Beranda blog Halaman 32

Buruh Soroti Modus Perusahaan Hindari THR Jelang Lebaran

0
Ketua DPD SBPI Kaltim, Nurdin. (Ist)

PPU — Menjelang Hari Raya Idulfitri, isu pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi perhatian kalangan buruh di Kalimantan Timur. Dewan Pimpinan Daerah Serikat Buruh Perjuangan Indonesia (DPD SBPI) Kaltim menegaskan bahwa perusahaan wajib memenuhi kewajiban pembayaran THR kepada para pekerja sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ketua DPD SBPI Kaltim, Nurdin, meminta pemerintah tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga bertindak tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar kewajiban pembayaran THR.

Menurutnya, persoalan keterlambatan hingga tidak dibayarkannya THR kepada pekerja hampir selalu muncul setiap tahun menjelang Lebaran.

“Kami meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang melanggar kewajiban pembayaran THR. Jangan sampai ini menjadi pola menahun yang terus berulang tanpa ada efek jera,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menilai berulangnya kasus pelanggaran THR menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan ketenagakerjaan di lapangan. Jika pelanggaran terus terjadi dari tahun ke tahun, menurutnya, hal itu menandakan adanya persoalan dalam mekanisme pengawasan yang dilakukan pemerintah.

“Jika pelanggaran terus terjadi dari tahun ke tahun, artinya ada yang tidak berjalan dalam sistem pengawasan kita. Pemerintah harus memastikan hak pekerja terlindungi,” ungkapnya.

SBPI Kaltim juga menyoroti berbagai modus yang diduga kerap dilakukan perusahaan untuk menghindari kewajiban pembayaran THR.

Beberapa praktik yang disebut sering terjadi antara lain merumahkan pekerja sementara atau memutus kontrak kerja menjelang Lebaran. Cara tersebut dinilai sebagai upaya untuk menghindari kewajiban pembayaran THR kepada pekerja.

“Mulai dari merumahkan pekerja hingga memutus kontrak menjelang Lebaran. Cara-cara seperti ini hampir bisa dipastikan berulang setiap tahun. Ini harus dihentikan,” tegasnya.

Menurut Nurdin, praktik tersebut patut dicurigai sebagai upaya sistematis yang dilakukan perusahaan untuk menghindari tanggung jawab hukum kepada para pekerja.

Kewajiban pembayaran THR sebenarnya telah diatur secara jelas dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban tersebut dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap.

Sanksi tersebut meliputi teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

SBPI Kaltim menilai sanksi tersebut harus benar-benar diterapkan agar perusahaan tidak menganggap pelanggaran sebagai hal yang biasa.

Nurdin menegaskan bahwa THR merupakan hak pekerja yang tidak boleh dikurangi ataupun dihindari melalui berbagai cara administratif.

Ia berharap pemerintah daerah, pengawas ketenagakerjaan, serta instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan agar seluruh perusahaan mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Semua perusahaan wajib membayar THR sesuai ketentuan. Tidak boleh ada akal-akalan yang merugikan pekerja,” pungkasnya.

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S

Edarkan Sabu, Pemuda Barong Tongkok Diciduk Polisi

0
Tersangka GY (32) beserta barang bukti saat diamankan polisi. (Ichal/Media Kaltim)

SENDAWAR — Seorang pemuda di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutai Barat karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, polisi menemukan sembilan poket sabu siap edar.

Tersangka berinisial GY (32) ditangkap oleh tim opsnal Satresnarkoba Polres Kutai Barat di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Purai Ngeriman, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, pada Kamis siang (5/3/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Kasat Narkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonatan Sasiang, menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya seseorang yang diduga sering menyediakan narkotika jenis sabu di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, anggota opsnal Satresnarkoba melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.

“Saat melintas di lokasi yang dimaksud, anggota Opsnal melihat seorang pria yang telah diketahui identitasnya sedang berada di atas sepeda motor dan diduga sedang menunggu seseorang. Petugas kemudian melakukan penangkapan dan melakukan penggeledahan terhadap pria tersebut,” ujar AKP Deky kepada pewarta, Sabtu (8/3/2026).

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan poket narkotika jenis sabu yang masing-masing dibungkus plastik klip bening dengan berat kotor sekitar 3,20 gram.

Barang haram tersebut ditemukan di beberapa tempat, di antaranya di dalam bungkus makanan ringan, wadah plastik, serta di saku celana yang dikenakan tersangka GY.

Selain sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy, satu unit telepon genggam, kartu SIM, serta uang tunai sebesar Rp1.700.000 yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika.

“Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy, satu unit telepon genggam, kartu SIM, serta uang tunai sebesar Rp1.700.000 yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika,” terangnya.

Dari hasil interogasi awal, tersangka GY mengakui bahwa narkotika tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dari seseorang yang dikenalnya melalui kontak telepon.

Saat diamankan, tersangka diduga sedang menunggu pembeli untuk melakukan transaksi.

“Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Kutai Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” jelas AKP Deky.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terkait perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara jual beli, serta memiliki atau menguasai narkotika golongan I bukan tanaman tanpa hak atau melawan hukum.

AKP Deky menegaskan bahwa Polres Kutai Barat berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

RUPS Bankaltimtara, Bupati Mahulu Tekankan Dukungan Pembiayaan UMKM

0
Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menghadiri RUPS Bankaltimtara Tahun Buku 2025 di Balikpapan. (Ichal/MKN)

UJOH BILANG — Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) yang digelar di Harum Resort Balikpapan, Kamis (5/3/2026).

Rapat tersebut diikuti para kepala daerah dari seluruh wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara selaku pemegang saham, bersama jajaran direksi dan komisaris Bankaltimtara.

Forum RUPS membahas laporan kinerja keuangan Bankaltimtara sepanjang Tahun Buku 2025, evaluasi kinerja perusahaan, serta rencana strategis pengembangan usaha perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menegaskan bahwa Bankaltimtara memiliki peran penting sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi.

“Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kaltimtara diharapkan mampu terus meningkatkan kinerja dan memperluas layanan keuangan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Bankaltimtara dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurut Angela, sektor UMKM membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal.

“Untuk itu diharapkan Bankaltimtara terus berinovasi dalam menghadirkan produk dan layanan perbankan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui forum RUPS tersebut, Bupati Mahulu berharap Bankaltimtara dapat terus memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan daerah yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tengah perkembangan industri perbankan.

Selain itu, bank daerah tersebut juga diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur, termasuk di Kabupaten Mahakam Ulu.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Sahur on the Road ITS Samarinda Salurkan 3.800 Paket Makanan

0
Pelepasan konvoi relawan yang membagikan 3.800 paket sahur di kawasan Kota Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Info Taruna Samarinda (ITS) kembali menggelar aksi kemanusiaan tahunan bertajuk Sahur on the Road (SOTR) pada Minggu dini hari (8/3/2026). Memasuki pelaksanaan ke-9, kegiatan yang dipusatkan di kawasan eks Bandara Temindung ini berhasil menyalurkan ribuan paket makanan sahur bagi masyarakat.

Ketua ITS, Joko Iswanto yang akrab disapa Jokis, menyampaikan rasa syukur atas dukungan para donatur dan relawan yang membuat target donasi tahun ini terlampaui.

Dari target awal sebanyak 2.000 nasi kotak, panitia berhasil mengumpulkan hingga 3.800 paket sahur yang kemudian didistribusikan ke berbagai titik di Kota Samarinda.

“Alhamdulillah, target kita terlampaui. Nasi kotak ini kami sebar ke lima zona di Kota Samarinda yang sudah ditentukan panitia agar distribusi merata. Sasarannya adalah warga yang masih bekerja hingga dini hari dan tidak sempat menyiapkan santap sahur,” ujar Jokis di lokasi kegiatan.

Distribusi paket sahur dilakukan melalui konvoi relawan yang bergerak menuju lima zona berbeda di Kota Samarinda. Sasaran utama pembagian adalah para pekerja malam, pengemudi, petugas kebersihan, serta masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu sahur.

Kegiatan SOTR tahun ini juga diramaikan oleh kehadiran berbagai komunitas motor serta pertunjukan seni budaya yang menghibur masyarakat di lokasi acara.

Beberapa penampilan yang ditampilkan antara lain Reog Ponorogo, Jathilan, musik Sape, serta tarian khas Kalimantan Timur yang menambah semarak suasana kegiatan sosial tersebut.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan para relawan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan itu.

“Kami sangat mengapresiasi kebersamaan dan kekompakan yang diperlihatkan malam ini. Ada sekitar 2.000 relawan yang hadir, ditambah dukungan dari TNI, Polri, Dishub, Damkar, Satpol PP, BPBD, hingga POKDAR Kamtibmas. Ini adalah modal kuat bagi keamanan Kota Samarinda,” tegas Hendri Umar.

Ia juga menilai keberadaan relawan ITS selama ini telah menjadi mitra penting bagi aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Samarinda.

“Setiap kejadian, mulai dari kebakaran, bencana alam, hingga gangguan kamtibmas seperti pencurian kabel yang viral, rekan-rekan relawan ITS selalu hadir pertama bersama kami. Kecepatan informasi dan aksi mereka membantu kami mendeteksi masalah lebih dini sehingga tidak berdampak luas,” tambahnya.

Setelah seluruh paket sahur dibagikan di lima zona, para relawan kembali ke titik kumpul di kawasan Bandara Temindung untuk melaksanakan sahur bersama warga sekitar, menutup rangkaian kegiatan dengan suasana penuh kebersamaan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Masih Bergantung Sektor Tambang, Ekonomi Kutim Tumbuh 9,82 Persen

0
Pertumbuhan ekonomi Kutim yang mencapai 9,82 persen. (Ilustrasi AI)

SANGATTA – Perekonomian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi daerah pada 2024 tercatat mencapai 9,82 persen. Angka ini didorong oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, serta pertanian dan perkebunan.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan capaian tersebut patut disyukuri. Meski demikian, ia mengingatkan struktur ekonomi Kutim masih sangat bergantung pada sektor tambang dan pertanian.

“Tahun 2024 pertumbuhan kita 9,82 persen. Mudah-mudahan kalau pun turun tahun ini, tidak terlalu jauh,” ujar Mahyunadi.

Menurutnya, ketergantungan pada sektor tertentu berpotensi menimbulkan kerentanan ekonomi di masa depan. Karena itu, pemerintah daerah perlu mendorong pengembangan sektor lain agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.

“Ketergantungan ini harus mulai dikurangi dengan memperkuat sektor-sektor lain yang punya potensi berkembang,” jelasnya.

Di sisi lain, kondisi sosial di Kutim juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Angka kemiskinan tercatat terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tingkat kemiskinan berada di angka 9,6 persen, kemudian turun menjadi 8,87 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 8,07 persen pada 2025.

“Capaian ini patut kita syukuri, namun tetap menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat program-program sosial,” katanya.

Meski demikian, tingkat pengangguran terbuka masih menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya di kalangan usia produktif. Untuk mengatasinya, Pemkab Kutim dinilai perlu memperkuat program pelatihan keterampilan kerja serta menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha.

“Walaupun pengangguran masih ada, kita berharap peningkatan pendapatan keluarga bisa membantu menjaga kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutim juga menunjukkan peningkatan. Pada 2025 IPM tercatat mencapai 76,48, naik dari 75,90 pada 2024.

Mahyunadi menyebut peningkatan tersebut mencerminkan adanya perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat. Namun pemerataan layanan dasar antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan daerah. Perubahan kebijakan transfer dari pemerintah pusat serta meningkatnya kebutuhan belanja wajib membuat ruang fiskal daerah semakin terbatas.

Karena itu, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 harus dilakukan secara lebih selektif dengan menitikberatkan pada program prioritas.

“RKPD tahun 2027 harus disusun dengan prinsip belanja yang lebih berkualitas, fokus pada prioritas, serta menghindari kegiatan yang kurang berdampak langsung kepada masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dukung Swasembada Pangan, Polres Kutim Tanam Jagung 5 Hektare di Bengalon

0
Penanaman Jagung serentak di Kecamatan Bengalon. (Dok. Humas Polres Kutim)

SANGATTA – Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Kutai Timur (Kutim). Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I 2026 yang digelar di Kecamatan Bengalon.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto didampingi Wakapolres Kompol Ahmad Abdullah. Turut hadir anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Arfan, jajaran Polsek Bengalon, unsur Muspika Kecamatan Bengalon, perwakilan perusahaan, serta Kelompok Tani Perdau Mandiri sebagai pengelola lahan.

Penanaman jagung dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Perdau Mandiri dengan luas sekitar 5 hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produksi jagung di Kutai Timur (Kutim).

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengatakan, penanaman jagung serentak tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor ketahanan pangan,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Fauzan menegaskan kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan, dan kelompok tani menjadi kunci dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat penting agar potensi pertanian di Kutim dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi petani dan mampu meningkatkan produksi jagung di daerah. Dengan sinergi semua pihak, sektor pertanian di Kutai Timur diharapkan semakin kuat dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Bontang Peduli: 1.300 Guru Ngaji Terima Paket Sembako

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb7mar2026/mobile/

Disdamkartan Usulkan Pengadaan Senapan Bius untuk Evakuasi Buaya

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang bakal mengajukan pengadaan senapan bius, untuk menangani kasus buaya yang semakin marak kemunculannya belakangan ini.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan usulan ini menjadi solusi untuk langkah pertama dalam penanganan dan evakuasi buaya.

Adapun usulan tersebut rencananya dimasukkan dalam anggaran perubahan 2026. Senapan bius dinilai menjadi solusi untuk menangani dan mengevakuasi buaya yang kerap muncul di perairan pesisir Bontang.

“Kita usulkan sekitar 5 pucuk senapan. Anggota kami juga sudah terlatih melalui program Basarnas,” katanya

Nantinya, senapan tersebut dibagi ke pos-pos pemadam yang terdapat di Loktuan, Berbas, dan Mako yang berada di Jalan Piere Tandean, Kelurahan Bontang Kuala

Pihaknya hingga saat ini masih melakukan penangkapan dengan alat yang terbatas. Mereka juga harus menunggu air surut untuk melakukan penangkapan

Dengan penggunaan senapan bius ini, kedepannya proses penanganan buaya lebih aman. Petugas dapat menindak dari jarak jauh tanpa harus mendekati predator.

Adapun kesiapan regulasi penggunaan senjata telah dikoordinasikan bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Sub Sumber Daya Pesisir.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kenalkan Wastra Kutim, Maison Lumina Raftykha Curi Perhatian di Halif Fashion Karim 2026

0
Nora Suratman saat tampil bersama model menggunakan karyanya. (Dok.Nora Suratman)

SANGATTA – Koleksi Maison Lumina dari brand Raftykha sukses mencuri perhatian dalam gelaran Halif Fashion Karim 2026 yang berlangsung di Temindung Creative Hub, Samarinda, Minggu malam (1/3/2026) lalu. Karya desainer Nora Suratman tersebut tampil memikat dengan sentuhan modest fashion yang elegan sekaligus mengangkat kekayaan wastra daerah.

Dalam peragaan busana bertema halal lifestyle itu, Raftykha menghadirkan Maison Lumina Collection yang mengusung filosofi “rumah cahaya”. Konsep tersebut diterjemahkan melalui siluet anggun, tekstur lembut, serta permainan warna hangat yang merepresentasikan karakter perempuan muslim modern.

Tak sekadar menampilkan rancangan busana, Raftykha juga memperkenalkan wastra Kutai Timur (Kutim) sebagai elemen utama dalam koleksinya. Motif dan tekstil khas daerah tersebut diolah secara kontemporer sehingga mampu tampil elegan di panggung fashion modern.

Desainer Raftykha, Nora Suratman, mengatakan bahwa koleksi Maison Lumina tidak hanya menghadirkan keindahan busana, tetapi juga membawa pesan budaya dan nilai spiritual.

“Maison Lumina ini tentang rumah cahaya. Kami ingin menghadirkan karya yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga membawa cahaya budaya dan nilai keislaman dalam setiap desainnya,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan, penggunaan wastra Kutai Timur dalam koleksi tersebut merupakan upaya untuk memperkenalkan potensi tekstil daerah ke panggung fashion yang lebih luas.

“Wastra Kutim punya karakter yang kuat dan sangat potensial untuk dikembangkan dalam desain modern. Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan lokal bisa tampil elegan di runway tanpa kehilangan identitasnya,” jelas Nora.

Penampilan Raftykha di atas runway mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan pecinta fashion yang memadati lokasi acara. Perpaduan antara desain modern dan kekayaan motif lokal menjadi salah satu sorotan dalam grand show malam itu.

Melalui partisipasi dalam Halif Fashion Karim 2026, Raftykha berharap karya-karya yang mengangkat kekayaan lokal dapat semakin dikenal luas dan memberi ruang bagi wastra daerah untuk berkembang di industri fashion.

“Harapan kami tentu wastra Kutai Timur bisa semakin dikenal dan dicintai, tidak hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional,” tutup Nora.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Tindak 50 Motor di Pekan Ke Dua Ramadan

0
Polres Bontang melakukan patroli antisipasi balapan liar. (dok. Polres Bontang)

BONTANG – Memasuki minggu kedua di Bulan Ramadan, Satlantas Polres Bontang telah melakukan pengamanan terhadap puluhan kendaraan.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi mengatakan terdapat sebanyak 50 kendaraan diamankan. Di antaranya, 40 kendaraan dengan knalpot brong serta 10 sepeda motor yang diduga terlibat balapan liar.

Adapun pengendara yang menggunakan knalpot brong langsung diberikan penilangan. Kendaraan mereka juga diamankan di Polres.

“Kami minta mereka untuk mengganti knalpot setelan pabrik,” pungkasnya, Sabtu (07/03/2026)

Sama halnya dengan kendaraan yang terlibat balapan liar, sepeda motor mereka juga ditahan sebagai bentuk efek jera, “Kita tilang juga mereka,” tambahnya.

Ia mengungkapkan pelaku balapan liar rata-rata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), karena mereka masih berusia remaja dan berstatus pelajar.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk bisa melaporkan aktivitas balap liar ini ke nomor 110. Tidak hanya itu, peran orang tua juga penting untuk dapat mengawasi aktivitas anak-anak mereka apalagi selama bulan Ramadan.

“Rata-rata masih sekolah dan di bawah umur, belum punya SIM. Jadi pengawasan orang tua yang paling penting,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam