SANGATTA – Harapan masyarakat untuk segera memanfaatkan Jalan Ring Road Pendidikan–Soekarno Hatta masih harus menunggu. Hingga kini, ruas jalan yang digadang-gadang menjadi jalur alternatif tersebut belum juga dapat difungsikan akibat sejumlah kendala di lapangan.
Untuk memastikan penyebab keterlambatan tersebut, Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim) turun langsung melakukan inspeksi lapangan pada Jumat (5/6/2026). Kunjungan itu merupakan tindak lanjut rapat internal Komisi C yang sebelumnya membahas progres penyelesaian jalan tembus ring road.
Tak hanya anggota dewan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga turut dilibatkan dalam peninjauan tersebut. Tujuannya, mengidentifikasi persoalan yang masih menghambat penyelesaian pembangunan sekaligus mencari solusi percepatan.
Ketua Komisi C DPRD Kutim Ardiansyah mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat beberapa titik yang menjadi kendala utama sehingga jalan belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kami sudah menemukan titik-titik permasalahannya. Pemerintah juga sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ini. Karena itu, program ini harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti. Masyarakat sudah menunggu jalan ini bisa digunakan,” tegas Ardiansyah di sela peninjauan.
Politikus PKS tersebut menegaskan, seluruh temuan lapangan akan dibahas kembali dalam rapat bersama instansi teknis terkait. Menurutnya, berbagai kendala yang ada masih memungkinkan untuk diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif.
“Kami akan rapat kembali dengan dinas terkait. Ada beberapa titik yang memang masih terkendala. Kalau semua pihak terbuka dan mau duduk bersama mencari solusi, kami optimistis persoalan ini bisa diselesaikan,” ujarnya.
Ardiansyah menilai keberadaan jalan ring road memiliki peran strategis bagi masyarakat Sangatta. Selain memperpendek akses menuju fasilitas kesehatan, jalur tersebut juga berpotensi menjadi alternatif lintasan kendaraan operasional perusahaan, khususnya bus tambang.
Menurutnya, jika jalur itu telah berfungsi penuh, kepadatan lalu lintas di jalan utama dapat berkurang secara signifikan. Di sisi lain, potensi kecelakaan yang melibatkan kendaraan perusahaan dan masyarakat juga dapat diminimalkan.
“Kalau ini sudah bisa digunakan, akses masyarakat ke rumah sakit akan lebih dekat. Kemudian jika bus tambang bisa diarahkan melewati jalur ini, tentu akan membantu mengurangi kemacetan di jalan utama,” katanya.
Senada, Anggota Komisi C DPRD Kutim Pandi Widiarto menegaskan dukungan legislatif terhadap seluruh program strategis pemerintah daerah, termasuk penyelesaian pembangunan jalan ring road tersebut.
Menurutnya, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar OPD teknis bergerak lebih cepat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat proyek.
“Kami mendukung program strategis pemerintah. Namun di sisi lain, DPRD juga memiliki fungsi pengawasan agar dinas teknis segera mengambil langkah-langkah percepatan. Jika ada persoalan yang perlu dimediasi, kami siap memfasilitasi agar jalan ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.
Keberadaan Jalan Ring Road Pendidikan–Soekarno Hatta sendiri dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terus meningkat seiring perkembangan wilayah Sangatta. Karena itu, DPRD berharap berbagai hambatan yang masih tersisa dapat segera diselesaikan sehingga manfaat jalan tersebut bisa segera dirasakan masyarakat.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




