Beranda blog Halaman 40

Lubang Galian Jargas Makan Korban, Pengendara Motor Terperosok Alami Luka Memar dan 7 Jahitan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb15agt2026/mobile/

Lubang Galian Jargas Makan Korban, Pengendara Motor Terperosok Alami Luka Memar dan 7 Jahitan

0
Korban saat mengalami kecelakaan tunggal akibat adanya galian jargas di wilayah Berbas Tengah. (Ist).

BONTANG – Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan setelah terjatuh ke lubang galian jaringan gas (Jargas) di kawasan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 21.32 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di seberang Toko Andika Plaza. Korban diketahui sedang melintas menggunakan sepeda motor, namun tidak mengetahui ada lubang galian jargas yang tidak ditutup ketika terperosok ke lubang yang berada di bagian pinggir badan jalan itu.

Ida, kakak korban mengatakan bahwa saat kejadian kondisi lubang galian tersebut tidak dilengkapi tanda atau penanda, yang cukup terlihat bagi pengguna jalan.

Lubang jargas sudah ditutup pasca kejadian. (Ist)

“Ini tadi malam adik saya mengalami kecelakaan, di salah satu lubang galian Jargas. Karena memang tidak ada tanda,” ujar Ida, Sabtu (15/8/2026).

Akibat kejadian ini, korban mengalami sejumlah luka akibat terjatuh. Selain luka pada bagian tubuhnya, korban juga mengalami memar di beberapa bagian badan.

“Badannya memar-memar, bahkan di bagian pelipisnya dijahit sampai tujuh jahitan,” ungkapnya.

Dari foto yang dibagikan keluarga, terlihat sepeda motor korban berada di dalam lubang galian dengan material tanah menumpuk di sekitar lubang. Kondisi tersebut menunjukkan cukup dalamnya lubang yang menjadi lokasi korban terjatuh.

Selain itu, Ida juga menyebutkan bahwa korban tidak mengenakan helm, karena lokasi kejadian berada tidak jauh dari rumah dan korban hanya berniat keluar untuk membeli gas portabel.

“Makanya kenapa tidak pakai helm karena hanya keluar di depan gang saja, untuk membeli perlengkapan untuk lomba memasak kegiatan sekolah,” katanya.

Ia berharap kondisi lubang-lubang galian di wilayah tersebut mendapat perhatian, dan segera diberikan pengamanan maupun penanda yang jelas.

Hal ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, khususnya pada malam hari ketika visibilitas pengguna jalan lebih terbatas.

“Galiannya sudah tertutup saat ini, entah kapan ditutupnya. Mungkin karena sudah ada korban, makanya langsung ditangani,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tanjung Laut Juarai Turnamen Bola Voli Putri Loktuan 2026

0
Penyerahan piala juara kepada Tim Bola Voli Putri Kelurahan Tanjung Laut. (Ist)

BONTANG- Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Kelurahan se-Kota Bontang di halaman Kantor Kelurahan Loktuan berlangsung meriah pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pertandingan penutup yang mempertemukan antara tim Bola Voli Putri Kelurahan Tanjung Laut dan Api-Api, menjadi puncak hiburan rakyat yang menyedot ratusan penonton dan suporter setia pencinta bola pukul di Kota Taman.

Suasana terik di Lapangan, halaman Kantor Kelurahan Loktuan itu mendadak berubah jadi lautan manusia. Penonton dari berbagai penjuru Bontang tumpah ruah demi menyaksikan aksi pamungkas di lapangan.

Aroma harum jajanan dari lapak-lapak UMKM di sekitar venue, ikut menemani riuhnya sorak sorai penonton dan yel-yel suporter menyemangati. Tak ketinggalan kuis dan games seru disajikan panitia sepanjang Turnamen berlangsung.

Pertandingan Grand Final antara tim voli putri Kelurahan Tanjung Laut dan Api-Api menyajikan drama jual-beli serangan yang bikin penonton senam jantung.

Kejar-mengejar angka tersaji sejak set pertama. Spike keras dari smasher Tanjung Laut dibalas dengan block rapat anak-anak Api-Api yang tak mau kalah gengsi.

Namun digdaya Kelurahan Tanjung Laut tak mampu dibendung untuk kembali menjuarai kali keempat turnamen tahunan ini, dengan skor akhir 25:14, 25: 17 dan 25:22.

Usai pertandingan, para pemain langsung saling lempar senyum, berjabat tangan, bahkan berpelukan di tengah lapangan. Keluarga besar penonton yang hadir, termasuk warga Loktuan sebagai tuan rumah, tampak menikmati jalannya laga penutupan ini dengan santai.

Ajang yang diinisiasi Karang Taruna Mandiri Loktuan dan didukung penuh oleh PT Pupuk Kaltim ini membuktikan, kalau olahraga level kelurahan punya daya tarik luar biasa.

VP Pemeliharaan Mekanik sekaligus Ketua PBV PKT, Abdul Rouf Ikhwan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pemenang. Ia mengungkapkan kegigihan Tanjung Laut ditambah dengan skill yang dimiliki patut mendapat apresiasi.

“Kami apresiasi usaha yang dilakukan semua pihak. Hingga bisa terlaksana berkat kolaborasi antara karang taruna, Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang. Inilah sinergi dalam membangun kebersamaan. Sekaligus memberi dampak positif bagi kemajuan olahraga daerah,” ujarnya

Ia berharap melalui event ini masyarakat terus membudayakan olahraga, terus tumbuh menjadi insan yang sehat dan kompetitif. “Pupuk Kaltim berkomitmen terus hadir pada berbagai kegiatan masyarakat dan kemajuan olahraga Kota Bontang. Terutama memberikan ruang bagi generasi muda untuk maju dan berkembang,” jelas Abdul Rhouf.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris pun mengapresiasi semua pihak dalam menyukseskan kegiatan yang digelar memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu.

Ia mengajak semua masyarakat untuk mengambil makna positif dari event Turnamen Bola Voli tahunan di Kelurahan Loktuan itu.

Kemenangan bukan lagi soal siapa yang angkat piala, tapi bagaimana ajang ini sukses merajut silaturahmi antar-warga kelurahan se-Kota Bontang, sekaligus merayakan semarak kemerdekaan.

“Menang jangan membuat kita sombong, kalah jangan membuat kita menyerah. Berbeda tim tidak berarti berbeda persaudaraan. Berbeda pilihan tidak berarti harus bermusuhan. Justru dari pertandingan seperti inilah kita belajar bahwa untuk mencapai kemenangan dibutuhkan kerjasama, disiplin, komunikasi, saling percaya dan saling mendukung. Nilai nilai tersebut sangat penting dalam membangun kota Bontang yang maju, berkelanjutan ekonominya dinamis dan masyarakatnya sejahtera,” ungkap Agus Haris.

Agus Haris mengapresiasi dukungan Pupuk Kaltim yang konsisten mendukung upaya anak muda di Loktuan, dalam menggelar event bola voli putri setiap tahun.

“Kami ucapkan terima kasih, Kita bertemu kembali pada peringatan Hut Kemerdekaan RI tahun depan. Dengan semangat yang lebih besar, peserta yang lebih banyak, penyelenggaraan yang lebih besar, peserta yang lebih banyak, penyelenggaraan yang semakin membanggakan,” tutupnya.

Laga Tanjung Laut versus Api-Api sore itu, resmi menyudahi rangkaian kompetisi voli yang penuh keseruan tawa, dan tentu saja histeris penonton.

Hadiah berupa uang tunai dan tropi piala bergilir dibawa pulang oleh Kelurahan Tanjung Laut sebagai juara pertama, kemudian Api Api sebagai juara kedua. Ketiga dan Keempat berturut turut disandang oleh Kelurahan Berbas Pantai dan Kanaan.

Tampak hadir dalam Grand Final turnamen Bola Voli Putri Antar Kelurahan itu, Anggota DPRD Bontang H. Ubaya Begawan; Kadispopar Bontang Eko Mashudi beserta Kabid Olahraga Fitri; Ketua PBVSI Bontang, Hadi Esmoyo; Lurah Loktuan Sunyk Widiarsih dan Jajaran Lurah se Kota Bontang beserta mitra Kelurahan Loktuan dan organisasi kepemudaan serta tokoh masyarakat Loktuan. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Menyelami Hakikat Sabar Bersama Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Masjid Baiturahman, Bontang

0
Suasana kajian bada subuh Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Masjid Baiturahman dipenuhi jamaah. (Yusva Alam)

BONTANG — Dalam rangkaian safari dakwahnya di Kota Bontang, Ustaz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., M.A. menyampaikan tausiah mendalam mengenai hakikat kesabaran. Kajian yang digelar usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Baitul Rahman, Pupuk Kaltim, Sabtu (15/8/2026) tersebut menyedot perhatian antusias dari para jamaah.

Dalam paparannya, penceramah lulusan Universitas Islam Madinah yang juga dosen STDI Jember ini menegaskan bahwa kebahagiaan dan kebaikan hidup hanya bisa diraih melalui kesabaran.
Tiga Dimensi Kesabaran Utuh
Ustaz Syafiq menjelaskan, bahwa sabar bukan sekadar bersikap pasrah saat diterpa musibah. Lebih dari itu, kesabaran sejati mencakup tiga dimensi utama:
1. Sabar dalam Menjalankan Perintah Allah: Membutuhkan konsistensi, tekad, dan keikhlasan fisik maupun hati.
2. Sabar dalam Menjauhi Larangan Allah: Menuntut pengendalian diri yang kuat untuk menahan hawa nafsu dan godaan maksiat.
3. Sabar Menghadapi Takdir dan Ujian Manusia (Wa Shaabiruu): Kelapangan dada ekstra dalam merespons dinamika sosial, baik ujian pasangan, anak, hingga dinamika kerabat.
“Sabar dalam taat dan sabar dalam menjauhi maksiat adalah ‘sabar pilihan’ (pilihan aktif). Jika sabar saat ditimpa musibah, kita memang tidak punya pilihan lain kecuali menerimanya,” tegasnya di hadapan jamaah.
Menjadi Mukmin yang Kuat
Di akhir tausiahnya, beliau menekankan bahwa sabar tidak identik dengan keloyoan atau sikap berdiam diri. Sabar harus beriringan dengan semangat untuk menjadi mukmin yang kuat, baik secara iman, fisik, maupun mental.

“Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Kesabaran adalah pondasi kekuatan tersebut—bagaikan kedudukan kepala pada sebuah jasad.” Tegasnya.

Safari dakwah Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Bontang ini merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah, setelah pada sore hari sebelumnya beliau juga mengisi kajian ba’da Maghrib di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Penulis: Yusva Alam

Pergi Melaut Nelayan Bontang Kuala Belum Kembali, Tim Gabungan Temukan Perahu Tanpa Pemilik

0
Tangkapan layar saat BPBD melakukan pencarian. (ist)

BONTANG – Seorang nelayan asal Bontang Kuala, Jainudin (60), dilaporkan belum kembali setelah berangkat melaut untuk mencari ikan pada Kamis (13/8/2026) sore. Hingga Jumat (14/8/2026) malam, tim gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Laporan hilangnya Jainudin diterima BPBD Kota Bontang pada Jumat siang, setelah pihak keluarga menyadari korban tak kunjung pulang dari aktivitas melaut yang biasa dilakukannya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, mengatakan korban diketahui berangkat seorang diri pada Kamis sore untuk mencari ikan.

“Biasanya pagi sudah pulang. Karena sampai siang belum juga kembali, keluarga kemudian melapor kepada kami,” kata Ismail, Jumat (14/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan penyisiran di perairan Bontang. Dalam pencarian hari pertama, petugas menemukan perahu yang diduga milik korban beserta jaring yang digunakan untuk menangkap ikan.

Namun, Jainudin tidak berada di sekitar perahu tersebut.

Menurut Ismail, operasi pencarian sementara dihentikan saat malam tiba karena kondisi di laut mulai gelap dan jarak pandang terbatas. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (15/8/2026) dengan menyisir area yang lebih luas.

“Besok pagi pencarian akan kami lanjutkan kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, anak korban, Muhammad Ramadan, mengaku keluarga terakhir mengetahui ayahnya pergi melaut sekitar pukul 15.00 Wita pada Kamis sore. Karena tidak kunjung pulang, keluarga bersama warga berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri.

Dari pencarian tersebut, mereka menemukan perahu korban mengapung di laut. Di sekitar perahu, sebagian jaring terlihat dalam kondisi terhambur, sementara mesin perahu sudah tidak berada di tempatnya.

“Perahunya ditemukan, jaringnya ada yang terhambur, tapi orangnya tidak ada. Mesinnya juga hilang,” ungkap Ramadan.

Ia menjelaskan ayahnya memang terbiasa melaut seorang diri menggunakan jaring atau pukat untuk menangkap ikan. Hingga kini, keluarga masih berharap Jainudin segera ditemukan dalam kondisi selamat sembari menunggu pencarian kembali dilanjutkan oleh tim gabungan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Soroti Gedung RKM Tak Kunjung Berfungsi, Dewan Minta Perbaikan Tuntas Sebelum Dibuka

0
RKM yang bertempat di kawasan lapangan HOP 1. (Syakurah)

BONTANG – Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry, menyoroti kondisi Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) di kawasan Lapangan HOP I yang hingga kini belum pernah difungsikan, meski telah selesai dibangun sejak beberapa tahun lalu.

Menurutnya, sangat disayangkan bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp5 miliar itu, justru mengalami sejumlah kerusakan sebelum sempat dimanfaatkan masyarakat.

Ia meminta Pemerintah Kota Bontang memastikan seluruh pekerjaan perbaikan dilakukan secara menyeluruh, agar gedung benar-benar siap digunakan setelah rehabilitasi rampung.

“Jangan sampai nanti bangunan selesai direhabilitasi ternyata tetap belum bisa digunakan. Dari kebocoran plafon, toilet dan listrik yang belum bisa difungsikan perlu perbaikan,” ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan kualitas perencanaan dan pengawasan saat proyek pembangunan RKM dilaksanakan. Pasalnya, selain belum pernah dipakai, kondisi bangunan dinilai sudah menunjukkan sejumlah kekurangan, seperti kebocoran dan hasil pengecatan yang kurang rapi.

“Dulu bagaimana pengawasannya, dan perencanaannya seperti apa, atau konsultan pengawasnya seperti apa. Karena bangunannya sudah dua tahun dan tidak digunakan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Bontang, Robysai Manassa Malissa, menjelaskan rehabilitasi RKM menjadi bagian dari proyek pengembangan Lapangan HOP I tahap kedua, yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp17,5 miliar.

Ia mengatakan, sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan plafon pada bagian luar bangunan, perbaikan beberapa titik yang mengalami kerusakan, hingga pembenahan fasilitas toilet.

Alfin pun berharap setelah proses rehabilitasi selesai, RKM tidak hanya menjadi bangunan yang berdiri megah, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat aktivitas masyarakat. Ia menilai fasilitas tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, musik, hingga berbagai kegiatan anak muda di Kota Bontang.

“Harapannya RKM menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif, musik, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya,” tutupnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Weekend, Jangan di Rumah Saja

0

Setelah Weekend edisi pertama terbit pekan lalu, saya semakin yakin bahwa sebenarnya kita tidak kekurangan tempat menarik. Kita hanya sering tidak tahu. Atau tahu, tetapi belum pernah datang.

Di edisi kedua Weekend yang terbit pekan ini, saya menemukan banyak hal seperti itu. Misalnya, Pulau Miang.

Saya sudah cukup lama tinggal di Kalimantan Timur (Kaltim). Kutai Timur (Kutim) juga bukan daerah yang asing. Malah hanya sekitar 1 jam dari Bontang, tempat saya tinggal.

Tetapi ketika tim menyiapkan bahan tentang Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang, saya justru ikut membaca lebih jauh.

Ternyata pulau kecil ini punya banyak cerita. Lautnya jernih. Ada terumbu karang, mangrove, kehidupan nelayan, homestay, sampai jejak sejarah pengeboran minyak peninggalan Belanda.

Wisatawan bisa snorkeling, diving, bermain kano, memancing, atau menikmati kehidupan kampung di tengah laut.

Ada satu lagi yang membuat Pulau Miang semakin menarik. Hiu paus.

Satwa laut berukuran besar itu beberapa kali muncul di perairan sekitar Pulau Miang. Bahkan, informasi yang dihimpun Pemkab Kutim menyebut pernah terlihat sekitar enam hingga tujuh ekor di kawasan tersebut.

Minggu, 17 Agustus nanti, ada rencana yang menurut saya cukup menarik.

Dinas Pariwisata Kaltim yang juga didukung MediaKaltim.com akan menggelar pengibaran Merah Putih di bawah laut Pulau Miang. Sekitar 12 penyelam akan membawa bendera ke kedalaman sekitar 5–10 meter.

“Kalau beruntung, hiu paus bisa muncul ketika kegiatan berlangsung. Dan tim masih yakin bahwa akan ada hiu. Maka kita mulai di tanggal 15 sudah di lokasi,” kata Muhammad Faisal, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, beberapa waktu lalu saat kami bertemu di ruangannya.

Tentu tidak ada yang dapat memastikan hiu paus datang tepat ketika bendera dikibarkan. Kalau muncul, tentu akan menjadi pemandangan luar biasa.

Karena itu, kami menjadikan cerita Pulau Miang sebagai headline Weekend edisi kedua.

Bukan karena ada pengibaran bendera di bawah laut. Saya melihat ada potensi wisata yang besar di sana dan belum banyak diketahui orang.

Saya membayangkan, kalau Pulau Miang semakin dikenal, yang bergerak bukan hanya sektor pariwisata.

Perahu nelayan bisa membawa wisatawan. Rumah warga bisa menjadi homestay. Kuliner lokal ikut hidup. Pemandu wisata dibutuhkan. Penyewaan alat snorkeling dan diving berkembang. Produk UMKM bisa dijual. Banyak aktivitas ekonomi lain ikut tumbuh.

Tentu semuanya harus tetap menjaga laut dan terumbu karang. Jangan sampai tempatnya dikenal, wisatawan datang, tetapi alamnya justru rusak. Itu yang harus dijaga sejak awal.

Weekend ingin ikut memperkenalkan tempat-tempat seperti ini.

Bukan hanya Pulau Miang. Saat menyiapkan edisi kedua, kami juga mengumpulkan 10 lokasi jogging di lima kota di Kaltim.

Ada Tepian Mahakam dan Gelora Kadrie Oening di Samarinda. Lapangan Merdeka dan Stadion Batakan di Balikpapan. Stadion Bessai Berinta serta ruang terbuka di Bontang. Taman Kota Raja dan Stadion Rondong Demang di Tenggarong. Kemudian Polder Ilham Maulana dan Bukit Pelangi di Sangatta.

Kelihatannya hanya tempat orang berlari. Tetapi ketika dikumpulkan, ternyata masing-masing punya karakter.

Ada yang menawarkan pemandangan Sungai Mahakam. Ada stadion dengan lintasan khusus. Ada taman kota. Ada pula kawasan perkantoran yang setiap pagi dan sore berubah menjadi tempat warga berolahraga.

Artinya, untuk menikmati akhir pekan tidak selalu harus mengeluarkan banyak uang.

Pakai sepatu, keluar rumah, lalu berlari beberapa kilometer juga bisa.

Edisi kali ini kami juga mengangkat olahraga berdasarkan usia. Mulai usia 15–19 tahun, 20-an, 30-an, 40-an, 50-an, sampai 60 tahun ke atas.

Saya sendiri sekarang semakin merasakan bahwa olahraga bukan lagi urusan penampilan.

Semakin bertambah usia, tujuan olahraga juga berubah. Yang dicari bukan semata badan berotot atau mampu mengangkat beban berat. Tubuh tetap kuat, bisa bergerak dengan baik, dan tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari jauh lebih penting.

Ada juga kuliner.

Yello Hotel Samarinda menyiapkan menu khusus menyambut kemerdekaan. Ada Chicken Cordon Bleu, Mie Bangir, Mousse Merah Putih, sampai pilihan minuman bertema kemerdekaan.

Kami juga melihat Sun Up Cafe di Jalan Perjuangan, Samarinda. Konsepnya menarik. Beach club, tetapi berada di tengah kota. Ada area outdoor, indoor, working space, photo booth, sampai berbagai sudut yang dibuat untuk nongkrong.

Harga makanan dan minumannya juga relatif terjangkau, mulai Rp18 ribuan.

Kalau ingin menikmati akhir pekan dengan menginap, ada juga HARRIS Hotel Samarinda.

Saya kebetulan sudah beberapa kali menginap di sana. Terakhir bersama istri saat Media Kaltim Network menggelar Appreciation Night, Juli lalu.

Yang saya suka salah satunya kamar yang cukup lega. Dari jendela kamar, Sungai Mahakam terlihat langsung. Malam hari lebih menarik lagi. Lampu Jembatan Mahakam menyala berganti warna dan pantulannya terlihat di permukaan sungai.

Pilihan makanannya juga cukup beragam. Jadi, sebenarnya menginap di hotel tidak selalu harus karena sedang ada urusan pekerjaan atau bepergian ke luar kota.

Sesekali menginap satu malam di kota sendiri juga bisa menjadi pilihan akhir pekan. Istirahat, makan, berenang, lalu menikmati pemandangan Mahakam dari kamar.

Tidak perlu jauh-jauh. Satu malam saja sudah bisa memberi suasana akhir pekan yang berbeda.

Hal-hal seperti ini yang ingin terus kami cari. Tempat baru. Kuliner baru. Destinasi yang belum banyak diketahui. Hotel. Aktivitas akhir pekan. Event. Termasuk tempat-tempat yang mungkin setiap hari kita lewati, tetapi belum pernah kita datangi.

Termasuk event yang sedang kami siapkan bersama SUNIC ID Project. Rame-Rame-in Fest akan digelar di Stadion Kudungga, Sangatta, 3 Oktober 2026. SLANK sudah kami umumkan sebagai special performance.

Responsnya ternyata cukup besar. Presale tiket VIP yang baru dibuka langsung habis. Ini menjadi tanda bahwa masyarakat Kutim dan sekitarnya memang punya pasar untuk event musik besar.

Saya sengaja memasukkan Rame-Rame-in Fest ke Weekend karena sejak awal majalah digital ini memang tidak hanya ingin berbicara tentang tempat wisata. Weekend harus dekat dengan apa yang dilakukan orang ketika punya waktu luang.

Mau jalan-jalan, menginap di hotel, mencari tempat makan, nongkrong, jogging, menonton konser, atau sekadar mencari ide mau ke mana Sabtu-Minggu, semuanya bisa menjadi cerita.

Dan setelah dua edisi berjalan, saya justru semakin sadar bahwa bahan ceritanya tidak akan habis. Kaltim terlalu luas untuk hanya dilihat dari berita politik, pemerintahan, tambang, atau pembangunan.

Ada banyak sisi lain. Ada laut di Pulau Miang. Ada orang berlari di Tepian Mahakam. Ada tempat nongkrong baru di Samarinda. Ada Sungai Mahakam yang bisa dinikmati dari jendela kamar hotel. Ada konser besar yang sedang disiapkan di Sangatta. Ada kuliner, komunitas, dan banyak tempat lain yang belum kami datangi.

Tugas Weekend sekarang, mencarinya. Lalu menceritakannya. Supaya ketika akhir pekan datang, pertanyaannya bukan lagi, “Mau ke mana?” Tetapi justru, “Mau yang mana dulu?” (*)

Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
Founder Weekend

138 Kontingen Meriahkan Porsentara 2026, Basuki: Tahun Depan Lebih Meriah

0
Rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Nusantara (Porsentara) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung sejak 27 Juli hingga 13 Agustus 2026 di Ibu Kota Nusantara. (Foto: Humas OIKN)

NUSANTARA – Pekan Olahraga dan Seni Nusantara (Porsentara) 2026 resmi berakhir, Kamis (13/8/2026) malam. Penutupan berlangsung di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, dengan penampilan para kontestan Nusantara Idol.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, secara resmi menutup gelaran yang telah berlangsung sejak 27 Juli 2026 tersebut.

Sebanyak 138 kontingen dari berbagai instansi dan komunitas yang berada serta beraktivitas di kawasan Nusantara berpartisipasi dalam Porsentara tahun ini.

Basuki mengatakan berakhirnya Porsentara bukan berarti rangkaian semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di IKN ikut selesai.

“Rekan-rekan sekalian dan para tamu serta mitra yang hadir dan telah mengikuti ajang Porsentara Tahun 2026, ini belum akhir dari rangkaian kemerdekaan kita. Tapi apapun, saya sampaikan selamat kepada para juara umum dan yang telah memeriahkan Porsentara ini. Tahun depan, kita akan adakan lagi (Porsentara) dengan lebih meriah,” ujarnya.

Porsentara 2026 mengusung tema “Berkompetisi Sehat dan Berkarya Hebat”.

Sebanyak sembilan cabang kompetisi dipertandingkan dalam kategori olahraga, seni, serta permainan rakyat dan tradisional. Cabang tersebut meliputi basket, bulu tangkis, e-sport, tenis meja, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), balap karung, tarik tambang, fotografi, serta Nusantara Idol.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan Porsentara dirancang tidak sekadar sebagai arena kompetisi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyalurkan bakat, membangun karakter, meningkatkan kreativitas dan sportivitas, serta mempererat hubungan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di IKN.

“Sebagai laporan, maksud dan tujuan Porsentara ini adalah ruang untuk menyalurkan bakat, membentuk karakter sesuai dengan tema yang kita bawa tahun ini, ‘Berkompetisi Sehat dan Berkarya Hebat’, serta ajang untuk menguatkan tali silaturahmi, termasuk bagi anggota keluarga baru kita di Ibu Kota Nusantara,” ujar Alimuddin.

Menurutnya, Porsentara juga menjadi sarana untuk menjunjung sportivitas dalam olahraga sekaligus melahirkan karya seni kreatif.

Setelah Porsentara berakhir, rangkaian perayaan kemerdekaan di Nusantara masih berlanjut.

Basuki mengajak peserta, kontingen, dan masyarakat ikut meramaikan sejumlah agenda publik yang digelar pada 15 Agustus 2026.

Agenda tersebut meliputi penanaman pohon bersama, karnaval kebudayaan, Merdeka Night Run, serta Merdeka Vaganza.

Penanaman pohon juga ditargetkan menjadi kegiatan monumental dengan upaya pemecahan rekor MURI.

“Rekan-rekan sekalian, pada 15 Agustus kita juga masih ada kegiatan yang monumental untuk memecahkan rekor MURI dengan menanam 1.708 bibit pohon bersama. Kita semua harus hadir,” kata Basuki.

Selain penanaman pohon, perhatian juga tertuju pada Merdeka Night Run. Basuki menyebut jumlah pendaftar telah menembus lebih dari 3.000 peserta.

“Setelah itu juga ada karnaval dan Merdeka Night Run, dengan peserta yang mendaftar sudah lebih dari 3.000 orang. Dan ingat, pakai atribut yang bernuansa merah dan putih,” tutup Basuki.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Nusantara sekaligus membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan di ibu kota baru.

Penulis: Humas Otorita IKN
Editor: Agus S.

Bea Cukai Sita 23,7 Kg Emas, Ada yang Disembunyikan di Kemaluan dan Dubur

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama tim Ditjen Bea dan Cukai menunjukkan barang bukti emas hasil pengungkapan kasus penyelundupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto: Istimewa)

TANGERANG – Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggagalkan dua upaya penyelundupan emas dengan total berat 23,793 kilogram dan nilai pasar diperkirakan mencapai Rp63 miliar.

Dua penindakan berlangsung pada 10 dan 11 Agustus 2026 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam waktu kurang dari 24 jam, petugas membongkar dua modus berbeda.

Pada kasus pertama, emas disembunyikan di sejumlah bagian tubuh, pakaian dalam yang telah dimodifikasi, hingga tas hand carry. Sedangkan kasus kedua memanfaatkan jalur operasional bandara dengan melibatkan staf ground handling.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perkembangan modus penyelundupan membuat Bea Cukai harus terus meningkatkan kemampuan pengawasan.

“Bea Cukai sebagai penjaga border Indonesia terus meningkatkan kapabilitas dan harus selalu selangkah lebih maju dalam mengantisipasi berbagai modus penyelundupan yang terus berkembang,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan konvensional. Teknologi pemeriksaan, analisis risiko, analisis data penumpang, pengawasan lapangan, serta sinergi dengan pemangku kepentingan bandara harus diperkuat.

Penindakan pertama bermula ketika petugas Avsec dan Bea Cukai menemukan dugaan pembawaan emas oleh seorang penumpang warga negara China di Terminal 3 Keberangkatan.

Petugas menemukan emas berbentuk silinder atau telur di dalam tas hand carry. Pemeriksaan kemudian dikembangkan terhadap penumpang lainnya.

Dari hasil body scanner, petugas menemukan emas berbentuk silinder yang disembunyikan dalam pakaian dalam yang telah dimodifikasi.

Tim Bea Cukai selanjutnya melakukan analisis melalui Passenger Analysis Unit (PAU). Hasilnya menunjukkan dugaan keterkaitan kedua penumpang tersebut dengan penumpang lain yang hendak menuju Hong Kong menggunakan penerbangan CX798 dan GA860.

Lima penumpang lain kemudian diamankan untuk diperiksa.

Petugas kembali menemukan emas berbentuk telur dengan modus inserter yang disembunyikan pada area kemaluan dan dubur. Emas lainnya ditemukan dalam celana dalam yang telah dimodifikasi.

Dari penindakan pertama, tujuh penumpang diamankan bersama 41 keping emas dengan berat total 17,436 kilogram. Nilai pasar barang tersebut diperkirakan mencapai Rp46 miliar.

Hasil pengujian menggunakan Detektor Mineral XRF menunjukkan seluruh emas memiliki kadar Au 99,99 persen atau setara 24 karat.

Berdasarkan hasil gelar perkara, tujuh penumpang tersebut dinilai memenuhi unsur tindak pidana penyelundupan di bidang ekspor sebagaimana Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Belum genap 24 jam, Bea Cukai kembali menggagalkan upaya penyelundupan emas dengan modus berbeda.

Kali ini, seorang staf ground handling kedapatan membawa emas melalui jalur khusus karyawan atau loading dock. Emas tersebut diduga akan diserahkan kepada penumpang yang hendak terbang menuju Dubai menggunakan penerbangan EK357.

Petugas menemukan tujuh keping emas berbentuk cast bar dengan berat 6,357 kilogram. Nilainya diperkirakan mencapai Rp17 miliar.

Emas disimpan dalam tas ransel dan koper kabin tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Pengungkapan tersebut menunjukkan penyelundupan tidak hanya memanfaatkan penumpang sebagai pembawa barang, tetapi juga akses operasional di lingkungan bandara.

Purbaya meminta setiap kasus dikembangkan hingga jaringan yang berada di belakang pelaku terungkap.

“Setiap temuan harus dikembangkan, tidak berhenti pada siapa yang membawa barang, tetapi juga dari mana barang berasal, kepada siapa akan diserahkan, dan siapa saja yang akan terlibat,” tegasnya.

Dari dua penindakan tersebut, total 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai Rp63 miliar berhasil diamankan.

Bea Cukai Soekarno-Hatta berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM untuk mengembangkan perkara sekaligus menelusuri asal-usul emas.

Pemerintah mengingatkan pembawaan emas ke luar negeri wajib memenuhi ketentuan kepabeanan dan ekspor.

Ketentuan barang bawaan penumpang antara lain diatur melalui PMK Nomor 203/PMK.04/2017 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 34 Tahun 2025.

Sejak 23 Desember 2025 juga berlaku PMK Nomor 80 Tahun 2025 yang mengatur jenis barang ekspor berupa emas tertentu yang dikenakan Bea Keluar.

Masyarakat yang hendak membawa emas ke luar negeri diminta menyampaikan pemberitahuan kepada Bea Cukai, memenuhi kewajiban Bea Keluar, serta mematuhi ketentuan larangan dan pembatasan yang berlaku.

Penulis: Rilis
Editor: Agus S.

Prabowo Kecam Koruptor Dana MBG, Sebut Orang Biadab

0
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: ANTARA/Fauzan)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengecam keras pihak-pihak yang melakukan korupsi terhadap dana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut tindakan mengambil keuntungan dari anggaran makanan anak-anak sebagai perbuatan biadab dan tidak memiliki nilai kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” kata Prabowo.

Pernyataan keras itu disampaikan ketika Presiden menjelaskan pentingnya pembangunan manusia sebagai salah satu fondasi masa depan Indonesia. Menurutnya, pembangunan tersebut harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama gizi anak.

Program MBG menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Prabowo menyebut prevalensi gizi buruk di beberapa wilayah masih mencapai sekitar 25 persen. Artinya, persoalan tersebut dapat menyentuh satu dari empat anak.

Menurut Presiden, kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan karena kekurangan gizi dapat menghambat perkembangan sel otak, otot, hingga tulang anak.

“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting, kita tidak boleh menerima itu,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah tetap melanjutkan program MBG. Namun, pelaksanaannya akan terus diperbaiki dan diefisienkan.

“Dan oleh karena itu saya bertekad teruskan program-program MBG dengan perbaikan, dengan efisiensi,” kata Prabowo.

Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan pemerintah tidak ingin persoalan dalam pelaksanaan MBG menjadi alasan menghentikan program. Pengawasan dan perbaikan justru harus diperkuat agar anggaran benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Program tersebut menyasar anak sekolah dan kelompok penerima lainnya dengan tujuan memperbaiki pemenuhan gizi sekaligus mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Peringatan keras terhadap potensi korupsi menjadi penting karena program tersebut mengelola anggaran besar dan dilaksanakan melalui jaringan pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.

Prabowo menegaskan dana yang disiapkan untuk makanan anak-anak tidak boleh menjadi ruang mencari keuntungan melalui praktik korupsi.

Pidato tersebut disampaikan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Agenda sidang antara lain mendengarkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. (MK)

Editor: Agus S.