Beranda blog Halaman 31

Pardana Mardiyana Pimpin BKL-BSD Periode 2026-2029

0
Pelantikan Kepala BKL-BSD periode 2026-2029 (Kiri). (istimewa)

BONTANG – Pardana Mardiyana resmi menjadi Ketua Badan Koordinasi Lingkungan Bukit Sekatup Damai (BKL-BSD) periode 2026-2029. Ia menggantikan Supriyadi yang memimpin periode 2023-2026.

Dalam kepengurusan baru, Pardana membawa visi mewujudkan BKL-BSD yang profesional, transparan, kolaboratif, dan responsif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, harmonis, serta berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah misi disiapkan, di antaranya membangun tata kelola BKL yang terbuka dan akuntabel, memberikan pelayanan profesional dan responsif kepada warga, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan.

Pardana juga akan memperkuat kolaborasi antara pengurus, warga, RT, tokoh masyarakat, dan pemuda. Program inovatif yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga juga menjadi bagian dari arah kepengurusan baru.

Ia mengatakan program kerja akan dibagi dalam tiga tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Program rutin seperti pengamanan dan kebersihan lingkungan tetap dilanjutkan, termasuk peningkatan fasilitas umum.

Sementara itu, Ketua BKL-BSD periode sebelumnya, Supriyadi, menyampaikan terima kasih kepada warga, tokoh masyarakat, ketua RT, serta stakeholder yang selama ini mendukung kegiatan BKL-BSD.

Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa BKL-BSD semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dukungan juga disampaikan Ketua Karang Taruna BSD, Alan Yuda Pratama. Ia menilai sinergi antara Karang Taruna, pengurus BKL-BSD, dan seluruh warga menjadi pondasi penting untuk kemajuan lingkungan.

Alan menyebut kegiatan HUT Kemerdekaan RI yang digelar warga BSD pada 15-17 Agustus lalu, turut menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga.

Di sisi lain, Pardana menyebut kondisi Jalan Bawang menjadi salah satu perhatian kepengurusan baru. Jalan tersebut mengalami penurunan yang disebut berkaitan dengan beban berlebih dari kendaraan bus.

“Benar itu akan menjadi prioritas kami. Kami akan berupaya berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan dan apabila memungkinkan dengan pemerintah untuk perbaikan jalan tersebut,” ujarnya.

Diketahui, BKL – BSD merupakan organisasi yang bertindak sebagai wadah pengurus atau lembaga koordinasi warga, yang mengelola berbagai kepentingan sosial, kebersihan, ketertiban, fasilitas umum, serta lingkungan di kawasan Perumahan BSD, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Masuk Desil 6-10, Warga Bontang Tetap Dapat Perlindungan BPJS Kesehatan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan warga yang masuk dalam kelompok desil 6 hingga 10 tetap mendapat perlindungan layanan kesehatan, meski kelompok tersebut tidak lagi masuk dalam kategori penerima bantuan pemerintah pusat.

Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni mengatakan pemerintah daerah memiliki pertimbangan tersendiri dalam menyikapi data desil tersebut. Menurutnya, warga yang masuk desil 6-10 tidak seluruhnya dapat dianggap sudah berada dalam kondisi ekonomi yang benar-benar aman.

“Bukan orang miskin, tapi kita masukkan dalam kategori rentan miskin,” katanya.

Karena itu, Pemkot Bontang tetap mengalokasikan anggaran untuk kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang masuk kelompok tersebut.

Neni menyebut anggaran yang disiapkan Pemkot Bontang untuk program BPJS Kesehatan pada 2026, mencapai sekitar Rp25 miliar. Jika cakupan perlindungan diperluas kepada warga desil 6-10, kebutuhan anggaran diperkirakan bertambah sekitar Rp3 miliar.

“Kalau kita tambah lagi desil itu yang dikeluarkan, kalau tambah Rp3 miliar berarti insyaallah Rp28 miliar,” ujarnya.

Menurut Neni, kebijakan tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah mencegah munculnya masyarakat miskin baru, ketika terjadi persoalan yang berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga.

Ia mencontohkan pekerja sektor informal yang kehilangan pencari nafkah utama akibat meninggal dunia. Dengan adanya perlindungan melalui jaminan sosial, keluarga yang ditinggalkan masih memiliki bantuan untuk menghadapi kondisi tersebut.

Neni juga menilai pembiayaan jaminan kesehatan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menyebut klaim pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah pada tahun sebelumnya, bahkan mencapai sekitar Rp88 miliar.

“Artinya ada asas manfaat yang dinikmati oleh masyarakat. Pemerintah hadir ketika kita memberikan pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, apalagi kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Agus Haris Soroti Tunggakan Bontang Transport, Kapal Roro Terancam Disita

0
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang meminta PT Bontang Transport segera menyelesaikan persoalan hukum, yang membuat Kapal Roro terancam disita. Pemkot bahkan telah menyampaikan surat kepada pengadilan, sebagai bentuk keberatan sekaligus meminta penundaan proses penyitaan.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan langkah tersebut diambil untuk melindungi aset daerah, yang sebelumnya diberikan kepada anak perusahaan Perumda AUJ (Perusahaan umum daerah Aneka Usaha dan Jasa), yakni Bontang Transport.

Menurutnya, Kapal Roro tersebut sejak awal diharapkan dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kegiatan operasional dan penyewaan.

“Harapan kita pemerintah memberikan alat itu untuk mendapatkan PAD, sebagai salah satu sumber pendapatan daerah,” katanya.

Namun, ia menyayangkan pengelolaan aset tersebut justru berujung pada persoalan hukum, hingga muncul ancaman penyitaan. Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan pemerintah daerah.

“Pemerintah sangat kecewa dengan hal itu. Bukannya kita selama puluhan tahun ini mendapatkan pendapatan di situ, tapi ujung-ujungnya malah mau ditarik,” ujarnya.

Ia meminta Direktur Bontang Transport saat ini tidak lagi menunda penyelesaian persoalan dengan PT Gelora Kaltim. Menurutnya, tunggakan yang tidak segera diselesaikan justru akan terus bertambah karena adanya denda.

“Jangan melihat direktur yang lama atau direktur yang sekarang. Selesaikan itu barang. Sampaikan bahwa kami siap untuk menyelesaikan tunggakan itu, tanggung jawab itu, tuntutan itu,” tegasnya.

Ia menyebut pemerintah daerah siap mengambil posisi sebagai mediator antara Bontang Transport dan PT Gelora Kaltim. Langkah tersebut dinilai penting, agar persoalan tidak berlarut-larut dan berujung pada penyitaan aset.

Agus juga menyoroti persoalan tersebut, yang telah berlangsung sejak 2012. Dalam perjalanannya, nilai kewajiban disebut telah membengkak hingga lebih dari Rp50 miliar.

“Kalau dihitung-hitung dari dulu sampai sekarang sudah Rp50 miliar lebih,” ungkapnya.

Kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius manajemen Bontang Transport. Apalagi Kapal Roro masih memiliki aktivitas penyewaan dan semestinya dapat menghasilkan pendapatan.

“Harusnya ada pendapatan. Tapi ini tidak memberikan dampak nyata kepada penambahan PAD kita. Ini malah masalah yang tiba-tiba kemudian muncul,” katanya.

Ia menegaskan persoalan tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena semakin lama ditunda, beban yang harus diselesaikan juga semakin besar.

Pemkot Bontang berharap Bontang Transport segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, sehingga aset daerah yang melekat pada kapal Roro dapat tetap terlindungi dan tidak berujung pada penyitaan.

Pemkot Bontang sebelumnya telah memasukkan berkas ke Pengadilan Negeri, untuk menggugat PT Gelora Kaltim dengan nomor perkara 32/Pdt.Bth/2026/PNBon yang diajukan pada 13 Agustus 2026.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

24 Peserta Meriahkan Pawai Kemerdekaan di Loktuan, dari Anak PAUD hingga Orang Dewasa

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris beserta Lurah Loktuan, Sunyk Widiarsih saat menghadiri pawai kemerdekaan. (Dwi S).

BONTANG – Sebanyak 24 peserta ambil bagian dalam pawai kemerdekaan yang digelar di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Peserta pawai berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), organisasi masyarakat, paguyuban, hingga perwakilan Rukun Tetangga (RT) dan masyarakat umum.

Lurah Loktuan, Sunyk Widiarsih, mengatakan bahwa keterlibatan berbagai lapisan masyarakat menjadi hal yang membanggakan. Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam memeriahkan HUT ke-81 RI.

“Pawai ini melibatkan sebanyak 24 peserta, mulai PAUD, organisasi, hingga lapisan masyarakat. Saya sangat bangga sekali dengan antusias masyarakat di wilayah Loktuan,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Sunyk menilai pawai kemerdekaan tidak hanya sekedar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persatuan dan kebersamaan warga Kelurahan Loktuan.

“Ini sebagai wadah untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dan juga sebagai wadah, persatuan masyarakat di Kelurahan Loktuan dalam mewujudkan kemerdekaan HUT RI ke-81,” jelasnya.

Sementara itu, kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengapresiasi semangat dan kemeriahan yang ditampilkan seluruh peserta. Menurutnya, kekompakan masyarakat di Loktuan semakin terlihat dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

“Ini tentunya semangat dan kemeriahan yang ditampilkan para peserta. Seluruh masyarakat Loktuan, wilayah Kelurahan Loktuan, dan masuknya Pupuk Kaltim sebagai support utama menambah meriah,” ungkapnya.

Agus menyampaikan terima kasih kepada Pupuk Kaltim, pemerintah, serta para jajaran di Kelurahan Loktuan, adapun dengan tokoh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan rangkaian perayaan HUT ke-81 RI.

Ia mengingatkan masyarakat agar momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita pastinya lihat ke belakang, bahwa para pahlawan yang telah gugur pastinya kita doakan, karena kalau tidak ada pahlawan ini, kita tidak bakal menikmati kemerdekaan sampai sekarang,” ujarnya.

Agus berharap semangat persatuan tersebut terus dijaga untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendorong kemajuan Kota Bontang.

“Pokoknya jaga NKRI, jaga Kota Bontang, supaya Kota Bontang ini semakin maju ke depan. Semua dunia usaha juga maju,” tegasnya.

Selain itu, Agus Haris secara khusus mengapresiasi Pupuk Kaltim yang dinilai terus mendukung, pemerintah dan masyarakat melalui berbagai kegiatan.

“Khususnya untuk Pupuk Kaltim yang selalu sedia membantu pemerintah dan juga selalu siap melayani masyarakat. Terima kasih saya ucapkan untuk Bu Lurah dan PKT,” katanya.

Untuk itu, Agus berharap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang tetap baik dan stabil, sehingga berbagai kegiatan masyarakat dapat terus dilaksanakan.

“Doakan saja APBD Bontang tetap bagus dan stabil. Insyaallah tahun mendatang kita adakan yang lebih besar, di wilayah Bontang,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Berlakukan Tarif Parkir Mulai 1 September, Ini Rinciannya! 

0
Tempat parkir roda dua yang berada di lingkungan RSUD Taman Husada Bontang (Dwi S). 

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang akan mulai memberlakukan tarif parkir, bagi para pengunjung dan pasien Rumah Sakit (RS) terhitung mulai 1 September 2026.

Kebijakan tersebut disampaikan melalui pemberitahuan resmi RSUD Taman Husada Bontang, dan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang, Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Andiga Mufti Kusumawardani, menyampaikan bahwa pemberlakuan tarif parkir tersebut merupakan bagian dari penyesuaian pengelolaan layanan parkir di lingkungan RS.

“Untuk tarif yang diberlakukan disesuaikan dengan jenis kendaraannya, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kalau untuk motor dikenakan tarif sebesar Rp2.000,” jelasnya, Senin (24/8/2026).

Sementara itu, bagi kendaraan jenis sedan, jeep, minibus, pick up dan kendaraan sejenisnya, bakal dikenakan tarif sebesar Rp3.000. Untuk kendaraan box dan sejenisnya Rp4.000, sedangkan bus, truk dan kendaraan sejenis lainnya dikenakan tarif Rp5.000.

“Pemberlakuan tarif ini ditujukan, bagi pengunjung, pasien, maupun pengguna layanan RSUD Taman Husada Bontang,” tambahnya.

Sehingga dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat yang datang ke RS sangat diimbau untuk memperhatikan ketentuan tarif parkir yang mulai berlaku tepatnya di Selasa (1/9/2026) mendatang.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pawai Kemerdekaan Loktuan Jadi Puncak Perayaan HUT RI ke-81

0
Lurah Loktuan, Sunyk Widiarsih saat membuka Pawai Kemerdekaan di wilayah Kelurahan Loktuan. (Dwi S).

BONTANG – Pawai kemerdekaan di wilayah Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, kembali menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Lurah Loktuan, Sunyk Widiarsih, mengatakan bahwa pawai kemerdekaan ini telah menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus puncak kemeriahan dalam peringatan HUT RI di wilayah Kelurahan Loktuan.

“Kalau untuk pawai ini dari setiap tahun menjadi agenda rutin. Jadi pawai ini bisa dibilang sebagai puncak acara kemeriahan yang ada di wilayah Kelurahan Loktuan,” ujarnya, Selasa (25/8/2026) di tengah-tengah kegiatan pawai.

Menurutnya, wilayah Loktuan akan terus berupaya mempertahankan pelaksanaan pawai setiap tahun. Antusiasme dan partisipasi masyarakat menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut terus digelar.

“Pastinya kami tetap akan mengupayakan setiap tahun selalu melangsungkan pawai seperti ini, sebagai puncak acara dan yang paling ditunggu oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pawai tersebut juga menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan, sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Keterlibatan warga menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong, dalam menyambut momentum kemerdekaan.

Selain pawai, kemeriahan acara juga dilengkapi dengan pembagian doorprize yang telah disediakan, melalui dukungan berbagai pihak dan sponsor.

Sunyk menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang turut berpartisipasi memberikan dukungan, khususnya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), sebagai salah satu pendukung utama kegiatan HUT RI di wilayah Loktuan.

“Pastinya sebagai pendukung dan sponsor utama kami dari PT Pupuk Kaltim, kami sampaikan banyak terima kasih dan juga kepada perusahaan-perusahaan yang sudah mau terlibat dalam membantu memberikan doorprize. Support-nya sangat luar biasa untuk Kelurahan Loktuan,” ungkapnya.

Dukungan dari berbagai pihak tersebut diharapkan dapat terus memperkuat pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan, sekaligus menjaga semangat kebersamaan warga Loktuan dalam setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pastikan Legalitas Aset Aman, PLN dan BPN Kolaborasi Tuntaskan 13 Sertifikat Tapak Tower SUTT 150 kV Melak–Kotabangun

0
PLN UIP KLT bersama ATR/BPN Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan koordinasi terkait pengelolaan dan legalitas lahan tapak tower SUTT 150 kV Melak–Kotabangun.

KALTIM — Upaya memperkuat pengamanan aset negara sekaligus memastikan kepastian hukum dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 13 sertifikat bidang tanah tapak tower pada proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Melak–Kotabangun yang dilaksanakan di Kantor ATR/BPN Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (12/8).

Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bagian terpenting dalam memastikan setiap aset dan lahan yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan kepastian legalitas yang jelas dan terdokumentasi. Kepastian atas hak tanah tidak hanya mendukung tertib administrasi pertanahan, tetapi juga menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan serta pengelolaan aset PLN secara akuntabel.

Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) 3 PLN UIP KLT, Junaedi, menyampaikan bahwa sertifikasi tapak tower merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kepastian hukum atas aset yang digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Sertifikat ini menjadi dokumen penting bagi PLN dalam memastikan legalitas dan pengamanan aset yang telah digunakan sebagai tapak tower. Kami mengapresiasi dukungan dan koordinasi dari ATR/BPN Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga proses sertifikasi dapat berjalan dengan baik. Kepastian legalitas ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung tahapan pembangunan dan pengelolaan aset PLN ke depan,” ujar Junaedi.

Sebanyak 13 bidang tanah yang menjadi tapak tower SUTT 150 kV Melak–Kotabangun telah melalui proses pengadaan lahan sebelum dilakukan proses pensertifikasian aset. Setelah seluruh proses tersebut diselesaikan, sertifikat diserahkan kepada PLN sebagai dokumen legalitas sekaligus bagian dari pengamanan aset.

Junaedi menambahkan, kolaborasi dengan instansi pertanahan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan proses pengadaan dan penataan aset ketenagalistrikan berjalan sesuai ketentuan.

“Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan karena pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga memastikan aspek pertanahan dan legalitas aset tertata dengan baik. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjaga dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Selanjutnya Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT menyampaikan bahwa SUTT 150 kV Melak–Kotabangun merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sistem ketenagalistrikan yang mendukung penguatan jaringan transmisi di Kalimantan Timur. Dengan terbitnya 13 sertipikat tersebut, PLN terus memastikan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan baik dengan tetap memperhatikan aspek teknis, administrasi, serta hukum.

“Melalui sinergi bersama ATR/BPN Kabupaten Kutai Kartanegara, PLN UIP KLT berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola aset dan memastikan infrastruktur ketenagalistrikan yang dibangun memiliki landasan legalitas yang kuat sehingga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi keandalan sistem kelistrikan dan mendukung kebutuhan pembangunan di Kalimantan Timur”, ujar Raditya. (Bom)

PLN Perkuat Kesiapsiagaan Insan PLN melalui Edukasi dan Simulasi Tanggap Darurat P3K

0
Instruktur dari PMI Kabupaten Berau mendampingi peserta dalam praktik penanganan cedera melalui teknik pembalutan sebagai bagian dari materi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

BERAU — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) KLT 2 memperkuat kesiapsiagaan insan PLN dalam menghadapi kondisi darurat melalui kegiatan Edukasi dan Simulasi Tanggap Darurat Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau, Senin (10/8). Kegiatan yang diikuti oleh pegawai dan tenaga alih daya ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung pemenuhan maturity level Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan kerja.

Bertempat di Kantor PLN UPP KLT 2, Tanjung Redeb, kegiatan tersebut memberikan pembekalan mengenai keterampilan dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat medis, baik di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan empat materi utama, yakni dasar pertolongan pertama, metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta penanganan gejala serangan jantung yang muncul secara mendadak saat berolahraga.

Pada materi dasar pertolongan pertama, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip dan langkah awal dalam menangani korban kecelakaan, termasuk teknik pembalutan luka. Sementara itu, metode RICE diperkenalkan sebagai salah satu teknik penanganan awal terhadap cedera ringan seperti keseleo atau terkilir yang dapat terjadi saat melakukan aktivitas fisik.

Tidak hanya menerima materi secara teori, peserta juga mengikuti simulasi dan praktik secara langsung. Salah satunya melalui praktik RJP menggunakan manekin simulasi untuk memberikan pemahaman mengenai tahapan pertolongan kepada korban yang mengalami henti jantung.

“Kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat merupakan bagian penting dari penerapan budaya K3. Melalui edukasi dan simulasi P3K ini, kami ingin memastikan setiap insan PLN memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara tepat ketika menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng.

Ia menambahkan, edukasi tersebut juga memiliki relevansi dengan penguatan Program Wellbeing di lingkungan PLN yang mendorong insan PLN untuk menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik dan olahraga.

“Hal ini juga semakin relevan dengan penguatan Program Wellbeing di lingkungan PLN, di mana aktivitas fisik dan olahraga menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran insan PLN. Selain mendorong gaya hidup sehat, kami juga perlu memastikan kesiapan dalam mengenali dan merespon kondisi darurat yang mungkin terjadi saat beraktivitas,” lanjut Jefry.

Kegiatan edukasi dan simulasi ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya K3 di lingkungan PLN. Keterampilan pertolongan pertama menjadi bekal penting bagi insan PLN yang menjalankan aktivitas tidak hanya di lingkungan perkantoran, tetapi juga di lapangan dan lokasi proyek dengan karakteristik risiko yang beragam.

Melalui kolaborasi bersama PMI Kabupaten Berau, PLN terus mendorong peningkatan kompetensi dan kepedulian insan PLN terhadap keselamatan. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun lingkungan kerja yang semakin aman, sehat, dan tanggap dalam menghadapi kondisi darurat.

Semangat Setiap Orang Bisa Menolong, Setiap Detik Berarti menjadi pengingat bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan penting yang dapat memberikan dampak besar ketika menghadapi situasi darurat. (Bom)

Retribusi Daerah Bontang Tembus Rp78,6 Miliar, Capaian Sudah 61 Persen

0
Pemaparan dashboard retribusi daerah Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Penerimaan retribusi daerah Kota Bontang hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp78,60 miliar. Angka tersebut sudah mencapai 61,05 persen dari target tahun ini sebesar Rp128,75 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Natalia Trisnawati mengatakan, perkembangan penerimaan retribusi tersebut turut dipantau melalui dashboard digitalisasi retribusi daerah.

Dashboard menunjukkan transaksi retribusi mulai bergeser ke kanal pembayaran digital. Dari target digitalisasi retribusi sebesar Rp89,86 miliar, realisasi melalui kanal digital telah mencapai Rp73,93 miliar.

Sementara kanal semi digital ditargetkan menghasilkan Rp38,88 miliar, namun hingga 31 Juli 2026 realisasinya masih sekitar Rp4,67 miliar.

“Kalau kita lihat untuk digitalisasi, semakin tahun semakin meningkat,” kata Natalia saat memaparkan perkembangan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Pergerakan transaksi digital retribusi juga mengalami perubahan setiap bulan. Pada Juni, penerimaan melalui kanal digital tercatat sekitar Rp18,4 miliar. Pada Juli, nilainya turun menjadi sekitar Rp18,4 miliar pada grafik dashboard, sementara kanal semi digital berada di kisaran Rp732 juta.

Bapenda mencatat sejumlah objek retribusi menjadi penyumbang utama penerimaan melalui kanal digital. Berdasarkan nilai realisasi, tiga objek dengan penerimaan digital terbesar yakni RSUD dengan sekitar Rp72,1 miliar, disusul DLH sekitar Rp450,2 juta dan DPKP2 sekitar Rp400,4 juta.

Jika dilihat berdasarkan jumlah transaksi, objek dengan transaksi digital terbanyak adalah DKUMPP dengan 22.518 transaksi. Berikutnya RSUD dengan 6.929 transaksi dan Dispopar sebanyak 3.277 transaksi.

Secara keseluruhan, dashboard mencatat 52.808 transaksi retribusi daerah melalui seluruh kanal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.512 transaksi dilakukan melalui kanal digital, sedangkan kanal semi digital mencatat 15.296 transaksi.

Natalia mengatakan, publikasi data melalui dashboard dilakukan secara berkala sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan penerimaan daerah, baik yang berasal dari pajak maupun retribusi, termasuk perkembangan penggunaan pembayaran secara digital.

“Kita harap transaksi digital makin pasif untuk mengurangi kebocoran retribusi,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Target Rp 226 Miliar, Realisasi Pajak Bontang Capai Rp138 Miliar

0
Saat Kepala Bapenda, Natalia melakukan pemaparan data realisasi pajak. (Syakurah)

BONTANG – Realisasi penerimaan pajak daerah Kota Bontang hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp138,05 miliar dari target Rp226,97 miliar. Capaian tersebut setara 60,83 persen dari target pajak daerah tahun ini.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang Natalia Trisnawati mengatakan, perkembangan penerimaan tersebut dipantau melalui dashboard digitalisasi pajak daerah yang diperbarui setiap bulan.

Selain memantau realisasi penerimaan, dashboard tersebut juga menunjukkan perkembangan transaksi melalui kanal digital maupun semi digital.

“Dashboard ini memang kami sampaikan setiap bulan melalui media sosial. Nantinya akan kami tindak lanjuti dan dibuat integrasi dengan Diskominfo melalui SuperApps,” katanya, Senin (24/8/2026)

Dari sisi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), kanal digital menjadi penyumbang terbesar. Target penerimaan pajak melalui kanal digital ditetapkan Rp164,55 miliar, dengan realisasi mencapai Rp130,38 miliar.

Capaian tersebut membuat kontribusi kanal digital berada di angka 79,2 persen. Sementara kanal semi digital dengan target Rp62,42 miliar baru terealisasi sekitar Rp7,67 miliar atau 12,3 persen.

Pergerakan penerimaan digital juga mengalami fluktuasi setiap bulannya. Pada Juni, realisasi transaksi digital tercatat sekitar Rp53 miliar. Namun, angka tersebut turun menjadi sekitar Rp11,3 miliar pada Juli.

Ia menyebut pembayaran digital paling banyak berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Berdasarkan realisasi penerimaan digital, PBB-P2 mencapai sekitar Rp47,58 miliar.

Selanjutnya terdapat PBJT tenaga listrik sekitar Rp26,99 miliar dan PBJT makanan dan minuman sekitar Rp14,65 miliar.

Sementara berdasarkan jumlah transaksi, PBB-P2 juga berada di posisi teratas dengan 17.156 transaksi. Kemudian disusul opsen PKB sebanyak 2.092 transaksi dan PBJT makanan dan minuman sebanyak 1.373 transaksi.

Tingginya transaksi PBB-P2 tidak terlepas dari jumlah objek pajak yang tersebar di seluruh Kota Bontang. Natalia menyebut terdapat sekitar 49 ribu Nomor Objek Pajak (NOP) PBB-P2.

Menurutnya, publikasi dashboard tersebut juga menjadi bagian dari keterbukaan informasi pemerintah daerah. Masyarakat dapat melihat perkembangan penerimaan pajak, sekaligus penggunaan kanal pembayaran yang diterapkan Bapenda.

“Ini ada keterbukaan informasi publik. Masyarakat bisa melihat realisasi pajak, retribusi maupun digitalisasi,” ujarnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam