Beranda blog Halaman 377

Prestasi Bidang Kesehatan dalam Islam

0
Rahmania. (Ist)

Rahmania
(Aktivis Muslimah)

Komitmen Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam menjamin akses kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan di level nasional. Seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kaltim (10 daerah) berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026.

Apresiasi ini diberikan oleh BPJS Kesehatan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi mewujudkan layanan kesehatan yang merata. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan pilar pembangunan sumber daya manusia yang kuat, di mana peran pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan perlindungan kesehatan warga.

Pemkot Bontang salah satu daerah Kaltim yang kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan. Kota Taman meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori Utama tingkat nasional. Penghargaan itu diberikan karena tingginya cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan di Bontang. (https://kabaretam.com/2026/01/28/borong-penghargaan-nasional-10-kabupaten-kota-di-kaltim-raih-uhc-awards-2026/)

Problem Kesehatan

Pemerintah saat ini seakan lepas tangan, dengan menyerahkan biaya layanan kesehatan pada sistem iuran BPJS atau JKN. Pemerintah daerah pun berlomba dituntut agar masyarakat terlibat di dalamnya, padahal carut marut layanan BPJS begitu nampak belum lagi peluang korupsi di dalamnya.

Sistem KRIS meleburkan fasilitas kesehatan pada kelas 1, 2, dan 3 pada BPJS Kesehatan menjadi sama rata. Ini jelas menimbulkan kecemburuan pada peserta BPJS Kesehatan di kelas 1 dan 2. Mereka membayar iuran lebih besar, tetapi mendapat fasilitas kesehatan yang sama dengan peserta BPJS di kelas 3.

Sejak awal, konsep iuran ini sudah salah. Bagaimana bisa sistem layanan kesehatan dibagi-bagi menjadi sistem kelas? Yang membayar iuran lebih besar akan mendapat fasilitas dan pelayanan yang berbeda. Alhasil, tatkala pemerintah menerapkan sistem KRIS agar semua pasien mendapat fasilitas kesehatan yang terstandardisasi, sebagian masyarakat menolaknya.

Secara tidak langsung, pemerintah mengajari masyarakat kita memiliki cara pandang kapitalis “wani piro”, yakni siapa yang membayar iuran lebih besar, maka berhak mendapat fasilitas yang lebih nyaman dan layak. Sedangkan mereka yang membayar ala kadarnya harus berpuas diri mendapat fasilitas dan layanan apa adanya.

Kepemimpinan sekuler menjadikan penguasa abai terhadap perannya sebagai raa’in. Negara hanya berperan sebagai regulator dan fasilitator. Kesehatan justru dikapitalisasi atau menjadi industri dengan atas nama BPJS atau JKN (seakan murah tapi layanan minimalis).

Problem kesehatan sebenarnya masih banyak: fasilitas dan nakes tidak merata, berbiaya mahal/komersialisasi, antri/ layanan buruk dll sehingga alih-alih teguran atau bantuan dari penguasa justru mendapat penghargaan. Tolak ukur jika tingginya capaian kepesertaan BPJS atau JKN tentu tidak deal sebagai kota prestasi di bidang kesehatan. Bidang kesehatan perlu pembenahan apalagi layanan BPJS.

Meski pemerintah berupaya memperbaiki standar fasilitas kesehatan agar merata, hal ini tidak mengubah fakta bahwa sistem kesehatan hari ini masih sarat dengan nuansa bisnis. Buktinya, masyarakat wajib membayar iuran jika ingin menggunakan fasilitas kesehatan. Ketika sistem kesehatan menjadi peluang bisnis, maka layanan kesehatan bisa didapatkan berdasarkan seberapa besar kita membayar.

Solusi dalam Islam

Dalam Islam, memberi layanan kesehatan adalah kewajiban negara. Penyediaan infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang memadai sampai pembiayaan sistem kesehatan dilakukan sepenuhnya oleh negara. Negara memfasilitasi dengan membentuk lembaga wakaf bagi individu yang ingin beramal dan berkontribusi untuk kepentingan umat sehingga banyak madrasah dan fasilitas kesehatan bebas biaya.

Seperti contoh pada abad ke-9 M hingga ke-13 M, dunia kedokteran Islam berkembang begitu pesat. Sejumlah RS besar berdiri. RS tidak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan para pasien, tetapi juga menjadi tempat menimba ilmu para dokter baru. Tidak heran jika penelitian dan pengembangan yang begitu gencar telah menghasilkan ilmu medis baru.

Pada era kejayaan peradaban Islam ini telah melahirkan sejumlah dokter terkemuka dan berpengaruh di dunia kedokteran hingga sekarang. Sistem dan layanan kesehatan merupakan fasilitas sekaligus kewajiban negara kepada rakyatnya.

Masyarakat mendapatkan layanan kesehatan secara gratis tanpa dipungut biaya. Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok yang negara wajib memenuhi tugasnya sebagai pe-riayah (pelayan) urusan rakyatnya.

Hal semacam ini tidak akan kita temukan dalam sistem negara yang menerapkan ideologi kapitalisme. Penerapan sistem Islam akan memberikan jaminan kesehatan rakyat dengan jaminan yang sebenarnya, bukan sekadar lip service semata.

Wallahualam.

Masuk Puasa, Keuntungan Penjual Bunga di Pemakaman Meningkat Tajam

0
Ilustrasi Penjual bunga di pemakaman. (AI).

BONTANG – Tradisi ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para penjual bunga di area pemakaman dalam beberapa hari terakhir, salah satunya di Pemakaman Bontang Kuala (BK). Sebab banyaknya warga yang datang, untuk mendoakan keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia.

Sejumlah pedagang mengaku omset mereka bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa. Jika biasanya hanya menjual beberapa kilo bunga per harinya, saat musim ziarah penjualan bisa mencapai puluhan kilogram.

Stok untuk bunga tabur yang dijual pun bukan hasil sendiri milik para pedagang, tetapi mereka mengambil stoknya dari orang lain, dimana sudah ada langganan biasanya yang mengantarkannya.

“Kalau hari biasa paling lakunya hanya sedikit, tapi menjelang puasa seperti sekarang bisa habis banyak untuk stok bunganya, begitupun dengan air botolnya. Pembeli datang dari pagi sampai sore, tapi paling banyak datang pas sore hari habis asar,” kata Nila, salah seorang pedagang bunga di sekitar pemakaman BK.

Untuk harga bunga tabur dipatok dengan harga Rp 5 ribu per bungkusnya, sama halnya dengan harga air di botol yang telah disediakan. Isi dari campuran bunga tabur yang dijual bermacam-macam, bahkan terdapat daun pandan sebagai pelengkap.

Para pedagang bunga tabur di kawasan pemakaman bisa menghabiskan sampai puluhan kresek bunga, serta puluhan botol per harinya yang laku terjual. Setidaknya dalam waktu sehari, para pedagang habis hingga 50 sampai 80 kresek bunga tabur beserta air botolnya.

“Jadi kami jualan dua hari atau tiga hari sebelum puasa, begitupun dengan lebaran. Untuk perbandingan yang ziarah ya pastinya lebih banyak pas waktu lebaran, apalagi hari pertama lebaran, kadang makam penuh peziarah,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu per Kilo Jelang Puasa

0
Kenaikan harga cabai di Pasar Rawa Indah, Kota Bontang. (Dwi S/Radar Bontang)

BONTANG – Menjelang bulan suci Ramadan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kota Bontang melonjak tajam. Kini, harga cabai kecil menembus hingga Rp 90 ribu per kilonya, dibandingkan hari normal sebelumnya hanya Rp 30 ribu per kilo.

Kenaikan harga ini hampir dikeluhkan seluruh warga, karena cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok masakan dapur, walaupun harga cabai naik akan tetapi masyarakat tetap membelinya, meskipun dalam jumlah membelinya lebih sedikit dari yang biasanya.

Salah seorang pedagang di Pasar Rawa Indah, Sulistiono mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi, akibat pasokan dari daerah distributor yang berkurang serta meningkatnya permintaan jelang puasa.

“Stok agak terbatas, sementara permintaan sudah mulai naik. Itu yang bikin harga melonjak. Kenaikan harga cabai juga sudah cukup lama, sekitar sebulan yang lalu,” ucapnya, Rabu (18/2/2026).

Sedangkan untuk harga bahan dapur lainnya, masih mengalami harga normal. Seperti bawang putih Rp 45 ribu per kilo, bawang merah Rp 45 ribu per kilo, serta bahan bumbu lainnya.

Kesempatan yang sama, Aldi pedagang lainnya turut mengatakan bahwa untuk harga cabai kecil sekarang di harga Rp 55 ribu per kilonya untuk stok yang lama. Sedangkan harga lombok keriting di harga Rp 38 ribu per kilonya.

“Ini kami juga jualannya termasuk harga bonyok, dimana sehari misalkan cabai ini tidak laku dijual maka bakal cepat rusak. Ini termasuk barang lama, jadi cabai yang belum sampai melewatkan satu malam sudah mulai rusak,” jelasnya.

Lonjakan harga cabai pun menjadi perhatian masyarakat setiap menjelang hari besar, termasuk hari besar keagamaan. Mengingat cabai merupakan bahan bumbu utama untuk memasak.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga Penuhi Pasar Jelang Ramadan, Bumbu Dapur Sasaran Utama

0
Kondisi di Pasar Rawa Indah (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas di sejumlah pasar tradisional di Kota Bontang mulai mengalami peningkatan signifikan. Terlihat sejak pagi, warga tampak memadati lapak-lapak pedagang untuk memenuhi kebutuhan pokok, khususnya berbagai jenis perbumbuan dapur yang menjadi sasaran utama para pembeli.

Sulistiono, salah satu pedagang di Pasar Rawa Indah mengatakan bahwa tujuan para pembeli, lebih didominasi membeli bahan kebutuhan bumbu dapur, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, hingga rempah-rempah lainnya.

Selain itu, seperti santan, gula merah, serta bahan pelengkap masakan lainnya juga turut mengalami lonjakan permintaan pembeli, yang dimana bahan racikan untuk membuat bumbu masakan menjadi bahan utama saat berbelanja.

“Iya mereka lebih banyak membeli bahan-bahan untuk bumbu, sejauh ini harga masih aman tidak ada kenaikan. Hanya saja cabai kecil harganya naik, biasa Rp 30 ribu sekarang jadi Rp 90 ribu,” ucapnya, Rabu (18/2/2026).

Kesempatan yang sama, salah seorang pedagang bumbu jadi, Santi mengaku apabila ada peningkatan pembeli sejak beberapa hari terakhir. Biasanya pembeli ramai saat akhir pekan saja, akan tetapi untuk saat ini pembeli hampir setiap hari di setiap waktu.

“Cukup banyak untuk pembeli bumbu, kemungkinan untuk mereka persiapan masak menjelang sahur atau buka puasa. Ada juga untuk bahan mereka jualan,” ungkapnya.

Diketahui, warga sengaja berbelanja lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang Ramadan. Meski demikian, beberapa komoditas dilaporkan masih relatif stabil, walau ada sedikit kenaikan pada harga cabai.

Contohnya salah satu pembeli mengaku memilih datang lebih pagi, agar dirinya tidak berdesakan saat tiba di pasar, sebab kalau sudah mendekati Ramadan biasanya kondisi pasar akan semakin padat akibat ramainya pengunjung.

“Ini pun saya sudah berusaha buat belanja pergi pagi biar tidak desakan, ternyata tetap saja ramai pengunjungnya. Saya belanja lebih membeli persiapan stok untuk bumbu, serta kebutuhan dapur,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Saat Rakyat Diminta Efisien, Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Disiapkan

0
Herdiansyah Hamzah, akademisi Unmul sekaligus pengamat kebijakan publik. (Ist)

SAMARINDA – Rencana pengadaan mobil dinas mewah oleh Pemprov Kaltim kembali memicu perdebatan publik. Di tengah seruan penghematan anggaran oleh pemerintah pusat, Pemprov Kaltim justru mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,5 miliar untuk satu unit kendaraan dinas pimpinan daerah.

Informasi yang beredar menyebutkan, kendaraan tersebut merupakan SUV hybrid berkapasitas mesin sekitar 3.000 cc dengan teknologi plug-in hybrid dan baterai berdaya besar. Spesifikasi ini mengarah pada kendaraan kelas premium yang harganya berada di kisaran miliaran rupiah. Selain itu, dalam dokumen anggaran juga disebutkan adanya rencana pengadaan satu unit kendaraan jenis Jeep 4×4 berkapasitas sekitar 3.300 cc dengan nilai sekitar Rp2,9 miliar.

Kebijakan ini dinilai bertolak belakang dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan efisiensi belanja negara dan daerah.

Akademisi Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai langkah tersebut kontradiktif dengan arah kebijakan penghematan yang tengah didorong pemerintah pusat.

“Ketika ada arahan kuat untuk menekan belanja, justru muncul pengadaan kendaraan dengan nilai besar. Ini jelas bertolak belakang,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Castro itu mempertanyakan urgensi pengadaan kendaraan dengan nilai fantastis tersebut. Menurutnya, dalam situasi fiskal yang menuntut rasionalitas dan prioritas belanja publik, pemerintah daerah seharusnya lebih selektif.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi pejabat daerah menggunakan kendaraan mewah. Penggunaan mobil dinas harus mengacu pada prinsip efektivitas, kebutuhan operasional, dan standar pengelolaan Barang Milik Daerah.

“Kalau komitmen efisiensi dijalankan secara konsisten, kepala daerah semestinya patuh pada instruksi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Pemprov Kaltim sebelumnya menyatakan bahwa pengadaan kendaraan tersebut telah direncanakan dalam dokumen anggaran dan dilakukan sesuai mekanisme e-purchasing serta mengacu pada regulasi tentang standar kendaraan dinas kepala daerah. Pemerintah daerah juga beralasan kebutuhan operasional meningkat seiring peran strategis Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, di tengah tuntutan transparansi dan efisiensi, keputusan itu tetap memantik tanda tanya publik. Terlebih Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengingatkan pejabat agar beralih ke kendaraan produksi dalam negeri sebagai bentuk efisiensi dan dukungan terhadap industri nasional.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Pemerintah Paparkan Alasan 1 Ramadan 1447 H Ditetapkan 19 Februari 2026

0
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan pengumuman sidang isbat di Jakarta. (Istimewa)

JAKARTA — Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah hasil hisab dan pemantauan hilal dinyatakan belum memenuhi kriteria yang disepakati bersama negara anggota MABIMS.

Keputusan tersebut diumumkan Menteri Agama Nasaruddin Umar usai Sidang Isbat di Jakarta, Selasa (17/2/2026). Ia menjelaskan bahwa secara astronomi, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah standar visibilitas.

“Sudut elongasi juga sangat rendah, sangat jauh, masih sangat minim, 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers.

Ia menegaskan, berdasarkan data hisab, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk, yakni sekitar minus 2 derajat lebih. Artinya, secara teoritis hilal tidak mungkin terlihat.

Kriteria yang digunakan mengacu pada kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

“Jadi secara hisab, hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria MABIMS,” katanya.

Selain perhitungan astronomi, pemerintah juga mempertimbangkan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan. Namun hingga sidang berlangsung, tidak ada laporan yang menyatakan hilal berhasil terlihat, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” tegas Nasaruddin.

Sidang Isbat tersebut dihadiri berbagai unsur, antara lain Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha, Planetarium Jakarta, Badan Informasi Geospasial (BIG), perwakilan ormas Islam, hingga pondok pesantren.

Dengan penetapan tersebut, umat Islam di Indonesia memulai puasa Ramadan secara resmi pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Harga Batu Bara Sentuh Puncak Setahun, China Perkuat Tren Penguatan

0
Tongkang batu bara parkir di perairan Samarinda Seberang. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Harga batu bara global kembali menguat dan kini berada di level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kenaikan ini didorong oleh permintaan energi yang tetap kuat, terutama dari China yang masih menjadi pemain utama dalam pasar batu bara dunia.

Mengutip laporan CNBC Indonesia, pada perdagangan Senin (16/2/2026), harga batu bara ditutup di level US$120,1 per ton atau naik 0,17%. Penguatan tersebut memperpanjang tren positif selama tiga hari berturut-turut dengan kenaikan sekitar 3,3%.

Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 6 Januari 2025. Kenaikan terjadi di tengah langkah China merapikan sektor batu baranya, meskipun konsumsi energi di negara tersebut disebut mulai mendekati titik puncak.

Data Trading Economics juga mencatat kontrak berjangka batu bara termal dari pelabuhan Australia sempat menembus di atas US$111 per ton pada akhir Januari, tertinggi sejak Agustus tahun lalu. Permintaan kuat dari pembangkit listrik menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga.

China bahkan dijadwalkan meluncurkan lebih dari 100 pembangkit listrik tenaga batu bara tahun ini, di luar lebih dari 400 proyek yang masih dalam tahap pembangunan. Langkah ini menunjukkan ketergantungan terhadap batu bara masih tinggi, meskipun transisi energi terbarukan terus digaungkan secara global.

Kenaikan harga juga dipicu oleh menurunnya stok di sejumlah pelabuhan utama China. Di pelabuhan transshipment seperti Qinhuangdao, persediaan dalam sepekan yang berakhir 13 Februari tercatat turun karena pengeluaran batu bara melebihi pasokan yang masuk melalui jalur kereta.

Kondisi serupa terjadi di pelabuhan kawasan Laut Bohai, di mana total stok mingguan tercatat lebih rendah. Hal ini mencerminkan konsumsi dan distribusi yang masih lebih tinggi dibanding suplai masuk.

Di sisi lain, produksi Indonesia diperkirakan turun menjadi sekitar 600 juta ton tahun ini dari hampir 800 juta ton pada tahun sebelumnya, seiring penurunan impor dari China dan India.

Dengan kombinasi permintaan yang tetap tinggi dan persediaan yang menipis, harga batu bara diperkirakan masih bertahan di level kuat dalam waktu dekat, terutama jika kebutuhan listrik global tetap meningkat.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Muhammadiyah Awali Puasa Hari Ini, Ajak Umat Perbanyak Ibadah dan Jaga Toleransi

0

NUSANTARA – Umat Muhammadiyah resmi memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah hari ini, Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut merujuk pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Jalal sebelumnya menyampaikan bahwa salat tarawih telah dilaksanakan pada malam sebelum 18 Februari, sesuai hasil ijtihad yang ditetapkan organisasi.

“Jadi kami tidak ada pertanyaan. Kami mohon maaf sebelumnya kepada teman-teman, warga Muhammadiyah, malam sudah mulai tarawih, dan besok berpuasa,” ucap Jalal saat mengikuti rangkaian rukyatul hilal di Masjid Negara IKN, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan kriteria tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Selain itu, data posisi hilal global juga menjadi rujukan, termasuk pengamatan di wilayah Alaska, Amerika Serikat, yang menunjukkan posisi bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Berdasarkan perhitungan tersebut, PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan lebih dahulu dibanding keputusan pemerintah.

Meski terdapat perbedaan penetapan, Jalal menegaskan pentingnya sikap saling menghormati.

“Kita saling menghormati, saling menghargai. Kami tidak mengatakan kami yang paling benar,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah hilal dinyatakan belum terlihat di 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Abdul Jalal mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak ibadah, menjaga persaudaraan, serta tetap menjunjung tinggi toleransi di tengah perbedaan.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Imlek 2577 di KIPP IKN Meriah, Barongsai dan Seni Kolaborasi Dayak–Tionghoa Pukau Warga

0
Tahun Kuda Api jadi simbol semangat keberlanjutan IKN. Momentum itu dirayakan dengan penampilan barongsai di salah satu sudut KIPP IKN. (Istimewa)

NUSANTARA – Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung semarak, Selasa (17/2/2026). Di sudut jalan berbagi, tepat di seberang Tower Kemenko 2, masyarakat disuguhkan pentas seni hingga atraksi barongsai dalam rangkaian acara bertajuk “Opening Nusantara Park di IKN”.

Sejak sore, area tersebut dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan perayaan Tahun Kuda Api. Tabuhan tambur yang mengiringi barongsai membuat suasana semakin hidup. Gemerlap lampion dan tata cahaya menambah kesan hangat sekaligus meriah di tengah kawasan pemerintahan yang tengah berkembang.

“Rame. Keren banget. Makin menghadirkan suka cita Imlek,” tutur Gusti, warga Kecamatan Sepaku, yang hadir bersama keluarganya.

Tak hanya barongsai, panggung seni juga diisi kolaborasi budaya. Sanggar Bawe Regok Sepaku turut ambil bagian dengan menampilkan tari Tionghoa yang dipadukan dengan unsur tari Dayak. Perpaduan dua budaya itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Nixhe Cristy dari Sanggar Bawe Regok menyampaikan apresiasinya atas undangan panitia. Ia menyebut tarian yang dibawakan telah disesuaikan dengan konsep perayaan tahun baru Imlek di IKN.

“Kami terima kasih sudah mengundang kami. Tari yang dibawakan sesuai permintaan panitia perayaan tahun baru Imlek,” ujarnya.

Tahun Kuda Api dalam kalender Tionghoa 2026 diyakini membawa energi keberanian, semangat menyala, dan dorongan untuk terus bergerak maju. Makna itu dinilai selaras dengan proses pembangunan dan pertumbuhan ekosistem di Ibu Kota Nusantara.

Perayaan Imlek di sudut KIPP IKN ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol keberagaman dan harmoni yang ingin dibangun di kota masa depan Indonesia.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Masjid Negara IKN Dikelola Istiqlal, 700 Jemaah Siap Hadiri Tarawih Perdana

0
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Prasetyo)

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan Masjid Negara IKN siap menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Bahkan, sekitar 700 jemaah telah menyatakan minat untuk mengikuti salat tarawih perdana di masjid tersebut.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan rukyatul hilal yang untuk pertama kalinya digelar di IKN. Ia menyebut Otorita merasa terhormat karena IKN menjadi salah satu dari 96 titik pemantauan hilal di Indonesia.

“Iya, saya kira kami dari Otorita sangat mendukung sekali untuk dilaksanakan pengamatan bulan di IKN ini. Merasa terhormat sekali IKN jadi salah satu titik pengamatan dari 96 titik pengamatan di Indonesia,” tegas Basuki di Tower D Rusun ASN 1 IKN, Selasa (17/2/2026), saat menghadiri rukyatul hilal.

Basuki mengungkapkan, dua hari sebelumnya ia telah bertemu dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta. Menurutnya, keberadaan Masjid Negara IKN yang kini sudah difungsikan menjadi salah satu alasan pelaksanaan kegiatan keagamaan dipusatkan di kawasan tersebut.

“Kalau tadi pertanyaannya kenapa datang ke sini, pertama memang ada Masjid Raya Negara yang sekarang sedang berfungsi. Nanti tanggal 2 Ramadan, bapak menteri akan hadir ke sini. Jadi merupakan satu kehormatan bagi Otorita,” jelas mantan Menteri PUPR itu.

Terkait kesiapan menyambut Ramadan, Basuki memastikan seluruh sarana dan prasarana telah dicek langsung. Ia menyebut Otorita akan menggelar bazar Ramadan di sekitar masjid untuk mendukung aktivitas masyarakat.

“Saya juga sudah checking terakhir. Kami akan bikin bazar Ramadan supaya ada kedai untuk takjil. Kami akan siapkan juga takjil setiap hari selama Ramadan dan mungkin buka bersama seminggu sekali,” ujarnya.

Basuki juga menegaskan, tata kelola Masjid Negara IKN berada di bawah pengelolaan Masjid Istiqlal Jakarta. Imam besar yang memimpin juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal. Termasuk dalam hal penentuan tema ceramah dan penunjukan dai.

Otorita, lanjutnya, hanya bertugas menyiapkan prasarana dan mendukung seluruh kebutuhan teknis pelaksanaan ibadah.

Untuk pelaksanaan tarawih perdana, sekitar 700 orang telah menyatakan minat hadir melalui pemantauan daring.

“Karena ini pertama, kita juga selalu memonitor dari online. Sekarang ini ada kira-kira interest 700 orang yang akan hadir. Karena kami harus menyiapkan takjilnya kan supaya jangan membazir, supaya jangan kurang,” tutup Basuki.

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Agus S