Beranda blog Halaman 37

Kebakaran Lahan di Kilo 3, Petugas Masih Terkendala Pemadaman Api

0
Petugas damkar masih melihat situasi sebelum memadamkan api. (Yusva Alam)

BONTANG – Terjadi kebakaran di Jalan Arif Rahman Hakim, Kilometer 3, Kelurahan Belimbing atau tepatnya di seberang Perumahan Lembah Asri, Senin (17/8/2026)

Hingga berita ini tayang kebakaran masih terjadi. Petugas Pemadam Kebakaran (damkar) Bontang belum bisa memadamkan api, karena terkendala jarak yang jauh dan kondisi lokasi kebakaran yang berupa jurang.

Salahsatu petugas damkar, Arham menyebut penyebab kebakaran masih belum diketahui, namun diduga karena pembakaran lahan.

Kejadian ini bermula sekira pukul 18.00 wita. Dimana warga melihat kepulan asap tebal dari area tersebut. Kemudian melaporkan kejadian ke petugas damkar.

“Kami mengira yang kebakaran tempat pembuangan sampah seperti yang sering terjadi sebelum-sebelumnya,” bebernya.

Saat ini petugas masih menunggu api lebih dekat, baru bisa memadamkan api. “Lokasinya juga jauh dari rumah warga,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Siapkan Apresiasi untuk Paskibraka, Berpeluang Belajar ke Kampung Inggris

0
Wali Kota Neni saat membei ucapan selamat kepada Paskibraka 2026 Kota Bontang, usai menjalankan tugas. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan apresiasi bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bontang, yang telah menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan baik, Senin (17/8/2026).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan dan kerja keras para anggota Paskibraka selama menjalani latihan.

“Setiap tetesan keringatnya tentu kami Pemerintah Kota Bontang hargai perjuangannya. Perjuangan itu kan tidak mudah. Kalau kita melihat latihannya begitu berat, wajarlah kalau kita memberikan apresiasi,” ujar Neni.

Salah satu bentuk apresiasi yang disiapkan yakni kesempatan bagi anggota Paskibraka, untuk mengikuti pembelajaran bahasa Inggris di Kampung Inggris, seperti yang sebelumnya diberikan kepada pelajar Bontang.

Menurut Neni, jika para anggota Paskibraka menginginkan program tersebut, Pemkot Bontang akan memfasilitasinya.

“Kalau kemarin kita memberikan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris, kali ini kita menyerahkan juga kepada tim Paskibraka. Kalau ingin ke Kampung Inggris silakan,” katanya.

Ia menyebut, program tersebut dinilai cukup efisien sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan kemampuan generasi muda Bontang. Biaya pembelajaran di Kampung Inggris diperkirakan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per anak untuk program selama dua pekan, di luar biaya perjalanan.

“Jadi lebih efisien, kemudian ilmunya bertambah untuk anak-anak kita ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Haji Isam Membeli “Gajah” Bayan? Ternyata Pertemuan Itu Bicara Kereta Api

0
Dua gajah hibah Gembira Loka dalam perjalanan menuju Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tabang. (tangkapan layar)

Senin (17/8) pagi ini saya membaca tulisan Dahlan Iskan. Isinya mengejutkan. Dahlan menulis, sebanyak 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk sudah beralih ke Haji Isam melalui perusahaannya, PT Jhonlin. Nilainya disebut sekitar Rp300 triliun.

Tentu saya tertarik. Semua orang tahu H Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bukan pengusaha kecil. Bisnisnya besar. Batu bara, perkebunan, biodiesel, transportasi dan berbagai usaha lainnya.

Tetapi yang disebut dibeli juga bukan perusahaan kecil. Ini Bayan!

Kemarin saya menulis soal isu ini. Informasi yang saya peroleh ketika itu berbeda. Pembicaraan antara pihak Haji Isam dengan lingkungan Bayan memang ada. Angka sekitar 62 persen juga sempat menjadi pembicaraan.

Tetapi belum ada informasi yang meyakinkan saya bahwa saham mayoritas Bayan benar-benar dilepas.

Hari ini saya kembali mencari informasi. Muhammad Abduh Kuddu, Redaktur Pelaksana (Redpel) kami, akhirnya berhasil menghubungi Syahbudin Noor, General Affairs PT Bayan Resources Tbk. Ia termasuk orang yang cukup mengetahui aktivitas perusahaan, terutama di Kaltim.

Saya minta Abduh menggali lebih jauh soal pertemuan Haji Isam dengan Datuk Low Tuck Kwong. Foto pertemuan itu juga dimuat dalam tulisan Dahlan.

Syahbudin membenarkan pertemuan tersebut memang ada. Keinginan membeli saham Bayan, menurut dia, juga bukan cerita baru.

Bukan hanya Haji Isam yang tertarik. Ada sejumlah pengusaha lain, termasuk yang kemampuan finansialnya lebih besar, yang juga tertarik terhadap Bayan.

Wajar. Siapa yang tidak tertarik?

Bayan memiliki cadangan batu bara yang masih panjang. Menurut Syahbudin, bisa sekitar 30 tahun lagi. Infrastruktur pertambangannya juga sudah dibangun luar biasa besar.

Tabang bukan lagi sekadar kawasan tambang. Ada jalan yang membentang sangat panjang. Ada fasilitas logistik. Ada bandara. Ada fasilitas untuk masyarakat. Termasuk banyak masjid dan gereja. Pembangunan di kawasan itu memang luar biasa.

IMG 20260817 WA0168
Pertemuan Datuk Low Tuck Kwong dengan Haji Isam yang disebut membahas rencana pembangunan kereta api menuju Tabang. (Istimewa)

Namun, ada cerita berbeda dari Syahbudin mengenai pertemuan Datuk Low dan Haji Isam.

Menurut dia, pertemuan itu bukan membicarakan pelepasan saham Bayan. Yang dibicarakan justru rencana pembangunan kereta api.

Rencananya dari kawasan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), menuju Tabang. Nantinya konektivitas itu akan diteruskan ke arah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Haji Isam disebut memiliki konsesi yang lokasinya berdekatan dengan rencana jalur tersebut. Karena itu ia ingin bergabung dalam pembangunan infrastrukturnya.

Nah. Kalau keterangan Syahbudin ini benar, lantas dari mana cerita 62 persen itu?

Syahbudin menduga sudah banyak “gorengan” broker. Maklum, Bayan memang banyak yang mengincar.

Saya bisa pahami itu. Bayan terlalu seksi.

Produksinya puluhan juta ton setahun. Cadangannya masih panjang. Infrastruktur sudah tersedia. Perusahaan ini juga menghasilkan laba sangat besar.

Kalau pemiliknya memberi sedikit saja sinyal membuka pintu, saya kira yang antre bukan satu-dua orang. Bukan hanya Haji Isam.

Abduh kemudian menghubungi Lim Chai Hock, Direktur PT Bayan Resources Tbk. Lim bukan orang baru di Bayan. Ia juga salah satu pemegang saham perusahaan.

Jawabannya singkat. Ia hanya menegaskan, kalau nantinya memang ada pelepasan saham, termasuk berapa nilainya, tentu akan disampaikan kepada publik.

Tidak ada konfirmasi bahwa 62 persen saham sudah beralih ke Haji Isam.

Tetapi ia juga tidak mengatakan bahwa saham Bayan tidak mungkin dijual. Ya, kita tunggu saja. Toh Bayan perusahaan terbuka.

Ada hal lain yang justru membuat saya berpikir soal angka Rp300 triliun yang ditulis Dahlan. Mungkinkah semut membeli gajah?

Jangan salah paham. Saya sama sekali tidak mengatakan Haji Isam pengusaha kecil. Kerajaan bisnis Jhonlin besar. Sangat besar.

Tetapi Bayan juga bukan perusahaan sembarangan. Kalau 62 persen sahamnya bernilai sekitar Rp300 triliun, tentu pertanyaan berikutnya, uangnya dari mana?

Tunai? Pinjaman? Konsorsium? Dibayar bertahap? Atau ada skema lainnya?

Saya tidak tahu. Dahlan pun menulis belum bisa menjelaskan bagaimana skenario transaksinya.

Tentu bukan mustahil perusahaan yang lebih kecil membeli perusahaan jauh lebih besar. Dalam bisnis banyak caranya. Bisa pinjaman, konsorsium atau skema lainnya.

Jadi semut bisa saja membeli gajah. Asal ada yang membantu mengangkat gajahnya.

Soal Bayan menjual aset, sebenarnya memang ada.

Ini yang juga saya tulis sebelumnya. Bayan memiliki PT Perkasa Inakakerta (PIK) di Kutai Timur (Kutim). Data publik terakhir masih mencatat Bayan menguasai 100 persen perusahaan tersebut.

PIK memegang konsesi batu bara seluas 19.050 hektare. Luasnya sekitar 190 kilometer persegi. Masa izinnya tercatat hingga Maret 2037.

Lokasinya berada di Kutim dengan tiga blok utama, yakni Sepaso, Beruang dan Narut. Batu bara yang dihasilkan berjenis *sub-bituminous* dengan nilai kalori sekitar 4.600–4.700 kcal/kg GAR.

Dari awal, informasi yang saya dapat memang mengarah ke aset Kutim tersebut.

Syahbudin kali ini juga membenarkan bahwa tambang Bayan di Kutim itu telah dilepas. Namun, menurut dia, pembelinya bukan kelompok Haji Isam. Ia menyebut Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.

Ini tentu menarik. Berarti memang ada transaksi aset Bayan. Tetapi yang dilepas adalah tambang di Kutim, bukan 62 persen saham Bayan seperti isu yang sekarang berkembang.

Menariknya, data publik terakhir masih mencatat PIK 100 persen milik Bayan. Berarti proses peralihannya memang belum terlihat di atas kertas.

Sementara itu, Tabang lain cerita. Cadangannya masih panjang. Infrastruktur sudah terbangun. Produksinya besar dan labanya juga besar. Wajar kalau banyak yang mengincarnya.

Kebetulan, di tengah cerita “gajah” Bayan ini, ada gajah sungguhan yang sedang menuju Tabang.

Bayan sedang mendapatkan hibah dua gajah dari Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta untuk kawasan konservasi satwa yang sedang dikembangkan di Tabang.

Saya mengetahui sedikit prosesnya karena salah satu sumber saya mendapat kepercayaan membantu penanganan gajah sekaligus menjadi konsultan pengembangan kawasan tersebut.

Informasi terakhir yang saya terima, dua gajah itu sudah menyeberang ke Kalimantan dan sempat berada di Kalimantan Selatan. Hari ini, Senin (17/8), rencananya tiba di Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tabang.

Mungkin itu juga yang membuat pertanyaan ini muncul di kepala saya ketika membaca kabar 62 persen saham Bayan sudah dibeli Haji Isam.

Mungkinkah semut membeli gajah?

Bisa saja. Tetapi sampai hari ini, manajemen Bayan yang kami hubungi belum mengatakan gajah itu sudah terjual.

Yang justru sudah hampir sampai di Balikpapan adalah dua gajah dari Gembira Loka. (*)

Oleh: Agus Susanto

Remisi HUT ke-81 RI, 7 Napi Lapas Bontang Hirup Udara Bebas

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG– Sebanyak tujuh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang dipastikan langsung menghirup udara bebas, setelah memperoleh Remisi Umum II (RU II) pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Bontang, Dwi Satrio Kuncoro, mengatakan total terdapat 1.337 narapidana yang menerima remisi tahun ini. Pemberian remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan.

“Untuk tahun ini, sebanyak 1.337 narapidana diusulkan dan mendapatkan Remisi Umum Kemerdekaan,” katanya.

Dari jumlah tersebut, 1.323 narapidana memperoleh RU I atau pengurangan masa pidana tanpa langsung bebas. Sementara 14 lainnya menerima RU II.

Namun, dari 14 penerima RU II, hanya tujuh orang yang dapat langsung bebas. Tujuh lainnya masih harus menyelesaikan pidana subsider.

Besaran remisi yang diberikan juga berbeda-beda. Sebanyak 137 orang mendapat pengurangan masa pidana satu bulan, 249 orang dua bulan, 345 orang tiga bulan, dan 318 orang empat bulan.

Selanjutnya, 250 narapidana memperoleh remisi lima bulan dan 38 orang mendapat pengurangan masa pidana enam bulan.

Dari sisi jenis perkara, penerima remisi paling banyak berasal dari kasus narkotika dengan jumlah 953 orang. Disusul perkara perlindungan anak sebanyak 185 orang dan pencurian sebanyak 94 orang.

Kemudian terdapat 25 narapidana perkara pembunuhan, 29 orang kasus penggelapan, sembilan orang penipuan, lima orang penganiayaan, serta lima orang perkara tindak pidana korupsi. Selebihnya berasal dari berbagai jenis perkara lainnya.

Meski demikian, remisi belum diberikan kepada seluruh narapidana. Dari 1.724 narapidana yang tercatat di Lapas Bontang, sebanyak 387 orang belum memperoleh remisi tahun ini.

Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari persyaratan administrasi yang belum lengkap, belum terpenuhinya persyaratan substantif, hingga belum menjalani masa pembinaan minimal enam bulan.

Selain itu, terdapat warga binaan yang masih dalam proses pengusulan akibat kendala administrasi, maupun yang telah bebas sebelum tanggal pemberian remisi.

Faktor lainnya yakni masih menjalani pidana subsider denda, menjalani hukuman seumur hidup, serta memiliki vonis kurang dari enam bulan, sehingga belum memenuhi ketentuan masa pidana minimal untuk memperoleh remisi.

Secara keseluruhan, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Bontang mencapai 1.804 orang. Rinciannya terdiri dari 1.724 narapidana dan 80 tahanan.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kisah Sukses Paskibraka Bontang Kibarkan Merah Putih: Persiapan Panjang hingga Momen Haru

0
Pasukan 8 Paskibraka Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bontang, Senin (17/8/2026), menjadi momen berkesan bagi para anggota Paskibraka yang dipercaya menjalankan tugas pengibaran bendera Merah Putih.

Salah satunya Natasya Aulia Putri, siswi SMK Negeri 1 Bontang yang dipercaya sebagai pembawa baki. Ia mengaku senang setelah berhasil melewati rangkaian seleksi bersama peserta lainnya.

“Perasaannya senang karena sudah melewati banyak seleksi dari teman-teman yang lain. Alhamdulillah jadi salah satu Paskibraka Kota Bontang tahun ini,” ujar Natasya.

Ia mengatakan, selama proses seleksi hingga latihan tidak ada bocoran mengenai siapa yang akan mendapat posisi tertentu. Penetapan dirinya sebagai pembawa baki juga baru dipastikan pada akhir Juli atau awal Agustus.

“Memang fair dari awal sampai akhir seleksinya, tidak ada yang seperti ada bocoran,” katanya.

Menurutnya, rasa tegang tetap muncul ketika harus mengambil bendera dari Wali Kota Bontang. Namun, latihan yang telah dijalani menjadi bekal untuk mengendalikan rasa gugup tersebut.

Natasya yang bercita-cita menjadi apoteker ini, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari petugas upacara tahun ini.

Sementara itu, Komandan Pokok (Danpok) Paskibraka Bontang, Rahmat Putra Grom, mengatakan persiapan menjelang pelaksanaan upacara lebih banyak difokuskan pada pematangan kemampuan masing-masing anggota.

Meski hari sebelumnya merupakan waktu tenang, para anggota tetap berlatih di barak. Kondisi tersebut dilakukan karena medan saat pelaksanaan upacara dinilai berbeda dengan lokasi latihan.

“Kita tahu medan yang kita jalani sekarang pasti bakal beda saat kita latihan,” ujarnya.

Ia juga tak kuasa menahan haru hingga menangis setelah pelaksanaan tugas. Ia mengatakan, momen tersebut menjadi luapan emosi setelah menjalani latihan dengan kondisi cuaca yang cukup berat.

“Terharu. Selama ini kita latihan setengah mati. Apalagi cuaca di Bulan Juli sampai Agustus full panas. Akhirnya latihan selesai, tanggung jawab selesai,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Alviansyah yang bertugas sebagai pembentang bendera mengaku sempat merasa gugup saat menjalankan tugas. Namun, ia berusaha tetap tenang agar dapat menjalankan perannya dengan baik.

Berbeda dengan pembentang, petugas pengerek bendera, Muhammad Alfan Akbar, memiliki tanggung jawab mengatur tempo pengibaran, agar posisi bendera sesuai dengan iringan lagu Indonesia Raya.

Ia menjelaskan, petugas pengerek telah diberikan hitungan khusus sebagai acuan saat menarik tali bendera.

“Kita diajari ada yang namanya hitungan. Kita dapatnya 24 hitungan, jadi sekali tarik satu, dua sampai selesai,” jelas Alfan.

Alfan sendiri mengaku bangga ketika akhirnya dipercaya menjadi bagian dari pasukan delapan. Ia sempat mengalami masa sulit saat awal latihan hingga harus mendapat penanganan medis.

“Awal latihan saya sempat down, sempat masuk medis. Saya sudah berharap tidak bisa jadi pasukan delapan. Ternyata saya bisa jadi pengerek,” ujarnya.

Adapun Natasya sebagai pembawa baki telah mengetahui penugasannya sejak akhir Juli. Sementara petugas dalam tim pengibaran baru mengetahui posisi masing-masing saat pengukuhan pada Sabtu malam, dua hari sebelum pelaksanaan upacara.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Upacara HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat, Paskib Bontang Sukses Kibarkan Merah Putih

0
Ucapan peringatan HUT RI ke 81 di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bontang berlangsung khidmat di Lapangan Stadion Besai Berinta, Senin (17/8/2026).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung tertib dengan melibatkan personel TNI, Polri, serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bontang.

Sementara itu, petugas pembawa baki dipercayakan kepada dua pelajar Bontang. Pembawa Baki I adalah Natasya Aulia Putri dari SMK Negeri 1 Bontang, sedangkan Pembawa Baki II adalah Kuenza Hasya Putri Riadi dari SMA Negeri 2 Bontang.

Dalam formasi Paskibraka, Rahmat Putra Grom dari SMA Negeri 1 Bontang bertugas sebagai Komandan Kelompok (Danpok), lalu pembentang bendera dijalankan Muhammad Alvian Syah Pratama dari SMA Negeri 2 Bontang.

Adapun tugas pengerek bendera dipercayakan kepada Muhammad Avian Akbar Ramadhan, yang juga merupakan siswa SMA Negeri 2 Bontang.

Seluruh rangkaian upacara pengibaran bendera berlangsung lancar dan tertib. Momentum tersebut menjadi bagian utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Bontang, sekaligus menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan mengenang jasa para pahlawan.

Neni mengucap yang tak terhingga melihat keberhasilan putra-putri Bontang, anggota Paskibraka Kota Bontang yang telah mengibarkan bendera dengan sempurna.

“Mereka berlatih kurang lebih hampir 2 bulan, dan mereka buktikan bahwa bendera merah putih sudah berkibar dengan sempurna,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan tidak hanya soal bendera saja yang berkibar sempurna, tetapi bagaimana ke depan generasi muda Kota Bontang mempunyai ruang aktualisasi yang lebih besar dalam setiap proses pembangunan yang ada di Kota Bontang.

Oleh karena itu salah satu visi Pemerintah Kota Bontang adalah menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, “Ini yang kami lakukan dengan bapak wali kota, Ketua DPRD dalam menyusun rencana program kerja Pemerintah Kota Bontang. Dirgahayu ya ke-81,” tuturnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bentuk Syukur Kemerdekaan RI, Jamaah Masjid Al-Mustaqim Gelar Doa Bersama untuk Bangsa

0
Jamaah Masjid Al Mustaqim saat khusuk berdoa untuk kebaikan bangsa. (Ist)

​BONTANG – Mengisi momen kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan keagamaan, jamaah Masjid Al-Mustaqim di Kelurahan Api-Api menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, sekaligus mendoakan para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.
​
Kegiatan spiritual tersebut dilaksanakan secara khusyuk usai pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah pada Minggu (16/8).
​
Doa bersama dipimpin langsung oleh Imam Rawatib Masjid Al-Mustaqim, Abdullah Dahlan. Dalam hisab doanya, ia memohon agar para pahlawan bangsa yang telah gugur mendaptkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta berharap Indonesia menjadi negara yang semakin maju dan sejahtera di masa depan.
​
Pengurus Ta’mir Masjid Al-Mustaqim Bidang Sosial Kemasyarakatan, Yarkani, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat dan jamaah, atas nikmat kemerdekaan yang dirasakan hingga saat ini.
​
“Melalui doa bersama ini, jamaah Masjid Al-Mustaqim berharap persatuan dan kebaikan, senantiasa menyertai seluruh elemen bangsa Indonesia ke depannya,” pungkasnya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

41 Anggota Paskibraka Bontang Resmi Dilantik, Siap Tugas di Upacara 17 Agustus

0
Pelantikan Paskibraka Kota Bontang tahun 2026. (Syakurah)

BONTANG – Sebanyak 41 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bontang resmi dilantik untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2026).

Puluhan pelajar tersebut telah menjalani rangkaian seleksi hingga pelatihan, sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Bontang. Mereka kini diminta menjaga kondisi fisik dan konsentrasi menjelang pelaksanaan upacara.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni berpesan agar para anggota Paskibraka tidak menguras tenaga menjelang hari pelaksanaan.

“Semoga terlaksana dengan lancar dan sempurna. Simpan tenaga untuk hari H. Buktikan di hari H kalian dapat melakukan pengibaran yang sempurna,” pesan Neni.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang, Deddy Haryanto, mengatakan tugas anggota Paskibraka tidak berhenti setelah upacara 17 Agustus. Mereka juga dapat kembali dilibatkan dalam sejumlah upacara kenegaraan maupun agenda pemerintahan lainnya, hingga masa tugas berakhir pada tahun berikutnya.

“Mereka itu mengemban amanat bukan hanya di kegiatan 17 Agustus saja, tetapi sampai dengan nanti 17 Agustus berikutnya,” kata Deddy.

Selain 41 anggota yang bertugas di tingkat Kota Bontang, terdapat tiga putra-putri Bontang yang berhasil lolos dalam seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Deddy menyebut, capaian tersebut menjadi bagian dari konsistensi Bontang mengirimkan wakil ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun ini, Bontang kembali memiliki wakil yang bertugas di tingkat nasional.

“Mulai 2023, 2025, dan 2026 Bontang selalu mengirimkan ke nasional,” ujarnya.

Menurut Deddy, pada tingkat nasional Bontang mengirimkan satu putra melalui mekanisme seleksi Paskibraka nasional. Pada tahun sebelumnya, perwakilan Bontang yang terpilih ke tingkat nasional merupakan putri, sedangkan tahun ini Bontang kembali mengirimkan wakil putra.

Setelah masa tugas selesai, para anggota nantinya akan berstatus sebagai Purna Paskibraka. Kesbangpol memiliki tugas untuk melakukan pembinaan terhadap Purna Paskibraka, termasuk mendorong mereka menjadi duta Pancasila dan membimbing generasi Paskibraka berikutnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Gangguan Listrik Terjadi di Sejumlah Wilayah Bontang, PLN Sebut Masih Pemulihan Sistem Secara Bertahap

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Gangguan kelistrikan kembali terjadi di sejumlah wilayah pelayanan PLN ULP Bontang Kota, secara bergantian selama beberapa pekan terakhir ini. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik ke pelanggan terganggu.

Manager PLN ULP Bontang Kota, Rendra Alfian Raharjo, mengatakan pihaknya masih melakukan penanganan dan pemulihan sistem. Sejumlah personel dikerahkan untuk mempercepat proses tersebut.

Menurutnya, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan.

“Pelanggan telah kembali terlayani secara bertahap, sementara proses penguatan dan pemantauan sistem masih berlangsung,” ujar Rendra.

Terkait waktu normalisasi secara penuh, Rendra menyebut belum dapat memastikan waktunya. Kondisi sistem masih dalam pemantauan dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.

“Untuk status stabil penuhnya masih dilakukan observasi, sehingga sifatnya dinamis. Diupayakan secepatnya,” katanya.

PLN juga meminta masyarakat memahami kondisi tersebut selama proses pemulihan berlangsung. Tim terkait masih disiagakan untuk memantau sistem sekaligus memastikan pasokan listrik kembali dalam kondisi andal.

Informasi mengenai perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala oleh PLN sesuai kondisi terbaru di lapangan.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Apresiasi Paskibraka Bontang Tahun Ini Belum Dipastikan, Kesbangpol Tunggu Kondisi Fiskal

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang belum memastikan bentuk apresiasi yang akan diberikan kepada anggota Paskibraka tahun ini. Kondisi fiskal daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program penghargaan, bagi para pelajar yang telah menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang, Deddy Haryanto, mengatakan pihaknya tetap berupaya memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka meski kemampuan anggaran daerah saat ini terbatas.

“Memang kondisi kita saat ini keterbatasan fiskal di daerah kita. Tapi kami masih berupaya, mudah-mudahan ada tren di bulan berikutnya dan masih bisa memberikan apresiasi, meskipun tidak seperti tahun kemarin,” katanya.

Menurutnya, bentuk apresiasi tahun ini masih akan melihat perkembangan kondisi keuangan daerah. Apabila kondisi memungkinkan, program tersebut berpeluang dimasukkan dalam anggaran perubahan.

“Kalau keuangan kita membaik nanti di anggaran perubahan, insyaallah apresiasi kita berikan,” ujarnya.

Tahun sebelumnya, anggota Paskibraka Bontang mendapatkan apresiasi berupa kesempatan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris selama sekitar dua pekan. Program tersebut dilaksanakan di Kampung Inggris yang berada di Bogor.

Deddy menjelaskan, program tersebut sengaja dipilih bukan sekadar sebagai bentuk rekreasi setelah menjalankan tugas, tetapi juga memberikan manfaat dan pengalaman baru bagi para anggota Paskibraka.

“Kalau hanya mereka sekadar jalan tanpa mendapatkan manfaat, alangkah baiknya kalau mereka kita berikan apresiasi tapi ada juga yang didapat buat mereka. Ada ilmu buat mereka,” jelasnya.

Ia menyebut, gagasan tersebut sebelumnya mendapat persetujuan dari para anggota Paskibraka. Kesbangpol juga mempertimbangkan jadwal sekolah peserta, karena para anggota Paskibraka merupakan pelajar yang masih harus mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Untuk tahun ini, Kesbangpol sementara masih mempertimbangkan konsep serupa, yakni apresiasi dalam bentuk kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Namun, keputusan akhirnya masih menunggu kondisi anggaran.

“Untuk sementara kita mau tetap mengadopsi di Kampung Inggris. Maksud kita jangan sampai ada perbedaan antara teman-teman yang sebelumnya dengan yang sekarang,” katanya.

Deddy mengatakan, program tahun sebelumnya juga membutuhkan penyesuaian lokasi. Kampung Inggris tersedia di sejumlah daerah, termasuk Bogor, Pare, dan Yogyakarta. Bontang memilih Bogor karena tersedia fasilitas asrama yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.

Di sisi lain, Deddy mengungkapkan anggaran yang dikelola Kesbangpol untuk keseluruhan kegiatan Paskibraka Bontang berada di bawah Rp1 miliar. Ia memperkirakan nilainya sekitar Rp800 juta.

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan peserta, tetapi juga mencakup pemusatan latihan sekitar 45 hari, kebutuhan gizi, pemeriksaan kesehatan dan psikotes, pakaian, pasukan 45 dari kepolisian, hingga honor tim pelatih.

Deddy menyebut, dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur, anggaran Paskibraka Bontang termasuk yang paling kecil.

Meski demikian, ia menegaskan proses seleksi dan pembinaan tetap dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemeriksaan kesehatan juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberlanjutan peserta selama masa pelatihan.

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan tugasnya, anggota Paskibraka belum langsung berstatus Purna Paskibraka. Status tersebut baru diberikan setelah masa tugas berakhir pada tahun berikutnya.

Para Purna Paskibraka nantinya, akan mendapatkan pembinaan dari Kesbangpol sebagai bagian dari tugas pembinaan yang diarahkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), termasuk menjalankan peran sebagai duta Pancasila dan membimbing generasi Paskibraka.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam