Beranda blog Halaman 29

Aulia Dorong Mahasiswa Baru Unikarta Asah Kepemimpinan Lewat Organisasi

0
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri saat menghadiri hari kedua PKKMB Universitas Kutai Kartanegara, Rabu (26/8/2026). (Ady/Media Kaltim Network)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengingatkan mahasiswa baru Universitas Kutai Kartanegara agar tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya target selama kuliah.

Mahasiswa justru diminta aktif berorganisasi untuk mengasah kepemimpinan, empati, kemampuan bekerja sama dan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Pesan itu disampaikan Aulia saat menghadiri hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikarta 2026, Rabu (26/8/2026).

Sebanyak 440 mahasiswa baru mengikuti PKKMB yang berlangsung 25–27 Agustus 2026.

Menurut Aulia, kemampuan akademik tetap penting. Namun, bekal tersebut belum cukup untuk menghadapi dunia profesional maupun kehidupan di tengah masyarakat.

Pengalaman organisasi dinilai dapat membantu mahasiswa belajar mengambil keputusan, memimpin, bekerja sama dan memahami persoalan sosial yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.

Aulia kemudian menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Di tengah kesibukan akademik, ia juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pengalaman itu menjadi contoh bahwa kehidupan mahasiswa tidak harus berhenti pada kegiatan perkuliahan.

“Ada pesan-pesan kami terhadap tiga tanggung jawab itu tadi. Salah satunya bisa diselesaikan dengan mengikuti, bukan hanya mengikuti kegiatan akademik formal saja, akan tetapi juga mengikuti organisasi kemahasiswaan selama mereka menjadi mahasiswa,” jelas Aulia.

Tiga tanggung jawab yang dimaksud mencakup tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, organisasi dapat menjadi salah satu ruang pembentukan kapasitas untuk menjalankan ketiga tanggung jawab tersebut.

Aktivitas organisasi juga dinilai mampu membangun soft skill yang tidak selalu terbentuk melalui proses akademik. Di antaranya kepemimpinan, empati dan jiwa sosial.

Kemampuan itu penting karena mahasiswa nantinya akan berhadapan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang dan persoalan berbeda.

“Nah, ini tentunya bisa ditempuh, dipupuk, dan dibina melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan,” kata Aulia.

Ia meminta mahasiswa mulai membuka diri terhadap berbagai aktivitas kemahasiswaan tanpa mengabaikan kewajiban akademik.

Pengalaman berorganisasi diharapkan menjadi bekal ketika mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mulai mengambil peran di tengah masyarakat.

Aulia juga menempatkan mahasiswa baru sebagai bagian penting dari proses regenerasi Kutai Kartanegara.

Menurutnya, mahasiswa yang saat ini memulai pendidikan merupakan generasi yang kelak mengambil alih berbagai peran dalam pembangunan daerah.

Ia menggunakan perumpamaan “matahari terbit” untuk menggambarkan posisi mahasiswa baru. Sementara generasi yang saat ini menjalankan pemerintahan berada pada fase menuju akhir pengabdian, mahasiswa adalah generasi yang sedang tumbuh menuju puncak.

“Teman-teman mahasiswa baru ini merupakan salah satu generasi penerus Kutai Kartanegara. Mereka merupakan matahari terbitnya Kutai Kartanegara,” tutup Aulia.

Pemkab Kukar berharap masa kuliah tidak hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah dan nilai akademik tinggi, tetapi juga generasi yang memiliki pengalaman organisasi, kapasitas kepemimpinan dan kepekaan sosial.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Kukar Siapkan Rp56,4 Miliar untuk Beasiswa, BEM Unikarta Diminta Kawal Mahasiswa

0
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri saat menghadiri PKKMB Universitas Kutai Kartanegara, Rabu (26/8/2026). (Ady/Media Kaltim Network)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyiapkan ribuan beasiswa pada 2026. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri pun menantang Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara memastikan tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena kesulitan biaya.

Tantangan itu disampaikan Aulia saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikarta 2026, Rabu (26/8/2026).

Menurut Aulia, mahasiswa sebenarnya memiliki sejumlah pilihan pembiayaan pendidikan. Salah satunya melalui Beasiswa Kukar Idaman Terbaik yang disiapkan pemerintah daerah.

Program tersebut pada 2026 menyiapkan sekitar 7.026 penerima dengan dukungan anggaran sekitar Rp56,4 miliar.

Kuota itu mencakup sejumlah kategori, mulai bantuan pendidikan, beasiswa prestasi, beasiswa tematik hingga beasiswa stimulan untuk mahasiswa jenjang S1.

Khusus beasiswa stimulan mahasiswa S1, Pemkab Kukar menyiapkan sekitar 2.956 kuota. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan Rp5 juta per tahun.

Selain Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, mahasiswa juga dapat memanfaatkan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta dukungan pendidikan yang disediakan perusahaan.

Menurut Aulia, banyaknya skema tersebut seharusnya dapat menekan risiko mahasiswa putus kuliah karena persoalan ekonomi.

“Jangan sampai ada anak Unikarta yang berhenti kuliah karena masalah tidak bisa membayar biaya kuliah,” tegas Aulia.

Ia meminta BEM Unikarta tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi internal kampus. Organisasi mahasiswa juga perlu ikut memastikan informasi beasiswa sampai kepada mahasiswa yang membutuhkan.

BEM diharapkan dapat membantu mahasiswa mengidentifikasi peluang bantuan, memahami persyaratan, hingga mengarahkan mereka agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh dukungan pembiayaan.

Aulia menilai pemerintah daerah telah membuka banyak jalur bantuan. Tantangannya adalah memastikan program tersebut benar-benar diketahui dan dimanfaatkan mahasiswa.

“Jadi, ini juga saya kasih challenge terhadap teman-teman yang ada di Badan Eksekutif Mahasiswa Unikarta, untuk memastikan bahwa seluruh anak Unikarta ini bisa kuliah dengan baik, bisa terbiayai dengan baik selama mereka kuliah dengan benar,” ujarnya.

Pemkab Kukar saat ini juga masih menjalankan tahapan verifikasi calon penerima Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026.

Aulia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Menurutnya, kehidupan kampus juga menjadi ruang membangun pengalaman organisasi, kepemimpinan, empati dan kepedulian sosial.

Mahasiswa, kata dia, memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat yang telah memberikan dukungan.

Karena itu, organisasi kemahasiswaan juga penting sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus kepedulian terhadap persoalan mahasiswa lain.

Dengan dukungan ribuan kuota beasiswa dan berbagai skema pembiayaan pendidikan lainnya, Pemkab Kukar berharap persoalan biaya tidak lagi menjadi alasan mahasiswa menghentikan studi.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Api Berkobar 8 Jam di Makroman, TNI-BPBD Berjibaku Padamkan Karhutla

0
Personel TNI dan petugas gabungan melakukan koordinasi di lokasi kebakaran lahan di Makroman, Samarinda. Sekitar lima hektare lahan terbakar sebelum api berhasil dipadamkan hingga dini hari. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Samarinda. Kali ini sekitar lima hektare lahan di kawasan Makroman terbakar. Petugas gabungan membutuhkan waktu berjam-jam hingga api benar-benar dapat dikendalikan pada Rabu (26/8/2026) dini hari.

Api mulai dilaporkan warga pada Selasa (25/8) sekitar pukul 14.15 WITA. Kondisi kemarau, cuaca terik dan vegetasi yang mengering membuat api cepat membesar.

Pemadaman berlangsung hingga tengah malam. Api baru dinyatakan padam sekitar pukul 00.21 WITA.

Personel BPBD Kaltim Arifin Wibowo mengatakan titik awal api terlihat dari kawasan pinggir jalan. Dugaan awal mengarah pada aktivitas manusia, tetapi penyebab pastinya masih harus dipastikan.

“Asal api dari pinggiran jalan, diduga sengaja dibakar atau berasal dari lemparan puntung rokok,” ujar Arifin.

Karena itu, dugaan tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab pasti kebakaran.

Penanganan awal juga terkendala keterbatasan peralatan. Petugas BPBD yang berada di lokasi sempat hanya mengandalkan mesin pompa portabel berukuran kecil.

“Kendala kita di unit yang sangat minim, awalnya hanya mengandalkan mesin portabel kecil,” katanya.

30 PERSONEL TNI TURUN

Pemadaman kemudian mendapat tambahan kekuatan ketika personel TNI yang sedang melakukan patroli melintas di sekitar lokasi.

Danyonzipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman Letkol Czi Aremal Yulidopenmo Pasju mengatakan sekitar 30 personel langsung dikerahkan bersama armada tangki air.

“Kami melintas saat patroli sore dan melihat petugas BPBD sedang memadamkan api. Sesuai instruksi pimpinan TNI dan Pangdam VI/Mulawarman untuk merespons cepat karhutla, kami langsung menggerakkan kurang lebih 30 personel beserta armada tangki air,” jelasnya.

Tambahan personel dan suplai air memperkuat upaya BPBD Kaltim dan relawan Destana Makroman yang telah berjibaku di lapangan.

Setelah penanganan berlangsung berjam-jam, api akhirnya dapat dipadamkan. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai lima hektare.

Peristiwa di Makroman menambah rangkaian kebakaran lahan yang terjadi di Samarinda selama kemarau. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api kecil berpotensi cepat merambat apabila muncul di lahan terbuka.

Letkol Aremal mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, hindari membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan. Mari kita jaga bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Pertalite Mobil di Balikpapan Tak Dibatasi Malam Hari, Hanya Dua SPBU Berlaku Khusus

0
Sales Area Manager Retail Kaltimut Pertamina Patra Niaga Narotama Aulia Fazri menjelaskan pengaturan pelayanan Pertalite untuk kendaraan roda empat di Balikpapan. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Pertamina Patra Niaga menegaskan kendaraan roda empat di Balikpapan tetap dapat membeli Pertalite pada siang hari. Pengaturan pelayanan pada malam hari hanya berlaku di dua SPBU, yakni SPBU MT Haryono dan SPBU Sepinggan, mulai 1 September 2026.

Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang setelah Pemerintah Kota Balikpapan menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 500.10.1/2094/E/SETDA terkait pengaturan penyaluran BBM bersubsidi jenis Biosolar dan Pertalite.

Sales Area Manager Retail Kaltimut Pertamina Patra Niaga Narotama Aulia Fazri mengatakan kendaraan roda empat masih dapat mengisi Pertalite pada pagi maupun siang hari di SPBU lain yang menyediakan jenis BBM tersebut.

Pengaturan khusus hanya diterapkan di SPBU MT Haryono dan SPBU Sepinggan.

“Untuk roda empat yang mengantre BBM di SPBU MT Haryono dan Sepinggan yang awalnya dari jam 06.00 sampai 22.00, kita atur menjadi jam 22.00 sampai 06.00,” ujar Narotama.

Menurutnya, perubahan waktu pelayanan merupakan hasil pembahasan bersama antara Pemkot Balikpapan, kepolisian dan Pertamina Patra Niaga.

Salah satu pertimbangannya adalah antrean panjang kendaraan, terutama di sekitar SPBU MT Haryono. Antrean tersebut dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya.

“Harapannya supaya UMKM di situ tidak terganggu lagi dengan antrean,” jelasnya.

Narotama menegaskan pengaturan itu tidak diberlakukan di seluruh SPBU Balikpapan.

“Di luar pengaturan itu semuanya SPBU yang melayani Pertalite tetap beroperasi secara normal. Hanya SPBU yang kita ubah dan kita tambah satu SPBU lagi yang melayani Pertalite roda empat,” katanya.

SPBU Sepinggan juga mulai ditambahkan sebagai lokasi pelayanan Pertalite untuk kendaraan roda empat. Sebelumnya, SPBU tersebut hanya melayani Pertalite untuk sepeda motor.

Dengan perubahan tersebut, masyarakat mendapatkan tambahan alternatif lokasi pengisian Pertalite untuk kendaraan roda empat.

Narotama kembali menegaskan tidak ada kewajiban seluruh kendaraan roda empat membeli Pertalite pada malam hari.

“Bukan seluruh SPBU di Kota Balikpapan melayani Pertalite roda empat di malam hari. Hanya pengaturan yang di MT Haryono dan Sepinggan, selain itu semuanya normal, melayani di siang hari,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga juga terus memantau kebutuhan dan ketersediaan Pertalite di Balikpapan.

Realisasi penyaluran Pertalite saat ini disebut sudah berada lebih dari dua persen di atas kuota year-to-date. Meski demikian, Pertamina menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan hingga akhir tahun.

“Sudah over 2 persen dari kuota year-to-date-nya, tapi itu masih bisa dikontrol dan kita atur supaya mencukupi sampai akhir tahun,” ujar Narotama.

Dalam Surat Edaran Wali Kota Balikpapan, pelayanan Pertalite juga ditambah di lima SPBU, yakni SPBU Teritip dan Batakan di Balikpapan Timur, SPBU Grand City di Balikpapan Utara, SPBU Gunung Bahagia di Balikpapan Selatan, serta SPBU Kebun Sayur di Balikpapan Barat.

Dengan demikian, pengaturan mulai 1 September bukan pembatasan Pertalite untuk seluruh kendaraan roda empat di Balikpapan. Kebijakan tersebut lebih diarahkan pada pengaturan antrean di dua SPBU tertentu, sementara pelayanan di SPBU lainnya tetap berlangsung normal.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Porprov Kaltim Butuh Tambahan Rp4-5 Miliar, Dispora Pangkas Belanja Nonprioritas

0
Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading saat memberikan keterangan terkait kesiapan Porprov Kaltim di Paser, Rabu (26/8/2026). (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser dipastikan tetap berjalan. Persoalan anggaran yang sebelumnya diperkirakan kekurangan Rp16 miliar kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp4-5 miliar setelah sejumlah komponen belanja dipangkas.

Dispora Kaltim melakukan penyisiran terhadap kebutuhan penyelenggaraan. Dari usulan awal tuan rumah sebesar Rp36 miliar, anggaran yang telah disetujui sebesar Rp20 miliar.

Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan dana tersebut akan difokuskan pada kebutuhan yang langsung berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan.

“Di tengah efisiensi anggaran yang juga dialami oleh berbagai provinsi lain, Dispora Kaltim berkomitmen mengalokasikan dana Rp20 miliar tersebut secara ketat pada pos-pos substansial. Pembiayaan difokuskan untuk perangkat pertandingan, honorarium panitia, konsumsi, akomodasi pokok, serta transportasi pulang-pergi ofisial dan wasit,” kata Rasman, Rabu (26/8/2026).

Sejumlah kebutuhan nonprioritas dicoret. Pengadaan sepatu, kaos, topi hingga tracksuit atau jaket tidak lagi masuk pembiayaan utama.

Honorarium juga dipangkas hingga 50 persen. Sementara transportasi kontingen akan dikoordinasikan secara kolektif menggunakan armada bersama untuk menekan biaya operasional.

Dengan skema tersebut, kebutuhan tambahan yang sebelumnya mencapai sekitar Rp16 miliar dapat ditekan menjadi Rp4-5 miliar.

TUAN RUMAH DIMINTA AJUKAN TAMBAHAN

Dispora meminta Pemkab Paser dan PB Porprov memaksimalkan potensi lokal. Sejumlah kebutuhan teknis lapangan juga diarahkan menjadi tanggung jawab penyelenggara.

“PB diminta untuk memaksimalkan potensi lokal serta menangani pembiayaan operasional teknis lapangan, seperti penyewaan tenda, sound system, podium, hingga perangkat komunikasi di arena pertandingan,” ujar Rasman.

Untuk menutup kekurangan anggaran, tuan rumah diminta segera mengajukan permohonan resmi kepada Gubernur Kaltim.

“Secara administratif, pihak tuan rumah didorong untuk segera mengajukan surat permohonan resmi kepada Gubernur Kaltim terkait tambahan anggaran yang dibutuhkan,” katanya.

Selain pendanaan, kesiapan venue masih menjadi perhatian. Dispora menyiapkan opsi memindahkan pertandingan apabila pembangunan venue suatu cabang olahraga belum selesai menjelang pelaksanaan.

Langkah tersebut dilakukan agar keterlambatan pembangunan fasilitas tidak sampai mengganggu pertandingan.

Porprov Kaltim di Paser diproyeksikan diikuti sekitar 8.000 hingga 10.000 atlet dan ofisial. Jumlah tersebut sekaligus memunculkan persoalan kapasitas akomodasi di daerah tuan rumah.

Untuk mengurangi penumpukan peserta, pertandingan dirancang berlangsung selama 14 hari. Kontingen dan cabang olahraga dapat datang serta meninggalkan Paser menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing.

Pemprov Kaltim juga telah menyalurkan hibah peralatan kepada sejumlah cabang olahraga.

Dengan efisiensi anggaran, penyelenggaraan kini diarahkan kembali pada kebutuhan utama: pertandingan dapat berjalan, venue tersedia dan kebutuhan dasar atlet maupun perangkat pertandingan terpenuhi.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Kepergok Curi Kabel Kapal, Tiga Pelaku Kabur Pakai Perahu lalu Diringkus Polisi

0
Tiga tersangka kasus pencurian kabel instalasi listrik floating crane diamankan Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda bersama sejumlah barang bukti. (Istimewa)

SAMARINDA – Aksi pencurian kabel instalasi listrik dari floating crane FC Putri Alysha di perairan Sungai Mahakam berakhir di tangan polisi. Tiga pria diamankan setelah pencurian sepanjang 190 meter itu menimbulkan kerugian sekitar Rp116,25 juta.

Ketiganya masing-masing berinisial AM, AI dan LT. Mereka diduga mencuri kabel instalasi listrik untuk mesin windlass dan kabel capstan yang terpasang di atas floating crane yang berlabuh di kawasan Balik Buaya, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kompol Heru Erkahadi mengatakan pencurian terjadi pada 12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 WITA.

Aksi pertama kali diketahui operator crane yang sedang berjaga. Ia melihat seorang pria bergerak mencurigakan di bagian buritan kapal.

“Ketika diteriaki oleh petugas jaga, pelaku langsung panik dan melarikan diri menggunakan perahu. Kru kapal kemudian melakukan pemeriksaan menyisir area buritan dan mendapati kabel instalasi listrik untuk mesin windlass serta kabel capstan sepanjang 190 meter telah terpotong dan hilang,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Akibat pencurian tersebut, PT Pelita Lestari Bahari sebagai pemilik kapal ditaksir mengalami kerugian Rp116,25 juta.

Kasus kemudian dilaporkan ke Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda pada 13 Agustus 2026. Unit Reskrim melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dan informasi di sekitar lokasi.

Titik terang diperoleh beberapa hari kemudian. Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 02.10 WITA, polisi menghentikan sebuah perahu kayu berwarna biru yang dicurigai melintas di perairan Palaran.

AI dan LT diamankan dari perahu tersebut. Polisi juga menemukan satu gunting besi berukuran besar dan tiga bilah parang.

Barang tersebut diduga digunakan untuk memotong kabel dan menunjang aksi pencurian.

Dari pemeriksaan AI dan LT, penyidik memperoleh informasi mengenai keberadaan AM yang diduga ikut terlibat. Polisi kemudian melakukan pencarian dan menangkap AM saat berada di sebuah warung di Jalan Cokro Aminoto.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui melakukan pencurian kabel secara bersama-sama.

Satu orang lain yang sebelumnya sempat diamankan bersama AI dan LT kemudian dibebaskan setelah penyidik memastikan tidak terlibat.

Polisi kini mengamankan satu unit perahu kayu berwarna biru lengkap dengan mesin penggerak, satu gunting besi besar, tiga bilah parang, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Saat ini ketiga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda untuk proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf e dan f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” tegas Heru.

Penyidikan masih berlanjut untuk melengkapi berkas perkara dan memastikan peran masing-masing tersangka dalam aksi pencurian tersebut.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Karhutla Bantuas Tembus 50 Hektare, Pembukaan Lahan Diduga Jadi Pemicu

0
Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda, Rabu (26/8/2026). Luas lahan terdampak sejak awal Agustus diperkirakan telah menembus 50 hektare lebih. (Dok. BPBD)

SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, terus meluas. Sejak awal Agustus hingga Rabu (26/8/2026), luas lahan yang terdampak diperkirakan telah menembus 50 hektare lebih.

Api tidak muncul dalam satu kejadian. Kebakaran berulang terjadi di sejumlah titik, termasuk kawasan semak belukar, lahan gambut hingga perbukitan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda bersama relawan kembali melakukan pemadaman, Rabu. Personel harus dibagi ke sejumlah sektor untuk mencegah api terus merambat.

Anggota TRC BPBD Kota Samarinda, Nusa Indah, mengatakan kebakaran di Bantuas sudah berulang kali terjadi sejak awal Agustus.

“Untuk di Bantuas ini sudah beberapa kali terjadi kebakaran lahan sejak awal Agustus. Awalnya titik api masih kecil, tetapi belakangan membesar. Ada dua kejadian besar sebelumnya yang masing-masing menghanguskan sekitar 15 hektare,” kata Nusa di lokasi.

Dua kebakaran besar itu saja telah menghanguskan sekitar 30 hektare. Di luar dua kejadian tersebut, petugas menemukan sejumlah klaster kebakaran lain dengan luasan lebih kecil.

“Jika ditotal dari kejadian awal bulan hingga titik penanganan hari ini, luas lahan terdampak di Bantuas diperkirakan sudah menembus angka 50 hektare lebih,” ujarnya.

MANUSIA DIDUGA JADI PEMICU

Temuan sementara petugas mengarah pada aktivitas manusia sebagai salah satu pemicu kebakaran. Pembukaan lahan dengan cara dibakar hingga pembakaran sampah yang ditinggalkan menjadi perhatian BPBD.

“Kebanyakan kasus yang kami tangani dipicu pembukaan lahan secara disengaja dengan cara dibakar. Ada juga warga yang membakar sampah lalu ditinggal, sehingga apinya merambat tak terkendali ke mana-mana,” kata Nusa.

Kondisi kemarau membuat vegetasi semakin kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ke semak dan lahan di sekitarnya.

Pemadaman juga menghadapi persoalan medan. Salah satu titik yang sulit dijangkau berada di kawasan Bukit Teletubbies. Kontur perbukitan membuat kendaraan tangki maupun mesin pompa tidak dapat langsung mencapai lokasi api.

Petugas terpaksa berjalan kaki membawa back pump atau tangki punggung berisi sekitar 5–10 liter air. Pemadaman kemudian dilakukan secara manual pada titik yang tidak dapat dijangkau selang.

Jarak sumber air menjadi persoalan lain. Armada harus mengisi ulang air, sementara pada saat bersamaan sejumlah titik karhutla lain di Samarinda juga membutuhkan penanganan.

Hingga Rabu, petugas masih melakukan pemadaman dan berusaha memutus jalur rambatan api. Prioritas diarahkan agar kebakaran tidak semakin meluas maupun bergerak mendekati kawasan permukiman.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Kabel Tembaga di Hunian Pekerja IKN Dicuri, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

0
Empat orang yang diamankan bersama sejumlah barang bukti dalam kasus dugaan pencurian kabel tembaga di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi IKN, Sepaku. (Dok. Kepolisian)

NUSANTARA – Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku menjadi sasaran dugaan pencurian kabel tembaga. Polisi mengamankan empat orang asal Balikpapan setelah melakukan penyelidikan atas kejadian di Tower 18 Roasmala Site 2 HPK 1, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku.

Peristiwa dilaporkan terjadi Sabtu (22/8/2026). Empat orang yang diamankan masing-masing berinisial RSW (20), K (48), RF (41), serta seorang anak berusia 16 tahun.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin mengatakan penanganan perkara masih berjalan dan seluruh proses dilakukan sesuai prosedur hukum.

“Setiap laporan yang diterima akan kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pihak terkait untuk memperjelas rangkaian kejadian,” ujar Syarifuddin dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026).

Kasus bermula ketika Polsek Sepaku menerima informasi mengenai dugaan pencurian kabel tembaga di area HPK IKN.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan pengamanan kawasan untuk mengecek lokasi. Setelah temuan awal diperoleh, pihak yang mendapat kewenangan dari Otorita IKN membuat laporan resmi kepada Polsek Sepaku.

Unit Reskrim kemudian melakukan penyelidikan hingga mengamankan empat orang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Polisi juga menyita empat gulungan kabel tembaga, satu gergaji besi, satu tang genggam, serta satu pisau kater yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian.

Akibat kejadian tersebut, Otorita IKN sebagai pihak yang mengalami kerugian disebut menderita kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.

Penyidik masih memeriksa saksi dan mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk menelusuri bagaimana kabel tersebut diambil dari kawasan HPK.

Syarifuddin mengatakan pengamanan aset dan kawasan pembangunan IKN menjadi perhatian kepolisian karena Sepaku memiliki posisi strategis dalam pembangunan ibu kota baru.

“Sepaku merupakan wilayah yang memiliki peran penting dalam pembangunan IKN. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” tegasnya.

Polisi memproses perkara tersebut menggunakan ketentuan pidana yang berlaku. Penyidik masih melengkapi alat bukti sebelum perkara dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Kepolisian juga meminta pengelola kawasan, petugas keamanan dan masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap aset di lingkungan masing-masing.

“Jangan ragu untuk melaporkan kepada kami apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana atau aktivitas yang mencurigakan. Sinergi antara kepolisian, pengelola kawasan, petugas keamanan dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Syarifuddin.

Polres PPU melalui Polsek Sepaku memastikan penanganan perkara dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Kekeringan Mengintai Sawah Kaltim, 300 Pompa Air Disebar ke Daerah Terdampak

0
Aktivitas petani di Kalimantan Timur. Pemprov Kaltim mengerahkan lebih dari 300 pompa air portabel untuk membantu lahan pertanian yang terdampak kekeringan. (Hadi Winata/Media Kaltim Network)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengerahkan lebih dari 300 unit pompa air portabel untuk mencegah kekeringan meluas di kawasan persawahan selama musim kemarau.

Pompa tersebut difokuskan untuk membantu pengairan sekitar 2.000 hektare sawah tadah hujan di Penajam Paser Utara, Paser hingga Kutai Timur.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan mengatakan pompa ditempatkan secara dinamis sesuai tingkat kebutuhan di lapangan.

“Kami telah menyebar lebih dari 300 unit pompa air yang bersifat dinamis ke berbagai lokasi yang mengalami kekeringan,” kata Fahmi, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pompa dapat dipindahkan bergantian antardaerah untuk menjangkau lahan yang paling membutuhkan pasokan air. Strategi tersebut dilakukan untuk menekan risiko puso atau gagal panen.

DPTPH Kaltim mencatat pada Juli 2026 terdapat lahan puso sekitar 25 hektare. Namun pada Agustus, kasus serupa disebut tidak lagi ditemukan.

“Pada bulan Juli 2026 memang sempat tercatat puso seluas 25 hektare, namun pada Agustus ini dilaporkan sudah tidak ada lagi kasus serupa,” ujarnya.

Selain menyediakan pompa, Pemprov juga membantu kebutuhan bahan bakar untuk operasional melalui UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim bersama BPBD berdasarkan usulan kelompok tani.

Petani juga diberikan surat rekomendasi untuk mempermudah akses terhadap BBM bersubsidi.

“Kami memberikan surat rekomendasi ke SPBU agar petani mudah mendapatkan fasilitas subsidi BBM dari Kementerian Pertanian,” katanya.

Penanganan kekeringan turut melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS). Truk tangki dikerahkan untuk membantu mengisi bendungan dan saluran irigasi yang mulai menyusut.

Fahmi juga meminta petani menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

“Kami terus mengimbau petani agar disiplin menggunakan varietas tanaman padi yang kuat terhadap kemarau,” tuturnya.

Pemprov Kaltim telah meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat koordinasi antara dinas pertanian, pekerjaan umum dan Bappeda dalam penanganan kekeringan.

Salah satu fokusnya adalah mempercepat usulan kebutuhan pompa air bawah tanah melalui aplikasi Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (Sipuri), yang masa pengajuannya diperpanjang hingga September 2026.

Pemprov juga mengusulkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu menambah pasokan air di waduk dan mendukung sistem pertanian modern.

“Kami turut mengusulkan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi waduk demi mendukung implementasi sistem pertanian cerdas,” ujar Fahmi.

Ketersediaan air menjadi kebutuhan penting dalam penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), terutama karena sistem tersebut membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Di tengah kondisi kering, petani juga diingatkan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memperluas kebakaran hutan dan lahan.

BMKG sebelumnya memperkirakan kondisi kemarau di Kalimantan masih berlangsung cukup panjang. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi dampaknya di Kalimantan Timur.

Dengan ancaman kekeringan yang masih berlangsung, Pemprov Kaltim kini fokus menjaga suplai air agar lahan pertanian tetap produktif dan risiko gagal panen dapat ditekan.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Hampir Seluruh Kecamatan di Kutim Terdampak Karhutla, Utara-Selatan Paling Dominan

0
Kepala BPBD Kutai Timur Sulastin menjelaskan perkembangan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah kecamatan. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih meluas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Hampir seluruh kecamatan dilaporkan terdampak, sementara total luasan terbaru belum dapat dipastikan karena laporan dari lapangan masih terus dihimpun.

Kepala BPBD Kutim Sulastin mengatakan angka 68,3 hektare yang sebelumnya tercatat per 22 Agustus 2026 masih bersifat sementara.

“Untuk luasan masih sementara, belum dihitung secara keseluruhan karena kejadiannya setiap kecamatan bervariasi,” ujar Sulastin, Rabu (26/8/2026).

Dalam rekap sementara per 22 Agustus, Sangatta Utara menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar, yakni 21,8 hektare. Disusul Sangatta Selatan 15,4 hektare dan Busang 8 hektare.

Kebakaran juga tercatat di Kaliorang, Kaubun, Sangkulirang, Rantau Pulung, Karangan, Batu Ampar, Kongbeng, Teluk Pandan hingga Muara Bengkal.

Namun, Sulastin menegaskan angka 68,3 hektare belum mencakup seluruh perkembangan setelah 22 Agustus. Karhutla masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah sehingga total luasan berpotensi bertambah.

“Total dari semua kecamatan juga masih bervariasi karena kejadian di setiap kecamatan juga bervariasi,” jelasnya.

Dari pemantauan BPBD, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan masih menjadi kawasan yang paling banyak menghadapi kejadian karhutla.

“Untuk sementara masih didominasi utara dan selatan. Alhamdulillah tim solid sehingga pemadaman berjalan dengan baik,” kata Sulastin.

Petugas gabungan terus dikerahkan setiap kali menerima laporan kebakaran. Penanganan tidak berhenti setelah api terlihat padam. Pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali menyala.

“Setiap pemadaman tim selalu memastikan betul-betul padam dan dilakukan pendinginan untuk meyakinkan lahan tersebut betul-betul sudah padam,” ungkapnya.

Laporan masyarakat menjadi salah satu sumber informasi penting dalam penanganan. Begitu menerima laporan atau menemukan titik api, tim langsung bergerak menuju lokasi.

Namun, kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah titik sulit dijangkau karena akses rusak dan armada pemadam tidak dapat masuk hingga mendekati lokasi.

Sumber air juga mulai menipis akibat kemarau.

“Kendala utama yakni akses yang sulit dijangkau, armada tidak bisa masuk karena jalan yang rusak dan sumber air yang sudah susah ditemui di lapangan sehingga harus bolak-balik dalam pengisian tangki,” jelas Sulastin.

Meski demikian, Sulastin memastikan personel dan armada yang tersedia masih mencukupi untuk melakukan penanganan.

Karhutla juga menjangkau sejumlah lahan gambut di Kutim, terutama di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Beberapa titik sempat terbakar, tetapi menurut BPBD luasan terdampaknya tidak terlalu besar dan sudah ditangani.

Sementara terkait kawasan perusahaan atau konsesi, BPBD hingga kini belum menerima laporan karhutla dari perusahaan.

Jumlah hotspot terbaru pada Rabu (26/8/2026) juga masih menunggu laporan tim di lapangan.

Dengan kondisi kemarau dan sumber air yang mulai sulit ditemukan, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kemunculan api sekecil apa pun.

Penanganan sejak awal dinilai penting agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan semakin sulit dikendalikan.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.