Beranda blog Halaman 395

Pemkot Samarinda Luncurkan SOPPA, Akses Laporan Kekerasan Ditarget Lebih Cepat dan Aman

0
Pemerintah Kota Samarinda secara resmi meluncurkan aplikasi Sistem Online Pelaporan Perlindungan Perempuan dan Anak (SOPPA) di Cafe Bagios Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda resmi meluncurkan aplikasi Sistem Online Pelaporan Perlindungan Perempuan dan Anak (SOPPA) sebagai upaya mempercepat dan mempermudah pelaporan kasus kekerasan. Aplikasi ini diperkenalkan dalam acara peluncuran yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda di Cafe Bagios, Senin (15/12/2025) pukul 10.00 Wita.

SOPPA dirancang sebagai platform digital yang memungkinkan masyarakat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara lebih mudah, cepat, dan aman. Pemerintah berharap aplikasi ini dapat memperluas akses pelaporan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi korban.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, Ibnu Araby, memaparkan bahwa hingga November 2025, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP2PA telah menangani 264 kasus kekerasan dengan total 303 korban.

Rinciannya, korban perempuan dewasa tercatat sebanyak 109 orang dari 106 kasus, sedangkan korban anak-anak—baik laki-laki maupun perempuan—mencapai 194 orang dari 158 kasus.

Menurut Ibnu Araby, tingginya angka tersebut menunjukkan Samarinda masih menjadi salah satu daerah dengan laporan kekerasan cukup tinggi di Kalimantan Timur. Namun, ia menilai kondisi ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.

“Pertama, ini karena kita berhasil membuat program pelapor-pelapor. Siapapun bisa melaporkan. Kedua, memang ada kesadaran masyarakat Samarinda untuk melaporkan kejadian-kejadian kekerasan,” ujarnya.

Ia memperkirakan, dengan hadirnya SOPPA, jumlah laporan berpotensi meningkat. Namun peningkatan itu bukan berarti kasus kekerasan bertambah, melainkan karena akses pelaporan semakin terbuka.

“Bisa saja dengan ada aplikasi SOPPA ini itu semakin meningkat, karena itu kan kesadaran masyarakat. Samarinda ini juga kota terbesar, apalagi menjadi rujukan layanan kesehatan untuk daerah sekitar. Jadi, tidak semua data itu adalah penduduk Samarinda,” jelasnya.

Dalam penanganan kasus, UPTD PPA DP2PA Kota Samarinda tidak bekerja sendiri. Layanan ini bersinergi dengan UPTD PPA Provinsi Kalimantan Timur, Unit PPA Polresta Samarinda, Dinas Sosial, serta sejumlah pegiat dan relawan, seperti Perkasa dan PATBM. Fokus utama penanganan tetap pada perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan.

Ketua TRC PPA Kalimantan Timur, Rina Zainun, mengapresiasi peluncuran SOPPA karena dinilai akan mempermudah kerja-kerja pendampingan di lapangan.

“Kami sangat apresiasi terhadap launching SOPPA. Memudahkan kinerja kami yang ada di lapangan untuk bisa memberikan informasi, data-data korban secara rahasia dan juga supaya cepat mengaksesnya. Tidak lagi kami datang misalnya ke UPTD PPA, tapi bisa dari rumah atau dari kantor polisi,” kata Rina.

Ia menambahkan, kasus kekerasan yang paling banyak terjadi di Samarinda masih didominasi kekerasan seksual terhadap anak. Peningkatan laporan yang muncul dinilai sebagai dampak dari meningkatnya keberanian korban dan masyarakat, seiring penguatan edukasi serta upaya preventif.

Data DP2PA mencatat, kasus kekerasan paling banyak terjadi di Kecamatan Sungai Kunjang, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu. Aplikasi SOPPA sudah dapat digunakan dan dipantau sejak hari peluncuran untuk mendukung percepatan layanan perlindungan perempuan dan anak. (Dim)

Editor: Agus S

Dishub Tertibkan Travel di Jalan Anggi, Sopir Diminta Bersih dan Patuh Aturan Parkir

0
Para supir travel memungut sampah yang berada di Jalan Anggi Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Aktivitas travel di kawasan Jalan Anggi, Samarinda, ditertibkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Senin (15/12/2025) pagi. Penertiban dilakukan menyusul keluhan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait tumpukan sampah yang kerap berserakan di sekitar area parkir.

Penertiban yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita tersebut dipimpin langsung Kepala Seksi Pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Samarinda, Duri. Ia menyebut laporan dari DLH menjadi dasar utama tindakan di lapangan.

“Kegiatan hari ini adalah murni karena adanya laporan dari petugas kebersihan DLH, di mana mereka protes atau keberatan karena para penumpang dan supir yang ada di Jalan Anggi membuang sampah sembarangan,” jelas Duri.

Petugas DLH meminta agar sampah dari aktivitas travel tidak dibuang sembarangan, melainkan dikumpulkan dalam kantong plastik dan diletakkan di satu titik agar memudahkan proses pengangkutan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dishub yang memiliki kewenangan penataan parkir di Jalan Anggi langsung mengambil langkah tegas. Para sopir travel dikumpulkan dan diminta membersihkan sampah di sekitar lokasi parkir.

“Karena kami yang menertibkan perparkiran di Jalan Anggi, langsung saya kumpulkan para supir-supir untuk membersihkan segera. Jika tidak membersihkan sampai pukul 12.00 Wita, saya suruh pergi semuanya,” tegasnya.

Langkah tersebut mendapat respons positif. Para sopir travel yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan bersikap kooperatif dan langsung melakukan pembersihan. Dalam waktu kurang dari satu jam, kawasan parkir Jalan Anggi kembali bersih dan tertib.

Selain soal kebersihan, Dishub juga kembali menegaskan aturan parkir dan retribusi resmi yang berlaku di Jalan Anggi. Untuk kendaraan yang datang dari arah Jalan Cendana menuju sungai atau laut, parkir diwajibkan lurus. Sementara kendaraan dari arah laut menuju Jalan Cendana wajib parkir serong.

Dishub menetapkan retribusi parkir sebesar Rp7.000 per sekali parkir yang harus dibayarkan melalui barcode resmi milik Dishub Kota Samarinda. Untuk memastikan ketertiban berjalan konsisten, Dishub menurunkan tiga shift petugas yang bertugas mengawasi aktivitas parkir di kawasan tersebut. (Dim)

Editor: Agus S

Tongkat Komando Kodam VI/Mulawarman Beralih, Krido Pramono Fokus IKN dan Daerah Rawan

0
Mantan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha bersama Pangdam VI/Mulawarman yang baru, Mayjen TNI Krido Pramono.

BALIKPAPAN — Kepemimpinan di Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman resmi berganti. Mayjen TNI Krido Pramono kini mengemban amanah sebagai Pangdam VI/Mulawarman, menggantikan Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha. Prosesi penyambutan Pangdam baru digelar secara khidmat di halaman Makodam VI/Mulawarman, Senin (15/12/2025).

Kedatangan Mayjen TNI Krido Pramono diawali dengan penyambutan tarian adat Kalimantan Timur yang sarat makna kearifan lokal, dilanjutkan prosesi pedang pora sebagai tradisi kehormatan militer. Rangkaian acara tersebut menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di Kodam VI/Mulawarman.

Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha berharap program-program strategis yang telah dijalankan selama masa jabatannya dapat dilanjutkan dan diperkuat. Ia menekankan pentingnya konsistensi pengamanan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta perhatian terhadap wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang masih menghadapi keterbatasan akses.

“Program yang sudah saya lakukan dan baik bagi daerah, bisa diteruskan oleh pejabat yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman yang baru, Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah dirintis pendahulunya. Dalam agenda kerja 100 hari pertama, ia menargetkan peninjauan langsung ke daerah perbatasan dan wilayah rawan kebencanaan, seiring masuknya siklus angin muson yang berpotensi meningkatkan risiko bencana di Kalimantan.

“Kita akan bersinergi dengan Pemda dan Polda untuk kebaikan di Kaltim. Dan yang terpenting adalah bagai mana menanggulangi bencana saat ini,” jelasnya.

Rangkaian penyambutan ditutup dengan prosesi penyerahan pasukan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Kodam VI/Mulawarman. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi peralihan kepemimpinan sekaligus penegasan tanggung jawab Pangdam VI/Mulawarman yang baru dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. (ap)

Editor: Agus S

Keterbatasan Rekrutmen Guru, Sekolah di Bontang Terancam Kekurangan Tenaga Pendidik

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Saat ini Kota Bontang mengalami kekurangan tenaga pendidik di lapangan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin.

Ia menjelaskan, perlunya kebijakan perekrutan guru yang lebih fleksibel serta menyesuaikan kebutuhan daerah. Hal ini membatasi banyak kesempatan, lantaran aturan pemerintah pusat yang cukup terbatas.

“Padahal otonomi daerah berguna memberi peluang untuk daerah mengatur kebutuhannya sendiri, harus untuk guru juga begitu,” katanya.

Untuk sebaran penempatan guru tiap sekolah biasanya diberikan secara merata. Masalahnya, ketersediaan jumlah guru yang pensiun setiap tahun jauh lebih banyak daripada formasi baru yang bisa masuk.

Pada tahun 2026 mendatang saja, sudah 100 guru PNS diperkirakan akan purna tugas. Hal ini menjadi perhatian khusus karena sekolah terus kekurangan tenaga.

Sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai syarat mutlak seleksi menjadi persoalan, lantaran tenaga pendidik wajib memilikinya. Karena itu, walaupun Bontang sangat membutuhkan guru, para tenaga pendidik kesulitan mengikuti rekrutmen.

“PPG ini kewajiban. Tapi kalau aksesnya terbatas, tidak bisa juga,” tambahnya.

Disdikbud berharap kebijakan sentralisasi dapat ditinjau ulang, selain itu juga bisa memberikan kuota lebih untuk pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan tenaga pendidik. Menurutnya, langkah tersebut akan membuka peluang besar bagi daerah untuk menutup kekurangan guru.

“Kami di daerah yang tahu persis kondisi lapangan. Kami ingin akses pelaksanaannya dapat dilakuan mandiri tanpa harus bergantung oleh beasiswa kementrian,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SMAN 3 Jadi Satu-satunya Peraih Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025

0
SMAN 3 saat menerima penghargaan di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (Ist)

BONTANG – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh SMAN 3 Bontang pada tahun 2025. Dari total 721 sekolah di 31 provinsi, SMAN 3 Bontang menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas dari Kota Bontang yang berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada 11 Desember 2025 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Capaian ini menjadi momentum percepatan pendidikan lingkungan, mengingat kurang dari satu persen sekolah memenuhi standar Adiwiyata.

Dr. Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup merupakan fondasi penting dalam menjawab tantangan krisis iklim global. Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan, terutama di tengah meningkatnya ancaman bencana ekologis di berbagai daerah.

Penghargaan Adiwiyata Nasional diberikan kepada sekolah yang mencapai nilai minimal 80 persen dan telah meraih penghargaan tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Ketentuan ini menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya menilai capaian internal, tetapi juga dampak pembinaan kepada sekolah lain.

Lonjakan penerima penghargaan juga menunjukkan antusiasme daerah. Pada tahun 2025, terdapat 372 calon Adiwiyata Mandiri dan 974 calon Adiwiyata Nasional yang diajukan dari 31 provinsi. Hasilnya, jumlah penerima Adiwiyata Nasional meningkat 40,82 persen dan Adiwiyata Mandiri naik 24,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan komitmen yang terus tumbuh dari berbagai wilayah.

Gerakan ini semakin menguat karena seluruh penerima penghargaan, salah satunya SMAN 3 Bontang, merupakan sekolah yang telah menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Program ini membangun pembiasaan hidup ramah lingkungan dalam seluruh aktivitas sekolah, mulai dari pengurangan sampah, konservasi air, penyediaan ruang hijau, hingga integrasi nilai lingkungan dalam pembelajaran sehari-hari.

Harwanti, Kepala SMAN 3 Bontang, menjelaskan bahwa program Adiwiyata di SMAN 3 Bontang telah mengimplementasikan lima aspek utama Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), meliputi kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air. Program ini menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini di lingkungan SMAN 3 Bontang.

Lebih lanjut, Harwanti menegaskan bahwa momentum ini akan menjadi motivasi dan pendorong langkah selanjutnya untuk mencapai Adiwiyata Mandiri. Ia juga menyampaikan apresiasi bahwa keberhasilan meraih Adiwiyata Nasional merupakan hasil kerja nyata dan konsistensi seluruh warga sekolah, yang meliputi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar, serta dukungan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perusahaan yang konsisten mendukung program lingkungan, antara lain PT Kaltim Parna Industri dan PT Pupuk Kaltim. Dukungan tersebut mengantarkan SMAN 3 Bontang menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Bontang yang lolos Adiwiyata Nasional pada tahun 2025.

Kontributor: Sriningsih Hutomo
Editor: Yusva Alam

Jalur Wisata Waduk Samboja Lumpuh, Jalan Sungai Seluang Amblas Dua Titik

0
Kondisi jalan yang putus di Sungai Seluang (Istimewa)

TENGGARONG – Akses menuju kawasan wisata Waduk Samboja melalui Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, terputus total setelah badan jalan amblas sepanjang kurang lebih 50 meter. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (14/12/2025) sore sekitar pukul 17.00 Wita dan langsung memutus jalur penghubung ke Desa Bukit Raya.

Ruas jalan yang amblas tersebut selama ini menjadi salah satu jalur alternatif menuju Waduk Samboja. Kondisi kerusakan cukup parah, dengan badan jalan runtuh di dua titik yang berada pada satu ruas yang sama, sehingga tidak memungkinkan lagi dilalui kendaraan.

Camat Samboja, Damaik, menegaskan bahwa jalan yang amblas bukan merupakan jalan poros utama. Ia memastikan akses masyarakat dan wisatawan menuju waduk maupun ke desa-desa sekitar masih dapat dialihkan melalui jalur lain.

“Jalan ini bukan jalan poros utama. Masih banyak jalur alternatif lain menuju waduk maupun ke desa. Jadi akses masih bisa dialihkan,” tegas Damaik.

Ia menjelaskan, sebelum amblas total, kondisi jalan sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Retakan pada badan jalan terus melebar akibat pergerakan tanah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebelumnya sudah mulai retak-retak. Karena itu kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak lagi melintas di jalan tersebut,” ujarnya.

Namun, kondisi tanah yang labil akhirnya membuat badan jalan tidak mampu bertahan. Amblasnya jalan terjadi sepanjang sekitar 50 meter, dengan dua titik kerusakan yang berdekatan.

“Putusnya sekitar 50 meter dan ada dua titik di jalan yang sama. Alhamdulillah tidak ada rumah warga yang terdampak,” jelasnya.

Sebagai langkah pengamanan awal, pemerintah kecamatan bersama pihak kelurahan langsung menutup total akses jalan tersebut untuk mencegah risiko kecelakaan.

“Untuk sementara kami tutup semua. Sejak malam tadi saya bersama Pak Lurah sudah mengingatkan warga agar tidak menggunakan jalan itu,” kata Damaik.

Pihak kecamatan juga telah melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait untuk penanganan lanjutan, mengingat kerusakan yang terjadi tergolong berat.

“Karena sudah putus total, kami akan komunikasi dengan dinas terkait, khususnya dari PU, supaya secepatnya dilakukan penanganan,” tandasnya. (ady)

Editor: Agus S

MB PKT Road to TWMC 2025 (1): Tempuh 24 Jam Lebih Perjalanan Melelahkan, Sambutan Garuda Indonesia Bikin Makin Bersemangat

0

SISAKET, THAILAND – Perjalanan panjang nan melelahkan harus dilalui seluruh personel, pelatih, dan official Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT), dalam rangka mengharumkan nama Bontang dan Indonesia khususnya di kancah internasional pada Event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025. Sekira 24 jam lebih waktu yang harus ditempuh menuju lokasi acara.

MB PKT mengawali perjalanan dari Bontang, Minggu (14/12/2025) pagi sekira pukul 07.00 Wita. Seluruh tim dan official menempuh jalan darat menuju Bandara APT Pranoto, Samarinda. Kemudian dari Samarinda terbang ke Jakarta, Jakarta menuju Bangkok, Thailand melalui jalur udara menggunakan Garuda Indonesia.

Pihak MB PKT tidak mencarter pesawat, tapi 135 personel dan official yang dibawa cukup dalam satu pesawat. Sehingga tidak harus berpisah di perjalanan.

Diakui Ketua Umum MB PKT, Dwi Agung Wibowo, pihaknya merasa bangga, karena Garuda Indonesia mengetahui bahwa MB PKT menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang akan mengikuti TWMC 2025. Apresiasi pun diberikan Garuda Indonesia kepada seluruh personel.

“Kami disambut luar biasa di bandara dan pesawat. Seperti bentangan spanduk ucapan selamat berjuang, lalu lembaran kain bergambar logo MB PKT di setiap kursi penumpang, juga announce di dalam pesawat. Bikin kami semakin bersemangat bertanding,” ujar Agung Wibowo melalui pesan whatsapp.

MB PKT Road to TWMC 2025 (1): Tempuh 24 Jam Lebih Perjalanan Melelahkan, Sambutan Garuda Indonesia Bikin Makin Bersemangat
Sambutan dari Garuda Airlines untuk MB PKT di dalam pesawat. (tangkapan layar IG MB PKT)

MB PKT tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand sekira pukul 20.00 Wita, Minggu. Untuk menuju lokasi event di Kota Sisaket, personel harus menempuh kembali perjalanan darat sejauh kurang lebih 7 jam lamanya. Hingga tiba tiba di Kota Sisaket, Thailand sekira pukul 09.00 pagi, Senin (15/12/2025.

“Di Bandara Suvarnabhumi kami tidak bisa langsung menuju Sisaket, karena proses pemeriksaan bagasi, loading barang ke truk, pemeriksaan imigrasi, dan lain sebagainya membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam,” bebernya.

Dijelaskan Agung, perjalanan panjang ini harus ditempuh seluruh tim dengan bergotong royong, lantaran tak hanya membawa kebutuhan pribadi, namun juga peralatan dan perlengkapan Marching Band yang cukup banyak jumlahnya.

“Kami harus saling bahu membahu menggotong perlengkapan itu semua,” ungkapnya.

Tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok Thailand seluruh personel gotong royong loading barang. (tangkapan layar IG MB PKT)

Setibanya di Sisaket, seluruh personel beristirahat karena keesokan paginya harus berlatih kembali mematangkan persiapan jelang pertandingan.

“Kami dapat waktu berlatih dari pagi sampai sore. Sehingga kami manfaatkan betul-betul waktu yang diberikan panitia untuk mematangkan persiapan hingga pertandingan dimulai,” pungkasnya.

Diketahui, MB PKT akan mengikuti event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025, di Sisaket, Thailand pertengahan Desember mendatang. Keikutsertaan ini menjadikan MB PKT satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

MB PKT memberangkatkan sebanyak 135 personel secara keseluruhan, yang terdiri dari pemain, pelatih, serta official. Akan berlaga di ajang internasional yang akan dihadiri 8 negara, dan lebih dari 40 tim ikut serta.

MB PKT akan tampil di dalam tiga kategori, meliputi Drumline Battle (Professional), Indoor Marching Arts – Winds (Independent), serta Marching Field Show (World Class).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Ratusan Gram Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang di Akhir 2025

0
Kegiatan pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum oleh Kejari. (ist)

BONTANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang memusnahkan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sepanjang tahun 2025, Senin (15/12/2025) di halaman Kantor Kejari Bontang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bontang, A. Vickariaz Tabriah, menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, sekaligus wujud transparansi penegakan hukum kepada masyarakat.

“Pemusnahan barang bukti ini penting, untuk memastikan bahwa seluruh barang bukti perkara pidana yang telah inkracht, tidak disalahgunakan dan benar-benar dimusnahkan sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan didominasi perkara narkotika, yakni sabu-sabu sebanyak 64 bungkus dan 20 sedotan dengan berat total 673,42 gram.

Selain itu, turut dimusnahkan alat hisap sabu, timbangan digital, alat komunikasi, plastik klip, pipet, korek api, tas atau dompet, senjata tajam, pakaian, tang, berbagai bungkus rokok, hingga lima unit flashdisk.

Pemusnahan sabu-sabu dilakukan dengan cara dilarutkan menggunakan air, kemudian diblender hingga tidak dapat digunakan kembali. Sementara barang bukti lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar atau dipotong menjadi bagian kecil agar tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Pencurian Modus Congkel Rumah di 18 Lokasi Dibekuk Polisi

0
Tersangka AK alias G saat diamankan petugas. (Ist)

SANGATTA — Polsek Sangkulirang berhasil mengungkap aksi pencurian lintas kota dan kabupaten, dengan modus membongkar rumah pada malam hari. Pelaku pria berinisial AK alias G (28) diringkus setelah tercatat melakukan pencurian di 18 lokasi kejadian perkara (TKP).

Tersangka ditangkap Tim Enggang Sangsaka Polsek Sangkulirang di Hotel Rajawali, Jalan KH Samanhudi No. 12, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 16.30 WITA. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif selama delapan hari.

Kapolsek Sangkulirang Iptu Erik Bastian menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pencurian di Jalan Poros Ronggang RT 024, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, yang terjadi pada Selasa (2/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.37 WITA.

“Korban melaporkan kehilangan rokok dengan total kerugian sekitar Rp 3 juta. Aksi pencurian tersebut terekam CCTV dan videonya sempat viral di media sosial,” ujar Iptu Erik, Minggu (14/12/2025).

Rekaman CCTV yang beredar luas itu menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku. Dari hasil pengembangan, Tim Enggang Sangsaka Polsek Sangkulirang bersama Unit Jatanras Satreskrim Polres Kutai Timur berhasil melacak keberadaan tersangka hingga ke Kota Samarinda.

Saat ditangkap, pelaku diketahui berada di sebuah hotel bersama kekasihnya. Polisi mengamankan tersangka tanpa perlawanan dan langsung membawanya ke Kutai Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Iptu Erik mengungkapkan, tersangka merupakan residivis kasus pencurian dengan modus serupa. “Pelaku sudah keluar masuk penjara sebanyak tiga kali, dan ini merupakan yang keempat kalinya dengan kasus yang sama,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka tercatat melakukan aksi pencurian di 18 TKP. Sebanyak 16 TKP berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur, meliputi Kecamatan Sangkulirang, Kaliorang, Bengalon, dan Sangatta, sementara dua TKP lainnya berada di Kota Samarinda.

Barang yang dicuri beragam, mulai dari sepeda motor berbagai merek, rokok, uang tunai, telepon genggam, hingga tabung gas. Pelaku menjalankan aksinya dengan cara mencongkel pintu atau jendela rumah yang dalam kondisi sepi pada malam hari.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah tatah, satu unit sepeda motor Honda Vario warna biru dengan nomor polisi KT 3638 BAT, serta satu jam tangan merek Swiss Army Quartz warna hitam.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP tentang pencurian pada malam hari dengan cara merusak, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Kapolsek Sangkulirang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah. “Polsek Sangkulirang juga menyediakan layanan penitipan gratis kendaraan bermotor bagi masyarakat yang akan mudik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Program Kartu Bontang Pintar Siap Diluncurkan, Sasar 29 Ribu Pelajar

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan komitmennya terhadap sektor pendidikan, melalui realisasi Program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun mendatang. Program ini disiapkan sebagai bentuk dukungan langsung kepada pelajar SD dan SMP di seluruh wilayah kota.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kehadiran KBP diharapkan mampu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Menurutnya, persoalan pendidikan tidak boleh terhambat oleh keterbatasan ekonomi.

“Kita ingin membantu masyarakat agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa pihaknya tengah merampungkan seluruh aspek teknis sebelum program tersebut diluncurkan secara resmi. Ia menegaskan KBP merupakan program prioritas yang dibiayai penuh melalui APBD Kota Bontang.

“Walaupun terjadi penyesuaian anggaran daerah akibat penurunan pendapatan, program ini tetap berjalan. Semua mekanisme saat ini sedang kami finalisasi,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 29 ribu siswa SD dan SMP tercatat sebagai calon penerima manfaat. Disdikbud masih menggodok sejumlah ketentuan teknis, termasuk pola penyaluran bantuan serta aturan pelaksanaannya di tingkat sekolah.

Adapun besaran bantuan yang sebelumnya diusulkan sebesar Rp1 juta per siswa mengalami penyesuaian. Setelah dilakukan perhitungan ulang, nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp300 ribu per siswa. Penyesuaian ini dilakukan menyusul kebijakan pemangkasan anggaran tahun 2026 dari pemerintah pusat, yang turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Bontang optimistis Kartu Bontang Pintar dapat segera direalisasikan, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kota Taman.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam