Beranda blog Halaman 39

Istana Wapres IKN Dibuka untuk Umum, Enam Eskalator Jadi Akses Pengunjung

0
Masyarakat mulai mengunjungi Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara yang dibuka untuk umum pada 15–17 Agustus 2026. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Istana Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dibuka untuk masyarakat umum selama tiga hari, 15–17 Agustus 2026.

Namun, akses pengunjung masih dibatasi. Masyarakat hanya diperbolehkan mengunjungi area anjungan yang menghadap langsung ke Plaza Demokrasi. Area lain di kompleks Istana Wapres belum dapat diakses karena masih dalam tahap pemeliharaan.

Staf Direktorat Sarana Prasarana Dasar Otorita IKN, Cora Samuella T, mengatakan akses utama bagi masyarakat telah difungsikan menggunakan enam pintu eskalator. Sementara jalur tamu Very Important Person (VIP) menggunakan lift di sisi kanan istana.

“Sementara hanya sampai anjungan. Itu yang diperbolehkan. Kalau menuju ke akses yang lain, belum diizinkan karena masih tahap pemeliharaan,” kata Cora di anjungan Istana Wapres, Sabtu (15/8/2026).

Pengunjung juga tidak diperkenankan membawa kendaraan pribadi menuju Istana Wapres maupun memarkir kendaraan di sepanjang jalan kawasan.

Transportasi menuju lokasi disediakan menggunakan bus penjemputan.

Salah seorang pengunjung, Herlin Pali, mengaku terbantu dengan fasilitas transportasi tersebut. Ia juga mengapresiasi pelayanan petugas selama kunjungan.

“Karena baru kali ya, tapi kami terbantu dengan penjemputan bus. Untuk akses masuknya, pelayanannya luar biasa ya petugasnya, OIKN juga,” ujarnya.

Herlin juga mengaku terkesan melihat langsung pembangunan di kawasan IKN, termasuk arsitektur Istana Wapres.

“Pembangunan IKN sudah luar biasa. Rasanya baru ini, di sini, ada bangunan seaneh (unik) seperti ini,” tambahnya.

Istana Wapres dibuka untuk kunjungan umum dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Masyarakat dapat berkunjung pada 15–17 Agustus 2026 mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA melalui Gerbang Plaza Demokrasi.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Kajati Kaltim Berganti, Chatarina Muliana Janji Hadirkan Penegakan Hukum yang Dibutuhkan Masyarakat

0
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Chatarina Muliana, resmi menggantikan Supardi sebagai Kajati Kaltim. (Foto: Jerry/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tongkat komando Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi beralih. Chatarina Muliana Girsang kini memimpin Korps Adhyaksa di Benua Etam menggantikan Supardi.

Chatarina dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Sementara Supardi mendapat penugasan baru sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI.

Pergantian pimpinan tersebut dilanjutkan dengan acara pisah sambut di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Jumat (14/8/2026) malam.

Chatarina datang ke Kaltim dengan pengalaman panjang di bidang penegakan hukum. Ia pernah menjadi Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Bagian Perancangan Peraturan Biro Hukum KPK, hingga Kepala Biro Hukum KPK.

Ia juga pernah menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi serta Inspektur Jenderal di kementerian yang membidangi pendidikan.

Pada Oktober 2025, Chatarina dipercaya menjadi Kajati Bali. Ia kemudian mendapat tugas sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Aset pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.

Kini, Kaltim menjadi medan tugas barunya.

Chatarina menyebut jabatan Kajati Kaltim bukan sekadar posisi maupun kekuasaan, tetapi amanah yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat.

“Hal ini bukan sekadar jabatan atau kekuasaan, tetapi sebuah kepercayaan yang harus saya jaga dengan sangat baik untuk menjalankan tugas penegakan hukum, memberikan solusi bagi pembangunan, serta melayani masyarakat di Kaltim,” kata Chatarina.

Ia menegaskan pendekatan penegakan hukum tidak boleh hanya dilakukan ketika persoalan sudah terjadi. Pencegahan dan pendampingan hukum juga harus diperkuat.

“Kami akan terus berupaya menghadirkan penegakan hukum yang betul-betul diharapkan masyarakat dan dapat menunjukkan kehadiran negara bagi masyarakat,” ujarnya.

Tugas tersebut menjadi penting di tengah pembangunan Kaltim yang terus bergerak. Investasi, infrastruktur, hilirisasi, pengelolaan sumber daya alam hingga berbagai proyek strategis membutuhkan kepastian hukum dan tata kelola yang kuat.

Data Pemprov Kaltim mencatat realisasi investasi sektor nonmigas dan nonbatu bara pada 2025 mencapai Rp59 triliun. Sementara Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur 2025 mencapai 8,78, melampaui target 8,39.

Besarnya aktivitas pembangunan dan investasi tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap pengawasan dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Karena itu, Chatarina meminta jajaran Kejati Kaltim tidak hanya bekerja setelah perkara muncul. Pengawalan tata kelola pemerintahan perlu dilakukan sejak awal.

Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan Pemprov Kaltim, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, instansi vertikal hingga masyarakat.

“Saya sangat berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh unsur pemerintah, jajaran pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait di Provinsi Kaltim,” tuturnya.

Pergantian Kajati sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Supardi di Kaltim. Supardi memimpin Kejati Kaltim sejak Juli 2025 setelah menggantikan Iman Wijaya.

Dalam masa kepemimpinannya, Kejati Kaltim meraih peringkat pertama capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) nasional pada Triwulan I 2026 dengan nilai 100.

Pada Mei 2026, Supardi juga menerima dokumen laporan dari massa Aksi 215 yang meminta Kejati Kaltim menelaah sejumlah dugaan persoalan dalam kebijakan pemerintahan daerah.

Chatarina menyampaikan penghargaan kepada Supardi atas kepemimpinannya selama bertugas di Kaltim.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Supardi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan. Saya meyakini setiap kepemimpinan memberikan nilai, pengalaman, dan fondasi yang penting bagi organisasi,” ujarnya.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud turut menyampaikan apresiasi kepada Supardi. Menurutnya, pergantian tempat tugas tidak boleh memutus hubungan yang telah terbangun.

“Jabatan bisa berganti, tempat tugas bisa bergeser, tetapi yang penting satu, persahabatan dan persaudaraan ini tidak boleh ikut dimutasi,” kata Rudy.

Kepada Chatarina, Rudy memberikan pesan khusus. Ia meminta Kajati Kaltim yang baru tidak ragu bekerja dan mengambil keputusan sepanjang dilakukan sesuai aturan dan tanpa kepentingan lain.

“Jangan takut bekerja, jangan takut mengambil keputusan, jangan takut mengambil kebijakan selama niatnya benar, aktualnya benar, dan tidak ada kepentingan lain di dalamnya,” tegas Rudy.

Menurut Rudy, pembangunan Kaltim membutuhkan sinergi pemerintah daerah, kejaksaan, kepolisian, TNI dan seluruh unsur terkait. Pembangunan harus dapat bergerak cepat tanpa keluar dari ketentuan hukum.

“Kita ingin membangun Kaltim dengan cepat, tetapi tetap sesuai aturan. Kita ingin memastikan perlindungan hukum terhadap kepentingan masyarakat dan pembangunan, dengan tetap menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas,” pungkasnya.

Pewarta: K Irul Umam
Editor: Agus S.

CCTV Ungkap Pencurian Rokok Rp10 Juta di Sangatta Utara

0
GAP, terduga pelaku pencurian rokok di Sangatta Utara, diamankan Tim Macan Satreskrim Polres Kutai Timur. (Foto: Istimewa)

SANGATTA – Aksi pencurian rokok senilai sekitar Rp10 juta di Toko Sinar Multi Jaya, Jalan IA Muis, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, berhasil diungkap polisi kurang dari 24 jam.

Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk utama hingga polisi mengamankan seorang pria berinisial GAP (31).

Tim Macan Satreskrim Polres Kutai Timur bersama Unit Reskrim Polsek Sangatta Utara menangkap GAP di sebuah rumah kos di Jalan Diponegoro, Gang Riya, Desa Sangatta Utara, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Aksi pencurian sebelumnya terjadi Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 05.10 WITA. Pelaku diduga memanfaatkan suasana dini hari untuk masuk ke dalam toko dan mengambil sejumlah rokok.

Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Rangga Asprilla Fauza mengatakan kasus tersebut diketahui setelah korban memeriksa stok barang dagangan dan mendapati sejumlah rokok di etalase telah hilang.

Korban kemudian mengecek rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut terlihat seseorang masuk ke dalam toko sekitar pukul 05.10 WITA dan mengambil sejumlah rokok.

“Setelah menerima laporan, Tim Macan Satreskrim Polres Kutim bersama Unit Reskrim Polsek Sangatta Utara langsung melakukan penyelidikan. Petugas juga mengecek rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku,” kata Rangga.

Rekaman CCTV kemudian menjadi titik awal penyelidikan. Polisi melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi terduga pelaku sekaligus melacak keberadaannya.

Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa GAP berada di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Diponegoro, Gang Riya, Desa Sangatta Utara.

Tim gabungan langsung bergerak dan mengamankan GAP sekitar pukul 17.00 WITA.

“Terduga pelaku kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” ujar Rangga.

Berdasarkan laporan korban, rokok yang hilang terdiri dari Evolution lima slop, Esse Double Pop tiga slop, Esse Double Click lima slop, Dunhill Putih lima slop, Troy lima slop, dan LA Bold lima slop.

Selain itu, Dunhill Hitam empat slop, Esse Juicy Orange tiga slop, serta Marlboro Black Filter tiga slop. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Di antaranya satu lembar nota pembelian, uang tunai Rp500 ribu, satu unit telepon genggam Realme 10 Pro 5G warna hitam, serta satu unit sepeda motor Honda ADV warna hitam.

Petugas turut mengamankan satu flashdisk merek Sandisk warna hitam-merah yang berisi rekaman CCTV.

Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut aksi tersebut diduga dilakukan karena faktor ekonomi. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman untuk melengkapi proses hukum.

“Barang bukti sudah kami amankan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polsek Sangatta Utara untuk menjalani proses hukum,” jelas Rangga.

GAP kini diproses berdasarkan Pasal 477 ayat (1) huruf e Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian serta keterkaitan barang bukti dalam perkara tersebut.

Berbekal rekaman CCTV, Tim Macan Satreskrim Polres Kutai Timur bersama Unit Reskrim Polsek Sangatta Utara berhasil mengidentifikasi dan menemukan terduga pelaku dalam waktu kurang dari sehari.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Gempa M7,7 Flores Telan 40 Korban Jiwa, Basarnas Kerahkan Kapal dan Helikopter

0
Tim SAR melakukan proses pencarian dan evakuasi korban gempa bumi M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 40 orang. Sebanyak 50 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka hingga luka berat.

Data sementara hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 17.30 WITA mencatat total korban terdampak sebanyak 90 orang. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan konsolidasi oleh unsur SAR di lapangan.

Korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah. Sebanyak 11 orang tercatat di Kabupaten Manggarai Timur, tiga orang di Kabupaten Sikka, satu orang di Kabupaten Manggarai Barat, 24 orang di wilayah Manggarai-Reo/Reok, serta satu orang di Kabupaten Nagekeo.

Sementara data korban di Kabupaten Ngada masih dalam proses pendataan dan belum terdapat korban yang teridentifikasi.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus memperkuat operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi di sejumlah wilayah terdampak.

Tim Rescue Kantor SAR Maumere, Unit Siaga SAR Ende, dan Pos SAR Labuan Bajo telah dikerahkan ke sektor masing-masing.

Tim melakukan asesmen dampak gempa, pencarian dan pertolongan korban, serta penanganan kondisi darurat.

Penguatan operasi juga dilakukan dengan mengerahkan KN SAR 250 Puntadewa menuju wilayah Nagekeo bersama Tim Rescue.

Dukungan udara disiapkan melalui helikopter Basarnas HR-3604 untuk membantu mobilisasi personel dan mendukung operasi di wilayah terdampak.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, mengatakan operasi SAR masih terus dilakukan untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Operasi SAR dan assessment dampak masih terus kami lakukan. Seluruh unsur SAR dikerahkan untuk menjangkau wilayah terdampak, memberikan pertolongan kepada masyarakat, serta melakukan evakuasi terhadap korban,” ujarnya.

Menurut Syafii, data korban maupun kondisi kerusakan masih terus diverifikasi. Basarnas akan memperbarui informasi secara berkala berdasarkan hasil pendataan di lapangan.

Koordinasi juga dilakukan bersama TNI/Polri, BPBD, pemerintah daerah, PMI, BMKG, serta berbagai potensi SAR untuk mempercepat penanganan bencana.

Penanganan di sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses. Beberapa ruas jalan menuju wilayah terdampak terganggu akibat longsoran dan material batuan atau rockfall.

Sejumlah akses masih dalam proses penanganan dan pemantauan petugas di lapangan.

Gangguan komunikasi juga terjadi di beberapa wilayah akibat padamnya aliran listrik. Jaringan Starlink digunakan untuk menunjang koordinasi dan komunikasi personel SAR di lapangan.

Sementara itu, peringatan dini tsunami telah berakhir. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Hingga pembaruan data pukul 17.30 WITA, jumlah sementara korban tercatat 90 orang, terdiri atas 40 orang meninggal dunia dan 50 orang luka-luka hingga luka berat.

Operasi pencarian, pertolongan, dan asesmen dampak terus berlangsung untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak serta memperbarui data korban dan kondisi di lapangan. (MK)

Editor: Agus S.

Wisata Pulau Miang Bakal Dikembangkan, Listrik dan Internet Jadi Perhatian

0
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim M Faisal menyampaikan rencana pengembangan potensi wisata Pulau Miang di hadapan masyarakat setempat. (Foto: Dimas/Media Kaltim)

KUTAI TIMUR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memetakan pengembangan potensi wisata bahari Desa Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan hiu tutul menjadi salah satu daya tarik yang dinilai berpotensi dikembangkan sebagai wisata unggulan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, M Faisal, turun langsung meninjau Pulau Miang, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan pengibaran bendera di bawah laut dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Faisal bersama jajaran Dispar Kaltim diterima Kepala Desa Pulau Miang, Aldo Alimuddin Daod, bersama masyarakat setempat di Pendopo Desa Pulau Miang.

Menurut Faisal, Pulau Miang memiliki potensi wisata bahari yang layak dikembangkan secara serius. Popularitas kawasan tersebut juga meningkat setelah keberadaan kawanan hiu tutul menjadi perhatian melalui media sosial.

“Rasa ingin tahu saya sangat kuat untuk melihat langsung potensi Pulau Miang. Kehadiran kami di sini salah satunya untuk menginisiasi kegiatan pengibaran bendera di bawah laut menyambut HUT RI, sekaligus mempromosikan keindahan bahari Kutai Timur ke masyarakat luas,” kata Faisal.

Menurutnya, pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik alam. Pemerintah dan masyarakat juga harus menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik selama berkunjung.

Konsep 3A, yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi, akan menjadi salah satu dasar pengembangan Pulau Miang.

Dari sisi aksesibilitas, jarak dan waktu tempuh menuju Pulau Miang masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan pelayanan yang baik kepada wisatawan.

“Hospitality menjadi penting. Ketika wisatawan sudah menempuh perjalanan jauh, mereka harus mendapatkan kesan yang baik ketika tiba di destinasi,” ujarnya.

Dari aspek amenitas, Faisal menyoroti kebutuhan dasar seperti ketersediaan listrik dan jaringan internet.

Dispar Kaltim akan membantu menjembatani kebutuhan tersebut dengan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Kaltim.

Pengalaman Faisal yang sebelumnya memimpin bidang komunikasi dan informatika Kaltim juga akan dimanfaatkan untuk mendorong pemerataan akses internet di Pulau Miang.

Sementara dari sisi atraksi, keberadaan hiu tutul dinilai dapat menjadi daya tarik utama. Namun, pengelolaannya harus direncanakan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Faisal mendorong adanya sistem informasi mengenai pola kemunculan hiu tutul secara musiman. Informasi tersebut diperlukan agar wisatawan dapat mengetahui periode terbaik untuk berkunjung.

Ia mencontohkan pengelolaan wisata hiu tutul di Gorontalo yang telah memanfaatkan informasi musim kemunculan satwa tersebut sebagai bagian dari promosi destinasi.

Faisal juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan. Pariwisata yang berkembang dinilai akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, mulai dari transportasi, homestay hingga kuliner.

“Kalau wisatawan mendapatkan kesan yang baik, dampaknya akan kembali kepada masyarakat. Transportasi bergerak, homestay terisi, kuliner berkembang dan ekonomi warga ikut tumbuh,” jelasnya.

Pemprov Kaltim berencana kembali mengunjungi Pulau Miang pada Januari mendatang.

Dispar Kaltim akan membawa tim ahli untuk memberikan edukasi dan pelatihan mengenai pengelolaan serta pelayanan pariwisata kepada masyarakat.

Pengembangan tersebut diarahkan agar Pulau Miang memiliki tata kelola wisata yang lebih baik, tetap menjaga kelestarian lingkungan, serta menempatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama pengelolaan destinasi.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Dari Hotel Sintuk hingga Grand Mutiara, Sutikno Meninggal Dunia di Nganjuk

0
Dari Hotel Sintuk hingga Grand Mutiara, Sutikno Meninggal Dunia di Nganjuk

Sabtu malam (15/8), saya mendapat kabar duka. Sahabat saya, Bapak Sutikno, meninggal dunia di Nganjuk, Jawa Timur.

Saya biasa memanggilnya Pak Tikno. Saya mengenalnya sejak 2010, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Bontang. Ketika itu, beliau masih di Hotel Bintang Sintuk, salah satu hotel yang cukup dikenal di Bontang.

Orangnya ramah, mudah bergaul dan enak diajak bicara. Kalau bertemu selalu menyapa. Obrolan kami tidak melulu soal pekerjaan. Bisa soal hotel, Bontang, pariwisata, organisasi, sampai cerita ringan sehari-hari.

Pergaulannya juga luas. Selain di lingkungan perusahaan dan perhotelan, almarhum aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Sebagai orang Nganjuk, ia cukup dekat dengan warga Jawa di Bontang. Saya beberapa kali melihatnya berkumpul dalam kegiatan masyarakat Jawa, termasuk di lingkungan IKA Pakarti dan komunitas lainnya.

Beberapa hari lalu, Darman, Direktur Radar Bontang yang juga sahabat dekatnya, memberi kabar kepada saya bahwa kondisi kesehatannya sedang tidak baik. Ia menjalani perawatan intensif di Jawa. Kondisinya terus menurun dan sempat menjalani tindakan amputasi pada salah satu kakinya.

Saya tidak mengetahui secara detail penyakit yang dideritanya. Karena itu, saya tidak ingin menduga-duga penyebab sakit maupun meninggalnya almarhum.

Sampai akhirnya kabar duka itu datang Sabtu malam ini.

Pukul 20.39 WITA, Pak Idrus, salah seorang koleganya, menyampaikan kabar tersebut di grup WhatsApp UMKM & Dolor Jowo.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia saudara kita Mas Sutikno Nganjuk (Grand Mutiara Hotel). Meninggal di Nganjuk.”

Saya juga mendapat kabar secara pribadi dari Agusyani, koleganya yang lain. Ucapan belasungkawa kemudian berdatangan.

Saya mencoba membuka kembali sejumlah catatan lama tentang sosok yang sudah saya kenal sekitar 16 tahun itu. Perjalanan kariernya di Bontang cukup panjang.

Sutikno lahir di Nganjuk, Jawa Timur, 12 Februari 1965. Ia menyelesaikan pendidikan di SMN Kertosono pada 1985. Almarhum meninggal pada usia 61 tahun.

Kariernya di lingkungan PT Kaltim Industrial Estate (KIE) setidaknya tercatat sejak 2001. Ia mengawali sebagai Kepala Bagian Keuangan hingga 2005, kemudian Kepala Bagian Korporasi pada 2005–2006.

Kariernya berlanjut sebagai Kepala Bagian Audit Internal pada 2007–2008, lalu Wakil Kepala Divisi Umum dan SDM pada 2008–2009.

Jadi, perjalanan profesionalnya tidak langsung dimulai dari perhotelan. Ia pernah menangani keuangan, korporasi, audit hingga sumber daya manusia.

Baru pada 2009, Sutikno dipercaya menjadi Direktur Operasional PT Bintang Sintuk. Posisi itu dijalaninya hingga 2017, sekitar delapan tahun.

Pada masa inilah saya cukup sering berhubungan dengannya karena pekerjaan di perusahaan media yang saya kembangkan di Bontang. Beberapa kali kami berdiskusi mengenai kondisi bisnis perhotelan dan perkembangan daerah.

Pada 2015, misalnya, ia pernah mengungkap kondisi tingkat hunian Hotel Sintuk yang turun. Dari sekitar 70 persen pada 2014 menjadi 40–50 persen pada Januari hingga Juli 2015.

Saat itu ia juga sudah bicara soal pentingnya pariwisata. Menurutnya, Bontang perlu mengembangkan sektor tersebut karena akan ikut menggerakkan hotel, restoran dan perekonomian daerah.

Setelah sekitar delapan tahun di Bintang Sintuk, kariernya berlanjut. Pada 2017, ia kembali berada di struktur KIE sebagai Kepala Divisi Umum dan SDM. Kemudian, pada 2 Oktober 2017, dipercaya menjadi Sekretaris Perusahaan PT Kaltim Industrial Estate.

Pada periode yang hampir bersamaan, ia juga ikut menangani Hotel Equator. Namanya pada 2017 tercatat sebagai Ketua Tim Task Force Hotel Equator. Setahun kemudian, ia juga tercantum dalam struktur yang menangani unit Hotel Equator di KIE.

Dari Sintuk, Equator hingga KIE, perjalanan itu kemudian membawanya kembali ke dunia perhotelan.

Ada satu catatan lama yang saya baca kembali malam ini. Pada 5 Agustus 2020, Media Kaltim pernah memuat pernyataan Sutikno. Saat itu Media Kaltim bahkan belum genap berusia satu tahun.

Ia menyambut kehadiran Media Kaltim dan berharap kami bisa memberikan informasi positif kepada masyarakat. Ada satu pesan yang disampaikannya saat itu, yakni ikut mendorong perkembangan pariwisata Bontang dan Kaltim.

Menurutnya, sumber daya alam seperti batu bara dan gas memiliki keterbatasan. Sementara pariwisata bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah jika dikelola dengan baik.

Enam tahun berlalu. Setelah perjalanan panjang di KIE, Hotel Sintuk dan Hotel Equator, ia kembali ke dunia perhotelan. Terakhir, saya mengenalnya sebagai General Manager Grand Mutiara Hotel Bontang.

Media Kaltim juga pernah bekerja sama dengan Grand Mutiara. Dari sana komunikasi kami kembali terjalin. Terakhir saya bertemu dengannya beberapa bulan lalu.

Kami berbincang seperti biasa. Tidak ada yang membuat saya berpikir bahwa pertemuan itu akan menjadi salah satu pertemuan terakhir.

Setelah itu komunikasi kami memang tidak terlalu intens. Sampai beberapa hari lalu Pak Darman memberi kabar tentang kondisi kesehatannya.

Ada satu sisi lain yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Sutikno, yakni kedekatannya dengan warga Jawa.

Lahir di Nganjuk dan menempuh pendidikan menengah di Kertosono, sebagian besar perjalanan profesionalnya justru berlangsung di Bontang. Meski puluhan tahun tinggal dan bekerja di Kaltim, kedekatannya dengan tanah kelahiran tetap terjaga.

Ia cukup akrab dengan lingkungan warga Jawa di Bontang. Beberapa kali hadir dan berkumpul bersama tokoh maupun warga Jawa. Saya juga beberapa kali melihatnya berada di lingkungan IKA Pakarti Bontang.

Itu pula yang terasa ketika kabar meninggalnya menyebar malam ini. Di grup UMKM & Dolor Jowo, ia disebut “Mas Sutikno Nganjuk”. Orang langsung tahu siapa yang dimaksud.

Nganjuk memang tidak pernah jauh darinya. Di tengah perjalanan panjang di Bontang, nama tanah kelahirannya tetap melekat. Dan akhirnya, almarhum berpulang di Nganjuk, tempat perjalanan hidupnya dimulai 61 tahun lalu.

Sementara Bontang menjadi tempat sebagian besar perjalanan kariernya. Dari keuangan, korporasi, audit, SDM, Hotel Bintang Sintuk, KIE, Hotel Equator hingga terakhir Grand Mutiara. Lebih dari dua dekade jejak profesionalnya tercatat di kota ini.

Tentu banyak orang memiliki kenangan berbeda tentang almarhum.

Karyawan mengenalnya sebagai pimpinan. Orang-orang KIE mengenalnya sebagai bagian dari perjalanan perusahaan. Pelaku perhotelan mengenalnya dari Sintuk, Equator hingga Grand Mutiara. Warga Jawa Bontang mengenalnya sebagai kawan yang kerap hadir dan berkumpul bersama.

Saya mengenangnya sebagai sahabat. Orang yang ramah dan mudah diajak bicara sejak pertama kali saya mengenalnya di Hotel Bintang Sintuk.

Malam ini, perjalanan panjang itu selesai.

Terima kasih, Pak Tikno, atas pertemanan selama ini. Terima kasih pernah memberikan dukungan kepada Media Kaltim ketika kami masih sangat muda. Terima kasih pula untuk berbagai pertemuan, obrolan dan kerja sama selama di Bontang.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Selamat jalan, Pak Sutikno. Husnul khatimah.

Oleh: Agus Susanto

GolXSport Berubah: Setop Harian, Mulai Pekan Depan Terbit Mingguan

0

Hampir satu tahun GolXSport hadir setiap hari. Selama itu pula kami mencoba mencari bentuk yang paling tepat untuk media olahraga ini.

Secara konten, GolXSport tetap dibutuhkan. Berita olahraga selalu punya pembaca. Sepak bola, voli, basket, bulu tangkis, balap motor, sampai berbagai cabang lainnya terus berkembang.

Tetapi setelah hampir satu tahun berjalan dan berbicara dengan berbagai kalangan, saya melihat ada yang harus kami ubah. Kedekatan.

Selama ini GolXSport masih terlalu banyak menyajikan olahraga nasional dan internasional. Timnas Indonesia, Liga 1, Premier League, Liga Champions, MotoGP, Formula 1, dan berbagai pertandingan besar lainnya.

Konten seperti itu tetap penting. Pembacanya juga ada. Masalahnya, berita yang sama bisa ditemukan di banyak media olahraga nasional. Bahkan mereka jauh lebih cepat karena memiliki tim besar dan memang khusus menangani olahraga.

Lalu, apa yang membedakan GolXSport? Pertanyaan itu yang kemudian menjadi bahan evaluasi kami.

Karena itu, Sabtu (15/8) hari ini menjadi hari terakhir GolXSport terbit harian. Mulai pekan depan, GolXSport akan berubah menjadi edisi mingguan.

Bukan berhenti. Justru kami ingin membuatnya lebih baik.

Saya tidak lagi ingin GolXSport mengejar jumlah berita setiap hari. Kalau akhirnya hanya menyajikan berita nasional dan internasional yang juga sudah ada di banyak media, maka tidak ada bedanya.

Mulai pekan depan, setiap edisi harus punya isi yang memang layak ditunggu.

Konsepnya kurang lebih seperti Weekend yang sekarang sedang kami kembangkan. Ada liputan utama, foto yang kuat, informasi yang berguna, tempat yang bisa didatangi, komunitas, orang-orang menarik, dan pengalaman yang bisa dicoba pembaca.

Mulai pekan depan, bentuk GolXSport akan berbeda.

Andhika Dezwan Apriandi Setiawan tetap akan menggawangi GolXSport sebagai Editor in Chief. Andhika saat ini merupakan Kepala Biro Berau Media Kaltim Network sekaligus Direktur MediaKaltimtara.com.

Porsi olahraga Kaltim akan diperbesar. Sport lifestyle juga akan menjadi bagian penting. Karena olahraga sekarang bukan hanya pertandingan.

Lari semakin ramai. Padel mulai berkembang. Renang tidak hanya untuk atlet, tetapi juga menjadi pilihan olahraga dan rekreasi keluarga.

Gym semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Golf juga punya komunitas yang cukup besar.

Belum lagi tenis, badminton, mini soccer, futsal, basket, skateboard, sepeda, trail run, bela diri, olahraga air, dan lainnya.

Di Kaltim, bahan liputannya sangat banyak.

Golf misalnya. Ada lapangan golf di sejumlah daerah. Ada komunitas, turnamen, pegolf senior, pemain muda, pelatih, driving range, sampai orang yang baru ingin belajar.

GolXSport bisa datang langsung. Tidak harus selalu membahas hasil turnamen.

Kalau ingin mencoba golf pertama kali, mulai dari mana? Harus punya stik sendiri atau bisa menyewa? Berapa biaya driving range? Apakah ada pelatih? Pemula boleh langsung datang atau tidak?

Begitu pula padel yang sekarang mulai banyak diminati. Kami ingin datang ke lapangannya. Melihat siapa yang bermain, berapa biaya sewa, apakah raket bisa dipinjam, sampai berapa biaya yang harus dikeluarkan kalau bermain bersama teman.

Renang juga punya banyak sisi. Ada kolam umum, fasilitas hotel, sekolah renang, klub, pelatih, atlet muda, sampai tempat berenang yang cocok untuk keluarga.

Lari bahkan lebih luas. Komunitasnya ada di berbagai kabupaten dan kota. Kami ingin mendatangi mereka.

Tidak cukup hanya menulis nama komunitas dan kapan berdiri. Kalau perlu wartawan ikut lari. Lima kilometer misalnya.

Dari situ bisa diketahui rutenya, titik kumpul, siapa saja yang ikut, apakah anggota baru boleh bergabung, sampai tempat mereka biasa sarapan atau minum kopi setelah berlari.

Skateboard, mini soccer, futsal, basket, badminton, sepeda, gym, bela diri, dan olahraga lainnya juga akan mendapat ruang.

Karena itu, GolXSport mingguan akan lebih banyak turun langsung. Datang ke lapangan, bertemu komunitas, mencoba fasilitas, sekaligus memberikan informasi soal lokasi, biaya, dan cara memulainya.

Liputannya juga tidak hanya dari Samarinda. Jaringan Media Kaltim Network di berbagai kabupaten dan kota akan menjadi kekuatan untuk mengangkat atlet, komunitas, venue, dan kegiatan olahraga di seluruh Kaltim.

Sport lifestyle juga akan diperkuat. Mulai lari, golf, padel, renang, gym, mini soccer, skateboard, perlengkapan olahraga, hingga olahraga sesuai usia.

Berita nasional dan internasional tetap ada, tetapi dipilih yang penting. Kami tidak perlu mengejar semua berita yang sudah disajikan media nasional.

Kekuatan GolXSport justru ada di Kaltim. Ke depan, GolXSport juga bisa berkembang ke event. Kami sudah pernah menggelar Media Kaltim Nusantara Fun Run. Berikutnya bisa golf, padel, mini soccer, badminton, basket, atau kegiatan lainnya.

Jadi perubahan dari harian menjadi mingguan bukan soal mengurangi jadwal terbit. Kami ingin GolXSport lebih fokus, lebih dekat, dan lebih berguna untuk pembaca.

Dari harian menjadi mingguan. Bukan lebih sedikit. Tapi harus lebih baik. (*)

Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
Founder GolXSport

PLN Lanjutkan Tahapan Pemberian Kompensasi ROW SUTT 150 kV Bontang Lestari

0
Perwakilan PLN UPP KLT 3 menyampaikan informasi terkait tahapan pemberian kompensasi kepada masyarakat.

BONTANG — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) KLT 3 melaksanakan tahapan pemberian kompensasi atas tanah, bangunan, dan/atau tanaman yang berada di bawah Ruang Bebas (ROW) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bontang Lestari (Ex Bontang Koala) – INC 2 PHI (PLTU KALTIM 2/FTP 2) – Bontang.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Rabu (5/8), dihadiri oleh perwakilan PLN UPP KLT 3, aparat Kecamatan Bontang Selatan, aparat Kelurahan Bontang Lestari, serta masyarakat yang merupakan pemilik lahan atau pihak yang berkepentingan terhadap objek yang berada di bawah Ruang Bebas (ROW).

Tahapan tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan infrastruktur transmisi SUTT 150 kV Bontang Lestari yang mendukung penguatan sistem kelistrikan di Kota Bontang dan wilayah sekitarnya. Kehadiran infrastruktur transmisi ini diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan aktivitas perekonomian di kota Bontang.

Dalam pelaksanaannya, PLN menyampaikan informasi terkait proses tahapan pemberian kompensasi kepada pihak yang berhak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian nilai kompensasi dan komunikasi bersama sebagai bagian dari tahapan pemberian kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manager UPP KLT 3, Junaedi, mengatakan bahwa pelaksanaan tahapan pemberian kompensasi menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan seiring dengan pemenuhan hak masyarakat yang terlintasi oleh jaringan transmisi.

“PLN memastikan setiap tahapan pemberian kompensasi dilaksanakan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami juga memberikan ruang bagi pihak yang berhak untuk memperoleh informasi dan menyampaikan hal-hal yang perlu dikomunikasikan, sehingga seluruh proses dapat dipahami dengan baik,” ujar Junaedi.

Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah setempat dan komunikasi bersama masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran setiap tahapan pembangunan, khususnya pada wilayah yang bersinggungan langsung dengan infrastruktur transmisi.

“Kami mengapresiasi dukungan dari pemerintah setempat dan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kami berharap setiap tahapan dapat berjalan lancar serta tetap memperhatikan kepentingan dan hak masyarakat,” tambahnya.

PLN UIP KLT terus memastikan setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dilaksanakan secara terencana, tertib, dan sesuai dengan ketentuan, dengan tetap memperhatikan kepentingan serta pemenuhan hak masyarakat.

Melalui koordinasi bersama pemerintah setempat dan komunikasi dengan pihak yang berhak, PLN berharap proses pembangunan SUTT 150 kV Bontang Lestari dapat terus berjalan lancar guna mendukung sistem kelistrikan yang semakin andal bagi masyarakat dan wilayah Bontang. (Bom)

Mesin Ketinting Nelayan Bontang Kuala Ditemukan, Jainudin Masih Dalam Pencarian

0
Tangkapan layar penemuan mesin ketinting di dasar laut. (ist)

BONTANG – Upaya pencarian terhadap Jainudin (60), nelayan asal Bontang Kuala yang dilaporkan hilang saat melaut, masih berlanjut hingga Sabtu (15/8/2026). Tim gabungan bersama warga kembali menyisir perairan untuk mencari keberadaan korban.

Dalam pencarian terbaru, petugas menemukan mesin ketinting milik Jainudin. Mesin tersebut ditemukan sekitar satu kilometer dari titik lokasi perahu korban sebelumnya ditemukan.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengatakan temuan tersebut menjadi bagian dari hasil penyisiran yang dilakukan tim pada Sabtu.

“Mesinnya ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kapalnya ditemukan,” ujar Ismail.

Sebelumnya, perahu dan jaring milik Jainudin telah ditemukan. Namun, korban tidak berada di sekitar lokasi tersebut.

Jainudin diketahui pergi melaut untuk mencari ikan sejak Kamis (13/8/2026) sore. Hingga kini, tim masih berupaya menemukan keberadaannya dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi penemuan barang milik korban.

Ismail menyebut kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Gelombang laut yang cukup besar membuat tim harus mempertimbangkan faktor keselamatan selama melakukan penyisiran.

“Selama El Nino, cuaca sedang tidak bersahabat, ombak besar,” tambahnya .

Meski menghadapi kondisi laut yang kurang bersahabat, pencarian tetap akan dilanjutkan. Tim berencana kembali melakukan penyisiran pada Minggu (16/8/2026).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengendara Motor Jatuh ke Lubang Galian Jargas di Berbas Pantai, Begini Tanggapan Pengawas Lapangan

0
Galian lubang pemasangan jargas di wilayah Berbas Pantai sudah mulai ditimbun. (Ist).

BONTANG – Insiden seorang pengendara sepeda motor terperosok ke lubang galian jaringan gas (Jargas) di Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, tepatnya di depan Toko Andika Plaza, Jumat (14/8/2026) malam, mendapat tanggapan dari pihak pengawas lapangan.

Mulya, selaku pengawas lapangan pekerjaan jargas, menjelaskan bahwa lubang galian tersebut baru saja dibuka beberapa hari yang lalu, untuk proses penyambungan pipa Sambungan Rumah (SR). Saat kejadian, pipa di dalam galian memang belum dipasang.

“Iya, untuk disitu memang galiannya belum disambungkan pipanya, jadi masih terbuka. Sehingga memang masih banyak galian yang belum disambung pipanya, itu bukan dibiarkan begitu saja,” ujar Mulya saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).

Ia memastikan pekerjaan penyambungan pipa akan segera dilakukan. Setelah pipa terpasang, lubang galian akan langsung ditutup dan ditimbun.

“Karena pipa belum dipasang, jadi masih terbuka seperti itu.

Secepatnya satu sampai dua hari bakal kita kerjakan dan timbun. Saya juga baru dapat informasi adanya kejadian disitu,” katanya.

Menurut Mulya, galian tersebut bukan lubang yang sudah lama dibiarkan terbuka, dimana galian itu baru saja dibuka pada malam sebelum insiden terjadi dan memang sengaja masih dibuka, untuk pengerjaan lanjutan penyambungan pipa SR.

“Yang jelas itu galiannya masih baru, bukan sudah lama. Sempat kaget juga kami ada insiden seperti itu tadi malam, kami dapat informasi tadi pagi,” jelasnya.

Terkait aspek keselamatan, Mulya mengatakan lokasi galian telah dilengkapi tanda pengaman berupa barikade. Selain itu, terdapat pipa berwarna kuning juga yang sudah dipasang, sebagai penanda agar keberadaan galian dapat terlihat dan dihindari oleh pengguna jalan maupun warga sekitar yang sedang melintas.

“Dari jauh sudah kelihatan. Sesuai prosedur ada tanda barikade. Kalaupun tidak ada tanda barikadenya, maka dikasih timbul memang pipa kuning agar kelihatan dan dihindari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pekerjaan jargas saat ini masih dilakukan di banyak titik wilayah Kota Bontang. Kondisi tersebut membuat proses pengerjaan dan penimbunan, harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa diselesaikan secara instan.

“Di sini memang lagi banyak galian, jadi kita tidak bisa langsung selesaikan, di mana kita langsung melakukan proses penimbunannya, semuanya bertahap. Soalnya satu Bontang ini kami kerjain. Maka kami fokus menyelesaikan satu per satu wilayah terlebih dahulu,” terangnya.

Pihak pengawas memastikan galian yang telah selesai proses pemasangan pipanya, akan segera ditimbun guna mengurangi risiko bagi warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

“Untuk sekarang sudah kami tutup itu galiannya dengan cepat, karena adanya insiden tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengendara wanita jatuh ke dalam lubang galian jargas saat melintas di lokasi tersebut. Tak hanya pengendaranya, bahkan sepeda motornya pun masuk ke dalam lubang.

Akibat kejadian ini, korban mengalami sejumlah luka akibat terjatuh. Selain luka pada bagian tubuhnya, korban juga mengalami memar di beberapa bagian badan. Di bagian pelipisnya dijahit sampai tujuh jahitan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam