Beranda blog Halaman 385

Bontang Masuk Nominasi Adipura Kencana, Wali Kota Optimistis Raih Penghargaan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Kota Bontang masuk dalam nominasi penerima Adipura Kencana setelah dinilai memenuhi indikator pengelolaan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut sistem penilaian Adipura saat ini jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, kota-kota yang masih menerapkan sistem open dumping secara otomatis gugur dari penilaian. Penilaian kini difokuskan pada daerah yang telah menerapkan pengelolaan sampah tanpa pembakaran, seperti penggunaan sanitary landfill dan sistem pengolahan berkelanjutan lainnya.

“Sekarang penilaiannya tidak sama seperti dulu. Kota dengan pengelolaan sampah open dumping itu gugur. Yang dinilai hanya kota-kota yang mengelola sampah tanpa dibakar,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Bontang telah mempresentasikan sistem pengelolaan sampah kepada tim penilai. Dalam pemaparan tersebut, sekitar 70 persen sampah Bontang masuk ke TPA, sementara 30 persen telah dikelola di tingkat rumah tangga, termasuk melalui TPS 3R dan bank sampah

“Kemarin saya presentasi, 70 persen sampah masuk ke TPA dan 30 persen sudah dikelola di rumah tangga, TPS 3R, dan lainnya,” ujarnya

Tim penilai juga telah melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik, mulai dari Bank Sampah Induk (BSI), beberapa TPS 3R, hingga kawasan Taman Tanjung Laut. Total terdapat tiga titik utama yang ditinjau, termasuk fasilitas pengelolaan sampah di wilayah permukiman.

Tidak ada indikator krusial yang menjadi penghambat. Ia bahkan optimistis Bontang akan lolos dan meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan lingkungan tersebut.

“Kalau dari penyampaian tim penilai, insyaallah kita dapat Adipura Kencana,” katanya optimistis

Di Kalimantan Timur, hanya Bontang dan Balikpapan yang masuk nominasi Adipura Kencana, meski keduanya berada pada kategori kota yang berbeda. Untuk kategori kota sedang, Bontang hanya bersaing dengan Kabupaten Banyumas

“Responnya sangat positif. Dua hari ini penilaian cukup padat, sejak pagi saya sudah turun ke lapangan,” pungkasnya

Rencananya, penghargaan Adipura Kencana akan diumumkan pada Januari atau Februari 2026, karena penilaian dilakukan menjelang akhir tahun.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tinjau Drainase Pasar Taman Rawa Indah, Wali Kota Anggarkan Rp 200 Juta untuk Pemasangan Jaring Sampah

0
Wali Kota Bontang saat tinjauan lapangan. (Syakurah)

BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meninjau salah satu drainase di kawasan Pasar Taman Rawa Indah sebagai upaya pengendalian sampah, khususnya sampah rumah tangga dan plastik yang terbawa aliran air.

Kunjungan ini dilakukan Senin (22/12/2025), sekaligus untuk melihat langsung efektivitas pemasangan jaring sampah, yang berfungsi menjebak sampah sebelum menyumbat saluran drainase.

Neni menjelaskan, berdasarkan data yang ada, sekitar 80 persen sampah yang dihasilkan di Kota Bontang berasal dari rumah tangga, dan sisanya merupakan sampah plastik. Kondisi tersebut menjadi alasan perlunya pemasangan jaring pada titik-titik drainase strategis, agar sampah dapat terperangkap, dikumpulkan, lalu diangkut ke tempat pembuangan akhir.

“Jadi nanti sampah yang terjaring ini akan dikumpulkan, kemudian dibuang. Ini bagian dari upaya kita mengendalikan sampah dari hulunya,” ujarnya.

Pemasangan jaring sampah ini direncanakan akan ditambah dengan anggaran dari APBD murni 2026 sebesar Rp200 juta. Anggaran tersebut disiapkan untuk pengadaan dan pemasangan jaring di sejumlah titik drainase yang dinilai rawan penumpukan sampah.

Pada tahap awal, pemasangan jaring sudah dilakukan di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah dengan memanfaatkan anggaran kelurahan. Selanjutnya, pemasangan akan difokuskan pada lingkungan RT 11, RT 12, dan RT 13 yang selama ini menjadi jalur aliran sampah menuju kawasan pasar dan pesisir.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Prioritaskan Revitalisasi Sekolah, Data Dapodik Jadi Kunci Dukungan Pusat

0
Hetifah Sjahfudian Ketua Komisi X DPR RI. (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menyatakan perlunya revitalisasi gedung sekolah. Revitalisasi tersebut mencakup perbaikan fasilitas dasar seperti ruang kelas, toilet, hingga bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dananya tersedia, selama kebutuhan tersebut diusulkan dengan data yang tepat.

“Yang kita dorong itu revitalisasi, bukan pembangunan baru. Misalnya WC yang rusak, ruang kelas, atau gedung sekolah yang perlu diperbaiki. Kalau itu diusulkan, Insyaallah akan diperjuangkan dan dananya ada,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat bergantung pada keakuratan dan kejujuran data pokok pendidikan (Dapodik), yang diinput oleh sekolah. Menurutnya, banyak sekolah sebenarnya membutuhkan tambahan ruang kelas, laboratorium, maupun fasilitas sanitasi, namun tidak tercantum dalam data resmi.

“Kalau tidak disebutkan di Dapodik bahwa sekolah itu butuh, maka pusat juga tidak tahu bahwa itu harus diprioritaskan. Jadi data harus diperbaiki sesuai kondisi riil, jangan ditutup-tutupi,” tegasnya.

Ia menambahkan, revitalisasi tidak hanya sebatas perbaikan ringan, tetapi juga dapat mencakup penambahan ruang kelas bahkan pembangunan sekolah baru, selama memang dibutuhkan dan lahannya tersedia. Kondisi sekolah yang masih menerapkan sistem dua shift menjadi salah satu indikator kuat adanya kekurangan ruang belajar.

Ia juga mengingatkan, agar sekolah bersikap jujur dalam pelaporan kebutuhan. Ia menyoroti kasus lama di mana ruang UKS dialihfungsikan menjadi musala atau ruang kelas dijadikan ruang guru, namun kebutuhan tersebut tidak dicantumkan dalam Dapodik.

“Sampai kapan pun bantuan tidak akan turun kalau datanya tidak jujur. Kuncinya kepercayaan, dan itu dimulai dari data,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tersambar Petir saat Berteduh di Bawah Pohon, Nyaris Merenggut Nyawa 3 Orang Warga

0
Korban saat diberikan pertolongan usai tersambar petir. (Ist)

SANGATTA – Tiga orang tersambar petir, Minggu (21/12/2025) sore kemarin. Hal itu terjadi saat hujan lebat disertai petir yang mengguyur Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Kejadian ini nyaris merenggut nyawa tiga warga tersebut, saat berteduh di bawah pohon di kawasan PBR Desa Sepaso.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Berdasarkan keterangan warga, hujan deras tiba-tiba turun disertai kilatan petir dan suara guntur keras. Tiga orang warga yang berada di sekitar lokasi memilih berteduh di bawah sebuah pohon. Tak berselang lama, petir menyambar lokasi tersebut.

Akibat kejadian itu, tiga korban berinisial GS (47), IF (45), dan FPS (12) ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di tanah. Saksi mata menyebutkan, setelah kilatan petir disertai dentuman keras, terlihat asap muncul dari bawah pohon tempat para korban berteduh.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan awal dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Personel piket Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 Polsek Bengalon langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, ketiga korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, mulai dari kaki, pinggul, hingga punggung. Selanjutnya, para korban dilarikan ke Puskesmas Bengalon untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa dari hasil keterangan saksi di lokasi, para korban diduga tersambar petir saat berteduh di bawah pohon ketika hujan deras berlangsung.

“Setelah petir menyambar dan terdengar suara guntur keras, warga melihat asap dari bawah pohon. Saat didekati, tiga orang ditemukan tergeletak dan langsung dievakuasi,” ujar AKP Asriadi.

Proses evakuasi melibatkan personel Polsek Bengalon, Satpol PP, tenaga kesehatan Puskesmas Sepaso, Pramuka, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian penanganan berjalan cepat dan kondusif.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya cuaca ekstrem, khususnya hujan yang disertai petir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir. Risiko sangat tinggi dan dapat membahayakan keselamatan jiwa. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi kepolisian atau Call Center 110,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Grand Design Pembangunan Kependudukan 2025 Dipertajam, Pemkot Siapkan SDM Penyangga IKN

0
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki saat memberikan sambutan. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar Review Dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Tahun 2025. Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, mewakili Wali Kota Bontang di Auditorium Taman 3D, Jumat (19/12/2025).

Dalam arahannya, Dasuki menegaskan perubahan paradigma, bahwa penduduk tidak boleh lagi dipandang sekadar objek, melainkan harus menjadi subjek dan pelaku utama pembangunan. Hal ini semakin krusial mengingat posisi Bontang sebagai kota industri dan mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pengelolaan kependudukan harus direncanakan matang berbasis data akurat. GDPK dengan lima pilar utamanya adalah peta jalan kita untuk pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas, pembangunan keluarga, penataan persebaran, hingga administrasi kependudukan,” ujar Dasuki.

Dasuki menekankan, dokumen GDPK wajib selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), agar target strategis dapat terukur. Untuk itu, ia menyampaikan tiga instruksi utama kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD):
• Sinkronisasi Data: Pastikan data kependudukan satu frekuensi dengan perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang.
• Inovasi Kebijakan: Rumuskan strategi yang adaptif terhadap tantangan zaman, terutama fokus pada penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
• Kolaborasi Lintas Sektor: Tinggalkan ego sektoral, karena pembangunan manusia tidak bisa dikerjakan secara parsial oleh satu dinas saja.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Forestwanto, melaporkan bahwa review ini bertujuan menjaga relevansi dokumen perencanaan terhadap dinamika kebijakan nasional.

“Forum ini diikuti 150 peserta yang terdiri dari Kepala OPD, Camat, Lurah, serta mitra kerja pemerintah. Kami menghadirkan pakar dari Universitas Mulawarman untuk memberikan bobot akademis dalam penyusunan kebijakan ini,” jelas Eddy.

Adapun narasumber ahli yang dihadirkan antara lain Prof. Dr. Bambang Irawan, S.Sos, M.Si., Dr. Cathas Teguh Prakoso, S.Sos, M.Si., dan Dr. Ike Anggraeni Gunawan, S.KM., M.Kes.

Melalui penajaman dokumen GDPK ini, Pemkot Bontang optimistis dapat mewujudkan pembangunan kependudukan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Gelar Khitanan Massal, Muhammadiyah Bontang Amalkan Gerakan Al-Ma’un Ajaran KH Ahmad Dahlan

0
Khitan massal gelaran Muhammadiyah Bontang. (Ist)

BONTANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang menggelar khitanan massal gratis dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas, Gunungsari, Kecamatan Bontang Utara, Ahad (21/12) pagi, dan diikuti sebanyak 102 anak.

Ketua PDM Bontang, Ustadz Mustamar, dalam laporannya menyampaikan, bahwa peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Bontang diisi dengan aksi nyata, melalui kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Khitanan massal ini merupakan implementasi gerakan Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, sebagai wujud dakwah Muhammadiyah di bidang sosial dan kesehatan.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Dari kuota awal 100 peserta, jumlah pendaftar menembus lebih dari 105 anak hanya dalam waktu enam hingga tujuh jam sejak pendaftaran dibuka.

Hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan sosial, sekaligus besarnya kepercayaan warga Bontang kepada Muhammadiyah.

Selain memperoleh layanan khitan medis yang profesional, para peserta juga menerima fasilitas pendukung berupa konsumsi, pakaian baru, serta sarung untuk beribadah. Kegiatan ini terselenggara berkat semangat ta’awun atau gotong royong dengan dukungan Pemerintah Kota Bontang, DPRD Bontang, para sponsor, donatur, panitia pelaksana, serta tim medis.

Adapun peserta khitanan massal berasal dari berbagai wilayah di Kota Bontang, dengan rincian 45 anak dari Bontang Selatan, 45 anak dari Bontang Utara, dan 10 anak dari Bontang Barat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Heri Keswanto Nahkodai Kompak Bontang

0
Pelantikan pengurus Kompak Bontang. (Ist)

BONTANG — Kerukunan Organisasi Masyarakat Pangkep Kepulauan (Kompak) Kota Bontang resmi melantik kepengurusan baru dalam sebuah seremoni yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu (20/12). Heri Keswanto dilantik sebagai Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Kompak Bontang bersama jajaran pengurus inti lainnya.

Selain Heri Keswanto, yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD Bontang, posisi Sekretaris diamanahkan kepada Mahfud, sementara Bendahara dijabat oleh Mappaelo. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Harian Kompak Pusat, Muhammad Saleh Ridwan.

Meski berlangsung di tengah rintik hujan, acara pelantikan berjalan khidmat dan lancar. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, serta sejumlah anggota DPRD Bontang yang merupakan rekan sejawat Heri.

Dalam sambutannya, Ketua Kompak Heri Keswanto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat nilai toleransi serta harmonisasi yang telah tumbuh subur di Kota Bontang.

Ia menyebut, sebagai masyarakat perantauan, warga Pangkep di Bontang siap berkontribusi aktif dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris.

“Bontang dihuni oleh berbagai latar belakang budaya. Masyarakat Pangkep siap mensupport dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial serta pembangunan daerah,” ujar Heri.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Subuh Berjamaah BKPRMI dan Aksi Bersih-Bersih Masjid

0
Pj Sekda, Ahmad Suharto saat menyampaikan pemaparan. (Ist)

BONTANG — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar kegiatan sholat subuh berjamaah yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih masjid, Ahad (21/12), bertempat di Masjid Baitul Muttaqin, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BKPRMI, remaja masjid, serta jemaah setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Baitul Muttaqin, Suwarno, dalam laporannya menyampaikan perkembangan terkini terkait pembangunan dan renovasi masjid. Ia menjelaskan bahwa proyek renovasi saat ini telah memasuki tahap penyelesaian atau finishing.

“Alhamdulillah, pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin sudah berada pada tahap akhir. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah dan para donatur yang telah memberikan dukungan materiil sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar,” ujar Suwarno.

Kegiatan sholat subuh berjamaah dan aksi bersih-bersih masjid ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin BKPRMI, sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, serta mendukung terciptanya lingkungan masjid yang bersih, nyaman, dan representatif bagi aktivitas ibadah umat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengurus Kusuma Bontang Dikukuhkan, Sony Suwito Terpilih Sebagai Ketua

0
Pengukuhan Dewan Pengurus Kusuma Bontang. (Ist)

BONTANG — Dewan Pengurus Kerukunan Sedulur Madiun (Kusuma) Kota Bontang resmi dikukuhkan di UMKM Center Bontang Utara, Sabtu (20/12) malam. Pengukuhan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (DPD Ikapakarti) Kota Bontang yang diwakili Ketua Dewan Pembina, Dasuki.

Dasuki yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bontang, secara resmi mengukuhkan Sony Suwito Adi Cahyono sebagai Ketua Kusuma Kota Bontang beserta jajaran pengurus lainnya untuk masa bakti 2025-2030.

Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bendera pataka serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur. Hal ini menjadi simbol bahwa Kerukunan Sedulur Madiun telah turut mewarnai dan berkontribusi dalam derap pembangunan Kota Taman, sebutan bagi Kota Bontang.

Sebagai bentuk penghormatan, potongan tumpeng diserahkan langsung oleh Ketua Kusuma kepada sesepuh Madiun, Mbah Wito.

Ketua Kusuma Kota Bontang terpilih, Sony Suwito Adi Cahyono, menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berharap, di bawah kepemimpinannya, Kusuma dapat semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program pembangunan Kota Bontang.

“Saya berharap Kusuma dapat terus mempererat persaudaraan warga Madiun di Bontang sekaligus berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Sony juga menegaskan komitmen pihaknya untuk bersinergi dan berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung program pembangunan daerah.

“Kusuma siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bontang. Kami ingin menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut mendukung program pembangunan, sekaligus menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat,” ucap Sony.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili Ikapakarti, Dasuki menitipkan pesan agar Kusuma dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan daerah serta ikut memayu hayuning nagri—menjaga keharmonisan, persatuan, dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang dr. Neni Moerniaeni juga mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus Kusuma Kota Bontang. Ia menilai kehadiran Kusuma semakin menambah kekayaan dan khazanah budaya di Kota Bontang.

“Dengan adanya Kerukunan Sedulur Madiun, keberagaman budaya di Bontang semakin kuat. Ini menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah,” pungkas Wali Kota.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pesta Laut Bontang Kuala 2025 Ditutup, Tradisi, Syukur, dan Harmoni Menguat di Pesisir

0
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 saat penutupan Pesta Laut Bontang Kuala 2025. Foto: Prokompim Bontang

BONTANG — Rangkaian Pesta Laut Bontang Kuala 2025 resmi berakhir pada Minggu sore (21/12/2025). Penutupan gelaran budaya tahunan ini dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam upacara yang berlangsung khidmat di panggung utama Bontang Kuala dan disaksikan langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, bersama Ratu Prabu Ningrat.

Penutupan Pesta Laut turut dihadiri unsur Forkopimda, Anggota DPRD Kota Bontang Heri Keswanto, perwakilan PT Pupuk Kaltim, Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, serta tokoh masyarakat dan warga pesisir yang sejak awal setia mengikuti seluruh rangkaian acara.

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan apresiasi kepada panitia, tokoh adat, dan masyarakat yang telah menyukseskan Pesta Laut tahun ini. Ia menegaskan, keberhasilan acara tidak terlepas dari semangat kebersamaan warga pesisir yang tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Menurutnya, Pesta Laut bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan ritual adat yang sarat makna. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan melalui laut, sekaligus pengingat akan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Agus Haris juga menyoroti peran Pesta Laut dalam mendorong perekonomian masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, perputaran ekonomi lokal, khususnya UMKM dan sektor pariwisata, dinilai cukup signifikan dan memberikan dampak langsung bagi warga Bontang Kuala.

Dalam suasana yang semakin hangat, Agus Haris menyampaikan pesan reflektif tentang keberagaman dan kebersamaan di Kota Bontang. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada warga asli Bontang Kuala dan Guntung yang selama ini menerima para pendatang dengan sikap terbuka dan penuh toleransi.

Ia menilai harmoni sosial yang terjaga di kawasan pesisir merupakan teladan penting bagi kehidupan bermasyarakat di tengah perbedaan latar belakang. Nilai tersebut, menurutnya, harus terus dirawat sebagai kekuatan utama Kota Bontang.

Pemerintah Kota Bontang, lanjut Agus Haris, berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan Pesta Laut di tahun-tahun mendatang. Dukungan tersebut diarahkan agar kemasan acara semakin menarik, tanpa menghilangkan nilai adat dan filosofi yang diwariskan oleh leluhur.

Sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memukul gong di hadapan masyarakat. Prosesi penutupan kemudian dilanjutkan dengan ritual adat “Membuang Balai” dan tradisi “Belimbur” atau siram-siraman air, yang diikuti antusias oleh warga sebagai simbol pembersihan diri dan harapan akan keberkahan di masa mendatang. (MK)

Editor: Agus S