Beranda blog Halaman 396

Air Sungai Sangatta Naik, Intake IPA Kabo Dianggap Masih Aman

0
Intake IPA Kabo Masih Aman. (Ist)

SANGATTA – Permukaan air Sungai Sangatta di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan tren kenaikan pada Kamis (5/2/2026). Meski naik cukup signifikan dalam hitungan jam, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) memastikan kondisi masih dalam batas aman dan belum mengganggu operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo.

Direktur Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan menggunakan acuan elevasi terhadap rata-rata permukaan air laut atau Reference Level (RL).

Berdasarkan data pemantauan, muka air Sungai Sangatta sempat berada di posisi RL 6,65 pada pukul 00.02 WITA. Namun, hanya dalam waktu kurang dari dua jam, angka itu naik menjadi RL 6,80 pada pukul 01.59 WITA.

“Kenaikan berlanjut pada pagi hari, yakni mencapai RL 7,10 pada pukul 06.30 WITA dan kembali naik ke posisi RL 7,15 pada pukul 07.05 WITA,” ungkap Suparjan.

Ia menegaskan, batas aman operasional intake IPA Kabo masih berada di bawah RL 7,69 yang masuk kategori level hijau. Sementara itu, level kuning berada pada kisaran RL 7,70 hingga RL 8,20, dan level merah jika sudah melewati RL 8,21.

“Dengan kondisi terakhir di RL 7,15, proses produksi dan distribusi air bersih masih berjalan normal,” tegasnya.

Meski begitu, Perumdam TTB Kutim tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, fluktuasi muka air Sungai Sangatta sangat dipengaruhi oleh curah hujan, terutama di wilayah hulu.

“Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala, karena kondisi air sungai bisa berubah cepat,” pungkas Suparjan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Insentif Guru Kutim Terancam Dipangkas

0
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kabar kurang mengenakkan menghampiri para guru di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Insentif guru yang selama ini diterima melalui skema Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) berpotensi mengalami penurunan pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa potensi penurunan tersebut bukan karena pemerintah daerah ingin mengurangi kesejahteraan guru. Namun, hal itu dipicu oleh aturan yang membatasi belanja pegawai dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pemerintah tidak ada niat sedikit pun untuk menurunkan insentif. Tapi aturan yang melarang karena belanja pegawai tidak boleh lebih dari 30 persen APBD,” ujar Mulyono kepada awak media beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, TPP masuk dalam komponen belanja pegawai. Sementara regulasi menetapkan belanja pegawai maksimal hanya 30 persen dari total APBD. Jika belanja pegawai melebihi batas tersebut, maka pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian.

Masalahnya, kondisi APBD Kutim saat ini sedang mengalami penurunan tajam. Mulyono memaparkan bahwa pada tahun 2024 APBD Kutim masih berada di kisaran Rp14 triliun. Namun pada tahun 2025 turun menjadi sekitar Rp9 triliun, dan pada tahun 2026 diproyeksikan kembali anjlok hingga hanya Rp5 triliun.

“Kalau belanja pegawai tidak menyesuaikan dengan kondisi APBD yang turun, maka nilainya bisa melampaui batas 30 persen,” tambahnya.

Situasi ini membuat pemerintah daerah berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, kesejahteraan guru harus tetap diperhatikan. Namun di sisi lain, aturan fiskal yang berlaku menuntut pengendalian belanja pegawai agar tidak menabrak ketentuan.

Meski demikian, Mulyono memastikan Pemkab Kutim tetap berkomitmen menjaga kesejahteraan para guru. Ia menilai program yang berjalan selama ini masih lebih baik dibanding sejumlah daerah lain.

Ia juga menegaskan, apabila ke depan regulasi sudah memungkinkan dan kondisi keuangan daerah membaik, pemerintah akan berupaya mengembalikan bahkan meningkatkan kembali insentif guru.

“Insyaallah kalau aturannya sudah memungkinkan, pasti akan kita naikkan kembali,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Belajar dari IIMS: Auto Borneo di Usia 6 Tahun Media Kaltim

0

Di tengah ekonomi yang tidak selalu memberi kepastian, kita bisa belajar dari pameran otomotif terbesar di Jakarta, Indonesia International Motor Show (IIMS). Lebih dari satu dekade lalu, saya sempat datang ke ajang ini. Skalanya waktu itu belum seramai sekarang, tetapi suasananya sudah terasa hidup.

Orang datang dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang sekadar melihat-lihat, ada pula yang benar-benar serius mencari kendaraan. Dari pengalaman itu saya menangkap bahwa event seperti ini tidak berdiri di atas euforia sesaat, tetapi tumbuh dari konsistensi yang dirawat dari tahun ke tahun.

Kesan itu kembali muncul ketika IIMS 2026 resmi dibuka pada Kamis, 5 Februari 2026, di JIExpo Kemayoran. Bahkan terasa lebih kuat. Pameran ini digelar selama 11 hari, 5–15 Februari 2026. Jam bukanya disesuaikan dengan waktu luang pengunjung. Premium Day pada 5 Februari dibuka pukul 13.00–21.00 WIB, hari kerja 11.00–21.00 WIB, dan akhir pekan 10.00–21.00 WIB. Pengaturan waktu yang detail ini menunjukkan bahwa penyelenggara sangat paham dengan ritme orang untuk datang.

Pendekatan serupa terlihat dari skema tiket. Tiket Exhibition Only dipatok Rp150 ribu untuk Premium Day, Rp50 ribu untuk weekdays, dan Rp90 ribu untuk weekend. Di luar itu, pengunjung diberi pilihan pengalaman tambahan melalui Infinite Live dan Infinite Show, konser musik, atraksi otomotif, dan hiburan—yang bisa diakses lewat sistem bundling atau top-up.

Bahkan tersedia kategori VIP Hospitality, mulai dari Silver Pass, Gold Pass, hingga Premium Pass dengan harga mencapai Rp1.999.999. Dari sini terlihat bahwa penyelenggara memahami kebiasaan pengunjung yang beragam. Ada yang datang untuk melihat tren, ada yang benar-benar ingin membeli, ada yang mengejar hiburan, dan ada pula yang mencari pengalaman eksklusif.

Hal lain yang patut dicatat, IIMS 2026 tidak lagi bergantung pada satu atau dua merek besar. Lebih dari 180 brand otomotif dan industri pendukung hadir. Angka ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia sedang tumbuh ke arah yang lebih ramai, lebih kompetitif, dan lebih terbuka.

Merek Jepang masih kuat. Ada Toyota, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Mazda, Nissan, dan Subaru. Brand Eropa dan Korea juga tetap konsisten hadir, seperti BMW, Mercedes-Benz, MINI, dan Hyundai. Namun yang paling terasa adalah menguatnya kendaraan listrik dan merek-merek baru, terutama dari Tiongkok, yakni BYD, Wuling, Chery, MG, GAC Aion, Geely, Zeekr, Xpeng, iCar, Jaecoo, dan lainnya. Ini semakin menegaskan bahwa elektrifikasi bukan lagi wacana, melainkan sudah menjadi arus utama.

Segmen roda dua pun tidak kalah hidup. Selain Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki, hadir pula merek premium seperti Harley-Davidson, Ducati, Triumph, dan BMW Motorrad. Motor listrik seperti Alva dan Polytron juga mendapat ruang tersendiri.

Program yang ditawarkan pun beragam. Ada test drive dan test ride, atraksi otomotif, hiburan, hingga area gaya hidup seperti boating gathering di kawasan danau JIExpo. Inilah salah satu alasan mengapa event semacam ini bisa bertahan dan terus membesar. Pengunjung tidak dipaksa membeli, tetapi diajak merasakan.

Pengunjung memadati area pameran kendaraan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Foto: Istimewa

Lantas, mengapa event seperti ini bisa konsisten digelar di Jakarta? Apakah tidak bisa digelar di Kaltim?

Kaltim kini berada di fase yang berbeda, terlebih sejak hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Komunitas otomotif berkembang, sektor aftermarket bergerak, minat terhadap kendaraan listrik mulai menguat, dan daya beli masih terjaga. Di saat yang sama, Kaltim menjadi bagian penting dari perhatian nasional dan arah pembangunan.

Karena itulah, memasuki HUT ke-6 Media Kaltim pada 14 Juli 2026, kami ingin meninggalkan sesuatu yang berjejak, khususnya bagi industri otomotif di daerah. Dari sanalah gagasan Auto Borneo kami siapkan, sebuah ajang otomotif regional dalam rangka memeriahkan HUT ke-6 Media Kaltim.

Auto Borneo lahir dari keinginan untuk menghadirkan ajang yang benar-benar relevan dengan Kaltim. Bukan meniru IIMS, tetapi memetik pelajaran tentang pentingnya konsistensi. Kami ingin fokus pada kebutuhan daerah, memberi ruang bagi brand nasional dan lokal, komunitas otomotif, UMKM otomotif, bengkel, pelaku aksesori dan suku cadang, serta konten kreatif dan diskusi publik.

Kami membayangkan Auto Borneo bukan sekadar pameran. Ajang ini menjadi tempat orang Kaltim merasa punya ruang sendiri—datang, melihat, mencoba, berdiskusi, lalu pulang dengan pengalaman. Ada display kendaraan, produk baru dan suku cadang, test drive terbatas, talkshow otomotif, aktivasi media, hingga kolaborasi komunitas.

Di tengah situasi ekonomi yang membuat orang berhitung lebih ketat, event seperti ini justru bisa menjadi pemantik. Mal bergerak. Usaha kecil hidup. Promosi tumbuh. Jaringan komunitas menguat. Dan yang sering luput disadari, event ini menghadirkan suasana optimistis, bahwa ekonomi daerah tidak selalu harus dibicarakan dengan nada murung.

Jika Jakarta punya IIMS, maka Kaltim seharusnya juga bisa—dengan ukuran kita, karakter kita, dan kebutuhan kita. Bukan untuk menyaingi siapa pun, melainkan untuk membuktikan bahwa daerah juga mampu menggerakkan industri, komunitas, dan optimisme.

Bukan soal besar atau kecil. Tapi soal keberanian untuk mulai, dan kesediaan untuk bertahan.

Semua itu tentu tidak akan terwujud tanpa dukungan seluruh pelaku industri otomotif dan pemerintah daerah. Kami berharap, dukungan itu bisa terbangun bersama demi Auto Borneo 2026 sebagai bagian dari perayaan 6 Tahun Media Kaltim. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Truk Box Mundur saat Putar Balik, Tabrak Pengendara Motor di Belakangnya

0
Lagi, kecelakaan terjadi di Jalan Yos Sudarso I, Sangatta akibatkan tiga orang korban dilarikan ke RS PKT. (Istimewa)

SANGATTA – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Yos Sudarso I, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur, Kamis (5/2/2026). Truk box mundur di putaran balik (U-Turn) menabrak pengendara lainnya.

Satu unit truk box Mitsubishi Canter warna kuning, diduga menghantam sepeda motor Honda yang berada tepat di belakangnya. Benturan keras tak terhindarkan lantaran motor berada di area blind spot.

Akibat insiden tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), truk yang dikemudikan pria berinisial S melaju dari arah Hotel Kutai Permai menuju kawasan Buana Mekar. Saat sampai di U-Turn depan Boss Cafe, pengemudi bermaksud memutar balik.

Namun karena ruang putar sempit, truk tidak bisa berbelok sempurna. Alih-alih mencari jalur aman, sopir justru memilih mundur.

Nahas, pada saat yang sama sepeda motor berada terlalu dekat di belakang truk. Posisi motor berada di titik buta kendaraan besar. Akibatnya, bagian kanan belakang bak truk menghantam motor tersebut.

Pengendara motor mengalami luka di bagian kepala. Sementara penumpangnya mengalami luka robek di tangan, luka lecet di kepala dan kaki, serta luka robek di bagian depan kepala. Korban lainnya juga dilaporkan mengalami luka berat.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke RS PKT Sangatta untuk mendapat penanganan medis. Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia. Meski begitu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp2 juta.

Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Timur langsung mengamankan sopir truk beserta kendaraan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Lantas Polres Kutim , AKP Rezky Nur Harismeihendra, membenarkan kejadian tersebut.

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan serta pengemudi. Saat ini kasusnya ditangani Unit Gakkum untuk proses penyelidikan,” jelasnya.

Ia menegaskan, kecelakaan tersebut diduga kuat akibat kelalaian pengemudi.

“Pengemudi truk melakukan manuver mundur tanpa memastikan kondisi di belakang kendaraan benar-benar aman. Sepeda motor berada di titik buta, sehingga tabrakan tidak terhindarkan,” tegas AKP Rezky.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kepala Dishub Bontang Buka Suara, terkait Dua Anggotanya Terlibat Korupsi Anggaran Bimtek

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Dua pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran bimbingan teknis (bimtek), yakni J dan RW.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, M Taupan Kurnia S mengatakan, bahwa dirinya sangat terkejut dengan adanya informasi tersebut, dimana sebelum dilakukan penahanan kepada keduanya, mereka masih tetap masuk dan bekerja seperti biasanya.

Selain itu, Taupan juga menegaskan pihaknya akan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan, dan akan bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku.

“Kita hormati proses hukum yang berlangsung, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang telah resmi menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas Bimtek Dishub Bontang di 2025 lalu, yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 578 juta.

Tersangka berinisial J diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dishub Bontang dengan pangkat IV/b, sedangkan untuk tersangka berinisial RW menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dishub Bontang. Sementara untuk tersangka E ialah salah satu pihak dari swasta.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Bontang, Fajaruddin Salampessy menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup.

“Maka dari itu, setelah dilakukannya pemeriksaan, penyidik menetapkan tiga tersangka dan langsung melakukan penahanan selama 20 hari,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tes Urin Dadakan, BNNK Pastikan Seluruh Peserta Negatif Narkoba

0

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang memastikan hasil tes urin mendadak yang dilakukan terhadap peserta kegiatan dinyatakan negatif narkoba. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penguatan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb5feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Diduga Miliki Kanker Prostat, Mantan Anggota DPRD Bontang Takbir Ali Meninggal Dunia

0
Taqbir Ali (Ist).

BONTANG – Taqbir Ali, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menghembuskan nafas terakhirnya di Kamis (5/2/2026) pagi, di Rumah Sakit Taman Husada (RSUD) Bontang.

Diketahui, almarhum sempat menjabat menjadi anggota DPRD Bontang di masa periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 lalu dari Partai Demokrat. Kini almarhum juga menjabat sebagai Dewan Pembina Forum Jurnalis Bontang (FJB).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bontang, Amriadi mengatakan bahwa sebelumnya almarhum sudah sakit lama, dimana almarhum sempat bolak-balik ke Rumah Sakit (RS) untuk menjalani masa perawatan.

Akan tetapi di seminggu terakhir ini, almarhum terbaring lemas di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Bontang. Tak lama kemudian, almarhum dinyatakan meninggal dunia.

“Infonya almarhum memiliki kanker prostat, meninggalnya tadi pagi sekitar jam 9-an,” ucapnya saat dihubungi.

Kesempatan yang sama saat dikonfirmasi ke kerabat dekatnya, Herdi menyatakan bahwa almarhum memang sudah memiliki kanker sejak lama.

“Dia ada kankernya sekitar setahunan sudah,” ungkapnya.

Almarhum berencana akan dimakamkan di Pemakaman Pisangan, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, sehabis ba’da salat ashar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Banjir Kutim Makin Mengkhawatirkan, Air Naik-Turun 3 Jam Sekali

0
Sejumlah wilayah di Sangatta sudah terendam banjir. (Ist)

SANGATTA – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisinya makin mengkhawatirkan. Ketinggian air bervariasi di setiap titik, mulai dari selutut hingga mencapai dada orang dewasa.

Berdasarkan pantauan redaksi, sejumlah titik yang mulai terendam banjir di antaranya kawasan Loa Mali, Rawa Indah, APT Pranoto, hingga beberapa wilayah di Sangatta Selatan. Genangan air di lokasi-lokasi tersebut dilaporkan terus meningkat seiring intensitas hujan yang masih tinggi.

Seorang warga, Enal, menyebut banjir kali ini cukup merepotkan karena genangan tidak merata. Di beberapa lokasi, air masih bisa dilewati. Namun di titik lain, banjir sudah membuat aktivitas warga terganggu.

“Tinggi banjir ada yang selutut orang dewasa, yang di belakang sampai sedada orang dewasa,” ungkapnya kepada Media Kaltim, Kamis (5/2/2026).

Tak hanya tinggi air yang membuat warga waswas, pola banjir juga dinilai tidak biasa. Air disebut naik dan turun dengan cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, Sulastin, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, tim reaksi cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan ke sejumlah titik banjir untuk melakukan pemantauan dan pendataan dampak.

“TRC BPBD Kutai Timur sudah kami tugaskan ke titik-titik banjir, bekerja sama dengan relawan kecamatan dan desa. Titik-titik banjir itu sudah kami pantau, jadi semua tim sudah turun,” kata Sulastin saat dikonfirmasi.

Sulastin menjelaskan, naik-turunnya air berlangsung cukup cepat. Dalam tiga jam air bisa surut, lalu tiga jam kemudian kembali naik.

“Air ini tiga jam turun, tiga jam naik. Memang berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, Februari hingga Maret curah hujan di Kutai Timur cukup tinggi,” paparnya.

Untuk mengantisipasi banjir yang meluas, BPBD Kutai Timur juga telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada seluruh camat. Langkah itu dilakukan agar pemerintah kecamatan dan desa meningkatkan kesiapsiagaan serta segera melaporkan perkembangan di lapangan.

“Kami sudah menyurati seluruh camat di Kutai Timur untuk waspada terhadap bencana alam ini dan juga sudah membuat peringatan dini kepada masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, seluruh tim TRC masih berada di lapangan untuk memantau kondisi banjir sekaligus mendata wilayah terdampak. BPBD Kutim masih menunggu laporan lengkap dari tim di masing-masing lokasi.

“Semua tim sudah kami turunkan, sementara ini kami menunggu laporan dari mereka,” pungkas Sulastin.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Komoditas Pangan Masih di Atas HET, Biaya Transportasi Jadi Kendala

0
Tim Bapanas melakukan monitoring harga komoditas pangan di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Monitoring komoditas pangan di sejumlah wilayah Kota Bontang dilakukan oleh Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (5/2/2026).

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas, Lenny mengungkapkan bahwa harga jual komoditas pangan di Bontang masih berada di atas Harga Ecer Tertinggi (HET) yang telah ditentukan.

Seperti yang ditemukan di lokasi, salah satu tempat yang ia kunjungi adalah Pasar Taman Rawa Indah. Dalam regulasi Perbadan nomor 12 tahun 2025 HET daging ayam maksimal di harga Rp58 ribu, sementara di lapangan harga bisa mencapai Rp60 ribu.

Sama halnya dengan beras berdasarkan Kepbadan Nomor 299 Tahun 2025 dimana HET tertinggi mencapai Rp 15.800 dan di awal Januari 2026 ini HET beras tertinggi mencapi Rp 16.400.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Bontang, Debora Kristiani mengungkapkan bahwa biaya transportasi menjadi permasalahan bagi para pedagang. Mereka perlu menaikkan harga karena ada biaya pengiriman ke Kota Bontang masih membutuhkan biaya.

“Kita masih terkendala di transportasi, makanya penjualan kita masih di atas HET. Kita sangat terbatatas sumber dayanya,” pungkasnya .

Monitoring ini dilakukan terhadap harga beras, daging sapi, daging ayam, bawang, cabai, hingga minyak goreng. Tidak hanya di pasar, mereka juga mendatangi distributor yang berada di pinggir jalan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kuasa Hukum Dayang Donna Gugat Dakwaan KPK, Nilai Peran Terdakwa Tidak Jelas

0
Dayang Donna Walfiaries Tania Faroek usai persidangan pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA — Penasihat hukum Dayang Donna Walfiaries Tania mengajukan eksepsi atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (5/2/2026). Tim pembela menilai dakwaan tersebut disusun tanpa kejelasan peran dan kedudukan hukum terdakwa.

Menurut penasihat hukum Dayang Donna, Hendrik Kusnianto, dakwaan jaksa tidak menguraikan secara terang posisi kliennya dalam perkara yang didakwakan. Ia menilai beban pertanggungjawaban justru lebih banyak diarahkan kepada almarhum Awang Faroek Ishak selaku Gubernur Kalimantan Timur saat itu.

“Dakwaan tidak menjelaskan secara jelas posisi terdakwa. Justru konstruksi tanggung jawab lebih diarahkan kepada almarhum Awang Faroek Ishak,” ujar Hendrik di hadapan majelis hakim.

Ia juga menyoroti kekeliruan dakwaan yang menyebut gubernur memiliki kewenangan teknis dalam perizinan pertambangan. Menurutnya, secara normatif kewenangan teknis berada pada dinas terkait, bukan kepala daerah secara langsung.

“Ini kesalahan mendasar dalam membangun dakwaan,” tegasnya.

Hendrik menambahkan, Dayang Donna bukan pejabat publik maupun pemangku kebijakan. Oleh karena itu, jaksa seharusnya menguraikan secara rinci hubungan hukum terdakwa dengan perkara tersebut, termasuk dari siapa perintah atau instruksi diterima.

“Harus dijelaskan secara tegas, apakah terdakwa menerima perintah dari kepala dinas atau pihak lain. Tidak bisa perannya dimasukkan tanpa kedudukan hukum yang jelas,” katanya.

Tim kuasa hukum juga mempersoalkan unsur gratifikasi yang didakwakan. Menurut Hendrik, unsur tersebut mensyaratkan adanya penyalahgunaan kewenangan atau jabatan, sementara kliennya bukan pegawai negeri maupun penyelenggara negara.

“Unsur gratifikasi tidak terpenuhi. Terdakwa bukan pegawai negeri, bukan penyelenggara negara, dan kami tegaskan tidak menerima uang sebagaimana didakwakan,” ujarnya.

Atas dasar itu, penasihat hukum menilai surat dakwaan mengandung cacat formil dan tidak memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Dayang Donna mengikuti jalannya persidangan dengan tenang. Usai sidang, ia memilih tidak banyak berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada majelis hakim.

“Kita tunggu saja, mohon doanya,” ujarnya singkat. (MK)

Editor: Agus S