Beranda blog Halaman 36

Empat Bulan Belajar di Redaksi, Dua Siswi SMKN 1 Samarinda Akhiri PKL di Media Kaltim

0
Foto bersama pimpinan Media Kaltim dan guru pembimbing SMKN 1 Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Setelah menjalani proses belajar langsung di dunia industri media selama empat bulan, dua siswi SMKN 1 Samarinda, Keisya Tara Assyifa dan Halimahtusadiah, resmi mengakhiri masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kantor Media Kaltim Grup cabang Samarinda, Jumat (6/3/2026).

Momen perpisahan tersebut berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Jajaran manajemen Media Kaltim bersama guru pembimbing dari SMKN 1 Samarinda hadir dalam kegiatan pelepasan yang sekaligus dirangkai dengan buka puasa bersama.

Selama empat bulan terakhir, kedua siswi dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut terlibat langsung dalam berbagai aktivitas produksi dan kerja redaksi di lingkungan Media Kaltim.

Saat guru pembimbing SMKN 1 Samarinda mendatangi kantor Media Kaltim untuk menjemput dua siswa PKL tersebut. (Dimas/Media Kaltim)

Kepala Biro Media Kaltim Samarinda, Adhi Abdian, menyampaikan apresiasi atas semangat belajar serta kontribusi yang telah diberikan oleh kedua siswa selama menjalani PKL.

“Empat bulan bukan waktu yang singkat. Keisya dan Halimah sudah bukan lagi sekadar anak magang, tapi bagian dari keluarga besar Media Kaltim. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan semangat belajar kalian. Pesan saya, jangan berhenti di sini. Ilmu yang didapat di lapangan harus menjadi modal kuat saat kalian kembali ke bangku sekolah nanti,” ujar Adhi Abdian.

Hal senada juga disampaikan Kepala Multimedia Media Kaltim, Nuzul Saputra. Menurutnya, keberadaan kedua siswi tersebut cukup membantu aktivitas kerja di divisi multimedia yang memiliki ritme kerja cepat.

“Secara teknis, saya sangat terbantu. Di divisi multimedia, ritme kerja kita sangat cepat, dan mereka berdua mampu mengimbangi itu dengan baik. Kreativitas anak-anak DKV SMKN 1 Samarinda ini luar biasa. Terima kasih sudah membantu meringankan beban kerja kami dengan hasil yang memuaskan,” ungkap Nuzul.

Penarikan kedua siswa PKL tersebut dilakukan karena mereka akan segera mengikuti tahapan evaluasi di sekolah. Mulai Senin (9/3/2026), Keisya dan Halimah dijadwalkan menjalani Ujian Sertifikasi PKL di SMKN 1 Samarinda.

Ujian tersebut menjadi tahap penting untuk mengukur sekaligus memvalidasi kompetensi yang telah mereka pelajari selama menjalani praktik kerja di dunia industri.

Guru pembimbing dari SMKN 1 Samarinda yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada Media Kaltim atas kesempatan dan pengalaman yang diberikan kepada para siswa.

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di industri media sangat penting bagi siswa SMK, terutama untuk memahami dinamika dunia kerja serta meningkatkan keterampilan praktis yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Acara pelepasan ditutup dengan suasana kebersamaan saat seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama di kantor Media Kaltim Samarinda.

Di sela-sela kegiatan tersebut, berbagai cerita selama masa PKL kembali dikenang. Tawa dan percakapan hangat menjadi penutup perjalanan empat bulan yang penuh pengalaman bagi kedua siswa tersebut.

Meski masa praktik telah berakhir, karya dan pengalaman yang mereka hasilkan selama di Media Kaltim akan tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus bukti bahwa generasi muda Samarinda memiliki potensi besar untuk berkembang di industri kreatif.

Pewarta : Dimas
Editor : Agus S

FK Unmul Sosialisasikan Pendidikan Dokter Spesialis, Pemda Didorong Siapkan SDM

0
(Berdiri keempat kiri) Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk foto bersama dengan sejumlah perwakilan kabupaten/kota se-Kaltim pada acara sosialisasi penerimaan mahasiswa program kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda. (Ist)

UJOH BILANG — Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (Unmul) mulai membuka peluang lebih luas bagi pemerintah daerah di Kalimantan Timur untuk berkolaborasi dalam pengembangan tenaga dokter spesialis. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga medis di berbagai wilayah, khususnya daerah yang masih kekurangan dokter spesialis.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa program pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Unmul di Samarinda, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur, termasuk Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk.

Melalui kegiatan ini, Unmul memperkenalkan berbagai program pendidikan dokter spesialis sekaligus membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Nataniel Tandirogang, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah mengenai proses penerimaan mahasiswa program dokter spesialis serta bidang-bidang pendidikan yang tersedia di kampus tersebut.

“Baru kali ini kami melakukan sosialisasi terkait pendidikan dokter spesialis, meskipun sebelumnya sudah ada dua bidang spesialis yang berjalan, yaitu bedah dan paru. Untuk dokter bedah sendiri sudah menghasilkan tujuh dokter spesialis, sedangkan untuk paru saat ini memasuki tahun kedua,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini Fakultas Kedokteran Unmul juga telah mendapat mandat untuk menyelenggarakan tiga program pendidikan dokter spesialis tambahan, yakni Anestesiologi, Ilmu Penyakit Dalam, serta Obstetri dan Ginekologi.

“Dengan demikian, saat ini sudah ada lima program pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Unmul,” ujarnya.

Menurut Nataniel, pengembangan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

“Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan agar informasi mengenai program pendidikan dokter spesialis dapat diketahui oleh pemerintah daerah serta masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kesehatan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Melalui kegiatan seperti ini, daerah dapat mengetahui peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya pendidikan dokter spesialis,” tandasnya.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah, terutama bagi wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar sesi pemaparan dari perwakilan pemerintah kabupaten dan kota mengenai kondisi layanan kesehatan serta kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah masing-masing.

Sejumlah daerah menyampaikan berbagai tantangan dalam pemenuhan tenaga medis, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya kesehatan.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, sejumlah instansi terkait, serta para dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.

Turut hadir Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Siti Khotimah. Wakil Bupati Mahakam Ulu juga didampingi perwakilan dari Dinas Kesehatan P2KB Mahulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu, serta BKPSDM Mahulu.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Mahulu Butuh Dokter, Wabup Suhuk Minta Kuota Ditambah

0
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk saat menghadiri sosialisasi penerimaan mahasiswa kedokteran Universitas Mulawarman bersama perwakilan kabupaten/kota se-Kaltim. (Ist)

UJOH BILANG — Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mendorong penambahan kuota pendidikan dokter bagi putra-putri daerah Mahakam Ulu guna mendukung pemenuhan tenaga medis di wilayah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Suhuk saat menghadiri sosialisasi penerimaan mahasiswa program pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kamis (5/3/2026).

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Saat ini Mahakam Ulu sedang berproses meningkatkan layanan kesehatan. Puji Tuhan, kami sudah mendapatkan dukungan dari kementerian untuk pembangunan rumah sakit tipe C. Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu yang ada saat ini akan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C,” ujarnya.

Suhuk menjelaskan bahwa seluruh persyaratan pembangunan rumah sakit tersebut telah dipenuhi, termasuk penyediaan lahan yang sebelumnya diminta oleh pemerintah pusat.

“Permintaan penyediaan lahan sudah kami selesaikan, sehingga saat ini tinggal berproses pada tahap pembangunan. Rencananya tahun ini pembangunan rumah sakit tipe C tersebut sudah dapat dimulai,” jelasnya.

Menurut Suhuk, keterbatasan fasilitas kesehatan di Mahulu selama ini membuat masyarakat sering harus berobat ke daerah lain, khususnya ke Kabupaten Kutai Barat.

“Selama ini jika ada kondisi mendesak, masyarakat Mahulu sering dirujuk ke RS Harapan Insan Sendawar di Kutai Barat. Perjalanan dari Mahulu ke sana pun tidak mudah, kadang harus melalui jalur sungai terlebih dahulu kemudian dilanjutkan jalur darat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mahulu juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman dalam pengembangan pendidikan tenaga medis.

“Berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Mahulu, kami sudah memiliki kerja sama dengan Unmul. Saat ini ada kuota dua dokter umum dan satu dokter gigi yang sedang menempuh pendidikan, dan kami juga mendapat informasi sudah ada mahasiswa asal Mahulu yang mengambil pendidikan dokter spesialis paru di Unmul,” ujarnya.

Namun demikian, Suhuk menegaskan bahwa kebutuhan tenaga dokter di Mahulu masih cukup besar. Bahkan untuk dokter umum di sejumlah puskesmas masih belum terpenuhi.

“Di Mahulu kami masih sangat membutuhkan tenaga dokter. Bukan hanya dokter spesialis, dokter umum pun masih kurang. Bahkan masih ada puskesmas yang belum memiliki dokter, seperti di Puskesmas Laham,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap kuota pendidikan dokter bagi putra-putri Mahulu dapat ditambah agar mereka dapat kembali mengabdi di daerah asal.

“Harapan kami, kuota untuk Mahulu bisa ditambah sehingga anak-anak daerah dapat difokuskan menempuh pendidikan di bidang kedokteran. Dengan begitu kebutuhan tenaga kesehatan di Mahulu ke depan dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Program Lisdes Tambah 38 Desa Berlistrik di Kaltim

0
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat kemajuan signifikan dalam pemerataan akses listrik selama satu tahun masa kepemimpinan Gubernur H. Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Salah satu capaian penting adalah bertambahnya 38 desa di Kalimantan Timur yang kini telah menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero).

Berdasarkan data terbaru, dari total sekitar 1.038 desa di Kalimantan Timur, sebanyak 928 desa telah teraliri listrik PLN pada tahun sebelumnya, sementara 110 desa lainnya masih mengandalkan sumber listrik non-PLN.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, melalui berbagai program percepatan elektrifikasi, jumlah desa yang mendapatkan layanan listrik PLN bertambah sebanyak 38 desa.

Dengan capaian tersebut, jumlah desa yang sebelumnya belum teraliri listrik berhasil ditekan secara signifikan, sehingga kini tersisa sekitar 73 desa yang belum menikmati listrik dari PLN.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses energi hingga ke wilayah terpencil dan pedalaman.

“Penambahan 38 desa berlistrik ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur. Program ini tidak hanya bertujuan menghadirkan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) 2025–2026, yang merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama PT PLN (Persero).

Menurutnya, melalui program tersebut pemerintah terus melakukan koordinasi dan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, khususnya di desa-desa yang selama ini masih mengandalkan pembangkit mandiri atau sumber listrik terbatas.

“Program Lisdes menjadi salah satu prioritas karena masih ada desa-desa yang secara geografis cukup menantang. Namun dengan sinergi antara pemerintah daerah dan PLN, kami optimistis rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur dapat mencapai 100 persen pada tahun 2027,” jelasnya.

Bambang menambahkan bahwa akses listrik memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di desa, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur energi agar seluruh desa di wilayah tersebut dapat menikmati akses listrik yang merata dalam beberapa tahun ke depan.

“Dengan hadirnya listrik yang stabil, aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif. Anak-anak bisa belajar dengan lebih baik, layanan kesehatan lebih optimal, dan pelaku usaha desa juga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” tambahnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Kedekatan TNI dan Warga Terlihat di Lokasi TMMD Kubar

0
Anggota Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar, Pratu Wisnu Taripino membantu warga Kampung Linggang Amer mencari kayu bakar untuk kebutuhan memasak sehari-hari. (Ist)

SENDAWAR — Anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat terus menunjukkan kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat di lokasi sasaran TMMD.

Salah satunya dilakukan oleh Pratu Wisnu Taripino yang membantu warga Kampung Linggang Amer mencari kayu bakar untuk kebutuhan memasak sehari-hari, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut bermula saat Pratu Wisnu melihat seorang warga sedang mencari kayu bakar di sekitar kawasan hutan kampung. Tanpa ragu ia langsung ikut membantu mengumpulkan kayu bakar untuk dibawa pulang oleh warga.

Menurut Pratu Wisnu Taripino, selain melaksanakan tugas pembangunan dalam program TMMD, anggota Satgas juga berusaha selalu hadir membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

“Kami tidak hanya fokus pada pekerjaan sasaran fisik TMMD, tetapi juga berusaha membantu masyarakat. Hal sederhana seperti membantu mencari kayu bakar ini diharapkan dapat meringankan pekerjaan warga,” ujarnya.

Warga Kampung Linggang Amer pun mengaku sangat senang dan merasa terbantu dengan kehadiran anggota Satgas TMMD. Selain membantu pembangunan di kampung, para prajurit TNI juga aktif membantu berbagai kegiatan masyarakat.

Program TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar sendiri tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan di daerah, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat di lokasi sasaran TMMD.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Gotong Royong Warga dan TNI Warnai Pembangunan RTLH TMMD

0
Warga Kampung Linggang Amer membantu Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar membuat adukan semen untuk pembangunan RTLH di Kecamatan Linggang Bigung. (Ist)

SENDAWAR — Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat di Kampung Linggang Amer tidak hanya dikerjakan oleh anggota Satgas TMMD, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Semangat gotong royong terlihat jelas saat warga ikut terlibat langsung dalam pengerjaan sasaran fisik TMMD berupa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Jumat (6/3/2026).

Salah satu warga Kampung Linggang Amer, Berton Lomeus, tampak dengan penuh semangat membantu anggota Satgas TMMD membuat adukan semen yang digunakan untuk melanjutkan pembangunan RTLH di kampung tersebut.

Bersama para prajurit TNI, ia ikut mencampur pasir, semen, dan air untuk menghasilkan adukan yang siap digunakan dalam proses pembangunan.

Keterlibatan warga dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung program TMMD. Selain membantu mempercepat proses pengerjaan, kebersamaan tersebut juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Di sela kegiatan, Dansatgas TMMD Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat sangat membantu kelancaran pekerjaan di lapangan.

“Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Kampung Linggang Amer menjadi motivasi tersendiri bagi anggota Satgas untuk terus bekerja maksimal demi menyelesaikan sasaran program TMMD sesuai dengan target yang telah ditentukan,” ujarnya.

Sementara itu, Berton Lomeus mengaku senang dapat ikut berpartisipasi membantu anggota Satgas TMMD. Menurutnya, kehadiran TNI melalui program TMMD memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Kami sebagai warga tentu sangat mendukung kegiatan TMMD ini. Apa yang bisa kami bantu pasti kami bantu, karena pembangunan ini juga untuk kepentingan masyarakat Kampung Linggang Amer,” ungkapnya.

Program TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas lainnya, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Gotong Royong TNI dan Warga Pasang Plafon RTLH di Linggang Amer

0
Anggota Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar bersama warga memasang plafon rumah sasaran RTLH di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung. (Ist)

SENDAWAR — Anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat bersama warga terus melanjutkan pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Salah satunya dengan melakukan pemasangan plafon pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Jumat (6/3/2026).

Pemasangan plafon tersebut dilakukan secara gotong royong antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu mengangkat serta memasang rangka dan papan plafon agar rumah yang sedang dibangun dapat segera ditempati dengan lebih nyaman oleh pemiliknya.

Anggota Satgas TMMD mengatakan pengerjaan RTLH terus dikebut agar dapat selesai sesuai target yang telah ditentukan. Selain itu, keterlibatan warga dalam setiap tahapan pekerjaan dinilai sangat membantu mempercepat proses pembangunan.

“Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD. Dengan gotong royong seperti ini, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi kegiatan.

Sementara itu, warga Kampung Linggang Amer menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Satgas TMMD. Program pembangunan RTLH tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan rumah yang lebih layak dan nyaman untuk ditempati.

Melalui program TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar, diharapkan pembangunan di Kampung Linggang Amer dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Pemkab Kubar Tutup Festival Ramadan 1447 H di Melak

0
Asisten I Setkab Kutai Barat, Nopandel saat membacakan sambutan tertulis Bupati pada acara penutupan Festival Ramadan 1447 H Tahun 2026 di Kecamatan Melak. (Ist)

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 yang digelar di Simpang Tiga Tambak Malang, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kamis (5/3/2026) sore.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Barat, Nopandel, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat, Fredrick Edwin.

Acara berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua DPRD Kutai Barat Ridwan, Plt Kepala Dinas Pariwisata FX Sumardi, Danki Brimob Kompi 2 Yon B Pelopor Kubar Ipda Abdullah Hadi, Kasatpol PP Yustinus Giri, Camat Melak Asrin Surianto, Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak, Kasat Polairud Iptu Haryadi, serta Danramil 0912-12 Melak Lettu Inf Wahyudi. Kegiatan ini juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Camat Melak Asrin Surianto menyampaikan bahwa Festival Ramadan yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 5 Maret 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 406 peserta yang berasal dari delapan kecamatan, yaitu Melak, Penyinggahan, Muara Pahu, Sekolaq Darat, Barong Tongkok, Linggang Bigung, Damai, dan Muara Lawa,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kecamatan Melak untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan bertakwa.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp79.870.000, yang bersumber dari saldo kegiatan Ramadan tahun 2025, sumbangan Bupati Kutai Barat, dukungan dari Dinas Pariwisata, masyarakat, serta sponsor.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat FX Sumardi mengatakan berbagai lomba dalam Festival Ramadan sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Bupati Kutai Barat.

“Pada saat pembukaan juga dilakukan peninjauan Pasar Ramadan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kecamatan Melak memiliki potensi kuliner yang sangat baik dan memiliki sejarah kuliner yang cukup kuat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan festival dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan diharapkan dapat berkembang menjadi event yang lebih besar pada masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Kutai Barat yang dibacakan oleh Asisten I Setkab Kubar Nopandel, disampaikan bahwa Festival Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial selama bulan suci, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas keimanan masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kepedulian sosial dan toleransi, baik di kalangan umat Muslim maupun dalam kehidupan masyarakat yang majemuk di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Ramadan sejak awal hingga penutupan.

“Kepada peserta lomba Festival Ramadan saya ucapkan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil mengukir prestasi dalam kegiatan ini. Bagi yang belum berhasil, kiranya hal ini dapat memacu semangat untuk terus berlatih dan meraih kemenangan pada event berikutnya,” katanya.

Nopandel menambahkan bahwa Festival Ramadan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dalam Pasar Ramadan yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

“Hal ini tentu dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi lokal di Kecamatan Melak,” tambahnya.

Festival Ramadan 1447 H ini mempertandingkan tiga kategori lomba berdasarkan kelompok usia, yaitu kategori A (6–9 tahun), kategori B (10–13 tahun), dan kategori C (14–17 tahun).

Pada lomba tahfiz, juara pertama diraih oleh Abida Humaira Mumtaza (kategori A), Neysila Anjani (kategori B), dan Muhammad Nazril Arrasyidin (kategori C).

Untuk lomba azan, juara pertama diraih oleh Usamah Rafif Abdillah (kategori A), Zikri Almutadho Billah (kategori B), dan Muhammad Rolan (kategori C).

Sementara itu pada lomba ceramah atau tausiah, juara pertama diraih oleh Kamilah Billah Marhamah (kategori A), Nur Aisyah (kategori B), dan Nur Zahra Humaira (kategori C).

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan Festival Ramadan dapat terus menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat Kutai Barat.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Penghapusan Kendaraan Dinas Lama Tetap Sesuai Aturan

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Terkait kendaraan dinas yang sudah tidak digunakan, pemerintah memastikan proses penghapusan dilakukan sesuai aturan. Kendaraan tersebut akan terlebih dahulu dilakukan penilaian oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Nanti dinilai dulu oleh KPKNL berapa harganya. Setelah itu diputuskan dalam rapat bersama tim aset, baru kemudian dilelang. Karena itu menyangkut kekayaan negara, jadi harus dihitung dan diproses sesuai ketentuan,” terangnya.

Selain itu, Neni juga menegaskan bahwa selama ini hanya terdapat kendaraan dinas saja sebagai operasional, tidak ada lagi pengadaan fasilitas lainnya. Seperti Rumah Jabatan (Rujab) tetap melekat pada jabatan, namun saat ini, Neni tidak menempatinya karena lebih memilih tinggal di rumah pribadi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dukung Distribusi Logistik Saat Banjir, Pemkot Berencana Pengadaan Mobil Double Gardan

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Pemkot juga berencana melakukan pengadaan kendaraan double gardan (4×4) jenis bak terbuka. Kendaraan tersebut diproyeksikan untuk mendukung distribusi logistik, saat Bontang mengalami banjir.

“Kalau banjir, suplai makanan seperti nasi kotak dan kebutuhan lainnya pastinya sangat perlu kendaraan gardan dengan bak terbuka, supaya bisa menjangkau lokasi terdampak,” jelasnya.

Untuk mekanisme pengadaan, biasanya dilakukan melalui sistem e-katalog (e-catalog). Sebab dalam prosesnya, sering terdapat pendampingan dan mekanisme penawaran harga dari sejumlah penyedia.

“Biasanya lewat e-katalog, sudah ada harga dan beberapa penawar. Tapi untuk mekanisme detailnya saya kurang dan kurang begitu paham tahapan akhirnya seperti apa,” katanya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam