Beranda blog Halaman 405

Kaltim Siap Jadi Mitra Strategis Pangan Nasional, Target Cetak Sawah 20.000 Hektare pada 2026

0
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan komitmen penguatan ketahanan pangan saat peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kamis (29/1/2026). Foto: Istimewa

BONTANG — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kesiapan daerah sebagai mitra strategis nasional dalam pengembangan wilayah pangan baru dan industri pangan, sekaligus mendukung kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta kemandirian pangan Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat meresmikan Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kamis (29/1/2026).

Gubernur Rudy Mas’ud menyatakan, Kalimantan Timur tidak lagi hanya diposisikan sebagai daerah penghasil energi fosil, tetapi mulai diarahkan menjadi pusat pengembangan dan pengolahan pangan nasional.

“Kami ingin menegaskan Kalimantan Timur siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan wilayah pangan baru dan industri pangan,” ujar Rudy.

Menurutnya, ke depan Kaltim tidak hanya berperan sebagai daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga sebagai daerah pengolah yang menciptakan nilai tambah dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional.

Langkah tersebut, kata Rudy, sejalan dengan arah pembangunan nasional serta pengembangan Ibu Kota Nusantara yang baru saja dikunjungi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Tentu sejalan dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara yang baru saja dikunjungi Bapak Presiden Prabowo Subianto, pekan lalu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy Mas’ud mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menetapkan target cetak sawah baru seluas 20.000 hektare sepanjang tahun anggaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk memastikan transisi ekonomi dari sektor pertambangan menuju sektor pertanian berkelanjutan berjalan sesuai perencanaan.

“Bukan sekadar menanam, strategi Kaltim tahun ini mencakup ekstensifikasi lahan modern. Dari target 20.000 hektare tersebut, sekitar 9.500 hektare lahan prioritas telah diidentifikasi untuk segera diolah menggunakan teknologi pertanian presisi atau smart farming,” jelas Rudy.

Selain perluasan lahan pertanian, Pemprov Kaltim juga mendorong hilirisasi industri pangan, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejumlah proyek pengolahan, seperti pabrik pengolahan rumput laut dan pabrik minyak makan, terus dikembangkan agar petani tidak hanya menjual gabah atau hasil mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah.

“Kami ingin Kaltim berdiri tegak di atas kakinya sendiri secara pangan. Kehadiran IKN memaksa kita untuk tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tegasnya.

Transformasi sektor pangan tersebut diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, terutama di sektor agribisnis dan industri pengolahan. Sebagai wilayah penyangga ekonomi kawasan Indonesia Timur, Kalimantan Timur juga diharapkan berperan dalam menjaga stabilitas harga pangan regional.

Dalam rangka mendukung produktivitas pertanian, Pemprov Kaltim turut menaruh perhatian pada distribusi pupuk. Gubernur Rudy Mas’ud menilai stabilitas pasokan pupuk menjadi faktor kunci peningkatan hasil pertanian.

“Kita yakin distribusi pupuk yang stabil akan mengangkat produktivitas, efisiensi terjaga, petani tersenyum, industri tumbuh, dan negara semakin kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan dan hilirisasi produk pangan merupakan gagasan besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Kita harus merevitalisasi industri pupuk kita, termasuk Bulog. Sehingga, insyaallah Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” kata Amran.

Ia menyebutkan, revamping pabrik pupuk menghasilkan efisiensi hingga 16 persen atau setara penghematan biaya sekitar Rp200 miliar per tahun, sekaligus menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO₂ ekuivalen.

“Hari ini kita capai swasembada pangan. Itu berkat hasil revitalisasi industri pupuk,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Gubernur Kaltim Apresiasi MoU Pupuk Indonesia–Polri, Distribusi Pupuk Dikawal Hingga ke Petani

0
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi (kanan) menunjukkan dokumen nota kesepahaman (MoU) pengawalan distribusi pupuk bersama. Foto: Istimewa

BONTANG — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyambut baik kerja sama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam pengawalan distribusi pupuk subsidi dan komersial hingga ke tangan petani. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan pupuk tepat waktu sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat menghadiri peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kamis (29/1/2026).

“Kami merasa tenang melihat kehadiran Bapak Kapolri hari ini. Ini bukti bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan stok dan distribusi pupuk aman bagi petani Kaltim bahkan Indonesia,” ujar Rudy.

Gubernur yang akrab disapa Harum itu menegaskan, kehadiran Polri dalam rantai distribusi pupuk memberi rasa aman bagi seluruh pihak, mulai dari distributor hingga petani kecil yang sangat bergantung pada ketepatan waktu penyaluran pupuk.

“Kehadiran Polri memastikan tidak ada yang bermain dengan nasib petani. Jika pupuk lancar, hasil panen melimpah, dan harga pangan di pasar tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Gubernur, distribusi pupuk selama ini menjadi salah satu titik rawan penyelewengan, baik di tingkat gudang penyimpanan maupun kios pengecer di kabupaten dan kota. Karena itu, keterlibatan Polri dinilai penting untuk menekan praktik tengkulak serta pengecer nakal yang menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain pengawasan distribusi, Rudy juga menyoroti pentingnya kelancaran jalur logistik darat dan perairan, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Kalimantan Timur. Ia menegaskan, petani tidak boleh lagi dihantui kelangkaan pupuk saat memasuki masa tanam.

“Petani harus bisa fokus menanam, bukan sibuk mencari pupuk,” ujarnya.

Gubernur Harum berharap kolaborasi PT Pupuk Indonesia dan Polri terus diperkuat, mengingat Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kemandirian pangan melalui sektor pertanian yang sehat, menurutnya, harus menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

“Kita ingin petani fokus bekerja di sawah, tanpa pusing memikirkan pupuk yang hilang di pasar. Terima kasih kepada Bapak Kapolri yang sudah menjadi benteng ketahanan pangan bangsa,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa nota kesepahaman antara Polri dan PT Pupuk Indonesia bertujuan memastikan distribusi pupuk berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Kerja sama ini diharapkan membuat proses distribusi pupuk lebih terjaga, sehingga benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan,” kata Sigit.

Kapolri mengingatkan, keterlambatan penyaluran pupuk dapat berdampak besar secara nasional. Jika distribusi terganggu, potensi kerugian negara bisa mencapai ratusan triliun rupiah. (MK)

Editor: Agus S

Gubernur Kaltim: Revamping Pabrik Amoniak PKT Perkuat Pasokan Pupuk Nasional

0
Peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kamis (28/1/2026), dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama jajaran pimpinan DPR RI, Kementerian Pertanian, Polri, manajemen Pupuk Indonesia, serta Pemkot Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa revitalisasi Pabrik Amoniak Kaltim 2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan pupuk nasional sekaligus menopang ketahanan pangan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud saat menghadiri peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PKT di Bontang, Kamis (28/1/2026). Peresmian tersebut dihadiri jajaran pejabat pusat dan daerah, termasuk pimpinan DPR RI, kementerian, aparat keamanan, serta manajemen Pupuk Indonesia Group.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Harum itu, revamping pabrik amoniak bukan sekadar pembaruan mesin produksi, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memastikan ketersediaan pupuk yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

“Revamping ini bukan hanya soal mengganti fasilitas yang sudah uzur, tetapi bagaimana meningkatkan keandalan pasokan pupuk nasional untuk mendukung ketahanan pangan,” ujar Harum.

Ia menjelaskan, revitalisasi pabrik amoniak tersebut juga berdampak pada peningkatan efisiensi energi dan penurunan emisi, sejalan dengan arah pembangunan industri ramah lingkungan. Dalam konteks ketahanan pangan, Gubernur mengibaratkan pabrik pupuk sebagai dapur nasional yang harus modern, aman, dan efisien agar mampu menopang kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Gubernur Kaltim menegaskan bahwa PKT merupakan salah satu aset strategis nasional. Pabrik yang pertama kali diresmikan Presiden Soeharto pada 29 Oktober 1984 itu dikenal sebagai produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia Tenggara, sekaligus penopang utama distribusi pupuk nasional.

“PKT bukan hanya kebanggaan Kalimantan Timur, tetapi juga bagian penting dari sistem pangan nasional,” tegasnya.

Selain memperkuat pasokan nasional, revitalisasi pabrik amoniak ini juga dinilai mampu memenuhi kebutuhan pupuk di Kalimantan Timur secara lebih optimal, sekaligus mendukung distribusi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyatakan revamping Pabrik Amoniak PKT akan memberikan dampak signifikan terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain itu, langkah tersebut juga mendorong peningkatan daya saing industri hijau melalui penurunan konsumsi energi dan emisi karbon.

Ia menyebutkan, revitalisasi ini mampu menekan emisi hingga sekitar 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun melalui efisiensi penggunaan gas alam. “Kami mendukung penuh upaya Pupuk Indonesia dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan revamping pabrik amoniak merupakan bagian dari agenda besar revitalisasi industri pupuk nasional. Menurutnya, langkah tersebut berdampak langsung pada penurunan harga pupuk bersubsidi hingga sekitar 20 persen untuk pupuk urea dan NPK, tanpa menaikkan biaya produksi.

Selain itu, kata Amran, revitalisasi industri pupuk juga memungkinkan penambahan volume pupuk bersubsidi sekitar 700.000 ton. “Ke depan, pemerintah akan membangun tujuh pabrik pupuk baru, dan lima di antaranya ditargetkan diresmikan sebelum 2029,” ungkapnya.

Peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PKT ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen dukungan ketahanan pangan nasional oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, Kapolri, dan Gubernur Kalimantan Timur. (MK)

Editor: Agus S

Jembatan Mahakam Ulu Dibuka Pukul 15.00 WITA, Kendaraan di Atas 8 Ton Dilarang Melintas

0
Jembatan Mahakam Ulu dipotret dari alur Sungai Mahakam. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Akses Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda kembali dibuka, Sabtu (31/1/2026), mulai pukul 15.00 WITA, setelah sempat ditutup menyusul rangkaian insiden ditabrak tongkang dalam sebulan terakhir.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan membuka kembali jalur penghubung Samarinda Seberang dan Sungai Kunjang tersebut meskipun hasil uji teknis lanjutan belum sepenuhnya rampung. Keputusan diambil berdasarkan hasil pemeriksaan visual geometrik yang menunjukkan struktur jembatan masih berada dalam batas toleransi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, menjelaskan pemeriksaan awal difokuskan pada tiga titik krusial, yakni pilar jembatan, lantai jembatan, dan expansion joint atau sambungan struktur.

“Pilar masih tegak, lantai jembatan tidak ditemukan retakan fatal, dan expansion joint dalam kondisi rata serta stabil,” ujar Muhran.

Ia menegaskan pembukaan kembali jembatan dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi vital Mahulu sebagai jalur utama mobilitas dan distribusi logistik masyarakat.

“Mahulu ini jalur vital. Kalau terlalu lama ditutup, distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa terganggu,” tegasnya.

Meski demikian, Dinas PUPR-PERA memberikan pembatasan tegas terhadap jenis kendaraan yang melintas. Kendaraan dengan muatan di atas 8 ton dilarang melintasi Jembatan Mahakam Ulu hingga hasil uji teknis lanjutan selesai dilakukan.

Muhran menjelaskan, hingga saat ini pemeriksaan baru sebatas uji visual. Sementara uji dinamik dan Non-Destructive Test (NDT) untuk memastikan kondisi struktur internal jembatan belum dilaksanakan.

“Tim teknis dijadwalkan tiba di Samarinda antara Minggu atau Senin. Saat uji dinamik dilakukan nanti, jembatan akan ditutup total kembali sekitar empat jam,” jelasnya.

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha angkutan berat untuk mematuhi ketentuan tersebut demi keselamatan bersama. Apabila ditemukan pelanggaran atau hasil uji lanjutan menunjukkan risiko keselamatan, penutupan kembali dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Sebagai catatan, Jembatan Mahakam Ulu telah mengalami tiga kali insiden tabrakan tongkang dalam waktu berdekatan, yakni pada 23 Desember 2025, 4 Januari 2026, dan terakhir pada 25 Januari 2026.

Pemerintah menegaskan pengawasan akan diperketat hingga seluruh hasil pengujian teknis memastikan kondisi jembatan benar-benar aman untuk dilalui. (MK)

Editor: Agus S

Gejolak IHSG dan Mundurnya Pimpinan BEI–OJK, Pengamat Soroti Dugaan Intervensi Pemerintah

0
Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. Foto: YT OJK

JAKARTA — Rangkaian pengunduran diri pimpinan lembaga pasar keuangan nasional, mulai dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga jajaran teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memicu spekulasi luas di tengah gejolak pasar modal dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Situasi tersebut terjadi di tengah tekanan berat pasar, penghentian sementara perdagangan saham, serta meningkatnya perhatian investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai rangkaian pengunduran diri tersebut merupakan peristiwa luar biasa dalam sejarah pasar modal Indonesia. Menurutnya, kondisi ini tidak dapat dilepaskan dari kekhawatiran pemerintah terhadap potensi dampak sistemik yang lebih luas.

“Ini membuat kekhawatiran bagi pemerintah, sehingga pemerintah ikut campur dalam menangani masalah tersebut. Karena ini bicara pasar modal dan berhubungan langsung dengan pasar global,” ujar Ibrahim, Jumat malam (30/1/2026).

Ia menyebut, tekanan yang terjadi di sektor keuangan berpotensi mendorong keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam merespons situasi pasar.

“Oleh karena itu, pengunduran diri Ketua OJK dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia kemungkinan besar ada kaitannya dengan intervensi dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Keuangan,” ucapnya.

Menurut Ibrahim, kondisi pasar modal Indonesia telah mencapai titik kritis dan membutuhkan pembenahan menyeluruh agar kepercayaan investor global dapat dipulihkan.

“Kalau diibaratkan, ini seperti gunung meletus. Sudah waktunya dilakukan pembenahan-pembenahan agar pasar modal Indonesia bisa kembali maju,” katanya.

Ia juga menyinggung tuntutan reformasi tata kelola pasar modal yang datang dari lembaga indeks global MSCI. Menurutnya, perubahan signifikan diperlukan agar posisi Indonesia di indeks global kembali membaik.

“Keinginan dari MSCI jelas, perlu ada perubahan-perubahan yang signifikan. Dengan begitu, pasar modal Indonesia bisa kembali masuk dalam kategori yang lebih baik dan tidak terus mengalami penurunan,” tandas Ibrahim.

Sebagaimana diketahui, gelombang pengunduran diri tersebut diawali oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, yang menyatakan mundur setelah IHSG mengalami penurunan tajam selama dua hari berturut-turut hingga memicu penghentian sementara perdagangan saham.

Gelombang itu berlanjut dengan pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar bersama sejumlah pimpinan OJK lainnya. Mahendra menegaskan, keputusan tersebut diambil demi kepentingan pemulihan sektor keuangan nasional.

“Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah-langkah pemulihan yang diperlukan,” tegas Mahendra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1). (MK)

Editor: Agus S

Tarawih Perdana Ramadan Digelar di Masjid Negara IKN, Menag Dijadwalkan Hadir

0
Masjid Negara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dikenal dengan julukan “Masjid Sorban” dijadwalkan menggelar salat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Atmaja/MK

NUSANTARA — Masjid Negara di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN) dijadwalkan menggelar salat tarawih perdana pada Ramadan 1447 Hijriah tahun ini. Menteri Agama Nasaruddin Umar direncanakan hadir dan memimpin ibadah tarawih pertama di masjid yang dikenal dengan desain atap menyerupai sorban tersebut.

Kepastian itu disampaikan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Ia menyebut, Menteri Agama memang menaruh perhatian khusus terhadap Masjid Negara IKN dan ingin beribadah di sana saat masjid pertama kali dibuka untuk publik.

“Beliau pinginnya dapat beribadah di sini saat pintu Masjid Negara IKN pertama kali dibuka untuk publik. Kemarin saya dapat kabar dari Pak Sekjen Kemenag,” ujar Basuki Hadimuljono kepada awak media di Kemenko 3 IKN, Jumat (31/1/2026).

Puasa Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan rencana tersebut, Masjid Negara IKN dipastikan mulai difungsikan sebagai pusat ibadah Ramadan di kawasan ibu kota baru.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah memimpin salat Subuh berjamaah perdana di Masjid Negara IKN pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda awal penggunaan masjid sekaligus peninjauan kesiapan fasilitas menjelang bulan Ramadan.

Basuki juga menyatakan optimistis Masjid Negara IKN dapat digunakan untuk pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini apabila telah digunakan untuk tarawih selama Ramadan.

“Kalau dipakai tarawih bisa, mestinya salat Idulfitri bisa,” ujarnya.

Rencana pemanfaatan Masjid Negara IKN untuk ibadah tarawih juga sempat disinggung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu disampaikan saat diskusi bersama ratusan mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, beberapa hari lalu.

“Saya melihat langsung Masjid Negara di IKN waktu kunjungan kerja ke sana. Melihat progresnya. Sudah selesai. Saya minta sudah bisa untuk dipakai ibadah tarawih,” kata Gibran. (MK)

Editor: Agus S

DPRD Kutim Bakal Dirombak Total, Konsep Gedung Hijau Bebas Rokok Digaungkan

0
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jainuddin. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Jainuddin yang baru dilantik sebagai Sekwan DPRD Kutim pada akhir Desember 2025 menegaskan, perubahan menyeluruh perlu dilakukan agar sekretariat benar-benar mampu menjadi penopang utama tugas pimpinan dan anggota dewan.

Salah satu langkah awal yang digeber adalah menjadikan Gedung DPRD Kutim sebagai Gedung Hijau bebas asap rokok. Namun, konsep gedung hijau yang dimaksud bukan sekadar tampilan fisik bangunan.

“Gedung hijau ini bukan berarti dicat hijau, tetapi lingkungannya yang hijau, sehat, dan bebas dari asap rokok,” ujar Jainuddin.

Meski demikian, Sekretariat DPRD Kutim tetap memberikan ruang bagi pegawai maupun tamu yang merokok. Ruang khusus merokok disiapkan secara terpisah dan dilengkapi fasilitas pendukung, sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) terkait kawasan tanpa rokok di lingkungan perkantoran pemerintah.

Tak berhenti di situ, Jainuddin juga memastikan akan ada perubahan signifikan dalam sistem pelayanan Sekretariat DPRD, khususnya untuk mendukung optimalisasi fungsi DPRD di bidang legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Penataan ruang kerja hingga ruang istirahat akan dibenahi agar lebih representatif, fungsional, dan menunjang kinerja para wakil rakyat.

Pembenahan tersebut diperkuat dengan rencana digitalisasi layanan kedewanan. Sekretariat DPRD Kutim akan menerapkan sistem aplikasi berbasis digital yang terintegrasi, sehingga seluruh informasi kedewanan dan layanan sekretariat dapat diakses langsung oleh anggota dewan melalui perangkat telepon genggam.

“Ke depan, fungsi-fungsi digitalisasi akan kita tanamkan dalam aplikasi yang bisa diakses melalui HP, sehingga memudahkan anggota dewan memperoleh informasi kedewanan dan layanan sekretariat secara cepat dan efisien,” paparnya.

Selain itu, sebagian ruangan akan dirombak menjadi lounge representatif untuk menjamu tamu, khususnya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelum mengikuti rapat paripurna. Lounge tersebut disiapkan sebagai ruang tunggu yang nyaman sebelum undangan memasuki ruang sidang.

Sekretariat DPRD Kutim juga berencana menghadirkan media center terpadu yang dikelola bersama Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) bidang dokumentasi. Media center ini akan dilengkapi fasilitas internet gratis guna mendukung aktivitas peliputan dan pengiriman berita.

“Wartawan nantinya bisa memanfaatkan media center ini untuk menulis dan mengirim berita, sehingga hubungan kemitraan antara DPRD dan insan pers bisa berjalan lebih baik dan profesional,” pungkas Jainuddin.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Warga Bakal Demo Jika Proyek Batching Plant Terus Dilanjutkan

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Proyek pembangunan batching plant di RT.14, Kelurahan Tanjung Laut Indah menerima banyak penolakan dari warga sekitar, sebab dinilai telah menimbulkan polusi dan sebelumnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu.

Rina, salah satu warga sekitar mengatakan bahwa telah memastikan jika warga yang tinggal di dekat area pembangunan batching plant sangat menolak. Sebab, bila pembangunan masih berlangsung, pastinya bakal sering truk besar bahkan truk molen berlalu lalang.

Terlebih lagi, dari aktivitas pembangunan batching plant tersebut menyebabkan polusi, dimana debu semakin banyak dan tebal, bahkan kebisingan dan getaran pun mulai terasa hingga mengganggu aktivitas warga.

“Walaupun rumah saya tidak tepat berada di lokasi, kami tetap memikirkan dampak lalu lalang truk dan mobil molen. Justru warga yang berada paling dekat dengan lokasi yang akan paling terdampak. Terganggu dengan kebisingan dan debu,” ucapnya, Sabtu (30/1/2026).

Terlebih lagi, proses pembangunan terbilang secara tiba-tiba tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu. Bahkan warga baru mengetahui sekitar satu minggu terakhir, sejak Selasa lalu.

“Awalnya warga juga tidak tahu material masuk dari mana, lewatnya juga dari mana. Tiba-tiba saja sudah berdiri alatnya disitu, mereka sampai mengira perakitan dilakukan di lahan milik pengelola sendiri,” ungkapnya.

Warga pun baru mengetahui keberadaan proyek ini di 23 Januari 2026 lalu, saat truk sudah mulai berlalu lalang. Mereka mengira truk yang sering lewat hanya mengangkut koral saja. Sehingga warga tidak menaruh kecurigaan.

“Jadi kami merasa dicurangi. Ini wilayah kita, tetapi pembangunan batching plant tiba-tiba dilakukan tanpa pemberitahuan yang jelas. Dari situ kami pun menilai sudah ada pelanggaran,” bebernya.

Menurut Rina persoalan ini sangat bermasalah. Memang hasil rapat kemarin telah disepakati bahwa kegiatan dihentikan sementara. Namun, dirinya juga turut menyampaikan sikapnya dalam forum, bahwa dirinya dan warga sekitar tetap menolak adanya pembangunan apa pun.

“Jika kegiatan ini kembali dilanjutkan, kami bakal menyampaikan penolakan yang lebih besar, bahkan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi demo,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga Tolak Pembangunan Batching Plant, Pihak Perusahaan Buka Suara

0
Pembangunan Batching Plant di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Proyek pembangunan batching plant yang berlangsung di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan dipastikan ditolak warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Hukum PT Tahtah Indonesia Muda, Eko Yulianto mengatakan, bahwa untuk surat izin pihaknya sudah memiliki dan lengkap, dokumen tersebut juga telah diserahkan langsung ke kelurahan.

Terkait dengan adanya keluhan warga, hal tersebut sudah sempat dibahas dalam pertemuan mediasi sebelumnya beberapa waktu lalu. Dari hasil mediasi tersebut, telah diputuskan bahwa kegiatan untuk sementara dihentikan hingga ada pembicaraan lanjutan.

“Untuk jadwal pembicaraan selanjutnya, sampai saat ini belum dapat dipastikan. Saya masih menunggu informasi lanjutan dari pak lurah,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/1/2026).

Dalam pertemuan bersama warga sebelumnya, pihak perusahaan telah menyampaikan tiga opsi solusi. Seperti opsi pertama, berencana akan memasang pagar sebagai pembatas. Akan tetapi berbatasan langsung dengan rumah warga, mengingat posisi tanah memang berdekatan dengan pemukiman.

“Alasan pagar belum dipasang adalah karena mempertimbangkan akses warga, meskipun pagar sebenarnya bisa mengurangi debu dan polusi. Namun, jika pagar dipasang, warga berpotensi kehilangan akses jalan karena selama ini jalan yang digunakan berada di area tersebut,” jelasnya.

Untuk opsi kedua, pihaknya akan memindahkan titik mesin, dimana lokasi di area tersebut terbilang cukup luas, sehingga apabila titik mesin saat ini dianggap mengganggu warga, maka nantinya akan digeser ke bagian belakang, atau ke ujung lokasi, jika diperbolehkan. Opsi ini dinilai dapat mengurangi dampak terhadap warga.

“Padahal debu di kawasan tersebut sudah ada setiap hari, akibat aktivitas bongkar muat dari pelabuhan. Jika alasan utama keberatan adalah debu, menurut kami hal itu kurang tepat, karena kegiatan kami berjalan pun debu sudah ada,” tambahnya.

Sedangkan opsi ketiga, apabila opsi pertama dan kedua tidak dapat dilaksanakan, maka mau tidak mau pihaknya akan memindahkan lokasinya ke tempat lain, di luar kawasan Tanjung Laut Indah.

“Lokasi pengganti belum ditentukan. Perlu diketahui, pemilihan lokasi di Tanjung Laut Indah sudah dilakukan sejak tahun lalu. Jika harus pindah ke lokasi lain di luar kawasan tersebut, maka kami harus mengurus perizinan baru,” paparnya.

Pemilihan lokasi di Tanjung Laut Indah sudah dipilih sejak satu tahun lalu, dan hal tersebut dapat dilihat dari terbit surat izin. Bahkan kemarin sempat ada beberapa sub bagian perizinan yang perlu dilengkapi, dan itu sudah dipenuhi.

“Surat izin kita ada, jadi sudah jelas dong. Kalau dikatakan kami tidak memiliki izin, itu tidak benar,” bebernya.

Mengingat adanya pro dan kontra, aktivitas perusahaan diberhentikan sementara waktu sampai adanya mediasi lanjutan dari pihak kelurahan. Pemberhentian aktivitas dimulai sejak Jumat (29/1/2026) sore.

“Saat ini, kami masih menunggu undangan pertemuan lanjutan. Kemungkinan mekanismenya, pak lurah akan lebih dulu bertemu dengan warga yang terdampak, kemudian hasilnya disampaikan kepada kami, setelah itu baru dilakukan pertemuan bersama,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Berisik Serta Berdebu, Pembangunan Batching Plant di Tanjung Laut Indah Dikeluhkan Warga

0
Proyek pembangunan Batching Plant. (Dwi/Radar/Bontang).

BONTANG – Proyek pembangunan batching plant yang berada di RT.14, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan ditolak keras oleh warga sekitar, sebab selain menimbulkan suara yang berisik berdampak pula dengan debu yang beterbangan.

Salah satu warga yang rumahnya tepat di depan proyek pembangunan batching plant menyampaikan keluhannya, dimana kegiatan proyek berjalan hanya di siang hari. Alat batching plant berdiri kokoh terhitung baru beberapa hari.

“Ini proses pembangunan alatnya mereka kerjakan siang, selain suara mesinnya yang berisik debunya juga sangat mengganggu. Maaf ya sebelumnya, saya tidak berani bicara banyak,” ucap salah satu warga itu yang tak ingin disebutkan namanya, Sabtu (31/1/2026).

Sebelum berdirinya alat tersebut, warga sekitar mengira truk yang sering keluar masuk lantaran hanya membawa koral saja. Sebab pihaknya berawalan hanya memperbaiki akses jalannya terlebih dahulu.

Akan tetapi lama-kelamaan ada kegiatan pembangunan alat besar. Sehingga membuat sekitar lokasi mengalami getaran yang cukup kencang, hingga mengganggu aktivitas warga sekitar.

“Pertamanya mereka hanya menimbun jalannya saja, karena jalannya kan jelek, tapi lama-lama banyak truk yang keluar masuk angkut besi-besi besar. Tidak lama kemudian, langsung berdiri alatnya disitu. Waktu mereka ngerjain juga di waktu kita buat istirahat, sangat ribut kita terganggu,” tambahnya.

Maka aktivitas proyek pembangunan batching plant tersebut dengan keras ditolak oleh warga sekitar, selain mengganggu kenyamanan dampak lingkungan yang disebabkan pun sangat berdampak.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam