Beranda blog Halaman 42

Dinkes Bontang: Pasien Anak Meninggal Bukan Akibat DBD Murni, Ada Penyakit Penyerta

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati (kanan). (Syakurah)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menegaskan, bahwa seorang anak berusia 6 tahun yang meninggal dunia di RSUD Taman Husada pada Rabu (12/8/2026) lalu, tidak meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) semata. Namun juga akibat penyakit penyerta lainnya

Berdasarkan laporan medis yang diterima, pasien memiliki penyakit penyerta yang memicu terjadinya komplikasi.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan pihaknya telah menerima laporan resmi dari RSUD Taman Husada pada Kamis (13/8/2026) terkait kronologi penanganan pasien.

“Pasien didiagnosis DBD dan memiliki penyakit penyerta. Sebelumnya pasien telah menjalani perawatan di rumah sakit lain selama kurang lebih lima hari sebelum dirujuk ke RSUD, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Selama menjalani perawatan, pasien disebut telah memperoleh penanganan medis sesuai kondisi klinisnya, dan terus dipantau oleh tim medis. Namun, berdasarkan laporan yang diterima Dinkes, kondisi pasien mengalami komplikasi yang berkaitan dengan penyakit penyerta, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Toetoek menegaskan, kasus tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kematian akibat DBD murni.

“Kalau sudah didiagnosis DBD tentu trombositnya mengalami penurunan. Tetapi untuk kematian DBD dengan jumlah trombosit yang masih di atas 100 ribu, itu bukan alasan menjadi penyebab kematian murni karena DBD,” jelasnya.

Meski demikian, Dinkes tidak mengungkap jenis penyakit penyerta yang diderita pasien dengan alasan menghormati privasi pasien dan keluarganya.

“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga pasien. Kami juga menghormati privasi pasien dan keluarga, sehingga tidak dapat menyampaikan informasi medis yang bersifat pribadi,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Vokasi Industri D3 Pupuk Kaltim, Siapkan 24 Putra Putri Fakfak Jadi SDM Andal

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menggelar Program Vokasi Diploma 3 (D3) dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing, khususnya di kawasan timur Indonesia. Sebanyak 24 peserta dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat, akan mengikuti program untuk ditempa menjadi tenaga andal sesuai kebutuhan industri.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pupuk Kaltim, Bambang Haryanto, mengatakan program ini merupakan bentuk kesinambungan komitmen perusahaan dalam membangun kualitas SDM daerah, sekaligus mempersiapkan generasi muda memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Program ini hasil kerja sama Pupuk Kaltim dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), melalui Politeknik ATI Makassar. Pendidikan dirancang dengan konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung di lingkungan industri Pupuk Kaltim.

“Pendekatan vokasi memberi keseimbangan antara kompetensi akademik dan keterampilan praktis. Para peserta akan memperoleh pengalaman terkait standar kerja, kedisiplinan, hingga kompetensi teknis yang dibutuhkan industri,” terang Bambang, saat pelepasan peserta di Kantor Bupati Fakfak, Papua Barat, Kamis (6/8/2026).

Dijelaskan Bambang, proses seleksi dilaksanakan pada Juli 2026, dengan total 102 calon yang diundang dari berbagai kampung di Kabupaten Fakfak. Dari jumlah tersebut, akhirnya 24 peserta dinyatakan lolos sesuai kuota yang tersedia.

Sebelum memulai perkuliahan, seluruh peserta diberangkatkan menuju Makassar, untuk mengikuti pendidikan bela negara selama 10 hari, yang berfokus pada pembinaan mental dan fisik. Setelah itu, peserta akan mulai perkuliahan di Politeknik ATI Makassar sebagai bagian dari Program Vokasi D3 Pupuk Kaltim.

“Selama menjalani pendidikan, peserta akan memperoleh pembelajaran berdasarkan kurikulum vokasi yang diarahkan untuk membentuk kompetensi teknis dan profesional sesuai kebutuhan industri,” tandas Bambang.

Setelah pembekalan teori di ATI Makassar, seluruh peserta baru ditempatkan di berbagai unit kerja Pupuk Kaltim untuk mengikuti praktik langsung dunia industri. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah dalam memperkuat kesiapan peserta saat memasuki dunia kerja.

Hal ini sekaligus menjadi upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda daerah, dengan menciptakan kesinambungan antara pengembangan SDM dan kebutuhan pembangunan industri di kawasan Timur Indonesia.

“Kami harap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, menyelesaikan pendidikan sesuai target, dan nanti kembali berkontribusi bagi pembangunan Fakfak maupun kemajuan industri,” tambah Bambang.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan, yang melepas langsung para peserta menegaskan program vokasi Pupuk Kaltim merupakan kesempatan berharga yang tidak dimiliki semua orang. Untuk itu, Samaun meminta peserta mengikuti pendidikan dengan baik sebagai bekal membangun masa depan.

Terlebih pembangunan kawasan industri harus diikuti kesiapan masyarakat agar putra-putri daerah dapat mengambil peran secara optimal. Pendidikan dan peningkatan kompetensi menjadi fondasi penting, agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi bagian dari perkembangan industri di daerah.

“Hari ini Pupuk Kaltim menerima kalian, dan ini adalah peluang yang tidak boleh disia-siakan. Masa depan sudah terbuka, tinggal bagaimana kita membentuk diri sendiri karena tidak semua orang memiliki kesempatan ini,” ujar Samaun.

Samaun juga menyampaikan apresiasi kepada Pupuk Kaltim yang secara berkelanjutan memberikan perhatian terhadap pengembangan SDM putra-putri Fakfak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan dunia industri menjadi langkah penting dalam menciptakan SDM lokal yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan.

Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Fakfak dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten, guna menghadapi pembangunan kawasan industri pupuk yang akan hadir. Dia pun berharap seluruh peserta mampu menyelesaikan pendidikan dan kelak menjadi tenaga profesional yang dapat berkarier di sektor industri.

“Harapan kami, kalian semua bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diberikan. Jadilah tenaga profesional yang nantinya bisa berkarier di Pupuk Kaltim maupun sektor industri lainnya,” pesan Samaun Dahlan.(adv/MK)

SMP Vidatra Terdampak MBG, Kepsek: Siapa Tanggung Jawab Biaya Perawatan Siswa?

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb13agt2026/mobile/

Ulang Tahun yang Istimewa

0

Ulang tahun saya hari ini, Kamis (13/8), terasa istimewa.

Sebenarnya saya dan istri sudah sepakat, tahun ini tidak perlu saling memberi hadiah ulang tahun. Tanggal ulang tahun kami berdekatan. Istri saya, Rini Ernawati, 8 Agustus. Saya 13 Agustus. Hanya selisih lima hari.

Saat ulang tahun istri 8 Agustus lalu, saya tetap memberikan buket bunga dan kue ulang tahun. Kebetulan bertepatan dengan acara arisan keluarga. Jadi sekalian kami rayakan sederhana bersama keluarga.

Lima hari kemudian, hari ini, giliran saya ulang tahun.

Pagi tadi, istri tiba-tiba menyampaikan pesan di grup karyawan Media Kaltim Network. Ia meminta waktu sekitar 30 menit agar pekerjaan dihentikan sebentar.

“Mohon maaf minta waktunya sebentar, 30 menit aja dulu untuk share hadiah dari teman-teman untuk Bapak. Silakan Mbak Emi untuk di-share. Buat video yang ter… menurut penilaian Bapak akan mendapat tanda terima kasih.”

Saya baru tahu ternyata sebelumnya istri sudah meminta HRD kami, Helmyani—yang biasa dipanggil Emi—untuk mengumpulkan video ucapan dari teman-teman di seluruh daerah.

Pagi tadi, satu per satu videonya mulai dibagikan di grup.

Saya pikir awalnya hanya ucapan ulang tahun biasa. Ternyata mereka membuatnya macam-macam.

Saya tonton satu per satu.

Ada yang mengambil gambar di beberapa lokasi. Ada yang membuatnya seperti liputan televisi. Ada yang menampilkan suasana kota, kantor, sampai aktivitas sehari-hari. Ada yang seluruh anggota timnya ikut tampil. Ada juga yang membuat jalan cerita sendiri.

Samarinda termasuk yang paling serius. Lokasinya berpindah-pindah. Ada alur cerita. Memasukkan aktivitas dan produk Media Kaltim, kemudian semuanya dirangkai melalui editing yang rapi. Tidak hanya berdiri di depan kamera lalu mengucapkan selamat ulang tahun.

Balikpapan juga digarap serius. Ada visual kota dari udara, dokumentasi kegiatan, beberapa orang terlibat, pergantian gambar, sampai grafis khusus di bagian akhir. Terlihat sekali proses produksinya.

Bontang memilih cara berbeda. Videonya tidak panjang. Teman-teman tampil bergantian, menyampaikan ucapan masing-masing, kemudian ditutup bersama. Singkat, kompak.

PPU membuatnya seperti sedang liputan. Ada pengambilan gambar di luar ruangan, pembawa acara, grafis, dan beberapa materi yang disisipkan. Konsepnya cukup unik.

Kutai Timur juga punya cerita sendiri. Kepala Biro Kutim Ramlah tidak hanya menyampaikan ucapan, tetapi membuat alur cerita dari awal sampai akhir.

Teman-teman dari daerah lain juga tidak kalah. Ada yang mengambil lokasi khusus, ada yang mengandalkan kekompakan tim, ada yang lucu, dan ada yang sederhana.

Saya malah jadi serius menilainya.

Akhirnya benar-benar saya jadikan lomba kecil-kecilan.

Samarinda menjadi juara pertama dan mendapat Rp1 juta. Balikpapan juara kedua Rp750 ribu. Bontang juara ketiga Rp500 ribu. PPU juara keempat Rp400 ribu.

Kutim mendapat apresiasi khusus untuk kreativitas sebesar Rp300 ribu karena videonya punya cerita sendiri. Sedangkan yang belum masuk empat besar tetap mendapat Rp200 ribu sebagai apresiasi.

Jadinya, saya yang ulang tahun, saya juga yang membagikan hadiah.

Tidak apa-apa. Teman-teman sudah repot membuat video. Ada yang mengambil gambar di beberapa lokasi, membuat konsep khusus, melibatkan satu tim, sampai mengeditnya dengan serius. Semua dikerjakan di sela pekerjaan mereka.

Itu yang saya hargai.

Terima kasih untuk istri saya yang punya ide ini, Helmyani yang mengoordinasikan, serta seluruh teman-teman Media Kaltim Network di berbagai daerah yang sudah membuat video.

Terima kasih juga untuk teman-teman di grup WhatsApp di luar Media Kaltim yang ikut memberikan ucapan dan doa. Termasuk yang mengirimkan ucapan lewat japri. Semuanya saya baca satu per satu.

Terima kasih atas perhatian, ucapan, dan doanya. Semoga doa-doa baik itu kembali kepada kita semua.

Ulang tahun ke-48 kali ini benar-benar istimewa.

13 Agustus 2026

Oleh: Agus Susanto

Kronologis Tabrakan Beruntun 4 Truk di Jalan Poros Bontang – Samarinda

0
Tangkapan Layar Kecelakaan di Poros Samarinda Bontang yang melibatkan 4 truk. (ist)

BONTANG – Kecelakaan beruntun melibatkan empat truk terjadi di Jalan Poros Bontang–Samarinda Kilometer 70, tepatnya di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (12/8) malam sekitar pukul 19.00 Wita.

Insiden yang sempat menghambat arus lalu lintas itu, mengakibatkan seorang pengemudi mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Empat kendaraan yang terlibat masing-masing truk Hino 500 warna putih KT 8110 ZU, truk Hino biru KT 8971 LU, serta dua truk Hino merah yang mengangkut tabung LPG, salah satunya bernomor polisi KT 8356 RO.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari kepolisian, kecelakaan bermula saat truk Hino 500 yang melaju dari arah Samarinda menuju Bontang melintas di ruas jalan menurun. Diduga kendaraan hilang kendali, hingga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk Hino biru yang datang dari arah Bontang.

Benturan keras tersebut membuat truk Hino putih terus melaju dan menghantam truk pengangkut LPG yang berada di depannya. Akibat dorongan tersebut, truk kemudian menabrak satu truk LPG lainnya sehingga terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan empat kendaraan sekaligus.

Salah seorang sopir truk pengangkut LPG, berinisial Am, mengalami luka berat akibat kejadian tersebut. Petugas dari Pospol Prangat bersama tim gabungan melakukan evakuasi korban, sebelum dibawa ke rumah sakit di Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah faktor seperti kondisi jalan yang menurun, beban muatan kendaraan, hingga rangkaian benturan masih menjadi bahan pendalaman.

“Kami masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses pendalaman, sehingga kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta di lapangan terverifikasi,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pawai Kemerdekaan Samarinda Ditiadakan, Anggaran hingga Rp2,5 Miliar Dialihkan

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan kebijakan peniadaan pawai tingkat kota dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Foto: Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda meniadakan pawai tingkat kota dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kebijakan tersebut diperkirakan menghemat anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar.

Anggaran yang biasanya digunakan untuk panggung dan pelaksanaan pawai akan dialihkan ke kebutuhan yang dinilai lebih mendesak dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari efisiensi belanja pemerintah daerah, terutama untuk kegiatan seremonial.

“Kami juga menyayangkan, tapi kan kita sudah sepakat untuk mengurangi acara-acara seremonial, tanpa mengurangi sakral dan meriahnya acara Dirgahayu ke-81,” ujar Andi Harun, Selasa (11/8/2026).

Menurut Andi Harun, menghabiskan anggaran hingga Rp2,5 miliar untuk pawai dinilai kurang tepat di tengah kondisi fiskal saat ini.

Dana tersebut akan dialihkan untuk sejumlah kebutuhan prioritas, mulai pembayaran utang hingga pembiayaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kan sayang kalau habis sampai Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk kegiatan pawai. Kalau lagi uang ada, uang banyak, ya kita akan tetap laksanakan,” terangnya.

Meski pawai tingkat kota ditiadakan, peringatan HUT ke-81 RI tetap berlangsung di Samarinda. Pemkot memilih mendorong kemeriahan perayaan kemerdekaan langsung ke tingkat kelurahan.

Berbagai kegiatan dan perlombaan digelar dengan melibatkan masyarakat serta pelaku UMKM.

“Kita sekarang alihkan ke kelurahan supaya mereka meriah semua dengan berbagai macam lomba dan diikutsertakan UMKM,” katanya.

Menurut Andi Harun, kegiatan di sejumlah kelurahan sudah berjalan dan akan terus berlangsung menjelang puncak peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.

“Saat ini sedang berlangsung, sudah berlangsung di masing-masing kelurahan. Biarlah di kelurahan yang ramai,” tambahnya.

Dengan pola tersebut, Pemkot ingin semangat perayaan kemerdekaan tetap terasa tanpa harus mengeluarkan anggaran besar untuk satu kegiatan seremonial di tingkat kota.

Andi Harun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sebelumnya menantikan pawai HUT RI. Ia berharap kondisi keuangan daerah memungkinkan kegiatan tersebut kembali digelar tahun depan.

“Saya minta maaf, saya mohon pengertian masyarakat bahwa untuk tahun ini kemungkinan kita tiadakan dalam rangka efisiensi. Mudah-mudahan, mohon doanya tahun depan kita bisa adakan lagi,” tutupnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

PAD Samarinda Didorong Rp1,5 Triliun, Andi Harun Pastikan Tak Bebani Masyarakat

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan keterangan terkait penyusunan RAPBD Samarinda 2027. (Foto: Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 dengan postur sekitar Rp3,3 triliun. Di tengah keterbatasan fiskal, efisiensi belanja tetap dilanjutkan.

Sementara DPRD Samarinda mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditingkatkan hingga Rp1,5 triliun. Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan peningkatan pendapatan tidak boleh dilakukan dengan menambah beban masyarakat.

Proyeksi tersebut disampaikan dalam Pemaparan Anggaran 2027 antara Pemkot Samarinda dan DPRD, Selasa (11/8/2026). Sebelumnya, pembahasan dilakukan melalui rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Dalam rancangan awal, PAD Samarinda pada 2027 diproyeksikan sekitar Rp1,3 triliun, meningkat dari rencana sebelumnya sekitar Rp1,2 triliun. Sementara pendapatan transfer diperkirakan mencapai Rp2,1 triliun.

Dengan komposisi tersebut, postur RAPBD Samarinda 2027 berada di kisaran Rp3,3 triliun.

DPRD Samarinda masih melihat adanya ruang untuk meningkatkan PAD. Target tersebut didorong hingga Rp1,5 triliun.

Andi Harun menyambut positif dorongan tersebut. Menurutnya, peningkatan target menjadi tantangan kepada pemerintah untuk bekerja lebih optimal menggali potensi pendapatan daerah.

“Naik menjadi Rp1,3 triliun, berarti kurang lebih bertambah sekitar Rp96 miliaran kan. Saya kira kita ambil sisi positifnya. Artinya di balik usulan pertambahan itu, ada keinginan DPRD agar pemerintah itu bekerja lebih giat lagi,” jelas Andi Harun.

Namun, peningkatan PAD tidak boleh ditempuh dengan kebijakan yang justru menekan masyarakat. Salah satunya melalui kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Selama daya beli masyarakat belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, maka seluruh beban-beban yang bisa berakibat kepada masyarakat akibat naiknya pendapatan kita harus hindari,” tegasnya.

Di sisi belanja, Pemkot Samarinda tetap menerapkan efisiensi dalam penyusunan RAPBD 2027. Kebijakan tersebut sejalan dengan arah kebijakan ekonomi makro nasional serta arahan Kementerian Dalam Negeri.

Efisiensi terutama menyasar kegiatan operasional yang tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Efisiensi perjalanan dinas masih berlangsung, efisiensi makan minum juga masih berlangsung, efisiensi belanja-belanja lain yang tidak menghasilkan dampak langsung pada masyarakat,” jelasnya.

Sementara belanja prioritas tetap dipertahankan. Pemkot akan mendahulukan belanja mandatori, terutama pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta program kerakyatan Probebaya.

Langkah tersebut dilakukan agar keterbatasan fiskal tidak mengurangi pelayanan maupun program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Andi Harun juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi Samarinda. Pertumbuhan ekonomi tercatat 6,22 persen, sedangkan PDRB per kapita mencapai Rp123,22 juta.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Samarinda mencapai 85 persen dan disebut menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur.

Menurut Andi Harun, struktur perekonomian Samarinda juga mulai bergeser ke sektor yang lebih beragam dan tidak terlalu bergantung pada sumber daya alam maupun pertambangan.

“Kita sudah mulai bergeser ke konstruksi, jasa, dan perdagangan. Ini menunjukkan usia ekonomi jangka panjang yang makin sehat,” tutup Andi Harun.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

SMK Go Global Buka Kuota 40 Ribu Peserta, Ini Syarat Pendaftarannya

0
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin. (Foto: ANTARA/HO-KP2MI)

JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran tahap pertama Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global untuk 40 ribu peserta.

Pendaftaran dibuka mulai Rabu (12/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan program tersebut disiapkan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

“Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan yang dibutuhkan oleh pasar kerja global,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Program SMK Go Global dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja di sejumlah sektor prioritas. Di antaranya kesehatan, hospitality atau jasa pelayanan, manufaktur, transportasi, konstruksi, agrikultur, pelayaran dan kelautan, hingga bahasa asing.

Peserta tidak hanya memperoleh pelatihan keterampilan teknis. Mereka juga akan dibekali kemampuan bahasa, pemahaman budaya, disiplin kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.

Pembekalan tersebut diperlukan agar peserta memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan sosial di negara tujuan.

Calon peserta harus berusia minimal 18 tahun. Sejumlah dokumen juga wajib dilengkapi, antara lain fotokopi Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan terdekat.

Pendaftar juga harus menyertakan surat pernyataan kesanggupan mengikuti program peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Selain itu, peserta wajib melampirkan surat pernyataan berminat bekerja ke luar negeri, surat izin orang tua, wali, suami atau istri, serta fotokopi ijazah pendidikan terakhir.

Dokumen keterampilan teknis, kemampuan bahasa, maupun pengalaman pada bidang pekerjaan yang dipilih dapat turut dilampirkan, tetapi tidak bersifat wajib.

Peserta juga diharapkan memiliki kartu kuning atau AK-1 maupun surat keterangan pencari kerja dari dinas yang menangani ketenagakerjaan di daerah masing-masing.

Informasi mengenai persyaratan, jenis pelatihan, jadwal, mekanisme pendaftaran, dan ketentuan program dapat diperoleh melalui kanal resmi KP2MI maupun 23 Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di seluruh Indonesia.

Mukhtarudin mengingatkan masyarakat hanya menggunakan informasi yang berasal dari kanal resmi pemerintah agar terhindar dari informasi keliru maupun pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk masyarakat yang berminat, silakan mengikuti informasi resmi yang disampaikan KP2MI maupun BP3MI. Jangan menggunakan informasi dari sumber yang tidak resmi,” katanya.

Pemerintah, lanjut Mukhtarudin, ingin proses pendaftaran berlangsung transparan dan mudah diakses serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

“ Kami ingin seluruh proses pendaftaran berlangsung secara transparan, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan,” pungkasnya. (ANT/KN)

Editor: Agus S

Baru Setengah Hari Dibuka, Tiket VIP Slank di Sangatta Habis

0
Pengumuman tiket Presale VIP Rame-Rame-in Fest 2026 yang menghadirkan Slank di Stadion Kudungga, Sangatta, telah sold out. (Foto: Instagram @ramerameinfest)

SANGATTA – Antusiasme Slankers menyambut konser Slank di Sangatta mulai terlihat. Baru setengah hari dibuka, tiket Presale VIP Rame-Rame-in Fest 2026 langsung ludes.

Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Rame-Rame-in Fest, Rabu (12/8/2026). Panitia menyebut tiket Presale VIP telah resmi sold out.

“Presale VIP habisss dalam setengah hari,” tulis panitia.

Slank dijadwalkan tampil dalam Rame-Rame-in Fest 2026 yang digelar di Stadion Kudungga, Sangatta, Kutai Timur, 3 Oktober 2026.

Band yang digawangi Kaka, Bimbim, Abdee, Ivanka, dan Ridho tersebut menjadi special performance dalam festival yang digelar SUNIC ID Project bersama Media Kaltim.

Tiket presale mulai dijual 11 Agustus 2026. Untuk kategori VIP, harga presale dipatok Rp250 ribu. Sementara tiket Festival dijual Rp135 ribu.

Ludesnya tiket VIP hanya dalam setengah hari menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan Slank secara langsung di Sangatta.

Slank sendiri memiliki basis penggemar yang kuat di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur. Sejumlah lagu seperti Terlalu Manis, Ku Tak Bisa, Virus, hingga Kamu Harus Pulang telah melekat di kalangan Slankers.

Untuk calon penonton yang belum mendapatkan tiket VIP, kesempatan masih terbuka. Panitia memberikan sinyal akan membuka presale tahap berikutnya sebelum penjualan tiket reguler dimulai.

“Kira-kira mau gak ya kalau Rin buka presale selanjutnya aja sebelum buka yang reguler?” tulis panitia melalui akun Instagram resminya.

Jika penjualan berlanjut ke harga reguler, tiket Festival dibanderol Rp175 ribu dan VIP Rp300 ribu.

Rame-Rame-in Fest 2026 juga masih menyimpan kejutan. Selain Slank, dua penampil lainnya belum diumumkan kepada publik.

Festival tersebut turut melibatkan Media Kaltim, Radar Kutim, dan Event Nusantara. Gelaran ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda hiburan musik terbesar di Kutai Timur tahun ini.

Slank memang baru akan naik panggung pada 3 Oktober. Namun, antusiasme Slankers sudah terlihat sejak penjualan tiket dibuka.

Presale VIP habis hanya dalam setengah hari. Kini Slankers tinggal menunggu dibukanya penjualan tahap berikutnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Pulau Miang Jadi Lokasi Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut

0
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal. (Hadi Winata/MKN)

SAMARINDA – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur akan berlangsung berbeda. Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim berencana mengibarkan Merah Putih di bawah laut Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, pada 17 Agustus 2026.

Bendera akan dibentangkan pada kedalaman sekitar 5 hingga 10 meter. Pengibaran tersebut direncanakan berlangsung bersamaan dengan kemunculan hiu paus (Rhincodon typus) yang hidup di perairan Pulau Miang.

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. Pengibaran Merah Putih di bawah laut sekaligus digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Miang ke tingkat nasional.

“Ya, kami memang ada rencana melaksanakan pengibaran bendera di bawah laut. Bukan gaya-gayaan, tapi ini berhubungan dengan pariwisata dan untuk promosi-promosi pariwisata,” ujar Faisal, Selasa (11/8/2026).

Pulau Miang dipilih karena memiliki potensi wisata bahari, termasuk keberadaan hiu paus. Dispar Kaltim ingin destinasi tersebut semakin dikenal wisatawan dari dalam maupun luar Kaltim.

“Kita rencana mengadakan kenaikan bendera di bawah laut di Pulau Miang. Tapi nanti yang spesialnya adalah menaikkan bendera bersama hiu tutul, hiu paus istilahnya di sana,” katanya.

Selama ini, kemunculan hiu paus di Kaltim lebih dikenal berada di kawasan Talisayan, Kabupaten Berau. Namun, mamalia laut berukuran besar tersebut juga ditemukan di perairan Pulau Miang.

“Kami ingin promosikan Kaltim, kedua promosi Pulau Miang sebagai salah satu destinasi wisata. Pulau Miang juga ada hiu tutul yang bagus. Bahkan informasi di sana ada enam sampai tujuh, selain yang kita punya di Talisayan,” jelas Faisal.

Pengibaran Merah Putih akan melibatkan sekitar 12 penyelam. Mereka akan turun hingga kedalaman 5–10 meter.

Dispar Kaltim berharap hiu paus muncul ketika prosesi berlangsung sehingga dapat menjadi bagian dari momentum peringatan kemerdekaan.

“Saat kenaikan bendera atau pengibaran bendera itu kami akan coba panggil hiu tutul untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan kita,” ungkap Faisal.

Namun, pelaksanaan kegiatan sangat bergantung pada kondisi alam. Gelombang, cuaca, hingga kemunculan hiu paus menjadi faktor yang tidak dapat dipastikan.

“Tantangannya pasti alam. Mudah-mudahan tidak ada gelombang besar, mudah-mudahan tidak ada badai dan yang terakhir mudah-mudahan hiunya ada,” ujarnya.

Dispar Kaltim telah menyiapkan skenario alternatif apabila kondisi laut tidak memungkinkan atau hiu paus tidak muncul. Pengibaran tetap dilaksanakan di titik lain yang memiliki kekayaan biota laut.

“Kami siapkan juga plan B. Mudah-mudahan nanti ketika ini gagal kami siapkan satu titik spot yang memang ikannya beranekaragam dan banyak, sehingga kami menaikkan bendera bersama ikan-ikan. Ini untuk alternatif, sehingga kami yang sudah datang ke sana tidak sia-sia,” kata Faisal.

Keberadaan hiu paus di Pulau Miang juga mulai membuka peluang ekonomi untuk masyarakat pesisir. Warga dapat terlibat dalam kegiatan wisata sebagai pemandu, operator perahu, hingga penyedia homestay, kuliner, dan suvenir.

Perahu nelayan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas perikanan juga berpeluang menjadi sumber pendapatan tambahan dengan melayani wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari Pulau Miang.

Dispar Kaltim berharap promosi melalui momentum 17 Agustus dapat meningkatkan perhatian wisatawan terhadap Pulau Miang sekaligus memperluas manfaat ekonomi yang diterima masyarakat setempat.

“Bukan gaya-gayaan. Ini bentuk promosi wisata ke kancah nasional, dan juga menghidupkan kembali peluang ekonomi kreatif masyarakat Desa Pulau Miang,” tutup Faisal.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.