Beranda blog Halaman 41

Wamentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman Hadapi Ancaman El Nino

0
Tumpukan beras di gudang Bulog. Foto: Dok. Kementan

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman meski Indonesia diperkirakan menghadapi fenomena El Nino dalam beberapa bulan mendatang.

Pemerintah mencatat total cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 28 juta ton yang berasal dari stok di gudang Bulog, tanaman padi yang akan segera dipanen, hingga cadangan yang berada di masyarakat.

“Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, jumlah cadangan tersebut dinilai cukup kuat untuk menghadapi berbagai skenario dampak El Nino yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, puncak musim kering diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

“Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat kekeringan, pemerintah terus memperkuat berbagai infrastruktur pendukung sektor pertanian.

Langkah yang dilakukan antara lain revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan sarana air, pengeboran sumur, hingga program pompanisasi di daerah sentra pangan.

Sejak 2024, Kementerian Pertanian disebut telah mendistribusikan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Sudaryono menegaskan peningkatan produksi pangan sangat bergantung pada luas tanam dan dukungan sarana produksi yang memadai bagi petani.

“Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kebutuhan petani seperti air, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian dapat terpenuhi untuk menjaga produktivitas.

Data cadangan beras sebesar 28 juta ton tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan nasional di tengah potensi cuaca ekstrem sepanjang 2026. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Tradisi Nebukoq Ujoh Bilang Jadi Simbol Syukur Panen dan Persatuan Warga

0
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahulu Kristina Tening foto bersama usai menghadiri tradisi Nebukoq di Lamin Adat Ujoh Bilang. Foto: Istimewa

UJOH BILANG – Masyarakat Kampung Ujoh Bilang kembali menggelar Tradisi Adat Nebukoq sebagai bentuk syukur atas hasil panen padi sekaligus penanda dimulainya musim tanam baru.

Tradisi sakral masyarakat Dayak tersebut berlangsung di Balai Adat RT 3 Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan diawali dengan misa yang dipimpin Pastor Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang, Romo Agustinus Dale Weruin. Selanjutnya doa lintas agama dipimpin rohaniawan muslim Eka Sapta sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Dayak, Nebukoq bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga bentuk penghormatan kepada alam, leluhur, serta padi sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Kepala Adat Amundus Lah mengatakan tradisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya silaturahmi, tetapi momentum memperkuat persatuan dan menjaga adat budaya agar terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Mahakam Ulu untuk terus menjaga kerukunan, saling menghormati, serta mendukung pembangunan daerah tanpa meninggalkan adat dan budaya warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua Panitia Hermanus Bayo menjelaskan bahwa kepanitiaan Nebukoq dilaksanakan secara bergiliran setiap tahun sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga tradisi.

Tahun ini, Nebukoq mengusung tema “Melestarikan Tradisi Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Kampung Ujoh Bilang”.

“Ini bukan hanya seremoni adat. Ini wujud nyata kebersamaan masyarakat menjaga budaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan kampung,” katanya.

Ia berharap melalui tradisi tersebut masyarakat Ujoh Bilang semakin kompak, semangat gotong royong terus terjaga, serta hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat demi kesejahteraan bersama.

Kegiatan turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahulu Kristina Tening, unsur TNI-Polri, pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga setempat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Four Points Balikpapan Hadirkan Brasilian Night, Sajikan Churrasco Khas Brasil

0
Suasana Brasilian Night dan sajian barbeque khas Brasil di Four Points by Sheraton Balikpapan. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – Four Points by Sheraton Balikpapan menghadirkan pengalaman kuliner baru melalui program Brasilian Night: Churrasco Barbeque Night yang akan digelar rutin setiap Sabtu malam.

Program tersebut menjadi pengganti barbeque dinner sebelumnya yang digelar setiap Jumat malam. Mengusung konsep khas Brasil, acara ini menghadirkan perpaduan sajian barbeque autentik, hiburan musik, hingga suasana santai di area outdoor terrace hotel.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Four Points by Sheraton Balikpapan, Andika Surya Buana, mengatakan tema Brasil dipilih karena masih jarang dihadirkan di Balikpapan.

“Kami melihat di Balikpapan masih belum banyak tema barbeque yang cukup spesifik seperti ini. Karena itu kami menggabungkan berbagai varian menu dan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para tamu,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Dalam peluncuran perdananya, pihak hotel mengundang sejumlah tamu dari kalangan swasta untuk menikmati langsung suasana Brasilian Night. Selain sajian kuliner, para tamu juga disuguhkan wine pairing dan live music yang menambah suasana santai selama acara berlangsung.

Program ini sekaligus memanfaatkan area outdoor terrace baru milik hotel yang memiliki kapasitas cukup besar untuk berbagai kegiatan.

“Untuk kegiatan tertentu, area ini bisa menampung hingga 1.000 orang. Namun untuk launching perdana, kami membatasi sekitar 150 tamu undangan,” jelasnya.

Adapun menu unggulan yang disajikan dalam konsep churrasco antara lain beef brisket, chicken, dan lamb yang dihidangkan langsung ke meja tamu melalui konsep carving service.

Sajian tersebut dilengkapi aneka saus, nanas panggang, hingga berbagai pelengkap khas barbeque Brasil.

Meski mengusung nuansa Brasil, Four Points tetap menghadirkan berbagai pilihan menu internasional dan nusantara agar dapat dinikmati seluruh kalangan.

“Tamu juga bisa menikmati appetizer, sup, hidangan utama, pasta, nasi, dessert, sampai es krim yang ramah untuk keluarga maupun anak-anak,” tambah Andika.

Manajemen hotel menyebut variasi menu akan diperbarui secara berkala sehingga tamu dapat memperoleh pengalaman berbeda setiap pekan.

Seluruh sajian dapat dinikmati dengan harga Rp235 ribu nett per orang dalam konsep all you can eat. Four Points juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk menghadirkan promo buy two get one free bagi pemegang kartu kredit tertentu.

Melalui konsep baru tersebut, Four Points by Sheraton Balikpapan berharap dapat menjadi salah satu destinasi kuliner akhir pekan yang menawarkan pengalaman bersantap berbeda bagi masyarakat Balikpapan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

BNPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kutai Barat

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima bantuan BNPB secara simbolis dari Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan di Auditorium ATJ Pemkab Kubar. Foto: Ichal/MK

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima bantuan kemanusiaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masyarakat terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Komplek Perkantoran Pemkab Kubar, Minggu (31/5/2026).

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 250 paket sembako, 150 paket selimut, 50 paket hygiene kit, 150 lembar matras, dan 100 paket peralatan kebersihan.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Djohan Darmawan menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di berbagai daerah.

Berdasarkan data BNPB per 29 Mei 2026, tercatat sebanyak 1.001 kejadian bencana terjadi di Indonesia dan sekitar 99,30 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan.

“Angka ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar respons penanganan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk memahami langkah-langkah darurat saat bencana terjadi.

“Masyarakat harus segera melakukan evakuasi ke tempat aman, mematikan aliran listrik, dan menggunakan alat pelindung diri bila diperlukan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPB kepada masyarakat terdampak banjir di wilayahnya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat saat menghadapi bencana.

“Saya instruksikan BPBD dan seluruh OPD agar menyalurkan bantuan secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Camat juga diminta terus memberikan motivasi kepada warga, sementara pemerintah daerah akan terus mendampingi proses pemulihan,” tegas Frederick Edwin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Pj Sekda Kamius Junaidi, Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, Komandan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Brimob Kubar Ipda Abdullah Hadi, Camat Muara Pahu Mauliddin Said, Camat Barong Tongkok Martinus Rudy, sejumlah kepala OPD, serta Petinggi Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Banjir Muara Beloan Belum Surut, Ratusan Rumah Masih Terdampak

0
Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan bersama Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan unsur Forkopimda meninjau banjir di Kampung Muara Beloan. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani dan unsur Forkopimda mendampingi Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meninjau langsung kondisi banjir di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Sabtu (30/5/2026).

Peninjauan dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan. Rombongan disambut Camat Muara Pahu Mauliddin Said, Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono, dan warga setempat.

Selain melakukan peninjauan, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik berupa sembako dan selimut untuk masyarakat terdampak banjir.

Petinggi Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan kampung yang berada di antara dua sungai tersebut hampir setiap tahun mengalami banjir.

“Kampung Muara Beloan diapit oleh dua sungai sehingga sangat rentan terhadap banjir. Kami berharap ada pembangunan lahan yang lebih tinggi untuk lokasi pemakaman karena ketika banjir terjadi sering mengalami kesulitan. Kami juga berharap adanya bantuan tenda untuk pengungsian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, menjelaskan puncak banjir sempat mencapai sekitar satu meter di atas jalan semenisasi.

“Ketinggian banjir saat puncaknya sekitar satu meter dari jalan semenisasi, sedangkan dari permukaan sungai mencapai tiga sampai empat meter,” jelasnya.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas perhatian BNPB dan pemerintah pusat terhadap kondisi banjir di wilayahnya.

Ia berharap selain bantuan logistik, pemerintah pusat juga dapat membantu sarana transportasi air untuk wilayah yang kerap terdampak banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari BNPB. Ke depan kami berharap ada bantuan perahu untuk masyarakat, khususnya wilayah-wilayah yang kerap mengalami banjir dan membutuhkan akses transportasi saat kondisi darurat,” ungkapnya.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi banjir yang telah berlangsung hampir sepekan di sejumlah kecamatan di Kutai Barat.

“Alhamdulillah, air sudah mulai surut. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat. Cuaca yang berubah-ubah harus terus diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kenaikan debit air kembali,” ujarnya.

Berdasarkan data per 30 Mei 2026, banjir masih merendam 114 rumah di Kampung Muara Beloan. Sebanyak 22 rumah yang dihuni 31 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa terdampak langsung akibat genangan air.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga membangun lantai panggung sementara di dalam rumah agar tetap dapat beraktivitas. Sementara akses jalan utama menuju kampung masih terendam dengan ketinggian air sekitar dua hingga tiga meter sehingga aktivitas masyarakat belum berjalan normal.

Meski muka air mulai surut sekitar 45 sentimeter, ancaman banjir masih membayangi warga karena curah hujan yang masih tinggi dan kondisi danau di kawasan tersebut yang sudah penuh air.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama BNPB dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah penanganan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

OJK Soroti Rendahnya Literasi Keuangan Anak Muda di Tengah Maraknya Judi Online

0
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara di Samarinda. Foto: Dok. Media Kaltim

SAMARINDA – Kemudahan akses layanan keuangan digital ternyata belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan yang aman dan sehat. Kondisi tersebut membuat generasi muda masih rentan menjadi sasaran praktik judi online maupun pinjaman online ilegal yang kini semakin masif melalui berbagai platform digital.

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menilai peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk menekan risiko tersebut, khususnya di kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas muda yang aktif menggunakan teknologi digital.

Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional OJK Kaltim Kaltara, Ali Ridwan, mengatakan perkembangan teknologi memang membuka akses lebih luas terhadap layanan keuangan. Namun di sisi lain, kondisi itu juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menjalankan aktivitas keuangan ilegal.

“Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, produktivitas, bahkan masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya beberapa hari lalu.

Menurut Ali, kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan layanan keuangan secara bijak menjadi kunci untuk menghindari berbagai bentuk penipuan dan aktivitas ilegal di sektor keuangan.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen.

Sementara pada kelompok pelajar dan mahasiswa, tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 61,76 persen dengan tingkat inklusi mencapai 84,42 persen.

Angka tersebut menunjukkan generasi muda cukup aktif memanfaatkan layanan keuangan digital, namun belum seluruhnya memiliki pemahaman kuat terkait pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.

Ketua Forum Talenta Muda Kalimantan Timur, Andi Angkasa Putra, menilai judi online menjadi salah satu ancaman terbesar yang kini dihadapi generasi muda.

Menurutnya, berbagai promosi yang menjanjikan keuntungan instan sering kali menjadi pintu masuk yang akhirnya menjerat pengguna ke dalam masalah keuangan berkepanjangan.

“Godaan mendapatkan kekayaan secara instan memang sangat besar, tetapi dampaknya bisa sangat fatal. Data pribadi dapat dieksploitasi, rekam jejak keuangan dapat bermasalah, bahkan masa depan bisa hancur karena keputusan yang salah hari ini,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya membangun pola pikir yang berorientasi pada kemandirian finansial melalui pendidikan, keterampilan, dan perencanaan keuangan yang matang, bukan melalui cara-cara instan yang berisiko tinggi.

OJK Kaltim Kaltara juga mendorong generasi muda untuk lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital yang memanfaatkan rendahnya literasi keuangan masyarakat.

Selain memahami produk keuangan yang legal, masyarakat juga diharapkan mampu menjaga keamanan data pribadi dan identitas digital agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Meningkatnya literasi keuangan dinilai menjadi salah satu benteng utama dalam menghadapi maraknya judi online, pinjaman ilegal, serta berbagai bentuk penipuan digital yang kini semakin menyasar kelompok usia muda. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Pemuda Tani Indonesia Samarinda Fokus Cetak Generasi Muda Pertanian

0
Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Samarinda, Tommy Simanjuntak, saat melantik pengurus PAC PTI tingkat kecamatan di Samarinda. Foto: Hanafi/Media Kaltim

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Samarinda menggelar rangkaian kegiatan Sekolah Tani Muda, pelantikan pengurus tingkat kecamatan, serta Rapat Kerja Cabang (Rakercab) sebagai upaya memperkuat organisasi dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Arutala Bakrie Samarinda, Minggu (31/5/2026), tersebut diikuti jajaran pengurus DPC, pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 10 kecamatan, akademisi, serta kader muda yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.

Ketua DPC PTI Samarinda, Tommy Simanjuntak, mengatakan Sekolah Tani Muda merupakan program wajib dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah sebagai upaya mencetak generasi muda yang memiliki kapasitas dan keterampilan di bidang pertanian.

“Alhamdulillah, kegiatan Sekolah Tani Muda berjalan dengan baik. Narasumber dari kalangan akademisi memberikan materi yang sangat bermanfaat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta,” ujarnya.

Menurut Tommy, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus memperkenalkan konsep pertanian modern yang memiliki potensi ekonomi besar.

Selain Sekolah Tani Muda, PTI Samarinda juga melantik pengurus PAC dari 10 kecamatan di Kota Samarinda untuk masa bakti 2026–2031.

Tommy berharap seluruh pengurus yang telah dilantik mampu hadir di tengah masyarakat dan kelompok tani guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanian di wilayah masing-masing.

“Kami berharap para ketua PAC yang baru dilantik dapat melakukan pendampingan kepada petani, membantu meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bendahara DPC PTI Samarinda yang juga Ketua Panitia kegiatan, Testia Sendi Radi Tio, menegaskan PTI harus hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi petani lokal di Samarinda.

Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“PTI harus hadir sebagai solusi bagi petani. Organisasi ini harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasehat PTI Samarinda, Dr. Muh. Ichsan Haris, menekankan pentingnya peran pengurus tingkat kecamatan sebagai ujung tombak organisasi dalam membangun kemitraan dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah masing-masing.

Ia juga memperkenalkan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media sebagai strategi memperkuat pembangunan pertanian.

“Setiap kecamatan memiliki potensi berbeda. Tugas pengurus adalah memetakan potensi tersebut, membangun jaringan, lalu menghadirkan program sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rakercab yang membahas berbagai program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.

Berbagai usulan yang mengemuka dalam forum tersebut antara lain optimalisasi lahan tidur, pengembangan pertanian perkotaan melalui hidroponik dan aquaponik, pengolahan limbah organik menjadi pupuk, hingga pemanfaatan lahan eks tambang untuk sektor pertanian produktif.

PTI Samarinda berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu melahirkan kader muda pertanian yang aktif, memperkuat organisasi hingga tingkat kecamatan, serta mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kota Samarinda. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Bocah Dua Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Hanyut di Parit Besar

0
Saluran drainase di kawasan Manggar, Balikpapan Timur, lokasi balita diduga terjatuh hingga hanyut terbawa arus. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – Seorang balita berusia dua tahun bernama Kenzio Argani Raganevan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di saluran drainase besar yang berada di depan rumahnya di Jalan Mangga V RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (31/5/2026).

Korban ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar satu jam setelah dinyatakan hilang. Meski sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Medika Manggar, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M Chusen, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 09.40 Wita saat ibu korban berada di dalam rumah untuk mengganti popok adik korban.

Sekitar pukul 10.00 Wita, korban diketahui masih bermain di area depan rumah. Namun beberapa saat kemudian, keluarga tidak lagi melihat keberadaan korban.

“Upaya pencarian langsung dilakukan dengan memanggil dan menyisir area sekitar rumah, tetapi korban tidak ditemukan,” ujar AKP M Chusen.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah menemukan sandal milik korban berada di dekat parit besar yang berada tepat di depan rumah. Warga dan keluarga kemudian menduga korban terjatuh ke dalam saluran air tersebut.

Mendengar teriakan minta tolong dari keluarga korban, warga sekitar langsung berdatangan dan melakukan pencarian bersama di sepanjang aliran drainase.

“Penyisiran dilakukan sepanjang aliran parit yang mengarah ke wilayah lain di Balikpapan Timur,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.40 Wita, korban akhirnya ditemukan warga di bawah sebuah jembatan di kawasan Selili RT 100 dengan jarak cukup jauh dari lokasi awal diduga terjatuh.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi ke RS Medika Manggar untuk mendapat pertolongan medis.

Dokter RS Medika Manggar, dr. Kevin, menyebut korban tiba di Instalasi Gawat Darurat dalam kondisi tidak bernapas dan tanpa denyut nadi.

Selain itu ditemukan tanda-tanda kekurangan oksigen berat seperti bibir membiru, pupil mata melebar, serta adanya busa dari hidung yang mengarah pada dugaan tenggelam.

“Tim medis telah melakukan tindakan resusitasi dan penanganan sesuai prosedur. Namun korban tidak menunjukkan respons ataupun tanda-tanda kehidupan,” tambah Kapolsek.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.00 Wita.

Polisi menduga kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni. Faktor usia korban yang masih balita serta kondisi drainase terbuka dengan kedalaman cukup dalam dan arus deras diduga menjadi penyebab utama musibah tersebut.

Kepolisian juga menilai kejadian ini menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan lingkungan permukiman, khususnya keberadaan drainase terbuka yang berpotensi membahayakan anak-anak.

Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, mendata identitas korban dan keluarga, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait.

Polisi juga merekomendasikan adanya evaluasi terhadap titik-titik drainase rawan serta pemasangan pagar pengaman, penutup saluran, dan rambu peringatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Program Pelatihan Vokasi Nasional Dibuka Hingga 9 Juni 2026

0
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat menyampaikan keterangan terkait Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap II. Foto: Dok. Kemnaker

JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap II dengan menyediakan 24 bidang keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat kesiapan tenaga kerja karena peserta memperoleh pembelajaran teori sekaligus praktik secara langsung.

“Pelatihan vokasi ini adalah jalur cepat bagi masyarakat untuk langsung siap kerja. Dengan waktu yang relatif singkat, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang memang dibutuhkan di lapangan,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Pada tahap kedua ini, peserta dapat memilih berbagai bidang pelatihan, mulai dari teknologi informasi dan komunikasi, manufaktur, elektronika, pengelasan, kelistrikan, otomotif, konstruksi, industri kreatif, teknologi mode, bisnis dan manajemen, tata kecantikan, hingga bahasa.

Selain itu, tersedia pula pelatihan pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pertambangan, mekanisasi pertanian, teknologi pengolahan agroindustri, pelayanan sosial dan masyarakat, teknologi pelatihan, hingga produktivitas.

Yassierli menegaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan peningkatan keterampilan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Pelaksanaan pelatihan juga didukung sarana praktik yang memadai serta tenaga instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Dengan sistem tersebut, peserta diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang terus berkembang.

Pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap II dibuka hingga 9 Juni 2026. Masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui platform Skillhub Kemnaker dengan membuat akun, melengkapi data diri, dan mengikuti tahapan asesmen yang telah ditentukan.

Sebagai bentuk pengakuan kompetensi, peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan nantinya akan memperoleh Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendukung penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri nasional. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Kukar Pilih Tahan Proyek Demi Hindari Utang di Akhir Tahun

0
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri saat memberikan keterangan terkait kondisi fiskal daerah dan pelaksanaan proyek tahun 2026. Foto: Ady/MKN

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memilih menahan pelaksanaan sejumlah proyek dan kegiatan yang melibatkan pihak ketiga meski tahun anggaran 2026 telah memasuki pertengahan tahun.

Langkah tersebut diambil sebagai strategi kehati-hatian pemerintah daerah di tengah belum optimalnya transfer dana dari pemerintah pusat dan kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan agar pemerintah daerah tidak meninggalkan utang pada akhir tahun anggaran.

“Nah, kalau sekarang kebijakan yang kita ambil, karena kita tidak ingin menyisakan utang di akhir tahun, adalah kita memastikan uang itu masuk dulu, baru kita progres untuk pelaksanaan kegiatannya,” ujar Aulia, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, hingga memasuki Juni 2026, transfer dana dari pemerintah pusat yang diterima Kukar baru sekitar 23 persen.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah memilih menunda percepatan pelaksanaan sejumlah kegiatan hingga dukungan pendanaan benar-benar tersedia.

Aulia menegaskan Pemkab Kukar ingin memastikan seluruh proyek yang berjalan memiliki dukungan anggaran yang cukup agar pelaksanaan kegiatan tidak terkendala di tengah jalan.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap kegiatan yang terlaksana itu dananya tersedia. Sampai sekarang, di bulan Juni ini, kita menerima transfer sekitar 23 persen dari pemerintah pusat,” katanya.

Selain persoalan transfer dana, Pemkab Kukar juga masih memantau perkembangan ekonomi global yang dinilai memengaruhi harga material konstruksi di lapangan.

Menurut Aulia, pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut menjadi perhatian pemerintah daerah sebelum menjalankan proyek-proyek pembangunan.

“Pertama, kita masih memantau harga minyak dunia dan harga dolar untuk memastikan harga material di harga satuan kita itu sesuai dengan kondisi di lapangan. Kasihan teman-teman kontraktor kalau seandainya harga satuan itu tidak sesuai,” ujarnya.

Ia menilai ketidaksesuaian harga material berpotensi membuat kontraktor mengalami kerugian dan berdampak pada kelancaran pekerjaan proyek.

“Nanti yang ada rugi atau pekerjaan-pekerjaan akan terkendala,” lanjutnya.

Di sisi lain, Pemkab Kukar juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi berbagai sektor potensial.

Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pemerintah melakukan identifikasi sejumlah sumber penerimaan yang masih dapat dimaksimalkan, mulai dari pajak kendaraan bahan bakar bermotor, pajak alat berat, hingga pajak air permukaan.

Dalam APBD 2026, target PAD Kukar ditetapkan sekitar Rp1,1 triliun. Namun berdasarkan proyeksi sementara, realisasi pendapatan diperkirakan hanya berada di kisaran Rp800 miliar.

Karena itu, Pemkab Kukar berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah semester pertama berakhir untuk menyesuaikan belanja daerah dengan kemampuan pendapatan yang tersedia.

“Jadi nanti setelah bulan Juni, kita akan melaksanakan evaluasi satu semester. Nah, di situ kita akan bikin adjustment, kita akan bikin penyesuaian sesuai dengan proyeksi pendapatan dan dana transfer yang dimiliki oleh pemerintah daerah itu sendiri,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S