Beranda blog Halaman 397

Wali Kota Bontang Kunjungi Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bahas Skema Pembiayaan Rehabilitasi

0
Wali Kota Neni saat mengunjungi Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. (Ist)

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, melakukan kunjungan resmi ke Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dalam rangka memperkuat kerja sama serta mengevaluasi efektivitas program pemulihan bagi warga Bontang.

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dan disambut langsung oleh Kepala Balai, Bambang Setyawan, beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Neni dan jajaran Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah membahas berbagai aspek layanan pemulihan yang telah berjalan. Evaluasi capaian program rehabilitasi bagi klien asal Kota Bontang menjadi fokus penting, termasuk efektivitas metode pendampingan dan keberlanjutan proses pemulihan, setelah klien kembali ke lingkungan masyarakat.

Selain evaluasi, diskusi juga menyoroti peluang penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang dan Balai Rehabilitasi Tanah Merah. Hal ini mencakup rencana memperluas akses layanan rehabilitasi secara lebih komprehensif, agar warga Bontang yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan.

Salah satu poin strategis yang dibahas adalah rencana pengembangan skema pembiayaan program rehabilitasi melalui APBD Kota Bontang. Dengan dukungan pembiayaan daerah, diharapkan layanan pemulihan bagi warga Bontang dapat berjalan lebih maksimal, khususnya bagi klien yang membutuhkan fasilitas rehabilitasi tanpa terkendala faktor biaya.

Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bambang Setyawan, menyambut baik komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam memberikan perhatian lebih terhadap layanan pemulihan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Balai Rehabilitasi merupakan langkah penting dalam memastikan proses pemulihan klien dapat berjalan optimal serta mampu mengurangi risiko kekambuhan.
“Kami sangat mengapresiasi upaya Pemkot Bontang untuk memperkuat akses layanan rehabilitasi. Dengan sinergi yang baik, pemulihan klien dapat lebih terjaga dan berkelanjutan,” ujar Bambang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok, Neni Ingin GPM Diperluas

0
Wali Kota Neni saat mendatangi GPM di Kanaan. (Ist)

BONTANG — Berbagai cara dilakukan Pemkot Bontang untuk mengatasi kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salahsatunya dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Tongkonan Kanaan, Bontang Barat, Rabu (10/12).

Wali Kota Neni menyampaikan bahwa gerakan pangan murah ini digelar untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga menjelang perayaan akhir tahun. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga terjangkau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Antusiasme warga tampak tinggi sejak pagi. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar. Neni berharap kegiatan seperti ini terus diperluas agar stabilitas harga dan keamanan pangan di Kota Bontang tetap terjaga.

Gelaran pangan murah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bontang melalui DKP3 untuk menjaga inflasi daerah serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di momen-momen penting sepanjang tahun

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pria Paruh Baya Ditemukan Bersimbah Luka di Depan Kantor Pos Sepinggan, Polisi Selidiki Dugaan Perampokan

0
Korban tergeletak di depan Kantor Pos Sepinggan, Balikpapan Selatan. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Warga Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, digegerkan oleh penemuan seorang pria paruh baya yang tergeletak bersimbah luka di pinggir jalan, tepat di depan Kantor Pos Sepinggan, Sabtu (13/12/2025). Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial.

Korban ditemukan mengenakan kemeja garis hitam-putih dan celana jeans. Saat pertama kali dilihat warga, korban tergeletak di sisi jalan dalam kondisi lemah dan mengerang kesakitan. Pada bagian kepala korban tampak luka serius yang diduga akibat benda tajam.

Sejumlah warga kemudian merekam kondisi korban dan mengunggahnya ke media sosial. Dalam video yang beredar, muncul berbagai informasi awal yang belum terverifikasi, termasuk dugaan bahwa korban merupakan pegawai Kantor Pos dan menjadi sasaran perampokan. Bahkan, sebagian narasi di media sosial menyebut adanya dugaan penembakan menggunakan senjata api.

“Info ada kejadian penembakan. Sementara disebut korbannya pegawai Kantor Pos, lokasi di RT 23 depan Kantor Pos Sepinggan,” ujar seorang pria dalam salah satu video yang beredar luas.

Menanggapi informasi tersebut, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si membenarkan adanya peristiwa penemuan korban dalam kondisi terluka. Namun, ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

“Peristiwa sudah ditangani oleh petugas. Untuk memastikan kronologi kejadian, termasuk benar atau tidaknya dugaan penembakan, saat ini masih kami dalami,” ujar Anton.

Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Korban juga telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan intensif guna memastikan identitas korban, penyebab luka, serta motif di balik peristiwa tersebut. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum. (ap)

Editor: Agus S.

Festival Dayung Manggar 2025 di DEBOEKIT Perkuat Wisata Edukatif Sungai Manggar

0
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan Wakil Ketua Umum Stand Up Paddle Indonesia Akmal Malik. (Hanafi/MKN)

BALIKPAPAN — Festival Dayung Manggar 2025 kembali menegaskan Sungai Manggar sebagai salah satu pusat sport tourism dan wisata edukatif berbasis lingkungan di Kalimantan Timur. Ajang berskala internasional ini digelar di kawasan DEBOEKIT Riverside Resort, Balikpapan, selama dua hari, Sabtu–Minggu, 13–14 Desember 2025.

Sebanyak 102 atlet paddling dari empat negara—Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia—turut ambil bagian dalam festival ini. Para peserta berkompetisi di sejumlah nomor, mulai dari Sprint Race, Technical Challenge, hingga Stand Up Paddle (SUP) Long Distance sejauh tujuh kilometer. Selain kategori kompetitif, panitia juga menggelar Fun Race Paddle yang terbuka untuk berbagai kalangan.

Tak hanya menyuguhkan olahraga air, Festival Dayung Manggar 2025 juga dirangkai dengan Fun Trail Run 5K yang diikuti sekitar 500 peserta. Lintasan lari menyusuri kawasan alam Sungai Manggar dan area DEBOEKIT Riverside Resort, memperkuat konsep sport tourism yang memadukan olahraga, rekreasi, dan pelestarian lingkungan.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengapresiasi keberadaan DEBOEKIT Riverside Resort yang dinilainya menambah ragam destinasi wisata di Kota Balikpapan. Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarat nilai edukasi berbasis alam.

“DEBOEKIT ini menambah destinasi wisata dan menjadi tempat berlibur bagi warga Balikpapan. Di sini ada edukasi, mulai dari memancing hingga olahraga dayung. Harapannya, tempat-tempat seperti ini terus tumbuh,” ujar Rahmad Mas’ud.

Ia menegaskan, pembangunan kota yang maju dan berdaya saing tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pemkot Balikpapan, lanjutnya, siap memberikan dukungan, termasuk dalam hal perizinan.

“Kalau sudah terdaftar secara resmi, otomatis tercatat dan menjadi Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah kota mendukung penuh,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Stand Up Paddle Indonesia (SUP.ID), Akmal Malik, menyoroti konsep silvofishery yang diterapkan di kawasan DEBOEKIT sebagai terobosan pengelolaan tambak ramah lingkungan. Sistem ini menggabungkan budidaya perikanan dengan pelestarian mangrove tanpa penggunaan bahan kimia.

“Silvofishery ini sangat disarankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kita beternak ikan dengan mangrove sebagai media alami pakan, tanpa urea dan tanpa bahan kimia,” jelas Akmal Malik, yang juga mantan Penjabat Gubernur Kalimantan Timur.

Menurutnya, silvofishery tidak hanya mendukung perikanan berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai wisata edukatif berbasis ekologi. Tambak-tambak yang sebelumnya kurang produktif dapat dihidupkan kembali dan dijadikan percontohan nasional.

Festival Dayung Manggar 2025 diselenggarakan oleh Komunitas Stand Up Paddle Balikpapan bekerja sama dengan Stand Up Paddle Indonesia (SUP ID), serta didukung Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur dan KORMI. Di bawah kepemimpinan Susi Pudjiastuti, SUP Indonesia terus mendorong olahraga Stand Up Paddle sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus daya tarik wisata olahraga air.

Ke depan, Festival Dayung Manggar diharapkan menjadi agenda tahunan dan terintegrasi dengan kalender event Kota Balikpapan, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mengangkat Sungai Manggar sebagai ikon wisata olahraga air dan edukasi lingkungan. (Hnf)

Editor: Agus S.

Polresta Balikpapan Pastikan Kasus Sepinggan Bukan Penembakan, Melainkan Pencurian dengan Kekerasan

0
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto.

BALIKPAPAN — Kepolisian Resor Kota Balikpapan menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar luas di media sosial terkait dugaan penembakan di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Peristiwa tersebut dipastikan merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas).

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, menyampaikan bahwa kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap korban dan olah tempat kejadian perkara.

“Tidak ada penembakan dalam kejadian ini. Korban mengalami luka akibat senjata tajam. Jadi kami pastikan peristiwanya adalah pencurian dengan kekerasan,” ujar Anton Firmanto, Sabtu (13/12/2025).

Korban diketahui bernama Soni Krismawan (52), seorang karyawan Kantor Pos. Ia ditemukan dalam kondisi terluka serius dengan enam luka bacok di bagian kepala. Meski mengalami luka cukup parah, korban berhasil diselamatkan dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Korban masih hidup dan sedang mendapatkan perawatan medis. Kami berharap setelah kondisinya stabil, keterangan korban dapat membantu mengungkap kronologi kejadian serta mengarah pada identitas pelaku,” jelasnya.

Sesaat setelah kejadian, aparat gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi menyisir area Kantor Pos, termasuk menelusuri jalur keluar-masuk pelaku, kemungkinan jumlah pelaku, serta barang-barang yang diduga menjadi sasaran pencurian.

“Seluruh kemungkinan masih kami dalami. Proses penyelidikan dan olah TKP masih terus berjalan,” tambah Anton.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, mengungkapkan bahwa tim Inafis telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Salah satunya sebilah parang yang ditemukan di sekitar TKP, meski kepemilikannya masih dalam proses pendalaman.

Selain senjata tajam, polisi juga menemukan kerusakan pada pintu belakang Kantor Pos yang diduga menjadi akses pelaku. Beberapa sidik jari turut diamankan untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Petugas juga mengamankan dua unit telepon seluler milik korban serta uang tunai sebesar Rp60 ribu yang ditemukan di area belakang bangunan.

“Untuk sementara kerugian yang terdata berupa uang tunai. Jumlah pastinya masih kami cocokan dengan pihak Kantor Pos,” ujar Iskandar.

Penanganan perkara ini melibatkan Ditreskrimum Polda Kalimantan Timur, Polresta Balikpapan, serta Polsek Balikpapan Selatan. Hingga kini, dua orang saksi telah dimintai keterangan guna memperkuat proses penyelidikan.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. (ap)

Editor: Agus S

Perkuat Perlindungan Kesehatan Pekerja, Kemenkes–OIKN Kembali Gelar CKG di Jantung Nusantara

0
Kesehatan para pekerja di Nusantara terus diperhatikan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang rutin digelar OIKN bekerja sama dengan sejumlah pihak. (Dok. OIKN)

NUSANTARA — Upaya menjaga kesehatan para pekerja di kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat. Otorita IKN (OIKN) bersama Kementerian Kesehatan kembali menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dengan sasaran utama penghuni Hunian Pekerja Konstruksi (HPK). Dalam pelaksanaan kali ini, sebanyak 250 orang ditargetkan mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Perwakilan Kementerian Kesehatan yang juga dokter RSUP, Pratono, menjelaskan bahwa CKG merupakan program nasional yang ditujukan untuk menjangkau berbagai komunitas, termasuk para pekerja konstruksi di kawasan strategis nasional seperti IKN.

“Pelaksanaannya di Nusantara kami sinkronkan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga dapat menjangkau masyarakat secara luas, termasuk pekerja konstruksi dan warga di sekitar IKN,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).

Melalui pelaksanaan CKG di kawasan Nusantara, OIKN menegaskan komitmennya memastikan layanan kesehatan dasar dapat diakses langsung oleh masyarakat. Tidak hanya bagi pegawai OIKN atau pekerja konstruksi, tetapi juga warga yang tinggal di sekitar wilayah pembangunan IKN.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa program CKG bersifat terbuka untuk umum dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Sesuai dengan arahan Presiden, CKG akan kami laksanakan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi semua,” tegas Suwito.

Pelaksanaan CKG yang digelar pada Jumat (12/12/2025) ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga sejumlah puskesmas di wilayah sekitar IKN.

Berbagai layanan pemeriksaan disediakan dalam CKG, antara lain pengukuran indeks massa tubuh (IMT), pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, pemeriksaan rontgen, hingga skrining hepatitis. OIKN memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di kawasan IKN.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran para pekerja. Salah satunya Sapta Haryana, pekerja dari PT Morris, yang mengaku sudah beberapa kali mengikuti program CKG.

“Saya sudah ketiga kali mengikuti program ini karena menurut saya pemeriksaannya menyeluruh, mudah, cepat, dan tentunya gratis. Harapan saya, pemindahan ibu kota segera terwujud, semakin maju, mendunia, dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi Kalimantan Timur,” tuturnya.

Sebagai informasi, kegiatan CKG telah beberapa kali dilaksanakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk di Balai Kota dan Kantor OIKN. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, OIKN juga rutin menggelar kegiatan donor darah, serta melibatkan puskesmas setempat, termasuk Puskesmas Sepaku, dalam mendukung layanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat di sekitar Nusantara. (riz)

Editor: Agus S

Setahun Tangani Aktivitas Ilegal di Delineasi IKN, Satgas Siapkan Patroli Intensif 2026

0
Fauzi Ahmad, Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Kalimantan Timur, saat berbicara dalam FGD evaluasi program Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal di Kemenko 1. (Dok. OIKN)

NUSANTARA — Setelah satu tahun bekerja menekan berbagai aktivitas ilegal di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN menggelar evaluasi menyeluruh menjelang akhir 2025. Hasilnya, pencegahan dinilai sudah berjalan, namun patroli lapangan dan percepatan penindakan harus diperkuat pada 2026.

Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kemenko 1, Jumat (12/12/2025). Sejumlah catatan penting mengemuka, mulai dari perlunya penguatan pencegahan sejak dini, transparansi penindakan, hingga koordinasi lintas lembaga yang lebih solid. Satgas juga menilai patroli di area rawan belum dilakukan secara masif.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa pengawalan kawasan IKN dari aktivitas ilegal tidak boleh setengah-setengah. Menurutnya, pencegahan harus berjalan seiring dengan penindakan yang tuntas.

“Kita ini harus benar-benar menjaga IKN ini dari aktivitas ilegal. Kita harus kawal tidak hanya pada tahap pencegahan, tetapi juga memastikan setiap kasus ditangani hingga tuntas,” tegas Bimo.

Sementara itu, Kasubdit Kawasan Tertentu (Waster) Ditpamobvit Polda Kalimantan Timur, AKBP Fauzi Ahmad, menegaskan komitmen penuh jajaran Polda Kaltim hingga Polres dan Polsek dalam mendukung pengamanan kawasan IKN.

“Komitmen apa itu? Yaitu melakukan suatu penindakan-penindakan, pencegahan. Kemudian melakukan suatu inovasi, kampanye, sosialisasi, sampai dengan diskusi tentang bagaimana kita menyelamatkan wilayah IKN,” ujar Fauzi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Satgas telah melakukan berbagai langkah konkret. Mulai dari pemasangan plang larangan di titik-titik rawan seperti Bukit Tengkorak dan Tahura Bukit Soeharto, hingga penindakan aktivitas penambangan ilegal di wilayah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, bersama kepolisian.

Selain penindakan, Satgas bersama Otorita IKN dan pihak terkait juga menjalankan program reforestasi dengan penanaman bibit pohon di sejumlah lokasi terdampak.

Sepanjang 2025, Satgas juga menertibkan berbagai aktivitas ilegal sosial kemasyarakatan, pengaturan lalu lintas jalan di wilayah IKN, penanganan praktik pertambangan ilegal, serta kasus pertanahan seperti jual beli lahan negara dan kawasan hutan. Dari rangkaian penindakan tersebut, satu tersangka telah diamankan dan ditahan.

Memasuki 2026, Satgas menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan pengumpulan dan pengolahan data, validasi batas kawasan, patroli dan pengawasan rutin, penindakan terukur berbasis regulasi, serta sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Peningkatan jumlah dan kapasitas personel juga menjadi fokus.

Melalui evaluasi dan penyusunan rencana kerja tersebut, Otorita IKN bersama Satgas dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen menjaga kawasan delineasi IKN dari aktivitas ilegal. Ibu Kota Nusantara diarahkan menjadi kota yang tertib hukum, aman, dan berkelanjutan. (riz)

Editor: Agus S

Razia Cipkon Satpol PP Samarinda Temukan Miras Oplosan, Lokasi Prostitusi Justru Kosong

0
Kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda bersama unsur Polri dan TNI pada Sabtu malam (13/12/2025) mengungkap sejumlah pelanggaran di tempat hiburan. Aparat menemukan praktik konsumsi minuman keras, termasuk miras oplosan di kafe, namun lokasi yang diduga sebagai area prostitusi justru tidak ditemukan pelanggaran.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, mengatakan operasi Cipkon rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban umum dan keamanan masyarakat.

“Malam hari ini seperti biasanya, kita dalam rangka Cipkon. Di mana kita memang harus memastikan Kota Samarinda ini dalam keadaan kondusif. Kita cegah dini, deteksi dini, kemungkinan-kemungkinan potensi rawan gangguan,” ujar Anis.

Dalam razia tersebut, petugas menyasar sejumlah kafe dan tempat hiburan yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang ketertiban umum. Dari hasil pemeriksaan, Satpol PP menemukan adanya konsumsi minuman keras yang melanggar aturan.

“Dari beberapa kafe ada juga yang kita temukan mengonsumsi miras. Yang kedua, ada juga ternyata mirasnya itu dioplos, dikemas di dalam bentuk teko,” ungkap Anis.

Modus miras oplosan yang disajikan dalam teko diduga untuk mengelabui petugas agar tidak tampak seperti minuman beralkohol. Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di area belakang, petugas menemukan banyak botol miras kosong yang menguatkan dugaan praktik tersebut.

Selain pelanggaran miras, Satpol PP juga menemukan tempat karaoke di kawasan MT Haryono yang tidak sesuai dengan peruntukan izinnya. Tempat tersebut diketahui hanya mengantongi izin UMKM melalui sistem OSS, namun beroperasi layaknya tempat hiburan malam.

“Dia semacam kayak THM karaoke. Tetapi izinnya yang dipasang OSS ternyata adalah UMKM. Artinya tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelas Anis. Pihaknya pun memberikan teguran dan meminta pengelola segera menyesuaikan izin usaha.

Razia kemudian dilanjutkan ke kawasan Solong, yang sebelumnya dikenal sebagai Bendang Raya, menyusul keluhan warga terkait dugaan aktivitas prostitusi yang meresahkan lingkungan sekitar, terutama karena berdekatan dengan anak-anak usia sekolah.

“Tadi kami ke sana memang itu juga menjadi target dalam minggu-minggu akhir ini terhadap keluhan masyarakat… tapi saya lemas juga, kenapa? Ternyata jong pada saat sana kosong,” kata Anis.

Anis menduga kuat adanya kebocoran informasi menjelang pelaksanaan razia, meskipun belum dapat memastikan sumbernya.

“Jelas kenapa saya bisa ngomong kalau itu indikasi bocor? Karena pada saat di TKP sama sekali tidak ada pelanggar. Saya tidak yakin dalam satu komplek tidak ada satupun pelanggar,” tegasnya.

Meski demikian, Anis menegaskan Satpol PP tidak akan berhenti melakukan penertiban. Lokasi tersebut akan kembali menjadi target operasi berikutnya untuk memastikan benar-benar tidak ada aktivitas pelanggaran.

“Kalau memang sudah tutup dan patuh karena pernah ditertibkan, saya bersyukur. Tapi kalau tidak, itu menjadi catatan bahwa malam hari ini kita belum berhasil,” pungkasnya. (Dim)

Editor: Agus S

Kejuaraan Renang Sprint Race III Kutim Diikuti 258 Atlit Pelajar se-Kutim

0
Antusias peserta mengikuti kejuaraan renang sprint race III Kutim. (Ramlah)

SANGATTA — Aquatik Indonesia Kutim mengadakan Kejuaraan Renang Sprint Race III Antar Pelajar, di Kolam Renang Town Hall Sangatta, Sabtu–Minggu (13–14/12/2025). Kejuaraan ini diikuti sebanyak 258 atlet pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kutai Timur (Kutim).

Ratusan atlet tersebut datang dari berbagai sekolah dan klub renang di Kutim, mulai dari jenjang PAUD dan TK hingga SMA/SMK, untuk berkompetisi dalam 74 nomor perlombaan yang terbagi ke dalam 38 kategori putra dan putri. Kejuaraan ini menjadi ajang uji kemampuan sekaligus pembinaan atlet usia dini di cabang olahraga renang.

Kejuaraan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur. Dalam sambutannya, Basuki menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga renang, termasuk rencana pembangunan kolam renang berstandar internasional di kawasan Stadion Kudungga.

“Insyaallah, tahun depan atlet-atlet kita sudah bisa berlatih dan bertanding di kolam renang Stadion Kudungga. Ini menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan,” ujar Basuki.

Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana untuk mengukur hasil latihan para pelajar serta menjaring bibit atlet potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kutai Timur di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Akuatik Indonesia Kutim, H. Reza Pahlevi, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta pada Sprint Race III tahun ini. Menurutnya, jumlah atlet yang terus meningkat menunjukkan minat masyarakat terhadap olahraga renang di Kutim semakin berkembang.

“Kejuaraan ini menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet jangka panjang. Dari sini kita bisa melihat potensi atlet muda Kutim ke depan,” kata Reza Pahlevi yang akrab disapa H. Levi.

Selama pelaksanaan, para atlet pelajar menunjukkan semangat dan sportivitas tinggi, disaksikan langsung oleh orang tua, pelatih, dan pengurus cabang olahraga. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet renang berprestasi sekaligus memperkuat ekosistem olahraga akuatik di Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Penipuan Berkedok Tilang ETLE Melalui SMS, Kasat Lantas: Lebih Baik Konfirmasi Terlebih Dahulu

0
Bukti sms penipuan melalui tilang ETLE. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi menyampaikan agar masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi, apabila menerima SMS terkait penilangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Sebab lewat pesan singkat tersebut, merupakan salah satu modus berkedok penipuan untuk mencuri data pribadi, yang berisikan tautan mengatasnamakan penilangan ETLE.

“Jika ada masyarakat yang menerima sms terkait dengan ETLE, agar bisa konfirmasi terlebih dahulu ke bagian tilang Sat Lantas Polres Bontang,” ucapnya melalui pesan singkat, Sabtu (13/12/2025).

Penting untuk mengetahui bahwa notifikasi tilang ETLE resmi memiliki ciri-ciri khusus, dan tidak meminta data sensitif atau pembayaran langsung melalui SMS dan WhatsApp.

Notifikasi tilang resmi dari kepolisian juga dikirimkan melalui beberapa jalur resmi yang telah terverifikasi, seperti surat fisik, website resmi, nomor WhatsApp resmi, serta aplikasi resmi.

Sebelumnya salah satu warga Bontang, Dwi telah menerima SMS sekitar pukul 10.24 Wita terkait penilangan ETLE, yang dimana dalam pesan tersebut berisikan pesan singkat mengenai denda yang harus dibayarkan sebesar Rp 150 ribu yang belum terbayar lunas.

Terlebih lagi dalam isi pesan tersebut juga terdapat link, untuk yang bersangkutan bisa menyelesaikan tilang ETLE yang dilayangkan dari sang pengirim dengan nomor baru.

“Tiba-tiba saja saya mendapatkan SMS seperti itu, maka saya coba konfirmasi dan ternyata ini salah satu modus penipuan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam