yang dinilai belum merata.

Koordinator lapangan GERAM, Angga, menyebut sejumlah mahasiswa telah mendaftar namun tidak tercatat sebagai penerima manfaat. Ia mencontohkan kondisi di Universitas Mulawarman, di mana sebagian mahasiswa mengaku tidak memperoleh fasilitas sebagaimana yang dijanjikan.

“Tuntutan ada tujuh yang kami bawa. Kami menyoroti bagaimana Gratispol ini belum merata di Kaltim. Pemprov bicara besar di media, tapi implementasinya di lapangan sangat minim,” ujar Angga.

Ketegangan sempat terjadi ketika massa berupaya mendekati pintu utama kantor gubernur. Adu argumen dan dorong-dorongan dengan aparat pengamanan tidak terhindarkan. Situasi kemudian mereda setelah dilakukan negosiasi dan perwakilan mahasiswa diberi ruang untuk berdialog.

Selain persoalan pendidikan, mahasiswa juga mengangkat isu kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri, pemerataan infrastruktur, dugaan praktik politik dinasti, perlindungan hak buruh dan masyarakat adat, serta kebebasan berekspresi. Mereka menilai sejumlah janji pembangunan, termasuk layanan kesehatan gratis, belum sepenuhnya terealisasi.

Di tengah situasi yang memanas, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, turun langsung menemui massa aksi. Dengan pengawalan aparat, ia duduk bersama mahasiswa di pelataran kantor gubernur untuk mendengarkan aspirasi secara terbuka.

Dalam dialog tersebut, Rudy menegaskan bahwa kritik adalah bagian dari dinamika demokrasi dan pemerintah tidak menutup diri terhadap masukan masyarakat.

“Pemerintah tidak anti kritik. Tapi kritik yang disampaikan hendaknya bersifat konstruktif,” tegasnya.

Setelah diskusi yang berlangsung cukup panjang, Gubernur menandatangani tujuh poin tuntutan mahasiswa sebagai bentuk komitmen untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dipersoalkan.

“Aspirasi ini kami terima, dan tentu menjadi bagian dari proses evaluasi kerja Pemprov Kaltim,” ujarnya.

Aksi pun berakhir dengan kondusif, meski mahasiswa menegaskan akan terus mengawal realisasi komitmen yang telah disepakati bersama. (MK)

Editor: Agus S