Beranda blog Halaman 30

Kapal Patroli Cepat RBB Perkuat Pengamanan Teluk Balikpapan

0
Kapal patroli jenis Rigid Buoyancy Boat (RBB) yang diterima Lanal Balikpapan untuk memperkuat pengamanan perairan. (Ist)

BALIKPAPAN — Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan menerima tambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa satu unit kapal patroli jenis Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Komandan Lanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, mengatakan kapal cepat tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat pengamanan wilayah perairan Teluk Balikpapan serta jalur laut menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kapal RBB ini baru tiba di Balikpapan dan langsung menjalani uji coba di perairan sekitar Teluk Balikpapan. Pengujian dilakukan untuk memastikan performa kapal sebelum dioperasikan secara penuh dalam mendukung tugas-tugas pengamanan wilayah laut yang menjadi tanggung jawab Lanal Balikpapan,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan kapal patroli tersebut memiliki kemampuan kecepatan tinggi. Berdasarkan spesifikasinya, kapal mampu melaju hingga 43 knot atau hampir setara dengan 80 kilometer per jam sehingga sangat efektif digunakan untuk patroli cepat di wilayah perairan.

Menurutnya, kapal tersebut baru saja tiba di Balikpapan setelah melalui proses pengiriman serta pelatihan bagi awak kapal yang akan mengoperasikannya. Pelatihan tersebut penting untuk memastikan seluruh personel memahami sistem navigasi, manuver, serta prosedur operasional kapal.

“Selain untuk patroli di perairan Teluk Balikpapan, kapal ini juga akan digunakan untuk pengamanan jalur laut Balikpapan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara,” jelasnya.

Dari hasil uji coba yang dilakukan, kapal RBB ini dinilai memiliki kemampuan manuver yang sangat baik. Kapal tetap stabil meskipun dipacu pada kecepatan tinggi dan dibelokkan secara ekstrem, baik ke arah kiri maupun kanan.

Stabilitas tersebut menjadi salah satu keunggulan yang dibutuhkan dalam operasi patroli laut, terutama untuk merespons situasi dengan cepat.

Topan menambahkan keberadaan kapal patroli ini akan semakin memperkuat kesiapsiagaan Lanal Balikpapan dalam menjaga keamanan wilayah laut di Kalimantan Timur.

“Selain fokus pada pengamanan Teluk Balikpapan dan jalur menuju IKN, kapal ini juga akan digunakan untuk patroli di seluruh wilayah kerja Lanal Balikpapan,” tambahnya.

Dengan tambahan alutsista tersebut, diharapkan pengawasan serta pengamanan aktivitas pelayaran dan perairan strategis di wilayah Kalimantan Timur dapat berjalan lebih optimal seiring meningkatnya aktivitas maritim di kawasan tersebut.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

OIKN Beri Solusi Lapak, Muslikah dan Muhammad Akhirnya Bisa Berjualan

0
Suasana pertemuan sejumlah pedagang Pasar Sepaku bersama OIKN dan Comdev terkait penempatan lapak di Pasar Segar Sepaku. (Istimewa)

NUSANTARA — Dua pedagang lama Pasar Sepaku akhirnya mendapat tempat untuk kembali berjualan di Pasar Segar Sepaku setelah difasilitasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Keduanya diberikan booth berukuran sedang yang ditempatkan di teras depan bangunan pasar baru sebagai solusi sementara.

Dua pedagang tersebut adalah Muslikah, yang berjualan jajanan tradisional, serta Muhammad T yang menjual ayam goreng tepung. Keduanya mengaku lega karena tetap bisa melanjutkan usaha mereka di lokasi pasar yang baru.

Muslikah mengatakan keputusan tersebut menjadi solusi terbaik di tengah keterbatasan lapak yang tersedia di Pasar Segar.

“Jadi tadi yang tidak dapat tempat memang ditawari booth karena tidak ada opsi lain. Soalnya tinggal booth. Tapi alhamdulillah masih bisa berjualan di Pasar Segar Sepaku,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026) malam.

Pertemuan yang membahas nasib pedagang lama tersebut berlangsung di salah satu ruangan di Masjid Negara IKN usai salat Magrib. Hadir dalam pertemuan itu Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Irjen Pol Edgar Diponegoro, serta Boyke Nugraha dari Comdev.

Dalam pertemuan tersebut diputuskan dua pedagang diberikan booth, sementara satu pedagang lain bernama Sadikan ditawarkan tempat berdagang di los kering.

Muhammad T juga mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan kepastian tempat berdagang.

“Alhamdulillah aku dan Mba Mus sudah dapat tempat untuk berjualan di pasar. Terima kasih atas bantuannya,” ucapnya.

Keduanya menilai posisi booth cukup strategis karena berada di bagian depan pasar. Mereka juga telah menandatangani pernyataan menerima solusi yang diberikan.

Namun berbeda dengan dua pedagang tersebut, Sadikan masih mempertimbangkan tawaran los kering yang diberikan oleh pihak pengelola pasar.

Menurut keluarga Sadikan, jenis dagangan alat-alat pertanian yang dijualnya tidak memungkinkan untuk setiap hari dibongkar dan dipindahkan karena sebagian besar berupa peralatan berbahan besi yang cukup berat.

“Dapat los kering, tapi kami belum kasih jawaban. Hari ini baru kumpulan lagi, kalau los bagaimana, alat pertanian itu berat besi-besi, masak tiap hari gotong-gotong,” ujar Istiqomah.

Padahal berdasarkan data awal yang dihimpun sebelum para pedagang dipanggil dalam pra rembug warga pada 5 Februari 2026, nama Sadikan tercantum pada nomor urut 63 dengan jenis dagangan alat pertanian dan keterangan kios kering.

Secara fungsi, kios dan los memiliki perbedaan. Kios biasanya berupa ruang tertutup dengan dinding dan pintu sehingga barang dapat disimpan dengan aman. Sementara los merupakan bangunan terbuka tanpa sekat yang umumnya digunakan untuk pedagang yang membutuhkan ruang terbuka.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Rumah Bunda Mulia Resmi Diluncurkan, Wadah Kepedulian bagi Ibu Tunggal dan Anak Yatim di Bontang

0
Launching Yayasan Rumah Bunda Mulia. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyambut baik kehadiran Yayasan Rumah Bunda Mulia (RBM) yang diluncurkan sebagai wadah kepedulian bagi ibu tunggal, janda, serta anak yatim di Kota Bontang.

Ketua Rumah Bunda Mulia Bontang, Farida, mengatakan lembaga tersebut hadir atas dasar kepedulian untuk membantu anak-anak yatim serta keluarga yang membutuhkan dukungan sosial.

Menurutnya, Rumah Bunda Mulia tidak hanya bergerak pada momentum tertentu seperti Bulan Ramadan, tetapi akan menjalankan berbagai program sepanjang tahun.

“Biasanya kegiatan sosial seperti ini ramai saat Ramadan saja. Tapi di Rumah Bunda Mulia kami ingin bergerak terus sepanjang tahun,” jelasnya.

Beberapa program yang akan dijalankan antara lain konseling bagi anak-anak yatim, pendampingan bagi ibu tunggal, hingga pembinaan keagamaan dan kewirausahaan untuk meningkatkan kemandirian keluarga.

Farida menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan pendataan penerima manfaat melalui sistem pendataan daring yang disebarkan melalui RT.

Dalam pendataan tersebut, informasi keluarga dicatat secara rinci, termasuk status janda karena perceraian atau meninggal dunia, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Kalau janda karena perceraian, anaknya bukan yatim, jadi yang kita santuni ibunya. Tapi anaknya tetap bisa mendapatkan konseling karena biasanya mereka menghadapi masalah psikologis akibat kondisi keluarga,” terangnya.

Saat ini, jumlah data yang telah masuk mencapai lebih dari 60 orang dan masih terus bertambah seiring proses pendataan yang berjalan.

Untuk sementara, sekretariat Rumah Bunda Mulia masih berada di kediaman Farida karena organisasi tersebut belum memiliki kantor tetap.

Ia berharap kehadiran Rumah Bunda Mulia dapat menjadi ruang kepedulian bersama bagi masyarakat, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ibu tunggal dan keluarga yatim di Kota Bontang.

“Kami ingin merangkul mereka agar tetap memiliki harapan, kekuatan, dan kesempatan untuk menata masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi atas inisiatif yayasan tersebut, yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas.

Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan seluruh warga mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga bagaimana kita memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam perjalanan pembangunan kota,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Rumah Bunda Mulia dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat jaringan kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Alternatif Hindari Balap Liar, Komunitas Berbas Squad Gelar Run Race Ramadan di Berbas Pantai

0
Kegiatan run race ramadan di Berbas Pantai. (Ist).

BONTANG – Guna menghindari dan menjauhkan dari aksi balap liar di wilayah Bontang, Komunitas Berbas Squad menggelar kegiatan Run Race Ramadhan, yang digelar di Lapangan Berbas Pantai, Jalan Sultan Hasanuddin, RT.20, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.

Kapolsek Bontang Selatan, AKP Rakib Rais mengatakan bahwa kegiatan run race ramadan ini menjadi wadah pecinta adrenalin, untuk menyalurkan hobi kompetisi secara sehat dan sportif, sehingga dapat diharapkan mengurangi potensi aksi balap liar di jalan umum yang membahayakan keselamatan.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak generasi muda untuk menyalurkan semangat kompetisi di tempat yang aman. Jangan sampai adrenalin kalian disalurkan melalui balap liar yang beresiko tinggi, terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ucapnya, Minggu (8/3/2026).

Kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Ahmadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh sponsor yang telah mendukung, atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Selain itu, dirinya berharap kegiatan Run Race Ramadan ini, dapat menjadi agenda tahunan di Kota Bontang.

Kegiatan run race ramadan ini, terdapat lomba lari dengan jarak 100 meter yang dibagi dalam dua kategori, yakni putra dan putri secara umum. Tercatat ada sebanyak 20 peserta putri, dan 40 peserta putra yang mengikuti perlombaan tersebut.

“Untuk para pemenang nantinya, bakal mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, seperti juara pertama sekitar Rp 3 juta, juara kedua Rp 1,5 juta, juara ketiga Rp 1 juta, dan juara keempat Rp 500 ribu,” jelasnya.

Saat kegiatan berlangsung, antusias masyarakat yang turut menyaksikan terbilang sangat luar biasa, dimana terdapat ratusan penonton memadati lokasi perlombaan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Rencana Beli Asrama di Jakarta, Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat kegiatan buka bersama insan pers. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana akan membeli asrama sekaligus kantor perwakilan di Jakarta. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 miliar.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa selama ini asrama dan kantor perwakilan Pemkot Bontang, yang berada di Jakarta masih berstatus sewa. Setiap tahunnya, pemerintah harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 500 juta.

“Beban sewa tersebut dinilai cukup besar. Maka jika terus dikeluarkan setiap tahunnya, tanpa menghasilkan aset bagi daerah,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Karena itu, Pemkot Bontang mempertimbangkan untuk membeli properti sendiri di Jakarta, agar pengeluaran rutin tersebut bisa dialihkan menjadi investasi aset jangka panjang.

Sehingga dengan memiliki asrama sendiri, pemerintah tidak hanya menekan biaya sewa tahunan, tetapi juga memperoleh aset tetap yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Lumayan juga kalau tiap tahun harus mengeluarkan Rp 500 juta. Kalau punya sendiri kan jadi aset daerah,” tambahnya.

Akan tetapi hingga sampai saat ini, Pemkot Bontang masih belum memastikan, kapan rencana pembelian asrama tersebut akan direalisasikan. Sebab pemerintah masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kemampuan anggaran daerah, lokasi properti, hingga nilai investasi yang dianggap layak.

“Kita lihat saja kemampuan anggaran daerah nantinya, tapi memang lebih baik kita membeli daripada terus menyewa,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelontorkan Rp 24 Miliar untuk Penggiat Agama

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi S).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan. Diketahui pemkot akan menggelontorkan sekitar Rp 24 miliar untuk para penggiat agama di Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa kenakan insentif tersebut diperuntukkan bagi kalangan yang aktif dalam kegiatan keagamaan, seperti guru ngaji, imam masjid, marbot, hingga pengurus rumah ibadah lainnya.

Jika ditotalkan secara keseluruhan untuk jumlah pengiat agama di wilayah Bontang, sekitar 2 ribu orang. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas pembinaan keagamaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para penggiat agama yang selama ini berperan penting di tengah masyarakat.

“Jadi insentifnya bakal naik jadi Rp 2 juta, yang awalnya per bulan Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 2 juta. Jadi naik Rp 900 ribu,” ucapnya, Minggu (8/3/2026).

Pemerintah menilai para penggiat agama memiliki kontribusi yang besar, dalam membangun karakter masyarakat. Serta menjaga nilai-nilai moral dan spiritual, khususnya di lingkungan keluarga dan generasi muda.

Selain sebagai bentuk apresiasi, program ini juga menjadi upaya pemerintah dalam memperkuat kehidupan religius di Kota Bontang. Terlebih, para penggiat agama dinilai menjadi garda terdepan dalam membina masyarakat, agar tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial.

“Ini nanti kirimnya langsung ke rekening si penerima, dan biasanya diberikan per tiap bulan. Maka nantinya akan dirapel per tiga bulan untuk pencairan,” tambahnya.

Pemkot Bontang berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, dan memberikan dampak positif bagi kegiatan keagamaan di seluruh wilayah kota.

Dukungan ini juga diharapkan mampu mendorong semakin banyak masyarakat, untuk aktif dalam kegiatan pembinaan keagamaan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pertamina Jamin Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026

0
Ilustrasi. (AI)

SANGATTA – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang perayaan Idulfitri 2026 dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau tidak terpancing isu kelangkaan yang berpotensi memicu aksi panic buying.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul fenomena pembelian BBM secara berlebihan yang sempat terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Padahal, Pertamina menegaskan cadangan energi nasional saat ini berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan ketahanan energi tetap terjaga selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran.

“Acuan cadangan dari pemerintah selalu menjadi ambang batas pengamanan yang harus kami pertahankan,” ujar Baron di Jakarta.

Ia menjelaskan, fluktuasi ketersediaan BBM di SPBU merupakan hal yang wajar karena adanya pergerakan suplai dan distribusi. Selama proses distribusi berjalan normal, stok BBM dipastikan tetap terjaga di level aman.

“Ini menjadi langkah mitigasi risiko sekaligus bentuk nyata komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi selama Ramadan dan periode mudik Lebaran 2026, Pertamina juga telah melakukan penguatan pasokan atau build-up stok, baik untuk BBM maupun LPG.

Seluruh proses distribusi tersebut dipantau secara ketat melalui fasilitas Pertamina Digital Hub. Teknologi ini mengintegrasikan pengawasan seluruh lini bisnis Pertamina, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga kondisi pasokan energi dapat dipantau secara real-time.

“Dengan Pertamina Digital Hub, seluruh aktivitas dan proses bisnis energi dapat kami awasi secara langsung. Jika ada potensi kendala di lapangan, bisa segera diantisipasi,” jelas Baron.

Sementara itu, jaminan ketersediaan BBM juga dipastikan di berbagai daerah, termasuk wilayah Kalimantan Timur. Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel, Hermawan Bagus Prabowo, memastikan distribusi BBM di wilayah Kutai Timur (Kutim) tetap berjalan lancar.

Menurutnya, hingga saat ini pasokan BBM di SPBU wilayah Kutim masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kami terus memastikan pasokan energi tersedia di lapangan, termasuk di Kutai Timur. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga distribusi dapat berjalan merata.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan membeli secara bijak, kita bersama-sama bisa menjaga kelancaran distribusi BBM bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kisruh Data Pedagang Pasar Sepaku, Nama Pedagang Lawas Terhapus

0
Sadikan dalam momen tahun 1980 saat berdagang di Pasar Sepaku yang lama. (Dok keluarga)

NUSANTARA — Polemik pembagian kios dan los di Pasar Segar Sepaku kembali memunculkan persoalan baru. Data calon pedagang yang sebelumnya menjadi acuan penataan pasar diduga tidak lagi menggunakan satu versi, melainkan telah muncul data baru yang membuat sejumlah nama pedagang lama justru hilang dari daftar.

Sumber yang mengetahui proses pendataan menyebutkan, data awal yang digunakan adalah daftar calon pedagang tertanggal 22 Januari 2026. Data tersebut memuat 117 nama pedagang lengkap dengan jenis dagangan serta rencana penempatan kios atau los.

Namun belakangan, setelah muncul protes dari salah satu pihak, daftar tersebut diduga mengalami perubahan.

Menurut sumber tersebut, nama-nama pedagang yang sebelumnya telah dihimpun sejak awal justru dibatalkan dan digantikan dengan nama-nama versi lain yang diajukan pihak yang melakukan protes.

“Begitu final, hilang lah nama diantaranya,” ujarnya.

Salah satu nama yang disebut ikut hilang dari daftar terbaru adalah Sadikan, pedagang lama yang telah lama berjualan di Pasar Sepaku.

Sadikan, pedagang lawas Pasar Sepaku dengan jualannya saat ini di rumahnya. (Dok keluarga)

Padahal dalam data calon pedagang tertanggal 22 Januari 2026, nama Sadikan tercatat dengan nomor urut 63. Dalam daftar tersebut ia tercantum sebagai pedagang alat-alat pertanian dengan keterangan penempatan kios kering.

Keberadaan nama Sadikan dalam data awal tersebut menunjukkan bahwa ia sebelumnya telah masuk dalam daftar calon pedagang yang akan mendapatkan lapak di Pasar Segar Sepaku.

Ketua RT 7 Sepaku, Ghani, yang turut membantu menghimpun data pedagang di wilayahnya, mengaku sejak awal telah memasukkan nama Sadikan dalam daftar yang disampaikan kepada tim pendataan.

“Dari awal nama Pak Sadikan sudah saya masukkan memang. Tapi sejak ramai ada yang protes, kacaulah semua nama-nama,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Perubahan data tersebut menambah panjang polemik pembagian kios dan los di Pasar Segar Sepaku yang belakangan ramai disorot publik. Sejumlah pedagang lama berharap persoalan pendataan ini dapat dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan kesan adanya ketidakadilan dalam proses penataan pasar.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Izin Tambang Pasir di Paser Terkendala Penolakan Perusahaan Batubara

0
Peta wilayah izin usaha pertambangan PT Seven Ant Corp. (Dok. Perusahaan)

PASER — Rencana pengembangan usaha penggalian pasir oleh PT Seven Ant Corp di Sungai Kendilo, Kabupaten Paser, menghadapi hambatan baru setelah mendapat penolakan dari perusahaan pemegang konsesi batubara di wilayah tersebut, PT Batubara Selaras Sapta (BSS).

Persoalan ini bermula ketika PT Seven Ant Corp mengajukan permohonan penggunaan sebagian wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) milik PT BSS untuk kegiatan pertambangan dengan komoditas berbeda.

PT BSS sendiri merupakan perusahaan energi berbasis batubara yang menjalankan kegiatan eksplorasi di wilayah Kabupaten Paser. Dalam surat resmi yang dikirimkan pada Februari 2026, manajemen PT BSS menyatakan menolak permohonan tersebut dengan alasan rencana pengembangan infrastruktur pertambangan di wilayah konsesinya.

“Sehingga manajemen PT BSS akan memanfaatkan seluruh potensi produk di seluruh wilayah konsesi PT BSS sesuai asas konversi pertambangan,” kata Direktur Utama PT BSS, Kartono Susanto dalam surat penolakannya.

Perusahaan tersebut juga menyebutkan bahwa mereka secara konsisten menjalankan kewajiban pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada negara setiap tahun.

Namun, pihak PT Seven Ant Corp menilai alasan penolakan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Berdasarkan kajian spasial dan peta overlay Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), lokasi yang diajukan untuk kegiatan penggalian pasir disebut tidak tumpang tindih secara operasional dengan aktivitas utama pertambangan batubara milik PT BSS.

Direktur PT Seven Ant Corp, Suhariyanto, mengaku kecewa atas penolakan tersebut. Ia menilai rencana pengembangan usaha penggalian pasir di Sungai Kendilo justru berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

“Dasar permohonan kami jelas dan tidak mengganggu kegiatan utama batubara yang dikelola PT BSS,” katanya.

Suhariyanto menjelaskan bahwa pihaknya memahami wilayah konsesi batubara PT BSS memiliki dasar perizinan yang sah. Karena itu, PT Seven Ant Corp tidak bermaksud menciptakan tumpang tindih izin sebagaimana dilarang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

Namun, menurutnya, permohonan tersebut diajukan dalam konteks pemanfaatan komoditas yang berbeda, yakni pasir dan sirtu yang secara geologis maupun operasional tidak berkaitan langsung dengan kegiatan pertambangan batubara.

“Permohonan PT Seven Ant Corp berada dalam konteks beda komoditas yaitu pasir dan sirtu yang secara geologis dan operasional berbeda dari kegiatan utama pertambangan batubara,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, Sungai Kendilo dikategorikan sebagai wilayah sungai yang kewenangan pengelolaannya berada pada pemerintah kabupaten.

Dengan demikian, secara administratif pengelolaan wilayah sungai tersebut berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Paser karena alirannya hanya melintasi satu wilayah kabupaten.

“Jadi, untuk Sungai Kendilo, kewenangan administratif menurut Permen PUPR tersebut memang berada di tangan Kabupaten Paser,” paparnya.

Atas situasi tersebut, PT Seven Ant Corp meminta Komisi XII DPR RI untuk memfasilitasi dialog dan mediasi dengan PT Batubara Selaras Sapta agar persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Ini langkah konstitusional kami untuk memperoleh kepastian hukum dan ruang dialog yang adil dalam kerangka tata kelola pertambangan nasional,” kata Suhariyanto.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang kerja sama maupun skema teknis lain yang memungkinkan kedua perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha tanpa saling mengganggu.

“Perusahaan berharap proses ini dapat menghasilkan solusi yang berkeadilan, proporsional dan memberi manfaat bagi negara, daerah, serta dunia usaha,” pungkasnya.

Pewarta: TB Sihombing
Editor: Agus S

Kisruh Lapak Pasar Segar Sepaku, Pedagang Diundang Buka Puasa Bersama

0
Lokasi Pasar Segar Sepaku yang kini berdiri di kawasan yang sebelumnya menjadi lapak pedagang lama. (Atmaja Riski)
NUSANTARA — Polemik pembagian kios dan los di Pasar Segar Sepaku yang belakangan ramai disorot publik mulai memicu respons dari pihak terkait. Sejumlah pedagang yang sebelumnya dilaporkan tidak mendapatkan lapak kini diundang untuk menghadiri pertemuan guna membahas persoalan tersebut.
Informasi mengenai pertemuan itu beredar melalui pesan WhatsApp yang diterima sejumlah pedagang pada Sabtu (7/3/2026) sore. Dalam undangan tersebut, para pedagang diminta hadir pada pukul 18.00 WITA di Masjid Negara untuk mengikuti buka puasa bersama sekaligus membahas persoalan lapak pasar.
Berikut isi undangan yang beredar di kalangan pedagang:
“Yth Bapak dan Ibu berkenan untuk hadir pada undangan kami di Masjid Negara Jam 18.00 WITA untuk:
1.Buka puasa bersama
2.Membahas tentang lapak pasar
Demikian undangan ini kami sampaikan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.”
Muslikah, salah satu pedagang yang sebelumnya mengaku tidak mendapatkan kios di Pasar Segar Sepaku, mengaku menerima undangan digital tersebut. Awalnya ia sempat meragukan keabsahan informasi itu sebelum akhirnya mencoba memastikan kebenarannya.
Menurut Muslikah, undangan tersebut dikirim oleh salah satu pihak yang terlibat dalam pengurusan pembangunan pasar.
“Saya akan hadir pak. Semoga ada solusi di pertemuan nanti,” tegas pemilik kios “Warung Mba Mus” itu.
Pertemuan ini menjadi perhatian karena sebelumnya sejumlah pedagang lama mengeluhkan tidak mendapatkan kios atau los di pasar baru meskipun mereka telah terdaftar dalam data calon pedagang.
Terpisah, Deputi Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, membenarkan adanya undangan pertemuan tersebut.
“Iya, beberapa orang kan,” jelas Alimuddin saat dikonfirmasi Media Kaltim pada Sabtu sore (7/3/2026).
Para pedagang berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang dialog yang menghasilkan solusi atas persoalan pembagian lapak yang selama ini menjadi polemik.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S