Beranda blog Halaman 421

Wali Kota Bontang Optimis Progres Pemasangan Jargas Rampung di 2026

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni optimistis bila pemasangan jaringan gas (jargas) gratis di 2026 cepat terselesaikan, dimana ada sebanyak 10.553 pemasangan.

Sebelumnya, untuk kontrak pemasangan jargas akan berakhir tepatnya di Juli 2026 mendatang, pihak kontraktor pun melakukan pemasangan sejak 15 Desember 2025 lalu.

“Optimis pasti selesai itu, dengan sebanyak 10 ribu lebih pemasangan, pastinya bisa tercapai dan terselesaikan di 2026 ini. Pokoknya 2026 harus selesai,” ucapnya, Sabtu (24/1/2026).

Sehingga pemerintah mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pemasangan jargas, serta mematuhi ketentuan keselamatan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Ini program dari pusat, kita pastinya harus support agar berjalan dengan baik. Toh untuk kesejahteraan masyarakat juga, jangan ada yang menghalangi program itu,” tambahnya.

Saat ini, pemasangan jargas gratis sudah mulai berlangsung di beberapa wilayah Bontang, dan juga sudah masuk dalam beberapa tahapan, seperti menggali lokasi untuk tempat memasang pipa, serta memasang beberapa komponen kompor di rumah-rumah warga.

Para pekerja yang berada di lapangan pun melakukan pemasangan mulai dari pukul 08.00 Wita, hingga pukul 15.00 Wita. Terkadang pekerja turut lembur hingga pukul 20.00 Wita, bila ada pekerjaan yang bisa langsung diselesaikan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

STITEK Bontang Gelar Wisuda ke-XIV, Luluskan 87 Wisudawan

0
Stitek Bontang menggelar kegiatan Wisuda ke-XIV di Hotel Grand Mutiara. (Ist).

BONTANG – Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang menggelar Wisuda ke-XIV dengan total 86 wisudawan, yang berlangsung di Hotel Grand Mutiara, KM 3 Bontang, Sabtu (24/1/2026) pagi.

Dari 87 total wisudawan, terdapat 69 mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika (TI), dan 17 mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro (TE).

Ketua STITEK Bontang, Zaini menyatakan bahwa wisuda di 2024 lalu atau wisuda ke-13 telah berdasarkan keputusan senat, yang dimana dapat terselenggara dengan kuota 75 wisudawan, sehingga periode wisuda ke-13 merupakan gabungan selama 2 tahun.

Akan tetapi, di 2025 kuota wisuda terlampaui dari penetapannya. Jumlah wisudawan pada wisuda ke-14 mencapai 87 orang. Hal ini menunjukkan peningkatan jumlah lulusan dibanding tahun sebelumnya.

“Selain ada peningkatan jumlah wisudawan, ada pula perbedaan lain yang signifikan dibanding dari tahun sebelumnya adalah bertambahnya jumlah program studi di 2024,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Kini Stitek Bontang memiliki empat program studi aktif. Kemudian pada 2026, Stitek Bontang memperoleh izin operasional untuk dua program studi baru, yakni Teknik Industri dan Teknik Lingkungan, sehingga total program studi yang dapat beroperasi menjadi enam program studi.

“Seiring dengan penambahan program studi tersebut, Stitek Bontang membuka penerimaan mahasiswa baru untuk enam program studi mulai Januari hingga Agustus 2026, dengan proses penerimaan yang dijadwalkan hingga September 2026,” tambahnya.

Selain itu, Stitek Bontang juga tengah mempersiapkan pembukaan satu program studi baru, yakni Program Studi Kewirausahaan. Program studi ini telah memperoleh rekomendasi baik dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI, maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Saat ini, program studi tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari kementerian terkait, seiring dengan proses persyaratan perubahan bentuk institusi yang masih berlangsung,” ungkapnya.

Sehingga ke depan, pembukaan program studi baru tersebut direncanakan akan berjalan seiring dengan proses perubahan bentuk institusi Stitek, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bankeu Bontang Diusulkan Rp 880 M Dapat Rp 88 M, Wali Kota: Masih Aman!

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Bantuan Keuangan (Bankeu) Kota Bontang di 2026 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan yang fantastis. Dari usulan Rp 880 miliar, hanya mendapat angka Rp 88 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa walaupun Bontang mengalami penurunan signifikan dan tidak menerima bantuan sesuai yang diajukan, akan tetapi sejauh ini masih terpantau aman.

Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berupaya untuk tidak mencari pinjaman ke bank atau kemanapun untuk menutupinya. Akan tetapi ada beberapa program yang tidak jadi direalisasikan.

“Masih aman, walaupun ada program yang tak jadi dilaksanakan, tapi insyaallah secara bertahap semuanya akan kita selesaikan. Kita berjalan sesuai dengan dokumen RPJMD,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Walaupun mengalami penurunan, Bankeu Bontang juga tak berdampak ke pelayanan publik, dimana pemkot malah memberikan bantuan ke warga kurang mampu di wilayah Bontang. Yakni pemberian bantuan uang tunai, sebesar Rp 300 ribu per bulannya selama setahun penuh.

“Tidak ada yang terdampak dari penurunan ini, buktinya kita memberikan bantuan Rp 300 ribu ke warga kurang mampu. Menaikan insentif guru ngaji juga jadi Rp 2 juta. Amanlah pokoknya, walaupun ada program yang tidak jadi berjalan, setidaknya kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Target Rampung Juli 2026, Progres Pemasangan Jargas Mulai Berjalan

0

Program jaringan gas rumah tangga di Bontang mulai memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah menargetkan proyek ini rampung pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya penyediaan energi yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Langsung baca e-paper lengkapnya melalui link berikut:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb24jan2026/mobile/

Ikuti perkembangan berita daerah, pembangunan, dan layanan publik secara aktual dan terpercaya hanya di Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Teror Jalan Poros Bontang–Samarinda dan Bahaya yang Dibiarkan

0
Trailer pembawa alat berat melintang dan menutup total Jalan Poros Bontang–Samarinda, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan antrean panjang kendaraan. Foto: Istimewa

Jalan Poros Bontang–Samarinda sekarang tidak aman. Berbahaya. Bukan semata karena kerusakan jalan, tetapi karena kombinasi tanjakan, kondisi permukaan, dan lalu lintas kendaraan berat yang makin padat. Situasi ini membuat kecelakaan berulang dan kemacetan panjang bisa terjadi kapan saja.

Faktanya, dalam beberapa bulan terakhir, poros Samarinda–Bontang sering lumpuh. Penyebabnya bukan hal baru. Masalah yang sama terus terulang. Setiap kali truk gagal menanjak atau trailer melintang, jalan langsung lumpuh. Syukur-syukur kalau masih bisa dilalui bergantian.

Situasi ini bukan peristiwa sekali. Setiap kejadian selalu berakhir dengan pola yang sama. Arus dua arah terhenti, kendaraan terjebak berjam-jam, dan risiko kecelakaan susulan meningkat.

Kondisi inilah yang membuat banyak pengendara kini selalu mencari informasi lebih awal tentang keadaan Jalan Poros Bontang–Samarinda sebelum bepergian. Sebagian bahkan langsung memilih jalur alternatif yang dinilai lebih aman, meski harus menempuh waktu lebih lama. Termasuk saya.

Selasa (20/1) lalu, saya melakukan perjalanan dari Bontang menuju Samarinda–Balikpapan dan kembali ke Bontang pada Jumat (23/1). Pengalaman seringnya kecelakaan di jalur utama membuat saya memilih jalur Muara Badak atau yang dikenal sebagai jalur pantai. Pulang-pergi saya gunakan jalur ini.

Ternyata kondisinya saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa kali saya melintas sebelumnya. Soal jalur ini, akan saya tulis di bagian lain.

Keputusan memilih jalur Muara Badak terasa tepat. Sebab, saat perjalanan kembali ke Bontang, Jumat sore (23/1), grup redaksi kembali menginformasikan terjadi kecelakaan di poros Samarinda–Bontang. Kejadiannya sore hari, saat saya masih melintas di kawasan Marangkayu pantai.

Jalan poros kembali macet panjang akibat trailer pembawa alat berat yang melintang di badan jalan. Kali ini terjadi di KM 22, Desa Santan Ulu.

Dalam catatan kami, kejadian semacam ini berulang. Pada 7 Januari 2026, truk pengangkut tiang beton gagal menanjak di KM 59, Desa Perangat, Kecamatan Marangkayu. Truk melintang dan menutup dua arah. Jalan lumpuh total.

Pada 16 Januari 2026, truk kontainer kembali tidak kuat menanjak di KM 68. Proses evakuasi memakan waktu hampir delapan jam. Arus lalu lintas baru bergerak menjelang siang, itu pun dengan antrean panjang dari dua arah.

Sebelumnya, pada 4 Desember 2025, kemacetan panjang terjadi di KM 43, Muara Badak. Rekaman antrean kendaraan menyebar luas di media sosial.

Pada November 2025, kecelakaan trailer di sekitar KM 32 Marangkayu membuat poros nyaris lumpuh hingga sembilan jam. Titik-titik lain juga kerap menjadi bottleneck, termasuk di KM 84 dekat Masjid Abah Nanang.

Jika dirunut, penyebabnya hampir selalu sama. Kendaraan berat dipaksa melintas di tanjakan dengan kondisi jalan yang tidak mendukung. Aspal bergelombang mengurangi daya cengkeram.

Saat truk kehilangan tenaga dan berhenti, tidak ada ruang untuk manuver. Jalan yang sempit membuat satu kendaraan saja cukup untuk menutup seluruh badan jalan.

Gambaran ini senada dengan keluhan yang disampaikan salah satu pejabat Pemkot Bontang. Ia menyebut, setidaknya empat kali trailer pengangkut paku bumi mengalami masalah di jalur Samarinda–Bontang.
Muatan tersebut diduga terkait proyek industri besar, termasuk pembangunan pabrik Soda Ash. Dalam satu perjalanan malam, ia mengaku bisa berpapasan dengan lima hingga enam trailer serupa, bahkan lebih.
Artinya, hampir setiap malam kendaraan berat dengan muatan ekstrem melintas di poros ini sampai kebutuhan proyek terpenuhi. Menurutnya, tanpa ketegasan pemerintah, terutama di tingkat provinsi, kejadian serupa akan terus berulang.

Dengan kualitas jalan, kontur tanjakan, dan sarana prasarana yang ada saat ini, poros Samarinda–Bontang seharusnya memiliki pembatasan yang jelas terkait jenis, muatan, dan waktu kendaraan berat melintas.

Jika tidak, puluhan kejadian trailer amblas dan jalan lumpuh hanya tinggal menunggu waktu.

Masalah lain yang tak kalah serius adalah lamanya proses evakuasi. Alat berat tidak selalu siaga di sekitar titik rawan. Petugas baru bergerak setelah jalan terlanjur lumpuh. Akibatnya, kemacetan berlangsung berjam-jam dan risiko kecelakaan susulan semakin besar.

Poros Bontang–Samarinda saat ini menanggung beban lalu lintas yang tidak seimbang. Truk kontainer, trailer alat berat, kendaraan pribadi, dan angkutan umum bercampur di jalur yang sama tanpa pengaturan ketat.

Solusi jangka pendek sebenarnya bisa segera dilakukan jika ada kemauan. Pembatasan jam operasional kendaraan berat di segmen rawan harus diterapkan secara tegas, terutama pada jam padat pagi dan sore. Kendaraan bermuatan besar tidak seharusnya melintas bebas pada waktu risiko tertinggi.

Pengangkutan alat berat dan trailer lowbed perlu pengawalan nyata. Pengawalan harus disertai kesiapan alat derek di radius dekat agar evakuasi bisa dilakukan cepat sebelum kemacetan memanjang.

Pos siaga permanen juga perlu dibangun di titik-titik rawan seperti KM 22, KM 32, KM 59, dan KM 68—pos yang benar-benar diisi personel, peralatan komunikasi, dan perlengkapan evakuasi dasar.

Di luar itu, pengawasan muatan dan kondisi kendaraan harus diperketat. Banyak truk dipaksa bekerja di ambang kemampuan mesin dan rem. Di jalan datar mungkin masih lolos, tetapi di tanjakan poros ini, kesalahan kecil bisa berdampak besar.

Namun solusi jangka pendek tidak cukup. Evaluasi desain geometrik jalan di segmen tanjakan harus menjadi perencanaan serius. Pelebaran jalur di titik kritis, perbaikan elevasi, hingga penyediaan jalur lambat khusus kendaraan berat bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan keselamatan.

Langkah semacam ini sebenarnya sudah dilakukan di beberapa titik. Seperti di kawasan Tanah Datar dan Gunung Menangis, di mana elevasi jalan dipangkas signifikan dan kini jauh lebih landai. Artinya, perbaikan serupa bukan hal mustahil untuk diterapkan di titik rawan lainnya.

Jalan Poros Bontang–Samarinda adalah urat nadi mobilitas dan ekonomi. Ketika jalan ini terus lumpuh, yang dirugikan bukan hanya pengguna jalan, tetapi aktivitas masyarakat secara luas. Keselamatan tidak boleh bergantung pada keberuntungan memilih jalur.

Keluhan tentang kondisi poros ini juga saya dengar secara langsung dari Zulkifli, Pembina STITEK sekaligus mantan Kepala Bappeda Kota Bontang, saat menghadiri Wisuda STITEK Bontang, Sabtu (24/1). Ia mengaku terpaksa menunda perjalanan ke Bontang setelah menerima informasi trailer pembawa alat berat melintang di poros utama. Ia baru berangkat setelah subuh, dengan pertimbangan kondisi jalan lebih memungkinkan. Inilah yang membuatnya terlambat hadir di acara wisuda.

Kejadian ini menunjukkan bahwa persoalan Jalan Poros Bontang–Samarinda sudah berdampak langsung pada aktivitas publik, bukan lagi sekadar keluhan pengguna jalan.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Modus Skip Scan Kurir Terbongkar, iPhone 17 Pro Max Raib, Perusahaan Rugi Rp98,9 Juta

0
Tersangka beserta barang bukti yang telah diamankan Polsek Sungai Kunjang. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA – Kepercayaan perusahaan ekspedisi dibayar mahal oleh ulah satu karyawan. Seorang kurir berinisial NA (24) di Samarinda diringkus polisi setelah terbukti menggelapkan paket ponsel premium senilai hampir Rp100 juta dengan modus manipulasi sistem pemindaian barang.

NA, yang bertugas sebagai kurir di kawasan Loa Bakung, diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai aksinya terendus manajemen perusahaan. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui sengaja tidak melakukan proses pemindaian (scan) pada paket bernilai tinggi saat tahap pemuatan barang di kantor pusat logistik di Jalan Jakarta.

Pelaku berpura-pura menjalankan prosedur kerja normal dengan memindai paket lain, sementara paket incaran disisihkan tanpa tercatat dalam sistem. Namun, ketidaksinkronan data incoming barang dengan daftar pengiriman memicu kecurigaan internal perusahaan.

Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Ning Tyas Widyas Mita, mengungkapkan bahwa rekaman CCTV menjadi bukti kunci yang memperlihatkan secara jelas aksi pelaku saat mengeluarkan paket tanpa prosedur resmi.

“Dari rekaman CCTV terlihat tersangka mengeluarkan paket tanpa melakukan scan. Ini yang kemudian menguatkan dugaan penggelapan dalam jabatan,” ujar AKP Ning Tyas dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).

Dalam penangkapan yang dilakukan Kamis (22/1/2026), polisi menyita barang bukti berupa satu unit iPhone 17 Pro Max 256 GB warna Cosmic Orange lengkap dengan kotaknya, serta satu unit iPhone 14 128 GB warna putih. Total kerugian perusahaan akibat perbuatan pelaku mencapai Rp98.996.000.

AKP Ning Tyas menegaskan, pengungkapan kasus ini menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha logistik dan karyawan ekspedisi. Menurutnya, sistem pengawasan digital tetap membutuhkan integritas sumber daya manusia.

“Kepercayaan adalah fondasi utama bisnis ekspedisi. Ketika itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, konsekuensinya adalah proses hukum,” tegasnya.

Saat ini, NA telah ditahan di Mapolsek Sungai Kunjang dan dijerat Pasal 488 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman pidana penjara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pura-Pura Isi BBM, Dua Pria Gasak HP Penjual Eceran di Loa Bakung

0
Tersangka beserta barang bukti yang telah diamankan oleh Polsek Sungai Kunjang. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura membeli BBM eceran berakhir di tangan polisi. Dua pria berinisial D (41) dan B (29) diringkus Unit Opsnal Polsek Sungai Kunjang setelah mencuri ponsel milik penjual BBM eceran di kawasan Loa Bakung, Samarinda.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/1/2026) pagi di Jalan M. Said, Gang Madurasa. Saat itu, korban tengah melayani pembeli BBM eceran, tanpa menyadari aksinya sedang dimanfaatkan pelaku.

Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Ning Tyas Widyas Mita, menjelaskan kedua tersangka telah membagi peran sebelum beraksi. Salah satu pelaku berpura-pura membeli BBM untuk mengalihkan perhatian korban, sementara rekannya masuk ke area warung.

“Saat korban fokus mengisi BBM ke kendaraan, salah satu tersangka masuk dan mengambil ponsel Realme C55 yang diletakkan di atas meja,” ujar AKP Ning Tyas dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1/2026).

Setelah berhasil menguasai ponsel korban, kedua pelaku langsung kabur tanpa membayar BBM yang telah diisi. Korban baru menyadari ponselnya hilang beberapa saat setelah para pelaku meninggalkan lokasi.

Berdasarkan laporan korban dan ciri-ciri pelaku, polisi melakukan penyelidikan dan pengejaran. Tersangka D berhasil ditangkap pada Jumat (22/1/2026) malam di Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur.

Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penangkapan tersangka B, yang diamankan beberapa jam setelah penangkapan pelaku utama.

“Barang bukti yang kami amankan berupa satu unit ponsel Realme C55 warna hitam milik korban, yang terkonfirmasi melalui kesesuaian nomor IMEI,” jelas AKP Ning Tyas.

Kedua tersangka kini ditahan di Mapolsek Sungai Kunjang dan dijerat Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan penjual eceran, agar lebih waspada dan tidak meletakkan barang berharga di area terbuka saat melayani pembeli.

“Kriminalitas sering terjadi bukan hanya karena niat, tetapi juga karena adanya kesempatan. Kewaspadaan tetap menjadi kunci,” pungkas AKP Ning Tyas. (MK)

Editor: Agus S

Niat BAB, Warga Loktuan Jadi Korban Gigitan Buaya

0
Saat ini korban menjalani masa perawatan di RS. (Ist).

BONTANG – Salah satu warga Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, menjadi korban gigitan buaya saat ingin Buang Air Besar (BAB), Jumat (23/1/2026), sekitar pukul 21.30 Wita.

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri menceritakan awal mula kejadiannya saat korban F (23) ingin BAB, akan tetapi korban langsung disambar buaya. Korban tak BAB di WC rumahnya karena sedang rusak.

Akibat kondisi belakang rumahnya yang gelap tanpa adanya cahaya lampu sebagai penerang, korban tidak mengetahui kalau sudah ada buaya yang mengincar dirinya. Sehingga korban mengalami gigitan buaya tepat di bagian betis kakinya.

“Posisi air laut sedang pasang, dan papan yang dijadikan pijakan korban ternyata hanya sekitar 50 sentimeter dengan air laut. Maka ketika korban mau berdiri, langsung disambar buaya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Kini korban telah menjalani masa perawatan di Rumah Sakit (RS), sebab korban mengalami luka robek akibat gigitan buaya yang didapatkannya. Korban pun akan menjalani masa operasi.

Sebelumnya, kejadian tersebut berlangsung di wilayah Loktuan, tepatnya di RT.26, Jalan Slamet Riyadi, dekat dengan PT Black Bear, kawasan Pelabuhan Loktuan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Banjir di Guntung Jadi Prioritas, Pemkot Siapkan Langkah Penanganan

0
Musrenbang kelurahan Guntung. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Permasalahan banjir di Kelurahan Guntung menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bontang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Guntung untuk RKPD 2027 yang digelar Jumat (23/1/2026).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan banjir di wilayah tersebut harus segera ditangani dan tidak boleh terus berulang. Menurutnya, banjir sudah mengganggu aktivitas warga dan berdampak pada lingkungan serta kesehatan masyarakat.

“Banjir di Guntung harus segera diselesaikan dan tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Ia menyebut, penyebab banjir antara lain saluran drainase yang belum optimal, pendangkalan, serta masih adanya sampah di saluran air. Karena itu, penanganan banjir membutuhkan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Pemkot Bontang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, yang diharapkan turut mendukung pengendalian banjir.

Selain itu, Neni juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar genangan air tidak semakin parah saat hujan.

Penanganan yang secara kolaboratif dan berkelanjutan bersama Pemkot serta stakeholder perlu dijalin, karena permasalahan banjir dikhawatirkan akan terus berulang dan menghambat pembangunan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Kaubun Geger Penemuan Bayi Laki-laki di Teras Rumah Kosong

0
Penemuan bayi di Desa Mata Air, Kaubun gegerkan warga, Petugas lakukan pemasangan garis polisi. (Ist)

SANGATTA – Warga Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun, Kutai Timur (Kutim) dibuat geger oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru berusia satu hari. Bayi tersebut ditemukan tergeletak di teras sebuah rumah kosong, Jumat (23/1/2026) siang. Polisi kini turun tangan menyelidiki dugaan penelantaran bayi itu.

Bayi ditemukan di rumah kosong milik seorang warga bernama Lober, di Jalan Meranti RT 001/001 Desa Mata Air. Saat ditemukan, bayi masih “merah”, menandakan baru dilahirkan, dan hanya terselimuti jaket hitam. Kondisinya dilaporkan sehat.

Penemuan bayi bermula ketika dua warga, Siti Saidah dan Marjun, berjalan pulang dari Kantor Desa Mata Air sekitar pukul 11.30 WITA. Di tengah perjalanan, keduanya dihentikan seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha WR hitam tanpa pelat nomor. Pria tersebut menyebut ada bayi dan meminta keduanya mengikuti ke lokasi.

Setibanya di rumah kosong tersebut, Siti Saidah dan Marjun mendapati seorang bayi laki-laki tergeletak di teras rumah. Tanpa menunggu lama, bayi itu langsung dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Mata Air untuk mendapatkan penanganan medis.

Hasil pemeriksaan tenaga kesehatan Pustu menyebutkan bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang badan sekitar 45,5 sentimeter dan berat badan 2.600 gram. Bayi diperkirakan baru berusia satu hari dan dinyatakan dalam kondisi sehat.

Kapolsek Kaliorang AKP Damianus Jelatu membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, serta meminta keterangan dari para saksi.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak puskesmas serta mengumpulkan informasi dari warga sekitar untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini,” ujar Damianus melalui pesan WhatsApp.

Untuk sementara, bayi tersebut dirawat di Pustu Desa Mata Air sambil menunggu proses lanjutan. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor.

“Kami akan menangani kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolsek.

Hingga kemarin, Polsek Kaliorang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga telah membuang bayi.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam