Beranda blog Halaman 31

IKN Dorong Pembangunan Kota Masa Depan yang Selaras dengan Alam

0
Ekosistem forest city mulai terbentuk. Rusa sambar hadir. Hutan terus dihijaukan Otorita IKN bersama Universitas Gadjah Mada dan PT Pamapersada melalui penanaman pohon di Wanagama IKN. Foto: Istimewa

NUSANTARA – Ekosistem alam mulai kembali tumbuh dan berkembang di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran berbagai satwa liar seperti beruang madu, lutung merah, rusa sambar, hingga burung hutan menjadi penanda bahwa kawasan Nusantara mulai membentuk ekosistem yang sehat seiring konsep smart forest city yang terus dikembangkan.

Komitmen penghijauan kawasan IKN kembali ditegaskan melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan Otorita Ibu Kota Nusantara bersama PT Pamapersada Nusantara dan Universitas Gadjah Mada di kawasan Wanagama IKN, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan bertema “Rooting for Future” tersebut dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Rektor UGM Ova Emilia, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin.

Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengembalikan fungsi alami lingkungan agar manusia dan alam dapat hidup berdampingan.

“Hari Lingkungan Hidup tidak hanya kita peringati setahun sekali, tetapi kita jalankan setiap hari. Yang kita lakukan di IKN bukan sekadar menanam pohon, tetapi mengembalikan kehidupan alamnya. Karena itu, kita mulai melihat berbagai satwa seperti beruang madu dan lutung merah kembali terpantau di kawasan IKN. Ini menunjukkan bahwa ekosistem yang kita bangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang,” ujar Basuki.

Sementara itu, Ova Emilia menyebut kesehatan lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan manusia.

“Kesehatan bumi pada akhirnya akan menentukan kesehatan manusia. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan investasi untuk masa depan. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. UGM siap mendukung pengembangan IKN sebagai smart forest city yang menjadi contoh pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Gunawan Setiadi, mengatakan keterlibatan perusahaan menjadi bagian dari komitmen mendukung konservasi lingkungan sekaligus pengembangan kawasan edukasi berbasis alam.

“Komitmen ini merupakan pengembangan dari konsep Eco Edu Forest yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan penelitian dalam satu kawasan. Kami berharap kawasan ini dapat menjadi laboratorium alam sekaligus pusat edukasi lingkungan yang memberikan manfaat bagi generasi masa depan,” katanya.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, IKN terus memperkuat transformasi sebagai kota masa depan yang menempatkan keseimbangan pembangunan dan kelestarian alam sebagai prioritas utama.

Wanagama IKN sendiri merupakan kawasan hutan seluas 621 hektare yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara dan dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, serta restorasi ekosistem hutan hujan tropis. (MK)

Penyunting: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Audit Internal RSUD AWS Akan Bedah Seluruh Rekam Medis Pasien

0
Perwakilan keluarga pasien bersama Plt Direktur RSUD AWS Samarinda saat memberikan keterangan terkait dugaan kejanggalan medis. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Kasus dugaan kejanggalan medis yang berujung pada meninggalnya seorang pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda kini memasuki babak baru. Pihak keluarga korban mendesak manajemen rumah sakit terbesar di Kalimantan Timur tersebut untuk membuka fakta sebenarnya secara transparan dan akuntabel.

Suasana haru dan penuh ketegangan mewarnai pertemuan tertutup antara keluarga pasien dengan jajaran manajemen RSUD AWS pada Jumat (5/6/2026). Dalam pertemuan itu, keluarga menyampaikan berbagai keluhan sekaligus mempertanyakan prosedur medis yang dijalani korban sebelum meninggal dunia.

Kedatangan keluarga ke rumah sakit didasari belum adanya kepastian terkait penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, pihak keluarga mengaku masih belum memperoleh diagnosis medis final lantaran hasil pemeriksaan laboratorium resmi belum juga keluar.

Perwakilan keluarga korban, Bambang Edy Dharma didampingi Hendrik Tandoh, menegaskan bahwa pihak keluarga membutuhkan penjelasan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

“Hari ini kami sudah menyampaikan keluhan dan unek-unek keluarga besar terkait permasalahan kemarin. Kami mohon kawan-kawan media menahan diri sampai ada hasil dari komitmen pihak rumah sakit yang akan segera melakukan audit internal,” ujar Bambang usai pertemuan.

Keluarga memilih menempuh jalur dialogis terlebih dahulu dan memberi kesempatan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi internal sebelum menentukan langkah hukum ataupun tindakan lanjutan lainnya.

Bagi keluarga, kepastian penyebab kematian sangat penting untuk memastikan apakah pelayanan yang diberikan telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) atau justru terdapat indikasi kelalaian medis.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Direktur RSUD AWS Samarinda, Mazniati, mengaku turut merasakan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kebetulan anak ini seumuran dengan anak saya yang kedua, jadi saya bisa merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang menjadi kebanggaan keluarga. Dalam waktu dekat akan kami telusuri,” ungkap Mazniati.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak rumah sakit langsung menginstruksikan komite medik untuk melakukan audit internal secara menyeluruh. Audit tersebut akan mencakup pemeriksaan rekam medis, prosedur penanganan awal, hasil pemeriksaan penunjang, hingga tindakan medis terakhir yang diterima pasien.

Kasus ini pun menyedot perhatian masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur. Spekulasi yang berkembang membuat manajemen RSUD AWS bergerak cepat demi menjaga kredibilitas rumah sakit.

Di akhir pertemuan, manajemen RSUD AWS berkomitmen menyelesaikan audit internal dan akan memaparkan hasil investigasi secara terbuka pada Selasa pekan depan.

Komitmen tersebut disambut baik oleh pihak keluarga yang kini menunggu hasil audit sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya demi memperoleh kejelasan dan kepastian atas penyebab meninggalnya korban. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Pelaku Usaha Restoran Diminta Bersiap Penuhi Standar, Sertifikasi Jadi Penentu Daya Saing

0
Kepala DPMPTSP Muhammad Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG – Pelaku usaha restoran di Kota Bontang didorong mulai melakukan pembenahan usaha sejak dini, agar siap menghadapi proses sertifikasi dan pengawasan yang menjadi bagian dari standar usaha sektor pariwisata.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan standar usaha restoran yang diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 4 Tahun 2021.

Aturan tersebut tidak hanya mengatur aspek perizinan, tetapi juga mencakup standar pelayanan, fasilitas usaha, hingga kualitas produk yang disajikan kepada konsumen.

“Persaingan usaha restoran sekarang semakin ketat. Karena itu kualitas pelayanan, kebersihan, dan keamanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan setiap kategori usaha restoran memiliki ketentuan yang berbeda. Restoran kategori menengah rendah diwajibkan menyediakan minimal 10 menu makanan dan lima menu minuman. Untuk kategori menengah tinggi, jumlahnya meningkat menjadi sedikitnya 15 menu makanan dan 10 menu minuman.

Adapun restoran kategori berisiko tinggi harus memiliki minimal 20 menu makanan dan 15 menu minuman. Seluruh restoran juga diwajibkan memiliki resep baku atau resep khusus sebagai identitas usaha.

Selain produk yang ditawarkan, standar fasilitas pendukung juga menjadi perhatian pemerintah. Restoran diwajibkan memiliki instalasi air bersih, pengelolaan sampah, sistem pengolahan limbah, serta toilet yang bersih dan terpisah antara pria dan wanita.

Ia juga menuturkan aspek dapur menjadi salah satu poin penting dalam penilaian standar usaha. Pengelola restoran harus memastikan area pengolahan makanan memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

Fasilitas seperti grease trap, kitchen hood, alat pemadam api ringan (APAR), hingga sirkulasi udara yang memadai menjadi bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi.

“Jadi bukan hanya tampilan restoran yang diperhatikan, tetapi juga proses pengolahan makanannya,” jelasnya.

Untuk restoran kategori menengah tinggi dan tinggi, terdapat persyaratan tambahan berupa pemasangan CCTV, penyediaan petugas keamanan, dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga pelaksanaan audit internal usaha secara berkala.

Dengan penerapan standar tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kepercayaan pelanggan. Wisatawan maupun masyarakat kini semakin memperhatikan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan saat memilih tempat makan.

“Kalau restoran bersih, tertata, dan pelayanannya baik, tentu pengunjung akan merasa nyaman. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan pelanggan, tetapi juga citra wisata kuliner daerah,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan bahan baku lokal, dan memberdayakan tenaga kerja lokal agar pertumbuhan sektor kuliner memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kalau bahan baku lokal dimanfaatkan dan tenaga kerja lokal diberdayakan, tentu perputaran ekonomi daerah juga semakin baik,” ujarnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

PLN Bontang Pengujian Line Charging, Ini Sejumlah Wilayah Alami Pemadaman Sabtu Besok

0
Ilustrasi pengujian Line Charging. (AI).

BONTANG – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Bontang akan melaksanakan kegiatan pengujian line charging, sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem dan mutu pelayanan kelistrikan kepada pelanggan.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Sabtu (6/6/2026), mulai dari pukul 08.00-12.00 Wita. Selama proses pengujian berlangsung, aliran listrik di sejumlah wilayah akan dihentikan sementara.

Manager ULP PLN Bontang, Robertus Richard Laksana Lamania mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan, untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Sehubungan dengan penghentian sementara aliran listrik tersebut, pelanggan diimbau untuk mematikan peralatan elektronik sebelum waktu pemeliharaan. Guna menghindari kerusakan akibat lonjakan arus saat listrik kembali menyala,” ucapnya, Jumat (5/6/2026).

Pihak PLN juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi listrik secara bijak, setelah pasokan kembali normal. Apabila pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, aliran listrik akan dinormalkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Kami sampaikan permohonan maaf, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengharapkan pengertiannya, serta kerja sama pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung,” tambahnya.

Untuk nantinya wilayah yang akan terdampak, meliputi Jalan Pelabuhan, Jalan KS. Tubun, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Ir H Juanda, Jalan Melati, Jalan Koi, Jalan Haruan, Jalan Belanak, Jalan Bandeng, Jalan Tenggiri, Jalan Kakap Putih.

Selanjutnya di Jalan Mawar, Jalan Anggrek, Jalan Kejora, Jalan Kenangan, Jalan Petran, Jalan Angkasa, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Manunggal, Jalan WR. Supratman, Jalan Emerald, Jalan Diponegoro, Jalan Intan, Jalan Zamrud, Jalan Raden Patah, Jalan Veteran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bhayangkara,

Lanjut di Jalan Asmawarman, Jalan Brigjen Katamso, Jalan S. Parman, Jalan Balikpapan, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tomat, Jalan Catur, Jalan Tenis, Jalan Labu Putih, Jalan Selat Alor, Jalan Bangka, Jalan Denpasar, Jalan Potingku, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tarakan, Jalan Damai.

Jalan HM. Ardans, Jalan Banjarmasin, Jalan Palembang, Jalan Cumi-Cumi, Jalan Selat Karimata, Jalan Selat Rote, Jalan Habibon, Jalan Simon Tampubolon, kawasan di Jalan Berbas Pantai hingga Jalan Poros Bontang – Samarinda, serta kawasan di Jalan Portal Marangkayu.

“Selain kawasan permukiman, sejumlah fasilitas umum dan objek layanan juga nantinya turut berdampak, seperti PDAM, Rusunawa, Pasar Rawa Indah, Perum Halal Square, dan di HOP,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Perawatan WTP Guntung Sabtu Besok, Distribusi Air ke Pelanggan Mati Total

0
Ilustrasi WTP di wilayah Guntung. (AI).

BONTANG – Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang mengumumkan akan melakukan kegiatan perawatan dan pembersihan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) di wilayah Guntung, yang berlokasi di Jalan Tari Jepen, Kelurahan Guntung, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan pemeliharaan tersebut, akan berdampak pada layanan distribusi air bersih kepada pelanggan. Selama proses pekerjaan berlangsung, distribusi air di wilayah yang terdampak, akan mengalami gangguan berupa penghentian aliran air atau mati total selama satu hari.

Manajemen Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang, Suramin mengatakan bahwa masyarakat yang berada di area layanan terdampak, agar bisa menyiapkan cadangan air bersih dengan menampung air yang secukupnya, sebelum pekerjaan dimulai.

Langkah antisipasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air pelanggan, selama proses perawatan dan pembersihan instalasi berlangsung, termasuk saat proses normalisasi distribusi setelah pekerjaan selesai.

“Selama proses perbaikan, kami memohon maaf atas terganggunya pada pelayanan kami. Seperti biasa, air akan mengalami mati total, mulai pagi hingga waktu yang tak bisa ditentukan,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Perawatan berkala ini dilakukan untuk menjaga kinerja instalasi pengolahan air, agar tetap optimal dalam menyediakan layanan air bersih kepada masyarakat Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Masih Tertunda, Ring Road Pendidikan–Soekarno Hatta Belum Bisa Difungsikan

0
Rombongan Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim) saat turun langsung melakukan inspeksi lapangan di wilayah Ring Road. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Harapan masyarakat untuk segera memanfaatkan Jalan Ring Road Pendidikan–Soekarno Hatta masih harus menunggu. Hingga kini, ruas jalan yang digadang-gadang menjadi jalur alternatif tersebut belum juga dapat difungsikan akibat sejumlah kendala di lapangan.

Untuk memastikan penyebab keterlambatan tersebut, Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim) turun langsung melakukan inspeksi lapangan pada Jumat (5/6/2026). Kunjungan itu merupakan tindak lanjut rapat internal Komisi C yang sebelumnya membahas progres penyelesaian jalan tembus ring road.

Tak hanya anggota dewan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga turut dilibatkan dalam peninjauan tersebut. Tujuannya, mengidentifikasi persoalan yang masih menghambat penyelesaian pembangunan sekaligus mencari solusi percepatan.

Ketua Komisi C DPRD Kutim Ardiansyah mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat beberapa titik yang menjadi kendala utama sehingga jalan belum dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kami sudah menemukan titik-titik permasalahannya. Pemerintah juga sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ini. Karena itu, program ini harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti. Masyarakat sudah menunggu jalan ini bisa digunakan,” tegas Ardiansyah di sela peninjauan.

Politikus PKS tersebut menegaskan, seluruh temuan lapangan akan dibahas kembali dalam rapat bersama instansi teknis terkait. Menurutnya, berbagai kendala yang ada masih memungkinkan untuk diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif.

“Kami akan rapat kembali dengan dinas terkait. Ada beberapa titik yang memang masih terkendala. Kalau semua pihak terbuka dan mau duduk bersama mencari solusi, kami optimistis persoalan ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ardiansyah menilai keberadaan jalan ring road memiliki peran strategis bagi masyarakat Sangatta. Selain memperpendek akses menuju fasilitas kesehatan, jalur tersebut juga berpotensi menjadi alternatif lintasan kendaraan operasional perusahaan, khususnya bus tambang.

Menurutnya, jika jalur itu telah berfungsi penuh, kepadatan lalu lintas di jalan utama dapat berkurang secara signifikan. Di sisi lain, potensi kecelakaan yang melibatkan kendaraan perusahaan dan masyarakat juga dapat diminimalkan.

“Kalau ini sudah bisa digunakan, akses masyarakat ke rumah sakit akan lebih dekat. Kemudian jika bus tambang bisa diarahkan melewati jalur ini, tentu akan membantu mengurangi kemacetan di jalan utama,” katanya.

Senada, Anggota Komisi C DPRD Kutim Pandi Widiarto menegaskan dukungan legislatif terhadap seluruh program strategis pemerintah daerah, termasuk penyelesaian pembangunan jalan ring road tersebut.

Menurutnya, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar OPD teknis bergerak lebih cepat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat proyek.

“Kami mendukung program strategis pemerintah. Namun di sisi lain, DPRD juga memiliki fungsi pengawasan agar dinas teknis segera mengambil langkah-langkah percepatan. Jika ada persoalan yang perlu dimediasi, kami siap memfasilitasi agar jalan ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.

Keberadaan Jalan Ring Road Pendidikan–Soekarno Hatta sendiri dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terus meningkat seiring perkembangan wilayah Sangatta. Karena itu, DPRD berharap berbagai hambatan yang masih tersisa dapat segera diselesaikan sehingga manfaat jalan tersebut bisa segera dirasakan masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

CCTV Rekam Aksi Dua Remaja Rusak Pot Bunga di Jalan Ahmad Yani

0
Aksi dua remaja yang terlihat di rekaman CCTV, merusak fasilitas umum. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar di media sosial, memperlihatkan aksi dua remaja yang diduga merusak fasilitas umum, di kawasan Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kamis (4/6/2026) dini hari.

Dalam rekaman tersebut, kedua remaja terlihat merusak pot bunga yang berada di atas trotoar, tepatnya di depan kantor Bank BNI. Aksi itu menuai perhatian warga, karena fasilitas yang dirusak merupakan aset publik yang dibangun untuk mempercantik kawasan perkotaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, Brigpol Edo Olo, mengatakan bahwa pihaknya untuk saat ini masih melakukan upaya persuasif dan penelusuran guna mengidentifikasi pelaku.

“Sampai sekarang kami masih persuasif dulu, sampai mendapatkan informasi terkait siapa orang yang diduga melakukan pengrusakan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Meski demikian, Edo menegaskan setiap tindakan yang melanggar aturan, nantinya bakal tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, apabila pelaku telah diketahui.

“Pasti bakal ada sanksi, dimana setiap tindakan yang melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Akhmad Suharto, mengatakan pemerintah belum melaporkan kasus tersebut secara resmi ke pihak kepolisian. Saat ini, fokus utama Pemkot adalah mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV yang tersedia.

“Masih dicari melalui CCTV. Saya juga sudah meminta kawan-kawan di Kominfo, untuk membantu mencari identitas pelaku tersebut,” kata Suharto.

Selain melakukan penelusuran, Pemkot Bontang juga akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas umum di berbagai titik kota.

Menurutnya, patroli rutin perlu diperkuat agar aset yang dibangun menggunakan anggaran negara, dapat terjaga dan tidak menjadi sasaran aksi vandalisme.

“Kami minta kawan-kawan Satpol PP lebih rajin melakukan patroli keliling. Fasilitas umum ini milik bersama dan harus dijaga bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lengkapi Kendaraan Operasi Patuh Mahakam

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb5juni2026/mobile/

Program “Smartani Goes To School” Jadi Laboratorium Pertanian Siswa, Belajar dari Benih hingga Olahan Panen

0
Kepala DKP3 Bontang saat mengunjungi SDN 009 Bontang Utara, Kelurahan Loktuan, di kegiatan panen kangkung. (Ist)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, terus mengembangkan Program ‘Smartani Goes To School’ sebagai sarana pembelajaran pertanian bagi siswa. Program ini tidak hanya mengajarkan cara menanam, tetapi juga mengenalkan seluruh proses budidaya hingga pengolahan hasil panen.

Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem mengatakan bahwa saat ini di Program Smartani Goes To School, telah diterapkan di tiga sekolah yang menjadi percontohan, yakni SDN 009 Bontang Utara, di Kelurahan Loktuan, SDN 005 Bontang Selatan, di Berbas Pantai, serta SDN 002 Bontang Barat.

Menurutnya, program tersebut dirancang agar siswa dapat memahami seluruh tahapan budidaya tanaman, bukan hanya menikmati hasil panennya saja. Karena itu, para siswa-siswi turut dilibatkan secara langsung sejak proses awal penanaman hingga masa panen.

“Agar para siswa bisa paham dan mengerti bagaimana setiap prosesnya mulai dari awal hingga akhir. Jadi tidak hanya bagian panennya saja. Untuk saat ini, kami masih menerapkan proses penanaman kangkung,” ujar Aznem saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Selain itu, Aznem juga menjelaskan bahwa siswa diajarkan mulai dari menanam benih, melakukan penyiraman secara rutin, merawat tanaman, menjaga kebersihan area tanam, hingga mengetahui tanda-tanda tanaman siap dipanen. Dengan metode praktik langsung tersebut, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses produksi pangan.

Tidak berhenti pada tahap budidaya, DKP3 Bontang juga ingin memperkenalkan pengolahan hasil panen, kepada para siswa. Aznem menilai penting bagi anak-anak untuk mengetahui, bahwa hasil pertanian dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.

Selain memahami proses memasak hasil panen menjadi sayuran, siswa juga diharapkan mengenal berbagai kreasi olahan lain yang dapat dikembangkan, seperti keripik dan produk pangan sederhana lainnya.

“Anak-anak nantinya tidak hanya tahu cara menanam dan memanen, tetapi juga memahami bagaimana hasil panen bisa diolah menjadi berbagai produk yang lebih kreatif dan bernilai,” tambahnya.

Melalui Program Smartani Goes To School, DKP3 Bontang berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda, terhadap sektor pertanian, sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan.

“Program ini juga diharapkan mampu melahirkan siswa yang lebih kreatif, mandiri, dan memahami potensi pengembangan hasil pertanian sejak usia dini. Nantinya program ini tidak berhenti di jenjang SD, tetapi berkelanjutan hingga SMP,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

MoU Mahulu-Unhas Diharapkan Hasilkan Program Konkret untuk Masyarakat

0
Sekretaris Daerah Mahakam Ulu, Stephanus Madang. Foto: Istimewa

UJOH BILANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Mahakam Ulu, Stephanus Madang, berharap perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan Universitas Hasanuddin tidak hanya berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga melahirkan penelitian yang mampu menjawab persoalan strategis daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan.

Menurut Stephanus, riset dan pengabdian perguruan tinggi harus berbasis pada kebutuhan nyata pembangunan daerah agar hasilnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kami berharap penelitian diarahkan ke persoalan yang dihadapi daerah, terutama ketahanan pangan. Makassar punya banyak keberhasilan di pertanian dan perikanan yang bisa jadi referensi Mahulu,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai berbagai inovasi yang berkembang di Sulawesi Selatan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Mahulu, terutama dalam pengembangan sektor perikanan berbasis masyarakat.

Salah satu konsep yang dinilai potensial diterapkan di Mahulu adalah pengembangan kampung nelayan berbasis kawasan sungai.

“Kampung nelayan tidak hanya di pesisir. Di Mahulu, konsep serupa sangat memungkinkan dikembangkan di sepanjang aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Potensi ekonominya besar kalau dikelola dengan baik,” kata Stephanus.

Lebih lanjut, ia menegaskan sektor pertanian dan perikanan dapat menjadi ruang tumbuh kewirausahaan baru bagi generasi muda Mahulu. Karena itu, pemerintah daerah ingin mendorong pemuda agar mulai melihat potensi ekonomi dari sumber daya alam lokal dan tidak hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kita ingin membuka wawasan generasi muda bahwa peluang berhasil tidak hanya lewat jalur ASN. Banyak sektor produktif yang bisa menjadi sumber penghasilan dan motor penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Stephanus menambahkan, perpanjangan kerja sama dengan Unhas sejalan dengan program prioritas Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, dalam memperkuat kualitas SDM, mendorong inovasi daerah, serta mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Mahulu.

“Kerja sama harus terus dikembangkan dan diperluas manfaatnya. Harapannya lahir program konkret yang berdampak langsung bagi kemajuan Mahulu dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S