Beranda blog Halaman 368

Dana Rp250 Juta per RT Dikebut di Akhir Tahun, Bupati Kutim Ingatkan Risiko Administrasi

0
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Program bantuan dana sebesar Rp250 juta per RT di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi sorotan seiring pelaksanaannya yang dikebut menjelang tutup tahun anggaran. Di tengah waktu yang kian sempit, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan agar percepatan penyerapan anggaran tidak mengorbankan aspek pengawasan dan akuntabilitas.

Ardiansyah meminta para camat dan kepala desa benar-benar mengawal pelaksanaan program tersebut hingga ke tingkat RT. Ia mengingatkan bahwa persoalan administrasi yang belum tuntas di sejumlah RT berpotensi menghambat pencairan dana, bahkan dapat memicu masalah hukum di kemudian hari.

Penegasan itu disampaikan Bupati saat penyerahan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) di Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar, yang dirangkai dengan dialog bersama para ketua RT.

“Waktunya memang terbatas, tetapi kualitas pekerjaan dan kelengkapan administrasi tidak boleh diabaikan,” tegas Ardiansyah.

Ia mengakui, hingga kini masih terdapat RT yang belum dapat mencairkan anggaran karena terkendala administrasi. Kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya kesiapan teknis di tingkat bawah, meski program dana RT telah berjalan cukup lama dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah.

Untuk mengejar ketertinggalan, Ardiansyah menginstruksikan pemerintah desa segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), serta melibatkan Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keterlibatan aparat pengawasan di tahap akhir tahun anggaran tetap menyimpan risiko apabila tidak dibarengi perencanaan yang matang sejak awal.

Selain bantuan dana tunai, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menyalurkan kendaraan roda dua kepada para ketua RT. Ardiansyah menekankan bahwa kendaraan tersebut merupakan aset daerah yang wajib dijaga dan dipertanggungjawabkan.

“Motor itu aset negara. Jangan sampai rusak atau hilang, karena nanti bisa menjadi masalah,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program dana RT akan menjadi tolok ukur pembangunan di tingkat desa dan kelurahan. Namun tanpa pelaporan yang tertib serta pengawasan yang ketat, program bernilai ratusan juta rupiah per RT tersebut berpotensi meninggalkan persoalan serius, baik secara administratif maupun hukum.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan program dana RT tetap dilanjutkan sebagai bagian dari kebijakan unggulan daerah. Meski demikian, tuntutan transparansi, ketertiban administrasi, dan evaluasi menyeluruh menjadi keharusan agar percepatan pembangunan benar-benar berdampak positif dan tidak berubah menjadi beban masalah di kemudian hari. (ramlah)

Editor: Agus S

Wapres Gibran: Generasi Muda Harus Ambil Peran dalam Pembangunan IKN

0
Wapres Gibran bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di halaman Restoran Kampung Kecil, kawasan IKN. (Dok. OIKN)

NUSANTARA – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penegasan itu disampaikan Wapres dalam keterangannya usai melakukan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah proyek strategis di IKN, Selasa (30/12/2025).

Gibran menyampaikan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan pembangunan IKN secara berkelanjutan. Komitmen tersebut, kata dia, telah ditegaskan Presiden dalam berbagai kesempatan sebagai agenda strategis nasional.

“Hari ini saya meninjau langsung beberapa proyek strategis di IKN untuk memastikan seluruh pembangunan berjalan sesuai target dan sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025,” ujar Wapres.

Menurut Gibran, pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur pemerintahan, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa keberadaan IKN diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus membuka ruang partisipasi luas bagi generasi muda.

“Pembangunan IKN ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, juga menarik minat anak-anak muda terbaik Indonesia untuk ikut terlibat langsung membangun dan mengembangkan IKN,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres di sela-sela agenda makan siang di Restoran Kampung Kecil yang berada di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Di halaman restoran, Gibran menerima pemaparan langsung mengenai progres pembangunan infrastruktur penunjang IKN.

Wapres mendapat penjelasan dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti serta Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono terkait perkembangan pembangunan jalan dan sejumlah sekolah yang tengah dikerjakan di sekitar kompleks Rumah Susun Aparatur Sipil Negara (ASN) 1.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana, sekaligus menegaskan bahwa ibu kota baru Indonesia dibangun sebagai ruang kolaborasi lintas generasi, dengan anak muda sebagai salah satu motor penggerak utamanya. (riz)

Editor: Agus S

ETLE Bontang Menilang 350 Pengendara, Pelanggaran Lampu Merah dan Sabuk Pengaman Paling Dominan

0
Kasat Lantas Polres Bontang (tengah), AKP Purwo Asmadi. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Penegakan hukum lalu lintas berbasis kamera melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Bontang mulai menunjukkan hasil nyata. Sejak dioperasikan beberapa bulan terakhir pada 2025, sebanyak 350 pengendara telah dikenai tilang elektronik, dengan pelanggaran terbanyak berupa menerobos lampu merah dan tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara roda empat.

Kapolres Bontang, Widho Anriano, melalui Kasat Lantas Polres Bontang, Purwo Asmadi, menjelaskan bahwa sistem ETLE yang terpasang telah merekam sekitar 493 ribu pengendara yang tertangkap kamera melakukan pelanggaran.

Dari jumlah tersebut, setelah melalui proses pemilahan, konfirmasi, dan validasi data kendaraan, Satlantas Polres Bontang menetapkan 350 pelanggar untuk ditindak melalui tilang elektronik. Sebagian besar pelanggar telah menerima konfirmasi dan melakukan pembayaran denda langsung melalui Bank BRI.

“Pengendara yang tertilang ETLE kami konfirmasi dan validasi, kemudian diarahkan untuk melakukan pembayaran melalui Bank BRI. Pelanggaran yang paling dominan adalah menerobos lampu merah dan tidak menggunakan sabuk pengaman,” ujar AKP Purwo Asmadi, Selasa (30/12/2025).

Saat ini, sistem ETLE di Bontang terpasang di tiga titik strategis, yakni di Jalan R. Suprapto atau Simpang Tiga Ramayana, Jalan Jenderal Soedirman di sekitar Disporparekraf, serta di Jalan Bhayangkara. Keberadaan ETLE diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Aksi Hari Kedua, Ribuan Buruh Geruduk Jakarta Desak Revisi UMSK Jawa Barat 2026

0
Ribuan buruh dari Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat kembali memadati Jakarta dalam aksi unjuk rasa lanjutan pada Selasa (30/12/2025). Massa bergerak menuju kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk menuntut pengembalian besaran Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2026 yang dinilai telah diubah oleh pemerintah provinsi.

Aksi tersebut merupakan hari kedua demonstrasi yang digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Ribuan buruh dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat dilaporkan datang ke Jakarta menggunakan sepeda motor secara beriringan.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut jumlah kendaraan roda dua yang masuk ke Jakarta mencapai ribuan unit. “Hari ini sekitar 5.000 sampai 10.000 motor dari seluruh Jawa Barat masuk ke Jakarta. Aksi ini adalah aksi damai dan konstitusional,” ujar Said Iqbal di sela aksi.

Dalam demonstrasi hari kedua ini, buruh membawa satu tuntutan utama, yakni pengembalian nilai UMSK 2026 di 19 kabupaten/kota di Jawa Barat yang dinilai telah diubah, dihapus, atau dikurangi. Menurut Said, rekomendasi UMSK yang telah disepakati di tingkat kabupaten dan kota semestinya tidak diubah kembali di tingkat provinsi.

“Satu tuntutan kami jelas, kembalikan nilai kenaikan UMSK 2026 di 19 kabupaten dan kota se-Jawa Barat sesuai rekomendasi bupati dan wali kota,” tegasnya.

KSPI menilai perubahan tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, selain menggelar aksi massa, KSPI dan Partai Buruh juga menyiapkan langkah hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Said Iqbal menegaskan, aksi unjuk rasa akan terus berlanjut apabila tuntutan buruh tidak direspons oleh pemerintah pusat. “Jika pemerintah pusat tidak meminta Gubernur Jawa Barat mengembalikan UMSK tersebut, maka aksi akan berlanjut. Setelah Lebaran, kami akan turun lagi. Aksi ini akan terus dilakukan sampai peraturan pemerintah dipatuhi,” tegasnya.

Aksi buruh di kawasan Patung Kuda berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan berjalan tertib. Massa buruh menyatakan akan tetap mengedepankan aksi damai sembari menunggu respons konkret dari pemerintah terkait tuntutan revisi kebijakan UMSK Jawa Barat 2026. (fj)

Editor: Agus S

Jelang Sore di IKN, Wapres Gibran Tinjau Istana Wakil Presiden yang Hampir Rampung 100 Persen

0
Wapres Gibran saat tiba di kawasan Istana Wakil Presiden di IKN. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Menjelang sore hari, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka tiba di kawasan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek strategis tersebut kini mencatat progres pembangunan yang nyaris sempurna, yakni mencapai 99,82 persen.

Kedatangan Wapres disambut suasana yang cukup ramai oleh jajaran pejabat dan pihak terkait yang mendampingi peninjauan. Di pelataran istana, Gibran langsung menerima pemaparan mengenai kondisi terkini pembangunan istana yang menjadi pusat aktivitas Wakil Presiden di ibu kota baru tersebut.

Penjelasan teknis disampaikan oleh Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur, Evry Meiliala, selaku unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Ia menyampaikan bahwa secara umum pembangunan kawasan Istana Wakil Presiden telah memasuki tahap akhir.

“Izin Pak Wapres, pembangunan kawasan Istana Wakil Presiden ini sudah nyaris 100 persen,” ujar Evry saat memberikan penjelasan di lokasi.

Secara struktur bangunan maupun penataan lanskap, kawasan istana terlihat hampir sempurna. Sejumlah elemen utama telah rampung, mulai dari bangunan istana, kediaman Wakil Presiden, pendopo, mess Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), kandang K9, bangunan penunjang, hingga lapangan mini. Seluruh fasad bangunan juga telah terlihat utuh dan siap difungsikan.

Meski demikian, masih terdapat pekerjaan minor yang tersisa, khususnya pada area penghijauan di bagian depan dan bawah kawasan istana. Di beberapa titik, kupasan tanah pada lereng masih tampak dan memerlukan penyempurnaan taman sebagai bagian dari penataan akhir kawasan.

Evry menjelaskan, meskipun terdapat deviasi sekitar 0,180 persen dari target, hal tersebut tidak mengganggu kesiapan utama bangunan. Faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam penyelesaian akhir proyek. Dalam sebulan terakhir, kawasan Sepaku kerap diguyur hujan deras dengan durasi cukup lama, sehingga sedikit memengaruhi progres pekerjaan lapangan.

Sementara itu, Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, yang dimintai tanggapan terkait progres pembangunan istana dan masjid di kawasan IKN, memilih bersikap hati-hati.

“Kalau ini kan masih ditangani Kementerian Pekerjaan Umum, jadi kami belum bisa memberikan komentar. Untuk yang menjadi kewenangan OIKN seperti pasar dan jalan, baru kami bisa menyampaikan pernyataan,” ujarnya singkat.

Dengan progres yang hampir menembus 100 persen, kawasan Istana Wakil Presiden di IKN diproyeksikan segera siap digunakan, seiring percepatan pembangunan infrastruktur inti pemerintahan di ibu kota negara baru. (riz)

Editor: Agus S

Aksi Buruh di Jakarta, Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti kepada Peserta Demo

0
Personel polisi berbagi makanan dan minuman kepada massa aksi buruh di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa buruh di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025), personel kepolisian membagikan air mineral dan roti kepada peserta aksi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendekatan pelayanan dan pengamanan yang humanis selama demonstrasi berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pembagian konsumsi tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menyampaikan aspirasi di ruang publik.

“Kami mengedepankan pelayanan yang humanis dan persuasif,” ujar Susatyo di sela-sela pengamanan aksi.

Menurutnya, pendekatan persuasif menjadi komitmen kepolisian dalam mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, agar situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat, kata dia, tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan peserta aksi merasa dilayani dan dihargai.

“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Personel, termasuk Polwan, hadir tidak hanya mengamankan jalannya aksi, tetapi juga menunjukkan empati. Membagikan air mineral dan roti adalah perhatian sederhana agar peserta aksi tetap nyaman,” tuturnya.

Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari massa buruh. Aksi unjuk rasa berjalan tertib dan kondusif, dengan sejumlah peserta mengapresiasi sikap humanis dan pelayanan yang ditunjukkan aparat kepolisian.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 2.617 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi buruh Perda KSPI Jawa Barat bersama elemen massa lainnya di kawasan Monas dan sekitarnya.

“Kami menurunkan 2.617 personel gabungan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat di muka umum agar berjalan aman, tertib, dan kondusif,” jelas Susatyo.

Aksi demonstrasi tersebut digelar untuk menuntut Gubernur Jawa Barat agar mengembalikan dan menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) se-Jawa Barat sesuai rekomendasi resmi para bupati dan wali kota. Massa juga mendesak agar kebijakan UMSK 2026 direvisi sehingga selaras dengan usulan pemerintah daerah.

Selain tuntutan terkait upah, para buruh juga menyuarakan kritik terhadap praktik pencitraan pemerintah melalui media sosial. Mereka menilai pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada kebijakan konkret yang berpihak pada kesejahteraan pekerja. (fj)

Editor: Agus S

Sambut Tahun Baru, Wagub Seno Aji Ajak Warga Kaltim Perbanyak Zikir dan Jaga Ketertiban

0
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat diwawancarai di Kompleks DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Menjelang pergantian tahun, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengimbau masyarakat untuk menyambut Tahun Baru dengan cara yang lebih sederhana dan bermakna. Ia mengajak warga Kalimantan Timur memperbanyak zikir dan doa bersama keluarga, serta menghindari perayaan berlebihan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keselamatan.

Imbauan tersebut disampaikan Seno Aji saat ditemui di Kompleks DPRD Kalimantan Timur, Selasa (30/12/2025), di sela-sela kunjungannya ke lembaga legislatif daerah. Menurutnya, euforia pergantian tahun kerap diwarnai pesta kembang api dan aktivitas yang tidak jarang berujung pada kecelakaan atau merugikan orang lain.

“Himbauannya, perbanyak berzikir di rumah, berkumpul dengan keluarga, dan jauhi kembang api serta hal-hal yang bisa membahayakan,” ujar Seno Aji, yang juga dikenal sebagai politikus Partai Gerindra.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tentu berhak merayakan tahun baru, namun perlu tetap menjaga ketertiban dan tidak berlebihan. Perayaan yang aman dan tertib, kata dia, akan menciptakan suasana kondusif bagi seluruh warga.

“Mari kita jaga bersama agar Kalimantan Timur memasuki tahun 2026 dengan suasana yang lebih cerah dan penuh harapan,” tambahnya.

Tahun 2026 juga menjadi penanda satu tahun kepemimpinan baru di Kalimantan Timur di bawah duet Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam empat tahun ke depan untuk membawa Kalimantan Timur menuju kemajuan dan kesejahteraan yang diharapkan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Seno Aji juga menyinggung pengelolaan anggaran daerah. Ia memastikan anggaran Kalimantan Timur akan dikelola secara optimal dan bertanggung jawab, dengan komitmen meminimalkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. (um)

Editor: Agus S

Pengaduan Publik Meningkat, Ombudsman Kaltim Catat 500 Akses Laporan Sepanjang 2025

0
Logo Ombudsman Republik Indonesia. (Ist)

SAMARINDA – Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Timur mencatat kinerja pengawasan pelayanan publik yang melampaui target sepanjang 2025. Berdasarkan data Sistem Informasi Penyelesaian Laporan (SiMpel) 0.4, Ombudsman Kaltim menerima 500 akses pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Timur, Mulyadin, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat sekaligus kepercayaan publik terhadap peran Ombudsman sebagai pengawas layanan publik.

Dari target penyelesaian 168 laporan yang ditetapkan Ombudsman RI Pusat, Ombudsman Kaltim berhasil menuntaskan 213 laporan atau setara 126,78 persen. Rinciannya, 52 laporan diselesaikan pada tahap penerimaan dan verifikasi, sementara 161 laporan rampung pada tahap pemeriksaan.

“Penyelesaian ini menunjukkan komitmen kami dalam memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara serius dan tepat waktu,” ujar Mulyadin dalam siaran pers yang diterima Senin (29/12/2025).

Selain laporan masyarakat, Ombudsman Kaltim juga menyelesaikan satu laporan investigasi atas prakarsa sendiri yang menyoroti isu penggalangan dana perpisahan di sektor pendidikan. Investigasi ini menjadi bagian dari upaya pengawasan aktif untuk mencegah praktik maladministrasi.

Mulyadin menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni kewenangan pasif dengan menindaklanjuti pengaduan masyarakat serta kewenangan aktif melalui pencegahan maladministrasi. Peningkatan akses pengaduan pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, setelah 429 akses pada 2023 dan 460 akses pada 2024.

Menurutnya, lonjakan tersebut turut dipengaruhi kemudahan akses pengaduan melalui kanal digital dan konvensional, serta pelaksanaan program jemput bola Pelayanan dan Verifikasi Laporan (PVL) On The Spot yang menjangkau langsung masyarakat.

Di bidang pencegahan, Ombudsman Kaltim telah menyelesaikan penilaian Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik pada lima pemerintah daerah, yakni Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penilaian mencakup aspek input, proses, output, hingga pengelolaan pengaduan, dengan hasil yang akan diumumkan Ombudsman RI Pusat pada 2026.

Untuk penguatan kelembagaan, Ombudsman Kaltim juga memperluas jejaring pengawas dengan menggandeng Fakultas Hukum Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Selain membentuk kelompok masyarakat anti-maladministrasi, Ombudsman Kaltim turut melakukan kajian kebijakan yang difokuskan pada isu perizinan tambang silika di Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola pelayanan publik. (um)

Editor: Agus S

Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Pastikan Layanan Komunikasi Tetap Andal

0
Menkomdigi Meutya Hafid memimpin rapat pemantauan Posko Nataru di Pusat Monitoring Telekomunikasi, Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat. (Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA — Pemerintah memastikan layanan komunikasi dan konektivitas digital tetap terjaga selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mendukung mobilitas, perjalanan, serta aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan intensif jaringan dan spektrum frekuensi di titik-titik strategis yang diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menugaskan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) di berbagai daerah untuk bersiaga penuh selama periode Nataru. Pemantauan dilakukan secara intensif sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, terutama di jalur mudik, kawasan wisata, serta pusat-pusat aktivitas publik.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pengawalan layanan komunikasi tetap berjalan meskipun bertepatan dengan masa libur panjang. Hal itu disampaikan saat memimpin kegiatan pemantauan Posko Nataru di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

“Meskipun ini waktu libur, teman-teman tetap bekerja untuk mendukung dan memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Meutya.

Selain wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi, Kemkomdigi juga melakukan pemantauan tambahan di daerah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Kalimantan Selatan. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat di wilayah tersebut tetap dapat mengakses informasi penting dan berkomunikasi dengan lancar di tengah kondisi darurat.

Menurut Meutya, keberlangsungan layanan komunikasi menjadi faktor penting agar masyarakat dapat beraktivitas dan berlibur dengan aman serta nyaman. “Masyarakat dapat berlibur dengan tetap terhubung dan terkoneksi, sehingga perjalanan dan liburan bersama keluarga bisa berlangsung dengan tenang,” ujarnya.

Selama masa posko Nataru, koordinasi antar Balmon dilakukan secara nasional untuk menjamin respons cepat apabila terjadi potensi gangguan jaringan. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kesiapan dan keandalan layanan komunikasi pada periode libur nasional berikutnya. (fj)

Editor: Agus S

Bacakan Pledoi di Pengadilan Tipikor, Danny Praditya Tegaskan Tak Ada Aliran Dana dalam Perkara PGN–IAE

0
Danny Praditya mendapat dukungan dari Komunitas Bajaj Gas (Kopagas). (Fajri/MKN)

JAKARTA – Mantan Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Danny Praditya, menegaskan tidak pernah menerima aliran dana maupun keuntungan pribadi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kerja sama jual beli gas antara PGN dan PT Inti Alasindo Energy (IAE)/Isargas Group. Penegasan itu disampaikan langsung saat membacakan nota pembelaan (pledoi) di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sidang pledoi yang digelar Senin (29/12/2025) tersebut merupakan lanjutan perkara Nomor 87/Pid.Sus-TPK/2025/PN/JKT/PST. Dalam persidangan, Danny membacakan pledoi berjudul “Jalan Terjal Insan BUMN”, yang menggambarkan posisi direksi BUMN yang kerap dihadapkan pada risiko hukum atas keputusan bisnis strategis.

“Saya tidak bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Tidak ada aliran dana kepada saya, kepada keluarga saya, maupun kepada pihak lain yang memiliki hubungan dengan saya,” tegas Danny di hadapan majelis hakim.

Sebelumnya, Danny dituntut pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan. Dalam pembelaannya, ia menyampaikan bahwa dirinya berdiri di persidangan bukan semata sebagai terdakwa, melainkan sebagai profesional yang telah mengabdi lebih dari dua dekade di sektor energi nasional. Ia meminta majelis hakim menilai perkara secara menyeluruh, termasuk konteks pengambilan keputusan bisnis, rekam jejak pengabdian di BUMN, serta fakta tidak adanya keuntungan pribadi dari kerja sama PGN–IAE.

Danny juga menekankan bahwa masih terdapat ruang pemulihan melalui mekanisme perdata. Karena itu, ia memohon agar majelis hakim menjatuhkan putusan bebas (vrijspraak) atau setidaknya lepas dari segala tuntutan hukum (onslag).

Tim penasihat hukum menilai dakwaan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Salah satu poin utama pembelaan adalah pengakuan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan tidak ditemukan aliran uang maupun kekayaan yang diterima Danny Praditya dari transaksi jual beli gas tersebut.

Selain itu, pembayaran uang muka sebesar 15 juta dolar AS ditegaskan sebagai piutang usaha, bukan kerugian negara yang bersifat final. Dana tersebut dicatat sebagai advance payment pembelian gas dalam laporan keuangan PGN tahun 2020 dan berstatus recoverable. Dengan demikian, menurut tim pembela, perkara ini lebih tepat diposisikan sebagai risiko bisnis dan hubungan perdata, bukan tindak pidana korupsi.

Kuasa hukum Danny, FX L. Michael Shah, menegaskan sejak awal perkara PGN–IAE merupakan sengketa kontrak bisnis. “Advance payment adalah uang muka jual beli gas, bukan pinjaman. Unsur kerugian negara tidak terpenuhi karena gas telah mengalir dan mekanisme pemulihan kontrak masih tersedia,” ujarnya.

Tim pembela juga menyoroti kelemahan formil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan yang dijadikan dasar dakwaan. LHP tersebut dinilai tidak dibubuhi tanggal dan stempel resmi serta mengabaikan surat Direktorat Jenderal Migas September 2021 yang disebut justru memperbolehkan penyaluran gas PGN–IAE dengan skema tertentu.

Dalam pledoi, Danny menegaskan bahwa seluruh keputusan Direksi PGN telah memenuhi prinsip Business Judgment Rule (BJR), karena diambil secara kolektif-kolegial, dengan itikad baik, kehati-hatian, serta tanpa benturan kepentingan.

Sejumlah ahli yang dihadirkan di persidangan turut memperkuat pembelaan tersebut. Ahli hukum administrasi negara, Dian Puji Simatupang, menegaskan bahwa kerugian negara dalam perkara tipikor harus nyata, pasti, dan terukur, bukan dibangun dari potensi atau asumsi. Sementara ahli hukum korporasi Nindyo Pramono menekankan bahwa prinsip BJR melindungi direksi selama keputusan diambil dengan itikad baik dan berbasis informasi yang memadai.

Tim pembela berharap majelis hakim dapat menarik garis tegas antara risiko bisnis dan tindak pidana korupsi, sehingga putusan perkara ini menjadi rujukan penting bagi kepastian hukum dan tata kelola BUMN ke depan. (fj)