BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang mempercepat penyusunan basis data pencari kerja (pencaker) dan kebutuhan tenaga kerja perusahaan, untuk kebutuhan tenaga kerja pada 2026. Pendataan ditargetkan rampung pada awal Desember 2025 ini.
Sebanyak 135 perusahaan di Bontang menjadi sasaran pendataan kebutuhan tenaga kerja, lengkap dengan jenis jabatan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Di waktu bersamaan, seluruh pencaker juga diklasifikasikan secara detail berdasarkan keterampilan dan posisi yang diminati.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa pengklasifikasian rinci pencaker merupakan arahan langsung dari Wakil Wali Kota. Oleh karena itu, tahun ini pendataan dilakukan lebih detail dibanding periode sebelumnya.
“Para pelamar akan dipetakan berdasarkan jabatan dan keterampilan yang mereka miliki. Data ini nantinya akan diserahkan ke Wakil Wali Kota sebagai dasar kebijakan ketenagakerjaan 2026,” katanya.
Ia menambahkan, pola penempatan tenaga kerja tahun depan akan mengalami perubahan. Pemerintah Kota akan berperan aktif menawarkan data pencaker kepada perusahaan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Jika kompetensi pencaker belum sesuai dengan kualifikasi yang diminta industri, maka Disnaker akan menyesuaikan pola pelatihan agar lebih tepat sasaran. “Ke depan, pelatihan tidak lagi bersifat umum. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan di Bontang,” jelasnya.
Sebagai bentuk penunjang, Disnaker juga tengah mengembangkan aplikasi pemetaan kompetensi pencaker. Aplikasi ini akan memuat riwayat pelatihan, minat kerja, hingga kemampuan teknis yang perlu ditingkatkan.
“Dengan sistem ini, penyusunan pelatihan akan berbasis data, mengikuti potensi pencaker serta permintaan pasar kerja,” terangnya.
Ia juga menegaskan, bahwa keberhasilan sistem ini juga bergantung pada kedisiplinan pencaker dalam memperbarui data, termasuk memperpanjang kartu kuning secara berkala.
BONTANG – Belanja Daerah Kota Bontang Tahun Anggaran 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp1.990.429.896.070 dalam Rapat Paripurna pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Bontang Tahun 2026.
Dalam struktur belanja yang disepakati, belanja operasional masih menjadi komponen terbesar dibandingkan jenis belanja lainnya. Belanja operasional tercatat sebesar Rp1,837 triliun, yang dialokasikan untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta pembiayaan aktivitas rutin pemerintahan guna menjamin kelangsungan pelayanan publik sepanjang tahun 2026.
Sementara itu, belanja modal ditetapkan sebesar Rp1,034 triliun yang diarahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar, pengadaan sarana dan prasarana pelayanan publik, serta peningkatan fasilitas di sektor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan umum. Adapun belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp 6 miliar untuk mengantisipasi kondisi darurat dan kebutuhan yang tidak dapat diprediksi.
Penetapan belanja daerah 2026 ini turut mengalami penyesuaian signifikan, seiring dengan turunnya total APBD Kota Bontang dari pagu awal sebesar Rp2,878 triliun menjadi Rp1,990 triliun.
“Dengan keterbatasan ruang fiskal tersebut, OPD diminta lebih selektif dan cermat menyusun program, sehingga benar-benar berorientasi pada kebutuhan prioritas masyarakat,” terang Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal.
DPRD juga mengingatkan, agar belanja operasional tidak membebani struktur anggaran secara berlebihan, sehingga tetap tersedia ruang yang memadai bagi belanja pembangunan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang mulai membuka pendaftaran, bagi pengusaha UMKM lokal yang ingin berpartisipasi di Event Pesta Rakyat 5-7 Desember 2025 mendatang.
Link pendaftaran tersebut sudah dibagikan di medsos DKUMPP maupun EO penyelenggara Pesta Rakyat. Dimana waktu pendaftaran hanya terbuka selama 2 hari sejak tanggal 30 November – 1 Desember 2025.
“Sementara ini yang mendaftar hampir mencapai 300 pengusaha UMKM,” ujar Zulbakhri, Pengawas Koperasi Ahli Muda DKUMPP Bontang.
Dijelaskannya, pada flyer pendaftaran tersebut terdapat barcode yang dapat discan untuk bisa mendaftar. Para pengusaha UMKM ini diberi tenggat waktu sampai pukul 24.00 WITA, Senin (1/12/2025) malam.
Setelah pendaftaran ditutup, pihaknya akan melakukan kurasi siapa aja yang bisa berpartisipasi di event yang rencananya bakal mengundang Rizky Febian sebagai pemuncak acara itu.
“Kuota maksimal hanya ada 24 tenda. Masing-masing tenda berisi 2 pengusaha UMKM makanan dan minuman. Jadi total 48 pengusaha UMKM. Kami juga akan fasilitasi produk asesoris dan pakaian,” bebernya.
Ditegaskannya, syarat mutlak pengusaha UMKM yang bisa mendaftar adalah yang sudah memiliki NIB, dan mendaftar di link pendaftaran.
TARAKAN – Seorang kurir narkoba asal Bontang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tarakan, lantaran kedapatan akan menyelundupkan sabu seberat 3,041 kilogram. Rencananya sabu tersebut hendak dikirim ke Bontang. Sementara satu rekannya, SP, berhasil kabur dan kini diburu.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Saputra Manik menjelaskan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang mengarah pada transaksi sabu.
“Anggota kami mendapat informasi bahwa akan terjadi transaksi narkotika jenis sabu. Dari hasil penyelidikan, pelaku AS berhasil diamankan di Jalan Cahaya Baru, RT 4,” kata Erwin dalam rilis resmi, Senin (1/12/2025).
AS diringkus pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 13.30 WITA. Polisi menemukan tiga bungkus sabu dalam box cokelat yang dilakban. Dari hasil pemeriksaan, AS mengaku tergiur imbalan Rp60 juta untuk membawa paket haram tersebut. Pria asal Sulawesi yang tinggal di Bontang ini disebut sebagai kurir yang dikendalikan jaringan besar.
Barang bukti sabu dengan total berat 3.041,2 kilogram itu telah diuji dan dinyatakan positif. Jaringan ini memanfaatkan jalur laut yang kini disebut sebagai rute dominan peredaran narkoba di Tarakan.
“Barang ini rencananya dikirim ke Bontang. Mereka berencana membawa sabu ke Bulungan menggunakan speedboat, lalu mobil sewaan sudah disiapkan di Pelabuhan Bulungan,” jelas Erwin.
Selain sabu, polisi menyita handphone, Honda Scoopy, kotak kardus cokelat, kunci mobil sewaan, hingga perlengkapan lain yang diduga digunakan AS.
Belum sempat keluar dari Tarakan, AS lebih dulu ditangkap. Namun SP, rekan yang diduga berperan dalam jaringan ini, berhasil melarikan diri saat proses penangkapan.
“Kami terus melakukan pencarian terhadap SP yang kabur,” tegas Kapolres.
AS kini dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 5 hingga 20 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.
Erwin menegaskan perlunya memperketat pengawasan jalur laut yang kerap dimanfaatkan jaringan narkoba. “Peredaran narkotika di wilayah kita lebih banyak menggunakan moda transportasi air. Kami berharap pengawasan dapat lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Guru SMAN 1 Long Apari, Rukdianti Aslinda Asnur, berfoto bersama komunitas cosplay di kawasan Asakusa, Tokyo. Foto: Istimewa
Minggu (30/11) sore, sekretaris redaksi mengirimkan sebuah pesan kepada saya. Ia menyampaikan informasi tentang seorang guru dari pedalaman Long Apari yang baru saja menorehkan prestasi penting di tingkat internasional. Informasi itu cukup membuat saya berhenti sejenak. Bukan setiap hari kita mendengar kabar tentang seorang guru dari daerah paling hulu Mahakam yang mengharumkan nama Kalimantan Timur sampai ke Jepang.
Nama guru itu Rukdianti Aslinda Asnur. Ia mengajar mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Long Apari, Mahakam Ulu (Mahulu), sebuah sekolah yang berada di ujung hulu Sungai Mahakam. Wilayah yang hanya bisa ditempuh oleh mereka yang bertekad kuat dan siap menghadapi medan berat.
Poster resmi ucapan selamat dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kaltim untuk Aslinda yang lolos program pertukaran guru ASEAN–Jepang 2025. Foto: Istimewa
Di wilayah seperti ini, harga kebutuhan pokok bisa melambung berkali-kali lipat. Jaringan sering tidak stabil, dan fasilitas serba terbatas. Namun di tempat sesulit ini pula banyak guru memilih bertahan demi menjaga nyala pendidikan.
Aslinda adalah salah satunya. Bahkan lebih dari itu. Ia membawa nama Long Apari hingga ke tingkat internasional. Ia baru saja ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam Program Pertukaran Guru ASEAN ke Jepang. Kegiatan yang digelar Kemendikdasmen bekerja sama dengan Japan Foundation.
Undangan seleksinya datang langsung melalui WhatsApp dari kementerian. Sebuah kesempatan yang muncul bukan secara kebetulan, tetapi buah dari rekam jejaknya.
Aslinda saat berada di area Stasiun Ueno, Tokyo, dalam rangkaian kegiatan program pertukaran guru ASEAN–Jepang. Foto: Istimewa
Pada 2024, ia meraih Juara 1 Guru SMA Dedikatif Kaltim pada ajang Jambore GTK, seleksi yang digelar Balai GTK. Dari situlah namanya masuk radar nasional.
Proses seleksinya berlapis: administrasi, esai dalam bahasa Inggris, hingga wawancara yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Pesertanya berasal dari berbagai daerah. Termasuk dari sekolah-sekolah 3T yang selama ini bekerja dalam senyap.
Pada akhirnya, Aslinda terpilih sebagai salah satu delegasi yang berangkat ke Tokyo dan Yamagata. Di sana, ia mengikuti kegiatan pembelajaran di SD Haramachi Tokyo, berdiskusi dengan guru-guru SMA Kojokan Yonezawa, mendalami STEAM di Universitas Yamagata, dan merasakan langsung pengalaman budaya Jepang.
Delegasi dari berbagai negara ASEAN mengikuti kegiatan pertukaran guru di Jepang. Foto: Istimewa
Ia melihat teknologi piezoelectric di Stasiun Shibuya, tinggal di hotel modern hingga penginapan tradisional, serta menyaksikan momiji. Hal yang sebelumnya hanya ia kenal dari anime masa kecilnya.
Yang paling menyentuh adalah bagaimana ia memandang keberhasilannya. Ia tidak menampilkannya sebagai pencapaian pribadi. Ia menyebut kepala sekolahnya, Achmad Marzuqi, yang selalu mendukung para guru untuk berkembang. Ia menyebut rekan-rekan sejawatnya: Roby, Suranto, Oliva, Pius, Along, Erka, serta para guru SD dan SMP di Long Apari yang selama ini menjadi partner terbaik di lapangan.
Aslinda berkunjung ke Masjid Indonesia Tokyo seusai kegiatan program pertukaran guru. Foto: Istimewa
Ia bahkan menyebut satu per satu murid dan alumninya: anggota OSIS, atlet voli, hingga anak-anak Long Apari yang kini menjadi tentara, polisi, mahasiswa kedokteran, atau pengusaha muda. Salah satunya, Mery, mahasiswa kedokteran yang diam-diam menjadi sumber motivasinya untuk membuktikan bahwa anak Long Apari juga bisa melangkah jauh.
Pesannya kepada murid-muridnya: jadilah orang sukses yang baik, dan orang baik yang sukses. Ia berharap suatu hari nanti generasi muda Long Apari kembali ke kampung halaman untuk membangun daerah yang membesarkan mereka.
Suasana kampus Universitas Yamagata tempat Aslinda mengikuti sesi pembelajaran program pertukaran guru. Foto: Istimewa
Kepada para guru di daerah lain, ia berpesan agar tidak ragu mengikuti lomba dan program nasional karena peluang internasional sering lahir dari sana.
Kisah seperti ini memang kerap tidak terdengar. Bukan karena tidak penting, melainkan karena kita di kota terlalu terbiasa mendengar cerita besar dari tempat yang dekat. Padahal dari hulu Mahakam, ada guru yang menembus riam demi riam, hidup dalam keterbatasan, tetapi mampu melampaui batas geografis dan administratif yang selama ini membelenggu daerah terpencil.
Aslinda berpose di Takeshita Street Harajuku, salah satu pusat budaya pop Jepang. Foto: Istimewa
Di sinilah peran Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu seharusnya hadir lebih nyata. Long Apari butuh dukungan yang konkret. Akses yang layak, fasilitas pendidikan yang memadai, dan perhatian yang tidak hanya berhenti pada kunjungan seremonial. Jika seorang guru dari pedalaman bisa menembus Jepang, maka pemerintah semestinya mampu menembus batas birokrasi untuk memastikan perjuangan seperti ini tidak berlangsung sendirian. (*)
Penurunan signifikan pada APBD Kota Bontang 2026 membuat Wali Kota mengambil langkah rasionalisasi belanja di berbagai sektor. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan efektif meski ruang anggaran semakin menyempit.
Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:
Polairud Kutim Intensifkan Sosialisasi ke Nelayan. (Ist)
SANGATTA—Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Timur (Kutim) melakukan patroli dan sosialisasi keselamatan secara intensif di kawasan Perairan Sangkulirang, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat pesisir berjalan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan.
Patroli dilakukan menyeluruh di sejumlah titik vital, di antaranya Pasar Sangkulirang, Pelabuhan Penyeberangan, jalur perairan utama, serta pemukiman pesisir. Personel Polairud memberikan imbauan penting kepada nelayan, pengguna jasa transportasi air, dan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun sungai.
Materi edukasi yang disampaikan mencakup kewajiban menggunakan alat keselamatan, pentingnya memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar, serta kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Petugas juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri berlayar ketika kondisi laut tidak mendukung.
Selain memberikan sosialisasi, Sat Polairud melakukan pemeriksaan dan pemantauan jalur pelayaran, memastikan transportasi air tidak mengalami kelebihan muatan, serta mendeteksi potensi pelanggaran atau aktivitas mencurigakan di area perairan.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi langkah jajaran Polairud dalam menjaga keamanan wilayah pesisir. Ia menegaskan keselamatan masyarakat pesisir merupakan prioritas utama Polres Kutim.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat yang beraktivitas di perairan memahami pentingnya keselamatan. Edukasi seperti ini harus terus dilakukan karena kondisi laut tidak selalu dapat diprediksi,” tegas AKBP Fauzan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Sat Polairud bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam memberikan perlindungan dan layanan keselamatan.
“Patroli dan sosialisasi ini merupakan komitmen kami untuk mencegah kecelakaan di laut dan menjaga wilayah perairan tetap kondusif. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan mematuhi imbauan dan aturan keselamatan,” tutup Kapolres.
Dengan kegiatan pengawasan dan sosialisasi rutin ini, Polairud Kutim menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat di Perairan Sangkulirang.
TSPM Pimda Bontang berhasil raih juara umum, di Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025. (Dwi/RadarBontang).
BONTANG – Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Bontang Pimda 068, berhasil meraih juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025, yang berlangsung di Sport Center Loktuan.
Perolehan medali tersebut masuk dalam kategori pertandingan Usia Dini 2 dan Pra Remaja. Di pertandingan kali ini, TSPM Bontang Pimda 068 terdiri dari beberapa tim, meliputi Squad Kreatif, SD Muhammadiyah 1, DHBS, Yabis beserta Atsaqibiyah.
Ketua TSPM Bontang Pimda 068, Chayo Hadi mengatakan bahwa keberhasilan dalam pertandingan ini tidak lepas dari peran seluruh para pelatih, yang sudah membangun, mendidik, membentuk, dan memberikan arahan ke setiap atletnya.
“Alhamdulillah, Tapak Suci Bontang berhasil meraih juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open. Selamat untuk adik-adik yang berhasil mendapatkan medali emas,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (1/12/2025).
Selain itu, Chayo turut menyampaikan ke atlet TSPM Bontang, bagi yang belum berhasil mendapatkan juara dalam pertandingan tersebut jangan sampai berkecil hati. Mengingat perjalanan mereka masih sangat panjang, yang dimana masih banyak event yang bisa diikuti, selain Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025 ini.
“Buat adik-adik yang belum mendapatkan juara, tetap semangat dalam latihannya. Jangan gampang menyerah. Jadikanlah pertandingan ini sebagai pengalaman diri untuk ke depannya,” tutupnya.
SANGATTA – Hubungan industrial di Kutai Timur (Kutim) memasuki fase penuh tekanan sepanjang 2025. Lonjakan perselisihan antara perusahaan dan pekerja menempatkan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim pada ujian berat, dengan 95 kasus mediasi tripartit yang harus ditangani dalam satu tahun.
Meski angka konflik meningkat, Disnakertrans mengklaim sebagian besar berhasil diselesaikan. Dari total kasus yang masuk, 83 berhasil dituntaskan di ruang mediasi, sementara 50 Anjuran dan 33 Perjanjian Bersama (PB) terbit sebagai hasil resmi penyelesaian.
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, tidak menampik bahwa dinamika tersebut menunjukkan kompleksitas hubungan industrial. Ia menyebut bahwa tidak semua kasus bisa berjalan mulus.
“Ada juga yang dicabut, dilimpahkan ke provinsi, atau dikembalikan karena tidak memenuhi syarat administrasi,” ungkapnya, Senin (1/12/2025)).
Roma menilai, banyaknya perselisihan dipicu oleh perbedaan interpretasi terhadap regulasi ketenagakerjaan, terutama setelah sejumlah aturan nasional mengalami perubahan. Kondisi ini membuat pekerja dan perusahaan seringkali berada pada posisi saling curiga.
“Kami fasilitasi semua kepentingan. Prinsipnya, hak-hak pekerja dan kepentingan banyak orang tetap menjadi prioritas,” tegas Roma, menekankan bahwa ruang komunikasi terbuka menjadi kunci utama penyelesaian.
Namun di balik pencapaian mediasi, peningkatan konflik menunjukkan bahwa stabilitas hubungan industrial Kutim masih rentan. Para pemerhati ketenagakerjaan menilai angka 95 kasus adalah tanda bahwa edukasi regulasi dan pengawasan perusahaan belum optimal. Mediasi memang efektif meredam ketegangan, namun sifatnya reaktif dan sering kali datang setelah persoalan telanjur membesar.
Disnakertrans Kutim mengakui bahwa edukasi menjadi langkah pencegahan yang terus diperkuat. Informasi mengenai aturan terbaru disampaikan melalui sosialisasi, pendampingan, dan penjelasan langsung saat mediasi berlangsung.
Meski demikian, meningkatnya frekuensi konflik memperlihatkan bahwa persoalan tak hanya berhenti pada minimnya pemahaman aturan, tetapi juga menyangkut keseimbangan relasi kuasa antara pekerja dan perusahaan.
Dengan komitmen untuk hadir sebagai penengah yang adil, Pemerintah Kutai Timur melalui Disnakertrans menegaskan bahwa mediasi tetap menjadi benteng utama mengawal keadilan dan menjaga harmoni hubungan industrial di tengah tantangan yang kian menguat.
Nur Ilham, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan. (Syakurah)
BONTANG – Kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Bontang hingga akhir tahun 2025 ini tercatat sebanyak 42 orang. Data ini menunjukkan penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya, namun kelompok usia remaja mulai menjadi perhatian serius.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Bontang, Nur Ilham, menjelaskan bahwa dari 42 kasus baru tersebut, sebagian besar berada pada usia produktif.
“Tahun 2025, dari Januari sampai hari ini ditemukan 42 orang. Rinciannya, usia 25–49 tahun sebanyak 29 orang, usia 20–24 tahun ada 4 orang, usia 15–19 tahun 5 orang, dan usia di atas 50 tahun sebanyak 4 orang,” ujarnya, (1/12/2025).
Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 ditemukan 100 kasus baru, kemudian menurun menjadi 66 kasus pada 2024, dan kembali menurun di 2025.
Berdasarkan akumulasi data sejak tahun 2016, total kasus HIV yang pernah terdeteksi di Kota Bontang mencapai 582 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 397 orang saat ini masih menjalani pengobatan
Lebih lanjut, 110 orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya merupakan pasien yang putus berobat atau telah pindah domisili.
“Data ini bersifat dinamis karena ada pasien yang meninggal, ada juga yang tidak lagi terpantau karena pindah daerah,” tambahnya.
Adapun munculnya kasus pada kelompok usia 15–19 tahun menjadi perhatian khusus. Menurutnya remaja berpotensi terpapar HIV sejak beberapa tahun sebelum terdeteksi.
“Orang yang saat ini terdiagnosis AIDS bisa jadi sudah terinfeksi HIV sejak 5 sampai 10 tahun sebelumnya. Karena itu edukasi sejak usia SMP dan SMA sangat penting,” katanya.
Ia menegaskan, edukasi kepada remaja harus difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu Informasi tentang HIV/AIDS, Pencegahan NAPZA/narkoba serta Kesehatan reproduksi
Ia juga menjelaskan, bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa. Penularan hanya terjadi melalui kontak darah seperti transfusi, jarum suntik bersama, luka terbuka serta cairan sperma dan cairan vagina melalui hubungan seksual.
“HIV tidak menular lewat makan bersama, bersalaman, berpelukan, menggunakan WC bersama, bersin, maupun melalui air liur,” tegasnya.