Beranda blog Halaman 30

MHU–ESDM Jangkau Desa Terdampak Gempa Manggarai, Air Bersih hingga Obat Disalurkan

0
ERT PT Multi Harapan Utama bersama tim ESDM menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. (Dok MHU)

MANGGARAI – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, menerjunkan Emergency Response Team (ERT) untuk membantu penanganan dampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Bergerak bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tim tidak hanya membawa bantuan logistik. Personel medis dan rescuer juga diterjunkan untuk pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, pencarian, pertolongan hingga evakuasi.

ERT MHU tiba di Labuan Bajo, Kamis (20/8/2026), kemudian bergerak melalui jalur darat menuju Posko ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reok.

Setelah berkoordinasi dengan unsur penanggulangan bencana, tim memetakan kebutuhan masyarakat dan mulai mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak.

Tiga desa menjadi sasaran penyaluran logistik, yakni Desa Lemarang, Desa Robek dan Desa Paralando di Kecamatan Reok.

Bantuan mencakup kebutuhan tempat tinggal sementara, bahan pangan, perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan kebersihan.

Sebanyak 50 lembar terpal, 30 selimut dan 20 tikar disalurkan untuk membantu kebutuhan tempat tinggal sementara warga. Bantuan lainnya berupa bahan pangan, perlengkapan kebersihan serta kebutuhan bayi dan perempuan, termasuk popok bayi, pembalut, minyak telon dan susu formula.

Penyaluran dilakukan hingga ke desa agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di sekitar posko utama.

Pelayanan kesehatan juga menjadi prioritas. Tim medis MHU memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan di Desa Watu Tango serta Posko 2 ESDM Siaga Bencana.

Obat-obatan dan perlengkapan medis turut diserahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

Di Desa Dampe, Kecamatan Lamba Leda, ERT MHU membantu pengadaan tandon dan pemasangan instalasi air untuk posko kesehatan dan dapur umum.

Personel rescuer MHU juga terlibat dalam kegiatan SAR serta membantu mengevakuasi barang milik warga dari rumah-rumah terdampak.

Sementara di Dusun Nangkas, Desa Paralando, selain menyalurkan logistik, tim memberikan dukungan psikososial atau trauma healing kepada masyarakat.

Koordinasi penanganan dilakukan lintas unsur. ERT MHU mengikuti pembahasan bersama rombongan Staf Khusus Menteri ESDM Komjen Pol. (Purn.) Rudy Sufahriadi di Desa Watu Tango dan Posko 2 ESDM.

Tim medis MHU juga mendatangi kapal bantu rumah sakit TNI AL KRI dr. Soeharso-990 untuk berkoordinasi terkait dukungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama Kemal Djamil Siregar mengatakan kecepatan dan ketepatan menjadi kunci ketika tim diterjunkan ke wilayah bencana.

“Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan respons menjadi sangat penting. ERT MHU harus selalu siap bergerak bersama ESDM dan unsur terkait, hadir langsung di lokasi, serta melihat kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujar Kemal.

Menurutnya, bantuan diarahkan sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

“Prioritas kami adalah memberikan dukungan yang benar-benar dibutuhkan, mulai dari layanan kesehatan, evakuasi, air bersih, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar lainnya,” katanya.

Kemal menegaskan kesiapan tim tanggap darurat tidak hanya ditentukan kemampuan teknis penyelamatan. Koordinasi dengan berbagai unsur dan kemampuan beradaptasi terhadap situasi lapangan juga menentukan efektivitas penanganan.

“Kami berharap kehadiran ERT MHU dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Setiap dukungan harus diberikan secara responsif, cekatan, dan terkoordinasi agar bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Keterlibatan ERT MHU bersama ESDM menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, tenaga medis, personel penyelamat dan perusahaan dalam penanganan bencana di Manggarai. (adv)

Editor: Agus S.

PLN Lanjutkan Sinergi dengan Kejati Kalsel, Dukung Kelancaran Pembangunan Ketenagalistrikan

0
PLN UIP KLT bersama jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan saat melakukan audiensi di Kantor Kejati Kalsel, Banjarbaru.

BANJARBARU — PT PLN (Persero) melanjutkan sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan melalui audiensi bersama Kepala Kejati Kalsel, Sukarman Sumarinton, S.H., M.H., di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru, Rabu (26/8). Pertemuan ini merupakan langkah berkesinambungan koordinasi yang telah terjalin sekaligus momentum memperkuat komunikasi dalam mendukung pembangunan ketenagalistrikan di Kalimantan Selatan.

Sukarman Sumarinton resmi menjabat sebagai Kepala Kejati Kalimantan Selatan setelah dilantik oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada 11 Agustus 2026, menggantikan Tiyas Widiarto, S.H., M.H. Pergantian tersebut menjadi bagian dari dinamika kelembagaan Kejaksaan dan agenda audiensi tersebut dilakukan untuk menyambung serta melanjutkan berbagai kolaborasi dan sinergitas yang telah terjalin dalam upaya penyediaan dan peningkatan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.

Audiensi dihadiri Kepala Kejati Kalsel, Wakil Kepala Kejati Kalsel, Asdatun beserta jajaran, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) Dewanto, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), serta General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan) beserta jajaran dari masing-masing unit.

Kehadiran tiga unit PLN tersebut mencerminkan keterkaitan proses ketenagalistrikan yang berlangsung secara menyeluruh, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyaluran melalui jaringan transmisi, hingga distribusi tenaga listrik kepada masyarakat dan pelanggan.

Bagi PLN, audiensi ini bukan merupakan awal dari hubungan dengan Kejati Kalsel. Koordinasi telah dilakukan sebelumnya untuk mendukung berbagai agenda ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Selatan. Pertemuan kali ini menjadi langkah lanjutan dalam menjaga kesinambungan komunikasi sekaligus penyelarasan kebutuhan koordinasi dengan jajaran Kejati Kalsel di bawah kepemimpinan baru.

General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, mengatakan sinergi yang telah terjalin perlu terus dijaga agar dapat memberikan dukungan yang semakin baik terhadap pelaksanaan pembangunan ketenagalistrikan.

“Sinergi yang sudah terbangun tentu akan terus kami lanjutkan. Dengan adanya kepemimpinan baru di Kejati Kalsel, kami berharap komunikasi dan koordinasi yang selama ini berjalan dapat semakin kuat,” ujar Dewanto.

Dalam audiensi tersebut, PLN menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan diperlukan kolaborasi dan sinergitas dengan para pemangku kepentingan. Aspek tersebut mencakup pengawalan proses pembangunan, mitigasi potensi risiko hukum, hingga penyelesaian berbagai kendala yang dapat memengaruhi kelancaran pekerjaan di lapangan.

Koordinasi tersebut penting karena pembangunan infrastruktur kelistrikan memiliki keterkaitan langsung dari kesiapan sistem transmisi dan distribusi. Infrastruktur yang dibangun harus dapat terintegrasi dengan sistem penyaluran agar manfaatnya dapat diteruskan secara optimal kepada masyarakat, pelanggan, maupun sektor produktif.

Selain aspek pembangunan, keberlanjutan koordinasi juga dibutuhkan dalam mendukung keandalan penyaluran dan distribusi tenaga listrik. Dengan demikian, penguatan komunikasi antar lembaga tidak hanya mendukung penyelesaian persoalan, tetapi juga membantu memastikan berbagai proses dapat termitigasi dan tertangani secara tepat.

“Bagi kami, koordinasi sejak awal penting agar setiap proses pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan potensi kendala di lapangan dapat diantisipasi dengan baik,” tambah Dewanto.

Selain itu, Kajati Kalsel juga menyampaikan dukungan untuk melanjutkan sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin. Mitigasi dan penanganan permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan perlu dikawal agar dampaknya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Hubungan kerjasama antara Kejaksaan dengan PLN sudah terjalin lama. Kami siap mendukung proses pembangunan yang dilaksanakan oleh PLN agar dapat selesai tepat waktu dan segera dapat menunjang aktivitas masyarakat”, ujar Sukarman.

Melalui audiensi ini, PLN dan Kejati Kalsel diharapkan dapat melanjutkan komunikasi yang telah terbangun sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan dalam pembangunan ketenagalistrikan ke depan.

Bagi PLN, kesinambungan sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur, penyaluran, dan distribusi tenaga listrik di Kalimantan Selatan dapat berjalan secara efektif, optimal, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pada akhirnya, penguatan kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung keandalan listrik sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan. (Bom)

Patroli Lahan Kosong Ditingkatkan, Pemkot Bontang Petakan Kawasan Rawan Karhutla

0
Salah satu kebakaran hutan di wilayah Kota Bontang. (istimewa)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau. Patroli dilakukan bersama Kodim serta perangkat pemerintahan di tingkat kelurahan.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, patroli menyasar sejumlah lahan kosong atau lahan tidur yang dinilai berpotensi menjadi lokasi munculnya kebakaran.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap potensi titik api dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.

“Sudah patroli terus mereka untuk mengantisipasi dan memitigasi. Kalau ada yang muncul, cepat bisa ditangani kalau ada patroli,” ujar Agus Haris.

Ia menyebut koordinasi antara pemerintah daerah, Kodim, dan jajaran kelurahan telah berjalan. Masing-masing lurah juga diminta memperhatikan keberadaan lahan kosong di wilayahnya.

Selain patroli, Pemkot Bontang juga telah melakukan pemetaan terhadap kawasan yang dianggap rawan kebakaran. Ia menyebut wilayah yang menjadi perhatian utama berada di sisi barat Kota Bontang.

“Sepanjang Jalan Bontang Lestari mulai dari depan rumah sakit. Sepanjang itu lahan kita yang berpotensi untuk kebakaran. Jadi di situ saja kita pantau,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama pembakaran sampah maupun material lain, yang berpotensi memicu api merambat ke area sekitar.

Ia menegaskan, apabila pembakaran terbukti dilakukan secara sengaja, maka dapat dikenakan sanksi. Sementara kejadian yang tidak disengaja akan ditindaklanjuti melalui pembinaan dan imbauan.

“Kalau memang ada unsur kesengajaan membakar, itu wajib sanksi. Tapi kalau tidak disengaja, tinggal kita bina,” pungkasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Rencanakan Taman Makam Pahlawan, Wacana Dibangun di Bontang Lestari

0
Ilustrasi Taman Makam Pahlawan. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana menyiapkan Taman Makam Pahlawan (TMP), sebagai bentuk penghormatan bagi anggota TNI maupun warga yang gugur dalam menjalankan tugas.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan rencana tersebut kembali mencuat setelah adanya anggota TNI asal Bontang yang mendapat tugas ke wilayah perbatasan. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan tempat pemakaman yang layak, apabila nantinya ada putra daerah yang gugur saat bertugas dan ditetapkan sebagai pahlawan.

“Kalau mereka bertugas kemudian gugur pada waktu bertugas, bisa jadi pahlawan. Dia akan kembali ke Bontang dan punya tempat rest in peace-nya di Taman Makam Pahlawan,” ujarnya.

Neni menyebut salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah kawasan Bontang Lestari. Pemerintah melihat peluang memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu membangun kawasan baru dari awal.

Menurutnya, keberadaan TMP masih memungkinkan ditempatkan dalam kawasan RTH. Penataan nantinya dapat dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti prasasti, simbol Pancasila hingga lokasi untuk upacara.

“Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Taman Makam Pahlawan juga termasuk kategori ruang terbuka hijau. Jadi sangat memungkinkan,” katanya.

Neni menginginkan pembangunan tersebut dapat direalisasikan secepatnya. Namun, jika tidak memungkinkan dimasukkan dalam perubahan anggaran 2026, pembangunan kemungkinan diarahkan pada 2027.

Ia memperkirakan kebutuhan lahan TMP idealnya lebih dari dua hektare. Selain untuk kebutuhan pemakaman, lahan tersebut diharapkan cukup untuk fasilitas pendukung dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kadiskes Sebut Karhutla Meningkat tapi Belum Berdampak ke ISPA

0
Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati. (Dwi S).

BONTANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang meningkatkan kewaspadaan, menyusul meningkatnya kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sepanjang Agustus 2026.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan bahwa kewaspadaan saat ini sangat perlu ditingkatkan, karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), telah mengeluarkan peringatan dini terkait periode kemarau dan meningkatnya kejadian karhutla di sejumlah wilayah.

“Bontang memang perlu meningkatkan kewaspadaan, karena sepanjang Agustus 2026 ini, sudah terjadi beberapa kejadian karhutla di beberapa daerah, salah satunya di Sekambing,” ujar Toetoek saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

Meski demikian, Toetoek menegaskan ke masyarakat maupun pemerintah, hal ini tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Bontang disebabkan oleh karhutla.

Menurutnya, kasus ISPA di wilayah Bontang masih menunjukkan tren yang relatif sama seperti bulan sebelumnya. Untuk memastikan adanya hubungan antara karhutla dan peningkatan ISPA, sangat diperlukan analisis terhadap sejumlah indikator secara bersamaan.

Di antaranya seperti tren kasus ISPA harian atau mingguan di seluruh Puskesmas wilayah Bontang, data kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), arah dan kecepatan angin, hingga sebaran asap.

Selain itu, lokasi kejadian karhutla juga perlu dibandingkan dengan wilayah kerja puskesmas, serta pola kasus ISPA yang terjadi. Kelompok rentan seperti balita, anak sekolah, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan juga menjadi perhatian untuk saat ini.

“Perlu hati-hati menginterpretasikan antara karhutla dengan ISPA. ISPA memiliki banyak faktor penyebab, bukan hanya asap karhutla saja,” jelasnya.

Maka Toetoek menjelaskan, indikasi dampak karhutla terhadap kesehatan akan lebih kuat, apabila dalam kurun waktu tiga hingga tujuh hari terjadi kebakaran, disertai penurunan kualitas udara yang signifikan dan peningkatan kunjungan pasien ISPA, khususnya di wilayah yang berada dalam arah sebaran asap.

“Kalau terjadi kebakaran hutan dan terlihat signifikan dengan data kualitas udara bersamaan dengan peningkatan kunjungan ISPA, terutama pada wilayah yang berada di arah sebaran asap, maka kita sudah mempunyai dasar epidemiologis yang lebih kuat untuk menyatakan, adanya kewaspadaan dampak karhutla terhadap kesehatan,” jelasnya.

Sehingga, untuk mengantisipasi dampak asap apabila kualitas udara memburuk, Dinkes Bontang sangat mengimbau ke masyarakat agar bisa mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan menggunakan masker yang sesuai saat berada di luar, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup ventilasi rumah apabila asap mulai masuk.

“Terlebih lagi, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk,” tambahnya.

Sementara itu untuk saat ini, Dinkes Bontang belum membagikan masker kepada masyarakat Toetoek menyebutkan langkah tersebut belum dilakukan, karena belum terdapat indikasi penurunan kualitas udara di Bontang yang disebabkan oleh karhutla.

“Belum ada pembagian masker, karena belum ada indikasi penurunan kualitas udara akibat karhutla,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dua Pengedar Sabu Diamankan di Berbas Tengah, Polisi Sita 9 Bungkus Seberat 3,62 Gram

0
Ilustrasi penangkapan kedua terduga pengedar sabu di Berbas Tengah. (AI).

BONTANG — Satresnarkoba Polres Bontang kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu, di wilayah Kota Bontang. Dua orang pria diduga sebagai pengedar, telah berhasil diamankan petugas di Jalan Berlian, RT.16, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto, mengatakan bahwa pihaknya mengamankan dua terduga pengedar narkotika jenis sabu, yakin berinisial HM (37) dan AAS (47).

Dalam kasus pengungkapan tersebut, dari tangan keduanya, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

“Barang bukti yang diamankan, ada sembilan bungkus plastik bening berisi kristal diduga sabu dengan berat 3,62 gram,” ungkapnya, Rabu (26/8/2026).

Selain itu, polisi juga turut menyita dua kotak rokok merek Marlboro, satu bundel plastik klip bening, satu unit handphone, satu alat hisap atau bong, satu sedotan runcing, satu pipet kaca, serta uang tunai sebesar Rp300 ribu.

Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya Satresnarkoba Polres Bontang dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya sabu, yang masih menjadi perhatian aparat penegak hukum.

“Kini, kedua terduga beserta barang bukti kemudian diamankan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Hingga sampai saat ini pihak kepolisian juga masih mendalami asal-usul barang haram tersebut, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredarannya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

“Pelangi Bunda”, Langkah Baru Badak LNG Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan

0
Kegiatan AKAR RANTING garapan Badak LNG untuk ibu-ibu hamil. (Ist)

BONTANG – Kehamilan sering kali dibayangkan sebagai masa-masa penuh kebahagiaan. Namun, bagi sebagian ibu hamil
dengan risiko tinggi, hari-hari menuju persalinan diwarnai rasa cemas dan beban emosional yang tak terlihat.

Memahami bahwa kesehatan janin berawal dari ketenangan raga dan jiwa sang ibu, Badak LNG menghadirkan pendekatan baru dalam program AKAR RANTING (Aksi Bersama Kolaborasi Atasi Stunting) tahun 2026, yang sejalan dengan program Pemerintah Kota Bontang untuk mengatasi stunting.

Mengusung tema “Pelangi Bunda” atau Pendampingan Langkah Bunda Menuju Generasi Hebat, program tahun ini memfokuskan perhatian pada masa awal kehidupan, yakni sejak dalam kandungan dengan mendampingi 20 ibu hamil risiko tinggi.

Tak hanya itu, bila penyelenggaraan AKAR RANTING di tahun-tahun sebelumnya berfokus pada wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan 1, kini program tersebut memperluas
cakupan wilayahnya ke area kerja Puskesmas Bontang Selatan 2.

Perluasan ini menyasar ibu hamil di
Kelurahan Berbas Pantai dan Berbas Tengah.
Program tersebut berjalan sejak 31 Juli hingga penutupan pada 20 Agustus 2026, yang mengajak para ibu hamil menyelami rangkaian kegiatan yang holistik.

Para peserta dibekali berbagai informasi dan
pengetahuan melalui sosialisasi terkait nutrisi sehat dan kelas senam kehamilan. Tak hanya itu, peserta juga diajak merawat kesehatan mental bersama psikolog Laela Siddiqah, M.Psi.

Sebagai pelengkap, sosialisasi
materi perencanaan keluarga berencana pun turut diberikan.

Atas upaya perusahaan melalui program ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, drg. Toetoek Pribadi Ekowati memberikan apresiasi. “Kami mengucapkan terima kasih pada CSR Badak LNG atas sinergi dan kolaborasinya dalam rangka ikut bersama pemenuhan kesehatan masyarakat Bontang yang meliputi kelas ibu hamil, pendampingan ibu hamil, aksi menangani stunting, dan gerakan masyarakat sehat mandiri,” ungkapnya.

Melalui program AKAR RANTING 2026, Badak LNG terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah dan instansi kesehatan, guna menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Sebab, pencegahan stunting untuk jangka waktu panjang, harus dimulai dari merawat kebahagiaan dan kesehatan
para ibu yang sedang memperjuangkan kehidupan baru. (Rls/adv)

Editor: Yusva Alam

Kemarin, Tiga Kasus Kerhutla Terjadi dalam Sehari di Bontang

0
Kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Bontang. (Ist).

BONTANG – Tiga kejadian kebakaran hutan lahan (karhutla) terjadi dalam waktu sehari di wilayah Kota Bontang, Selasa (25/8/2026). Kondisi cuaca panas dan lahan yang kering, menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, mengatakan bahwa saat timnya mendapatkan informasi terjadi kebakaran petugas bergerak cepat, langsung menangani tiga lokasi kebakaran tersebut untuk mencegah api meluas, terutama ke arah pemukiman warga.

Kebakaran pertama terjadi di wilayah Bontang Lestari, tepatnya di Pagung, sekitar pukul 13.07 Wita. Penanganan dilakukan dengan dukungan Pos Bonles. Selanjutnya, kebakaran lahan yang kedua sekitar pukul 14.10 Wita, dimana petugas kembali dikerahkan ke wilayah Kusnodo dengan dukungan dari Mako Damkar.

Sementara itu, untuk kasus kejadian kebakaran lahan yang ketiga berlangsung di wilayah yang sama, di daerah Bonles, tepatnya di Nyerakat Kampung, dan proses pemadaman mendapat dukungan dari tim Damkar di Pos Bonles.

“Api yang mulai merambat ke pemukiman langsung dijinakkan lewat penyiraman dan pendinginan. Alhamdulillah, semua kejadian telah berhasil ditangani dengan aman tanpa kendala,” ujar Amiluddin, Rabu (26/82026).

Dalam penanganan di lapangan, petugas melakukan penyiraman sekaligus pendinginan pada area yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali, api yang berpotensi merambat ke area sekitar.

Mengenai banyaknya lahan yang terbakar di wilayah Bontang, Amiluddin mengingatkan ke masyarakat agar bisa meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.

“Cuaca panas dan lahan kering merupakan kombinasi yang rawan kebakaran. Mari kita sama-sama jaga lingkungan dan jangan membakar lahan sembarangan,” katanya.

Disdamkartan Bontang menyampaikan agar seluruh masyarakat bisa segera melaporkan, apabila melihat adanya titik api atau terjadinya kembali kebakaran lahan. Agar dapat ditangani sedini mungkin, sebelum meluas dan mengancam pemukiman, maupun fasilitas di sekitarnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Cegah Api Merambat ke Pemukiman, Damkar Tangani Kebakaran Lahan di Bontang Lestari

0
Kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Bonles. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang menangani kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Letjend Urip Sumoharjo, RT 12, Segendis, Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (25/8/2026) malam.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran lahan, yang dimana api dan asapnya mulai merambat menuju kawasan permukiman warga.

“Benar ada laporan masuk, jadi kami terimanya melalui telepon di pukul 21.52 Wita. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Amiluddin, Rabu (26/8/2026).

Saat petugas menangani kebakaran tersebut, pihaknya langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam dari Pos Bonles, satu unit mobil suplai, serta kendaraan motor pribadi petugas.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan penyiraman dan pendinginan terhadap area yang terbakar, guna mencegah api kembali membesar dan merambat lebih jauh ke arah rumah warga.

“Fokus utama kami adalah memutus penyebaran api dan melakukan pendinginan, agar tidak merambat ke permukiman. Penanganan berjalan dengan baik dan berhasil,” ujarnya.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga Rabu (26/8/2026) dini hari dan dinyatakan selesai sekitar pukul 00.02 Wita. Dalam kejadian tersebut, objek yang terbakar berupa lahan, sementara tidak terdapat kendala berarti selama proses penanganan.

“Kemungkinan sekitar kurang lebih 2 jam penanganan api di lokasi kebakarannya,” ungkapnya.

Amiluddin mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan, apabila melihat adanya titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Kalau masyarakat melihat adanya api atau asap dari lahan, segera laporkan saja. Penanganan lebih cepat akan membantu mencegah api meluas dan membahayakan permukiman,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

24 Peserta Meriahkan Pawai Kemerdekaan di Loktuan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb26agt2026/mobile/