Beranda blog Halaman 396

Beberapa Isu Krusial yang Berpotensi Timbulkan Konflik Sosial

0
Pemaparan sejumlah isu strategis yang melibatkan ormas oleh Kepala Kesbangpol Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang, Deddy Haryanto, memaparkan sejumlah isu strategis yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemberantasan Premanisme dan Ormas Bermasalah.

Deddy menyebutkan beberapa isu krusial yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Di antaranya aktivitas galian C ilegal yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan memicu konflik di tengah masyarakat, persoalan ketenagakerjaan dan lingkungan pada sektor industri, serta dugaan pencemaran pesisir akibat limbah CPO yang berujung pada aksi protes nelayan.

Selain itu, Kesbangpol juga menyoroti konflik pendirian rumah ibadah yang kerap dipicu sengketa lahan dan persoalan kebisingan, serta aktivitas kelompok eks-HTI yang diduga masih melakukan gerakan bawah tanah maupun melalui media sosial. Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan organisasi yang tidak terdaftar namun aktif melakukan penggalangan massa.

“Beberapa konflik sempat padam dan diselesaikan, hanya saja belakangan muncul lagi konflik-konflik seperti masjid itu,” katanya.

Selain itu, Asisten 1, Dasuki menambahkan peningkatan koordinasi dan pertukaran informasi yang cepat, tepat, dan akurat menjadi kunci dalam mendukung pemetaan potensi konflik.

“Deteksi dini terhadap potensi penyimpangan ideologi dan gangguan keamanan perlu diperkuat dengan melibatkan masyarakat dan ormas yang berperan positif,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Hadirkan Nuansa Classy dan Intimate, Swiss-Belhotel Borneo Kembali Gelar “Jazz For You”

0
Penampilan band jazz dalam acara Jazz For You di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda. (Abika/MKN)

SAMARINDA – Swiss-Belhotel Borneo Samarinda kembali meramaikan akhir pekan dengan menghadirkan event musik bertajuk “Jazz For You”, sebuah pertunjukan jazz eksklusif yang digelar di area poolside Swiss-Café Restaurant, Sabtu malam, 13 Desember 2025. Setelah sekian lama vakum dari event musik tematik, acara ini menjadi penanda kembalinya Swiss-Belhotel menghadirkan hiburan berkelas bagi masyarakat Samarinda.

Executive Secretary & Marcomm Executive Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Elizabeth Juliana, menjelaskan bahwa Jazz For You dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter eksklusif hotel, tidak hanya dari sisi akomodasi dan ruang pertemuan, tetapi juga melalui konsep hiburan dan pengalaman bersantap.

“Kami ingin membawa suasana eksklusif itu ke area poolside Swiss-Café Restaurant. Musik jazz kami pilih karena identik dengan kesan classy dan intimate, sangat sesuai dengan konsep semi outdoor yang kami miliki,” ujar Elizabeth.

Ia menyebut, konsep jazz di tepi kolam renang masih tergolong jarang di Samarinda. Karena itu, Jazz For You sekaligus menjadi upaya menonjolkan keunggulan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda yang memiliki area poolside nyaman dan representatif sebagai ruang hiburan.

Pada gelaran perdananya, Jazz For You menghadirkan tiga band jazz lokal, yakni Harmonic Band, Rattu X Friends, dan Yo Wis Band. Penampilan para musisi dikemas secara kolaboratif untuk menciptakan suasana santai namun tetap elegan.

“Kami memulai dengan musisi lokal. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kami akan menghadirkan band jazz nasional dari luar Kalimantan,” jelasnya.

Elizabeth menambahkan, Jazz For You direncanakan menjadi agenda rutin hotel, minimal satu kali dalam sebulan. Frekuensi acara pun berpeluang ditambah jika mendapat respons positif dari masyarakat.

Untuk menikmati acara ini, pengunjung cukup membayar Rp100.000 net per orang. Harga tersebut sudah termasuk satu minuman pilihan seperti wine, beer, atau mocktail, serta canape atau kudapan ringan. Tamu juga tetap dapat memesan menu makanan dan minuman lain yang tersedia di Swiss-Café Restaurant.

Meski mengusung konsep eksklusif, Elizabeth menegaskan Jazz For You dirancang tetap inklusif dan ramah bagi berbagai kalangan.

“Kami ingin mematahkan stigma bahwa jazz itu selalu mahal dan elit. Dengan harga yang terjangkau, siapa pun bisa datang, menikmati musik jazz, suasana poolside, dan bersantai bersama teman atau keluarga,” katanya.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, Jazz For You juga membuka ruang interaksi yang lebih cair antara musisi dan pengunjung. Tamu bahkan diberi kesempatan untuk ikut bernyanyi atau berkolaborasi secara spontan, menciptakan suasana hangat dan akrab.

Melalui Jazz For You, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda berharap dapat menghadirkan alternatif hiburan malam yang segar sekaligus memperkaya ekosistem event musik di Kota Samarinda.

“Kalau bingung mau ke mana di malam akhir pekan, kami mengundang masyarakat Samarinda dan sekitarnya untuk menikmati suasana berbeda. Jazz, poolside, dan kebersamaan dalam satu malam,” tutup Elizabeth. (um)

Editor: Agus S

Adu Banteng di Poros Samarinda–Bontang, Dua Mobil Tabrakan, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban

0
Kepolisian memeriksa kedua kendaraan beradu banteng. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Kecelakaan lalu lintas serius terjadi di Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di kawasan Kelurahan Sungai Siring, Samarinda, Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 14.30 Wita. Insiden adu banteng antara dua mobil ini turut menyeret satu pengendara sepeda motor, mengakibatkan dua orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Agus (45), seorang sopir taksi bandara, kecelakaan bermula saat ia mengantar penumpang dari Bandara APT Pranoto menuju Kota Samarinda. Saat itu, Agus berada tepat di belakang salah satu mobil yang terlibat kecelakaan.

“Saya berada tepat di belakang mobil taksi bandara yang ditabrak. Awalnya mobil Ayla yang datang dari arah Samarinda menuju Bontang tiba-tiba sudah berada di lajur lawan arah saat melintasi tikungan,” jelas Agus.

Dalam kondisi tersebut, tabrakan keras tidak terhindarkan. Mobil Ayla yang masuk ke jalur berlawanan langsung menghantam mobil taksi bandara dari arah depan.

Benturan tersebut berdampak lanjutan. Tepat di belakang mobil taksi bandara, terdapat sepeda motor yang dikendarai seorang warga. Pengendara roda dua itu terkejut dan tidak sempat menghindar, sehingga menabrak bagian belakang mobil taksi bandara yang baru saja terlibat adu banteng.

Korban dibawa ke ambulans dan dilarikan ke Rumah Sakit AWS. (Dimas/MKN)

“Untuk korban ada dua, yakni pengemudi mobil Ayla dan pengendara roda dua. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans Tanah Merah untuk mendapatkan penanganan medis,” tambah Agus.

Akibat kerasnya benturan, kedua mobil sempat terhenti di tengah badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Warga sekitar bersama personel Polsek Sungai Pinang dan Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi kendaraan yang rusak ke sisi jalan guna mengurai kemacetan. Sementara itu, korban langsung mendapatkan pertolongan medis.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab mobil Ayla dapat berpindah ke lajur lawan arah, termasuk kemungkinan faktor kecepatan, kondisi jalan, maupun kelalaian pengemudi. (Dim)

Editor: Agus S

Akmal Malik Nilai SUP Long Distance Sungai Manggar Siap Jadi Event Tahunan Internasional

0
Akmal Malik saat menjajal Sungai Manggar Balikpapan. (Foto: Hanafi/MKN)

BALIKPAPAN — Kesuksesan pelaksanaan lomba Stand Up Paddle (SUP) Long Distance sejauh tujuh kilometer dalam Festival Dayung Manggar 2025 menegaskan Sungai Manggar layak menjadi agenda sport tourism tahunan bertaraf internasional. Event yang digelar di kawasan DEBOEKIT Riverside Resort, Balikpapan, pada 13–14 Desember 2025 itu berlangsung aman, lancar, dan tanpa insiden.

Wakil Ketua Umum Stand Up Paddle Indonesia (SUP.ID), Akmal Malik, menyatakan seluruh rangkaian lomba berjalan sesuai rencana. Sebanyak 53 peserta ambil bagian dalam kategori SUP Long Distance dan seluruhnya berhasil menyelesaikan lintasan dengan selamat.

“Alhamdulillah, lomba SUP Long Distance sejauh tujuh kilometer berjalan dengan sangat baik. Peserta yang ikut tadi 53 orang dan semuanya selamat. Tidak ada insiden apa pun,” ujar Akmal usai perlombaan, Minggu (14/12/2025).

Tak sekadar memantau, Akmal yang juga dikenal sebagai penggemar olahraga paddling turut turun langsung menjajal lintasan Sungai Manggar. Ia mengikuti lomba SUP Long Distance dan menuntaskan rute tujuh kilometer dengan catatan waktu yang kompetitif, sekaligus memastikan langsung keamanan dan kelayakan lintasan.

Menurut Akmal, keberhasilan lomba ini menjadi bukti konkret bahwa Sungai Manggar aman untuk kegiatan olahraga air jarak jauh, asalkan didukung pengamanan yang memadai dan koordinasi lintas instansi.

“Ini membuktikan bahwa Sungai Manggar itu aman. Pengamanannya sangat bagus. Saya mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, BPBD, puskesmas, Polair, dan seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Festival Dayung Manggar 2025 sendiri diikuti 102 atlet paddling dari lima negara, yakni Thailand, Taiwan, Malaysia, Jepang, dan Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari Sprint Race, Technical Challenge, hingga SUP Long Distance 7 kilometer. Panitia juga membuka Fun Race Paddle yang diikuti peserta umum dari berbagai kalangan.

Akmal menyebut seluruh rangkaian festival berjalan kondusif hingga penutupan. Para atlet dijadwalkan kembali ke daerah dan negara masing-masing usai kegiatan berakhir.

“Alhamdulillah, tadi berakhir dengan bagus. Siang ini kita tutup karena para peserta akan kembali ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prinsip utama dalam pengembangan sport tourism. Menurutnya, Festival Dayung Manggar 2025 menjadi contoh bahwa pariwisata olahraga dapat dikembangkan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan edukasi lingkungan.

“Ini contoh bahwa kita bisa mengembangkan pariwisata, tetapi tetap memperhatikan keselamatan. Sungai Manggar terbukti aman tanpa kendala,” tegas Akmal.

Dukungan pemerintah daerah juga terlihat dari kehadiran Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang membuka langsung kegiatan tersebut. Kehadiran gubernur dinilai sebagai sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mendorong sport tourism di Kaltim.

Akmal mengungkapkan, pihaknya sempat berdiskusi dengan Gubernur Kaltim terkait peluang menjadikan Festival Dayung Manggar, khususnya SUP Long Distance, sebagai agenda rutin internasional.

“Tadi Pak Gubernur hadir dan kami sempat berdiskusi. Beliau sangat mengapresiasi partisipasi warga Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap penyelenggaraan festival tersebut.

“Kami dari Stand Up Paddle Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir membuka acara,” ujarnya.

Tak hanya dari provinsi, dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Balikpapan. Akmal menyebut Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, turut menawarkan dukungan untuk penyelenggaraan event serupa ke depan.

“Pak Wali Kota juga menawarkan dukungan. Nanti kita lihat mana yang paling besar memberi dukungan, itu yang akan kita pilih,” katanya.

Bagi Akmal, suksesnya Festival Dayung Manggar 2025 bukan semata soal kompetisi, melainkan momentum strategis membuka ruang baru bagi Balikpapan dan Kalimantan Timur di panggung sport tourism nasional hingga internasional.

“Yang paling penting, festival ini membuka harapan baru. Balikpapan dan Kalimantan Timur punya ruang besar di sport tourism, dan Sungai Manggar hari ini membuktikan siap menjadi panggung utama,” pungkasnya. (hnf)

Editor: Agus S

Festival Dayung Manggar 2025, Rudy Mas’ud Tegaskan Sport Tourism Kaltim Siap Go Global

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Foto: Hanafi/MKN)

BALIKPAPAN — Festival Dayung Manggar 2025 menjadi penanda kuat potensi sport tourism Kalimantan Timur di level internasional. Event berskala global yang digelar di kawasan Sungai Manggar, Balikpapan, pada 13–14 Desember 2025 itu tak hanya menghadirkan kompetisi olahraga air, tetapi juga memadukan wisata edukasi dan pelestarian lingkungan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud hadir langsung dan membuka salah satu agenda utama festival, yakni lomba Stand Up Paddle (SUP) Long Distance sejauh tujuh kilometer yang mengambil lintasan Teluk Manggar hingga alur Sungai Manggar. Kehadiran atlet dari berbagai negara menjadi bukti kesiapan Balikpapan menggelar ajang sport tourism berkelas dunia.

“Ini luar biasa. Kita tidak hanya bicara olahraga, tetapi juga wisata edukasi yang berbasis lingkungan. Dan yang penting, kegiatan ini sudah bertaraf internasional,” kata Rudy Mas’ud usai menyusuri Sungai Manggar dengan jet ski, Minggu (14/12/2025).

Festival Dayung Manggar 2025 diikuti 102 atlet paddling dari lima negara, yakni Jepang, Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia. Para peserta berlaga dalam sejumlah kategori, mulai dari Sprint Race, Technical Challenge, hingga SUP Long Distance tujuh kilometer. Selain itu, panitia juga menggelar Fun Race Paddle yang terbuka bagi peserta umum.

Menurut Rudy, pemanfaatan kawasan Sungai Manggar sebagai lintasan lomba menunjukkan bahwa bentang alam Kalimantan Timur sangat ideal untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga air. Ia menilai penyelenggaraan festival ini rapi dan memiliki peluang besar menjadi agenda tahunan berskala internasional.

“Tadi stand-up paddling diikuti oleh berbagai negara. Ini membuktikan Balikpapan mampu menggelar event internasional. Dari penyelenggaraannya saja sudah sangat membanggakan,” ujarnya.

Tak hanya menyoroti sisi olahraga, Rudy Mas’ud juga menekankan nilai edukasi lingkungan yang diusung kawasan DEBOEKIT Riverside Resort. Menurutnya, konsep pembelajaran berbasis alam yang ditawarkan sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap ekosistem pesisir.

“Di sini ada tambak udang intensif dengan teknologi kincir. Ada ikan nila, bandeng, kakap, sampai kakap putih. Ini tempat yang sangat baik untuk edukasi anak-anak kita,” tuturnya.

Rudy turut memberikan apresiasi kepada Akmal Malik, mantan Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, yang dinilai berperan besar dalam menggagas dan mengembangkan kawasan wisata tersebut. Ia menyebut DEBOEKIT sebagai lokasi yang tidak hanya layak untuk rekreasi, tetapi juga pendidikan dan riset lingkungan.

“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa. Tempat ini sangat representatif, bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga pendidikan,” katanya.

Gubernur Kaltim juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Sungai Manggar yang dinilainya masih terjaga kealamiannya. Kawasan ini memiliki hutan mangrove yang hijau, habitat bekantan, serta konektivitas alam hingga Waduk Manggar.

“Mangrovenya masih sangat hijau, bekantannya masih banyak. Kawasan ini bahkan terkoneksi hingga ke Waduk Manggar. Potensinya luar biasa,” ujar Rudy.

Dengan garis pantai dan wilayah pesisir yang luas, Rudy optimistis konsep sport tourism seperti Festival Dayung Manggar dapat menjadi model pengembangan pariwisata di berbagai daerah Kalimantan Timur.

“Kita punya pesisir yang indah-indah. Mudah-mudahan ini menjadi daya tarik bukan hanya nasional, tetapi juga internasional. Hari ini sudah dibuktikan, Balikpapan mampu menggelar event bertaraf dunia,” pungkasnya. (hnf)

Editor: Agus S

Program BSPS Dikawal Ketat di Kaltim, 655 Rumah Warga Dibedah Jadi Layak Huni

0
Penerima manfaat BSPS, Muna, saat menunjukkan rumahnya.

BALIKPAPAN – Pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kalimantan Timur terus mendapat pengawalan ketat dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II. Pada tahun 2025, sebanyak 655 unit rumah warga di sembilan kabupaten/kota di Kaltim menerima bantuan peningkatan kualitas hunian.

Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Anggoro Putro, mengatakan setiap penerima BSPS memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang langsung disalurkan ke rekening masing-masing penerima. Dana tersebut diperuntukkan bagi perbaikan rumah tidak layak huni agar memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.

“Dana tersebut dibagi menjadi Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang,” ujar Anggoro, Minggu (14/12/2025).

Anggoro menjelaskan, penerima BSPS di Kalimantan Timur tersebar dalam tiga kategori wilayah. Wilayah perkotaan meliputi Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Wilayah perdesaan mencakup Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Sementara wilayah pesisir berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sejumlah lokasi bahkan telah menunjukkan progres signifikan. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, dari total 153 rumah penerima BSPS, sebanyak 100 unit telah selesai dibangun dan kini telah dihuni dengan kondisi yang jauh lebih layak.

“Karena sebarannya sangat luas, mulai dari perkotaan, perdesaan hingga pesisir, kami sangat membutuhkan peran serta masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama mengawal program ini,” jelas Anggoro.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, RT, hingga insan media untuk ikut melakukan pengawasan agar bantuan BSPS tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Salah satu penerima manfaat, Amir (61), warga Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Nelayan tersebut mengatakan proses perbaikan rumahnya hampir rampung dan material yang disalurkan sesuai kebutuhan.

“Alhamdulillah, bahan bangunan yang datang sesuai semua. Kalau ada masalah, bisa langsung ke TFL atau ke toko bangunan, dan pasti diganti. Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Muna, ibu rumah tangga penerima BSPS di Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Ia menyebut rumahnya kini jauh lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

“Dulu dinding kayu rumah saya sudah keropos, sekarang sudah diganti dengan kayu baru. Seng juga baru, kualitasnya bagus,” katanya.

Selain pengawasan kualitas bangunan, Balai P3KP Kalimantan II juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyaluran bantuan. Salah satunya melalui mekanisme pemilihan toko bangunan secara terbuka dan partisipatif.

Dalam proses tersebut, calon penerima bantuan dan pihak toko bangunan dipertemukan untuk bermusyawarah, termasuk melakukan negosiasi harga dan menentukan kualitas material sesuai anggaran yang tersedia.

“Prinsipnya terbuka dan demokratis. Ada proses rembuk bersama, tawar-menawar, hingga penentuan bahan bangunan,” ujar Anggoro.

Setelah kesepakatan tercapai, calon penerima BSPS menandatangani berita acara pemilihan toko bangunan secara terbuka yang dilaksanakan di kantor kelurahan atau desa setempat dan disaksikan perangkat setempat.

Anggoro menegaskan, selama proses bedah rumah berlangsung, pekerjaan tetap diawasi oleh tim Balai P3KP Kalimantan II, Satker atau PPK, serta Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Ia memastikan masyarakat berhak menyampaikan komplain jika material yang diterima tidak sesuai dan dapat meminta penggantian.

“Kami berharap partisipasi aktif masyarakat agar penyaluran BSPS benar-benar berjalan baik, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya. (ap)

Editor: Agus S

Menilik Dukungan Orang Tua dari Pinggir Kolam: Dibalik Motivasi Perenang Muda Kutim

0
Pasangan Siti Akhlis Muafin dan M. Wahyu Duha memberikan dukungan penuh kepada kedua anaknya dalam kejuaraan renang. (Ramlah)

SANGATTA — Sorak sorai orang tua menggema di tepi Kolam Renang Town Hall Sangatta, mengiringi setiap luncuran atlet-atlet cilik yang berlomba memecah permukaan air. Di balik catatan waktu dan medali yang diperebutkan pada Kejuaraan Renang Sprint Race III Antar Pelajar se-Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tersimpan kisah ketekunan, harapan, dan dukungan tanpa henti dari para orang tua.

Sejak pagi, tribun kolam dipenuhi wajah-wajah tegang bercampur bangga. Setiap start menjadi momen menahan napas, setiap finis disambut tepuk tangan dan senyum lega. Bagi para atlet muda, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung awal untuk menumbuhkan mimpi dan kepercayaan diri.

Salah satu sosok yang tampak setia mendampingi dari tepi kolam adalah Siti Akhlis Muafin. Bersama suaminya, M. Wahyu Duha, ia memberikan dukungan penuh kepada kedua anaknya, Nahda Azarin Kameela dan Maher Dinejad Elzema, yang turut berlaga dalam kejuaraan tersebut. Tatapan mata yang mengikuti setiap kayuhan tangan anak-anaknya mencerminkan peran orang tua sebagai penyemangat utama di balik perjuangan atlet sejak usia dini.

Siti Akhlis Muafin yang juga menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Sprint Race III serta pembinaan cabang olahraga akuatik yang terus berkembang di Kutim. Menurutnya, keberhasilan atlet tidak lepas dari sinergi antara keluarga, pelatih, dan dukungan fasilitas yang memadai.

“Sebagai orang tua, tentu kami bangga melihat anak-anak berani berkompetisi dan berproses. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam penyediaan fasilitas latihan yang layak,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Ia menilai, pembangunan kolam renang berstandar internasional menjadi kebutuhan penting guna menunjang kualitas latihan atlet dan mendorong prestasi yang lebih tinggi, khususnya dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Dukungan orang tua juga menjadi sorotan para pelatih. Pelatih renang Kutim, Imam Masruri, menilai kejuaraan tahun ini berjalan lancar dan menunjukkan perkembangan positif pembinaan atlet muda.

“Alhamdulillah, Sprint Race III berjalan dengan baik. Antusiasme atlet dan orang tua sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting dalam pembinaan jangka panjang,” ungkapnya.

Menurut Imam, kehadiran dan dukungan orang tua memberikan pengaruh besar terhadap mental bertanding atlet, terutama bagi mereka yang masih berusia belia. Selain itu, perkembangan klub-klub renang di Kutim juga semakin terlihat.

“Tahun ini beberapa klub sudah memiliki atribut dan identitas sendiri. Ini menunjukkan kemajuan pembinaan dan rasa kebersamaan yang semakin kuat,” tambahnya.

Pada kejuaraan tersebut, penampilan gemilang ditunjukkan oleh Nahda Azarin Kameela yang berhasil meraih tiga medali emas masing-masing pada nomor Gaya Bebas 50 meter, Gaya Dada 50 meter, dan Gaya Kupu-kupu 50 meter. Prestasi tersebut menjadi buah dari latihan disiplin serta dukungan penuh keluarga dan pelatih.

“Senang bisa berprestasi. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Nahda dengan wajah sumringah. Ia berharap suatu hari dapat tampil di ajang Porprov dan membawa nama Kutai Timur.

Sementara itu, sang adik, Maher Dinejad Elzema, juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dan menjadi bagian dari regenerasi atlet renang Kutim ke depan.

Sorak dari tepi kolam, doa yang terucap lirih, serta semangat yang tak pernah padam menjadi kekuatan tersembunyi di balik laju para atlet muda Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Umumkan Hasil Seleksi JPT Pratama 2025

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengumumkan hasil seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Bontang Tahun 2025.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor 32/Pansel-JPTP.Bontang/2025, yang ditetapkan berdasarkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 10 Desember 2025 dan diterima panitia seleksi pada 13 Desember 2025.

Panitia seleksi menetapkan masing-masing tiga peserta yang dinyatakan lulus untuk setiap jabatan, yakni untuk jabatan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, peserta yang dinyatakan lulus yakni Eko Arisandi, Jamila Suyuthi, dan Marthen Minggu.

Pada seleksi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, tiga nama yang lolos adalah Diny Prathiwi, Ilham Wahyudi, dan Muhammad Syahbirin.

Sementara itu, untuk Kepala Badan Pendapatan Daerah, peserta yang dinyatakan lulus masing-masing Eko Mashudi, Muhammad Syaifullah, dan Natalia Trisnawati.

Adapun pada seleksi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, panitia menetapkan Eko Mashudi, M. Ihsan, dan Noni Agetha sebagai tiga besar calon.

Untuk jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, peserta yang lolos seleksi adalah Andi Hasanuddin Akmal, M. Taupan Kurnia S, dan Taufiqurrahman.

Sedangkan pada seleksi Kepala Dinas Perhubungan, peserta yang dinyatakan lulus yakni Andi Hasanuddin Akmal, M. Taupan Kurnia S, dan Mikhael Edy Salamba.

Pengumuman hasil seleksi ini ditetapkan di Bontang pada 14 Desember 2025 oleh Pj Sekda Bontang, Akhmad Suharto selaku panitia seleksi JPT Pratamana Pemkot Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

7 Kelurahan di Bontang Rawan Bencana Tanah Longsor

0
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi. (Ist)

BONTANG — Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi menyampaikan bahwa sebanyak tujuh kelurahan di Kota Bontang masuk daftar wilayah dengan risiko rawan bencana tanah longsor.

Hal itu diungkapkan saat sosialisasi penanggulangan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang di Auditorium 3D, Kamis (11/12).

Ketujuh wilayah tersebut ditetapkan berdasarkan kajian manajemen risiko yang dilakukan BPBD.

“Kelurahan Belimbing, Gunung Telihan, dan Kanaan di Kecamatan Bontang Barat masuk dalam kategori rawan longsor. Untuk wilayah Bontang Utara ada Kelurahan Gunung Elai dan Loktuan. Sementara di Bontang Selatan, kawasan Tanjung Laut dan Berebas Tengah juga termasuk rawan,” jelasnya.

Eko menjelaskan, beberapa faktor memicu meningkatnya ancaman longsor, terutama di Kelurahan Gunung Telihan dan Kanaan.

Minimnya ruang terbuka hijau membuat area resapan air kian berkurang. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas tambang galian C ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan menghilangkan kemampuan tanah menyerap air.

“Ini menjadi prioritas karena kejadian longsor di Bontang cukup sering terjadi. Selain kurangnya ruang serapan air, kawasan pemukiman yang semakin padat di bantaran lereng menjadi faktor dominan percepatan pergeseran tanah. Sejumlah kasus longsor bahkan terjadi tepat di area pemukiman dan mengakibatkan kerugian material,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sosialisasikan Mitigasi Bencana, BPBD Sasar Pelajar se-Bontang

0
Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi siswa-siswi SMA, SMK, MAN, dan sederajat se-Kota Bontang. (Ist)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi siswa-siswi SMA, SMK, MAN, dan sederajat se-Kota Bontang, di Auditorium Gedung 3 Dimensi, Jalan Awang Long, Kamis (11/12/2025) pagi.

Dalam arahannya mewakili Wali Kota, Agus Haris menegaskan pentingnya pendidikan kebencanaan sejak dini. Menurutnya, pemahaman mitigasi bukan hanya soal teori, tetapi kesiapan mental menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.

Kepada para peserta, Agus berpesan agar menjadikan pelatihan ini sebagai bekal hidup (life skill). Namun, ia juga mengingatkan agar tugas utama sebagai pelajar tidak diabaikan.

“Saya minta kalian siap siaga, memiliki ilmu penyelamatan diri, tapi yang terpenting jangan sampai lupa kewajiban belajar dan ibadah untuk membangun masa depan kalian sendiri,” pesan Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi, melaporkan bahwa kegiatan ini melibatkan 160 siswa dari berbagai sekolah. Tujuannya adalah mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2007.

Eko memaparkan fakta bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana peringkat dua di dunia. Oleh karena itu, kemampuan evakuasi mandiri dan menolong sesama menjadi kompetensi wajib bagi generasi muda.
“Kami menargetkan sosialisasi kebencanaan ini dapat menjangkau 80 persen warga Kota Bontang. Penanganan bencana tidak bisa parsial, butuh kolaborasi seluruh pihak termasuk pelajar,” jelas Eko.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam