Beranda blog Halaman 394

Pemkot Bontang Umumkan Hasil Seleksi JPT Pratama 2025

0

Pemerintah Kota Bontang resmi mengumumkan hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2025. Pengumuman ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta pengisian jabatan strategis secara profesional dan transparan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Yuk, baca e-paper lengkapnya melalui tautan berikut:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb15des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

InJourney Airports Siagakan 37 Bandara, Targetkan Layanan Optimal Selama Libur Nataru

0
Suasana Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan kesiapan penuh 37 bandara di bawah pengelolaannya untuk melayani lonjakan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, fasilitas, hingga personel, telah disiagakan guna menjamin kelancaran penerbangan pada masa puncak akhir tahun.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyampaikan bahwa pengoperasian posko terpadu selama 21 hari menjadi instrumen utama dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kualitas pelayanan bandara di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Pendirian posko ini menjadi penanda dimulainya kesiapan penuh seluruh bandara dalam melayani perjalanan udara masyarakat pada periode libur akhir tahun. Fokus kami adalah Melayani Sepenuh Hati kepada seluruh pengguna jasa bandara untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

Menurut Pahlevi, posko Nataru juga berfungsi sebagai pusat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bandara. Melalui posko tersebut, data lalu lintas penerbangan dapat dipantau secara real-time dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan cepat dan tepat.

“Sinergi antara InJourney Airports sebagai operator bandara, regulator, maskapai penerbangan, operator ground handling, serta instansi terkait lainnya diperkuat melalui posko ini guna menjamin kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang,” jelasnya.

Selama periode Nataru, tren pergerakan pesawat dan penumpang dipantau setiap hari. Data tersebut dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, penempatan personel, dan kesiapan infrastruktur bandara agar operasional tetap berjalan lancar.

“Pada periode Nataru di bandara-bandara InJourney Airports selama 21 hari ini, kami memperkirakan pergerakan penumpang mencapai sekitar 10 juta penumpang. Seluruh bandara siaga operasi 24 jam menyesuaikan kebutuhan maskapai,” tambah Mohammad R. Pahlevi.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, InJourney Airports memperkuat prosedur Airport Management berbasis teknologi informasi modern. Sistem yang digunakan antara lain Airport Operation Control Center (AOCC) sebagai ruang kendali operasional real-time, serta Management Operation based on Traffic (MOT) yang mampu memprediksi kepadatan penumpang dan merekomendasikan optimalisasi fasilitas serta kebutuhan sumber daya manusia.

Selain sistem manajemen, seluruh infrastruktur bandara juga dipastikan dalam kondisi prima. Infrastruktur sisi udara seperti landasan pacu (runway), taxiway, apron, sistem kelistrikan, hingga fasilitas drainase telah diperiksa dan dinyatakan siap mendukung kelancaran penerbangan selama periode Nataru.

“Infrastruktur sisi udara dipastikan dalam kondisi baik untuk melayani peningkatan aktivitas penerbangan,” tutupnya. (ap)

Editor: Agus S

Sambut Lonjakan Nataru, Bandara Sepinggan Balikpapan Aktifkan Posko Terpadu 24 Jam

0
CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Farid Indra Nugraha, saat mengenakan rompi tanda posko terpadu Nataru dimulai.

BALIKPAPAN — PT Angkasa Pura Indonesia (API) resmi mengoperasikan Posko Terpadu Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Senin (15/12/2025). Posko ini disiapkan sebagai pusat kendali layanan bandara dalam menghadapi peningkatan aktivitas penerbangan selama periode libur akhir tahun.

Peresmian posko ditandai dengan pemakaian rompi kepada personel posko oleh CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Farid Indra Nugraha. Posko terpadu tersebut akan berfungsi sebagai pusat pemantauan operasional sekaligus pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Farid menjelaskan, posko Nataru tahun ini tidak hanya berperan sebagai ruang monitoring, tetapi juga menjadi solution room untuk merespons berbagai potensi gangguan layanan, khususnya keterlambatan penerbangan.

“Sejak awal kami ingin lebih siap. Salah satu yang kami evaluasi adalah SOP manajemen keterlambatan penerbangan. Tahun ini kami masuk dengan pendekatan yang lebih humanis, tidak semata prosedural,” ujarnya.

Melalui solution room, pengelola bandara akan terlibat lebih aktif membantu maskapai dalam menyelesaikan persoalan operasional. Skema ini diharapkan mempercepat koordinasi lintas pihak sekaligus memastikan informasi kepada penumpang tersampaikan secara jelas dan tepat waktu.

“Model ini diharapkan mampu mempercepat alur koordinasi sekaligus memberikan kepastian informasi kepada penumpang,” jelas Farid.

Selain itu, Angkasa Pura Indonesia juga melakukan perbaikan pada layanan bagasi. Meski standar waktu penanganan telah ditetapkan, API menilai masih terdapat ruang untuk percepatan, terutama saat jam padat kedatangan.

“Tahun ini kami menurunkan tim tambahan untuk membantu percepatan penanganan bagasi. Ini pekerjaan di belakang layar, tetapi dampaknya langsung dirasakan penumpang,” tambahnya.

Penguatan koordinasi lintas instansi turut menjadi perhatian. Angkasa Pura Indonesia bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala kepada maskapai dan pengguna jasa bandara.

Dari sisi pergerakan penumpang, API memproyeksikan kenaikan sekitar 1 persen selama periode Nataru. Jika pada hari normal jumlah penumpang berkisar 20 ribu orang per hari, maka selama libur diperkirakan meningkat menjadi sekitar 21.500 penumpang per hari, atau bertambah sekitar 1.500 penumpang.

Farid menilai angka tersebut belum mencerminkan pemulihan penuh sektor penerbangan. Keterbatasan armada akibat perawatan pesawat oleh sejumlah maskapai masih menjadi tantangan utama.

“Kondisi ini membuat kapasitas penerbangan belum sepenuhnya kembali seperti sebelum pandemi Covid-19, ketika pergerakan penumpang bisa mencapai 25 ribu orang per hari,” tegasnya.

Dalam situasi tersebut, Angkasa Pura Indonesia juga mendorong adanya dukungan kebijakan pemerintah, termasuk pemberian insentif bagi industri penerbangan, agar pemulihan sektor transportasi udara dapat berjalan lebih optimal.

“Melalui tema Melayani Sepenuh Hati, Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan bandara yang lebih responsif, adaptif, dan berorientasi pada kenyamanan penumpang selama periode Nataru 2025/2026,” tutup Farid.(ap)

Editor: Agus S

Transformasi Layanan Publik Digital Berbuah Apresiasi, Meutya Hafid Raih OPSI KIPP 2025

0
Menkomdigi Meutya Hafid meraih penghargaan OPSI KIPP 2025 atas inovasi transformasi layanan publik digital. (Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA — Upaya mendorong layanan publik yang terintegrasi, transparan, dan efisien berbasis teknologi digital mengantarkan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meraih penghargaan OPSI KIPP 2025. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam mempercepat transformasi layanan publik digital secara nasional.

OPSI KIPP 2025 diberikan sebagai pengakuan atas peran aktif Menkomdigi dalam penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP), pengembangan talenta digital, serta dukungan terhadap infrastruktur dan keamanan digital nasional yang menopang reformasi birokrasi lintas instansi.

“Penguatan Mal Pelayanan Publik terus menunjukkan kemajuan nyata dalam menghadirkan layanan pemerintah yang ringkas, transparan, dan terintegrasi, sejalan dengan arah GovTech nasional serta reformasi lintas instansi,” kata Meutya Hafid usai menerima penghargaan OPSI KIPP 2025 di Kantor Kementerian PANRB, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, MPP kini tidak lagi sekadar pusat layanan fisik, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem pelayanan modern yang mengintegrasikan layanan strategis, mulai dari kesehatan, perizinan, hingga administrasi kependudukan dalam satu sistem terpadu.

Dalam mendukung percepatan transformasi tersebut, Kementerian Komdigi juga mengembangkan Digitalent Mobile, platform pembelajaran berbasis gawai yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan talenta digital nasional.

“Inisiatif ini memperkuat kesiapan SDM digital aparatur dan masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan transformasi layanan publik, termasuk penguatan Mal Pelayanan Publik,” katanya.

Meutya Hafid menyampaikan apresiasi atas penghargaan OPSI KIPP 2025 yang diterimanya. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai inovasi yang lahir dari pusat hingga daerah telah menjadi praktik baik dalam mendorong percepatan transformasi layanan publik digital sekaligus memperkuat kualitas birokrasi modern di Indonesia.

“Penghargaan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi pusat dan daerah dalam menyatukan layanan, memperkuat prinsip no wrong door policy, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Kementerian Komdigi terus mendukung pengembangan Mal Pelayanan Publik melalui penguatan infrastruktur digital, integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta peningkatan perlindungan data dan keamanan siber nasional. (fj)

Editor: Agus S

Kukar Terapkan MPP Hybrid, Layanan Publik Kini Hadir Hingga Desa dan Kecamatan

0
Suasana peluncuran Aplikasi Portal Pelayanan Publik IDAMAN TERBAIK serta Aplikasi Pelayanan Publik Desa, Kelurahan, dan Kecamatan DISAPA IDAMAN V2. (Ady/MKG)

TENGGARONG — Pola pelayanan publik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi bergeser. Warga kini tidak lagi harus datang ke pusat pemerintahan kabupaten untuk mengurus perizinan dan administrasi, seiring diterapkannya konsep Mal Pelayanan Publik (MPP) hybrid yang menjangkau desa, kelurahan, hingga kecamatan.

Transformasi layanan tersebut ditandai dengan peluncuran Aplikasi Portal Pelayanan Publik IDAMAN TERBAIK serta Aplikasi Pelayanan Publik Desa, Kelurahan, dan Kecamatan DISAPA IDAMAN V2 oleh Pemerintah Kabupaten Kukar. Kedua aplikasi ini dirancang untuk memperluas akses layanan sekaligus memangkas jarak dan waktu pelayanan masyarakat.

Peluncuran aplikasi dirangkai dengan pengumuman hasil pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik mandiri tahun 2025, yang digelar di Pendopo Odah Etam, Senin (15/12/2025).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik bukan semata soal pemanfaatan teknologi, melainkan upaya nyata menghadirkan negara lebih dekat dengan masyarakat.

“Melalui launching Sapa Idaman dan Idaman Terbaik ini, kita memang berharap pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi, lebih dekat lagi, dan ini sesuai dengan spirit dibangunnya Mal Pelayanan Publik (MPP) di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Aulia menjelaskan, konsep MPP hybrid yang dikembangkan Pemkab Kukar mengombinasikan layanan digital dengan layanan tatap muka di tingkat kecamatan. Dengan pola ini, masyarakat di wilayah hulu hingga pesisir tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Tenggarong hanya untuk mengurus layanan dasar pemerintahan.

“Harapannya seluruh masyarakat bisa mengakses proses layanan perizinan tanpa harus datang ke kabupaten. Bahkan beberapa layanan bisa kita laksanakan secara online, sehingga lebih hemat waktu dan biaya,” jelasnya.

Selain proses layanan yang dilakukan secara daring, Pemkab Kukar juga memastikan hasil layanan berupa dokumen perizinan dan administrasi dapat dikirimkan secara digital kepada masyarakat. Dokumen elektronik tersebut, kata Aulia, memiliki kekuatan hukum yang sah.

Ia menegaskan sistem digital pelayanan publik Kukar telah memperoleh pengesahan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sehingga dokumen elektronik yang diterbitkan dapat digunakan secara legal.

“Ini menjadi bagian dari komitmen kita dalam mendorong digitalisasi pelayanan publik. Dokumen yang dihasilkan secara digital tetap sah dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Aulia, digitalisasi pelayanan publik merupakan strategi untuk memangkas kesenjangan akses layanan, terutama bagi masyarakat yang selama ini berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Spirit kita adalah mendekatkan layanan itu sendiri kepada masyarakat, sehingga jarak antara pemerintah dan masyarakat semakin kita dekatkan lagi melalui pelayanan yang modern dan responsif,” pungkasnya. (ady)

Editor: Agus S

Sambut 2026 dengan “4 Zone Studio”, Four Points Balikpapan Suguhkan Pesta Tahun Baru Ramah Keluarga

0
Makanan ringan dari Four Points by Sheraton Balikpapan.

BALIKPAPAN – Four Points by Sheraton Balikpapan menyiapkan konsep perayaan berbeda untuk menyambut malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Mengusung tajuk “4 Zone Studio”, hotel ini menghadirkan pesta malam tahun baru yang dirancang ramah keluarga, bertepatan dengan momentum libur akhir tahun.

Balikpapan yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Kalimantan Timur, dengan daya tarik pantai, wisata kuliner, pusat perbelanjaan, dan pilihan hotel nyaman, menjadi latar ideal bagi perayaan tersebut. Menjawab antusiasme wisatawan dan warga lokal, Four Points by Sheraton Balikpapan kembali menghadirkan perayaan tahun baru dengan konsep atraktif dan berbeda dari tahun sebelumnya.

Pesta malam tahun baru dikemas dalam format All You Can Eat BBQ Dinner yang digelar di area tepi kolam renang. Keunikan acara ini terletak pada empat zona hiburan yang dirancang untuk seluruh anggota keluarga.

Zona Ocean disiapkan khusus bagi anak-anak dengan berbagai permainan, seperti istana balon, kolam pancing, mandi bola, hingga kolam pasir. Sementara Zona Forest menampilkan aneka buah hutan khas Kalimantan yang dapat dipilih dan dibawa pulang oleh para tamu sebagai bagian dari pengalaman tematik.

Atraksi kuliner tersaji di Zona Fire, di mana para chef menampilkan aksi flambé saat menyiapkan hidangan BBQ. Adapun Zona Desert menjadi pusat hiburan utama dengan penampilan Modern Dance “REVENC’FOURS”, Band Performance “BASWARA”, serta beragam permainan dan puluhan doorprize bagi para tamu.

Sebagai hotel yang mengedepankan konsep ramah keluarga, Four Points by Sheraton Balikpapan menyediakan 138 kamar, kolam renang luas, area bermain anak, fasilitas gym, serta pilihan menu sarapan yang beragam. Fasilitas tersebut menjadikan hotel ini pilihan ideal untuk liburan akhir tahun bersama keluarga.

Untuk mendukung kemeriahan perayaan, hotel ini menawarkan paket menginap “deZONEber” seharga IDR 1.902.026 net per malam, sudah termasuk akses ke acara “4 Zone Studio” New Year’s Eve Party. Tamu juga dapat memilih paket dua malam dengan tambahan IDR 500.000, sehingga dapat menginap dari 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Selain perayaan tahun baru, Four Points by Sheraton Balikpapan juga menghadirkan promo Natal bertajuk “Merry Crystals Getaway” selama bulan Desember. Paket ini ditawarkan dengan harga IDR 1.499.000 net per malam, termasuk Merry Crystals BBQ Dinner di malam Natal dan special gift Kohakuto. Sementara itu, Merry Crystals Dinner tersedia seharga IDR 250.000 net per pax, dan Merry Crystals Brunch ditawarkan IDR 200.000 net per pax.

Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian acara dan promo akhir tahun dapat diperoleh melalui nomor +62 811-5927-070 atau akun Instagram @fourpointsbalikpapan. (ap)

Jelang Nataru Harga Bapokting Merangkak Naik, Pemkab Janji Ketatkan Pengawasan

0
Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan harga, seperti beras premium. (Ist)

SANGATTA — Harga sejumlah bahan pokok penting (Bapokting) di Kutai Timur (Kutim) merangkak naik, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Meski pemerintah daerah mengklaim kondisi masih terkendali, efektivitas pengawasan distribusi dan stabilisasi harga kembali menjadi perhatian.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, beberapa komoditas utama tercatat mengalami kenaikan harga dalam dua pekan terakhir. Harga beras medium, misalnya, naik dari kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kilogram menjadi Rp14.000–Rp15.000 per kilogram. Sementara beras premium berada di kisaran Rp16.000–Rp17.000 per kilogram.

Komoditas minyak goreng kemasan sederhana juga mengalami kenaikan dari Rp14.500 menjadi Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng premium menembus Rp18.000 per liter. Gula pasir naik tipis dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, dan telur ayam ras bertahan di kisaran tinggi Rp29.000–Rp32.000 per kilogram.

Adapun harga daging ayam potong tercatat naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, sementara daging sapi segar masih berada di kisaran Rp135.000–Rp145.000 per kilogram, meski mulai menunjukkan kecenderungan naik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis. Menurutnya, kondisi tersebut kerap terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

“Memang ada beberapa komoditas yang harganya naik, tetapi masih dalam batas wajar dan pasokan secara umum masih aman,” ujar Nora, Senin (15/12/2025).

Namun demikian, kenaikan harga yang berulang saban menjelang Nataru menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan langkah antisipasi pemerintah daerah. Pasalnya, lonjakan harga kerap lebih dulu dirasakan konsumen di tingkat pasar, sementara intervensi kebijakan baru berjalan setelah gejolak terjadi.

Disperindag Kutim menyatakan telah melakukan pemantauan rutin terhadap pergerakan harga dan ketersediaan pasokan di pasar tradisional maupun pusat distribusi. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengeluarkan surat edaran kepada agen Bapokting, SPBU, hingga agen LPG sebagai upaya pengendalian distribusi dan pencegahan kelangkaan.

“Sesuai arahan Bupati Kutai Timur, seluruh perangkat daerah terkait diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran distribusi jelang Nataru. Kami sudah bergerak ke beberapa wilayah,” jelas Nora.

Kendati demikian, pengawasan hingga ke tingkat pengecer dinilai masih menjadi tantangan, mengingat luasnya wilayah Kutim dan ketergantungan pasokan dari luar daerah. Kondisi ini membuka celah terjadinya keterlambatan distribusi, spekulasi harga, hingga praktik penimbunan.

Pemerintah daerah menargetkan ketersediaan Bapokting tetap mencukupi hingga melewati pergantian tahun. Disperindag Kutim juga memastikan pengawasan akan diperketat hingga perayaan Tahun Baru usai, termasuk koordinasi lintas instansi terkait.

Nora mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memperparah gejolak harga di pasaran. Namun di sisi lain, publik berharap janji penguatan pengawasan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan diiringi langkah konkret seperti operasi pasar dan penindakan tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti memainkan harga.

Tanpa pengawasan yang konsisten dan intervensi nyata, stabilitas harga bahan pokok dikhawatirkan kembali menjadi persoalan klasik yang berulang setiap menjelang Nataru.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pengurus KOPPAD Kutim Dilantik, Adat Dayak Penyangga Kerukunan Maayarakat

0
Prosesi Pelantikan Pengurus KOPPAD Kutim. (Ramlah)

SANGATTA — Pengurus Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak (KOPPAD) Kutai Timur (Kutim) resmi dilantik pada Senin (15/12/2025) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Pelantikan ini dipandang strategis di tengah kompleksitas sosial daerah multietnis, sekaligus menegaskan peran adat Dayak sebagai penyangga kerukunan dan persatuan masyarakat.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat Dayak, organisasi kemasyarakatan, serta undangan lintas suku dan budaya. Mantan Bupati Kutai Timur periode 2003–2005, Mahyudin, turut hadir memberikan dukungan moral terhadap penguatan kelembagaan adat di Kutai Timur.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dalam sambutannya menegaskan bahwa masyarakat Dayak selama ini telah menunjukkan sikap terbuka dan mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan berbagai kelompok masyarakat yang datang dan menetap di Kutai Timur. Namun, ia menekankan bahwa keterbukaan tersebut harus diiringi dengan penghormatan terhadap adat istiadat dan kearifan lokal.

“Tanah Dayak menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Siapa pun yang datang untuk mencari penghidupan di Kutai Timur wajib menghormati adat setempat dan menjaga toleransi,” ujar Mahyunadi.

Ia menambahkan, KOPPAD memiliki posisi penting sebagai pengayom masyarakat adat sekaligus jembatan dialog antar suku. Organisasi ini diharapkan mampu merespons potensi gesekan sosial dengan pendekatan adat yang menyejukkan.

Sementara itu, Ketua KOPPAD Borneo Kutim, Edyson, menegaskan bahwa KOPPAD Borneo merupakan wadah pemersatu berbagai sub suku Dayak yang ada di Kutim, sejalan dengan nilai sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengukuhan tanggung jawab kolektif pengurus dalam berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“KOPPAD Borneo lahir dari gagasan untuk menyatukan seluruh sub suku agar tidak terpisah-pisah. Inilah kekuatan dan kehebatan KOPPAD,” kata Edyson.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak mengedepankan kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan organisasi, karena hal tersebut berpotensi merusak tujuan dan cita-cita bersama. Selain itu, Edyson mendorong penguatan sinergi antara KOPPAD Borneo dengan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang sosial kemasyarakatan, serta mempererat silaturahmi antar lembaga dan elemen masyarakat di Kutim.

Pandangan serupa disampaikan Pimpinan Pusat Panglima KOPPAD Borneo, Abriantinus. Ia menegaskan bahwa misi utama KOPPAD Borneo memiliki keterkaitan erat dengan dinamika sosial serta arah pembangunan di Kutim.

Menurut Abriantinus, pelestarian adat dan budaya Dayak merupakan landasan penting dalam menjaga jati diri daerah di tengah pesatnya pembangunan dan keberagaman masyarakat. Selain itu, KOPPAD Borneo juga diarahkan untuk berperan dalam penguatan hukum dan perlindungan hak asasi manusia melalui lembaga bantuan hukum.

“Upaya ini diharapkan mampu mendampingi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari sengketa lahan hingga hubungan industrial,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda strategis untuk menyiapkan generasi muda Kutim yang berdaya saing dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, KPPAD dan KOPPAD Borneo Kutai Timur diharapkan tidak hanya menjadi simbol pelestarian adat, tetapi juga berperan aktif sebagai benteng kerukunan dan stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Gelar Razia di THM, 11 Orang Dinyatakan Terindikasi Narkoba

0
Kegiatan razia di THM di Bontang. (Ist).

BONTANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang beserta jajaran terkait menggelar razia dadakan di Tempat Hiburan Malam (THM), Minggu (14/12/2025) dini hari. Razia berlokasi di Prakla, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan.

Saat razia tersebut, terdapat 11 orang terindikasi narkoba usai seluruh pengunjung maupun pekerja menjalani serangkaian tes urin di lokasi.

Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramadhani menyampaikan, bahwa secara keseluruhan, ada sebanyak 42 stempel yang telah digunakan dalam pemeriksaan di lima lokasi yang berbeda, akan tetapi terdapat 11 orang yang dinyatakan positif narkoba.

“Semua yang telah terindikasi, akan melalui asesmen terlebih dahulu. Dari situ baru ditentukan bentuk layanan rehabilitasinya seperti apa,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).

Terlebih lagi, untuk mereka yang telah terindikasi narkoba dengan kategori ringan, nantinya akan diarahkan untuk melakukan rehabilitasi rawat jalan.

Sementara bagi pengguna dengan tingkat ketergantungan yang lebih tinggi, pastinya berpotensi akan menjalani perawatan yang lebih intensif.

Lulyana menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah ada pengguna bagi asesmen yang memerlukan rehabilitasi rawat inap, mengingat proses penilaian masih berlangsung.

“Lewat kegiatan razia dadakan ini, masih banyak orang yang terindikasi narkoba. Itu artinya pengawasan harus lebih diperketat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PSSI Paser Resmi Dilantik, Pemkab Pasang Target Kebangkitan Sepak Bola dan Emas Porprov

0
Kongres dan pelantikan PSSI Paser. (Nash)

PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menaruh harapan besar pada kepengurusan baru Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Paser periode 2025–2029. Pelantikan ini ditargetkan menjadi titik awal kebangkitan sepak bola daerah sekaligus momentum pembenahan prestasi olahraga secara menyeluruh.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Kurniawan, menegaskan bahwa kepengurusan PSSI yang baru tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, pelantikan ini harus dimaknai sebagai awal perjuangan serius untuk mengangkat kembali sepak bola Paser.

Ia menyoroti dua agenda besar yang menjadi tantangan sekaligus peluang, yakni penguatan program Paser Sport Tourism dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus bekerja lebih cepat, solid, dan penuh semangat.

“Saya berharap kepengurusan ini dapat berjalan seirama hingga masa bhaktinya habis pada tahun 2029. Jangan sampai ada perselisihan yang menyebabkan menurunnya kinerja PSSI Paser,” kata Kurniawan, Minggu (14/12/2025).

Kurniawan menegaskan, kebangkitan sepak bola daerah selaras dengan visi besar Pemkab Paser melalui program PASER TUNTAS—Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera. Visi tersebut menjadi dasar komitmen pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PSSI Kabupaten Paser, Abdurahman KA, menyampaikan bahwa kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah agenda pembinaan untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola di daerah.

“Kedepan kita akan memutar PSSI Paser League 2025, Paser Tuntas Championship Paser, dan Liga Askab yang selama ini vakum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, karena keterbatasan waktu, pelaksanaan Liga Askab akan dimulai pada tahun berikutnya. Selain pembinaan berjenjang, PSSI Paser juga memasang target tinggi pada ajang Porprov Kaltim 2026.

“Kita sebagai tuan rumah, target kita merebutkan emas. Karena pada Porprov yang lalu kita dapat perunggu. Nah, ini harus emas karena kita tuan rumah,” pungkasnya. (Nash)

Editor: Agus S