Beranda blog Halaman 398

Sambut Ramadan 1447 H Sekaligus Milad ke-36, BKDIB Gelar Pawai Obor

0
Pawai Obor Ramadan 1446 H tahun lalu. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Menyambut Bulan Suci Ramadan sekaligus rangkaian milad ke-36, Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKDIB) Kota Bontang menggelar pawai obor, yang akan berlangsung Sabtu (14/2/2026) mendatang.

Koordinator kegiatan Pawai Obor, Asep Gumilar mengatakan bahwa kegiatan pawai obor tersebut terbuka secara umum, siapa saja boleh ikut serta, seperti anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Adapun seperti organisasi, komunitas, takmir masjid, majelis taklim, paguyuban, dan berbagai instansi lainnya sangat diperbolehkan untuk bergabung, dimana bisa menambah kemeriahan dan partisipasi dari masyarakat di kegiatan pawai obor.

“Untuk sekarang yang telah mendaftar cukup banyak, sudah ada ratusan peserta. Kegiatan pawai obor di tahun ini, konsepnya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Selain itu, asep turut mengungkapkan pendaftaran bakal ditutup dua hari sebelum kegiatan berlangsung, agar nomor urut peserta bisa diatur oleh panitia sebaik mungkin.

“Yang pasti untuk peserta wajib menggunakan pakaian putih, atau baju muslim. Peserta juga diperbolehkan membawa sound system, alat rebana, maupun obor,” tambahnya.

Mengenai kegiatan pawai obor, Asep menuturkan sebagai pihak panitia pastinya menyambut baik antusias masyarakat Bontang yang ikut serta di kegiatan tersebut, dimana kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat terlihat sangat didukung secara terbuka.

“Harapannya dengan adanya pawai obor bisa menumbuhkan antusias masyarakat Bontang, dalam menyambut Ramadan. Ada pula rasa semangat yang tumbuh, serta rasa energi untuk datangnya bulan puasa,” ungkapnya.

Diketahui, untuk rute pawai obor nantinya akan dimulai dari Masjid Agung Al-Hijrah, dan berakhir di Halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Nantinya panitia juga akan memberikan penghargaan ke para peserta maupun rombongan terbaik yang menjadi juara 1, 2, dan 3, adapun untuk juara harapan 1, 2, 3. Hadiahnya berupa tropy dan uang pembinaan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hasil Tes Urin Dadakan, BNNK Nyatakan 100 Persen Negatif

0
Saat tes urin dadakan kepada para PNS baru. (Syakurah)

BONTANG – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang telah selesai melakukan tes urin kepada 110 PNS baru di Pendopo Rujab wali kota, Rabu (4/2/2026).

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani mengumumkan hasil deteksi dini yang dilakukan pihaknya, sebanyak 110 orang dinyatakan negatif dari penggunaan barang haram tersebut.

“Satu dinyatakan positif, namun sejak awal sudah dikonfirmasi bahwa ia mengonsumsi obat medis,” pungkasnya.

Lulyana menyatakan, salah satu PNS tersebut dinyatakan positif karena mengonsumsi salah satu obat flu yang diresepkan oleh dokter. Obat tersebut mengandung salah satu turunan amfetamin, salah satu kandungan narkotika.

“Dia konsumsi Rhinos, obat flu tapi ada resep dokternya,” tambahnya.

Untuk itu, Lulyana menjelaskan bahwa tidak semua yang dinyatakan positif berarti mengonsumsi narkotika lantaran memang terdapat obat yang mengandung zat-zat tersebut.

“Itu kenapa kami suruh mereka lampirkan, obat apa yang mereka konsumsi selama tujuh hari terakhir,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Banggar DPRD Kaltim Gelar Pertemuan dengan Pemkab Kutim, Ini yang Dibahas

0
Kunjungan kerja Banggar DPRD Kaltim yang diterima langsung oleh Asisten Ekobang Setiabudi Kutim, Noviari Noor. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA—Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar pertemuan serius dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), untuk menguliti arah kebijakan anggaran, khususnya sektor kesehatan. Pertemuan berlangsung di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Rabu (4/2/2026).

Agenda tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Banggar DPRD Kaltim dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi penyusunan APBD Perubahan 2026 serta APBD 2027. Sejumlah anggota Banggar hadir, di antaranya Muhammad Darlis Pattalongi, Arfan, dan Agusriansyah Ridwan.

Rombongan Banggar diterima Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor, bersama jajaran perangkat daerah.

Noviari menegaskan, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi kunci agar program prioritas, terutama pelayanan dasar, dapat berjalan searah.

“Kami menyambut baik kehadiran DPRD provinsi. Ini bentuk komitmen bersama agar APBD provinsi dan kabupaten benar-benar selaras demi pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Sektor kesehatan menjadi topik yang paling banyak menyita perhatian. Anggota Banggar DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, secara khusus menyoroti implementasi program Gratispol Kesehatan, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Menurutnya, Gratispol tidak boleh berhenti di rumah sakit provinsi, tetapi harus mampu menjangkau rumah sakit daerah di kabupaten dan kota.

“Diskusi ini penting untuk memastikan apakah rumah sakit daerah juga masuk dalam skema Gratispol Kesehatan. Prinsipnya, akses layanan kesehatan harus merata di seluruh Kaltim,” tegas Agusriansyah.

Ia menekankan pentingnya koordinasi sejak tahap perencanaan agar kebijakan provinsi dapat terakomodasi secara optimal dalam APBD kabupaten.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Triana, memaparkan kondisi riil layanan kesehatan di daerah. Ia menyebut Pemkab Kutim telah membangun dua rumah sakit daerah di Kecamatan Muara Bengkal dan Sangkulirang untuk menjangkau wilayah pedalaman dan pesisir.

Selain itu, pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Wahau kini memasuki tahap persiapan.

“Lahan sekitar tujuh hektare sudah siap, bersertifikat, dan dibersihkan. Kami mengusulkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk pembangunan fisik pada 2027,” kata Triana.

Namun, persoalan tidak berhenti pada infrastruktur. Keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, masih menjadi tantangan, terutama di RS Muara Bengkal akibat pengunduran diri sejumlah tenaga kesehatan.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Kutim telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui mekanisme rekrutmen tenaga kesehatan.

Triana juga melaporkan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kutim yang telah mencapai 100,6 persen, bahkan berbuah penghargaan dari pemerintah pusat.

Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan kualitas layanan.

“UHC adalah modal penting, tapi tanpa fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai, pelayanan belum tentu optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Darlis Pattalongi menegaskan kunjungan kerja Banggar bertujuan menyerap kebutuhan daerah secara langsung sebagai bahan penyusunan Rancangan APBD 2027.

“Kami hadir untuk mendengar langsung. Perencanaan anggaran ke depan harus lebih matang, apalagi dengan dinamika kebijakan fiskal dari pusat,” katanya.

Anggota Banggar lainnya, Arfan, menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya data teknis dan tertulis dari pemerintah daerah agar kebutuhan Kutim tidak terlewat dalam pembahasan anggaran, termasuk untuk memperjuangkan dukungan APBN.

“Data yang kuat akan memperbesar peluang dukungan pusat. Itu yang sedang kami dorong,” tandasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Soal Antrean BBM Mengular, Pertamina Pastikan Stok Aman Tidak Langka

0
Pemandangan antrean yang kerap terjadi di sejumlah SPBU Sangatta. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemandangan antrean kendaraan mengular di SPBU kembali jadi “drama harian” warga Sangatta. Di SPBU Pendidikan hingga SPBU Yos Sudarso, deretan kendaraan terlihat mengantre panjang, memicu spekulasi soal pasokan BBM yang disebut-sebut mulai seret.

Namun Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan langsung angkat bicara. Mereka memastikan pasokan dan distribusi BBM di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), masih aman dan mencukupi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan stok BBM di wilayah Sangatta dipantau rutin dan terkendali. Penyaluran dilakukan melalui lembaga penyalur resmi sesuai ketentuan.

“Kami memastikan pasokan BBM di Sangatta dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan sesuai dengan kebutuhan wilayah. Penyaluran dilakukan secara terjadwal dan berkesinambungan apabila terjadi peningkatan konsumsi,” kata Edi kepada Media Kaltim, Rabu (4/2/2026).

Terkait antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, Pertamina menyebut penyebabnya bukan karena kelangkaan BBM. Antrean disebut terjadi akibat konsentrasi pengisian di titik tertentu, pola konsumsi pelanggan di jam-jam padat, hingga penerapan sistem pembayaran full QR yang membuat proses transaksi lebih terintegrasi secara digital.

Pertamina menilai antrean tersebut lebih menggambarkan lonjakan aktivitas pengisian di waktu tertentu, bukan kondisi stok yang menipis.

“Antrean tidak mencerminkan kelangkaan pasokan, melainkan kondisi pelayanan di SPBU pada waktu padat pengisian,” jelasnya.

Pertamina juga mengklaim terus memperketat pengawasan distribusi BBM secara berlapis. Mulai dari pemantauan operasional SPBU, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai regulasi.

Masyarakat pun diimbau membeli BBM hanya di SPBU resmi. Bila menemukan indikasi penyimpangan atau praktik penyaluran yang merugikan, warga diminta segera melapor melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau akun media sosial resmi @pertamina135.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Segera Tampung Air, 16 Wilayah di Sekitar KS Tubun Terdampak Perawatan WTP

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – 16 wilayah di sekitaran WTP KS Tubun, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, bakal terdampak kegiatan perawatan rutin di Sabtu (7/2/2026) mendatang.

Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang melakukan perawatan Water Treatment Plant, guna pemeliharaan sejumlah peralatan pendukung instalasi pengolahan air bersih, yang didistribusikan langsung ke masyarakat.

Wilayah yang bakal terdampak dari kegiatan perawatan WTP meliputi Jalan KS Tubun, Jalan Pattimura, Jalan Kapten Tendean, Jalan Awang Long, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Syahrir, serta Jalan Pelabuhan.

Selanjutnya di Jalan Cut Nyak Dien, Jalan DI Panjaitan, Jalan Parikesit, Jalan Ex Sendawar, Jalan Diponegoro, Jalan Sam Ratulangi, wilayah Bontang Kuala (BK), hingga Perumahan BTN KCY.

“Perawatan ini penting agar kualitas air tetap terjaga dan sistem distribusinya berjalan normal. Seperti biasa, pengerjaan mulai pukul 07.00 Wita sampai selesai,” ucap Direktur Perumda Tirta Taman Bontang, Suramin, Rabu (4/2/2026).

Selama proses perawatan berlangsung, Suramin memastikan distribusi air bersih ke masyarakat di sekitar wilayah KS Tubun mengalami sedikit gangguan, dimana volume air mengalir kecil, atau bahkan tidak keluar sama sekali.

“Kami memohon maaf atas terganggunya layanan kami,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

SPPG Kutim Bakal Sesuaikan Menu Sesuai Selera Siswa, Ini Penyebabnya

0
Kepala SPPG APT Pranoto Kutai Timur, Dinand saat turun langsung memantau ke sekolah. (Istimewa)

SANGATTA – Di Kutai Timur (Kutim), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) APT Pranoto harus putar otak menyesuaikan menu dengan selera anak-anak. Pasalnya, menu seperti telur hingga ikan kerap kurang diminati siswa.

Kepala SPPG APT Pranoto Kutai Timur, Dinand, mengakui tantangan terbesar dalam pelayanan adalah menyeimbangkan standar gizi dengan kebiasaan makan anak-anak di daerah.

“Tidak semua menu langsung diterima. Ada anak-anak yang kurang suka telur, ada juga yang lebih memilih ayam dibanding ikan. Itu jadi bahan evaluasi kami,” kata Dinand, Rabu (4/2/2026).

SPPG APT Pranoto Kutim saat ini melayani sekitar 2.750 porsi makanan per hari untuk enam sekolah dan satu posyandu. Menu yang disajikan dibuat bervariasi, namun tetap mengacu pada kebutuhan gizi anak.

Dinand menegaskan, setiap keluhan maupun masukan dari sekolah tidak dianggap sepele. Tim produksi bersama ahli gizi langsung melakukan evaluasi agar kualitas makanan tetap terjaga, baik dari segi rasa maupun kandungan nutrisi.

“Kami tidak 100 persen sempurna. Tapi setiap masukan pasti kami evaluasi. Target kami anak-anak dapat makanan bergizi dan enak, supaya mereka bisa belajar dengan baik,” ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku yang segar, SPPG APT Pranoto juga menggandeng Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat. Koperasi tersebut menaungi sejumlah kelompok tani serta pelaku UMKM lokal yang selama ini memasok bahan pangan.

Kolaborasi itu dinilai penting, bukan hanya untuk menjamin pasokan makanan berkualitas, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Dengan evaluasi menu yang dilakukan secara berkala, SPPG APT Pranoto Sangatta optimistis pelayanan makan bergizi akan semakin baik. Dinand berharap program ini bisa menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekolah sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Program ini bukan hanya soal makanan. Ini soal masa depan anak-anak Kutai Timur,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

BNNK Bontang Lakukan Tes Urin Mendadak kepada Ratusan PNS Baru

0
Pemeriksaan tes urin dadakan oleh BNNK Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang melakukan tes urin mendadak kepada para CPNS yang baru saja resmi menyandang status PNS, Rabu (4/2/2026) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

Tes urin dilakukan kepada sebanyak 110 orang PNS baru. Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani mengatakan total terdapat 112 orang namun dua orang dinyatakan sakit dan akan melakukan tes urin menyusul.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangsn Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto mengungkapkan sebelumnya dalam lampiran surat CPNS tidak mencantum syarat kebutuhan adanya surat keterangan bebas narkoba, untuk itu kegiatan ini dirasa penting.

“Kegiatan ini kan waktunya riil, langsung di tempat jadi kita bisa memantau hasilnya langsung,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Job Fair Bontang 2026 Akan Digelar Lagi

0
Job fair oleh Disnaker 2025. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang memastikan akan kembali menggelar Job Fair pada pertengahan 2026, yang diperkirakan antara Juni atau Juli mendatang.

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, mengatakan event ini akan kerja sama dengan mitra disnaker. Diharapkan dapat membuat gelaran job fair lebih hidup, tidak hanya formal, tetapi juga mengandung unsur ekonomi kreatif, kompetisi, dan hiburan.

“Job fair sebelumnya memang sudah ada lomba maupun penampilan seni, namun kali ini kita minta mitra kami untuk menghadirkan sesuatu,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, konsep pelaksanaan nantinya akan difokuskan di area pintu masuk utama dan sebagian area luar, sementara area parkir tetap difungsikan sebagaimana mestinya. Disnaker juga berencana melibatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta UMKM lokal, agar kegiatan lebih inklusif dan berdampak pada sektor ekonomi lainnya.

Disnaker menyiapkan sekitar 35 stan di dalam area utama untuk perusahaan peserta. Sementara sisanya akan dikelola oleh mitra melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk OPD terkait ekonomi kreatif dan UMKM.

“Intinya, kami ingin job fair market ini lebih kreatif, kolaboratif, dan tetap nyaman bagi pengunjung,” tutupnya.

Adapun ia berharap, lowongan yang tersedia diharapkan bisa lebih banyak. Apalagi saat ini salah satu perusahaan besar sedang dalam masa pembangunan.

“Tahun lalu 310 lowongan, semoga tahun ini naik,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Penyerapan Tenaga Kerja Hasil Job Fair 2025 Belum Final, Banyak Perusahaan Belum Melapor

0
Job fair 2025 yang diadakan Disnaker Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Data penyerapan tenaga kerja hasil dari Job Fair Kota Bontang 2025 lalu, hingga kini belum sepenuhnya final. Hal ini disebabkan, masih adanya sejumlah perusahaan dan lembaga yang belum melaporkan hasil akhir proses rekrutmen dan penempatan peserta kepada Disnaker Bontang.

Berdasarkan rekapitulasi data Disnaker, total kebutuhan yang dibuka dalam Job Fair 2025 mencapai 766 posisi, yang terdiri atas 310 lowongan kerja, 287 pelatihan kerja, 69 pemagangan, dan 100 sertifikasi.

Sementara itu, jumlah pelamar yang tercatat mencapai 5.312 orang, dengan rincian 3.613 pelamar lowongan kerja, 1.230 pelamar pelatihan, 326 pelamar magang dan 143 pelamar sertifikasi.

Adapun jumlah penempatan yang sudah terlapor hingga saat ini baru mencapai 397 orang, meliputi 110 orang penempatan lowongan kerja, 164 orang penempatan pelatihan, 46 orang oenempatan magang, dan 77 orang penempatan sertifikasi.

Ia mengakui, angka tersebut kemungkinan masih akan bertambah karena sejumlah perusahaan masih dalam tahap seleksi akhir. Ia menyebut proses rekrutmen di beberapa perusahaan bisa memakan waktu cukup lama, bahkan hingga satu tahun.

“Beberapa perusahaan memang memiliki prosedur seleksi yang panjang, sehingga laporan penempatannya belum masuk ke kami. Kami terus berkoordinasi dan meminta mereka segera menyampaikan hasilnya,” ujarnya.

Disnaker juga telah menginstruksikan perusahaan dan lembaga terkait, untuk segera melaporkan hasil rekrutmen melalui grup komunikasi Job Fair 2025, agar data dapat diperbarui secara berkala.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pasutri Bersama 2 Rekannya Diduga Terlibat Aksi Pencurian Berantai di Bontang Barat

0
Ilustrasi barang bukti. (Ist)

BONTANG – Tim Rajawali Satreskrim Polres Bontang mengungkap aksi pencurian berantai, yang diduga melibatkan pasangan suami istri (pasutri) bersama sejumlah rekan, dengan sasaran hewan ternak dan komponen kendaraan di beberapa lokasi wilayah Bontang dan sekitarnya.

Dalam rangkaian tindakan penyidikan sesuai ketentuan KUHAP baru, polisi mengamankan empat orang terduga pelaku dalam operasi bertahap sejak 23 Januari hingga 3 Februari 2026.

Perkara ini bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya 12 ekor bebek dari kandang ternak di wilayah Bontang Barat. Hewan ternak tersebut kemudian diketahui telah dijual ke pasar, sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp2 juta.

Berdasarkan laporan tersebut, penyidik melakukan penyelidikan dan mengamankan seorang laki-laki berinisial LS (20), yang selanjutnya dikembangkan hingga mengarah pada keterlibatan terduga pasutri, serta dua orang lainnya dalam rangkaian peristiwa pencurian.

Hasil pengembangan penyidikan mengungkap keterlibatan SF (19 – istri LS) yang diduga berperan bersama LS dalam peristiwa pencurian lain, termasuk 4 unit aki mobil milik sebuah perusahaan di kawasan Bontang Utara dengan nilai kerugian sekitar Rp8 juta.

Selain itu, penyidik juga mengamankan ES (32) dan JMH (39) yang diduga terlibat dalam rangkaian aksi pencurian hewan ternak di lokasi berbeda.

Para terduga pelaku diamankan di tempat dan waktu yang berbeda, baik di wilayah Kota Bontang maupun Kabupaten Kutai Timur, melalui koordinasi lintas satuan antara Tim Rajawali Polres Bontang, jajaran polsek, serta Tim Jatanras Polda Kalimantan Timur.

Seluruh tindakan kepolisian dilakukan berdasarkan tahapan penyelidikan dan penyidikan, sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim, AKP Randy menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil respons cepat atas laporan masyarakat dan pengembangan penyidikan secara berkelanjutan.

“Kami menindaklanjuti setiap laporan melalui tahapan hukum yang berlaku, dan tetap menjunjung tinggi hak-hak para pihak sesuai ketentuan KUHAP,” ujarnya.

Dari rangkaian penindakan tersebut, penyidik mengamankan barang bukti berupa 8 ekor mentok, satu unit sepeda motor, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.

Saat ini, keempat terduga pelaku telah diamankan di Mako Polres Bontang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, guna mendalami peran masing-masing dalam rangkaian kejadian.

Atas perbuatannya, para terduga pelaku diproses berdasarkan Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun. (Rls Polres Bontang)

Editor: Yusva Alam