Beranda blog Halaman 371

Wapres Gibran Sapa Pengunjung di Tengah Ramainya Libur Akhir Tahun di IKN

0
Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyapa langsung masyarakat yang berkunjung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (30/12/2025).

NUSANTARA – Suasana kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tampak semarak selama masa libur akhir tahun. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk berkunjung dan melihat langsung perkembangan ibu kota baru. Di tengah aktivitas wisata keluarga itu, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung menyapa masyarakat yang tengah menikmati suasana IKN, Selasa (30/12/2025).

Didukung cuaca cerah, Wapres Gibran tampak berinteraksi hangat dengan para pengunjung. Sebagian besar dari mereka datang bersama keluarga dan anak-anak, memanfaatkan libur semester ganjil sekolah untuk berwisata sekaligus mengenal lebih dekat kawasan IKN yang kini mulai ramai dikunjungi publik.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa kehadiran Wapres di tengah masyarakat menjadi gambaran nyata tingginya antusiasme publik terhadap IKN, khususnya pada masa liburan.

“Beliau juga sempat bertemu langsung dengan warga yang sedang berlibur. Pengunjung masih sangat banyak, terlihat dari kendaraan yang parkir di sepanjang Sumbu Timur, mulai dari depan Gedung Bank Indonesia hingga kawasan Istana Negara,” ujar Basuki.

Kemeriahan suasana liburan tersebut turut dirasakan para pengunjung yang datang dari luar daerah. Salah satunya Sarbina, warga asal Sulawesi, yang sengaja mengajak anak-anaknya berkunjung ke IKN.

“Kami datang khusus dari Sulawesi untuk mengajak anak-anak melihat langsung IKN. Selain berlibur, ini juga menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mereka, apalagi bisa bertemu langsung dengan Bapak Wakil Presiden,” tuturnya.

Menurut Sarbina, kunjungan ke IKN memberi kesan tersendiri bagi anak-anak karena mereka dapat melihat secara langsung pembangunan ibu kota masa depan Indonesia yang dirancang dengan konsep berkelanjutan dan inklusif.

Kunjungan Wapres Gibran ke tengah masyarakat ini sekaligus menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan IKN. Kehadiran Wapres di ruang publik diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan serta menumbuhkan optimisme masyarakat terhadap proses pembangunan IKN yang terus berjalan. (riz)

Editor: Agus S

Hampir Setahun Menjabat, Politik Kerabat Ala Rudy Mas’ud Mulai Disorot Publik

0
Banner kampanye pemilihan gubernur Kalimantan Timur milik Rudy Mas’ud dan Seno Aji sebelum terpilih. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA — Hampir satu tahun sejak resmi memimpin Kalimantan Timur, kepemimpinan Rudy Mas’ud bersama wakilnya Seno Aji mulai menuai sorotan kritis. Sejumlah kalangan menilai, hingga memasuki tahun pertama masa jabatan, arah pembenahan birokrasi dan kinerja pemerintahan belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

Catatan tersebut salah satunya datang dari kalangan akademisi. Dosen Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai persoalan mendasar dalam kepemimpinan Rudy Mas’ud terletak pada lemahnya penerapan sistem merit dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Pria yang akrab disapa Castro itu menilai, selama hampir setahun menjabat, gubernur justru terlihat lebih sibuk merawat ekosistem politik berbasis kedekatan, ketimbang membangun birokrasi yang bertumpu pada kompetensi, kualifikasi, dan rekam jejak profesional.

“Kita berharap gubernur mengedepankan proses berbasis sistem merit. Sayangnya, sampai sekarang itu belum terlihat. Yang muncul justru kecenderungan penempatan orang-orang terdekat, bukan berdasarkan kompetensinya,” ujar Castro.

Ia mencontohkan penunjukan mantan Sekretaris Daerah Kota Balikpapan ke jabatan strategis sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Timur. Menurutnya, secara normatif hal tersebut memang dimungkinkan, namun secara etik dan tata kelola publik, keputusan itu menimbulkan tanda tanya.

“Bukan berarti tidak boleh. Tetapi pesan yang ditangkap publik adalah pendekatan politik kekerabatan lebih dominan dibanding pertimbangan merit sistem. Isu ini bahkan sudah berulang kali muncul ke ruang publik. Beberapa kali pula, keluarga gubernur disebut-sebut menempati jabatan tertentu,” tegasnya.

Selain tata kelola birokrasi, Castro juga mengkritisi sikap gubernur dalam isu pertambangan. Ia menilai, sebagai kepala daerah di provinsi dengan ketergantungan tinggi pada sektor sumber daya alam, gubernur seharusnya tampil lebih tegas dan progresif dalam melawan praktik pertambangan ilegal yang hingga kini masih menjadi persoalan kronis di Kalimantan Timur.

“Gubernur semestinya menjadi panglima dalam penertiban tambang ilegal. Tapi sampai hari ini, ketegasan itu belum terlihat sebagai kebijakan yang kuat dan konsisten,” katanya.

Menurut Castro, lemahnya penerapan meritokrasi bukan sekadar persoalan administratif, melainkan berdampak langsung pada kualitas kebijakan publik dan efektivitas pemerintahan. Jika dibiarkan, pola tersebut berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap komitmen reformasi birokrasi di tingkat daerah.

“Sikap gubernur yang belum menegaskan merit sistem menjadi catatan penting yang patut dievaluasi dalam satu tahun kepemimpinan ini,” pungkasnya.

Sebagai catatan, meritokrasi merupakan sistem tata kelola pemerintahan di mana jabatan dan kewenangan diberikan berdasarkan kemampuan, prestasi, kompetensi, dan kinerja individu, bukan karena faktor kedekatan politik, hubungan keluarga, atau nepotisme. Prinsip ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik. (um)

Editor: Agus S

Inflasi Kaltim Menguat di Penghujung Tahun, Tekanan Harga Pangan Masih Dominan

0
Grafik inflasi Kalimantan Timur menjelang akhir tahun 2025. (BPS Kaltim)

SAMARINDA — Tekanan inflasi di Kalimantan Timur menunjukkan penguatan menjelang akhir tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat laju inflasi secara tahunan (year on year/y-on-y) pada November 2025 mencapai 2,28 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan menguatnya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama pada kelompok kebutuhan pokok dan jasa, seiring meningkatnya pergerakan ekonomi menjelang tutup tahun.

BPS Kaltim mencatat, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan harga mencapai 4,43 persen. Kelompok ini masih menjadi faktor utama pendorong inflasi daerah, sejalan dengan tingginya permintaan rumah tangga terhadap bahan pangan.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi paling tinggi, yakni sebesar 12,45 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi kontributor utama dalam kelompok ini, seiring kecenderungan masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa selain kebutuhan pokok, permintaan terhadap barang non-pangan dan jasa penunjang gaya hidup juga masih cukup kuat di Kalimantan Timur.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Berau tercatat sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Kaltim, yakni sebesar 2,76 persen secara tahunan. Sementara itu, Kota Samarinda mencatat inflasi terendah sebesar 2,10 persen. Perbedaan laju inflasi antarwilayah ini dipengaruhi oleh struktur ekonomi daerah, pola konsumsi, serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

Di tengah tren kenaikan harga, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi. Kelompok transportasi tercatat mengalami penurunan harga sebesar 0,58 persen secara tahunan. Turunnya tarif jasa angkutan, khususnya angkutan udara, turut menahan laju inflasi dan memberikan ruang bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.

Secara bulanan, inflasi Kalimantan Timur pada November 2025 tercatat sebesar 0,41 persen (month to month/m-to-m). Sementara inflasi kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) berada di angka 1,96 persen.

Capaian ini menunjukkan bahwa inflasi di Kalimantan Timur masih berada dalam rentang yang relatif terkendali. Meski demikian, BPS mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap tekanan harga, khususnya dari sektor pangan dan konsumsi rumah tangga, menjelang pergantian tahun dan momentum libur panjang.(um)

Editor: Agus S

Sidak Tambang Ilegal di Kalimarau, Dinas ESDM Kaltim Hentikan Galian C Tanpa Izin di Berau

0
Kegiatan sidak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas ESDM bersama Pemerintah Kabupaten Berau di lokasi aktivitas tambang galian C tanpa izin di kawasan Jalan Bypass Poros Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, Senin (29/12/2025). (Ist)

SAMARINDA — Aktivitas tambang galian C tanpa izin di kawasan Jalan Bypass Poros Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, akhirnya dihentikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Pemerintah Kabupaten Berau dan aparat penegak hukum, Senin (29/12/2025).

Langkah tegas ini diambil setelah adanya laporan masyarakat terkait aktivitas penambangan yang diduga kuat beroperasi tanpa mengantongi izin resmi. Tim gabungan yang terlibat dalam sidak terdiri dari Asisten II Setkab Berau, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, unsur TNI dari Kodim 0902/Berau, serta Unit Tipidter Polres Berau.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan aktivitas galian C tersebut telah membuka lahan cukup luas, diperkirakan mencapai sekitar 120 hektare dan tersebar di beberapa titik. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, tidak hanya terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga keselamatan masyarakat dan ketertiban umum di sekitar kawasan tersebut.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa aktivitas penambangan di lokasi tersebut tidak memiliki dasar perizinan yang sah. Pemerintah, kata dia, tidak akan memberi toleransi terhadap praktik tambang ilegal dalam bentuk apa pun.

“Penambangan galian C di lokasi ini jelas tidak berizin. Dampaknya bukan hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga membahayakan masyarakat dan merugikan daerah. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Bambang.

Menurutnya, skala bukaan lahan yang cukup besar menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan bersifat kecil atau insidental. Jika tidak dihentikan, dampaknya berpotensi menimbulkan kerusakan jangka panjang.

Dalam sidak tersebut, tim gabungan langsung menghentikan seluruh aktivitas penambangan dan memasang plang resmi larangan kegiatan pertambangan. Seluruh alat berat yang berada di lokasi juga diminta segera dikeluarkan dari area tambang.

“Kami sudah menghentikan operasional di lokasi dan memasang plang larangan. Pemilik lahan wajib mengurus seluruh perizinan sesuai ketentuan. Selama izin belum ada, tidak boleh ada aktivitas penambangan apa pun,” ujarnya.

Pemerintah juga memberikan peringatan keras kepada pemilik lahan agar tidak mengulangi aktivitas serupa. Bambang menegaskan, apabila peringatan tersebut diabaikan, langkah hukum akan ditempuh tanpa kompromi.

Ia menambahkan, penindakan terhadap tambang ilegal merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan hidup dan memastikan tata kelola pertambangan berjalan sesuai aturan.

“Jika masih ditemukan aktivitas tambang ilegal di lokasi ini, kami akan menindak tegas sesuai Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya pidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp100 miliar,” tegasnya.

Penertiban ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha agar tidak menjalankan kegiatan pertambangan tanpa izin, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam menegakkan hukum dan melindungi lingkungan di Kaltim. (hnf)

Editor: Agus S

Ini Rencana Pengembangan Pelabuhan yang Ditargetkan Berjalan Tahun 2027

0
Pelabuhan Loktuan. (Syakurah)

BONTANG – Wawali Agus Haris mengungkapkan rencana pengembangan pelabuhan. Pemkot berencana menyediakan sistem pengamanan yang lebih ketat, termasuk kemungkinan penggunaan anjing pelacak narkoba (K9).

“Mungkin ke depan kita sampai ke tahap itu. Anjing pendeteksi itu sangat efektif sebagai efek gentar. Ini sudah masuk dalam desain pengembangan pelabuhan,” katanya.

Agus Haris juga mengungkapkan rencana pengembangan Pelabuhan Loktuan yang akan dilakukan melalui kerja sama Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Laut Bontang Bersinar (LBB) dengan PT Globalindo, yang disebut sebagai calon mitra dalam pengembangan dan pengelolaan pelabuhan. Saat ini, kedua pihak masih berada pada tahap penyiapan dokumen kerja sama.

“Secara lisan sudah ada pembicaraan, dan saat ini sedang penyiapan dokumen perjanjian kerja sama atau MOU. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada Januari 2026,” katanya.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan Pelabuhan Loktuan yang ditargetkan berjalan penuh pada 2027, dengan mengedepankan standar keselamatan dan keamanan yang lebih ketat, termasuk sistem pemantauan keluar masuk penumpang dan barang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Tolak Ketua RT 17 Berbas Tengah Terpilih, Bakal Gelar Aksi Protes Saat Pelantikan

0
Warga Tolak Ketua RT 17 Berbas Tengah Terpilih, Bakal Gelar Aksi Protes Saat Pelantikan
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Warga di RT 17 Kelurahan Berbas Tengah bakal menggelar aksi protes saat pelantikan para Ketua RT terpilih, yang rencananya digelar Selasa (30/12/2025) pagi, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Warga menolak pelantikan Ketua RT 17 yang terpilih saat ini. Menurut mereka, ketua RT terpilih ini diduga melakukan praktik ‘money politic’ ke warga sekitar di wilayah RT.17.

Salah satu warga yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, pihaknya sangat keberatan, kecewa dan menolak, bila calon ketua RT terpilih naik dengan cara yang tidak baik.

“Bagaimana ceritanya, ini permasalahan belum kelar tapi sudah ada surat edaran pelantikan ketua RT. Kita sudah datangi lurahnya pun tidak ada tindak lanjut, kalau calon yang terpilih telah menggunakan cara money politik,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025).

Sebelumnya, warga di RT.17 sempat memberikan laporan tersebut ke pihak kelurahan. Akan tetapi, tindakan warga tidak digubris sama sekali oleh pihak kelurahan. Hal tersebut membuat warga di RT.17 menjadi geram.

Untuk warga yang menerima uang dari calon ketua RT pun, semuanya telah dikembalikan secara langsung ke pihak yang bersangkutan, dimana tim sukses dari salah satu calon ketua RT memberikan uang sebesar Rp 200 ribu per Kepala Keluarga (KK).

“Iya besok kita akan mendatangi ke kantor lurah bukan untuk hadir di hari pelantikan ketua RT serentak di wilayah Berbas Tengah, akan tetapi kami datang untuk protes,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga Loktuan dan Gusung Dapat Bantuan Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat kegiatan serah terima RTLH. (Ist).

BONTANG – Dalam kegiatan serah terima perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH), Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan, perbaikan rumah dapat menciptakan hunian yang aman, sehat dan layak.

Selain itu, ditambahkan bahwa pentingnya pembangunan infrastruktur sosial sebagai simbol identitas, dan kebangaan masyarakat. Sebagai sarana kebersamaan dan pembinaan generasi untuk masa depan.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL), PT Kaltim Daya Mandiri (KDM), serahkan perbaikan RTLH di Kelurahan Loktuan dan perbaikan infrastruktur Pulau Gusung, yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang utara.

Dengan adanya program perbaikan tersebut, Agus Haris mengajak masyarakat untuk bisa menjaga dan merawat hasil pembangunan, agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami harap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat fasilitas yang telah dibagun, agar manfaatnya berkelanjutan dan terus dirasakan oleh generasi berikutnya,” ucapnya saat menghadiri kegiatan, Senin (29/12/2025).

Adapun Agus Haris menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong agar program TJSL perusahaan, selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung isu-isu strategis daerah.

Seperti penurunan angka stunting, penguatan ketahanan keluarga, serta perlindungan generasi muda dari pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Triliunan Rupiah Anggaran Kutim, Sudah Kah Warga di Pelosok Merasakannya?

0
Sejumlah pembangunan di Pusat Pemerintahan. (Ramlah)

SANGATTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) setiap tahun terus menunjukkan angka yang besar, bahkan mencapai triliunan rupiah. Besarnya anggaran tersebut membawa harapan besar akan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat hingga ke wilayah pelosok. Namun, di penghujung tahun, pertanyaan evaluatif kembali muncul: sejauh mana anggaran itu benar-benar menyentuh masyarakat di desa-desa terpencil Kutim?

Di kawasan perkotaan, geliat pembangunan relatif mudah ditemui. Perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas umum, hingga layanan pemerintahan terus berjalan. Sementara di sejumlah kecamatan yang berada jauh dari pusat pemerintahan, masyarakat masih dihadapkan pada keterbatasan akses jalan, air bersih, listrik, serta layanan kesehatan dan pendidikan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kutim. Sejumlah anggota dewan menilai, meski pembangunan terus berjalan, pemerataan masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi secara berkelanjutan.

“Anggaran daerah kita cukup besar, tentu harapannya manfaatnya bisa dirasakan merata, termasuk oleh masyarakat di wilayah pelosok. Ini yang terus kami dorong dalam pembahasan anggaran dan pengawasan,” ujar Masdari Kidang salah satu anggota DPRD Kutim, Senin (29/12/2025).

Ia menyebutkan, aspirasi masyarakat dari daerah terpencil kerap disampaikan melalui reses maupun musyawarah pembangunan. Keluhan yang muncul umumnya berkaitan dengan infrastruktur dasar dan akses layanan publik yang masih terbatas.

Yan, anggota DPRD lainnya menambahkan, efektivitas anggaran sangat bergantung pada perencanaan yang tepat sasaran. Menurutnya, pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat akan memberikan dampak jangka panjang yang lebih besar.

“Kita ingin anggaran tidak hanya terserap, tetapi benar-benar memberi manfaat. Perencanaan berbasis data lapangan dan evaluasi rutin menjadi kunci agar pembangunan tepat sasaran,” ujarnya.

Di sisi pemerintah daerah, berbagai program prioritas disebut telah diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Tantangan geografis Kutim yang luas dan beragam menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah.

Menutup tahun anggaran, DPRD Kutim menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pembangunan. Transparansi penggunaan anggaran dan keberpihakan pada wilayah tertinggal diharapkan dapat terus diperkuat agar manfaat APBD dapat dirasakan lebih merata.

Dengan anggaran yang terus meningkat, harapan masyarakat pun ikut menguat. Ke depan, sinergi antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan diharapkan mampu memastikan bahwa anggaran triliunan rupiah tersebut benar-benar hadir hingga ke pelosok Kutim, membawa perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Wawali Tegaskan Penanganan Stunting di Pesisir dan Bontang Lestari Jadi Prioritas

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat paparkan stunting. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menaruh perhatian khusus terhadap penanganan stunting di wilayah Bontang Selatan, khususnya wilayah pesisir dan kawasan Bontang Lestari.

Dua wilayah tersebut dinilai masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, rendahnya pemahaman keluarga terkait kesehatan ibu dan anak, hingga tingginya angka pernikahan dini.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan wilayah pesisir menjadi salah satu perhatian utama karena persoalan sosial yang ada berdampak langsung terhadap tingginya risiko stunting dan kemiskinan. Pernikahan berpengaruh pada kesiapan ibu, baik saat kehamilan maupun dalam pengasuhan anak.

“Ini diperparah dengan faktor pendidikan yang belum optimal,” ujarnya.

Menurutnya, stunting dan kemiskinan merupakan dua persoalan yang saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Oleh karena itu, Pemkot Bontang mendorong percepatan pembangunan wilayah Bontang Lestari sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

“Pembangunan Bontang Lestari tidak hanya soal pusat pertumbuhan baru, tapi juga diharapkan membawa perubahan sosial, meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan, layanan kesehatan,” jelasnya.

Ditambah, dengan semakin meratanya aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, dan pemukiman di Bontang Lestari, proses edukasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih intensif. Hal ini diyakini mampu menekan praktik pernikahan dini, meningkatkan kesadaran kesehatan keluarga, serta memutus mata rantai kemiskinan dan stunting.

Sebelumnya, ia pernah menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting Kota Bontang saat ini berada di 15,7 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan melalui keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).

“Tahun 2026, kita sepakati target penurunan stunting di 12,5 persen, bahkan diharapkan bisa mendekati 12 persen. Ini membutuhkan komitmen bersama, termasuk pembagian peran yang jelas kepada perusahaan,” tegas.

Dalam kegiatan kegiatan serah terima perbaikan RTLH, Senin (29/12/25) Agus Haris meminta kepada perusahaan agar dapat bekerjasama menangani kasus stunting. Ia juga meminta kepada warga pesisir yang hadir agar memperdulikan anak mereka jauh dari stunting.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tahan Euforia Tahun Baru, Polres Bontang Ajak Warga Tunjukkan Kepedulian Kemanusiaan

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Polres Bontang mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api saat perayaan malam Tahun Baru 2026. Imbauan tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional Polri yang berlaku serentak di seluruh Indonesia.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasi Humas Polres Bontang, Dany, mengatakan larangan penggunaan petasan dan kembang api bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan masyarakat selama momentum pergantian tahun.

“Imbauan ini berlaku secara nasional. Seluruh jajaran Polri di Indonesia mengeluarkan poin imbauan yang sama, termasuk larangan menyalakan petasan atau kembang api karena berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya, Senin (29/12/25).

Selain larangan kembang api, Polres Bontang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan konvoi kendaraan dan aksi ugal-ugalan di jalan. Warga diminta merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan positif serta tetap mematuhi aturan lalu lintas.

Polres Bontang turut menegaskan imbauan ini bentuk kepedulian dan empati kemanusiaan. Saat ini, sejumlah wilayah di Indonesia masih dilanda bencana alam dan banyak masyarakat yang tengah berjuang menghadapi situasi sulit. Karena itu, sudah sepantasnya perayaan Tahun Baru dilakukan secara sederhana dengan mengedepankan rasa solidaritas, doa, serta kepedulian terhadap sesama.

“Perayaan Tahun Baru sebaiknya dilakukan secara sederhana. Kami juga mengimbau warga memastikan keamanan rumah sebelum bepergian,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam