Beranda blog Halaman 415

Sepanjang 2025, Tercatat 26 Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Kutim

0
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Ist)

SANGATTA – Sepanjang tahun 2025, Polres Kutim mencatat 26 laporan kekerasan, dan yang paling memprihatinkan, mayoritas korbannya adalah anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Ardian Rahayu Priatna, mengungkapkan bahwa dari total laporan tersebut, 17 kasus melibatkan anak-anak sebagai korban dugaan pelanggaran kesusilaan. Angka ini menempatkan kasus kesusilaan terhadap anak sebagai laporan paling dominan yang ditangani aparat.

“Dari 26 laporan yang kami tangani, 17 di antaranya adalah kasus dengan korban anak di bawah umur,” ujar Ardian.
Ia menyebut kondisi ini menjadi tanda bahwa perlindungan terhadap anak harus diperkuat, terutama melalui edukasi dan keberanian melapor.

Di samping kasus-kasus tersebut, Polres Kutim juga menangani 2 laporan dugaan kekerasan terhadap anak, 4 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 1 laporan perzinahan, serta 1 laporan pemerkosaan. Seluruh laporan sedang dalam proses penanganan sesuai ketentuan hukum.

Untuk memastikan pemulihan korban, Polres Kutim bekerja sama dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Dokes Polres Kutim. Pendampingan psikologis, termasuk layanan trauma healing gratis, diberikan secara berkala bagi korban, khususnya anak-anak.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutim untuk pemulihan mental korban. Bila ada anak yang mengalami trauma berat akibat pelecehan maupun pencabulan, silakan hubungi kami. Trauma healing kami berikan gratis,” terang Ardian.

Ia menegaskan komitmen Polres Kutim untuk menindaklanjuti setiap laporan secara cepat sekaligus menjaga keamanan dan kerahasiaan identitas korban maupun pelapor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berani melapor apabila mengetahui adanya tindakan kekerasan. Keamanan dan kerahasiaan identitas korban maupun pelapor pasti kami lindungi,” tegasnya.

Meski langkah penanganan berjalan, tingginya angka kasus yang melibatkan anak di Kutim menunjukkan perlunya pendekatan pencegahan yang lebih kuat, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

PSDA Bakal Mapping Ulang Distribusi BBM dan Evaluasi Penjadwalan di SPBU

0
 Rapat Dengar DPRD Bontang terkait distribusi SPBU kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Pemkot Bontang memastikan akan melakukan pemetaan ulang distribusi BBM ke seluruh SPBU, menyusul desakan dari Komisi B DPRD Bontang untuk memastikan ketepatan penyaluran serta mengurai persoalan antrean panjang yang terus berulang.

Penelaah Teknis Kebijakan PSDA, Anita, menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan pemetaan distribusi BBM bersama Pertamina Patra Niaga dan operator SPBU. Langkah ini menindaklanjuti permintaan DPRD agar pemerintah memiliki data rinci dan berkala terkait jadwal serta volume pengiriman BBM setiap hari.

“Nanti mulai besok insyaallah kita mulai mapping lagi. Kita mapping sama-sama dengan teman-teman dari DKUMPP dan SPBU. Sesuai arahan tadi, mapping-nya dibuat sebulan penuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemkot telah memiliki Satgas BBM yang melibatkan sejumlah perangkat daerah serta kepolisian. Tim ini akan kembali menggelar rapat internal untuk merumuskan pola mapping sekaligus mengevaluasi kebijakan penjadwalan pembelian solar yang berlaku sejak 2023.

Adapun evaluasi jadwal pengisian solar, antrean dilakukan mulai pagi padahal jadwal jam 13.00 Wita baru dibuka. Menjawab pertanyaan DPRD terkait antrean yang kerap muncul sejak pagi hari di SPBU kota, Anita mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah.

“Memang harusnya jam 1 siang. Tapi ini PR kita. Banyak supir truk yang sudah antre dari pagi. Ada pengawasan dari kepolisian dan tim lapangan, tapi kenyataannya tetap seperti itu,” ungkapnya.

PSDA sejak 2023 menetapkan jadwal pengisian solar untuk truk pada pukul 13.00 hingga 16.00 Wita, khusus untuk dua SPBU dalam kota yakni SPBU Tanjung Laut dan SPBU Akawi. Pertimbangannya adalah tingginya risiko kemacetan serta kepadatan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Namun, DPRD menilai kebijakan itu tidak memberikan dampak signifikan karena antrean tetap terjadi.

Anita menyebutkan, kebijakan jadwal dibuat untuk meminimalkan gangguan lalu lintas. Namun, jika DPRD menginginkan pembaruan kebijakan, pihaknya membuka ruang untuk pembahasan ulang.

“Kalau memang nanti ada arahan dari Dewan untuk dilepas atau diubah, nanti kita bahas kembali di forum tim Satgas BBM,” katanya.

Model antrian online belum berjalan ideal meski sudah ditetapkan. Ia juga memaparkan bahwa mekanisme antrian online sebenarnya sudah dirancang agar supir truk menunggu dari rumah dan hanya datang sesuai nomor antrean yang dipanggil. Namun, pola tersebut tidak berjalan efektif di lapangan.

“Harusnya antre di rumah. Nomor 1–10 dipanggil, lalu 11–20, dan seterusnya. Tapi ya begitulah, teman-teman supir ini lebih susah diatur dibanding kendaraan kecil,” jelasnya.

PSDA juga sempat mencoba memindahkan titik antrean solar ke lokasi lain seperti Jalan Flores untuk mengurai kemacetan di SPBU Tanjung Laut. Namun langkah itu tidak bertahan lama.

“Baru beberapa hari masyarakat sudah mengeluh karena debu dan bahaya bagi rumah warga serta sekolah. Jadi kami cancel,” ujar Anita.

Dengan adanya usulan DPRD dan permasalahan antrean yang masih terjadi, PSDA menegaskan bahwa mapping ulang distribusi menjadi langkah awal evaluasi menyeluruh menuju kebijakan yang lebih efektif.

“Ini masukan semua pihak. Nanti kami godok lagi dalam tim. Yang penting solusi yang terbaik untuk SPBU, asosiasi, dan masyarakat umum,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Petani Busang Panen Jagung di Tengah Serangan Hama dan Cuaca Ekstrem

0
Kegiatan Panen Jagung di lahan pertanian PT NAS hasilkan 1 ton. (Ist)

SANGATTA — Di tengah serangan hama dan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, petani dan pihak perusahaan di Desa Long Nyelong, Kecamatan Busang, tetap berhasil menggelar panen raya jagung program ketahanan pangan tahun 2025. Kegiatan panen berlangsung di lahan pertanian PT NAS pada Jumat (5/12/2025).

Meski hanya berada di area seluas 1 hektare, panen jagung hibrida tersebut tetap membuahkan hasil sekitar 1 ton. Kondisi lapangan yang penuh tantangan tak menyurutkan semangat para pekerja maupun pihak perusahaan yang terlibat.

Kegiatan panen turut dihadiri Kapolsek Muara Ancalong Iptu Erwan Tri Yunanto, Kapospol Busang Aipda Abraham Batang, serta personel Polsek Muara Ancalong. Dari pihak perusahaan tampak Senior Manager PT NAS Kain Mogilen dan Estate Manager Masa Draha, disertai perwakilan Pemerintah Desa Long Nyelong.

PT NAS menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan di wilayah setempat, sejalan dengan program nasional Asta Cita yang mendorong peningkatan produksi sektor pertanian di desa-desa.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi kelancaran panen di tengah situasi yang kurang bersahabat.

“Program ketahanan pangan harus terus berjalan karena ini berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi masyarakat. Kami mendukung penuh setiap upaya masyarakat dan perusahaan dalam meningkatkan produksi pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Ancalong Iptu Erwan Tri Yunanto memastikan pendampingan terhadap program pemerintah akan terus dilakukan.

“Panen ini adalah wujud sinergi masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Meski ada kendala hama tikus dan cuaca tidak menentu, kegiatan tetap berjalan baik. Kami akan terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan kelancaran program ketahanan pangan,” tuturnya.

Panen ditutup dengan pengecekan area oleh personel kepolisian dan perusahaan untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib. Sebanyak 15 pekerja PT NAS turut terlibat dalam pemanenan tersebut, menandai komitmen bersama menghadapi tantangan alam demi keberlanjutan pangan di Busang.

Penulis : Ramlah
Editor: Yusva Alam

Gelar Upacara Sertijab, 3 Pejabat Polres Bontang Berganti

0
Kegiatan upacara sertijab di Halaman Mako Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Tiga pejabat di Polres Bontang telah berganti, hal tersebut berlangsung saat Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab), di Halaman Mako Polres Bontang, Jumat (5/12/2025).

Ketiga pejabat yang berganti itu di antaranya Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan, digantikan oleh Iptu Larto. Kabag Ops, Kompol Syakir kini berganti Kompol Supriyadi. Serta Kabag Ren diisi oleh AKP Karno.

Kapolres Bontang, Widho Anriano menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier anggota polri, untuk menunjukkan regenerasi kepemimpinan yang berjalan secara profesional.

Dinamika tugas kepolisian selalu berjalan berbanding lurus dengan perkembangan dunia global, maka tantangan tugas polri saat ini semakin kompleks.

“Kita menghadapi dinamika yang cepat berubah, mulai dari peningkatan angka kriminalitas konvensional, kejahatan lintas negara, hingga kejahatan berbasis teknologi informasi,” ucapnya saat upacara berlangsung.

Kapolres Bontang menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian terhadap kinerja anggota di lapangan. Serta komunikasi lintas sektoral dengan instansi lainnya.

“Bagi pejabat baru yang berada di Polres Bontang silahkan menjalankan tugas dengan baik, dan untuk pejabat yang ditempatkan di tempat baru, semoga betah dan selamat bertugas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pria Diduga ODGJ Mengamuk, Warga Kelekat Alami Luka Parah Akibat Tebasan Parang

0
Korban yang telah dibawa ke Puskesmas (Istimewa)

TENGGARONG — Suasana siang yang tenang di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, mendadak berubah menjadi kepanikan. Idol, seorang warga yang tengah bekerja membangun rumah bersama tiga saudaranya, tiba-tiba diserang seorang pria berinisial IM yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 12.30 Wita.

Penyerangan berlangsung cepat dan tanpa tanda-tanda sebelumnya. IM tiba di lokasi pembangunan, mendekati korban, lalu langsung mengayunkan sebilah parang ke arah dada kiri Idol.

“Semua terjadi spontan. Kami terkejut, tidak sempat menahan,” ungkap salah satu saksi di lokasi.

Menurut warga, IM memang dikenal memiliki gejala gangguan kejiwaan. Sebelum kejadian, ia disebut hanya ingin menegur Idol terkait tanaman miliknya yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Namun teguran itu berubah menjadi serangan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Korban langsung dievakuasi oleh keluarganya ke Puskesmas Kembang Janggut. Meski dalam kondisi sadar, luka yang dideritanya cukup serius. Sementara itu, pelaku sempat melarikan diri ke arah perkampungan sebelum akhirnya diamankan warga.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto, memastikan penanganan dilakukan secara profesional dan berhati-hati, mengingat adanya dugaan gangguan kejiwaan pada pelaku.

“Kami menangani kasus ini secara profesional dan humanis. Selain fokus pada penyelidikan, kami juga mempertimbangkan dugaan kondisi kejiwaan pelaku. Seluruh langkah tetap mengedepankan kehati-hatian dan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Dedy.

Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut, AIPTU Erly Mahroni, menambahkan bahwa IM merupakan warga asli Desa Kelekat. Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke RSJ Samarinda untuk pemeriksaan lanjutan.

“Sudah dibawa ke RSJ Samarinda itu, Mas,” ujarnya singkat. (rb)

Editor: Agus S

Dari Abrasi Mengancam menjadi Wisata Konservasi: Perjalanan Panjang Hadi Wiyoto Menumbuhkan Dua Juta Mangrove di Telok Bangko

0

BONTANG – Pukul 09.30 pagi, terik matahari mulai terasa menggigit di kawasan Loktuan. Namun suasana berubah ketika memasuki Wisata Mangrove Telok Bangko. Rimbunan ribuan pohon mangrove menjulang membentuk lorong hijau, membuat suasana teduh dan sejuk seketika. Jembatan ulin sepanjang hampir 200 meter seperti memandu langkah masuk ke ruang yang seolah terpisah dari hiruk-pikuk kota, menghadirkan kedamaian yang tidak dibuat-buat.

Namun keindahan yang kini dirasakan pengunjung bukanlah anugerah yang datang tiba-tiba. Hutan mangrove ini tumbuh dari perjalanan panjang seorang pria bernama Hadi Wiyoto, pensiunan PNS 57 tahun yang mengabdikan hidupnya untuk menyelamatkan pesisir yang hampir hilang.

Pengelola Wisata Mangrove Telok Bangko, Hadi Wiyoto, saat menjelaskan jenis pohon mangrove pada siswa SD Negeri 04 Bontang Utara. (Rafi’i/MKN)

Dari Ancaman Abrasi hingga Menjadi Benteng Ekosistem

Perjalanan Hadi dimulai pada 2009, saat baru memasuki purna tugas. Saat itu, Telok Bangko berada dalam kondisi kritis. Bibir pantai terus digerus abrasi, dan rumah Hadi ikut terancam. Tidak ada pelindung alam, sementara angin kencang dan gelombang pasang hampir setiap tahun merangsek mendekati tanah miliknya.

Hadi gelisah, lalu mengambil keputusan besar yang mengubah hidupnya. Ia mengeluarkan seluruh tabungan pribadinya hampir Rp1,7 miliar untuk mengambil alih lahan seluas 6 hektare yang menjadi cikal bakal kawasan konservasi ini. Di situlah ia mulai menanam pohon mangrove satu per satu, mencari bibit hingga ke Kutai Timur dan Muara Badak, memunguti buah-buahannya, menyemaikan, dan merawatnya setiap hari.

Butuh waktu bertahun-tahun hingga hutan mangrove pertama tumbuh rapat. Kini, lebih dari satu juta pohon berdiri kokoh di lahan pribadinya dengan delapan jenis mangrove yang tumbuh berdampingan, termasuk Ceriops Tagal yang dikenal langka. Akar-akar mangrove menjadi rumah bagi ikan dan kepiting, daun-daunnya menyuplai oksigen, dan batang-batangnya berdiri sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi.

Penelitian dua profesor dari Belanda yang bekerja sama dengan UGM menemukan fakta mencengangkan: jutaan biota hidup dan bertelur di bawah kawasan Mangrove Telok Bangko, menjadikannya satu ekosistem penting bagi kawasan pesisir Bontang.

Siswa SD Negeri 04 Bontang Utara saat mengikuti pelajaran eco-print di Wisata Mangrove Telok Bangko. (Rafi’i/MKN)

Dilirik PKT, Menjadi Wisata Edukasi dan Sumber Penghidupan

Ketulusan Hadi menjaga lingkungan pelan-pelan menarik perhatian banyak pihak, salah satunya Pupuk Kaltim. Melihat keberhasilan Hadi merehabilitasi pesisir, PKT membuka peluang kerja sama melalui TJSL, terutama untuk program dekarbonasi dan konservasi mangrove perusahaan.

Mulanya PKT ingin membangun rumah pembibitan namun terkendala lahan. Hadi kemudian membuka ruang kolaborasi: perusahaan menyiapkan lahan, sementara ia dan Kelompok Telok Bangko menanam. Kerja sama itu terus berkembang dan melalui MoU, kawasan HGB65 milik PKT ditanami mangrove seluas 14 hektare, melengkapi 4 hektare yang sudah ditanami Hadi. Totalnya kini mencapai 2 juta pohon yang menghidupkan Telok Bangko.

Konservasi ini berkembang menjadi wisata edukasi yang selalu dipenuhi anak-anak sekolah. Mereka belajar eco-print, memahami pohon mangrove, hingga dikenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Suara tawa anak-anak dan langkah kecil mereka di jembatan kayu menjadi pemandangan harian di Telok Bangko.

Asisten Vice President TJSL PKT, Uchin Mahazaki, mengatakan bahwa tempat ini bukan hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga menjadi mitra ideal untuk program konservasi perusahaan di masa mendatang.

Tak hanya itu, Kelompok Telok Bangko kini mampu memproduksi bibit mangrove secara mandiri. Bibit berusia tiga bulan dan tinggi satu meter telah dipesan instansi lain seperti Kodim 0909/Kutim. Setiap bibit dijual Rp10–15 ribu, menjadi tambahan ekonomi bagi kelompok masyarakat.

Kawasan ini juga memproduksi berbagai produk turunan mangrove: sirup, dodol, amplang, pewarna makanan alami, bahkan olahan tepung berbahan dasar mangrove. Di luar pendapatan dari tiket wisata, produk-produk ini membuat penghasilan Telok Bangko mencapai Rp300–400 juta per tahun.

Di bangku panjang di tengah jembatan kayu, Hadi sering duduk memandangi hutan yang ia tanam sendiri. Ia pernah hanya ingin menyelamatkan rumahnya dari abrasi. Kini, wilayah itu berkembang menjadi kawasan konservasi, wisata edukasi, pusat ekonomi warga, dan laboratorium alam bagi para peneliti.

“Menanam mangrove bukan hanya menahan abrasi, tapi kewajiban menjaga alam. Saya tidak akan setop. Ini harus jadi warisan untuk anak cucu,” ucapnya pelan, penuh keyakinan.

Telok Bangko kini bukan hanya hutan mangrove—ia adalah bukti bahwa satu tekad tulus dapat menumbuhkan dua juta pohon dan melindungi masa depan pesisir Bontang. (rafiii/tim redaksi)

Editor: Agus S

Dishub Kaltim Bangun Fasilitas Tambat Baru di Mahakam untuk Tertibkan Ponton Batu Bara

0
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, Ahmad Maslihuddin. (Foto: Hanafi/MKN)

SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur sedang menyiapkan pembangunan fasilitas tambat khusus di Sungai Mahakam untuk menertibkan ponton batu bara yang selama ini berlabuh di tengah sungai. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, terutama saat kapal-kapal melintasi Jembatan Mahakam Samarinda yang dikenal sebagai titik paling rawan.

Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, Ahmad Maslihuddin, mengatakan fasilitas tambat baru menjadi bagian dari program sinkronisasi transportasi sungai dalam kerangka Jospol Pemprov Kaltim.

“Selama ini sebagian ponton berlabuh di tengah sungai, terutama ketika melewati Jembatan Mahakam. Posisi ini sangat berisiko, terutama saat arus deras atau cuaca buruk. Dengan fasilitas baru, kapal-kapal akan diarahkan ke lokasi yang lebih aman,” ujar Masli.

Fasilitas tambat akan dibangun di dua titik strategis: hilir Sungai Lais dan hulu dekat Dermaga Sungai Kunjang. Pengerjaan ditargetkan selesai pada akhir 2026. Selain sebagai tempat tambat, area ini juga berfungsi memperlancar alur pelayaran sehingga kapal-kapal besar, kapal patroli, dan kapal pengangkut batu bara dapat bergerak lebih tertib saat melintasi wilayah jembatan.

“Selain menertibkan kapal, fasilitas ini mempermudah navigasi kapal patroli dan kapal besar lainnya. Kami ingin memastikan alur pelayaran Mahakam, khususnya di sekitar Jembatan Mahakam, tetap aman dan lancar,” lanjut Masli.

Ia menegaskan bahwa penataan lalu lintas sungai tidak bisa ditunda. Masih banyak ponton yang berlabuh sembarangan sehingga meningkatkan risiko tabrakan, terutama pada malam hari atau dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Kalau terlalu padat di tengah sungai, risiko kapal saling bersenggolan tinggi. Dengan fasilitas baru, kami bisa mengurangi potensi kecelakaan dan memastikan jalur pelayaran lebih aman,” tambahnya.

Pembangunan fasilitas tambat ini juga menjadi pintu masuk bagi Dishub Kaltim dalam memodernisasi dermaga serta infrastruktur pendukung lainnya di sepanjang Mahakam. Selain keselamatan, program ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas transportasi sungai, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dan menyiapkan Mahakam sebagai jalur strategis industri pelayaran Kaltim ke depan.

“Ini bagian dari komitmen Pemprov Kaltim melalui Jospol untuk memastikan transportasi sungai aman, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Fasilitas ini ke depan akan menjadi model untuk tambatan dan dermaga lainnya,” tutup Masli. (rb)

Editor: Agus S

Video Balap Liar Viral, Satlantas Samarinda Amankan 4 Motor, 2 Joki, dan 2 Mekanik

0
2 kendaraan motor diamankan oleh unit lantas Turwali Polresta Samarinda. (Ist)

SAMARINDA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda bergerak cepat setelah aksi balap liar di Jalan Kusuma Bangsa viral di media sosial. Dalam penindakan yang berlangsung usai penyelidikan, polisi berhasil mengamankan empat sepeda motor, dua joki, serta dua mekanik yang diduga turut terlibat dalam aksi kebut-kebutan tersebut.

Aksi balapan tersebut diketahui terjadi pada Selasa (2/12/2025) tengah malam. Rekaman videonya menyebar luas dan membuat masyarakat resah karena dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan bahwa video viral menjadi petunjuk awal untuk melacak para pelaku. Investigasi dilakukan secara gabungan oleh Satlantas dan Samapta.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat dan rekaman video yang beredar. Dari situ kami memastikan balap liar memang terjadi di kawasan Kusuma Bangsa,” jelasnya saat konferensi pers, Jumat (5/12/2025).

Saat polisi mendatangi lokasi, para pelaku tidak ditemukan sedang beraksi. Namun, hasil penyelidikan berhasil mengarah pada identifikasi kendaraan dan orang-orang yang terlibat.

“Ketika kami sampai, mereka sudah tidak ada. Tapi dari penyelidikan, kami berhasil mengamankan empat motor serta joki dan mekaniknya,” ujar Kompol La Ode.

Pemeriksaan awal menemukan sejumlah pelanggaran, mulai dari modifikasi kendaraan yang tidak sesuai aturan hingga kelengkapan administrasi yang tidak sah. Motor-motor tersebut dinilai sangat berbahaya jika digunakan di jalan raya.

“Balap liar jelas melanggar hukum. Banyak motor tidak standar dan tidak lengkap. Kami lakukan penilangan, dan kendaraan akan ditahan minimal tiga bulan,” tegasnya.

Dua joki sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara dua lainnya masih dalam pencarian. Polisi juga mengamankan dua mekanik yang diduga menyiapkan sepeda motor khusus untuk balap liar.

Salah satu mekanik, Riski, mengakui bahwa dirinya melakukan penyetelan mesin untuk dua motor berbeda. “Biasanya saya nyetel malam. Dua motor itu memang disiapkan untuk dua joki,” ucapnya.

Penyidik kini mendalami kemungkinan adanya unsur taruhan di balik aksi balap liar tersebut.

“Unsur perjudian masih kami kaji. Kami butuh pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah ada taruhan dalam kegiatan ini,” kata Kompol La Ode.

Seluruh pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polresta Samarinda. Polisi memastikan akan meningkatkan patroli di lokasi rawan demi mencegah aksi balap liar yang dapat membahayakan nyawa banyak orang. (rb)

Editor: Agus S

Keluarga Veteran Tolak Pengosongan Rumah, Minta Presiden Turun Tangan Hentikan Tindakan Kodam Jaya

0
Warga Kompleks Pejuang Berlan menggelar aksi damai di Patung Kuda, Jakarta, menolak pengosongan paksa rumah oleh Kodam. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Puluhan warga Kompleks Pejuang Berlan, Matraman, Jakarta Timur, menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jumat (5/12/2025), memprotes pengosongan paksa rumah mereka oleh Kodam Jaya. Aksi ini digelar menyusul eksekusi dua rumah yang telah dilakukan pada 12 dan 26 November lalu, dan rencana eksekusi lima rumah berikutnya.

Pengacara warga, Gilbert Pasaribu, menegaskan bahwa rumah-rumah tersebut telah dihuni keluarga veteran sejak lebih dari tujuh dekade, dan merupakan warisan sah yang diberikan kepada para pejuang pasca-perang kemerdekaan melawan Belanda.

“Pertama, kami memohon perlindungan langsung kepada Presiden atas upaya pengosongan rumah yang dilakukan Kodam Jaya. Para penghuni adalah keluarga veteran yang tinggal secara sah,” ujar Gilbert.

Ia mengungkapkan, keluarga veteran sudah mengirim surat permohonan kepada Presiden Prabowo, namun hingga kini belum menerima jawaban resmi. Ketidakpastian itu membuat warga semakin gelisah.

“Sampai hari ini belum ada balasan. Sementara tekanan di lapangan terus meningkat dan warga, terutama lansia, sangat cemas,” katanya.

Gilbert juga menuding adanya tindakan intimidatif dalam proses pengosongan. Sejumlah warga lanjut usia disebut mengalami tekanan psikologis akibat pendekatan aparat yang dinilai tidak manusiawi.

“Kami melaporkan tindakan intimidatif yang dilakukan Mayor Ilyun Idham saat pengosongan berlangsung. Hal ini sangat meresahkan warga, terutama para orang tua dan keluarga veteran,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, seorang putra pejuang menyampaikan langsung harapan besar keluarga veteran agar Presiden Prabowo bersedia bertatap muka dengan mereka untuk mendengar penjelasan sejarah rumah-rumah tersebut.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto mau mendengarkan keluhan kami. Pertemuan langsung penting agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ungkapnya.

Warga menegaskan bahwa Presiden perlu mengetahui asal-usul rumah mereka yang telah ditempati sejak 1951, termasuk bagaimana hunian itu diberikan kepada para veteran oleh pihak Belanda atau KNIL setelah masa konflik.

“Pak Prabowo harus tahu bagaimana orang tua kami memperoleh rumah itu setelah masa perang melawan penjajah,” tuturnya.

Aksi berlangsung penuh emosi. Warga berorasi bergantian dan membacakan puisi berisi kegelisahan serta penolakan atas upaya pengosongan yang mereka anggap tidak menghargai jasa para pejuang bangsa.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa rumah-rumah di kawasan Berlan rencananya akan digunakan sebagai tempat tinggal pangdam dari Kalimantan. Namun warga menolak tegas, menyatakan bahwa penghuni sah adalah keturunan veteran yang telah menjaga kawasan tersebut selama lebih dari 70 tahun. (rb)

Editor: Agus S

Maskapai Asing Lirik Samarinda, DPRD Kaltim: Mobilitas Warga ke Malaysia–Brunei Sangat Besar

0
M. Husni Fahruddin, Anggota Komisi II saat diwawancarai di Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional dari Bandara APT Pranoto Samarinda menuju Kuala Lumpur disambut positif oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim, M. Husni Fahruddin. Ia menilai minat maskapai luar negeri untuk masuk ke Samarinda menunjukkan besarnya mobilitas warga Kalimantan Timur ke negara tetangga.

Husni menegaskan ketertarikan maskapai asing bukan keputusan mendadak. Menurutnya, mereka melihat potensi penumpang yang kuat, terutama warga Kaltim yang rutin bepergian ke Malaysia dan Brunei.

“Saya lihat ekspansinya seperti Brunei Airways itu sudah banyak. Kalau mereka buka di situ, berarti mereka tertarik dengan potensi masyarakat Kaltim yang memang sering ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pola perjalanan masyarakat Kaltim—mulai dari kebutuhan berobat, pendidikan, hingga aktivitas bisnis—menjadi alasan maskapai internasional memetakan pasar di Samarinda.

“Banyak orang Kaltim berobat di Kuala Lumpur, di Brunei, sekolah di sana. Itu yang membuat mereka tertarik memberikan penerbangan murah ke sana,” jelasnya.

Masuknya maskapai asing dinilai membawa dampak positif. Selain menambah pilihan rute, hal ini sekaligus menjadi alarm bagi sektor layanan lokal, terutama rumah sakit, untuk meningkatkan kualitas agar masyarakat tidak perlu pergi ke luar negeri.

“Kalau banyak orang Kaltim ke sana untuk berobat, harusnya rumah sakit di Kaltim ditingkatkan kualitasnya. Saya pikir sehat saja kompetisinya,” katanya.

Terkait kesiapan Bandara APT Pranoto, Husni menyebut keputusan maskapai internasional membuka rute baru menjadi indikator bahwa fasilitas bandara sudah dianggap memenuhi standar.

“Kalau mereka sudah masuk, berarti mereka sudah melihat bahwa fasilitas yang ada di APT Pranoto sudah oke,” terangnya.

Ia menegaskan momentum ini perlu dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebutuhan masyarakat, sehingga mobilitas ke luar negeri dapat ditekan melalui peningkatan layanan di Kaltim.

“Kalau itu bisa kita benahi di Kaltim sehingga mereka tidak ke luar daerah, kan lebih bagus,” tutup Husni. (rb)

Editor: Agus S