Beranda blog Halaman 33

Api Berkobar di Area SDN 001 Samarinda, Murid Sudah Pulang Saat Kejadian

0
Kobaran api membakar bagian atap rumah penjaga sekolah di kawasan SDN 001 Samarinda, Jalan Tirta Kencana, Kamis (20/8/2026) sore. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kebakaran melanda kawasan SD Negeri 001 Samarinda di Jalan Tirta Kencana, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 16.50 WITA. Satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin terbakar, sementara bangunan utama sekolah berhasil diselamatkan.

Kebakaran diketahui setelah warga melihat asap tebal disertai kobaran api dari area belakang sekolah. Api yang terus membesar membuat warga khawatir merambat ke bangunan sekolah dan permukiman di sekitarnya.

Sejumlah warga kemudian berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu petugas tiba.

Ardi, salah seorang penjaga kantin SDN 001 Samarinda, mengatakan api berasal dari kawasan rumah penjaga sekolah yang posisinya berdekatan dengan kantin.

“Saya melihat rumah penjaga sekolah itu terbakar, posisi bangunan menyatu dengan kantin. Kebetulan saat kejadian anak-anak sekolah sudah pulang dan kantin juga sudah tutup. Setahu saya penjaga sekolah tinggal sendirian di situ,” ujar Ardi.

Armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Samarinda bersama relawan kemudian tiba dan langsung berusaha melokalisasi api.

Proses pemadaman sempat diwarnai ketegangan antara personel pemadam dan warga. Cekcok terjadi di tengah situasi pemadaman yang ramai. Namun, kesalahpahaman tersebut dapat segera diselesaikan dan petugas kembali fokus melakukan pemadaman.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Samarinda Hendra AH membenarkan kebakaran tersebut. Tiga unit fire truck dari Posko 1 dikerahkan bersama personel dan relawan.

“Hari ini kami mendapat informasi kebakaran di Jalan Tirta Kencana/Arjuna, tepatnya di belakang SD. Yang terbakar adalah satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin, serta ada sedikit mess yang terdampak,” kata Hendra.

Menurut Hendra, sekolah sudah dalam kondisi sepi ketika kebakaran terjadi karena seluruh murid telah pulang.

Petugas juga harus berhati-hati ketika memasuki kawasan sekolah karena akses menuju titik kebakaran relatif sempit.

“Akses jalan utama lumayan baik, hanya saja saat masuk ke area dalam sekolah jalurnya sedikit sempit. Tapi Alhamdulillah bangunan utama sekolah tidak terkena dampak,” jelasnya.

Api akhirnya berhasil dilokalisasi sehingga tidak merambat ke bangunan utama sekolah maupun permukiman warga.

Warga yang sejak awal menyaksikan proses pemadaman bahkan sempat bersorak dan bertepuk tangan setelah kobaran api berhasil dikuasai.

“Kami menurunkan 3 unit fire truck dari Posko 1 dengan dibantu rekan-rekan relawan. Waktu penanganan hingga pendinginan memakan waktu sekitar satu jam,” ujar Hendra.

Tidak dilaporkan adanya korban dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran dan jumlah kerugian materiil masih dalam penyelidikan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Anggaran Pendidikan Kaltim Rp3,2 Triliun, Rp1,1 Triliun untuk Gaji dan Tunjangan

0
Anggota Komisi IV sekaligus Badan Anggaran DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry meminta anggaran pendidikan 2027 tidak sekadar memenuhi persentase mandatory spending. (K Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Anggaran pendidikan Kalimantan Timur dalam pembahasan KUA-PPAS 2027 disebut telah mencapai sekitar 27 persen. Namun, DPRD Kaltim mengingatkan angka tersebut belum otomatis menunjukkan anggaran pendidikan sudah berkualitas.

Anggota Komisi IV sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry meminta Pemprov membedah kembali isi anggaran pendidikan tersebut. Setiap rupiah yang dialokasikan harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah provinsi.

“Komitmen 27 persen itu kalau di-breakdown isinya apa? Kalau isinya ternyata tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan yang kita alami selama ini dan juga sudah menjadi catatan BPK untuk kita selesaikan, berarti tidak ada progres dalam penanganan persoalan pendidikan kita,” kata Sarkowi, Kamis (20/8/2026).

Menurut Sarkowi, ketentuan minimal 20 persen anggaran pendidikan tidak seharusnya dipahami sebatas memenuhi persentase mandatory spending.

“Mandatori itu minimal 20 persen, itu mengandung pembobotan. Bobot yang pertama adalah bobot yang terkait dengan kewenangan dan bobot yang terkait dengan menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan pendidikan yang ada. Bukan hanya asal lebih 20 persen,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan belanja pendidikan dalam pembahasan KUA-PPAS 2027 telah mencapai sekitar 27 persen.

Anggota Banggar DPRD Kaltim Baba pada 14 Agustus 2026 juga menyebut angkanya mencapai 27,12 persen. Total anggaran pendidikan sekitar Rp3,2 triliun, dengan sekitar Rp1,1 triliun di antaranya merupakan belanja gaji dan tunjangan ASN.

Komposisi tersebut menjadi perhatian Sarkowi. Menurutnya, tingginya persentase belum cukup jika sebagian besar anggaran terserap untuk belanja rutin sementara persoalan pendidikan belum terselesaikan.

“Jadi 20 persen yang berkualitas,” ujarnya.

Sorotan tersebut semakin relevan karena kemampuan fiskal Kaltim pada 2027 diproyeksikan turun. Dalam RKPD 2027, APBD Kaltim diproyeksikan sekitar Rp12,1 triliun.

Angka itu jauh di bawah APBD 2026 dengan belanja sekitar Rp15,15 triliun dan pendapatan Rp14,25 triliun.

Dengan ruang fiskal yang semakin sempit, Sarkowi meminta belanja pendidikan difokuskan pada urusan yang memang menjadi kewenangan Pemprov Kaltim, terutama SMA, SMK dan SLB.

Salah satu yang dapat diperkuat adalah pemenuhan perlengkapan siswa. Ia mencontohkan bantuan seragam yang selama ini hanya satu setel dapat dievaluasi sesuai kemampuan anggaran dan kebutuhan siswa.

“Kalau selama ini bajunya cuma satu setel, kenapa tidak bisa tiga setel? Itu juga aspirasi dari para orang tua. Selama ini hanya putih abu-abu. Kenapa tidak Pramuka? Kenapa tidak ditambah dengan batik, misalnya, atau baju olahraga,” ungkapnya.

Selain kebutuhan siswa, kondisi infrastruktur sekolah juga harus menjadi prioritas. Sarkowi menyebut masih terdapat SMA, SMK dan SLB yang membutuhkan perbaikan.

“Di kita ini masih ada sekolah-sekolah yang masih kondisi rusak yang menjadi kewenangan kita. SMA, SMK, SLB. Itu harusnya diprioritaskan,” katanya.

Perhatian juga harus diberikan terhadap proyek pendidikan yang sebelumnya mengalami putus kontrak.

“Baik yang dari awal mau kita renovasi maupun yang putus kontrak, itu harus menjadi prioritas,” lanjutnya.

Persoalan berikutnya adalah sekolah baru yang belum memiliki fasilitas sendiri dan masih menumpang di sekolah lain. Sarkowi meminta kebutuhan tersebut masuk dalam prioritas anggaran 2027.

“Pendidikan lagi terkait dengan infrastruktur yang berhubungan dengan sekolah-sekolah baru yang sekarang menumpang. Ini kan harus kita prioritaskan,” ujarnya.

Menurut Sarkowi, pembahasan anggaran pendidikan akhirnya tidak boleh berhenti pada apakah alokasinya 20 persen atau sudah mencapai 27 persen. Ukurannya adalah kemampuan anggaran tersebut menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.

Terlebih, dengan proyeksi APBD 2027 sekitar Rp12,1 triliun, setiap program harus semakin terukur dan memiliki manfaat yang jelas.

“Jadi 20 persen itu benar-benar akan bisa menyentuh kepada solusi mengatasi persoalan-persoalan dunia pendidikan selama ini,” tutup Sarkowi.

Pewarta: K Irul Umam
Editor: Agus S.

Suharso Kembali ke IKN, Soroti Konsistensi Forest City hingga Sponge City

0
Suharso Monoarfa bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono meninjau sejumlah proyek strategis pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (20/8/2026). (Humas Otorita IKN)

NUSANTARA – Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa kembali melihat langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (20/8/2026). Setelah berkeliling di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Suharso menilai pembangunan Nusantara menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Kunjungannya diterima Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama jajaran. Sejumlah proyek strategis ditinjau, termasuk SMA Taruna Nusantara Kampus IKN serta infrastruktur pendukung konsep forest city, sponge city, dan smart city.

Suharso mengatakan kedatangannya ke Nusantara salah satunya untuk memastikan konsep awal pembangunan IKN tetap dijalankan secara konsisten.

“Pertama, saya ingin menyaksikan konsistensi pembangunan IKN, karena apa pun ini adalah legasi bangsa. Karena itu, keberlanjutan pembangunan ini menjadi penting,” ujar Suharso.

Ia menekankan pembangunan Nusantara tidak semata dilihat dari berdirinya gedung dan infrastruktur. Konsep yang sejak awal melekat pada IKN, termasuk smart city dan sponge city, juga harus tetap menjadi bagian dalam pembangunan.

“Saya ingin mengikutinya dan menyaksikannya dari dekat, terutama dengan atribusi yang kita kenakan pada IKN ini sebagai smart city, sebagai sponge city, bahwa hal itu secara prinsip tetap dijalankan, tetap dipegang,” katanya.

Basuki menjelaskan salah satu implementasi konsep sponge city terlihat dari pembangunan embung di kawasan IKN. Saat ini telah terdapat 32 embung yang selesai dan berfungsi.

Air dari embung tersebut antara lain dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman. Otorita IKN juga melanjutkan pembangunan embung baru pada 2026.

“Kondisi embung kita ada 32 yang sudah jadi, yang sudah berfungsi, diambil airnya untuk menyiram tanaman. Tahun 2026 ini kita mulai 24 embung lagi untuk kita bangun, jadi totalnya akan 54 embung, salah satunya berfungsi sebagai estetika kota,” ujar Basuki.

Setelah melihat sejumlah pembangunan tersebut, Suharso menilai kemajuan IKN cukup menggembirakan.

“Setelah saya saksikan, perkembangannya cukup menggembirakan,” katanya.

Suharso kemudian menyoroti peluang investasi di Nusantara. Ia mendorong investor dalam negeri lebih berani mengambil peluang di tengah pembangunan ibu kota baru.

Menurutnya, kehadiran investor dari luar negeri semestinya turut meningkatkan kepercayaan pengusaha nasional untuk berinvestasi.

“Karenanya, saya pikir investor-investor domestik itu harus berani melihat ke sini. Saya sudah saksikan beberapa nama ada di sini. Kalau yang dari luar saja berani, mengapa mereka yang di dalam negeri tidak berani,” ujarnya.

Suharso juga tetap meyakini pembangunan IKN dapat menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru. Keyakinan tersebut, menurutnya, didasarkan pada perhitungan yang sebelumnya dilakukan ketika masih memimpin Bappenas.

Skala pembangunan Nusantara dinilai memiliki kemampuan menciptakan aktivitas ekonomi yang kemudian mendorong munculnya pusat pertumbuhan baru.

“Saya tetap dengan keyakinan saya, hitungan-hitungan kami, yang bisa dibuktikan secara akademis, bahwa sesuatu yang baru, apalagi dengan magnitude yang besar seperti ini, dia akan membentuk sebuah economic crowd baru dan dapat menjadi mesin pertumbuhan, engine of growth untuk Indonesia,” tutup Suharso.

Penulis: Humas Otorita IKN
Editor: Agus S.

PPPK Diwacanakan Dikelola Pusat, Daerah Dinilai Tak Lagi Terbebani Gaji

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Wacana pemerintah pusat mengambil alih pengelolaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya tenaga pendidik, mendapat dukungan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia menilai kebijakan tersebut dapat memberikan kepastian kesejahteraan pegawai sekaligus mengurangi tekanan belanja pegawai dalam APBD.

“Tentu kita sebagai pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam soal rencana tersebut,” ujar Andi Harun, Kamis (20/8/2026).

Menurut Andi Harun, penarikan kewenangan pengelolaan kepegawaian ke pemerintah pusat merupakan langkah yang rasional. Salah satu pertimbangannya adalah kemampuan fiskal setiap daerah berbeda-beda, sementara pemerintah daerah tetap harus menyediakan anggaran untuk membayar gaji dan tunjangan pegawai.

Ia melihat setidaknya ada tiga manfaat apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan. Salah satunya memberikan kepastian anggaran untuk kesejahteraan aparatur, termasuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.

“Lebih terjamin penyediaan anggaran untuk kesejahteraan pegawainya, termasuk P3K dan P3K paruh waktu yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk diangkat menjadi PNS,” jelasnya.

Andi Harun mengatakan kondisi fiskal sejumlah pemerintah daerah kerap mengalami tekanan. Belanja pegawai juga masih bergantung pada kemampuan keuangan masing-masing daerah dan dukungan transfer pemerintah pusat.

“Faktor keguncangan fiskal di masing-masing daerah membuat ada daerah yang berjibaku memenuhi penyediaan anggarannya terhadap kepegawaian,” ungkapnya.

Jika pembiayaan PPPK dialihkan ke pemerintah pusat melalui APBN, menurut Andi Harun, beban belanja rutin pemerintah daerah akan berkurang. Ruang fiskal dalam APBD kemudian dapat lebih banyak digunakan untuk membiayai program yang langsung dirasakan masyarakat.

“Beban pemerintah daerah akan berkurang, sehingga APBD-nya bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan berdampak pada masyarakat, seperti infrastruktur dasar, kesehatan, dan pendidikan,” katanya.

Selain persoalan fiskal, Andi Harun melihat pengelolaan kepegawaian secara nasional dapat memperkuat posisi aparatur sebagai bagian dari satu sistem kepegawaian negara.

“Terjadi transformasi penguatan nilai-nilai kebangsaan, kita menjadi pegawai negeri sipil yang utuh, tidak lagi tersekat-sekat antarpemerintah daerah,” tegasnya.

Ia juga menyinggung persoalan pendataan dan pengangkatan tenaga honorer di daerah. Menurutnya, penambahan pegawai tanpa memperhitungkan kemampuan keuangan dapat menjadi persoalan ketika kebutuhan belanja pegawai terus meningkat.

“Kalau tidak memperhitungkan anggaran, suatu hari bisa jadi blunder, tidak tersedia cukup alokasi anggaran untuk pembayaran gaji dan tunjangan,” tuturnya.

Karena itu, Andi Harun menilai pembiayaan melalui APBN dapat memberikan kepastian lebih kuat terhadap pembayaran hak pegawai.

“Pasti jaminannya adalah teralokasi secara permanen di APBN,” pungkasnya.

Meski mendapat dukungan dari Pemkot Samarinda, wacana pengalihan pengelolaan PPPK tersebut masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dan aturan teknis yang nantinya ditetapkan.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Terobos Lampu Merah, Pasangan Suami Istri Luka Parah Ditabrak Pengendara Motor Trail

0
Terobos Lampu Merah, Pasangan Suami Istri Luka Parah Ditabrak Pengendara Motor Trail
Sepeda motor korban ditinggal di sekitar lokasi kejadian. (Yusva Alam)

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalulintas di Perempatan Lampu Merah Loktuan, Jumat (21/8/2026) malam. Dua pemotor bertabrakan saat bersamaan melewati traffic light, sekira pukul 23.30 wita.

Diceritakan Ali, salahsatu saksi, kejadian itu bermula saat korban yang merupakan pasangan suami istri menerobos lampu merah. Menaiki sepeda motor yang tak diketahui jenisnya, lantaran hanya terlihat rangkanya saja, tanpa body motor, tanpa speedometer, dan tanpa lampu depan. Dari arah Loktuan menuju Jalan Arif Rahman Hakim atau Kilometer 3.

Di saat yang bersamaan dari arah Pabrik PKT lampu berwarna hijau. Seorang pengendara sepeda motor trail melaju dan menabrak korban dari sisi samping kanan.

“Si penabrak baik-baik saja tapi motornya rusak parah. Sementara yang ditabrak motornya baik-baik saja tapi pengendaranya yang terluka parah, terutama istrinya yang mengalami patah kaki,” bebernya.

Saat berita ini ditayangkan, korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat, RS PKT. Dari pantauan Radarbontang di lapangan, imbas kejadian ini banyak sekali pengendara yang berhenti menyaksikan kejadian. Darah berceceran di lokasi kejadian. Sepeda motor korban masih ditinggal di lokasi, dan belum ada pihak berwenang yang melakukan penanganan.

Pewarta/Editor: Yusva Alam

Pelataran Bontang Kuala Masih Gelap, Dispopar Usul Tambahan 12 Lampu

0
Pelataran Bontang Kuala pada sore hari. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang berencana menambah fasilitas penerangan di kawasan Pelataran Bontang Kuala. Penambahan lampu ini diusulkan dalam anggaran perubahan 2026, untuk mengatasi sejumlah area yang masih minim pencahayaan pada malam hari.

Kepala Dispopar Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan sekitar 10 hingga 12 titik lampu kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Usulan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 300 juta. Penambahan penerangan dinilai penting karena kondisi kawasan yang masih gelap dikeluhkan pengunjung, terutama ketika aktivitas masyarakat berlanjut hingga malam.

“Penerangan ini penting, apalagi kebutuhan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” katanya.

Ia juga menjelaskan, beberapa lampu sebenarnya telah tersedia di kawasan tersebut. Namun, penerangannya belum merata sehingga masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan tambahan lampu.

Salah satunya berada di sepanjang jembatan dermaga, yang dinilai masih cukup gelap saat malam hari.

Selain menunjang kenyamanan, penerangan tambahan diharapkan dapat memperkuat keamanan kawasan yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat, dan terdapat sejumlah kios serta fasilitas umum.

Eko mengatakan, pengawasan juga tetap menjadi perhatian apabila nantinya fasilitas penerangan telah ditambah. Saat ini, beberapa titik di Pelataran Bontang Kuala sudah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Pengawasan juga akan di koordinasikan dengan kelurahan.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kasus Karhutla Bontang Melonjak, 26 Kejadian Tercatat hingga Agustus 2026

0
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (AI)

BONTANG – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bontang terus bertambah seiring memasuki puncak musim kemarau. Hingga Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mencatat sebanyak 26 kejadian karhutla.

Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan data yang sebelumnya tercatat hingga Juni 2026, yakni sebanyak delapan kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan peningkatan kejadian karhutla masih sejalan dengan prediksi musim kemarau tahun ini.

“Awal musim kemarau pertengahan Juni. Jika prediksi tiga sampai empat bulan, maka benar sekitar September puncak kemarau,” kata Ismail, Jumat (21/8).

Berdasarkan data BPBD periode Januari hingga Agustus 2026, kejadian karhutla tersebar di tiga kecamatan. Bontang Selatan menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 13 kejadian.

Selanjutnya Bontang Barat mencatat sembilan kejadian, sedangkan Bontang Utara sebanyak empat kejadian.

Dengan demikian, dalam kurun sekitar dua bulan sejak data terakhir yang mencatat delapan kejadian hingga Juni, terdapat tambahan 18 kasus karhutla di Bontang.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar September.

BPBD juga mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melaporkan apabila melihat adanya asap maupun titik api.

“Jika melihat asap atau api, segera laporkan,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta mempersiapkan diri dan keluarga, menghadapi potensi bencana selama kondisi kemarau berlangsung.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

PLN Sukses Energize GI 150 kV Grogot 2 Line Bay Arah Sei Durian, Siap Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan Paser

0
Foto bersama tim di area GI 150 kV Grogot dalam rangka kegiatan Energize Extension 2 LB GI 150 kV Grogot arah GI 150 kV Sei Durian.

PASER — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Timur 1 (UPP KLT 1) melaksanakan energize GI 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian, Jumat (14/8). Kegiatan ini merupakan tahapan pengujian fasilitas kelistrikan sekaligus bagian dari pemenuhan persyaratan teknis setelah diterbitkannya Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB).

RLB GI 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian menyatakan bahwa fasilitas tersebut layak diberi tegangan selama 24 jam. Pelaksanaan manuver energize mengacu pada SOP PLN Unit Pengatur Beban (UP2B), dengan pengawasan PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Paser serta PLN UPP KLT 1. Kegiatan ini melibatkan PLN UPP KLT 1, PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif), PLN UP2B, PLN ULTG Paser, serta KSO PT UBP–Mahameru.

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menyampaikan bahwa pelaksanaan energize dilakukan setelah seluruh persyaratan teknis terpenuhi.

“Energize dilaksanakan setelah RLB diterbitkan dan fasilitas dinyatakan laik diberi tegangan selama 24 jam. Proses manuver dilakukan sesuai SOP UP2B dengan pengawasan ULTG Paser dan UPP KLT 1 untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan,” kata I Made.

GI 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian menjadi bagian dari penguatan infrastruktur sistem transmisi di wilayah Paser. Infrastruktur kelistrikan yang semakin andal mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan kegiatan usaha, sekaligus meningkatkan kesiapan sistem dalam melayani pertumbuhan beban listrik seiring perkembangan ekonomi daerah.

Ditempat terpisah, Senior Manager Operasi Konstruksi 1 PLN UIP KLT, Muhammad Ardiansyah, mengatakan bahwa pembangunan dan penyelesaian infrastruktur ketenagalistrikan merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat keandalan sistem sekaligus mendukung kebutuhan listrik yang terus berkembang.

“PLN UIP KLT terus menggenjot pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalsel, Kaltim dan Kaltara termasuk memperkuat gardu induk, membangun jaringan baru, dan mendukung konektivitas sistem interkoneksi antardaerah. Infrastruktur listrik yang andal menjadi fondasi penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan iklim investasi di pulau Kalimantan,” ujar Ardiansyah.

Penguatan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PLN UIP KLT dalam membangun jaringan dan memperkuat sistem interkoneksi antardaerah Kalsel maupun Kaltim. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mendukung tersedianya infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai bagi pengembangan wilayah, sehingga diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan terlaksananya energize tersebut, PLN melanjutkan tahapan kesiapan pengoperasian GI 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian. Pembangunan dan penguatan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kalimantan Timur akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem kelistrikan yang semakin andal dan mendukung Indonesia yang lebih maju dan berdaya. (Bom)

Pesta Rakyat Jadi Puncak Perayaan HUT RI ke-81 di Gunung Elai, Libatkan 35 UMKM

0
Suasana Pesta Rakyat yang berlangsung di kawasan Sungai Warna-Warni Kelurahan Gunung Elai. (istimewa)

BONTANG – Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, menggelar rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. Tahun ini, perayaan ditutup dengan pesta rakyat yang dipusatkan di kawasan Sungai Warna-Warni, samping Kantor PMI.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan pesta rakyat menjadi puncak rangkaian peringatan kemerdekaan yang digelar Kelurahan Gunung Elai tahun ini.

“Ini sebenarnya untuk umum juga, rangkaian HUT RI. Puncaknya pesta rakyat ini,” ujarnya.

Pesta rakyat berlangsung pada 20-22 Agustus 2026. Kegiatan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Kelurahan Gunung Elai.

Sulistyo menyebut terdapat sekitar 35 UMKM yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. Mereka menyediakan berbagai produk dan kuliner bagi masyarakat yang datang.

Selain pesta rakyat, sejumlah kegiatan telah lebih dulu digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI. Di antaranya lomba voli ceria antar-RT serta lomba lingkungan bersih dan hijau.

Katanya, pesta rakyat sekaligus menjadi momentum pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Puncaknya nanti malam minggunya adalah pembagian-pembagian hadiahnya,” jelasnya.

Untuk hiburan, panitia juga menyiapkan sejumlah pertunjukan bagi masyarakat. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Perayaan tahun ini berbeda dengan konsep tahun sebelumnya. Sulistyo menyebut pada tahun lalu rangkaian kemerdekaan di Gunung Elai mengangkat tema budaya nusantara dan diisi dengan kegiatan pawai.

“Tiap tahun beda-beda. Tahun ini pesta rakyat,” pungkasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Trailer Angkut Excavator Terguling, Jalan Poros Bontang – Samarinda Macet Parah

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb21agt2026/mobile/