Beranda blog Halaman 391

MB PKT Road to TWMC 2025 (2): Matangkan Persiapan Setiba di Sisaket, Alami Kendala Cuaca hingga Bahasa

0
Personel MB PKT terus berlatih mematangkan persiapan jelang bertanding di TWMC 2025.

SISAKET, THAILAND – Marching Band Pupuk Kaltim (MB PKT) terus mematangkan persiapan setibanya di Thailand, dalam rangka mengikuti Event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025 yang berlangsung 17-20 Desember 2025.

Setibanya di lokasi event di Sisaket, Thailand seluruh personel MB PKT tak ingin berleha-leha. Langsung tancap gas berlatih mematangkan persiapan segala sesuatu yang dirasa masih kurang.

MB PKT tiba di Sisaket, Senin (15/12/2025) pagi sekitar pukul 09.00 waktu Thailand. Kemudian beristirahat sejenak, dilanjut siang hari bongkar alat dan segera berlatih hingga sore.

MB PKT mendapat tempat berlatih di Sisaket Sport Club. Sejak Senin sore hingga Rabu siang, seluruh personel berlatih secara paralel. Mematangkan Open field, lalu diselingin drum battle, kemudian lanjut melatih Marching Arts – Winds.

Ketua Umum MB PKT, Dwi Agung Wibowo mengungkapkan bahwa anak-anak asuhnya mengalami sejumlah kendala setibanya di Sisaket. Namun begitu kendala-kendala itu dapat segera diatasi oleh pelatih dan official.

“Kondisi cuaca di Thailand berbeda. Paginya dingin sekali sekitar 18-20 derajat. Tapi di siang hari panasnya terik sekali. Anak-anak masih butuh beradaptasi setibanya di Sisaket,” ujarnya.

Ditambah lagi satu dua personel mengalami kelelahan, lantaran perjalanan panjang lebih 24 jam dari tanah air menuju negeri Gajah Putih ini. Tapi manajemen sudah menyiapkan tim medis dan obat-obatan untuk mengatasi kondisi ini.

“Sebagai langkah antisipasi kami juga menyiapkan makanan yang cocok di lidah anak-anak, agar adaptasinya tidak terlalu berat. Juga siapkan makanan yang halal, karena sebagian besar personel muslim,” imbuh Agung.

Kendala lainnya diceritakan Agung adalah kendala bahasa. Lantaran panitia penyelenggara di Sisaket minim kemampuan Bahasa Inggris. Hal ini mengakibatkan ada beberapa keinginan pihak MB PKT yang tidak dapat dipenuhi segera oleh panitia.

“Kami butuh effort lebih untuk bisa menyampaikan maksud kami ke panitia. Tapi syukur sudah bisa teratasi semuanya,” ucapnya.

Pada Rabu (17/12/2025) siang. TWMC 2025 menggelar opening. Kemudian dilanjut dengan pertandingan kategori drum battle.

Rencananya setelah opening, MB PKT langsung memulai pertandingan awal di kategori drum battle sekitar pukul 15.00 waktu Thailand, namun jadwal tersebut diundur panitia pukul 18.00.

“Personel kami yang akan bertanding di kategori ini sudah siap tampil,” pungkasnya.

Diketahui, MB PKT akan mengikuti event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025, di Sisaket, Thailand pertengahan Desember mendatang. Keikutsertaan ini menjadikan MB PKT satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

MB PKT memberangkatkan sebanyak 135 personel secara keseluruhan, yang terdiri dari pemain, pelatih, serta official. Akan berlaga di ajang internasional yang akan dihadiri 8 negara, dan lebih dari 40 tim ikut serta.

MB PKT akan tampil di dalam tiga kategori, meliputi Drumline Battle (Professional), Indoor Marching Arts – Winds (Independent), serta Marching Field Show (World Class).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Jelang Nataru 2025, Harga Telur Ayam Capai Rp72 Ribu per Piring

0

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, harga telur ayam di Bontang melonjak tajam. Kenaikan ini mulai dirasakan masyarakat dan pelaku usaha kecil, seiring meningkatnya permintaan dan terganggunya pasokan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran soal stabilitas harga bahan pangan di akhir tahun.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Langsung baca e-paper lengkapnya melalui tautan berikut:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb17des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pemasangan Podong Tandai Diresmikannya Pesta Laut Bontang Kuala

0
Pembukaan Pesta Laut 2025. (Syakurah)

BONTANG – Agenda tahunan Pesta Laut, resmi dibuka, Rabu (17/12/2025) di Pelataran Bontang Kuala, dan turut dihadiri oleh kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin.

Kegiatan pesta laut akan berlangsung hingga Minggu (21/12/2025) dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari lomba hingga penampilan kesenian.

Ketua Panitia, Agung Anugrah mengungkapkan bahwa pembukaan ditandai dengan tari-tarian tradisional, kemudian dilakukan pemasangan podong yang dilanjutkan dengan ritual Balai Pompong.

Ia juga memaparkan beberapa jenis lomba seperti lomba dayung, lomba ketinting, tarik tambang di atas laut, dan masih banyak lagi. Sementara penampilan tari-tarian dan hiburan dilakukan di pelataran.

“Kami telah mempersiapkan lomba ini selama dua bulan, sempat tertunda karena masih ada pembangunan, tapi Alhamdulillah berhasil terlaksana,” tuturnya.

Pangeran Satya perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, mengungkapkan kegiatan ini perlu adanya perlindungan pengembangan dan pemanfaatan terhadap keberadaan adat istiadat di wilayah, sebagai sarana melestarikan budaya yang ada di Kota Bontang dan warisan yang turun temurun dilakukan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, agar mendukung pelaksanaan pesta laut ini, semoga kegiatan ini sukses hingga penghujung acara,” tuturnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak masyarakat khususnya warga pesisir Bontang Kuala untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini menjadi pelestarian budaya Kota Bontang.

“Jaga budaya kita, jaga laut kita. Kita jaga laut kita dari sampah dan pencemaran,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pejabat PTP dan Fungsional Dilantik, Bupati Ardiansyah Rotasi Pejabat Kutim

0
Prosesi Pelantikan pejabat Kutim. (Ramlah)

SANGATTA – Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, rotasi menjadi ujian integritas aparatur di tengah sorotan publik yang kian tajam.

Hal itu diungkapkan saat melantik Sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) dan fungsional di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (17/12/2025).

Ardiansyah menegaskan, pergeseran jabatan bukan sekadar rutinitas administrasi atau pergantian wajah. Ia menyebut rotasi sebagai langkah korektif untuk mempercepat kinerja birokrasi yang dinilai masih stagnan dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pejabat yang dilantik hari ini harus bekerja lebih inovatif dan keluar dari pola kerja yang monoton,” tegas Ardiansyah dalam sambutannya.

Bupati tak menampik bahwa birokrasi Kutim masih dibayangi pola kerja lama yang terlalu administratif dan minim terobosan. Padahal, tantangan pembangunan daerah kian kompleks, mulai dari infrastruktur dasar, pelayanan kesehatan, hingga perencanaan pembangunan yang terintegrasi.

Sejumlah jabatan strategis kini diisi wajah baru hasil seleksi, di antaranya Dinas Kesehatan diisi oleh dr Yuwana Sri Kurniawati, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) oleh Tabrani Aji, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) diisi oleh Januar Bayu Irawan. Selanjutnya, Trisno sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten Pemkesra), Zainuddin sebagai Sekretaris DPRD, Arief Nur Wahyuni sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun).

Selain jabatan pimpinan tinggi, Bupati juga melantik beberapa pejabat fungsional, termasuk Agustinus Layu sebagai Auditor Ahli Utama pada Inspektorat Wilayah, serta beberapa Penata Kelola Penanaman Modal Ahl I Madya di lingkungan DPMPTSP.

Rotasi ini diharapkan mampu memecah sekat ego sektoral yang selama ini kerap menghambat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Ardiansyah juga menyinggung hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang menempatkan Kutai Timur di peringkat ke-10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Posisi tersebut dinilai belum sepadan dengan potensi dan kekuatan fiskal daerah.

“Kalau bekerja hanya datang ke kantor, menerima gaji, lalu pulang, itu bukan yang kita harapkan,” ujarnya dengan nada menyentil.

Pernyataan itu menjadi peringatan keras bagi aparatur sipil negara (ASN). Rendahnya skor integritas menunjukkan bahwa persoalan birokrasi Kutim tidak semata soal anggaran atau kewenangan, melainkan menyangkut budaya kerja, komitmen, dan etika pelayanan publik.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Inflasi Bontang Terkendali, TPID Siapkan Intervensi Cegah Kenaikan Harga Akhir Tahun

0
Rakor High Level Meeting TPID Semester II Tahun 2025. (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang memastikan inflasi daerah masih berada dalam kondisi terkendali hingga akhir 2025. Meski demikian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tetap menyiapkan langkah intervensi, guna mengantisipasi kecenderungan kenaikan harga sejumlah komoditas strategis menjelang tutup tahun.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting TPID Semester II Tahun 2025, yang memaparkan hasil pemantauan Early Warning System (EWS) inflasi Kalimantan Timur.

Berdasarkan proyeksi, inflasi Desember 2025 diperkirakan berada pada rentang 0,02–0,76 persen (month to month), dengan tekanan utama berasal dari komoditas beras, minyak goreng, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, tomat, serta angkutan udara.

Meski terdapat kecenderungan kenaikan harga di akhir bulan, TPID menilai kondisi inflasi Kota Bontang masih relatif lebih baik dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur. Namun, faktor psikologis pasar akibat kenaikan harga di daerah sekitar seperti Samarinda dan Balikpapan, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas harga di Bontang.

Karena itu harga perlu tetap dijaga, agar tidak ikut terdorong naik. Intervensi tetap diperlukan supaya lonjakan harga tidak mengikuti daerah lain.

TPID juga menegaskan, pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada angka inflasi, tetapi juga level harga. Pemerintah tidak akan melakukan intervensi jika harga komoditas berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), agar tidak merugikan petani maupun pedagang.

Berdasarkan neraca pangan Kota Bontang Desember 2025, sebagian besar komoditas berada dalam kondisi surplus dan aman, seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, dan daging sapi. Namun, dua komoditas masuk kategori waspada, yakni cabai rawit dan gula pasir, karena keterbatasan stok dan harga yang cenderung tinggi.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa stabilitas harga dapat dijaga berkat berbagai kebijakan intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah. Mulai dari subsidi transportasi, pelaksanaan operasi pasar, hingga pembukaan Warung Tekan Inflasi (Wartekin) dan penjualan sembako murah saat momentum Natal dan Tahun Baru.

“Alhamdulillah inflasi masih terkendali. Memang ada beberapa komoditas seperti cabai rawit yang naik, tapi kita terus lakukan langkah antisipasi melalui early warning system, agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan,” ujarnya.

Ke depan, TPID Bontang akan memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah, optimalisasi cadangan pangan pemerintah, pemantauan harga harian di pasar, serta penguatan komunikasi publik agar masyarakat tetap tenang dan percaya terhadap ketersediaan barang.

Selain itu, strategi jangka menengah dan panjang juga disiapkan, meliputi modernisasi pertanian, penguatan peran BUMD pangan, pembangunan infrastruktur logistik, hingga digitalisasi data harga dan pasokan pangan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kutim Bikin Gerakan Ayah Ambil Rapor, Ini Tujuannya

0
Ilustrasi gerakan ayah ambil rapor. (Ist)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menerbitkan kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.13.1/17677/BUP tertanggal 8 Desember 2025.

Kebijakan itu adalah meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, sebagai upaya menekan angka fatherless atau ketidakhadiran peran ayah dalam keluarga.

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.13.1/17677/BUP tertanggal 8 Desember 2025.

Gerakan tersebut diterapkan di seluruh wilayah Kutim dan menyasar satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP. Langkah ini diambil menyusul data nasional yang menunjukkan angka fatherless di Indonesia mencapai 25,8 persen, atau satu dari empat keluarga.

Dalam surat edaran itu ditegaskan bahwa minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari penurunan prestasi akademik, perilaku agresif, hingga meningkatnya risiko anak terjerumus pada perilaku menyimpang.

“Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, termasuk mengambil rapor, merupakan ruang strategis untuk menunjukkan kehadiran, perhatian, dan dukungan terhadap perkembangan anak,” demikian bunyi salah satu poin dalam edaran tersebut.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Kutim mengajak para ayah untuk hadir langsung ke sekolah pada saat penyerahan rapor akhir semester. Kehadiran ayah diharapkan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menjadi pintu masuk komunikasi yang lebih intens antara orang tua, anak, dan pihak sekolah.

Edaran tersebut juga memuat peran lintas sektor. Instansi pemerintah dan swasta diminta memberikan dispensasi atau kelonggaran waktu bagi karyawan yang mengikuti gerakan ini. Pihak sekolah diharapkan aktif mensosialisasikan gerakan serta mengatur jadwal pengambilan rapor yang memungkinkan partisipasi ayah. Sementara itu, aparat pendidikan dan pengawas sekolah ditugaskan memantau dan melaporkan pelaksanaannya di wilayah masing-masing.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor mulai diberlakukan pada periode pengambilan rapor Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung pada Desember 2025.

Selain itu, para ayah juga diajak berpartisipasi dalam ajang apresiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dengan membagikan foto atau video saat mengambil rapor anak di media sosial Instagram. Konten tersebut didorong menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah, serta menandai akun @kemendukbanga_bkkbn.

Pemerintah daerah menilai, gerakan ini menjadi langkah awal membangun budaya pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu, sekaligus memperkuat sinergi orang tua dan sekolah demi peningkatan kualitas pendidikan dan tumbuh kembang anak di Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polres Tarakan Kembangkan Kasus Sabu 3 Kg, Bidik Pemesan Dari Bontang-Samarinda

0
Kasat Resnarkoba Polres Tarakan AKP Tegar Wida Saputra. (Ade)

TARAKAN – Penyidik Polres Tarakan, kini membidik pihak yang diduga berperan sebagai pemesan sabu di wilayah Bontang dan Samarinda, Kalimantan Timur.

Penyidikan ini merupakan pengembangan kasus peredaran sabu seberat lebih dari 3 kilogram yang melibatkan kurir berinisial AS (24).

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan AKP Tegar Wida Saputra mengatakan, tim penyidik saat ini tengah mematangkan paket pengembangan kasus ke dua daerah tersebut. Profiling dan pendalaman telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

“Pengembangan ke arah Bontang dan Samarinda masih terus kami lakukan. Dalam waktu dekat, minggu ini atau paling lambat minggu depan, tim akan berangkat,” kata Tegar, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pihak yang berada di Bontang dan Samarinda diduga menjadi pemesan sabu. Sementara tersangka AS yang telah diamankan diketahui hanya berperan sebagai kurir.

“AS ini kurir. Dia dijanjikan upah Rp 60 juta, tapi sampai ditangkap uang itu belum diterima,” jelasnya.

Dari keterangan AS, komunikasi dengan jaringan dilakukan secara terputus. AS mengaku tidak pernah berhubungan langsung dengan pemesan dan hanya berkomunikasi dengan satu orang berinisial SP, yang hingga kini masih buron.

“Dari Tanjung Selor ke Bontang, dia belum dapat arahan detail. Baru setelah tiba di lokasi, dia diminta menghubungi kembali untuk petunjuk lanjutan,” ujar Tegar.

AS juga mengaku baru pertama kali terlibat dan tidak pernah bertemu langsung dengan pihak yang diduga sebagai pemesan, baik di Bontang maupun Samarinda. Identitas dan wajah pemesan sama sekali tidak diketahuinya.

Sementara itu, SP yang diduga berperan mengajak AS dalam pengiriman sabu berhasil melarikan diri saat proses penangkapan. Polisi menduga SP meninggalkan telepon selulernya di sekitar kawasan semak-semak atau kebun di sekitar wilayah TKP, Jalan Cahaya Baru Tarakan.

“Ponsel itu belum ditemukan. Tapi sempat terdeteksi aktif selama dua sampai tiga hari setelah kejadian dan masih berada di sekitar lokasi pelarian. Ini menjadi salah satu hal yang kami dalami karena secara logika sulit jika ponsel ditinggalkan selama 3×24 jam,” ungkap Tegar.

Dalam proses penyidikan, polisi belum menemukan hubungan komunikasi langsung antara AS dan pemesan. Seluruh komunikasi diketahui hanya berlangsung antara AS dan SP.

“Untuk saat ini, kami bergerak berdasarkan alat bukti yang ada. Keterangan tersangka saja belum cukup untuk memenuhi unsur dua alat bukti,” tegasnya.

Perkembangan berkas perkara saat ini masih berada pada tahap penyidikan dan dinilai berjalan lancar. Tahap I telah dilakukan dan berkas telah diserahkan ke Kejaksaan, namun hingga kini belum ada petunjuk tambahan dari jaksa peneliti.

“Tahap II masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut dengan Kejaksaan. Waktunya belum bisa kami pastikan,” pungkas Tegar.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

Sabu 3 Kg Dimusnahkan, Kurir Digaji Rp 60 Juta untuk Kirim dari Tarakan ke Bontang

0
Pemusnahan lebih dari 3 kilogram sabu di Mapolres Tarakan. (Ade)

TARAKAN – Polres Tarakan memusnahkan lebih dari 3 kilogram sabu hasil pengungkapan kasus narkotika jaringan lintas daerah. Pemusnahan dilakukan di Mapolres Tarakan, Selasa (16/12/2025), dipimpin langsung Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik.

Sabu yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari tersangka Anwar Syahrir bin Syahrir, yang berperan sebagai kurir. “Pemusnahan ini bagian dari tahapan proses hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan barang bukti,” kata AKBP Erwin S. Manik.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa tiga bungkus plastik bening berisi serbuk kristal putih, diduga kuat narkotika jenis sabu. Berdasarkan penetapan Kejaksaan Negeri Tarakan Nomor TAP-6649/0.5.15/Enz.1/12/2025 tertanggal 3 Desember 2025, total berat netto sabu mencapai 3.041,02 gram.

Dari jumlah tersebut, 3 gram disisihkan untuk pemeriksaan laboratorium dan 1,5 gram untuk pembuktian di persidangan. Sisanya, yakni 3.036,52 gram, dimusnahkan dengan cara diblender dan dilarutkan.

Kapolres menjelaskan, kasus ini bermula dari penangkapan seorang kurir bernama Anwar Syahrir (AS) di Jalan Cahaya Baru, RT 4, Tarakan, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 13.30 WITA. AS ditangkap saat membawa tiga bungkus sabu yang disimpan dalam kotak kardus cokelat dilakban.

Dari hasil pemeriksaan, AS mengaku dijanjikan upah Rp 60 juta untuk mengantarkan sabu ke Bontang, Kalimantan Timur. Pria asal Sulawesi yang berdomisili di Bontang itu disebut hanya berperan sebagai kurir yang dikendalikan jaringan besar.

“Barang rencananya dikirim ke Bontang. Jalurnya lewat laut, dari Tarakan menuju Bulungan menggunakan speedboat, lalu dilanjutkan dengan mobil sewaan,” jelas Erwin.

Polisi juga menyita sejumlah barang lain, di antaranya handphone, sepeda motor Honda Scoopy, kotak kardus cokelat, kunci mobil sewaan, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Namun, satu orang rekan AS berinisial SP berhasil melarikan diri saat proses penangkapan, dan kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami masih memburu SP dan akan menindak tegas seluruh jaringan yang terlibat,” tegas Kapolres.

Erwin menambahkan, jalur laut saat ini menjadi rute dominan peredaran narkotika di wilayah Tarakan dan sekitarnya. Polres Tarakan memastikan pengawasan akan terus diperketat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

Disdikbud Tegaskan Pesta Laut Bontang Kuala Tetap Berbasis Tradisi Warga

0
Saparudin, Sekretaris disdikbud. (Syakurah)

BONTANG — Tradisi Pesta Laut di Bontang Kuala, dipastikan akan tetap digelar sesuai pakem budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Pemerintah Kota Bontang menegaskan, tidak akan mengintervensi konsep acara, meski dukungan anggaran dan fasilitas tetap diberikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengatakan peran pemerintah dalam agenda tersebut hanya sebatas pendukung. Seluruh konsep hingga pelaksanaan kegiatan tetap menjadi kewenangan penuh masyarakat Bontang Kuala.

Menurutnya, Pesta Laut merupakan ritual adat yang memiliki nilai kearifan lokal tinggi, sehingga tidak bisa diperlakukan seperti agenda hiburan modern. Pemerintah memilih menghormati tradisi dengan tidak mengubah susunan acara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Ini bukan event yang bisa dikreasikan bebas. Ada nilai adat yang harus dijaga, karena itu pemerintah tidak masuk ke ranah konsep,” jelasnya.

Ia membandingkan Pesta Laut dengan Bontang City Carnival (BCC) yang sepenuhnya digagas oleh pemerintah. Pada event seperti BCC, ruang inovasi lebih terbuka karena tidak terikat dengan tradisi adat tertentu.

Meski demikian, Disdikbud memastikan Pesta Laut tetap memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan pelaku UMKM disebut akan kembali diakomodasi, sebagaimana pada berbagai kegiatan budaya lain yang digelar di Kota Bontang.

“UMKM selalu dilibatkan. Polanya sudah berjalan di setiap event, termasuk kegiatan budaya,” pungkas Saparuddin.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Daya Beli Masyarakat Stabil di Tengah Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat melakukan monitoring harga di Pasar Rawa Indah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, dari hasil monitoring di Pasar Taman Rawa Indah, daya beli masyarakat masih stabil. Walaupun harga bahan pokok mulai naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Saya tadi sempat tanyakan ke beberapa pedagang, untuk daya beli masyarakat ada penurunan apa tidak, dan ternyata tidak ada. Berarti rata-rata daya beli masyarakat Bontang masih terjaga,” ucapnya, Selasa (16/12/2025).

Walaupun ada beberapa kenaikan dengan sejumlah harga bahan pokok, seperti bawang, daging, ayam, cabai, telur, ataupun sebagainya. Akan tetapi daya beli masyarakat Bontang masih terbilang tinggi.

Diketahui, untuk harga cabai naik hingga Rp 80 ribu per kilonya, begitu pula dengan harga cabai kering yang semula Rp 35 ribu per kilo, kini telah naik menjadi Rp 50 per kilo.

Adapun dengan harga bawang merah untuk berukuran besar, naik menjadi Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kilonya, dari harga normal yang biasanya hanya Rp 40 ribu per kilo, sesuai dengan ukuran.

“Alhamdulillah mengingat daya beli masyarakat masih stabil, tadi saya khawatir bila naiknya harga seperti bawang sampai tinggi, penjualan para pedagang menurun. Tetapi ini masih terjaga,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam