Beranda blog Halaman 41

Pastikan Pekerjaan Tepat Target, Dansatgas TMMD Gelar Evaluasi

0
Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat Letkol Inf Doni Fransisco memimpin evaluasi bersama anggota Satgas di Posko TMMD Kampung Linggang Amer. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, memimpin kegiatan evaluasi hasil kerja anggota Satgas TMMD di Posko TMMD Kampung Linggang Amer, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) agar seluruh sasaran kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target.

Evaluasi dihadiri oleh Dan SSK, para perwira staf dan anggota staf TMMD, serta Petinggi Kampung Linggang Amer beserta jajaran perangkat kampung. Pertemuan berlangsung dalam suasana serius namun tetap penuh keakraban, mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan pemerintah kampung dalam menyukseskan program pembangunan tersebut.

Dalam arahannya, Letkol Inf Doni Fransisco menegaskan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan pada setiap sasaran kegiatan TMMD, baik pada program fisik maupun nonfisik.

Ia meminta seluruh personel Satgas untuk terus melakukan pengecekan secara detail terhadap perkembangan pekerjaan di lapangan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat menghambat proses pembangunan.

“Kita tidak hanya mengejar target selesai, tetapi juga memastikan hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta tetap jaga faktor keamanan selama bekerja,” tegasnya.

Selain membahas progres pekerjaan, kegiatan evaluasi juga menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari faktor cuaca, kondisi medan, hingga distribusi material yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan.

Setiap kendala yang muncul dibahas bersama untuk mencari solusi terbaik sehingga tidak menghambat penyelesaian program yang tengah berjalan.

Sementara itu, Petinggi Kampung Linggang Amer dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Satgas TMMD yang telah membantu percepatan pembangunan di wilayahnya.

Ia menilai keberadaan program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kegiatan evaluasi ini juga menjadi sarana komunikasi dan koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD, sehingga tercipta kesamaan persepsi serta langkah yang terarah dalam menyelesaikan seluruh sasaran kegiatan.

Dengan pengawasan dan pengendalian yang optimal, Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat optimistis seluruh target pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Linggang Amer dan sekitarnya.(MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Agar Rumah Lebih Awet, Satgas TMMD Percepat Tahap Pengecatan

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat melakukan pengecatan rumah program RTLH di Kampung Linggang Amer. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat terus mempercepat penyelesaian sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), khususnya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Linggang Amer, Rabu (4/3/2026).

Saat ini, tahap pekerjaan difokuskan pada proses pengecatan bagian luar rumah, yang menjadi bagian penting dari penyelesaian akhir pembangunan agar bangunan lebih awet dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Pengecatan dilakukan secara menyeluruh pada dinding luar rumah yang sebagian besar menggunakan material kayu. Langkah tersebut bertujuan melindungi struktur bangunan dari paparan sinar matahari dan hujan yang dapat mempercepat pelapukan kayu.

Selain berfungsi sebagai pelindung, pengecatan juga memberikan tampilan yang lebih rapi dan bersih sehingga rumah terlihat lebih layak serta nyaman untuk ditempati oleh warga penerima manfaat.

Dengan penuh semangat kebersamaan, anggota Satgas TMMD bekerja bahu-membahu bersama masyarakat setempat. Proses pengerjaan dilakukan secara teliti agar hasilnya maksimal dan memiliki daya tahan yang baik dalam jangka panjang.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan percepatan pembangunan RTLH menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat segera menempati rumah yang lebih layak.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan sesuai target waktu yang telah ditentukan. Pengecatan ini tidak hanya sekadar memperindah, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan agar kayu lebih tahan terhadap panas dan hujan, sehingga rumah menjadi lebih kokoh dan awet,” ujarnya.

Ia menambahkan, program TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Melalui pembangunan rumah layak huni ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Warga Kampung Linggang Amer juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Satgas TMMD yang terus bekerja tanpa kenal lelah. Mereka menilai kehadiran TNI tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Dengan terus dikebutnya pengerjaan RTLH tersebut, Satgas TMMD Wiltas ke-127 optimistis seluruh sasaran fisik program dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat Kutai Barat.(MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Satgas TMMD Diterima Secara Adat oleh Warga Kampung Tering Lama

0
Prosesi adat penyematan gelang kepada anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 oleh tokoh adat Kampung Tering Lama sebagai simbol penerimaan masyarakat. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Kehangatan hubungan antara Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat dan masyarakat Kampung Tering Lama semakin terasa melalui sebuah prosesi adat yang digelar warga setempat, Selasa (3/3/2026) malam.

Dalam acara tersebut, masyarakat secara resmi menyatakan penerimaan mereka terhadap para prajurit TNI yang tengah bertugas di kampung tersebut melalui prosesi penyematan gelang adat kepada anggota Satgas TMMD.

Prosesi dipimpin oleh Wakil Ketua Adat Kampung Tering Lama dan berlangsung dalam suasana khidmat. Gelang adat yang disematkan memiliki makna simbolis sebagai tanda bahwa para prajurit TNI telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tering Lama selama menjalankan tugas di wilayah tersebut.

Meski anggota Satgas TMMD telah beberapa waktu tinggal dan bekerja di kampung itu, prosesi adat ini menjadi momen resmi yang menandai eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat setempat.

Setelah prosesi adat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara warga dan anggota Satgas TMMD. Suasana keakraban tampak begitu terasa, memperlihatkan kedekatan emosional yang telah terbangun sejak awal kedatangan para prajurit di kampung tersebut.

Saat ini, anggota Satgas TMMD yang bertugas di Kampung Tering Lama tengah mengerjakan sejumlah sasaran fisik, di antaranya pembangunan fasilitas TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) dan pembangunan MCK bagi masyarakat.

Selama berada di kampung, para anggota Satgas tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan pembangunan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat serta membantu berbagai aktivitas warga sehari-hari.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Kampung Tering Lama kepada anggota Satgas.

“Kami merasa terhormat dan bangga atas penerimaan secara adat yang diberikan kepada anggota Satgas. Ini menjadi bukti bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat terjalin dengan sangat baik. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun fasilitas fisik seperti TMAB dan MCK, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan dengan warga,” ujarnya.

Ia juga menilai nilai-nilai adat dan budaya yang dijunjung tinggi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga hingga seluruh program TMMD selesai. Bahkan setelah kegiatan berakhir pun, tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat tetap terjalin,” tambahnya.

Melalui prosesi adat tersebut, kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Kampung Tering Lama semakin kokoh. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penyelesaian seluruh sasaran program TMMD serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.(MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Tim Wasev TMMD Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kampung Tering Lama

0
Tim Wasev TMMD menyerahkan paket sembako kepada warga Kampung Tering Lama usai meninjau pembangunan TMAB dan MCK. Foto: Istimewa

SENDAWAR — Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menyerahkan paket sembako kepada warga Kampung Tering Lama, Senin (3/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan setelah rombongan meninjau langsung progres pembangunan TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian evaluasi pelaksanaan program TMMD yang saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Kutai Barat. Selain memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai rencana dan standar kualitas, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap masyarakat di wilayah sasaran program.

Bantuan sembako diberikan secara langsung kepada sejumlah warga yang membutuhkan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat mewarnai kegiatan tersebut. Warga yang menerima bantuan tampak antusias dan menyampaikan rasa terima kasih kepada rombongan Tim Wasev serta Satgas TMMD yang hadir di kampung mereka.

Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk perhatian TNI terhadap kondisi masyarakat di wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD.

“Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk mengevaluasi pembangunan fisik seperti TMAB dan MCK, tetapi juga untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Kami berharap bantuan sembako ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari warga dan semakin mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Kampung Tering Lama yang ikut mendukung pelaksanaan program TMMD sehingga proses pembangunan berjalan lancar dan penuh kebersamaan.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat bagi masyarakat.

“Melalui TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, baik melalui pembangunan sarana air bersih dan sanitasi maupun melalui kegiatan sosial seperti pembagian sembako ini. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi warga,” ungkapnya.

Salah satu warga penerima bantuan mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh TNI. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari Bapak-bapak TNI. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa kebaikan bagi kampung kami,” tuturnya.

Kehadiran Tim Wasev di Kampung Tering Lama tidak hanya memberikan dorongan terhadap percepatan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan serta kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Program TMMD diharapkan terus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.(MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Imam Salat Kehilangan Motor, Maling Beraksi di Halaman Masjid

0
Tangkapan layar rekaman CCTV saat pelaku mencuri sepeda motor di halaman Masjid Raudhatul Jannah, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku. Foto: Istimewa

PPU — Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, pelaku memanfaatkan waktu salat Maghrib berjamaah untuk melancarkan aksinya di halaman Masjid Raudhatul Jannah, Desa Sukomulyo, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 18.47 Wita.

Peristiwa tersebut terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di area masjid. Dalam rekaman video, terlihat seorang pria mengenakan celana hitam dan baju lengan panjang berwarna abu-abu mendekati deretan sepeda motor yang terparkir di halaman.

Pelaku tampak berusaha mengutak-atik rumah kunci sebuah sepeda motor berwarna merah yang kemudian diketahui merupakan Honda Vario bernomor polisi KT 2845 VY.

Motor tersebut merupakan milik seorang ustaz bernama Saipudin, yang saat kejadian sedang memimpin salat Maghrib berjamaah di dalam masjid.

“Motornya Pak Ustaz Saipudin, pas beliau lagi ngimamin salat Maghrib di Semoi Tiga (Sukomulyo),” ujar Putra saat menginformasikan kejadian tersebut, Rabu (4/3/2026).

Saat pelaku beraksi, para jamaah tengah khusyuk menjalankan ibadah salat di dalam masjid. Kondisi di sekitar lokasi juga terlihat relatif sepi, sehingga aksi pencurian tersebut berlangsung tanpa diketahui.

Dari rekaman CCTV terlihat setidaknya tujuh sepeda motor terparkir di halaman masjid. Namun pelaku hanya mengincar satu unit motor yang kemudian berhasil dibawa kabur.

Kasus ini menambah daftar panjang kejadian pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Sepaku dalam beberapa waktu terakhir. Warga setempat menyebut aksi curanmor di kawasan tersebut tergolong cukup sering terjadi.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, pelaku juga kerap mengincar sepeda motor jenis trail yang banyak digunakan warga di kawasan tersebut.

Hingga kini, warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut kejadian tersebut sekaligus meningkatkan patroli keamanan, terutama di kawasan permukiman dan tempat ibadah yang rawan menjadi sasaran pencurian.(MK)

Pewarta: Satya Putra Herti / A. Riski
Editor: Agus S

Range Rover Rp8,5 Miliar Dikembalikan, Ketua DPRD Kaltim: Mekanismenya Saya Enggak Tahu

0
Hasanuddin Mas’ud (Hamas), Ketua DPRD Kaltim saat diwawancarai di Gedung D, Komplek DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda. Foto: K. Irul Umam/MKN.

SAMARINDA — Polemik pengembalian mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur berupa Range Rover 3.000 cc senilai Rp8,5 miliar masih menyisakan tanda tanya, terutama terkait mekanisme pengembalian anggaran yang sebelumnya telah disahkan dalam APBD Perubahan 2025.

Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud, yang akrab disapa Hamas, mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana prosedur pengembalian anggaran tersebut.

“Ah, itu saya enggak tahu ya kalau mekanismenya,” ujar Hamas singkat usai rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Pokok-Pokok Pikiran DPRD di Gedung D, Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (4/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam proses penyusunan anggaran daerah, pembahasan pengadaan barang maupun program pemerintah daerah merupakan kewenangan bersama antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Menurutnya, DPRD hanya menyetujui hasil pembahasan yang telah melalui mekanisme tersebut.

“Yang menentukan Banggar sama TAPD yang membahas. Kalau memang disetujui, dikerjakan. Kalau tidak ya enggak. Bukan kita kan? Kita pakai saja kalau ada,” ucapnya.

Anggaran untuk kendaraan dinas tersebut sebelumnya disepakati dalam pembahasan APBD Perubahan November 2025. Namun belakangan, unit kendaraan itu dikabarkan dikembalikan setelah menuai sorotan publik.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai status pengembalian kendaraan tersebut, Hamas menilai persoalan itu seharusnya sudah selesai apabila unit memang benar telah dikembalikan kepada pihak penyedia.

“Dikembalikan? Ya berarti sudah dikembalikan. Enggak dibahas lagi lah,” katanya.

Namun ketika disinggung apakah terdapat mekanisme khusus dalam regulasi keuangan daerah terkait pengembalian anggaran yang sudah disahkan dalam dokumen APBD, Hamas kembali menyampaikan bahwa seluruh proses pengadaan pada prinsipnya memiliki dasar hukum dan prosedur tersendiri.

“Kalau pengadaannya pasti ada mekanismenya kan? Dan seluruhnya pasti ada dasar hukumnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru menambah pertanyaan publik. Sebab nilai pengadaan kendaraan dinas tersebut mencapai Rp8,5 miliar, angka yang tidak kecil dalam struktur belanja daerah.

Apalagi, anggaran tersebut telah disetujui secara resmi dalam forum pembahasan APBD Perubahan 2025 yang melibatkan eksekutif dan legislatif.

Kini, setelah kendaraan tersebut dikabarkan dikembalikan, muncul sejumlah pertanyaan lanjutan: apakah anggaran tersebut otomatis kembali ke kas daerah, apakah harus dibahas ulang dalam perubahan APBD berikutnya, ataukah dapat dialihkan melalui mekanisme pergeseran anggaran.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan teknis secara rinci dari DPRD Kalimantan Timur mengenai prosedur pengembalian tersebut. Publik pun masih menunggu kepastian mengenai bagaimana mekanisme membatalkan pengadaan yang sebelumnya telah disahkan dalam dokumen resmi keuangan daerah.(MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Jadwal Tol IKN Berubah, BBPJN Pastikan Mulai 13 Maret

0
Tol Balikpapan–IKN dapat dilintasi pada periode 13–29 Maret 2026 setelah perubahan jadwal fungsional. (Dok. BBPJN/MK)

NUSANTARA — Jadwal pengoperasian fungsional Tol Balikpapan–Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026 resmi mengalami perubahan. Jika sebelumnya dijadwalkan mulai 11 Maret, kini jadwal tersebut bergeser menjadi 13–29 Maret 2026.

Perubahan tersebut juga sudah diperbarui pada papan informasi di Gerbang Tol (GT) IKN Seksi 1B yang sebelumnya mencantumkan tanggal 11–29 Maret.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menjelaskan bahwa perubahan jadwal tersebut terjadi karena menyesuaikan izin dari pemerintah pusat.

“Izin dari pusat, Pak,” ujar Yudi kepada Media Kaltim, Rabu (4/3/2026) malam.

Ia memastikan pihak BBPJN Kaltim telah melakukan penyesuaian pada papan informasi di gerbang tol agar masyarakat tidak lagi keliru terkait jadwal operasional fungsional tersebut.

“Sudah kami rubah,” jelasnya.

Dalam periode fungsional tersebut, ruas Tol Balikpapan–IKN akan dioperasikan untuk membantu kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

“Periode fungsional Tol IKN dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 dilaksanakan pada tanggal 13 sampai dengan 29 Maret 2026 dengan jam operasional pukul 06.00 hingga 18.00 Wita,” terangnya.

Dengan dibukanya akses tol ini, diharapkan perjalanan masyarakat menuju kawasan Ibu Kota Nusantara maupun daerah sekitarnya dapat berlangsung lebih lancar.

Selain itu, keberadaan jalur tol tersebut juga diproyeksikan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Nasional Mulawarman, yang selama ini menjadi jalur utama menuju kawasan IKN.

Untuk memudahkan pengguna jalan menemukan akses menuju tol, masyarakat dapat mencari lokasi “Akses Tol IKN 1B” melalui aplikasi Google Maps.

Adapun akses menuju Gerbang Tol IKN 1B dapat ditempuh melalui beberapa rute alternatif, yakni melalui Taman Tiga Generasi, Jalan Bhineka di depan Polda Kalimantan Timur, serta Jalan Sepinggan Baru.

Ketiga jalur tersebut terhubung langsung dengan Ring Road Balikpapan (Jalan Mukmin Faisal) yang menjadi akses utama menuju gerbang tol.

Selain melalui GT IKN 1B, masyarakat juga dapat memasuki Tol Balikpapan–IKN melalui Gerbang Tol Manggar, seperti yang telah diberlakukan pada masa operasional fungsional saat libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Pemerintah berharap pengoperasian sementara tol tersebut dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat selama libur Lebaran sekaligus meningkatkan konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara.(MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Budiman Ditangkap, Jasad Korban Ditemukan di Perkebunan Sawit

0
Tersangka Budiman (44) usai diamankan jajaran Polsek Bongan bersama barang bukti satu unit sepeda motor Honda Revo. (Ichal/MK)

SENDAWAR — Kepolisian Sektor (Polsek) Bongan, Polres Kutai Barat berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Rofiq (38) yang jasadnya ditemukan di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang pria bernama Budiman (44) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Pelaku ditangkap pada Jumat malam (27/2/2026) sekitar pukul 22.00 Wita di sebuah rumah kosong di wilayah Kecamatan Bongan. Saat penangkapan berlangsung, pelaku diketahui bersembunyi di dalam lemari es (kulkas) di rumah yang sudah sekitar satu bulan ditinggalkan pemiliknya pulang ke Sulawesi.

Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono melalui Kapolsek Bongan Iptu Muhammad Ridwan menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya seorang warga beberapa hari sebelumnya.

“Pengungkapan kasus tersebut setelah Polsek Bongan menerima laporan dari masyarakat terkait hilangnya seorang warga beberapa hari sebelumnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Bongan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan serangkaian langkah penyelidikan di lapangan,” ujar Iptu Muhammad Ridwan kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026).

Dari hasil penyelidikan intensif, petugas akhirnya mengarah kepada Budiman sebagai terduga pelaku. Tim kemudian bergerak cepat dan berhasil melakukan penangkapan.

Setelah diamankan, pelaku menjalani pemeriksaan awal dan akhirnya mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban serta membuang jasadnya di area kebun sawit milik warga.

Pengakuan tersebut disampaikan pelaku kepada polisi pada Sabtu pagi (28/2/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

“Berdasarkan pengakuan tersebut, anggota Polsek Bongan bersama tim langsung menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pencarian. Setelah menyisir area kebun sawit, petugas akhirnya menemukan jasad korban yang berada di antara semak-semak,” jelas Ridwan.

Petugas kemudian memasang garis polisi di lokasi penemuan jasad guna kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab kematian.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda Revo milik korban yang sebelumnya sempat digadaikan oleh pelaku kepada warga setempat dengan nilai Rp500 ribu.

Selain itu, pelaku juga diketahui mengambil uang tunai sekitar Rp4 juta yang berada di dalam tas korban serta handphone milik korban.

Kepada polisi, pelaku mengaku menggunakan uang tersebut untuk membeli minuman keras dan bersenang-senang.

Menurut keterangan sejumlah warga, pelaku memang dikenal sering membuat keributan di wilayah Bongan dan kerap mengonsumsi minuman keras.

Polisi bersama warga mengevakuasi jasad korban Rofiq (38) yang ditemukan di area perkebunan sawit Kecamatan Bongan. (Ichal/MK)

Korban sendiri diketahui bekerja sebagai pembeli besi tua di wilayah Kecamatan Bongan. Ia meninggalkan seorang istri dan anak yang tinggal di kampung halaman di Pulau Jawa.

“Kasihan anak istrinya sudah menunggu di rumah. Katanya sudah beli tiket untuk pulang ke Jawa, tapi malah pulang selamanya,” tulis seorang warganet yang mengenal korban melalui media sosial.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Bongan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif pembunuhan serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami akan menangani perkara ini secara serius dan profesional. Saat ini pelaku telah kami amankan dan proses penyidikan terus kami lakukan untuk mendalami motif serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” pungkasnya.(MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

PPPK Paruh Waktu Tetap Dapat THR Rp 2 juta

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan, bahwa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu juga akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Adapun besaran nominal yang mereka dapat yakni Rp 2 juta. Neni mengungkapkan, THR yang diberikan penting untuk melalui bulan suci Ramadan serta idulfitri 2026 ini.

“Walaupun hanya Rp 2 juta, lumayan untuk mereka beli ketupat menyambut lebaran,” pungkasnya, Rabu (4/3/2025).

Pemberian THR ini dilakukan, setelah pemkot melakukan pembahasan internal hingga dapat menetapkan besaran THR PPPK paruh waktu, yang tidak diberikan penuh setara gaji.

“Nominal ini sama seperti tahun lalu,” ujarnya

Sebanyak 1.452 PPPK paruh waktu akan menerima THR tersebut dengan total anggaran yang dikeluarkan Rp2,5 miliar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

25 Kasus Kemunculan Buaya Sepanjang 2025, Neni: Alarm Keras bagi Pemerintah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menggelar rapat terkait pembahasan penanganan buaya. (Ist). 

BONTANG – Ancaman kemunculan buaya di wilayah Kota Bontang kini menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Dilaporkan, sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 25 kasus kemunculan buaya di sejumlah wilayah, yang menunjukkan tren peningkatan dan tidak bisa lagi dianggap sepele.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa tingginya angka kemunculan buaya tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.

“Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tadi saya sudah rapat dengan dinas terkait untuk penanganannya. Buaya sudah ada di mana-mana, baik di darat maupun di laut. Sebisa mungkin kita harus selesaikan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Perhatian terhadap persoalan ini semakin menguat, setelah insiden penyerangan terhadap seorang anak berusia 12 tahun saat berenang di perairan rawa-rawa, Kelurahan Loktuan beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menambah daftar kasus dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Neni menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), serta Lurah Guntung dan Lurah Loktuan. Kedua wilayah itu dinilai rawan karena kerap terjadi kemunculan buaya dalam beberapa waktu terakhir.

Meski upaya sosialisasi dan penangkapan telah beberapa kali dilakukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait regulasi serta keterbatasan peralatan medis hewan untuk penanganan satwa liar.

Pemkot Bontang pun berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Samarinda, guna mempercepat proses evakuasi buaya yang dinilai meresahkan masyarakat.

“Pastinya kita upayakan untuk tetap berkoordinasi, agar proses percepatan evakuasi bisa dilakukan. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam