Beranda blog Halaman 390

Tunjukkan Keseriusan, Santika Indonesia Hotel & Resort Lakukan Studi Kelayakan

0
Tim Santika Indonesia Hotels & Resorts saat survei lapangan. (Ist)

BONTANG –  Keseriusan Santika Indonesia Hotels & Resorts dalam menjajaki investasi perhotelan di Kota Bontang ditunjukkan melalui kunjungan lapangan dan survei langsung yang dilaksanakan pada, Selasa (16/12).

Kunjungan tersebut diawali dengan peninjauan kawasan Distrik Kenari Waterpark sebagai salah satu lokasi potensial pembangunan hotel.

Survei lapangan dilakukan oleh tim Santika Indonesia Hotels & Resorts yang terdiri dari Chandra Topan selaku Business Development Manager dan Anwar dari jajaran manajemen. Tim Santika didampingi Arsyad bersama Tim Marketing Distrik Kenari Waterpark, serta Amir Arifin selaku Manager Operasional Kenari Waterpark.

Santika Indonesia Hotels & Resorts merupakan jaringan hotel nasional yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Grahawita Santika, unit bisnis dari Kompas Gramedia Group, salah satu grup usaha terbesar di Indonesia. Santika mengelola berbagai merek hotel, mulai dari Amaris Hotel, Hotel Santika, Hotel Santika Premiere, hingga The ANVAYA, dengan jaringan properti yang tersebar di berbagai kota besar di Tanah Air.

Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau langsung kawasan Distrik Kenari Waterpark yang berada dalam satu kawasan strategis bersama sejumlah brand nasional seperti McDonald’s dan Mie Gacoan, serta dikelilingi berbagai merek nasional lain yang telah beroperasi di Kota Bontang. Kehadiran brand-brand besar ini dinilai menjadi indikator kuat pertumbuhan ekonomi daerah, daya beli masyarakat, serta potensi pasar perhotelan di Bontang.

Distrik Kenari Waterpark memiliki luas sekitar ±16.500 meter persegi dan direncanakan sebagai kawasan wisata terpadu yang mengintegrasikan wahana rekreasi keluarga, kawasan kuliner, serta fasilitas akomodasi.

Selain meninjau Distrik Kenari Waterpark, tim Santika Hotels & Resorts juga melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis di Kota Bontang, di antaranya kawasan penerbangan perusahaan di sekitar Kampung Baru, City Mall Bontang, kawasan industri PT Pupuk Kalimantan Timur, kawasan pelabuhan, serta beberapa destinasi wisata unggulan, sebelum kembali ke Samarinda.

Dalam keterangannya, Chandra Topan menyampaikan bahwa rangkaian kunjungan ini merupakan bagian dari proses Feasibility Study (FS) untuk menilai kelayakan investasi hotel di Kota Bontang.
“Kota Bontang memiliki karakter yang kuat sebagai kota industri sekaligus kota taman. Aktivitas industri, keberadaan brand nasional, serta potensi wisata menjadi kombinasi yang menarik untuk pengembangan hotel,” ujarnya.

Sementara itu, Arsyad dari Tim Marketing Distrik Kenari Waterpark menilai kunjungan Santika sebagai sinyal positif bagi iklim investasi di Kota Bontang. Kehadiran jaringan hotel nasional di kawasan Distrik Kenari diharapkan dapat memperkuat pengembangan kawasan terpadu serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan bisnis.

Hal senada disampaikan Amir Arifin, Manager Operasional Kenari Waterpark. Menurutnya, rencana pembangunan hotel akan memberikan nilai tambah kawasan, membuka peluang lapangan kerja, serta menggerakkan perekonomian lokal.

Kunjungan ini menjadi langkah awal sebelum PT Grahawita Santika melalui Santika Indonesia Hotels & Resorts menyusun hasil Feasibility Study sebagai dasar pengambilan keputusan investasi hotel di Kota Bontang, yang dinilai semakin prospektif sebagai kota industri, kota taman, dan kota dengan pertumbuhan brand nasional yang positif. (rls)

Editor: Yusva Alam

Wujudkan Paradigma Baru Pelayanan Nataru 2025, Polres Bontang Gelar Rapat Koordinasi Daerah Lintas Sektoral

0
Kegiatan rapat koordinasi lintas sektoral ops lilin mahakam 2025. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang menggelar rapat koordinasi daerah lintas sektoral, dalam rangka mewujudkan paradigma baru di pelayanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, yang berlangsung di Ruang Rupatama Mako Polres Bontang, Rabu (17/12/2025).

Melalui zoom, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menekankan akan pentingnya sinergi antar instansi untuk bisa mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, serta ketertiban masyarakat yang kondusif selama perayaan Nataru 2025.

Selain itu di kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rusy Mas’ud turut mengatakan dan mengapresiasi kepada para jajaran Polda Kaltim dan stakeholder terkait atas upaya penanganan Nataru.

“Selain mengamankan perayaan Nataru, ingat juga akan potensi cuaca yang saat ini sedang ekstrem. Adapun dengan antisipasi akan bencana di perayaan Nataru,” ucapnya.

Selanjutnya, Wakapolres Bontang, Kompol Ropiyani memaparkan sejumlah perencanaan pengamanan yang nantinya akan dilakukan oleh Polres Bontang, termasuk dengan menyiapkan beberapa pos pengamanan dan pelayanan di tempat yang strategis.

“Kota Bontang siap melaksanakan pengamanan perayaan Nataru, akan tetapi tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan, dan juga agar bisa menjaga toleransi antar umat beragama dalam meningkatkan sinergi antar aparat keamanan, instansi terkait, serta seluruh elemen lapisan masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Baru Selesai Tangani Tawon, Petugas Damkar Langsung Evakuasi Buaya di Bawah Rumah Warga

0
Petugas Disdamkartan Bontang saat melakukan evakuasi buaya. (Ist).

BONTANG – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Rescue Regu I Alpha berhasil mengevakuasi seekor buaya yang bersembunyi di bawah hunian warga, di Jalan KS Tubun, Gang Nirwana 2, Rawa Indah.

“Ada laporan masuk dari warga sekitar pukul 20.30 wita kalau ada buaya, dan petugas langsung turun lapangan buat evakuasi buayanya,” ucapnya Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin

Walaupun hujan turun, bukan menjadi penghalang bagi petugas Disdamkartan untuk menjalankan tugasnya, yang terpenting buaya tersebut bisa segera ditangkap agar masyarakat tidak merasa cemas.

“Selain hujan, petugas sempat mengalami kendala seperti kondisi jalan yang berlumpur, dan kurangnya pencahayaan. Tapi semua bisa petugas atasi dengan baik,” ungkapnya.

Tak membutuhkan waktu yang lama sekitar 30 menit, petugas Disdamkartan berhasil mengamankan buaya tersebut lalu diikat agar tidak memberontak. Kini buaya telah dibawa ke Mako Disdamkartan Bontang.

“Hujan atau apapun itu bukan menjadi penghalang kami untuk menjalankan tugas, padahal petugas juga baru menyelesaikan penanganan tawon di wilayah Kanaan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kejari Kutim Raih Predikat WBK 2025, Diminta Konsisten Jaga Integritas

0
Predikat WBK diserahkan secara resmi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kutim, Reopan Saragih. (Ist)

SANGATTA — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) memberikan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur (Kutim).

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas upaya reformasi birokrasi yang dijalankan institusi penegak hukum itu. Namun, predikat tersebut sekaligus menghadirkan tuntutan publik agar konsistensi integritas benar-benar terjaga di lapangan.

Predikat WBK diserahkan secara resmi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kutim, Reopan Saragih, dalam acara penyerahan piagam penghargaan yang berlangsung di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (17/12/2025) kemarin.

Kajari Kutai Timur, Reopan Saragih, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Kutai Timur dalam membangun budaya kerja yang bersih dan akuntabel.

“Predikat WBK ini merupakan hasil komitmen bersama seluruh pegawai untuk terus menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum dan pelayanan publik,” ujarnya.

Meski demikian, predikat WBK bukanlah jaminan absolut atas bersihnya sebuah institusi. Sejumlah kasus di tingkat nasional menunjukkan bahwa label WBK kerap kali diuji oleh praktik di lapangan. Karena itu, capaian Kejari Kutai Timur dinilai sebagai awal dari fase pengawasan yang lebih ketat, bukan akhir dari proses reformasi.

Pembangunan Zona Integritas menuju WBK mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010–2025 serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM. Regulasi tersebut menekankan perubahan substantif dalam tata kelola birokrasi, bukan sekadar pemenuhan indikator administratif.

Sebagai institusi penegak hukum yang memiliki kewenangan besar, Kejaksaan berada pada posisi strategis sekaligus rawan konflik kepentingan, terutama dalam penanganan perkara korupsi dan kasus-kasus yang bersentuhan dengan kepentingan kekuasaan dan anggaran daerah.

Dalam implementasinya, Kejari Kutim mengklaim telah memperkuat pengawasan internal, menerapkan pengendalian gratifikasi, serta mengoptimalkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Namun, publik menuntut bukti nyata berupa penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Reopan Saragih menegaskan bahwa predikat WBK bukan tujuan akhir.
“Ini adalah amanah yang harus terus dijaga. Kami akan memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat tetap terpelihara,” tegasnya.

Ke depan, konsistensi Kejari Kutim dalam menjaga integritas akan menjadi ukuran utama keberhasilan predikat WBK tersebut. Bagi masyarakat, penghargaan tidak diukur dari piagam yang diterima, melainkan dari keberanian institusi penegak hukum dalam menindak pelanggaran secara adil dan transparan.

Predikat WBK 2025 telah disematkan. Kini, Kejari Kutim berada di bawah sorotan publik untuk membuktikan bahwa komitmen reformasi birokrasi benar-benar terwujud dalam praktik penegakan hukum sehari-hari.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

MB PKT Road to TWMC 2025 (3): Usung Budaya Dayak, Raih Piala Pertama untuk Indonesia

0
Penampilan MB PKT di Stadium Sisaket dalam kategori drum battle. (Ist)

SISAKET, THAILAND – Marching Band Pupuk Kaltim (MB PKT) membuktikkan diri mampu bersaing di level internasional, dengan keikutsertaannya di Thailand World Music Championships (TWMC) 2025, di Sisaket, Thailand.

Hal itu dibuktikkan dengan penampilan perdana MB PKT di hari pertama TWMC 2025, Rabu (17/12/2025), yang bertanding di kategori drum battle. MB PKT berhasil meraih Piala Drumline Battle Professional Class Champion.

“Piala ini adalah piala pertama dari MB PKT yang kami persembahkan untuk Indonesia,” ungkap Ketua Umum MB PKT, Dwi Agung Wibowo.

Diceritakannya, MB PKT bermain di kategori ini pasca pembukaan TWMC 2025, Rabu sore kemarin sekira pukul 18.00 waktu Thailand di Stadium Sisaket. Di kategori ini MB PKT menampilkan 15 personel melawan salahsatu perwakilan dari Thailand.

Dalam aturan pertandingan itu, setiap 1 penampilan terdapat 2 tim yang saling beradu dengan masing-masing membawakan 2 materi.

Berbeda dari biasanya, para penampil menggunakan konsep modern, namun MB PKT mengenakan konsep budaya nusantara, yaitu Suku Dayak.

MB PKT Road to TWMC 2025 (3): Usung Budaya Dayak, Raih Piala Pertama untuk Indonesia

Konsep inipun mendapat apresiasi dari para penonton setempat, yang terpukau dengan penampilan dari musikalitas perkusi dikolaborasikan dengan budaya Indonesia.

“Kami tidak menyangka konsep budaya Kalimantan Timur yang kami usung ini mendapat apresiasi setinggi ini di tingkat internasional. Bersyukur kerja keras teman-teman membuahkan hasil,” ungkapnya.

MB PKT menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang TWMC 2025 ini. Dengan kekuatan 135 personel secara keseluruhan, yang terdiri dari pemain, pelatih, serta official. Akan berlaga di ajang internasional yang akan dihadiri 8 negara, dan lebih dari 40 tim ikut serta.

MB PKT akan tampil di dalam tiga kategori, meliputi Drumline Battle (Professional), Indoor Marching Arts – Winds (Independent), serta Marching Field Show (World Class).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Kota Layak Anak Bontang, Tapi Kekerasan Masih Marak

0

BONTANG –Predikat Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama 2025 yang disematkan kepada Kota Bontang kini dihadapkan pada fakta tingginya angka kekerasan. Di balik penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI itu, ratusan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Data resmi menunjukkan, realitas di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan klaim pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Kota Bontang meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI pada Agustus 2025 lalu.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang dinilai telah mampu memenuhi hak-hak anak.

“Ini kebanggaan bagi Bontang. Tapi yang utama adalah bagaimana kita konsisten memenuhi hak anak—hak bermain, belajar, mendapatkan kasih sayang, ruang terbuka yang layak, dan pendidikan yang baik,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, usai menerima penghargaan.

Namun, penghargaan tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang dialami anak-anak dan perempuan di Kota Taman. Angka korban kekerasan masih terbilang tinggi. Dari berbagai data yang ada, ratusan kasus kekerasan masih menimpa perempuan dan anak-anak.

DIDOMINASI PEREMPUAN DAN ANAK

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang, tercatat sebanyak 830 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sepanjang 2022 hingga November 2025.

“Sudah termasuk banyak sekali kasus kekerasan di Bontang yang kami terima, di mana sebagian korbannya adalah anak-anak dan perempuan yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Forestwanto.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, juga memaparkan data yang ia terima. Dari 830 kasus KDRT tersebut, terdapat 516 korban yang mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama (PA).

Sementara itu, di pertengahan 2025, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bontang mencatat 33 kasus yang melibatkan anak di bawah umur sepanjang Januari hingga Juli 2025.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, memerinci kasus tersebut terdiri atas 16 kasus persetubuhan, 6 kasus pencabulan, 5 kasus kekerasan anak, 4 kasus KDRT, 1 kasus perzinahan, dan 1 kasus penganiayaan.

Data lain yang tak kalah mencengangkan terungkap dalam enam bulan pertama 2025. DP3AKB Bontang mencatat 64 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah itu, 16 kasus menimpa perempuan, sementara 48 kasus dialami anak-anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak DP3AKB Bontang saat itu, Trully Tisna Milasari, menyebut sebagian besar kekerasan terjadi di luar lingkungan sekolah.

“Artinya, ruang publik di Bontang belum sepenuhnya aman,” ujarnya.

PENCEGAHAN ALA PEMKOT DAN PIHAK TERKAIT

Menanggapi tingginya angka kekerasan tersebut, Pemerintah Kota Bontang bersama pihak terkait melakukan sejumlah upaya pencegahan untuk menekan, bahkan menghilangkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya edukasi sebagai langkah awal pencegahan.

“Semua pihak perlu mendapatkan edukasi agar mampu mengenali, mencegah, dan melaporkan kekerasan yang dialaminya,” ujarnya.

Pemkot Bontang juga merencanakan survei dan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna mengedukasi pelajar agar angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan.

“Tetap kita berupaya mengurangi angka kekerasan terhadap anak. Nantinya, sosialisasi akan dilakukan ke sekolah-sekolah,” katanya.

DP3AKB Bontang turut menggencarkan program edukatif dengan melibatkan komunitas dan masyarakat. Kampanye anti-kekerasan juga mendorong warga memanfaatkan kanal pelaporan yang tersedia di tingkat kelurahan dan sekolah.

“Pencegahan tidak cukup dari atas ke bawah. Lingkungan yang peduli adalah pagar pertama bagi perempuan dan anak dari kekerasan,” ujar Trully Tisna Milasari pada Agustus 2025.

Sementara itu, Polres Bontang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka. Lingkungan yang buruk dinilai sangat memengaruhi perkembangan anak.

Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan, mengingat tingginya kasus persetubuhan dan pelecehan seksual terhadap anak, serta pentingnya sosialisasi pencegahan yang berkelanjutan dari pemerintah dan kepolisian.

Penulis: Dwi S – Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bakal Tertibkan Seluruh Pedagang yang Masih Berjualan di Luar Pasar

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bakal menertibkan seluruh pedagang yang masih berjualan di luar gedung pasar, baik di pinggir jalan maupun di atas trotoar. Agar nantinya bisa masuk ke dalam gedung pasar yang telah tersedia.

Sebab sejauh ini, banyak sekali pedagang yang berada di dalam gedung mengeluhkan sepinya pembeli. Mengingat pembeli menjadi malas untuk masuk ke dalam gedung, lantaran sudah banyak sekali pedagang yang membuka lapaknya di luar.

“Kita akan rapatkan ini, untuk skema semua penjual daging di atas, nantinya akan kita ubah menjadi penempatannya di bawah. Kemudian teman-teman lapangan diskusikan ke pedagang yang berjualan di pinggir, untuk masuk ke dalam gedung. Tidak ada lagi alasan,” ungkap Wawali Agus Haris, Selasa (16/12/2025).

Ia menegaskan, kalau sudah ditetapkannya pindah berjualan di dalam dengan skema yang telah diubah, maka pedagang tidak lagi banyak alasan untuk berjualan di luar wilayah gedung pasar.

“Karena kita sudah resmi membuatkan Pasar Rawa Indah ini, menjadi pusat belanja. Maka, apabila Wali Kota Bontang sudah mengatakan untuk pedagang masuk dan berjualan di dalam, semuanya harus masuk tanpa terkecuali,” tambahnya.

Sehingga dengan adanya perubahan skema penempatan tempat jualan nantinya, Wawali sangat berharap seluruh pedagang bisa sama-sama berjualan dengan aman, tertib, dan tentram. Tanpa ada lagi keluhan pedagang jualannya yang sepi, sebab tempat berjualan menjadi satu.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Omset Kian Menurun, Pedagang Ayam di Pasar Rawa Indah Keluhkan Hadirnya Frozen Food

0
Salah satu pedagang ayam di Pasar Rawa Indah Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Para pedagang di Pasar Taman Rawa Indah mengeluhkan sepinya penjualan mereka, selain banyak yang berjualan di sepanjang jalan trotoar Jalan KS Tubun, mereka juga mengeluhkan kian bertambahnya penjual frozen food.

Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu pedagang ayam yang tak ingin disebutkan namanya. Dirinya menyampaikan hal ini ke Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris ketika rombongan melakukan monitoring harga bahan pokok.

Dikatakannya masyarakat saat ini lebih banyak memilih membeli frozen food, ketimbang ayam potong yang berada di pasar. Sebab harganya lebih murah, gampang diolah, dan juga lebih praktis.

“Biasanya dagangan kami laku berapa puluh stok ayam, sekarang jadi menurun. Kadang pun setengah stok ayam yang biasanya habis, ini masih banyak tersisa lantaran tidak laku terjual,” ucapnya, Selasa (16/12/2025).

Padahal, untuk harga ayam potong di pasar tidak mengalami kenaikan dan masih stabil. Kalau pun mengalami kenaikan menjelang hari besar, pastinya tidak terlalu banyak dan sudah jelas untuk ayam potong di pasar lebih fresh ketimbang ayam beku.

Kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menanggapi hal itu. Menurutnya kehadiran serta munculnya frozen food tidak bisa dihindari, yang jelas akan bersaing dengan pasar tradisional.

“Pastinya hal seperti ini menjadi masukan bagi kami, dan akan kami rapatkan nantinya untuk pedagang di pasar bisa bertahan dengan penjualannya. Ini juga termasuk dengan siklus yang mau tidak mau, kita ikut menyesuaikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Langkah Kadinkes Kutim yang Baru Atasi Kelangkaan Dokter Spesialis

0
Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati. (Ramlah)

SANGATTA – Mengawali masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati langsung menyoroti persoalan klasik yang masih membayangi pelayanan kesehatan daerah, yakni keterbatasan dokter spesialis, khususnya di wilayah pedalaman.

Menurut Yuwana, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata menjadi tantangan utama di tengah luasnya wilayah Kutai Timur (Kutim) yang terdiri dari 18 kecamatan dengan kondisi geografis yang beragam. Selama ini, layanan dokter spesialis masih terpusat di kawasan perkotaan, sementara masyarakat di daerah terpencil harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan rujukan.

“Masalah kekurangan dokter spesialis, terutama di wilayah pedalaman, menjadi perhatian serius kami. Karena itu, kami mengoptimalkan program dokter keliling sebagai solusi jangka menengah,” ujar Yuwana saat diwawancara awak Media, Selasa (17/12/2025).

Program dokter keliling akan diatur dengan sistem penjadwalan yang terstruktur. Dokter-dokter spesialis dari fasilitas kesehatan di wilayah perkotaan akan ditugaskan secara bergiliran untuk memberikan pelayanan di kecamatan-kecamatan, tanpa harus menetap secara permanen. Skema ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan spesialis.

Yuwana menjelaskan, jenis dokter spesialis yang diturunkan ke lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan demikian, layanan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain mengandalkan program dokter keliling, Dinkes Kutim juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi kesehatan, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta organisasi kefarmasian. Kolaborasi tersebut akan difokuskan pada kegiatan pelayanan kesehatan dan bakti sosial, termasuk layanan spesialis tertentu.

Di sisi lain, Yuwana menegaskan komitmen Dinkes Kutim dalam mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Dari total 50 program unggulan kepala daerah, Dinas Kesehatan mengampu lima program prioritas, di antaranya peningkatan kualitas tenaga kesehatan, penguatan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, pencegahan stunting, serta pemantapan layanan BPJS Kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

Terkait penanganan stunting, Yuwana mengakui angka stunting di Kutim masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski menunjukkan tren penurunan, penanganannya membutuhkan keterlibatan lintas sektor, tidak hanya Dinas Kesehatan.

“Penurunan stunting tidak bisa ditangani oleh satu perangkat daerah saja. Diperlukan kerja bersama lintas sektor agar hasilnya lebih optimal,” tegasnya.

Ke depan, Yuwana berharap berbagai langkah yang dilakukan Dinkes Kutim dapat mempercepat pemerataan layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat Kutim, tanpa terkecuali.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pembangunan Pelataran Tahap Dua Bontang Kuala Rampung, Wali Kota Resmikan Bersamaan Pesta Laut

0
Tampilan Pelataran Bontang Kuala setelah pembangunan tahap dua. (Syakurah)

BONTANG – Pembangunan pelataran Bontang Kuala tahap ke dua telah rampung dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Rabu (27/12/2025) yang juga dirangkaikan dalam kegiatan Pesta Laut 2025.

Pembangunan pelataran tersebut berupa musala, 45 kios pedagang, panggung, dermaga dan toilet yang seluruhnya telah siap digunakan oleh masyarakat Bontang.

Neni menyebutkan, pembangunan ini membuat pelataran lebih indah, adapun ia berpesan agar kios-kios pedagang tidak digunakan sebagai tempat untuk diinapkan. Tempat tersebut hanya digunakan spesifik untuk berjualan.

“Jangan ada yang bawa kasur ya, apalagi dikasihkan pintu agar bisa ditinggali. Tidak boleh,” tegasnya.

Ia meminta kepada pihak kelurahan untuk melihat dan mengontrol kios pedagang, agar tidak ditinggali oleh pelaku UMKM disana, “Trantib kelurahan harus lakukan patroli ya tiap hari memastikan tidak ada yang nginap,” tambahnya.

Selanjutnya, pengelolaan akan diserahkan kepada Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebelumnya diketahui, pelataran tersebut dibangun selama 120 hari kerja dan rampung lebih cepat. Pengerjaannya dilakukan swakelola oleh Kodim 0809 Bontang, dengan anggaran Rp 5,3 miliar. Sementara dermaga sendiri dibangun dengan anggaran Rp1,6 miliar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam