Beranda blog Halaman 38

Perubahan APBD Bontang 2026, Pendapatan Naik tapi Kemampuan Fiskal Turun Rp118,98 Miliar

0
Rapat Paripurna ke-15 Masa Persidangan III DPRD Kota Bontang Tahun 2026. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama DPRD Kota Bontang menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam Rapat Paripurna ke-15 Masa Persidangan III DPRD Kota Bontang Tahun 2026, Sabtu (15/8/2026).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, perubahan APBD dilakukan untuk menyesuaikan rencana anggaran dengan kondisi riil yang dihadapi pemerintah daerah, sepanjang pelaksanaan APBD 2026.

Menurutnya, perubahan tersebut mempertimbangkan perkembangan ekonomi, dinamika kebijakan fiskal pemerintah pusat, transfer ke daerah, realisasi APBD hingga Semester I, serta kepastian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025 berdasarkan hasil audit.

“Perubahan yang kita sepakati hari ini pada dasarnya membawa satu semangat, membuat APBD Kota Bontang semakin realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Neni.

Dalam perubahan KUA dan PPAS, pendapatan daerah justru mengalami peningkatan. Pendapatan yang semula ditargetkan Rp1,775 triliun naik menjadi Rp1,801 triliun, atau bertambah Rp26,38 miliar atau sekitar 1,49 persen.

Namun, kenaikan tersebut tidak serta-merta memperbesar ruang fiskal daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru turun dari Rp371,06 miliar menjadi Rp361,08 miliar, atau berkurang Rp9,98 miliar.

Sementara pendapatan transfer meningkat dari Rp1,381 triliun menjadi Rp1,417 triliun, bertambah sekitar Rp36,72 miliar. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah turun sekitar Rp347,29 juta menjadi Rp22,75 miliar.

Penurunan ruang fiskal terutama dipengaruhi koreksi SiLPA Tahun Anggaran 2025. Pada APBD murni 2026, SiLPA diproyeksikan sebesar Rp323,38 miliar. Setelah audit laporan keuangan 2025, SiLPA ditetapkan hanya Rp178,007 miliar.

Dengan demikian, penerimaan pembiayaan turun Rp145,37 miliar atau sekitar 44,95 persen.

Kondisi tersebut membuat kemampuan pendanaan terhadap belanja daerah turun dari Rp2,098 triliun menjadi Rp1,979 triliun. Artinya, terdapat pengurangan kemampuan fiskal sebesar Rp118,98 miliar atau sekitar 5,67 persen.

Neni menjelaskan, penyesuaian anggaran tidak dilakukan secara merata pada seluruh perangkat daerah. Pemerintah memilih mempertahankan program wajib, kegiatan yang sedang berjalan, pelayanan dasar, serta kebutuhan yang telah memiliki kewajiban pembayaran.

Pada belanja operasi, anggaran dipangkas dari Rp1,555 triliun menjadi Rp1,531 triliun, atau berkurang sekitar Rp23,48 miliar.

Efisiensi dilakukan terutama pada komponen yang masih memungkinkan untuk disesuaikan, seperti belanja administrasi, perjalanan dinas, rapat, honorarium, dan kebutuhan pendukung lainnya.

“Yang kita lakukan pada Belanja Operasi bukan mengurangi pelayanan, melainkan menekan komponen biaya pendukung yang masih bisa dikendalikan kepada kebutuhan yang memang harus dibayar dan dilaksanakan,” jelasnya.

Sementara itu, penyesuaian lebih besar terjadi pada belanja modal. Anggarannya turun dari Rp537,36 miliar menjadi Rp445,08 miliar, atau berkurang Rp92,28 miliar atau 17,17 persen.

Sejumlah proyek fisik yang dinilai masih dapat ditunda atau disesuaikan masuk dalam evaluasi, termasuk pembangunan RSUD Taman Sehat serta pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas olahraga dan gedung pemerintah.

Selain itu, pembatalan kegiatan tahun jamak Pengembangan Danau Kanaan turut berdampak terhadap perubahan anggaran. Alokasi tahun 2026 untuk kegiatan tersebut berkurang Rp49,94 miliar.

Meski demikian, Neni menegaskan pengurangan belanja modal tidak berarti seluruh pembangunan fisik dihentikan. Pemerintah tetap mengarahkan anggaran pada infrastruktur yang dinilai memiliki kesiapan pelaksanaan dan berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

Di antaranya penanganan drainase Jalan Imam Bonjol, fasilitas pendukung Offtake Telihan, serta kebutuhan jalan, jaringan, dan infrastruktur pelayanan lainnya.

Belanja Tidak Terduga (BTT) juga mengalami penyesuaian, dari Rp6 miliar menjadi Rp2,78 miliar. Pengurangan sebesar Rp3,21 miliar atau 53,62 persen tersebut terjadi karena sebagian BTT telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja wajib dan mengikat yang muncul selama tahun berjalan.

Neni mengatakan, sisa BTT tetap disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat dan kebutuhan mendesak hingga akhir tahun anggaran.

Dengan disepakatinya Perubahan KUA dan PPAS 2026, pemerintah selanjutnya akan menyusun Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) perangkat daerah serta Rancangan Perubahan APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2026.

Neni menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan pendapatan terealisasi, kewajiban dibayarkan tepat waktu, kegiatan yang dipertahankan dapat diselesaikan, serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Pada akhirnya, kualitas APBD bukan hanya dilihat dari berapa besar anggaran yang tersedia atau berapa tinggi angka penyerapannya, melainkan apa yang dapat digunakan, kewajiban apa yang harus dituntaskan, dan manfaat apa yang benar-benar diterima masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ada Apa dengan Bayan?

0

Bayan Resources bukan perusahaan batu bara yang sedang kesulitan. Produksinya puluhan juta ton. Labanya besar. Cadangannya melimpah. Infrastruktur tambangnya juga sudah terbangun.

Karena itu, saya cukup penasaran ketika muncul berita Haji Isam akan mengambil alih sekitar 62,2 persen saham perusahaan yang dibesarkan Low Tuck Kwong tersebut.

Saya telusuri informasinya, ternyata berbeda. Saya kemudian mendapat informasi dari orang yang cukup dekat dengan lingkungan Bayan. Menurut sumber itu, pembicaraan antara kedua pihak memang ada. Bahkan angka 62 persen itu juga sempat jadi pembicaraan.

Tetapi bukan berarti saham tersebut sudah atau akan dilepas.

Nilainya terlalu besar. Jika mengacu kapitalisasi pasar Bayan yang mencapai ratusan triliun rupiah, transaksi pengambilalihan 62 persen tentu membutuhkan dana luar biasa besar.

Sampai sekarang juga tidak ada informasi akurat yang menyebut Low Tuck Kwong dan pemegang saham lainnya akan melepas kendali Bayan.

Jadi, kabar Haji Isam mengakuisisi 62,2 persen Bayan belum bisa disebut sebagai fakta.

Yang justru menarik adalah cerita lain di balik pembicaraan tersebut.

Sumber yang sama menyebut aset tambang Bayan di Kutai Timur telah masuk dalam transaksi dengan kelompok Haji Isam. Informasi ini jauh lebih spesifik. Termasuk adanya perubahan terhadap pekerja dan aktivitas kontraktor di lapangan.

Saya belum memperoleh konfirmasi resmi dari Bayan maupun pihak Haji Isam mengenai transaksi tersebut. Karena itu, informasi ini tentu masih harus diverifikasi nanti.

Tetapi jejak asetnya bisa ditelusuri. Bayan memiliki PT Perkasa Inakakerta (PIK) di Kutai Timur (Kutim). Data publik terakhir masih mencatat Bayan menguasai 100 persen perusahaan tersebut. PIK memegang konsesi batu bara seluas 19.050 hektare.

Luasnya sekitar 190 kilometer persegi. Masa izinnya tercatat hingga Maret 2037.

Lokasinya berada di Kutim dengan tiga blok utama, yakni Sepaso, Beruang dan Narut. Batu bara yang dihasilkan berjenis sub-bituminous dengan nilai kalori sekitar 4.600–4.700 kcal/kg GAR.

PIK juga bukan sekadar lubang tambang. Bayan sudah membangun sistem logistiknya. Batu bara dari tambang dibawa ke fasilitas pemuatan sendiri sebelum dikirim langsung kepada pembeli. Bayan sendiri menyatakan batu bara PIK dikirim melalui fasilitas independen milik proyek tersebut.

Menariknya, hingga 2024 PIK sebenarnya masih bergerak. Produksinya bahkan naik 19,9 persen dibandingkan 2023. Kontraktor utama baru, PT Antareja Mahada Makmur, masuk pada kuartal pertama 2024. Eksplorasi juga masih dilakukan dan direncanakan berlanjut pada 2025.

Sumber saya menyebut telah terjadi pengurangan aktivitas produksi. Dampaknya mulai terasa kepada pekerja. Ada pekerja kontrak yang tidak diperpanjang. Ada pula karyawan yang ditawari pensiun dini.

Jumlah yang terdampak disebut besar. Belum lagi pekerja outsourcing dan perusahaan subkontraktor yang menggantungkan pekerjaan dari aktivitas tambang Bayan.

Beberapa alat berat subkontraktor juga disebut mulai banyak menganggur.

Sekali lagi, angka pekerja yang terdampak dan kaitannya dengan dugaan transaksi belum mendapat konfirmasi resmi. Tetapi informasi itu cukup penting untuk kami telusuri.

Apalagi pembicaraan mengenai masa depan batu bara sebenarnya sudah muncul dalam coaching clinic redaksi kami, Sabtu (15/8) lalu.

Kami cukup panjang membahas kondisi bisnis batu bara, terutama berbagai kebijakan pemerintah yang belakangan semakin mempersempit ruang gerak perusahaan tambang. Isu tersebut sebelumnya juga sudah kami sajikan dalam liputan khusus.

Kaltim memang tidak bisa jauh dari cerita batu bara.

Ketika produksinya naik, daerah ikut menikmati. Ketika perusahaan mengerem produksi, dampaknya juga cepat terasa. Bukan hanya kepada perusahaan tambang. Ada pekerja, kontraktor, rental alat berat, transportasi, pelabuhan, rumah makan hingga usaha kecil yang hidup di sekelilingnya.

Tekanan terhadap industri ini sekarang memang semakin besar.

“Pesta” harga 2021–2022 sudah berlalu. Harga batu bara turun dari puncaknya. Pemerintah semakin ketat mengendalikan produksi melalui RKAB. Kewajiban pasar domestik tetap harus dipenuhi. Ekspor diawasi. Pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam juga diperketat.

Apakah pemerintah sedang membunuh industri batu bara?

Saya kira terlalu jauh kalau menyimpulkan seperti itu. Pemerintah tentu punya kepentingan menjaga cadangan, kebutuhan domestik, harga, penerimaan negara dan devisa.

Tetapi apakah berbagai kebijakan tersebut membuat pengusaha batu bara semakin berat bergerak? Jelas iya.

Bayan pun tampaknya membaca perubahan itu.

Namun, bukan berarti perusahaan ini sedang bersiap meninggalkan batu bara.

Justru mesin terbesar Bayan sekarang berada di Tabang-Pakar, Kutai Kartanegara. Kompleks inilah yang menjadi tulang punggung produksi perusahaan. Secara keseluruhan, Bayan memiliki 5 PKP2B dan 16 IUP dengan total konsesi lebih dari 126 ribu hektare di Kaltim dan Kalsel.

Pada 2025, produksi Bayan mencapai sekitar 68 juta ton. Sebagian sangat besarnya berasal dari Tabang.

Di kawasan itulah Bayan membangun infrastruktur dalam skala besar. Jalan angkut, conveyor, fasilitas pemuatan hingga jaringan logistik yang terhubung dengan Balikpapan Coal Terminal.

Jadi kalau Bayan benar melepas aset tertentu di Kutai Timur, saya melihatnya belum tentu sebagai tanda perusahaan tersebut mundur dari batu bara.

Bisa saja yang sedang dilakukan adalah konsolidasi.

Melepas aset yang dianggap bukan lagi inti, mengurangi beban operasi, kemudian memusatkan modal dan produksi pada tambang yang lebih besar dan lebih efisien.

Ada informasi lain yang juga membuat saya tertarik.

Sumber saya menyebut Bayan sedang menyiapkan kawasan konservasi cukup besar di Tabang. Luasnya disebut mencapai ratusan hektare dan izin konservasinya dikabarkan sudah ada.

Konsepnya bukan hanya kawasan konservasi tertutup. Kawasan tersebut disebut akan dikembangkan seperti kebun binatang atau pusat konservasi yang nantinya dapat dikunjungi masyarakat. Beberapa satwa juga disebut akan ditempatkan di sana, termasuk beruang madu dan gajah.

Informasi ini belum saya temukan secara lengkap dalam dokumen publik Bayan. Karena itu, saya belum bisa memastikan luas, bentuk izin maupun konsep akhirnya.

Artinya, Bayan juga mulai menyiapkan pemanfaatan lahan di luar kegiatan pertambangan.

Low Tuck Kwong membangun Bayan puluhan tahun. Hari ini perusahaan itu masih memiliki tambang besar, produksi tinggi dan infrastruktur sendiri.

Haji Isam memang dikabarkan berbicara dengan Bayan. Tetapi informasi yang saya peroleh, pembicaraan itu tidak berujung pada pelepasan 62 persen saham.

Justru aset Bayan di Kutai Timur yang sekarang menarik untuk ditelusuri. Apakah benar sudah berpindah tangan? Berapa nilainya? Dan bagaimana nasib pekerja serta kontraktor yang selama ini hidup dari tambang tersebut?

Jika Bayan benar melepas aset di Kutim, memusatkan produksi di Tabang dan mulai menyiapkan kawasan konservasi, saya melihat ada perubahan strategi yang sedang berjalan.

Jadi, persoalannya bukan lagi siapa membeli Bayan. Tetapi, ke mana Bayan akan dibawa ketika bisnis batu bara tidak lagi semudah dulu. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Retak Sejak Beberapa Hari, Jalan Jembayan Akhirnya Ambles dan Ditutup Total

0
Situasi terkini Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, yang ditutup total akibat badan jalan ambles. (Foto: Ady/Media Kaltim Network)

TENGGARONG – Jalan poros Tenggarong–Loa Janan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali ambles. Kondisi tersebut membuat ruas jalan yang menjadi salah satu akses vital masyarakat ditutup total, Sabtu (15/8/2026).

Amblesnya badan jalan terjadi setelah warga mendapati retakan sejak beberapa hari sebelumnya. Kondisinya kemudian mengalami penurunan signifikan pada Sabtu dini hari hingga tidak lagi aman untuk dilintasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar langsung mengerahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan peninjauan dan penanganan awal.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar Muhammad Iriyanto bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wiyono turun langsung memantau kondisi jalan sekaligus menggelar rapat koordinasi di lokasi.

Rapat tersebut membahas langkah penanganan terhadap badan jalan yang terputus total. Salah satu opsi yang dibahas adalah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak penutupan ruas jalan.

Selain badan jalan, pergeseran tanah turut berdampak terhadap saluran air PDAM di sekitar lokasi. Perbaikan saluran tersebut juga menjadi perhatian dalam penanganan awal.

OPD terkait bersama unsur TNI dan Polri masih melakukan koordinasi untuk menentukan langkah konkret di lapangan.

Penanganan dinilai mendesak karena ruas Tenggarong–Loa Janan merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Warga sekitar, Rozikin, mengatakan tanda-tanda kerusakan badan jalan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir. Penurunan badan jalan kemudian semakin parah pada Sabtu dini hari.

Warga bahkan sempat mendengar suara retakan dari arah badan jalan sebelum kondisinya mengalami penurunan.

“Pas subuh, jadi orang pas subuhan itu kan mulai dia terturun. Ini (amblesnya) subuh. Dari malam itu sudah bunyi keretek-keretek. Namanya sekitar jam 04.30 atau jam 05.00 pagi tadi,” ujarnya.

Menurut Rozikin, jalan masih sempat dilintasi kendaraan hingga sekitar pukul 06.00 Wita. Namun, kondisinya terus memburuk, terlebih ketika air mulai pasang.

Petugas akhirnya menutup akses secara total dan memasang garis polisi di sekitar lokasi.

“Jam 07.00-an lah jalannya ditutup sudah ini,” katanya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan Ambles, Akses Kendaraan Ditutup Total

0
Kondisi Jalan Jenderal Sudirman di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, yang ambles hingga membuat akses Tenggarong–Loa Janan ditutup total. (Foto: Ady/Media Kaltim Network)

TENGGARONG – Jalan Jenderal Sudirman di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali ambles hingga akses Tenggarong–Loa Janan terputus total.

Badan jalan yang merupakan bagian dari ruas poros Tenggarong–Loa Janan tersebut mengalami penurunan hingga sekitar tiga meter dan sebagian telah terendam air. Seluruh kendaraan roda empat, kendaraan berat, hingga alat berat dilarang melintas.

Untuk sementara, arus kendaraan dari Tenggarong menuju Loa Janan maupun sebaliknya dialihkan melalui Kota Samarinda.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar Muhammad Iriyanto meminta masyarakat tidak memaksakan diri melintasi badan jalan yang rusak.

“Meskipun ada jalan alternatif, itu khusus untuk warga lokal setempat,” kata Iriyanto, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pemerintah bersama unsur terkait masih mencari jalur pengalihan yang dapat digunakan untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kukar Irwan mengatakan, pengalihan melalui Samarinda berlaku bagi kendaraan dari Loa Janan menuju Tenggarong maupun sebaliknya.

“Jadi untuk sementara untuk pengalihan arus dari kendaraan dari arah Loa Janan itu akan melewati Kota Samarinda. Begitu juga nanti arus kendaraan dari arah Tenggarong juga akan melewati Kota Samarinda,” ujarnya.

Untuk kendaraan roda dua, terdapat jalur lokal yang masih dapat digunakan secara terbatas.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto mengatakan jalur tersebut hanya memungkinkan dilewati kendaraan roda dua dari kedua arah.

“Mungkin tambahan untuk jalur alternatif yang sedang kita pikirkan. Namun yang bisa melintas hanya roda 2, baik dari arah Tenggarong maupun Loa Janan,” katanya.

Salah satu akses bagi warga lokal adalah melalui Gang Kenanga di RT 04 Dusun Margasari, kemudian menuju Gang Pama hingga kawasan Pasar Margasari.

Namun, jalur tersebut sempit dan bukan jalur pengganti bagi kendaraan roda empat.

Hari juga mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi darurat dengan melakukan pungutan liar di jalur alternatif.

“Sehingga jalur yang nantinya ditentukan sebagai alternatif, tolong jangan sampai ada pungli,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar Wiyono mengatakan, kondisi badan jalan alternatif yang sempit menjadi salah satu kendala.

“Karena jalan alternatifnya itu sempit, jadi jalan alternatifnya ini kalau dua kendaraan lewat itu nggak bisa,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah masih mengandalkan pengalihan melalui Samarinda untuk kendaraan roda empat dan kendaraan besar.

Ruas Jalan Jenderal Sudirman di kawasan Margasari merupakan jalan nasional yang berada dalam kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

Kerusakan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Pada 2019, longsor menyebabkan sedikitnya lima rumah warga di tepian Sungai Mahakam terdampak.

Pada Agustus 2023, longsor kembali terjadi di sekitar lokasi yang sama hingga sebuah bengkel motor ikut terbawa ke Sungai Mahakam.

Penanganan terhadap kerusakan sebelumnya rampung sekitar Februari 2025 dengan pemasangan turap baja pada ruas sepanjang sekitar 100 meter.

Kasatker BBPJN Kaltim Dedi Junaedi mengatakan, pekerjaan tersebut telah memasuki tahap Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026. Artinya, masa pemeliharaan pekerjaan telah selesai.

BBPJN kini kembali menyiapkan penanganan darurat. Selain memasang CCTV untuk memantau kondisi lokasi, jembatan sementara jenis Bailey juga akan dimobilisasi.

“Kami berupaya sekarang ini agar akses ini bisa segera difungsikan dengan mencoba memobilisasi Jembatan Bailey,” kata Dedi.

Ia menargetkan tim mulai bergerak dalam waktu dekat setelah proses pengangkutan Jembatan Bailey menuju lokasi dilakukan.

“Insyaallah nanti minggu depan kami sudah bergerak karena sekarang ini mencoba pengangkutan Jembatan Bailey ke mari,” ujarnya.

Iriyanto menegaskan pemerintah belum menetapkan jalur pengganti yang dapat digunakan seluruh jenis kendaraan.

“Dalam waktu dekat akan kami informasikan perkembangan terkini supaya bisa ada alternatif jalan yang melancarkan arus orang dan barang,” katanya.

Warga setempat, Rozikin, mengatakan retakan sudah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Penurunan badan jalan semakin parah menjelang subuh pada Sabtu.

“Pas subuh, jadi orang pas subuhan itu kan mulai dia teturun. Dari malam itu sudah bunyi sudah keretek-keretek. Namanya sekitar jam 04.30 atau jam 05.00 pagi tadi,” ujarnya.

Jalan sempat masih dapat dilintasi hingga pagi. Namun, setelah kondisi semakin parah dan air mulai pasang, akses kemudian ditutup total.

“Jam 07.00-an lah jalannya ditutup sudah ini,” katanya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Ribuan Bibit Pohon Ditanam di IKN, Setiap Tanaman Tercatat Digital

0
Deputi LHSDA OIKN Myrna Asnawati Safitri menerima piagam MURI dari Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri setelah aksi penanaman 1.708 bibit pohon di DAS Sanggai, IKN. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mencatatkan prestasi di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memecahkan rekor melalui aksi penanaman serentak 1.708 bibit pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Merdeka Menanam” tersebut digelar di area DAS Sanggai, di sisi Rusun ASN 3 Tower 6.

Penanaman melibatkan berbagai elemen, mulai pelajar, anggota Pramuka, civitas akademika perguruan tinggi, TNI-Polri, pemerintah daerah, pejabat dan mantan pejabat, hingga masyarakat dari dalam maupun luar kawasan IKN.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) OIKN Myrna Asnawati Safitri menerima langsung piagam MURI dari Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri.

“Terima kasih,” ucap Myrna usai menerima penghargaan.

“Kami ucapkan selamat,” ujar Yusuf.

Pemecahan rekor tidak hanya mengandalkan jumlah bibit yang ditanam. OIKN menerapkan sistem pendataan digital untuk mencatat setiap tanaman dan peserta.

Peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran. Setelah menanam, mereka memindai barcode yang telah disediakan.

Data hasil pemindaian mencatat koordinat lokasi penanaman, jenis pohon, hingga identitas penanam. Sistem tersebut digunakan untuk memastikan jumlah tanaman dapat diverifikasi.

Rekor ini menjadi catatan MURI kedua yang diraih OIKN melalui kegiatan penanaman di DAS Sanggai.

Sebelumnya, pada 10 Oktober 2025, OIKN mencatat rekor MURI melalui penanaman 1.010 pohon kopi liberika yang melibatkan 1.486 peserta di kawasan yang sama.

Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Isradi Zainal yang mengikuti kegiatan menilai aksi penanaman tersebut menjadi bentuk keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan IKN sebagai forest city.

“Saya sudah beberapa kali berkegiatan menanam seperti ini. Dan kali ini, salah satu yang luar biasa. Diikuti banyak unsur, dalam maupun luar IKN. Dan saya kira, inilah wujud konkret menjadikan IKN ini forest city. Kita akan lihat hasilnya 5-10 tahun ke depan. Pasti sudah rindang,” ujarnya.

Bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, di antaranya balangeran, meranti, kapur, tengkawang, nyatoh, salam, dan elai.

Agenda Merdeka Menanam juga diramaikan dengan musik, pembagian doorprize, serta kehadiran UMKM yang menjajakan berbagai produk makanan di sekitar lokasi.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Korban KM Bukit Siguntang Ditemukan 1,4 Kilometer dari Titik Terakhir Terlihat

0
Tim SAR Gabungan mengevakuasi penumpang KM Bukit Siguntang yang ditemukan meninggal dunia di sekitar Buoy 11, alur pelayaran Balikpapan. (Foto: Istimewa)

BALIKPAPAN – Pencarian penumpang KM Bukit Siguntang yang diduga jatuh atau melompat dari kapal berakhir. Tim SAR Gabungan menemukan korban pada hari ketiga operasi pencarian, Sabtu (15/8/2026).

Korban bernama Orip Arudin Tunmuni (33), warga Desa Benu RT 7, Nabire, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar alur pelayaran Balikpapan, tepatnya di sekitar Buoy 11.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Endrow Sasmita, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 10.35 WITA.

“Korban berhasil kita temukan di sekitar alur pelayaran Balikpapan, tepatnya di sekitar Buoy 11,” ujar Endrow.

Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,4 kilometer dari titik terakhir korban terlihat atau diduga terjatuh dari kapal.

Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan dan dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut.

Endrow mengatakan, berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan, jenazah tersebut diyakini merupakan korban yang selama ini dicari. Namun, proses identifikasi lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan identitas secara resmi.

“Berdasarkan ciri-ciri korban dan berdasarkan nanti menunggu identifikasi lebih lanjut, maka untuk saat ini bisa dipastikan bahwa jenazah yang kami evakuasi itu merupakan korban yang kita cari,” jelasnya.

Sebelumnya, insiden man overboard terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 05.00 WITA ketika KM Bukit Siguntang berlayar dari Balikpapan menuju Parepare.

Informasi mengenai penumpang yang diduga jatuh atau melompat dari kapal diterima Basarnas Balikpapan dari Kepanduan Balikpapan melalui radio sekitar pukul 05.40 WITA.

Awak KM Bukit Siguntang sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Informasi kemudian diteruskan melalui VTS Balikpapan untuk ditindaklanjuti Tim SAR Gabungan.

Basarnas Balikpapan kemudian mengerahkan Tim Rescue menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) berukuran 12 meter dari Pelabuhan Somber.

Pencarian dilakukan di sekitar Buoy 9 dan sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.

Pada hari ketiga, korban akhirnya ditemukan di sekitar Buoy 11 dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dilanjutkan ke tahap evakuasi dan penanganan jenazah oleh pihak terkait.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Investasi Lion Air Masuk IKN, Bangun MRO di Kawasan Bandara Nusantara

0
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memberikan keterangan terkait rencana pembangunan fasilitas MRO Lion Air Group di kawasan Bandara Internasional Nusantara. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Investasi swasta di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali bertambah. Lion Air Group berencana membangun fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) seluas sekitar 30 hektare di kawasan Bandara Internasional Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Otorita IKN (OIKN), Badan Bank Tanah, dan Lion Air Group.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan MRO menjadi salah satu indikasi investasi swasta terus bergerak di kawasan IKN.

“Tadi ditandatangani MoU-nya antara saya (OIKN), Bank Tanah dan Lion. Lion ingin membangun MRO di sini 30 hektare supaya untuk bisa membuat training (penerbangan) di sini,” kata Basuki dalam media briefing di Auditorium Balai Kota IKN, Jumat (14/8/2026).

Lion Air Group sebelumnya berencana membangun pusat pelatihan atau training center di kawasan IKN. Rencana tersebut kemudian dikembangkan menjadi fasilitas MRO untuk pemeliharaan pesawat.

“Lion Group mau bikin training center 30 hektare di sini. Tapi, setelah mereka berpikir untuk training center ternyata mereka pengen bangun peralatan training-nya. Jadi, MRO untuk pemeliharaan seperti yang di Batam,” jelasnya.

Untuk merealisasikan investasi tersebut, OIKN berkoordinasi dengan Badan Bank Tanah dan Lion Air Group. Koordinasi diperlukan karena lahan di sekitar kawasan bandara berada di bawah pengelolaan Badan Bank Tanah.

Basuki menilai Bandara Internasional Nusantara memiliki prospek besar untuk mendukung kegiatan penerbangan dan industri terkait.

Bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang sekitar 3.000 meter dengan lebar 85 meter. Spesifikasi itu dinilai memungkinkan bandara melayani pesawat berbadan lebar atau wide-body jet.

“Ya, mereka lihat bandara ini sangat prospek karena tiga kilometer landasan pacunya, 85 meter lebarnya, sehingga itu untuk all wide-body jet,” ujarnya.

Selain pengembangan MRO, OIKN membuka peluang Bandara Internasional Nusantara dimanfaatkan untuk penerbangan haji dan umrah.

Basuki mengungkapkan, komunikasi mengenai rencana tersebut telah dilakukan dengan Menteri Haji dan Umrah.

Jika terealisasi, Bandara Internasional Nusantara tidak hanya mendukung konektivitas IKN, tetapi juga berpotensi melayani penerbangan jemaah haji dan umrah.

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri Haji kalau bisa dipakai untuk embarkasi umrah dan haji. Ini juga insyaallah tinggal kami menunggu Perpresnya untuk berubah VVIP atau bandara khusus menjadi bandara komersial,” kata Basuki.

Perubahan status bandara tersebut menjadi salah satu tahapan yang diperlukan sebelum pemanfaatannya diperluas untuk penerbangan komersial.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Paket Ganja 35 Gram Terendus K9 di Manggar, Penerima Diciduk Polisi

0
Pria berinisial AN (31) diamankan polisi setelah paket berisi ganja yang diduga ditujukan kepadanya terendus K9 di Balikpapan. (Foto: Istimewa)

BALIKPAPAN – Upaya mengirim ganja melalui jasa ekspedisi di Balikpapan terbongkar setelah anjing pelacak (K9) Polda Kalimantan Timur dan Bea Cukai mendeteksi paket mencurigakan. Polisi mengembangkan temuan tersebut hingga menangkap pria berinisial AN (31) yang diduga sebagai penerima.

Dalam pengungkapan itu, petugas menyita satu paket yang diduga berisi ganja dengan berat bruto 60 gram dan netto 35 gram.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro melalui Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi Ditresnarkoba Polda Kaltim, Tim K9 Ditsamapta Polda Kaltim, dan Tim K9 Bea Cukai Balikpapan.

“Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Kalimantan Timur,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Kasus bermula pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Tim gabungan memperoleh informasi mengenai paket yang diduga berisi ganja di salah satu gerai J&T di kawasan Manggar, Balikpapan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan K9. Hasilnya, anjing pelacak mengendus satu paket yang dicurigai mengandung narkotika jenis ganja.

Polisi tidak langsung mengamankan penerima. Petugas menggunakan metode control delivery dengan mengikuti pergerakan paket untuk mengetahui pihak yang mengambil atau menerima barang.

Strategi tersebut mengarah kepada AN. Ia ditangkap di Jalan Pupuk Utara III Nomor 16, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Dari lokasi penangkapan, polisi mengamankan paket yang diduga berisi ganja dengan berat bruto 60 gram dan netto 35 gram. Petugas juga menyita kotak pembungkus, satu kaus hitam, serta satu telepon seluler Vivo Y12.

Dari telepon seluler tersebut, penyidik menemukan foto bukti transaksi yang diduga berkaitan dengan pemesanan narkotika.

Romylus mengatakan, kemampuan K9 menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi paket tersebut. Setelah teridentifikasi, petugas mengembangkan penyelidikan melalui control delivery.

“Dengan kemampuan K9 mendeteksi paket yang dicurigai, petugas kemudian dapat mengembangkan operasi melalui control delivery hingga akhirnya mengarah kepada penerima,” katanya.

Setelah AN diamankan, penyidik menggeledah rumah kontrakan yang ditempatinya di Jalan MT Haryono Nomor 52, RT 12, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota.

Petugas menemukan satu timbangan digital, satu kotak kertas lintingan tembakau, serta satu bundel plastik klip bening.

Dalam pemeriksaan awal, AN mengaku memperoleh ganja tersebut dari seseorang yang dikenalnya dengan nama BS. Pemesanan disebut dilakukan melalui Instagram.

Penyidik kemudian memasukkan BS dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi masih memburu keberadaannya sekaligus menelusuri asal ganja, jalur pengiriman, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Romylus menegaskan, penggunaan jasa ekspedisi dan media sosial untuk mengedarkan narkotika tetap menjadi perhatian aparat.

“Aparat terus memperkuat pengawasan dan penindakan untuk memutus peredaran narkotika hingga ke tingkat jaringan,” ujarnya.

AN kini menjalani proses hukum. Ia dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Chatarina Muliana Pimpin Kejati Kaltim, Bupati Mahulu Harap Pendampingan Daerah Diperkuat

0
Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menghadiri acara pisah sambut Kajati Kaltim di Gedung Lamin Etam, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Samarinda. (Foto: Istimewa)

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur di Gedung Lamin Etam, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Samarinda, Jumat (14/8/2026) malam.

Acara tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan Kejati Kaltim dari Supardi kepada Chatarina Muliana.

Kegiatan turut dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim, kepala daerah se-Kaltim, serta jajaran Kejaksaan.

Angela menyampaikan selamat datang kepada Chatarina Muliana sebagai Kajati Kaltim yang baru. Ia berharap Chatarina dapat menjalankan tugas dengan baik selama memimpin Kejati Kaltim.

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Kajati yang baru, selamat datang di Kalimantan. Semoga perjalanan selama menjabat di Kalimantan Timur, di Kejaksaan Kalimantan Timur, dapat berjalan dengan baik dan sukses,” kata Angela.

Ia berharap kepemimpinan Kajati baru dapat melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah berjalan sekaligus membenahi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.

“Harapan saya ke depannya, tentu Kajati yang baru seperti tadi disampaikan akan meneruskan segala sesuatu yang baik dari Kajati yang lama dan memperbaiki sesuatu yang masih kurang baik,” ujarnya.

Angela juga menyoroti pentingnya penguatan pendampingan hukum bagi pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Ia berharap pendampingan hukum di Kaltim terus diperkuat sehingga pemerintah daerah memiliki ruang konsultasi dalam menjalankan program pembangunan sesuai ketentuan.

“Harapan saya untuk pendampingan-pendampingan yang ada di wilayah Kalimantan Timur sendiri terus diperkuat lagi, ditingkatkan. Saya yakin kalau ada niat yang baik dan niat yang tulus untuk masyarakat kita, tentunya sama-sama kita berkolaborasi dan bersinergi dengan lebih baik lagi untuk menjaga Kalimantan Timur menjadi yang terbaik,” tuturnya.

Angela menegaskan Pemkab Mahulu siap membangun komunikasi dan sinergi dengan jajaran Kejati Kaltim untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Pergantian kepemimpinan Kejati Kaltim juga diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan Kejaksaan, terutama dalam pendampingan hukum dan tata kelola pemerintahan.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Jalan Jembayan Putus Total, Kendaraan Besar Dialihkan

0
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau jalan ambles di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. (Foto: Ady/MKN)

TENGGARONG – Jalan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), ambles hingga membuat akses terputus total, Sabtu (15/8/2026) pagi. Jembatan Bailey akan dipasang sebagai akses sementara selama penanganan jalan berlangsung.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri turun langsung meninjau lokasi. Ruas tersebut merupakan akses vital masyarakat menuju Samarinda maupun sebaliknya.

Aulia juga meminta warga yang bermukim di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan. Warga bahkan diminta sementara tidak bermalam di rumah karena masih terdapat risiko pergerakan tanah.

“Untuk warga masyarakat yang ada di sekitar sini itu tadi kami sampaikan untuk jangan dulu tidur di rumahnya,” kata Aulia.

Warga juga diminta mengamankan barang-barang penting dan mencari tempat tinggal sementara hingga kondisi dinyatakan aman.

Tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim telah berada di lokasi sejak awal kejadian. Pemkab Kukar juga berkoordinasi dengan BBPJN untuk menentukan langkah penanganan.

Salah satunya memasang Jembatan Bailey sebagai akses sementara. Jembatan tersebut diharapkan menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik selama perbaikan jalan berlangsung.

Aulia menyebut pemasangan Jembatan Bailey ditargetkan rampung sekitar dua bulan. Sementara penanganan darurat tetap dilakukan tanpa menunggu pembangunan jembatan selesai.

“Teman-teman balai juga sudah hadir di sini sejak kemarin, sejak awal kejadian, melihat kondisi dan melakukan penanganan-penanganan yang seharusnya dilakukan,” ujarnya.

Alat berat juga disiapkan untuk merapikan tanah dan badan jalan yang terdampak. Material tambahan berbobot besar akan digunakan untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah longsor meluas.

“Sebentar lagi mungkin alat berat sudah ada di sini untuk merapikan situasi yang ada di keadaan yang ada di sini,” kata Aulia.

Selama penanganan, rekayasa lalu lintas diberlakukan. Pemerintah desa telah menyiapkan jalur alternatif di belakang lokasi ambles. Namun, jalur tersebut relatif sempit dan tidak dapat dilalui kendaraan besar.

“Untuk kendaraan besar itu kita alihkan untuk lewat jalur seberang sehingga ini tidak terganggu. Karena jalur di belakang alternatif ini dia jalur kecil,” jelasnya.

Amblesnya jalan tersebut merupakan kejadian ketiga di kawasan Margasari. Dua kejadian sebelumnya juga telah ditangani BBPJN Kaltim karena ruas tersebut merupakan bagian dari jalan nasional.

“Ini merupakan kejadian yang ketiga. Memang dua kejadian sebelumnya sudah ditangani oleh balai karena ini memang poros nasional,” ujar Aulia.

Jalan ambles diduga dipicu abrasi di pinggir Sungai Mahakam yang perlahan mengikis lapisan tanah penopang badan jalan.

Ruas tersebut sebelumnya baru rampung dikerjakan pada Februari 2025. Pergerakan tanah kembali terlihat sejak Kamis (13/8/2026) dan semakin parah hingga badan jalan tergenang air pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Akses kini ditutup total, terutama bagi kendaraan roda empat ke atas.

Warga lokal masih dapat menggunakan jalur melalui Gang Kenanga di RT 4 Dusun Margasari menuju Gang Pama hingga kawasan Pasar Margasari. Jalur tersebut berjarak sekitar 100 meter dari titik jalan ambles.

Namun, jalur alternatif itu relatif sempit dan bukan jalur pengganti untuk kendaraan roda empat. Pengguna jalan diminta tetap memperhatikan aktivitas warga di sekitar kawasan tersebut.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.