Beranda blog Halaman 40

Operasi Patuh 2026 Siap Digelar, Polisi Fokus Pelanggaran Kasat Mata

0
Kasat Lantas Polres Kutai Barat AKP Muhammad Syafe’i. Foto: Ichal/Media Kaltim

SENDAWAR – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Barat akan menggelar Operasi Patuh Mahakam 2026 selama 14 hari mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan fokus utama penertiban pelanggaran lalu lintas yang terlihat secara kasat mata.

Kasat Lantas Polres Kutai Barat AKP Muhammad Syafe’i mengatakan sasaran utama operasi kali ini adalah kendaraan yang tidak menggunakan pelat nomor, pelat nomor yang tidak sesuai standar spesifikasi teknis (Spektek) Korlantas Polri, hingga kombinasi huruf dan angka yang tidak sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Fokus kami pelat nomor tidak standar dan kendaraan yang tidak menggunakan pelat. Itu pelanggaran yang paling mudah dilihat dan rawan disalahgunakan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Ia menjelaskan, pola penindakan dalam Operasi Patuh Mahakam 2026 akan mengombinasikan sistem elektronik dan penindakan langsung di lapangan. Sebanyak 60 persen penindakan dilakukan melalui ETLE atau tilang elektronik, 30 persen melalui tilang konvensional, dan 10 persen berupa teguran simpatik yang bersifat edukatif.

Menurut Syafe’i, operasi ini tidak semata-mata bertujuan melakukan penindakan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku.

Petugas nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik rawan pelanggaran, persimpangan padat, kawasan perkantoran, serta ruas jalan yang memiliki tingkat aktivitas kendaraan tinggi di wilayah Sendawar dan sekitarnya.

“Operasi Patuh Mahakam 2026 tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, tetapi kami juga akan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan lalu lintas,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kelengkapan kendaraan sebelum berkendara, termasuk memasang pelat nomor resmi sesuai standar yang telah ditetapkan Korlantas Polri.

“Patuhi aturan berlalu lintas. Pasang pelat nomor sesuai standar Korlantas. Jangan sampai terkena tilang hanya karena hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari,” tegasnya.

Satlantas Polres Kutai Barat berharap melalui Operasi Patuh Mahakam 2026, tingkat disiplin masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga mampu menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah Kutai Barat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Harlah Pancasila 2026 Jadi Momentum Perkuat Komitmen Kebangsaan di Kubar

0

SENDAWAR – Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan bangsa dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Itho, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Senin (1/6/2026) pagi.

Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Dalam kesempatan tersebut, Nanang Adriani bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Alun-Alun Itho, Sendawar. Foto: Istimewa

Dalam amanatnya, Nanang menegaskan bahwa peringatan 1 Juni bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh mempersatukan keberagaman dalam satu ikatan kebangsaan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia menjadi contoh nyata bangsa besar yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa karena berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, nilai gotong royong, toleransi, dan musyawarah mufakat harus terus dijaga sebagai kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik internasional.

“Perdamaian bukan hanya ketiadaan perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab harus terus menjadi pedoman bangsa Indonesia,” tegasnya.

Nanang juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas moral generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat mengancam persatuan dan jati diri bangsa.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kutai Barat untuk membumikan nilai Pancasila melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun pelayanan publik.

“Upacara ini bukan hanya seremonial. Saya mengajak seluruh masyarakat dan generasi muda Kubar untuk terus memelihara semangat gotong royong, toleransi, dan menciptakan kedamaian di daerah yang kita cintai,” katanya.

Menurutnya, pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kutai Barat yang sejahtera, aman, adil, merata, dan tetap menjunjung tinggi adat istiadat.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” tutupnya.

Upacara tersebut turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi, unsur Forkopimda, kepala OPD di lingkungan Pemkab Kubar, serta peserta dari unsur TNI-Polri, ASN, PPPK, dan pelajar. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kejuaraan Silat Pelajar Kaltim Jadi Ajang Unjuk Prestasi Atlet Muda Kubar

0
Atlet Pencak Silat Cempaka Putih Melak, Marselinus Au, usai meraih juara pada Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Open se-Kaltim 2026 di Samarinda. Foto: Istimewa/IPSI Kubar

SENDAWAR – Kontingen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutai Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Open se-Kalimantan Timur 2026 yang digelar di GOR Pencak Silat Polder Air Hitam, Samarinda, pada 28–31 Mei 2026.

Salah satu atlet muda yang berhasil mencuri perhatian adalah Marselinus Au dari Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Ranting Melak. Ia sukses meraih juara dua dan membawa harum nama Kutai Barat di ajang bergengsi tingkat pelajar tersebut.

Kejuaraan ini diikuti atlet-atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kompetisi tersebut juga menjadi sarana pembinaan dan pencarian bibit atlet pencak silat potensial di daerah.

Marselinus mengaku bersyukur atas hasil yang diraih dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung.

“Saya berterima kasih kepada IPSI Kubar, para pelatih, pendamping, rekan seperguruan, dan seluruh masyarakat Kutai Barat yang terus memberi dukungan. Itu menjadi tenaga ekstra bagi kami untuk tampil maksimal di arena,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, dukungan masyarakat dari kampung halaman menjadi motivasi penting dalam menjaga mental dan semangat bertanding selama mengikuti kejuaraan.

Ia berharap capaian tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak atlet muda berbakat dari Kutai Barat yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

“Harapan kami ke depan akan lahir lebih banyak bibit muda dari Kubar, khususnya di cabang pencak silat, yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Prestasi yang diraih kontingen IPSI Kutai Barat dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan atlet pelajar di daerah terus berjalan dan mulai menunjukkan hasil positif.

Kutai Barat juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga pencak silat, terutama dengan munculnya atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat provinsi. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

DPRD Mahulu Ingatkan APBD Adalah Uang Rakyat

0
Ketua DPRD Mahakam Ulu Devung Paran mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Cor Ujoh Bilang. Foto: Istimewa

UJOH BILANG – Ketua DPRD Mahakam Ulu (Mahulu), Devung Paran, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam kebijakan pemerintah daerah, termasuk melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berpihak kepada rakyat.

Hal tersebut disampaikan Devung usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Cor Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar rutinitas seremonial. Ini harus direalisasikan secara nyata, termasuk lewat kehadiran pemerintah daerah dalam kebijakan anggaran yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Devung mengingatkan bahwa seluruh anggaran daerah sejatinya berasal dari rakyat sehingga pemanfaatannya harus tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat Mahulu.

“APBD yang kita punya harus betul-betul disalurkan kepada rakyat. Itu salah satu wujud nyata Pancasila dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen DPRD Mahulu untuk terus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan politik maupun penyusunan kebijakan daerah.

Menurutnya, semangat persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan harus menjadi arah utama pembangunan di Kabupaten Mahakam Ulu.

“Mari kita jadikan momentum bersejarah ini sebagai penguat tekad kita bersama. Bersatu, bergerak, dan membangun daerah kita dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Upacara Hari Lahir Pancasila tersebut berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, pejabat daerah, ASN, TNI, Polri, pelajar, serta masyarakat setempat.

Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menjunjung nilai kemanusiaan, dan memperkuat semangat kebangsaan di Bumi Urip Kerimaan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pancasila Disebut Bintang Penuntun Bangsa dalam Upacara di Mahulu

0

UJOH BILANG – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Senin (1/6/2026).

Upacara yang berlangsung di Lapangan Cor Ujoh Bilang itu dipimpin langsung Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, selaku inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Suhuk menegaskan bahwa 1 Juni bukan sekadar tanggal bersejarah, melainkan momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Cor Ujoh Bilang. Foto: Istimewa

“Pancasila adalah bintang penuntun yang mempersatukan keberagaman Indonesia. Nilai gotong royong, toleransi, dan musyawarah mufakat harus terus dijaga di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Suhuk juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Mahulu untuk membumikan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelayanan publik.

Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat persatuan, serta menghadirkan pelayanan yang adil bagi masyarakat di Bumi Urip Kerimaan.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga kompas moral bangsa. Selama semangat kebangsaan terus dijaga, persatuan Mahulu dan Indonesia akan tetap kokoh,” katanya.

Upacara Hari Lahir Pancasila tersebut diikuti Ketua DPRD Mahulu Devung Paran, Wakil Ketua I DPRD Mahulu Nor Lili Bulan, unsur Forkopimda, Asisten III Setkab Mahulu Kristina Tening, Sekretaris Komisi I DPRD Mahulu Flesia Win, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Mahulu.

Selain itu, peserta upacara juga terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN, PPPK, pelajar hingga masyarakat setempat yang mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh khidmat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Pasca Meledaknya Elpiji, Pemilik Pangkalan Siap Ganti Rugi Kerusakan Rumah Warga

0
Kondisi pasca ledakan elpiji di tempat kejadian. Warga menyuruh pergi truk pengangkut elpiji agar kejadian serupa tak terulang. (Yusva Alam)

BONTANG – Pasca kejadian ledakan tabung elpiji 3 kilogram di dalam truk, Senin (1/6/2026) malam tadi, pemilik pangkalan elpiji siap bertanggung jawab atas semua dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Ketua RT 41, Kelurahan Belimbing, Alfian menyampaikan bahwa pemilik pangkalan elpiji siap mengganti segala kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan elpiji melon tersebut.

“Kayak kaca pecah atau dinding rumah yang retak itu pemilik pangkalan siap ganti rugi,” ujarnya usai melakukan pertemuan dengan pemilik pangkalan.

Selain itu dikatakannya, bahwa pemilik pangkalan juga siap memenuhi keinginan warga sekitar agar truk pengangkut elpiji tidak lagi masuk ke dalam perkampungan, juga parkir untuk melakukan bongkar muat elpiji.

“Ke depan pemilik pangkalan akan bongkar muat di luar perkampungan. Lalu membawa masuk barangnya menggunakan mobil kecil (pickup),” imbuh Alfian.

Diberitakan sebelumnya, warga RT 41 Belimbing dihebohkan dengan kerasnya suara ledakan Senin malam tadi. Saking kerasnya suara ledakan itu membuat jendela dan tembok rumah warga bergetar.

Rupanya suara itu berasal dari tabung elpiji melon yang meledak di dalam truk pengangkut elpiji. Dampak dari ledakan itu membuat sejumlah kaca jendela rumah warga sekitar kejadian pecah berhamburan. Bahkan papan nama di body truk sampai terlepas, hingga dinding samping bak truk menggelembung.

Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya kerusakan pada bagian-bagian rumah warga.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Pengunjung IKN Dimanjakan Penampilan Musik dan Baca Puisi di Nusantara Park

0
Grup musik asal Grogot, Midnight Band, tampil menghibur pengunjung di Nusantara Park kawasan IKN. Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim

NUSANTARA – Hari terakhir libur panjang Iduladha dimanfaatkan masyarakat dari berbagai daerah untuk berkunjung ke kawasan Ibu Kota Nusantara, Senin (1/6/2026).

Salah satu titik yang ramai dipadati pengunjung adalah Nusantara Park, ruang terbuka publik yang berada di antara Tower Kemenko 2 dan 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Sejak sore hari, pengunjung menikmati berbagai hiburan yang disiapkan pengelola. Salah satunya penampilan grup musik asal Grogot, Midnight Band, yang sukses menghibur warga dengan membawakan sejumlah lagu populer.

Vokalis Midnight Band, Ryan Suryadeni, mengaku bangga dapat tampil di kawasan IKN yang kini menjadi pusat perhatian nasional.

“Terima kasih, kami diundang Creative Event Entertainment untuk tampil di Nusantara Park. Ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Ryan mengatakan tampil di Nusantara Park menjadi pengalaman baru sekaligus menambah jam terbang grup musik mereka tampil di luar daerah asal.

“Suatu kehormatan bisa main di sini. Tentunya menambah pengalaman dan wawasan kami juga untuk tampil di luar kota,” katanya.

Dalam penampilannya, Midnight Band membawakan sejumlah lagu populer, termasuk lagu Nina (Tumbuh Lebih Baik) yang dipopulerkan grup band Feast.

Selain pertunjukan musik, pengunjung juga disuguhkan penampilan baca puisi dan berbagai aktivitas komunitas yang berlangsung di area taman terbuka tersebut.

Staf produksi Creative Event Entertainment, Alfi Achfian, mengatakan sejak dibuka pada 27 Mei lalu, antusiasme masyarakat terhadap Nusantara Park terus meningkat.

“Tempat ini memang kami siapkan sebagai public space, ruang buat nongkrong, tempat kreativitas, ada panggung juga untuk komunitas yang ingin membuat acara di sini,” jelasnya.

Menurut Alfi, selama enam hari terakhir kawasan tersebut dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah yang ingin menikmati suasana baru di jantung IKN.

Sekadar diketahui, Nusantara Park merupakan kawasan ruang terbuka hijau publik yang dikelola Artha Graha Group dengan konsep ramah lingkungan atau eco-friendly menyerupai SCBD Park di Jakarta.

Kawasan tersebut secara rutin menghadirkan festival musiman, pertunjukan komunitas, bazar kuliner, hingga hiburan keluarga sebagai bagian dari pengembangan ruang publik modern di kawasan IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Jalan Berlubang Sebulan Dibiarkan, Relawan Samarinda Bergerak Pakai Dana Sendiri

0
Relawan bersama warga menambal jalan berlubang di kawasan Kelurahan Air Putih, Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Kondisi jalan berlubang di kawasan Jalan Siradj Salman, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu kembali menuai sorotan warga. Lubang yang berada di salah satu ruas jalan padat lalu lintas itu disebut telah dibiarkan tanpa perbaikan selama lebih dari satu bulan.

Khawatir memicu kecelakaan, puluhan relawan yang tergabung dalam komunitas penambal jalan akhirnya turun langsung melakukan aksi penambalan darurat secara swadaya pada Senin (1/6/2026) malam hingga Selasa dini hari.

Aksi sosial tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi relawan serta sumbangan sukarela dari warga sekitar. Material penambalan dibeli secara mandiri demi mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Nur Wahid, mengaku kondisi lubang jalan semakin hari terus membesar akibat tingginya volume kendaraan yang melintas di Jalan Siradj Salman.

“Kalau terus dibiarkan kemungkinan pasti ada korbannya. Ini saja lubangnya sudah dalam dan makin lebar,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia mengapresiasi langkah cepat para relawan yang dinilai membantu menjaga keselamatan masyarakat di tengah belum adanya penanganan dari pihak terkait.

“Dengan adanya aksi relawan seperti ini kami warga sekitar sangat berterima kasih. Paling tidak sekarang pengendara jadi lebih aman melintas,” katanya.

Perwakilan relawan, Amang Adan, mengatakan gerakan tersebut murni dilandasi kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, komunitas relawan memang dibentuk khusus untuk merespons laporan masyarakat terkait jalan rusak yang dianggap membahayakan.

“Kami hari ini melakukan penambalan jalan berlubang di Siradj Salman dari grup relawan khusus penambalan jalan. Dananya dari teman-teman relawan sendiri, ditambah bantuan warga sekitar,” jelasnya.

Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi perhatian bagi pemerintah agar lebih cepat merespons kerusakan fasilitas publik, khususnya jalan berlubang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Ya masa kami terus yang menambal. Kami ini hanya pemantik saja supaya ada tindak lanjut dari pemerintah,” ujarnya.

Amang menegaskan, relawan siap terus bergerak membantu masyarakat apabila masih ditemukan jalan rusak yang belum tertangani.

Menurutnya, keselamatan pengendara menjadi alasan utama komunitas tersebut turun langsung melakukan penambalan secara mandiri.

“Kalau ada laporan warga dan memang membahayakan, selama kami mampu secara tenaga dan anggaran, kami akan turun. Harapan kami seluruh jalan di Samarinda bisa lebih aman dan mulus,” tegasnya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap pemerintah daerah dapat lebih sigap menangani kerusakan jalan sebelum menimbulkan korban jiwa. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Elpiji Melon di Dalam Truk Meledak Hebohkan Warga RT 41 Belimbing

0
Elpiji Melon di Dalam Truk Meledak Hebohkan Warga RT 41 Belimbing
Lokasi lahan tempat ledakan elpiji berasal, dan kaca-kaca jendela yang pecah akibat ledakan. (Yusva Alam)

BONTANG – Warga RT 41, Kelurahan Belimbing dibuat heboh dengan kerasnya suara ledakan menjelang tengah malam, Senin (1/6/2026). Tak ayal kerasnya suara itu membuat warga keluar rumah mencari asal suara tersebut.

Sekitar pukul 23.23 wita terdengar keras suara ledakan. Hingga membuat jendela rumah bergetar. Warga RT 41 pun berbondong-bondong keluar rumah mencari asal suara tersebut. Sebagian menduga ada ledakan di pabrik PKT.

Suara ledakan itu rupanya berasal dari meledaknya tabung gas elpiji 3 kilogram di dalam sebuah truk, di pekarangan milik salahsatu penjual elpiji melon di RT 41.

Salahsatu warga RT 41 yang tinggal di sekitar sumber ledakan, Rohim menceritakan bahwa ledakan itu terjadi sekitar pukul 23.23 wita. Asalnya dari sebuah truk jenis fuso berisi penuh elpiji melon yang sedang parkir di lahan milik penjual elpiji tersebut.

“Elpijinya belum dibongkar. Truknya masih parkir. Mungkin tengah malam maksudnya mau dibongkar. Tapi keburu meledak duluan,” ujar Rohim.

Sempat muncul api dari salahsatu tabung di dalam bak truk tersebut. Namun berhasil dipadamkan menggunakan APAR. Pasca ledakan truk tersebut diperintahkan pergi oleh warga sekitar, demi keamanan dan mencegah kejadian serupa.

Dampak dari ledakan tersebut, banyak kaca-kaca jendela rumah warga sekitar pecah. Ihsan, pemilik rumah persis di sebelah ledakan mengaku kaca jendela depan rumahnya hancur berkeping-keping.

“Paling parah di bagian dapur banyak barang yang pecah,” bebernya.

“Untungnya tidak ada orang yang lewat pas ledakan. Kalau ada bisa mati orang itu,” imbuh Rohim.

Hingga berita ini dibuat belum ada pihak berwenang yang tiba di lokasi. Namun warga sekitar meminta kepada penjual elpiji tersebut, agar tidak lagi memarkirkan truk-truk berisi tabung elpiji itu di areal perkampungan padat penduduk. Karena dirasa terlalu rawan.

Penulis/Editor: Yusva Alam

TAB Resmi Berdiri di PPU, Siap Kawal Persatuan Adat dan Pembangunan Daerah

0
Suasana penyerahan SK kepengurusan Pasukan Merah Tameng Adat Borneo (TAB) Kabupaten PPU. Foto: Istimewa

PENAJAM PASER UTARA – Organisasi kemasyarakatan berbasis budaya Pasukan Merah Tameng Adat Borneo (TAB) resmi memperkuat eksistensinya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang berlangsung di Pantai Nusantara Batakan, Balikpapan, pada 30–31 Mei 2026.

Penyerahan SK dilakukan langsung Ketua Umum TAB, Basuki, SKM., MH., selaku Panglima Besar Tameng Adat Borneo sebagai penanda resmi berdirinya kepengurusan TAB di Kabupaten PPU.

Ketua TAB PPU, Budi Hermawan, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai daerah yang datang memberikan dukungan terhadap organisasi yang mengusung semangat persatuan adat dan budaya Kalimantan tersebut.

Menurutnya, 30 Mei 2026 menjadi tonggak sejarah berdirinya TAB PPU secara simbolis. Sementara pelantikan besar dan deklarasi resmi kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Tameng Adat Borneo tingkat Kalimantan.

“Nantinya kegiatan besar akan dilaksanakan pada Oktober 2026. Kami menargetkan kehadiran perwakilan dari lima provinsi di Kalimantan untuk bersama-sama memeriahkan kegiatan tersebut di Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TAB hadir sebagai simbol persatuan dan kesatuan masyarakat adat serta suku asli Kalimantan. Organisasi ini disebut tidak dibentuk untuk bersaing dengan organisasi adat maupun paguyuban yang telah ada sebelumnya.

“TAB hadir bukan untuk menjadi saingan organisasi mana pun. Kami ingin menjadi kekuatan baru yang mampu mempererat persaudaraan dan mendukung pembangunan di Penajam Paser Utara,” katanya.

Meski mengusung identitas budaya Borneo, TAB disebut terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen menjaga nilai budaya, persatuan, dan kebersamaan.

Ke depan, TAB PPU juga menyatakan komitmennya mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga nilai sosial budaya masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.

Dalam setiap kegiatannya, TAB mengusung salam budaya “Adil Ka’tilino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’Jubata” yang dimaknai sebagai ajakan berlaku adil kepada sesama, menjadikan nilai-nilai surga sebagai cermin kehidupan, serta hidup dalam tuntunan Tuhan.

“Filosofi ini menjadi pegangan kami dalam menjalankan organisasi dan berkontribusi untuk masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran TAB dapat menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta memperkuat identitas masyarakat Kalimantan di tengah arus perubahan pembangunan IKN. (MK)

Penulis: Deddypz
Editor: Agus S