Beranda blog Halaman 417

Survei DP3AKB Ungkap Beragam Perilaku Berisiko Remaja Bontang, Kesehatan Mental Paling Dominan

0
Sambutan wali kota dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. (ist)

BONTANG – Hasil Survei Perilaku Remaja 2025 yang dilakukan DP3AKB membuka fakta serius tentang kondisi remaja di Kota Bontang. Data tersebut dipaparkan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Auditorium 3D, Jalan Awang Long, Kamis (04/11/2025).

Dari total 1.621 responden berusia 10 hingga 24 tahun, gangguan kesehatan mental menjadi persoalan paling menonjol. Sebanyak 46,9 persen remaja mengaku mengalami kecemasan berlebihan, sementara 20,2 persen lainnya mengalami keluhan mental lain.

Neni menilai kondisi tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari tekanan akademik, paparan media sosial, hingga minimnya dukungan lingkungan keluarga.

“Yang paling tinggi itu kecemasan, dan remaja perempuan angkanya lebih besar. Ini harus segera ditangani secara serius,” ujarnya.

Selain persoalan mental, survei juga mengungkap sejumlah perilaku seksual dan psikoseksual yang dinilai berisiko. Tercatat 16,9 persen remaja mengakses video porno, 9,1 persen mengaku tertarik sesama jenis, dan 8,3 persen melakukan masturbasi. Sebagian lainnya diketahui pernah berciuman, berpelukan, melakukan petting, bahkan berhubungan seksual meski angkanya masih di kisaran 0,6 persen.

Neni menekankan, bahwa sebagian perilaku tersebut memang bisa muncul pada fase perkembangan remaja. Namun tanpa pendampingan dan edukasi yang memadai, hal itu justru dapat menimbulkan masalah psikologis lanjutan.

“Kalau tidak diberi pemahaman yang benar, anak-anak akan mencari jawaban sendiri. Jika pemahaman kurang malah berbahaya,” ujarnya.

Selain itu, survei tersebut juga mencatat perilaku berisiko lain, yakni konsumsi alkohol dan lem sebesar 1,4 persen, penggunaan narkoba 0,5 persen, serta akses terhadap pinjaman online dengan persentase yang sama. Menurut Neni, temuan ini akan ditangani dengan pendekatan khusus yang lebih manusiawi.

Menindaklanjuti hasil survei ini, Pemerintah Kota melalui DP3AKB Kota Bontang akan melakukan klasifikasi untuk menentukan pola penanganan yang tepat. Neni menegaskan bahwa persoalan remaja tidak bisa diselesaikan secara sektoral.

“Ini harus ditangani bersama. Perlu adanya keterlibatan mulai dari guru, orang tua, psikolog, hingga pemerintah. Anak-anak harus dirangkul, bukan ditinggalkan begitu saja,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polda Kaltim Tetapkan 3 Tersangka Skandal RPU Rp 25 M

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Ramlah)

SANGATTA – Polda Kalimantan Timur resmi menetapkan tiga tersangka skandal korupsi pada proyek Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp 25 miliar di Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur (Kutim). Tiga tersangka itu masing-masing GB, DJ, dan PR, setelah menggelar konferensi pers pada Rabu (3/12/2025) kemarin.

Dalam kasus yang berlangsung sejak Maret hingga Desember 2024 tersebut, negara mengalami kerugian hingga Rp10,8 miliar. Polisi telah mengamankan aset sekitar Rp7 miliar sebagai pemulihan awal.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, tidak menutup-nutupi bahwa skandal RPU mencoreng nama baik daerah. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya meningkatkan skor Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun justru kembali terpuruk pada 2024.

“Ya, kita tercoreng sebenarnya dengan adanya itu. MCP KPK sudah kita sepakati untuk diwujudkan, tapi ternyata terjadi juga tipikor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/12/2025).

Kutim sebelumnya menunjukkan tren perbaikan dalam pencegahan korupsi pada 2020–2023. Namun tahun 2024 menjadi titik balik yang pahit: skor MCP merosot drastis dan menempatkan Kutim di peringkat terbawah dari 10 daerah di Kalimantan Timur. Jimmi menilai momentum perbaikan yang sempat mengangkat Kutim ke posisi ke-8 kini “hilang arah”.

“Turun atau tidak itu tergantung komitmen kita untuk melaporkan kasus. Kalau kasus RPU itu kan kejadian tahun lalu,” sebutnya.

Jimmi menegaskan, meski DPRD memiliki fungsi pengawasan, fokus lembaga legislatif berada pada kebijakan dan penganggaran dalam perda APBD. Pengawasan teknis proyek berada di tangan perangkat daerah seperti Inspektorat Wilayah (Itwil) dan lembaga audit seperti BPK.

Ia berharap kasus ini menjadi tamparan serius bagi seluruh dinas di Kutim. “Kewenangan kita mengawasi kebijakan, apakah betul-betul memihak masyarakat atau tidak. Untuk dinas-dinas lain, jangan diulangi seperti itu,” tegasnya.

Skandal RPU tidak hanya memunculkan pertanyaan soal profesionalitas perangkat daerah, tetapi juga kembali menguji komitmen Kutim dalam memerangi korupsi. Dengan skor MCP yang jeblok dan kasus besar yang mencuat, publik menanti apakah perbaikan sistem pengawasan benar-benar akan dilakukan atau sekadar menjadi slogan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

PD Salimah Bontang Suarakan Isu Kekerasan Digital di Kampanye Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

0
Para peserta dan pemenang Lomba Kampanye Anti Kekerasan Perempuan dan Anak saat menerima penghargaan di Auditorium 3 Dimensi Bontang. (Ist)

BONTANG – PD Salimah Kota Bontang meraih prestasi membanggakan dengan menempati posisi Juara 3 dalam Lomba Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang. Kegiatan berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Rabu (3/12/2025), dan diikuti enam peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bontang, seluruhnya merupakan ketua organisasi perempuan.

Ajang ini menampilkan berbagai kampanye kreatif yang fokus pada isu kekerasan, termasuk kekerasan digital yang kini semakin marak menyasar perempuan serta anak. Penilaian dilakukan oleh tiga juri, yaitu Abdul Hakim, Suriadi Said, dan Nur Kalbi Agus Haris, dengan indikator ketepatan pesan, kreativitas, teknik komunikasi, dan relevansi isu.

Para pemenang dalam lomba tersebut yaitu:

  1.  Juara 1 – Rahayu Rusdiyanti (Ketua TP PKK Kecamatan Bontang Utara)
  2. Juara 2 – Delfi Inggria (Ketua TP PKK Kelurahan Tanjung Laut), dengan kampanye “Kami Tidak Akan Diam, Kekerasan Digital Harus Dilawan”
  3. Juara 3 – Nur Rohmawati (Ketua PD Salimah Kota Bontang), dengan kampanye “Akhiri Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak Perempuan”

Delegasi PD Salimah Bontang dalam kampanyenya menekankan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi ancaman kekerasan digital yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Sebagai perempuan sekaligus ibu, mari kita meningkatkan literasi digital agar terhindar dari kekerasan digital serta lebih disiplin mengawasi anak-anak saat menggunakan gadget, terutama saat bersosial media. Yang tidak kalah penting adalah kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan komunitas perempuan agar korban memiliki ruang aman untuk melapor. Faktanya, masih banyak perempuan dan anak yang takut bersuara,” demikian salah satu pesan dalam kampanye tersebut.

Pesan tersebut mendapat perhatian peserta karena relevan dengan maraknya kasus perundungan daring, pencurian data, hingga penyalahgunaan konten digital yang banyak menyasar perempuan dan anak, namun sering tidak dilaporkan.

Ketua panitia mengingatkan bahwa peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi ajakan moral agar masyarakat lebih peka dan berani bertindak terhadap berbagai bentuk kekerasan.

“Kekerasan tidak hanya merusak fisik dan psikis, tetapi juga menghancurkan masa depan dan kualitas generasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran PKK, GOW, dan DWP sebagai organisasi dengan jaringan luas untuk menjadi pelopor edukasi, pencegahan, serta advokasi terkait isu kekerasan.

Dengan capaian ini, PD Salimah Bontang berharap dapat terus memperkuat edukasi masyarakat mengenai kekerasan digital, dan memperluas ruang aman bagi perempuan serta anak.

Organisasi ini berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Kota Bontang yang aman, ramah, serta peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. (rls)

Editor: Yusva Alam

Diskominfo Sosialisasi Evaluasi Keandalan Internet Gratis ke Ketua RT se-Bontang

0

Diskominfo Bontang mengumpulkan seluruh Ketua RT untuk mengevaluasi layanan internet gratis yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan jaringan tetap andal, merata, dan sesuai kebutuhan warga di setiap lingkungan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb4des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Distrik Kenari Waterpark Dilirik Santika Indonesia, Minat Bangun Hotel di Bontang

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Distrik Kenari Waterpark Bontang kembali menarik minat investor nasional. Santika Indonesia Hotels & Resorts, salah satu jaringan perhotelan terbesar di Indonesia, menyatakan ketertarikan untuk membuka hotel baru di kawasan komersial tersebut.

Business Development Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts menyampaikan ketertarikan itu dalam komunikasi awal dengan tim Distrik Manajemen Kenari Waterpark. Dalam pembicaraan tersebut, kawasan Kenari dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan daya tarik pasar yang terus berkembang.

“Area Kenari ini sangat strategis. Berada satu kawasan dengan McDonald’s dan Mie Gacoan yang beroperasi 24 jam, menjadikan lokasi ini memiliki market attraction yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Distrik Marketing Kenari Waterpark Bontang, Arsyad, membenarkan adanya penjajakan tersebut dan menyambutnya dengan positif. Ia menjelaskan bahwa Kenari Waterpark memang dikembangkan sebagai growth district yang mengintegrasikan wisata, kuliner, dan komersial.

“Kami sangat terbuka dan siap mendampingi pihak Santika dalam proses peninjauan. Kehadiran Hotel Santika akan memperkuat ekosistem wisata dan komersial di kawasan ini,” kata Arsyad.

Sebagai langkah lanjutan, pihak Santika dijadwalkan melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi lapangan, mempelajari potensi pembangunan hotel, dan menilai kesiapan infrastruktur pendukung.

Rencana hadirnya hotel jaringan nasional di Distrik Kenari diproyeksikan memberi dampak ekonomi signifikan, mulai dari peningkatan kunjungan wisata, pertumbuhan sektor kuliner dan retail, hingga peningkatan nilai kawasan. Kehadiran hotel baru juga akan menambah pilihan akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bontang.

Tim Distrik Manajemen Kenari Waterpark memastikan siap memberikan seluruh informasi dan dukungan teknis yang diperlukan selama proses eksplorasi berlangsung. (rls)

Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Penjualan, 57 Pengusaha UMKM Belajar Desain Kemasan dan Aspek Hukum

0
Sosialisasi kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro di Uttara Cafe. (Ist)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang kembali menggelar sosialisasi kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro, Rabu (3/12/2025) di Uttara Cafe.

Kegiatan ini diikuti 57 pengusaha UMKM yang terdiri dari wirausaha baru dan pengusaha UMKM yang telah memiliki sertifikat halal.

Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP Bontang, Agus Arianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan, membantu membuka peluang usaha, dan meningkatkan pemasaran bagi pengusaha UMKM.

“Berisikan materi-materi yang bisa diaplikasikan di tempat usaha masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkannya, materi yang diberikan kali ini terkait teknik desain kemasan atau desain packaging. Katanya, masalah ini terlihat sepele padahal sebenarnya dengan teknik ini mampu meningkatkan penjualan produk.

“Kenapa begitu? Karena yang pertama kali dilihat konsumen itu kemasannya. Kalau kemasannya bagus maka akan dipilih konsumen,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menghadirkan kejaksaan negeri, agar bisa membagikan aspek-aspek hukum dan pelayanan-pelayanan yang bisa digunakan untuk pengusaha UMKM. Banyak pelayanan yang bisa digunakan utamanya di aspek perdata dan tata usaha negara.

“Kalau pengusaha UMKM ada masalah terkait perdata atau tata usaha negara, ada tempat berdiskusi dan berkonsultasi,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Dari Adiwiyata hingga Kalpataru, DLH Beri Penghargaaan pada Pelestari Lingkungan

0
Pemberian penghargaan lingkungan hidup. (Syakurah)

BONTANG – Penganugerahan penghargaan lingkungan hidup diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Rabu (3/12/2025) di Pendopo Rujab Wali Kota.

Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kota Bontang, terhadap berbagai pihak yang berkontribusi aktif dalam pelestarian lingkungan.

Terdapat lima kategori penghargaan yang diberikan, yakni Penghargaan Adiwiyata, Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim), Penghargaan Kalpataru, Kelurahan Bersih dan Hijau, serta Apresiasi Dunia Usaha Peduli Lingkungan.

Penghargaan Adiwiyata sendiri merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga sekolah, terkait pelestarian lingkungan hidup melalui penerapan perilaku ramah lingkungan di lingkungan pendidikan.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo menyampaikan perlunya kolaborasi, khususnya di perusahaan. Pihaknya telah berpesan terkait dengan program-program di perusahaan maupun industri dan jasa termasuk rumah sakit saat, diharapkan untuk pengolahan sampah dikelola di masing-masing perusahaan khusus organik dan non organik.

“Kita berharap ke depannya dapat mengurangi pembuangan sampah ke TPA,” terangnya.

Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota
1. SD Negeri 007 Bontang Selatan
2. SD Negeri 012 Bontang Selatan
3. SD Islam Terpadu Cahaya Fikri
4. SD Swasta Kreatif Muhammadiyah 2

Penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi
1. SD Negeri 016 Bontang Selatan (Tihi-Tihi)
2. SD Negeri 010 Bontang Selatan
3. SMP Negeri 6 Bontang
4. SMP Negeri 9 Bontang

Penghargaan Kalpataru “Penyelamat Lingkungan”
Bapak Jusman, atas keberhasilannya merehabilitasi terumbu karang di kawasan perairan Tabok Batang, Kota Bontang, yang sebelumnya merupakan lokasi pengeboman ikan oleh nelayan. Kini kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu lokasi wisata bahari dan titik selam terbaik di Kalimantan Timur.

Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim)
ProKlim Kampung Kamis (Kampung Minim Sampah), Kelurahan Tanjung Laut Indah. Penghargaan diberikan kepada Lurah Tanjung Laut Indah.

Penghargaan Lomba Video Lingkungan Hidup
Juara 1: Laskar Nusa
Juara 2: Decima Team
Juara 3: Vidat KALCER

Pemberian Apresiasi Peserta Lomba Video Lingkungan Hidup:
1. Cipta Citra Patra I
2. Cipta Citra Patra V
3. Man Pelindung
4. SMAGA Kreator Karya Hijau
5. Cipta Citra Patra IV
6. Smanda Green Rangers
7. Cipta Citra Patra II

Penghargaan Kelurahan Bersih dan Hijau
Harapan 2: Kelurahan Lok Tuan
Harapan 1: Kelurahan Belimbing
Juara 3: Kelurahan Tanjung Laut Indah
Juarara 2: Kelurahan Berebas Tengah
Juara 1: Kelurahan Gunung Elai

Apresiasi Dunia Usaha Peduli Lingkungan
PT Badak NGL
PT Pupuk Kaltim
PT Kaltim Parna Industri
PT Indominco Mandiri

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Kutim Siaga Penuh Sambut Nataru

0
Jelang Nataru, Polres Kutim gelar rapat koordinasi internal operasi lilin 2025. (Ramlah)

SANGATTA — Polres Kutim menetapkan status siaga penuh jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Internal Operasi Lilin 2025 yang digelar di Ruang Vicon Polres Kutim, Rabu (3/12/2025).

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memaparkan tiga fokus utama pengamanan, yakni stabilitas harga sembako, pengamanan gereja saat ibadah Natal, serta peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana.

Pada sektor pangan, Kapolres menugaskan para Kasat dan Kapolsek untuk melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap harga Bahan Pokok Penting (Bapokting), mencakup beras, minyak goreng, dan gula. Pemantauan ini merupakan bagian dari tugas Satgas Pangan untuk mencegah lonjakan harga menjelang libur akhir tahun.

“Stabilitas harga harus dipastikan. Jangan sampai ada permainan yang merugikan masyarakat,” tegas Kapolres.

Polres Kutim juga menyiapkan pola pengamanan untuk 180 gereja yang akan melaksanakan ibadah Natal. Koordinasi dengan pengurus gereja menjadi prioritas untuk memastikan pengaturan jadwal ibadah, manajemen parkir, hingga mekanisme pemeriksaan jemaat. Seluruh personel diminta bersikap humanis dan tidak mengganggu kekhidmatan ibadah.

Selain itu, prediksi BMKG mengenai potensi hujan lebat di Kutim, PPU, Berau, Samarinda, dan Balikpapan pada awal Desember menjadi perhatian serius. Kapolres menginstruksikan pemeriksaan ulang seluruh peralatan SAR dan kesiapan personel, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Patroli lalu lintas juga diperintahkan ditingkatkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat kondisi cuaca ekstrem.

“Kita harus tetap waspada. Semua potensi kerawanan harus diantisipasi,” ujar AKBP Fauzan.

Tak hanya pengamanan gereja, jajaran Polsek juga diperintahkan memantau peredaran petasan serta memastikan kesiapan objek wisata yang diprediksi ramai dikunjungi warga. Kolaborasi dengan TNI, Satpol PP, Dishub, dan instansi lain kembali dikuatkan demi memastikan pelaksanaan Operasi Lilin berjalan optimal.

Dengan rangkaian langkah pengamanan tersebut, Polres Kutim optimistis perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif di seluruh wilayah Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

IKN Perketat Pengawasan Tahura Bukit Soeharto, Satgas Pasang Plang Larangan Aktivitas Ilegal

0
Otorita IKN memperkuat upaya menjaga kawasan hutan dan mencegah kerusakan lingkungan dengan menggelar Rapat Koordinasi dan pemasangan papan larangan aktivitas ilegal di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Rabu (03/12/2025). Foto; Istimewa

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat langkah penjagaan kawasan hutan dengan menggelar rapat koordinasi dan pemasangan papan larangan aktivitas ilegal di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Rabu (03/12/2025). Langkah ini menjadi upaya strategis untuk memastikan pembangunan IKN tetap selaras dengan rencana tata ruang serta menjaga kawasan hutan yang menjadi tulang punggung konsep kota hutan.

Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Aktivitas Ilegal Otorita IKN memfokuskan penanganan pada sejumlah pelanggaran, antara lain penambangan tanpa izin, perambahan hutan, pembukaan lahan, hingga pembangunan di area yang tidak sesuai peruntukan. Agenda rapat turut melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, Kejaksaan, Pemerintah Daerah Kaltim, akademisi, organisasi lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Rapat tersebut digelar untuk menyerap masukan sekaligus menyusun langkah perbaikan program Satgas untuk tahun 2026. Setelah sesi diskusi, Satgas bersama jajaran instansi terkait langsung memasang papan larangan di empat titik rawan aktivitas ilegal di dalam kawasan Tahura Bukit Soeharto.

Sejauh ini Satgas telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari koordinasi lintas-instansi, patroli gabungan, pemasangan rambu peringatan, pengumpulan dan klarifikasi data lapangan, sosialisasi terkait aktivitas ilegal, hingga proses penegakan hukum bagi pelaku perusakan dan penambangan tanpa izin di kawasan konservasi.

Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan Otorita IKN, Agung Dodit Muliawan, menegaskan bahwa pembangunan IKN harus berlandaskan penataan ruang yang jelas. Ia mengingatkan bahwa wilayah IKN bukan area yang bisa dimanfaatkan secara bebas.

“IKN dibangun atas dasar perencanaan. Setiap zona sudah memiliki peruntukan. Dari total 252 ribu hektare wilayah IKN, hanya sekitar 25 persen yang digunakan untuk kota, sementara 65 persen menjadi kawasan hutan dan lindung, dan 10 persen untuk kawasan ketahanan pangan,” ujarnya.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro, menyatakan pemasangan plang menjadi peringatan tegas agar masyarakat tidak melakukan perambahan secara ilegal.

“Setelah dipasang, kita berharap tidak ada lagi aktivitas ilegal. Jika masih terjadi pelanggaran, penegakan hukum akan dilaksanakan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Komitmen dukungan juga disampaikan Polri. Kepala Subdirektorat Pengamanan Objek Wisata dan Sumber Daya (Waster) Ditpamobvit Polda Kaltim, Fauzi Ahmad, memastikan kepolisian akan terus menjadi mitra aktif dalam pengamanan kawasan IKN.

“Mulai dari Polda hingga tingkat polsek, kami berkomitmen mendukung penuh agenda pembangunan IKN, baik penindakan, pencegahan, maupun edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, berbagai aspirasi disampaikan para pemangku kepentingan, mulai dari isu reklamasi pascatambang, riset kehutanan berbasis kampus, hingga pemberdayaan masyarakat dalam upaya penanggulangan. Pada periode 2025–2026, Satgas memusatkan fokus pada Tahura Bukit Soeharto yang menjadi garda penting konservasi hutan.

Otorita IKN menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kelestarian hutan bergantung pada kolaborasi lintas-instansi dan pelibatan masyarakat. Upaya ini menjadi pondasi utama dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota hutan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (riz)

Editor: Agus S

Wanita 53 Tahun di Tenggarong Ditangkap, Simpan Sabu dan 999 Butir Double L di Rumahnya

0
Tersangka Y (53) pengedar sabu dan ribuan pil Double L di Tenggarong. (Istimewa)

TENGGARONG – Upaya Polres Kutai Kartanegara memberantas peredaran narkotika dan obat keras di wilayah Tenggarong kembali membuahkan hasil. Seorang wanita berusia 53 tahun berinisial Y ditangkap setelah kedapatan menyimpan sabu dan hampir seribu butir obat keras jenis Double L di rumahnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang resah melihat transaksi obat terlarang di sekitar Jalan Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh, pada Minggu (30/11/2025) malam sekitar pukul 20.25 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

Hasil penyelidikan mengarah pada sosok Yanti, yang tinggal di sebuah rumah kayu di tepi sungai kawasan Mangkuraja. Identitas terduga pelaku berhasil dipastikan pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 15.30 WITA.

Penyergapan dilakukan pada Selasa (2/12/2025) pukul 17.50 WITA. Saat Yanti terlihat masuk ke rumahnya di RT 017 Loa Ipuh, petugas langsung melakukan penangkapan. Tanpa perlawanan, pelaku diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penggeledahan di rumah dan badan tersangka membuahkan hasil signifikan. Polisi menemukan sabu seberat 0,41 gram, 999 butir Double L, alat hisap (bong), pipet kaca, sendok takar, serta satu unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk aktivitas transaksi.

Atas tindakan tersebut, Yanti kini dijerat dengan pasal berlapis. Ia dikenakan UU Narkotika No. 35 Tahun 2009 Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 112 Ayat (1), serta UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 Pasal 435 juncto Pasal 138 Ayat (2) dan (3) serta Pasal 436 Ayat (2).

Satresnarkoba Polres Kukar menegaskan proses hukum akan berjalan tuntas. Pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi terus dilakukan, sementara seluruh barang bukti telah disita dan dipersiapkan untuk proses peradilan. (sav)

Editor: Agus S