Beranda blog Halaman 404

Guru SMP–SMA di Paser Dilatih Gunakan Seni Pertunjukan untuk Edukasi Lingkungan dan Cegah Karhutla

0
Praktik seni pertunjukan kampanye kebakaran hutan dan lahan.

PASER – Puluhan guru dari jenjang SMP hingga SMA di Kabupaten Paser mengikuti pelatihan inovatif yang memadukan seni pertunjukan dengan edukasi lingkungan. Program bertajuk Pendidik Menjadi Penggerak Penyelamatan Keberlangsungan Hutan ini digelar UPTD Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Telake di Aula Tahura Lati Petangis, Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, Kamis (11/12/2025).

Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al Haqq, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari kampanye pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pendekatan seni dipilih agar para guru memiliki cara kreatif untuk menyampaikan pesan pelestarian lingkungan kepada para siswa.

“Mereka kita ajari bagaimana teknik mengkampanyekan kepada siswanya, melalui suatu pementasan yang bisa diterima oleh siswanya dan kemudian dapat diaplikasikan di lingkungan sekitarnya,” kata Shahar.

Ia menilai, ketika pesan lingkungan dikemas secara menarik, siswa lebih mudah memahami dan termotivasi untuk menerapkannya. Karena itu, guru menjadi titik kunci penyebaran edukasi yang berkelanjutan.

Shahar menegaskan bahwa melatih pendidik akan memberikan dampak berlipat terhadap kampanye perlindungan hutan. Setelah mengikuti pelatihan, guru diharapkan mampu meneruskan pembinaan kepada murid-murid mereka dan menggerakkan kampanye di sekolah masing-masing.

“Nanti setelah mereka memahami, mereka akan melatih para muridnya untuk ikut mengkampanyekan hal tersebut. Tahun depan kita akan buat kompetisi antar sekolah,” ujarnya.

Selain teknik seni pertunjukan, peserta juga mendapatkan materi kehutanan, termasuk cara menjaga, melindungi, dan memulihkan fungsi hutan yang rusak akibat aktivitas pertambangan. Pemilihan Tahura Lati Petangis sebagai lokasi kegiatan menjadi contoh nyata bagaimana lahan bekas tambang dapat dipulihkan dan dikelola kembali.

“Kegiatan kita pusatkan di Tahura Lati Petangis, sebagai contoh dari lahan bekas tambang yang sudah hancur, bisa dikelola kembali, diperbarui menjadi hutan yang bermanfaat bagi penyanggah kehidupan,” jelas Shahar. (nash)

Editor: Agus S

Rudy Mas’ud Klaim Hutan Kaltim Masih Terjaga, Banjir Disebut Masalah Lama yang Berulang

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat diwawancarai di Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan kondisi hutan di wilayah Kaltim masih relatif terjaga, meski isu kerusakan lingkungan dan banjir terus menjadi sorotan publik. Menurutnya, kerusakan hutan yang ada saat ini hanya mencakup sebagian kecil dari total kawasan hutan di provinsi tersebut.

Rudy menyebut luas kawasan hutan Kalimantan Timur mencapai sekitar 8,5 juta hektare. Dari luasan tersebut, area yang mengalami kerusakan berada di kisaran 40.000 hingga 60.000 hektare atau hanya “nol koma sekian persen” dari total kawasan hutan.

“Deforestasi tetap tidak boleh dilakukan sembarangan. Semua ada aturannya dan kewenangan kehutanan itu berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Rudy saat ditemui wartawan di Samarinda, Selasa (9/12/2025).

Ia juga menjelaskan pembagian tata ruang di Kaltim, mulai dari sekitar 4 juta hektare Area Penggunaan Lain (APL) hingga kurang lebih 3 juta hektare kawasan perkebunan sawit. Dari alokasi perkebunan tersebut, sekitar 1,5 juta hektare disebut telah berproduksi.

Menurut Rudy, masyarakat perlu memahami pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pemerintah pusat ketika membahas isu kehutanan dan lingkungan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran penilaian.

Di sisi lain, terkait banjir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kaltim, Rudy menyebut persoalan tersebut bukan hal baru. Ia menilai banjir sudah menjadi masalah lama yang terjadi sejak puluhan tahun lalu dan tidak selalu berkaitan langsung dengan curah hujan.

“Banjir itu dari zaman dulu kala sudah ada. Bahkan tidak hujan pun, saat air laut pasang, banjir tetap terjadi,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kontribusi aktivitas pertambangan terhadap banjir, Rudy menegaskan Kalimantan Timur tidak bersikap anti terhadap sektor tambang. Menurutnya, pertambangan merupakan bagian dari investasi nasional yang memiliki peran penting bagi perekonomian.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pengelolaan tambang harus dilakukan secara bijak dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kita tentu berharap dijauhkan dari musibah. Tapi kalau musibah itu terjadi, kita juga harus siap menghadapi segala kemungkinan terburuk,” katanya.

Pernyataan Gubernur Kaltim ini sekaligus merespons kritik publik yang menyoroti isu deforestasi serta intensitas banjir yang dinilai terus meningkat dari tahun ke tahun. Klaim bahwa kerusakan hutan hanya berada pada kisaran puluhan ribu hektare diperkirakan akan memicu perdebatan, mengingat sejumlah laporan lembaga independen kerap mencatat angka yang lebih besar.

Meski begitu, Rudy menegaskan Pemprov Kaltim tetap berkomitmen mengikuti kebijakan pemerintah pusat serta menjaga keseimbangan antara kepentingan lingkungan, aktivitas pertambangan, dan pembangunan daerah. (um)

Editor: Agus S

Tiga Anak Meninggal dalam Kebakaran di Anggana, Delapan Keluarga Terdampak

0
Kebakaran di Anggana. (Istimewa)

TENGGARONG — Kebakaran melanda pemukiman warga di Jalan Samarinda–Poros Anggana, tepatnya di Gang Muli atau Sungai Purun RT 21, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kamis (11/12/2025). Peristiwa memilukan itu menewaskan tiga anak kecil yang terjebak di dalam rumah saat api membesar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan kebakaran dilaporkan sekitar pukul 13.17 Wita. Material bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Untuk korban yang meninggal dunia ada tiga orang. Anak-anak umur satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun, semuanya laki-laki,” ungkap Fida.

Identitas para korban belum dirilis karena masih dalam proses pemeriksaan. Ketiganya telah dievakuasi ke Puskesmas Anggana untuk penanganan lebih lanjut.

Laporan sementara dari Posko Anggana mencatat tiga bangunan habis dilalap api: satu rumah petak delapan pintu, satu rumah petak empat pintu, serta satu rumah tunggal.
“Total sementara, delapan kepala keluarga dinyatakan terdampak,” tambah Fida.

Petugas membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk memadamkan api. Kebakaran dinyatakan terkendali pada pukul 14.37 Wita sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan di lokasi.

Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun kepastian menunggu hasil identifikasi petugas berwenang.
“Untuk dugaan sementara, ini masih sementara. Dugaan awalnya adalah korsleting listrik. Tetapi tetap menunggu hasil identifikasi pihak berwenang,” jelasnya.

Fida menuturkan bahwa seluruh informasi yang beredar saat ini masih bersifat awal. Pendataan lengkap terkait korban, jumlah rumah terdampak, dan penyebab pasti kebakaran akan diumumkan setelah pemeriksaan lanjutan.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami masih menunggu data-data valid dari rekan-rekan, khususnya Posko Anggana,” tutupnya. (Ady)

Editor: Agus S

Lapas Anak Tenggarong Tak Akan Perketat Keamanan Meski Kasus Pelarian Kembali Terjadi

0
Lapas Anak Kelas II A Tenggarong. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Kasus kaburnya anak binaan di Lapas Anak Kelas II A Tenggarong kembali terulang. Sebelumnya, insiden serupa juga pernah terjadi dan anak binaan akhirnya menyerahkan diri. Meski kejadian pelarian kembali muncul, pihak pemasyarakatan menegaskan tidak akan menerapkan pengetatan keamanan sebagaimana diberlakukan di Lapas dewasa.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kaltim, Endang Lintang, menuturkan bahwa standar pengamanan untuk Lapas Anak memang tidak boleh disamakan dengan Lapas dewasa. Aturannya telah jelas tercantum dalam regulasi peradilan pidana anak.

“Untuk anak-anak, sudah ada Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Lapas anak tidak boleh sama dengan lapas dewasa,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa bangunan dan sistem pengamanan Lapas Anak dirancang dengan pendekatan berbeda. Ukuran teralis tidak boleh besar, sistem penguncian tidak seketat Lapas dewasa, dan lingkungan harus memberikan suasana pembinaan yang menyerupai rumah, bukan penjara.

“Perlakuannya memang seperti kita memperlakukan anak-anak kita di rumah sendiri. Itu sudah SOP-nya,” ujar Endang.

Karena itu, Lapas tidak dibenarkan mengganti teralis atau gembok dengan ukuran lebih besar. Pengetatan fisik justru dapat dianggap sebagai tindakan yang melanggar hak anak.

“Kalau kita mengetatkan, berarti kita melanggar HAM. Jadi tidak boleh ada pengetatan,” jelasnya.

Menurut Endang, potensi pelarian adalah risiko yang harus siap dihadapi petugas pemasyarakatan. Fokus utama tetap pada pembinaan, pengawasan, serta respons cepat saat insiden terjadi.

“Memang kalau mereka keluar, ya itu risiko dan harus kami cari. Sudah menjadi risiko kami sebagai petugas,” tuturnya. (Ady)

Editor: Agus S

Pucuk Pimpinan Kodim 0906/KKR Berganti, Letkol Arm Benny Budiman Resmi Nahkodai Kodim Kukar

0
Suasana serah terima jabatan Dandim 0906/KKR. (Ady/MKG)

TENGGARONG — Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/Kutai Kartanegara resmi berganti pemimpin. Letkol Arm Benny Budiman kini menahkodai Kodim 0906/KKR menggantikan Letkol Czi Damai Adi Setiawan. Serah terima jabatan berlangsung pada Rabu (10/12/2025) dan menjadi momentum penting untuk memperkuat stabilitas keamanan di tengah percepatan pembangunan daerah.

Sebagai Dandim baru, Letkol Arm Benny Budiman menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, DPRD, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Ia juga memastikan pengawalan terhadap berbagai program nasional yang sedang berjalan di Kukar, termasuk Koperasi Merah Putih.

Salah satu fokus strategis yang akan diperkuat Kodim 0906/KKR adalah sektor ketahanan pangan. Menurut Benny, ketahanan pangan bukan hanya program sektoral, tetapi fondasi penting bagi stabilitas wilayah dan kemandirian masyarakat.

“Ketahanan pangan salah satu prioritas yang krusial. Kami dari Kodim akan mensupport dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mewujudkan swasembada pangan di wilayah,” tegasnya.

Ia turut mengapresiasi kekompakan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, yang dinilai menjadi modal besar dalam percepatan program lintas sektor.

“Kami melihat Forkopimda sangat kompak. Harapannya masyarakat juga turut membantu sehingga semua program dapat berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang hadir dalam sertijab tersebut, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di tubuh TNI merupakan dinamika organisasi yang membawa harapan baru bagi penguatan sinergi antarlembaga.

“Kutai Kartanegara ini perlu keamanan, kenyamanan, ketertiban, juga penegakan hukum supaya pembangunan bisa berjalan. Karena itu kami ucapkan selamat datang kepada Letkol Arm Benny Budiman sebagai Dandim 0906 Kukar,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa banyak agenda pembangunan Kukar membutuhkan dukungan aparat teritorial, mulai dari pengawasan wilayah pinggiran, pembangunan kawasan strategis, hingga penguatan ketahanan pangan dan kesiapsiagaan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (ady)

Editor: Agus S

Kanwil Ditjenpas Kaltim Pastikan Penangkapan Empat Anak Binaan Lapas Tenggarong Dilakukan Secara Humanis

0
Kanwil Ditjenpas Kaltim, Endang Lintang. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang, menegaskan bahwa proses pencarian dan pengamanan empat anak binaan Lapas Anak Kelas II A Tenggarong yang melarikan diri dilakukan sepenuhnya dengan pendekatan humanis dan tanpa kekerasan.

“Makanya saya bilang sama teman-teman, kenapa saya langsung turun ke sini ketika mendapat cerita itu, saya tidak ingin satu orang pun anak-anak itu ketika ditangkap dipukul,” tegas Endang pada Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa setiap anak binaan harus diperlakukan dengan penuh tanggung jawab, termasuk saat mereka mengalami cedera selama pelarian.

“Ya, yang jatuh tadi juga langsung kita obati, kita bersihkan lukanya, terus kita kasih sarapan pagi, supaya dia tetap sehat. Itu tanggung jawab kita,” ujarnya.

Empat anak binaan tersebut, masing-masing berasal dari Nunukan, Berau, Muara Jawa, dan Sangatta. Mereka melarikan diri pada Kamis dini hari dan berhasil diamankan kembali hanya dalam waktu sekitar delapan jam. Tiga di antaranya ditangkap di kawasan Jalan Danau Jempang dan Gunung Gandek, Kelurahan Melayu, sementara satu lainnya ditemukan di Gang Firdaus, Kelurahan Loa Ipuh.

Endang menilai tindakan para anak binaan tersebut masih dapat dipahami mengingat kondisi psikologis mereka.

“Namanya anak-anak, wajar kalau mereka rindu orang tuanya. Juga kan pikirannya masih pikiran anak-anak, ya. Anak kita saja kan kalau kita kurung di rumah bisa lari lewat jendela,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak membesar-besarkan kejadian tersebut.
“Jadi memang tidak perlu ada yang dibesar-besarkan juga. Namanya Lapas anak, kan standarnya berbeda dengan Lapas dewasa,” tambahnya. (ady)

Editor: Agus S

Anggaran Ketat, Dispora Kaltim Dorong Kolaborasi dan Selektivitas Atlet untuk Porprov 2026

0
Plt. Kepala Dispora Provinsi Kaltim Muhammad Faisal. (Nash)

PASER — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, berharap pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tidak menjadi penghambat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser.

Menurut Faisal, kondisi anggaran yang diperkirakan lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya harus disikapi sebagai tantangan, bukan hambatan, baik dalam penyelenggaraan maupun pencapaian prestasi olahraga daerah.

“Mudah-mudahan ini tidak menjadi hambatan, tetapi justru menjadi tantangan bagi kita untuk tetap berprestasi dan tetap menyelenggarakan Porprov dengan baik, meskipun dalam kondisi yang kurang nyaman,” ujar Faisal usai peluncuran logo dan maskot Porprov Kaltim 2026, Kamis (11/12/2025).

Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah kabupaten/kota di Kaltim dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas pihak, sekaligus meningkatkan selektivitas dalam menentukan atlet yang akan mewakili daerah.

“Mudah-mudahan ini juga menjadi ajang untuk lebih selektif. Atlet yang benar-benar berprestasilah yang kita angkat dan menjadi pilihan,” katanya.

Faisal juga mengingatkan peran media agar tetap aktif dan konsisten mengawal serta memberitakan Porprov Kaltim 2026, meskipun situasi anggaran tidak ideal. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen, termasuk media, menjadi kunci utama di tengah keterbatasan.

“Teman-teman media juga jangan kendor. Jangan karena anggaran sedikit lalu pemberitaannya ikut kendor. Semua harus berpartisipasi dan berkolaborasi. Situasinya sudah berbeda, jangan disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Terkait dukungan anggaran, Faisal memastikan Pemerintah Provinsi Kaltim tetap akan berpartisipasi dalam pembiayaan Porprov 2026, meskipun besaran bantuan belum dapat dipastikan.

“Untuk penyelenggaraan event seperti ini, provinsi pasti ada partisipasinya. Kita upayakan semaksimal mungkin, tetapi soal nominal itu menjadi ranah kebijakan pimpinan,” jelasnya.

Menanggapi isu penundaan pelaksanaan Porprov di Paser, Faisal tidak banyak berkomentar. Ia membenarkan adanya wacana pergeseran jadwal ke akhir tahun 2026, bahkan tidak menutup kemungkinan mundur hingga awal 2027. Namun, opsi tersebut dinilainya berpotensi merugikan Kalimantan Timur dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Segala upaya akan kita maksimalkan. Persoalan ini akan kita dorong menjadi isu tingkat tinggi agar bisa dibahas dengan baik, termasuk pada anggaran perubahan. Karena sebisa mungkin Porprov ini harus tetap berjalan,” pungkasnya. (nash)

Editor: Agus S

Empat Anak Binaan Kabur dari Lapas Tenggarong, Seluruhnya Ditangkap Lagi dalam Delapan Jam

0
Kanwil Ditjenpas Kaltim, Endang Lintang. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Empat anak binaan Lapas Anak Kelas II A Tenggarong yang sempat melarikan diri pada Kamis (11/12/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita berhasil diamankan kembali dalam waktu kurang dari delapan jam. Upaya pengejaran cepat yang dilakukan petugas membuat seluruh anak binaan itu akhirnya kembali ke dalam lapas pada hari yang sama.

Keempat anak binaan tersebut berasal dari Nunukan, Berau, Muara Jawa, dan Sangatta. Mereka kabur dengan menarik teralis hingga terlepas, kemudian melintasi permukiman warga sebelum melarikan diri lebih jauh. Dalam perjalanan, mereka bahkan sempat menumpang truk menuju Pasar Tenggarong.

Tiga dari mereka berhasil ditemukan di kawasan Jalan Danau Jempang dan Gunung Gandek, Kelurahan Melayu. Sementara satu lainnya diamankan petugas di Gang Firdaus, Kelurahan Loa Ipuh.

Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kaltim, Endang Lintang, meminta publik tidak membesar-besarkan kejadian tersebut. Menurutnya, perilaku anak-anak binaan tidak bisa disamakan dengan warga binaan dewasa.

“Namanya anak-anak, wajar kalau mereka rindu orang tuanya. Juga kan pikirannya masih pikiran anak-anak, ya. Anak kita saja kan kalau kita kurung di rumah bisa lari lewat jendela,” ujarnya.

“Jadi memang tidak perlu ada yang dibesar-besarkan juga. Namanya Lapas anak, kan standarnya berbeda dengan Lapas dewasa,” sambungnya.

Dalam pelarian pendek itu, para anak binaan bahkan sempat mencuri sebuah sepeda motor untuk kabur lebih jauh. Namun rencana meninggalkan Kota Tenggarong gagal setelah mereka bertemu petugas di jalan.

“Tapi masalah itu (pencurian motor) sudah terselesaikan. Mereka akan kita bina dan kita perbaiki,” tegas Endang. (ady)

Editor: Agus S

Harga Cabai dan Bawang Merah Meroket Jelang Nataru

0

Harga cabai dan bawang merah di sejumlah pasar di Kota Bontang mengalami kenaikan signifikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat serta terganggunya pasokan dari daerah penghasil, sehingga berdampak langsung pada daya beli warga.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb11des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

RTH Bontang Capai 58 Persen, Wali Kota: Harus Dipertahankan di Tengah Pengembangan Kota

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bontang saat ini berada sekitar 58 persen. Capaian tersebut dinilai cukup besar dibandingkan banyak kota lain, dan harus tetap dijaga meskipun pembangunan kota terus berkembang.

Neni menyebut, angka 58 persen itu merujuk pada ketentuan dalam Peraturan Menteri ATR Nomor 14 Tahun 2022, yang memasukkan berbagai elemen lingkungan dalam kategori RTH. Termasuk di dalamnya sungai, danau, serta kawasan hutan lindung masyarakat.

“RTH kita sesuai yang disampaikan Kepala Dinas Lingkungan itu sekitar 58 persen. Karena berdasarkan Permen ATR 14 Tahun 2022, sungai dan danau masuk RTH, termasuk hutan lindung masyarakat,” jelasnya.

Menurut Neni, ketersediaan RTH menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di Bontang, terutama mengingat daerah ini tidak memiliki mata air alami dan sangat bergantung pada air tanah. RTH dianggap berperan dalam mempertahankan kemampuan tanah menyerap air serta mencegah kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Meski pengembangan kota akan terus berjalan, Neni menegaskan kawasan RTH tidak boleh dikurangi. Sungai, sebagai salah satu elemen RTH, menurutnya harus tetap dijaga kondisinya dan tidak boleh dibiarkan mengalami pendangkalan.

“Kalau sungai, pastilah tidak mungkin hilang. Tapi ya harus dikeruk kalau terjadi pendangkalan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa komitmen menjaga RTH merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah, dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bontang. Kawasan hijau, menurutnya, tidak hanya berfungsi secara ekologis, tetapi juga menjadi benteng penting untuk mencegah berbagai risiko lingkungan di masa mendatang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam